Berkunjung ke Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Dengarkan Artikel Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Museum Perumusan Naskah Proklamasi (Munasprok) terletak di Jalan Imam Bonjol No.1, RT.9/RW.4, Menteng, Jakarta Pusat. Sebelumnya gedung ini merupakan rumah dinas Laksamana Muda Tadashi Maeda, seorang perwira tinggi Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Selama berkecamuknya Perang Pasifik atau Perang Dunia Kedua, Rumah dinas ditempati Laksamana Maeda. Menurut catatan sejarah berdiri di atas tanah berukuran 3.914 meter persegi, dengan luas bangunan sekitar 1.138,10 meter persegi.

Gedung ini terdiri dari dua lantai, lantai pertama bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia, menjadi saksi perumusan naskah teks proklamasi, sedangkan lantai dua ditempati anggota keluarga Maeda sebagai tempat beristirahat. Laksamana Maeda merupakan tokoh memiliki peran di dalam peristiwa kemerdekaan Indonesia, dia mengizinkan rumah dinasnya dijadikan tempat berkumpul kaum pergerakan nasional untuk merumuskan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Laksamana Maeda sendiri tidak terlibat di dalam proses perumusan naskah itu, perannya di dalam peristiwa proklamasi menyediakan tempat saja. Oleh pemerintah Indonesia sosoknya tetap dianggap memiliki kontribusi, sehingga pada peringatan Kemerdekaan Indonesia tahun 1973, Laksamana Maeda menerima Bintang Jasa Nararya.

Di dalam gedung museum kita bisa melihat peninggalan furnitur dari Laksamana Maeda, dari kursi, meja, piano, lemari, dan hiasan dinding. Tata letak dari berbagai artefak itu dipertahankan serta disesuaikan dengan aslinya, sehingga kita bisa turut merasakan atmosfer pada masa itu. Hal ini bisa memberikan pengalaman imersif seolah-olah pengunjung turut hadir menyaksikan langsung perumusan naskah proklamasi.

Ketika memasuki museum kita akan melihat salah satu ruangan disebut Ruang Pra Perumusan Naskah Proklamasi, berupa ruang tamu khusus dipenuhi empat kursi berwarna coklat, terdiri dari satu sofa serta tiga kursi, ditengahnya terlihat satu meja bundar, di ruang ini terjadi pembicaraan antara Laksamana Maeda, Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebarjo. Inti dari pembicaraan mereka tentang akan diadakannya pertemuan para tokoh pergerakan, khususnya dari kelompok muda, untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Kemudian tidak jauh dari Ruang Pra Perumusan Naskah Proklamasi, kita bisa menjumpai Ruang Perumusan Naskah Proklamasi, merupakan sebuah ruang makan dengan meja kayu lebar dan panjang, serta ada deretan kursi kayu yang mengitari meja. Di tempat ini Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebarjo merumuskan teks proklamasi. Soekarno duduk di posisi tengah sambil mempersiapkan draf naskah, sedangkan Mohammad Hatta, dan Ahmad menyumbangkan pikiran secara lisan. Keduanya duduk mendampingi Soekarno di sebelah kanan dan kirinya.

Kemudian kita bergeser ke Ruang Mengetik Naskah Proklamasi, setelah draf naskah proklamasi selesai disusun oleh Soekarno, Mohammad Hatta, dan Ahmad Soebarjo, draf itu diperlihatkan kepada hadirin yang hadir, setelah semuanya menyepakati dan menyetujui isi naskah proklamasi, kemudian naskah itu diketik oleh Sayuti Melik di ruang dekat dapur ditemani oleh BM. Diah.

Setelah naskah proklamasi itu selesai diketik, segara dibawa kembali ke tempat para hadirin yang hadir, kemudian naskah kemerdekaan Indonesia ditandatangani Soekarno dan Mohammad Hatta. Keduanya menandatangani naskah itu di atas piano yang terdapat di bawah tangga ruangan, kemudian akan dibacakan pada tanggal 17 Agustus 1945.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca