Hadits Singgasana Iblis di Lautan dan Mitos Nyi Roro Kidul
Mengenai habitat iblis yang berada di laut juga diungkap oleh hadits Rasulullah SAW. Dari Jabir Ra, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setan itu membangun singgasana di atas air. Ia kirimkan pasukan di tengah-tengah manusia. Pasukan yang paling dekat kedudukannya dengan setan adalah yang mampu mengembuskan fitnah yang paling besar. Salah seorang dari mereka datang dan melapor, “Aku selalu bersama si Fulan, hingga aku tinggalkan saat mengatakan ini dan itu. Iblis berkata, “Tidak begitu, demi Allah kamu tidak melakukan apapun.’ Kemudian, datanglah satu lagi pasukannya dan melapor, ‘Aku tidak meninggalkannya sebelum berhasil memecah belah antara ia dan keluarganya.’ Maka, iblis mendekati setan itu dan berkata,’ Bagus sekali” (HR Muslim).
Di sisi lain, Nyi Roro Kidul adalah legenda yang sangat populer pada masyarakat di Pulau Jawa. Sebagian masyarakat hingga saat ini masih percaya terhadap wilayah kekuasaan Nyi Roro Kidul di sepanjang laut selatan Pulau Jawa berikut kekuatan gaib yang dapat memberikan ketentraman ataupun sebaliknya pada masyarakat.
Masih ada warga yang melakukan pelaksanaan upacara penghormatan dan tidak melanggar pantangan saat berada di pantai selatan. Irvan Setiawan dalam artikelnya berjudul Mitos Nyi Roro Kidul dalam Kehidupan Masyarakat Cianjur Selatan yang dipublikasikan di Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya menjelaskan, banyak cerita dan legenda bahwa Nyi Roro Kidul sebagai sosok gaib penguasa laut selatan pulau Jawa.
Penampakan dalam bentuk kejadian ataupun lewat mimpi tentang Nyi Roro Kidul yang ditindaklanjuti dalam bentuk kebiasaan melakukan upacara sebagian besar terkonsentrasi pada lokasi-lokasi tertentu, seperti di Pantai Parangtritis Yogyakarta, Pantai Pangandaran Ciamis, Jawa Barat, hingga Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut Irvan, kisah Nyi Roro Kidul punya kesamaan dengan kisah Batara Baruna dalam dunia pewayangan dan kisah Poseidon dalam mitologi Yunani Kuno. Ketiga kisah tersebut mengkultuskan satu sosok sebagai penguasa lautan. Ketiganya memiliki kewenangan untuk menjadikan lautan tenang, berombak, bahkan tsunami.
Masyarakat jawa bahkan melakukan sedekah laut atau larung sesaji yang tidak jarang diniatkan untuk meminta perlindungan Nyi Roro Kidul.
Pakar syariah Prof Amin Suma menjelaskan masalah itu, khususnya dari aspek kemurnian bertauhid kepada Allah (tauhidullah, pemahaesaan Allah), di samping dari aspek fikih (hukum Islam). Terutama, terhubung dengan sajian yang berasal-usul dari hewan sembelihan (dalam hal ini pelarungan kepala kerbau atau kepala kambing); dan dari sudut pandang akhlak atau etika ekonomi, khususnya etika konsumsi (al-asyribah).
Dari sudut pandang tauhidullah, langsung maupun tidak langsung, sedikit atau besar, disengaja atau tidak disengaja, samar-samar atau terang-terangan, dia menegaskan, sedekah laut sulit dinyatakan terbebas, apalagi bersih dari unsur syirik/kemusyrikan (penyekutuan Tuhan).
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


