Keutamaan Wukuf di Arafah
Surabaya — 1miliarsantri.net : Wukuf secara mudah dapat diartikan hadir di Arafah baik sengaja atau tidak dalam rentang waktu antara tergelincirnya matahari (masuk waktu Dhuhur) tanggal 9 Dzulhijjah hingga menjelang waktu Subuh tanggal 10 Dzulhijjah.
Kehadiran ini tidak harus lama, yang penting pernah di sana. Wukuf adalah ibadah pokok atau rukun terbesar dalam rangkaian ibadah haji.
Mengenai hal ini, Rasulullah SAW bersabda:
الحج عرفة “
Bagian pokok haji adalah wukuf di Arafah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi).
Jamaah haji yang tidak melakukan wukuf di Arafah akan mendapat konsekuensi berupa tiga kewajiban yang harus dilaksanakan, yaitu pertama, melakukan tahallul untuk melepas status ihramnya dengan cara melakukan amalan umrah (tawaf, sai,dan bercukur) dengan diniati tahallul dari haji.
Kedua, segera melaksanakan qadla haji di tahun berikutnya bila memungkinkan ada. Ketiga, membayar dam fawat (denda karena tidak berwukuf) yang dilaksanakan saat melakukan haji qadla.
Ketentuan dam fawat ini adalah menyembelih seekor kambing. Bila hal itu tidak memungkinkan, maka diganti dengan puasa sepuluh hari (3 hari saat ihram dan 7 hari ketika telah sampai di Tanah Air).
Begitu penting dan sakralnya wukuf sehingga setiap orang ingin mendapatkan tempat terbaik dan sedapat mungkin sesuai dengan ajaran, sabda, dan tindakan Rasulullah SAW.
Seringkali jamaah haji berdesak-desakan untuk berada di Jabal Rahmah guna meraih hal tersebut. Namun benarkah Jabal Rahmah memiliki kedudukan yang demikian tinggi dalam wukuf?
Jabal Rahmah yang memiliki nama lain Jabal Arafah, Jabal Ilal, Jabal Alal adalah bukit kecil yang berada di tengah Arafah. Nama Jabal Rahmah sendiri sebenarnya tidak disebutkan di dalam hadits manapun dan tidak dikenal pada masa generasi emas Islam yaitu generasi sahabat, tabi’in, dan tabi’it tabiin.
Nama Jabal Rahmah pertama kali ditemukan dalam catatan Nashir Khusraw di kitabnya Safarnameh pada akhir abad keempat Hijriyah. Nama Jabal Ilal dikenal oleh orang Arab kuno dalam karya sastra mereka.
Sedangkan nama Jabal Arafah banyak ditemukan dalam literatur Islam. Barulah ketika nama Jabal Rahmah disebut oleh Nashir Khusraw, nama ini menjadi sering digunakan bahkan dalam beberapa kitab fiqih. (Ahmad Zaki Hamani, Mausu’ah Makkah al-Mukarromah wal-Madinah al-Munawwarah, [London, Muassasah al-Furqon lit-Turats al-Islamy, 2009], juz 3, cetakan I, halaman 244).
Selanjutnya, berdesakan dan berebutan untuk wukuf di Jabal Rahmah saat melaksanakan ibadah haji ternyata sudah berlangsung lama. Dalam hal ini, Imam Nawawi rahimahullah berkata:
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


