Keutamaan Wukuf di Arafah
وأمَّا ما اشْتَهَرَ عِنْدَ الْعَوَامِّ مِنَ الاعتنَاء بالوقوفِ على جَبَلِ الرَّحْمَةِ الذي بِوَسَطِ عرفاتٍ كما سبقَ بَيَانُهُ وترْجيحُهُمْ لَهُ عَلَى غيرِهِ من أرض عَرَفَاتٍ حتى ربما تَوَهَّمَ كثيرٌ مِنْ جَهَلَتِهِم أنَّهُ لا يصحُّ الوقوفُ إلاَّ بِهِ فخطأ مُخَالِف للسُّنَّةِ، ولم يَذْكُرْ أحدٌ مِمَنْ يُعْتَمَدُ عَلَيْهِ فِي صُعُودِ هَذَا الْجَبَلِ فضيلةً إِلاَّ أبُو جَعْفَر محمدُ بن جريرِ الطبريُّ فإنه قال: يستحب الوقوفُ عليه وكذا قال أقضى القضاةِ أبو الحسن الماورديُّ البصري صاحبُ الحاوِي من أصْحَابِنَا: يُسْتَحبُّ أنْ يقْصدَ هذا الْجَبَلَ الذي يقالُ له جَبَلُ الدُّعاء. قال: وهو موقفُ الأنْبياءِ صلواتُ اللهِ وسلامُهُ عَلَيْهِمْ أجمعينَ وهذا الَّذِي قالاهُ لا أصْلَ لَهُ وَلَمْ يَرِدْ فيه حديثٌ صحيحٌ ولا ضعيفٌ
Artinya: “Apa yang masyhur di kalangan awam yaitu berupaya kuat wukuf di Jabal Rahmah yang berada di tengah Arafah sebagaimana keterangan yang telah lalu dan mengutamakan Jabal Rahmah atas bagian Arafah yang lain sampai-sampai banyak orang bodoh yang menganggap wukuf tidak sah kecuali di sana adalah kekeliruan yang bertentangan dengan sunnah.
Tidak ada seorang pun ulama yang bisa menjadi pedoman yang menyebutkan ada keutamaan naik ke bukit ini kecuali Abu Ja’far Muhammad bin Jarir at-Thabari. Ia berkata, ‘disunnahkan wukuf di atasnya.’
Begitu juga Aqdlal Qudlat Abul Hasan Al-Mawardi al-Basri, penyusun kitab Al-Hawi dari ashab kita berkata, ‘Disunnahkan menyengaja bukit ini yang disebut Jabal Doa. Bukit ini adalah tempat wukuf para nabi shalawatullah wasalamuhu alaihim ajmain.’
Apa yang disampaikan Beliau berdua ini tidak berdasar dan tidak ada hadits shahih maupun dlaif tentang hal ini.” (Abu Zakaria Yahya An-Nawawi, Al-Idhoh fi Manasikil Hajji wal Umrah , [Beirut, Darul Basyair al-Islamiyah, 1994], cetakan II, halaman 281-282).
Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa wukuf di Jabal Rahmah tak memiliki keistimewaan sama sekali. Wukuf boleh dilakukan di mana saja selama masih dalam batas Arafah.
Berusaha keras agar dapat wukuf di Jabal Rahmah adalah menyalahi sunnah bahkan ada yang mengatakan hukumnya makruh. Amalan yang justru disunnahkan adalah wukuf di area bebatuan besar di bawah Jabal Rahmah yang merupakan tempat wukuf Rasulullah sebagaimana sabda Beliau:
ووقفت هاهنا وعرفة كلها موقف
Artinya:
“Aku wukuf di sini. Dan seluruh Arafah adalah lokasi wukuf.” (HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah). Bagi jamaah haji, tentu diusahakan untuk wukuf di tempat wukufnya Rasulullah.
Namun hal yang tidak boleh dilupakan adalah jangan sampai upaya ini disertai dengan hal-hal yang menjerumuskan pada perbuatan dosa, seperti berdesakan antara lelaki dan perempuan, saling menyenggol dan mendorong yang bisa menyakiti orang lain.
Mengingat hal tersebut, jangan sampai upaya meraih sebuah keutamaan malah terjerumus pada jurang dosa. Apalagi di antara hikmah wukuf di Arafah adalah sebagai gambaran berkumpulnya semua makhluk di Padang Mahsyar kelak dalam kondisi telanjang dan tak beralas kaki. Idealnya, wukuf di Arafah banyak diisi dengan merenung dan mendekatkan diri kepada Allah. (yat)
Baca juga :
- Ukhuwah Goals: Wujud Cinta yang Menghidupkan Hati Melalui Do’a
- Boikot FIFA Mengguncang Dunia! Spanyol dan Portugal Ancam Tinggalkan Gianni Infantino, Krisis Terbesar Jelang Piala Dunia?
- Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Kolaborasi Yaskat dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos RI di Bantargebang
- Hari Anak Nasional 2026: Rumah Tahfidz Opung dan Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Berkomitmen Membangun Generasi Qurani
- Selamat Hari Anak Nasional 2026
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


