Ketika Kenduri di Kraton Tiba-tiba Bubar
Megapa Penghulu Keraton menolak memimpin doa? “Duh Gusti, jika saya yang memimpin doa, hidangan hajat Gusti pasti tidak bisa disantap,” kata Penghulu Keraton kepada Sultan Agung.
Sultan Agung menolak saran menunjuk khatib memimpin doa. Sultan Agung hanya menginginkan penghulu yang memimpin doa kenduri hari itu.
Penghulu Keraton melihat Sultan Agung marah. Oleh karena itu, ia pun segera memulai memimpin doa.
Baru mendapat sahutan sekali amin dari yang hadir, terdengar suara berisik dari ambengan. Mendapat dua amin, ambengan bergerak-gerak, dan pada sahutan amin ketiga, suara dari ambengan semakin riuh.
Nasi telah menjadi beras lagi, ingkung menjadi ayam hidup lagi, ikan hidup lagi, besek bambu jadi bambu batangan lagi, membuat yang hadir pada kaget. Sultan Agung pun dibuat kaget karenanya.
Tetapi, di dalam hati Sultan Agung memuji kehebatan Penghulu Keraton. Lalu ia meminta yang hadir untuk bubar. Juru masak akan menyiapkan ambengan lagi untuk kenduri ulang di sore hari.
Kenduri akan dilakukan lagi pada jika ambengan sudah siap lagi. Orang-orang pun membicarakan kehebatan Penghulu Keraton, sebagai orang yang layak memegang hukum keraton.
Penghulunya saja memiliki kesaktian luar biasa, maka mereka bangga jika saat itu Sultan Agung sudah ditakuti oleh penguasa negeri-negeri lain. Artinya, yang sakti tentu saja tidak hanya penghulu. (mif)
Baca juga :
- Selamat Hari Bhayangkara: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat
- Breaking News: Argentina Tutup Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas Yordania di AT&T Stadium
- Piala Dunia FIFA 2026: Afrika Selatan Lolos Dampingi Meksiko Menuju Fase Gugur
- Formasi Drone “Ubur-Ubur” Iran Diduga Lumpuhkan F-15 Amerika, Pengakuan Pilot Picu Kekhawatiran Baru soal Perang Drone
- Wisuda Bimba Opung ASA Kidz Station 2026: Momen Haru, Ceria, dan Penuh Kenangan dalam Pelepasan Generasi Hebat
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


