KPAI: UU Perlindungan Anak Bukan untuk Pidanakan Guru

Jakarta — 1miliarsantri.net : Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan, Undang-Undang Perlindungan Anak tidak untuk memidanakan guru. Melainkan melindungi anak-anak dari diskriminasi dan kekerasan di lingkungan pendidikan. “UU ini bertujuan untuk melindungi anak dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, di mana pun lingkungan anak tumbuh kembang termasuk di satuan pendidikan. Namun seringkali kekhawatiran dari para guru terkait potensi kriminalisasi akibat penerapan undang-undang ini,” tetang Komisioner KPAI Aris Adi Leksono. Aris mengungkapkan dalam konteks ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni pertama bahwa pendidikan sejatinya tanpa kekerasan. KPAI menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang bebas dari kekerasan karena kekerasan dalam pendisiplinan bisa berdampak buruk pada psikis dan mental peserta didik. “Prinsip mendidik tanpa kekerasan bukan hanya melindungi anak, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang mendukung dan kondusif,” ujarnya. Kedua, tafsir dan penerapan Undang-Undang. Diakui Aris, terkadang perbedaan tafsir terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak menimbulkan ketakutan di kalangan guru.Untuk itu, KPAI menekankan perlunya sosialisasi yang jelas dan gamblang tentang batasan dan tanggung jawab guru dalam mendidik. “Pemerintah diharapkan memberikan edukasi dan kontekstualisasi mengenai batasan kekerasan dan tindakan mendisiplinkan yang tepat. Pemahaman tentang kapan tindakan mendisiplinkan dianggap meluapkan emosi, dan kapan dianggap bagian dari proses pendidikan, juga penting untuk diulas,” jelasnya. Ketiga, fasilitas untuk edukasi guru. Aris mengatakan agar para guru dapat mengelola kelas dengan baik dan efektif, diperlukan pelatihan dan sosialisasi.Keterampilan dalam berkomunikasi secara efektif, pengendalian emosi, dan kesehatan mental sangat diperlukan, terutama untuk menghadapi generasi yang memiliki karakteristik unik seperti “generasi strawberry”. “Pemerintah harus memfasilitasi peningkatan kapasitas dan kompetensi para guru dalam bidang-bidang tersebut,” tegasnya. Keempat, dukungan perlindungan hukum bagi guru. Meskipun dukungan hukum bagi guru telah diatur dalam beberapa regulasi seperti UU Guru dan Dosen, Permendikbud No. 17 tahun 2010, dan Surat Keputusan Dirjen GTK Kemendikbudristek No. 3798/B.B1/HK.03/2024, penerapan regulasi ini, kata dia, masih dirasakan belum optimal. “Pemerintah diharapkan lebih tegas dalam mengimplementasikan regulasi terkait perlindungan hukum bagi guru, agar para pendidik tidak merasa terancam saat menjalankan tugas,” tutur Aris. Kelima, kolaborasi dengan orang tua. KPAI menyoroti pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan peserta didik untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan aman. Hubungan yang baik antara guru dan orang tua, lanjutnya, dapat mengurangi potensi konflik serta memastikan keselarasan antara metode disiplin yang diterapkan di rumah dan di sekolah. Keenam, upaya pendisiplinan tanpa kekerasan. (rid) Baca juga :

Read More

Dikemanakan Sebaiknya Uang Takziyah?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam kebiasaan masyarakat Indonesia, sering kita melihat ada uang melayat atau uang takziyah dari pelayat untuk keluarga yang ditinggalkan anggotanya (meninggal dunia). Terkait hal ini, ada seorang jamaah pengajian Buya Yahya yang bertanya sebaiknya uang itu dikemanakan? apakah dibagi atau dimanfaatkan secara pribadi bagi anggota keluarga yang menerima. Menanggapi pertanyaan jamaah, Buya Yahya menyarankan agar hal ini dikembalikan pada kebiasaan. Kalau kebiasaan orang akan diberikan satu-satu anggota keluarga, maka seorang anggota keluarga yang menerima berhak memanfaatkannya. “Tapi kalau di kampung kan biasanya masuk ke kotak. Tapi ada yang menerima. Nmaun, ada anggota keluarga yang tempatnya jauh ga ikut menjaga kotak itu. Misal adeknya masih di pondok tapi kakaknya di rumah, yang dapat kan kakaknya. Padahal sebenarnya adeknya masih sekolah,” ujar Buya Yahya. Menurut Buya, jika seperti itu, sebaiknya dibagi. Kalau memang dibagi hendaknya uang itu dikumpulkan lalu dibagi bersama dan jangan asal rebut. “Kalau untuk keluarga, yuk kita bagi. Karena ini bukan harta waris, maka baiknya bagi rata. Hendaknya bagi bersama, jangan ribut,” pungkas Buya Yahya. (yan) Baca juga :

Read More

Berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok) terletak di Jalan Imam Bonjol No.1, RT.9/RW.4, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya gedung ini merupakan rumah dinas Laksamana Muda Tadashi Maeda, seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Selama berkecamuknya Perang Pasifik atau Perang Dunia Kedua, Rumah dinas ditempati Laksamana Maeda. Menurut catatan sejarah berdiri di atas tanah berukuran 3.914 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 1.138,10 meter persegi. Gedung ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia, menjadi saksi perumusan naskah teks proklamasi, sedangkan lantai dua ditempati anggota keluarga Maeda sebagai tempat beristirahat. Laksamana Maeda merupakan tokoh memiliki peran di dalam peristiwa kemerdekaan Indonesia, dia mengizinkan rumah dinasnya dijadikan tempat berkumpul kaum pergerakan nasional untuk merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Laksamana Maeda sendiri tidak terlibat di dalam proses perumusan naskah itu, perannya di dalam peristiwa proklamasi menyediakan tempat saja. Oleh pemerintah Indonesia sosoknya tetap dianggap memiliki kontribusi, sehingga pada peringatan Kemerdekaan Indonesia tahun 1973, Laksamana Maeda menerima Bintang Jasa Nararya. Di dalam gedung museum kita bisa melihat peninggalan furnitur dari Laksamana Maeda, dari kursi, meja, piano, lemari, dan hiasan dinding. Tata letak dari berbagai artefak itu dipertahankan serta disesuaikan dengan aslinya, sehingga kita bisa turut merasakan atmosfer pada masa itu. Hal ini bisa memberikan pengalaman imersif seolah-olah pengunjung turut hadir menyaksikan langsung perumusan naskah proklamasi. Ketika memasuki museum kita akan melihat salah satu ruangan disebut Ruang Pra Perumusan Naskah Proklamasi, berupa ruang tamu khusus dipenuhi empat kursi berwarna coklat, terdiri dari satu sofa serta tiga kursi, ditengahnya terlihat satu meja bundar, di ruang ini terjadi pembicaraan antara Laksamana Maeda, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebarjo. Inti dari pembicaraan mereka tentang akan diadakannya pertemuan para tokoh pergerakan, khususnya dari kelompok muda, untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Kemudian tidak jauh dari Ruang Pra Perumusan Naskah Proklamasi, kita bisa menjumpai Ruang Perumusan Naskah Proklamasi, merupakan sebuah ruang makan dengan meja kayu lebar dan panjang, serta ada deretan kursi kayu yang mengitari meja. Di tempat ini Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebarjo merumuskan teks proklamasi. Soekarno duduk di posisi tengah sambil mempersiapkan draf naskah, sedangkan Mohammad Hatta, dan Ahmad menyumbangkan pikiran secara lisan. Keduanya duduk mendampingi Soekarno di sebelah kanan dan kirinya. Kemudian kita bergeser ke Ruang Mengetik Naskah Proklamasi, setelah draf naskah proklamasi selesai disusun oleh Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebarjo, draf itu diperlihatkan kepada hadirin yang hadir, setelah semuanya menyepakati dan menyetujui isi naskah proklamasi, kemudian naskah itu diketik oleh Sayuti Melik di ruang dekat dapur ditemani oleh BM. Diah. Setelah naskah proklamasi itu selesai diketik, segara dibawa kembali ke tempat para hadirin yang hadir, kemudian naskah kemerdekaan Indonesia ditandatangani Soekarno dan Mohammad Hatta. Keduanya menandatangani naskah itu di atas piano yang terdapat di bawah tangga ruangan, kemudian akan dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945. Berkunjung ke Museum Naskah Kemerdekaan memiliki fungsi penting bagi bangsa Indonesia selain untuk memperingati hari besar nasional, juga menjaga nilai-nilai perjuangan bangsa. Pertama, museum sumber penelitian, fungsi ini bagi peneliti, pelajar, dan mahasiswa bisa menggali informasi, wawasan, dan ilmu pengetahuan dari berbagai artefak dan koleksi untuk memahami peristiwa masa lalu. Kedua, nilai nasionalisme, bisa membangkitkan nasionalisme dan kecintaan setiap warga negara kepada Indonesia, juga pengikat rasa persatuan dan kesatuan. Ketiga, wisata edukasi, para pengunjung mendapatkan pengalaman serta wawasan berharga tentang sejarah bangsa. Keempat, pendidikan sejarah generasi muda, melalui museum yang memamerkan artefak dan informasi, generasi muda dapat memahami peristiwa masa lalu, serta mengenal para tokoh bangsa. Museum juga merupakan suatu tempat belajar yang asyik di luar ruang pembelajaran formal seperti di dalam kelas, sekolah, atau kuliah. Belajar melalui museum tidak terikat waktu, kapan pun kita bisa datang berkunjung dengan durasi tidak terbatas. Belajar di museum itu lebih interaktif, dan sering kali lebih menarik. Ini membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan serta mudah dipahami semua orang. Dan, dapat meningkatkan rasa cinta kita pada tanah air dan memperkuat identitas nasional kita, yaitu Indonesia. Jadi tunggu apa lagi yuk kita berwisata ke museum. (jeha) Baca juga :

Read More

Sebanyak 71 Ribu Perempuan Indonesia Memilih Childfree

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tren childfree dewasa ini mengalami peningkatan dari sebelumnya. Berdasarkan kajian Badan Pusat Statistik dari hasil Susenas 2022, sebanyak 8,2% atau sekira 71 ribu perempuan di Indonesia mengaku tidak ingin memiliki anak atau childfree. Angka tersebut naik dari 7% pada 2019 di mana survei tersebut ditujukan kepada perempuan berusia 15-49 tahun yang pernah menikah, namun belum pernah memiliki anak dalam keadaan hidup dan tak menggunakan KB. Persentase tersebut diambil berdasarkan wilayah dengan persentase perempuan yang memilih childfree di perkotaan (8,5%) lebih tinggi dibanding pedesaan (7,8%). Selain itu, persentasenya juga tercatat lebih tinggi di Jawa (8,9%) dibanding luar Jawa (7,3%). Terdapat dua latar belakang yang disorot dalam kajian tersebut, yakni bahwa perempuan yang memilih childfree terindikasi punya pendidikan tinggi atau kesulitan ekonomi. Untuk diketahui, istilah childfree itu mengacu pada keputusan seseorang untuk tidak memiliki anak setelah menikah. Bukan tanpa alasan keputusan itu dibuat, melainkan atas pertimbangan bersama yaitu pasangan suami istri, dengan memerhatikan aspek kesehatan reproduksi, usia, atau pertimbangan yang bersifat personal lainnya. (Iin) Baca juga :

Read More

AS Tetap Kucurkan Dana Militer ke Israel

Washington — 1miliarsantri.net : Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengambil keputusan mengejutkan dengan tetap mempertahankan bantuan militer ke Israel. Kabar ini mencuat setelah pemerintahan Joe Biden menyimpulkan Israel tidak menghalangi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Meski demikian, Washington mengakui situasi kemanusiaan di wilayah Palestina masih sangat memprihatinkan dan mendesak adanya langkah-langkah tambahan dalam waktu dekat. Sebelumnya, Blinken bersama Menteri Pertahanan Lloyd Austin telah mengirim surat peringatan pada 13 Oktober kepada pejabat Israel. Mereka memberikan tenggat waktu 30 hari untuk mengatasi situasi memburuk di Gaza, dengan ancaman akan ada dampak terhadap bantuan militer AS jika diabaikan. Namun saat tenggat waktu berakhir Selasa kemarin, juru bicara Departemen Luar Negeri, Vedant Patel, justru menghindari pertanyaan apakah Israel sudah memenuhi syarat-syarat tersebut. Ia hanya menyebut Israel telah mengambil beberapa langkah dan Washington akan terus memantau perkembangannya. “Memang ada kemajuan yang kami lihat. Tapi kami masih menuntut perubahan lebih banyak. Tanpa tekanan AS, mungkin tak akan ada perubahan sama sekali,” ungkap Patel. Ia menegaskan Washington tetap mengawasi kepatuhan Israel terhadap hukum AS. Lembaga bantuan internasional mengungkap fakta berbeda. Menurut mereka, Israel gagal memenuhi tuntutan AS untuk memperbaiki krisis kemanusiaan di Gaza sesuai batas waktu yang ditetapkan. Saat didesak wartawan, Patel menolak menjelaskan mengapa AS lebih memilih menilai dari janji-janji Israel dibanding kenyataan di lapangan. Padahal sebelumnya, pejabat AS berulang kali menyebut hasil nyata sebagai tolak ukur utama. Awal bulan ini, Departemen Luar Negeri mengakui kondisi lapangan per 4 November masih jauh dari harapan. Patel hanya menyebut beberapa langkah Israel seperti membuka kembali jalur Erez, pelonggaran aturan bea cukai, dan penambahan rute bantuan ke Gaza. Sementara itu, pasukan Israel terus memperluas operasi di Gaza utara selama lebih sebulan terakhir. Mereka mengepung rumah sakit dan pengungsian, memaksa warga mengungsi lagi dengan dalih mencegah pejuang Hamas berkumpul. Biden, yang akan segera mengakhiri masa jabatannya, tetap memberikan dukungan penuh pada Israel sejak serangan Hamas Oktober lalu. Serangan itu menewaskan 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 warga Israel. Tragisnya, korban di pihak Palestina jauh lebih besar. Lebih dari 43.500 warga Gaza tewas dalam setahun terakhir. Wilayah mereka kini berubah menjadi puing-puing kehancuran, sementara lebih dari 2 juta warga Gaza berjuang mencari tempat berlindung. (ris) Baca juga :

Read More

40 Madrasah Aliyah Terpilih Menjadi Duta Moderasi Beragama

Bekasi — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama bertindak cepat. Mengantisipasi banyaknya paham agama dalam masyarakat yang berpotensi timbulnya gesekan gesekan, institusi yang dipimpin Prof Dr.Nazaruddin Umar menyelenggarakan Apresiasi Inisiator Muda Moderasi Beragama (IMMB) tahun 2024. Kegiatan yang diikuti siswa Madrasah Aliyah dari berbagai provinsi ini bertujuan untuk mencari inisiator muda penggerak moderasi beragama. Setelah melalui tahap seleksi kemudian penilaian dan presentasi, terpilih 40 siswa madrasah yang ditetapkan menjadi Inisiator Muda Moderasi Beragama atau dikenal juga dengan sebutan Duta Moderasi Beragama. Selanjutnya, mereka akan membawa misi mensosialisasikan moderasi beragama di kalangan sebaya dan publikasi melalui media sosial (medsos). Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Abu Rochmad menyampaikan, saat ini Indonesia memiliki tantangan besar untuk dapat menstimulasi cara pandang, sikap dan perilaku generasi muda dalam beragama di tengah keberagaman, termasuk siswa madrasah. Selain itu, generasi muda juga memiliki tantangan menghadapi kelompok yang memiliki cara pandang intoleran. “Dua hal ini dapat berpengaruh pada siswa di Madrasah. Untuk mengantisipasi hal demikian maka di sinilah peran Duta Moderasi diperlukan,” terang Dirjen Pendis Abu Rochmad di Bekasi, Kamis (14/11/2024). Menurutnya pengukuhan siswa madrasah sebagai inisiator muda moderasi beragama ini diharapkan menjadi langkah yang tepat dalam memperkuat peran siswa madrasah menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan madrasah dan masyarakat umum. Abu Rochmad menambahkan program ini menjadi salah satu upaya menguatkan pemahaman dan praktik beragama agar sesuai dengan esensinya. Ada pun esensi beragama yang harus dihayati yaitu menjaga harkat, martabat, dan peradaban manusia, bersikap ‘ditengah’ dan tidak berlebihan sehingga mampu menciptakan lingkungan yang harmonis di antara sivitas akademika, menghargai perbedaan, menciptakan persatuan, dan menolak ekstrimisme. Lebih lanjut, Dirjen berharap melalui kegiatan ini para peserta dapat mengarusutamakan isu moderasi beragama kepada generasi muda di Madrasah masing-masing maupun kampanye berbasis digital di media sosial. Direktur KSKK (Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan) Madrasah Sidik Sisdiyanto dalam laporannya menyampaikan Kegiatan ini merupakan upaya Kementerian Agama mencegah intoleransi dan ekstremisme serta dalam rangka merawat Kebhinekaan Indonesia, terutama di Lingkungan Madrasah. “Kegiatan Apresiasi Inisiator Muda Moderasi Beragama tahun 2024 sebagai upaya membentengi generasi muda dari kuatnya pengaruh arus informasi di era digital yang membawa isu intoleran dan ekstremisme,” ucapnya. Selanjutnya, Kasubdit Kesiswaan Madrasah Solla Taufiq secara terpisah menjelaskan bahwa IMMB menjadi kegiatan rutin yang digelar setiap tahun sejak 2021. Harapanya dari IMMB akan telahir generasi muda yang menjadi penggerak moderasi beragama di masyarakat terutama di kalangan remaja, tandasnya. Berikut nama yang terpilih sebagai inisiator muda moderasi beragama tahun 2024. Baca juga :

Read More

Faktor Faktor yang Melatarbelakangi Berdirinya Muhammadiyah

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Muhammadiyah, sebuah organisasi islam yang lahir di Kauman Yogyakarta tanggal 18 November 1912 (8 Dzulhijjah 1330 Hijriah). KH Ahmad Dahlan, seorang ulama cerdas dan visioner yang juga dikenal seagai Muhammad Darwisy, yang merupakan sosok di balik berdirinya Muhammadiyah. Muhammadiyah didirikan dalam bentuk organisasi atau perkumpulan atau perhimpunan resmi, yang seting disebut dengan “Persyarikatan”, yang waktu itu memakai istilah “Persjarikatan Moehammadijah”. Muhammadiyah didirikan sebagai upaya konkrit untuk mendukung visi KH Ahmad Dahlan dalam mengembalikan kemurnian ajaran Islam yang dianggap telah terkontaminasi oleh praktik-praktik mistis. Pada tahap awal, Muhammadiyah juga aktif dalam dakwah, khususnya kepada kaum perempuan dan pemuda, melalui pengajian yang bertajuk Sidratul Muntaha. Muhammadiyah merupakan Gerakan islam berdasarkan pada dakwah Amar Makruf Nahi Munkar, beraqidah islam dan bersumber pada Al-qur’an dan Sunnah. Muhammadiyah didirikan oleh KH. A. Dahlan pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijriah atau tanggal 18 November 1912 Masehi di Kota Yogyakarta. Muhammadiyah demikian Gerakan ini diberi nama oleh pendiri, dengan maksud untuk bertafa’ul (Pengharapan Baik), dapat mencontoh dan meneladani jejak perjuangan dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi agama islam yang semata mata demi mewujudkan ‘Ihzul Islam wal Muslimin, kejayaan islan sebagai realita dan kemuliaan hidup umat Islam sebagai Realita. Latar belakang kelahiran Muhammadiyah sebagai gerakan progresif tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang terbelakang atau tertinggal. Ditambah lagi keadaan politik imperialis yang berpihak kepada bangsa penjajah, serta kondisi umat yang berada dalam tekanan. Tahun tersebut bangsa Indonesia berada dalam kuasa Penjajah Belanda Muhammadiyah merupakan sebuah gerakan Islam yang berkomitmen untuk menyebarkan ajaran Islam yang benar (amar ma’ruf nahi munkar) dengan tujuan utama menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Muhammadiyah berpandangan bahwa Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari akidah, ibadah, akhlak, hingga hubungan sosial (muamalah), yang saling terintegrasi dan harus diterapkan dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat. Berdirinya Muhammadiyah diawali dengan berdirinya sebuah sekolah dasar Islam bernama Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah pada awal tahun 1912 oleh KH Ahmad Dahlan. Sekolah ini didirikan secara mandiri oleh beliau tanpa bantuan dana dari pihak lain. KH Ahmad Dahlan mencurahkan seluruh tenaga dan hartanya untuk mewujudkan cita-citanya membangun lembaga pendidikan Islam modern. Kegelisahan akan kondisi sosial masyarakat yang jauh dari nilai-nilai agama yang benar menjadi salah satu faktor utama berdirinya Muhammadiyah. Kehidupan masyarakat yang ditandai oleh kebodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan dianggap sebagai akar dari berbagai permasalahan sosial, agama, dan moral. Berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar masyarakat, saling berinteraksi dan mendorong munculnya organisasi ini sebagai sebuah solusi Motivasi utama berdirinya Muhammadiyah oleh KH Ahmad Dahlan adalah kecintaannya yang mendalam terhadap Al-Qur’an. Kajian mengintensifkan beliau terhadap kitab suci ini, khususnya surat Ali Imran ayat 104. Artinya: 104. “Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”. telah mendorongnya untuk membentuk sebuah organisasi yang terstruktur dengan tujuan menyebarkan luaskan ajaran Islam yang murni dan mengajak umat Islam untuk beramar makruf nahi mungkar. a. Internal: Adanya percampuran antara ajaran Islam dengan kepercayaan lokal yang bertentangan dengan prinsip tauhid telah mengakibatkan praktik keagamaan yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni. Kepercayaan terhadap benda-benda keramat dan praktik syirik lainnya menjadi contoh nyata dari penyimpangan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam belum sepenuhnya berhasil dalam mencetak generasi yang mampu menjalankan amanah sebagai khalifah di muka bumi. b. Eksternal: -Kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat penjajahan, terutama dalam aspek pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. Penjajahan Belanda menyebabkan banyak kemunduran yang menyulitkan masyarakat Muslim dalam menjalankan ajaran Islam dengan baik. Baca juga :

Read More

UAS mengimbau agar umat mengikuti syariat Nabi Muhammad

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ulama asal Pekanbaru Riau, Prof Ustadz Abdul Somad (UAS) dalam sebuah pengajian, mendapat pertanyaan dari jamaah. Yakni, bolehkah sungkem dan sujud kepada orang tua? Terkait hal ini, UAS membacakan sebuah hadits: “Seandainya aku akan memerintahkan seseorang sujud kepada seorang niscaya aku perintahkan istri sujud kepada suaminya,” (HR Tirmidzi). “Adapaun sujud kepada kaki emak itu tradisi non muslim. Maka kita cukup bersalaman,” ujar UAS dikutip dalam sebuah video di youtube. UAS sendiri menceritakan dirinya dengan ibuny hanya mencium tangannya lalu dipeluk erat. “Itu cukup, tak pernah saya sujud ke kaki emak. Karena kita hanya disuruh sujud kepada Allah. Ikuti syariat Nabi Muhammad,” ujar UAS. (yan) Baca juga :

Read More

Pulau Jawa Menjadi Wilayah Terbanyak di Indonesia yang Memilih Childfree

Jakarta — 1miliarsantri.net : Persentase perempuan Indonesia memilih childfree cenderung meningkat dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia, Pulau Jawa menjadi wilayah tertinggi dengan persentase perempuan yang tidak ingin memiliki anak mencapai hampir 9%. BPS pada tahun 2022 mencatat, sekira 8 orang diketahui memilih hidup childfree diantara 100 perempuan usia produktif yang pernah kawin, namun belum pernah memiliki anak serta tidak sedang menggunakan alat KB. Jumlah tersebut setara dengan 0,1% perempuan berusia 15-49 tahun. Artinya, dari 1.000 perempuan dewasa di Indonesia, satu diantaranya telah memutuskan untuk childfree. Pulau Jawa merupakan pusat berkembangnya paradigma childfree di Indonesia. Sebagian besar dari mereka berdomisili di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Masing-masing melaporkan kasus melampaui 10 persen pada 2022. Tingginya angka childfree di tiga wilayah tersebut disinyalir ada keterkaitan antara modernisasi pola pikir terhadap keputusan yang dibuat. Para perempuan childfree ini cenderung lebih banyak hidup di perkotaan yang kemungkinan dikarenakan masyarakat kota sangat terbuka terhadap modernisasi pola pikir, diantaranya telah memutuskan untuk childfree. Di awal penyebaran Covid-19, pemerintah mulai menerapkan kebijakan untuk membatasi mobilitas masyarakat di luar rumah. Secara umum, prevalensi perempuan childfree pada periode ini menurun dibandingkan sebelum pandemi. Akan tetapi, data Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2020 justru menunjukkan fenomena sebaliknya untuk DKI Jakarta dan Jawa Timur, yaitu persentase perempuan childfree di kedua provinsi ini meningkat pada awal pandemi. Fakta ini memunculkan dugaan bahwa Covid-19 telah menurunkan kemampuan finansial dan daya beli masyarakat DKI Jakarta dan Jawa Timur pada level yang sangat rendah. Akibatnya, semakin banyak perempuan yang memilih hidup childfree agar tidak memperburuk perekonomian keluarga. (Iin) Baca juga :

Read More

PBB Kutuk Kekejaman Israel di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Di tengah serangan brutal Israel yang terus berlanjut di Gaza, pejabat tinggi PBB mengecam “kekejaman harian” yang terjadi di wilayah Palestina tersebut. Mereka menyebut tindakan ini sebagai “kejahatan internasional paling serius.” Joyce Msuya, kepala sementara badan kemanusiaan PBB (OCHA), dalam pidatonya di Dewan Keamanan menggambarkan kondisi mengerikan warga sipil yang terusir dari rumah mereka. “Mereka dipaksa menyaksikan anggota keluarga dibunuh, dibakar, dan dikubur hidup-hidup di Gaza yang kini berubah menjadi hamparan puing,” ungkapnya dengan nada prihatin. “Bagaimana bisa ada pembedaan dan tindakan pencegahan, jika lebih dari 70 persen pemukiman warga hancur atau rusak?” tanya Msuya. “Kita sedang menyaksikan tindakan yang mengingatkan pada kejahatan internasional paling mengerikan.” Pernyataan Msuya muncul di tengah kampanye Israel di Gaza utara yang ia gambarkan sebagai “versi yang lebih intens, ekstrem, dan cepat dari kengerian setahun terakhir.” Rapat Dewan Keamanan yang dihadiri Msuya membahas laporan terbaru yang didukung PBB yang memperingatkan “kemungkinan besar terjadinya kelaparan.” Bantuan kemanusiaan secara rutin diblokir, dan organisasi amal anti-kemiskinan Oxfam akhir pekan lalu menuduh Israel “menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.” Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan Oktober mencatat jumlah bantuan terendah yang masuk ke Gaza tahun ini. Hal ini terjadi bahkan setelah Israel mengumumkan pembukaan titik perlintasan perbatasan baru untuk truk bantuan pada Selasa. Perang di Gaza berlanjut sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 ke Israel yang menewaskan 1.206 orang, mayoritas warga sipil. Serangan balasan Israel telah menewaskan setidaknya 43.665 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza yang dianggap dapat dipercaya oleh PBB. (dul) Baca juga :

Read More