Bung Karno Lebih Memilih Membaca Al Qur’an Ketika Diancam Ditembak Mati

Dengarkan Artikel Ini

“Saudara-saudara, Saudara melihat bahwa keesokan harinya saya tidak ditembak mati dan sampai sekarang, pada mala mini, bukan tahun 1948, tetapi tahun 1961, Alhamdulillan Sukarno masih hidup. Sukarno malahan berdiri di hadapan saudara-saudara,” kata Bung Karno pada Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara pada 6 Maret 1961.

Kejadian di Brastagi itu, kata Bung Karno, semakin mempertebal keyakinannya kepada Allah dan Nabi Muhammad dengan mukjizat Alqurannya. Dengan keyakinan itulah, ia merasa apa yang telah direncanakan makhluknya, seperti dirinya yang akan ditembak mati Belanda, bisa saja tidak terlaksana jika Allah memiliki kehendak lain. (jeha)

Baca juga :


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca