Menag: Syariah Kini tak Hanya Berkaitan dengan Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sharia International Forum (SHARIF) 2024 di Jakarta Utara pada Rabu-Kamis (20-22/11/2024). Dalam pidatonya, Menteri Agama Prof KH Nasaruddin Umar mengatakan, istilah syariah saat ini tidak hanya yang berkaitan dengan keislaman saja, tapi sudah muncul istilah “halal food” dan gaya hidup halal di berbagai negara dalam 10 tahun terakhir. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan adanya tren baru dalam kehidupan manusia di era modern ini. “Ini satu pertanda bahwa syariah bukan lagi tampil sebagai fenomena agama tetapi tampil sebagai fenomena ekonomi juga,” urainya dalam acara Pembukaan SHARIF 2024 di Jakarta Utara, Rabu (20/11/2024) malam. Dia pun mengutip pernyataan Paus Benediktus, “Satu-satunya cara yang bisa kita gunakan untuk menyelamatkan perekonomian dunia sekarang ini ialah kita harus mengadopsi konsep ekonomi syariah.” Menurut dia, hal ini menjadi salah satu alasan ekonomi syariah diyakini dapat memberikan solusi atas krisis yang dialami dunia karena implementasi konsep didalamnya yang adil. Dalam pidatonya, Nasaruddin juga mendorong perlu adanya literatur baru dalam syariat Islam agar tetap relevan untuk diartikulasikan dalam perkembangan ekonomi modern saat ini.”Mari kita membuat fikih muamalah yang kontemporer, yang bisa kompatibel dengan perkembangan zaman kita,” ucap dia. Saat ini, lanjut dia, ada sebuah otoritas yang turut mengintervensi apa yang dimaksud dengan kebenaran. Oleh karena itu, kata dia, perlu adanya otoritas penguatan ilmu syariah yang akomodatif terhadap perkembangan zaman. Terkait acara SHARIF 2024, dia berharap forum akademis berskala internasional ini menjadi upaya pengartikulasian konsep syariah yang kompatibel dengan pasar saat ini, bukan berarti syariah yang mengalah dengan pasar. Forum ini akan menjadi agenda tahunan yang dalam penyelenggaran perdananya diikuti oleh para sarjana, lembaga fatwa, dan delegasi dari 14 negara yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Persatuan Emirat Arab (PEA), Mesir, Yordania, Palestina, Qatar, Maroko, Arab Saudi, Tunisia, Turki, dan Australia. Menag juga menekankan agar konferensi ini dapat sesegera mungkin mendorong terciptanya konsep ekonomi syariah dan muamalah yang menjawab masalah-masalah kontemporer. Dia berharap forum ini dapat menjadi peluang untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara sahabat untuk mewujudkan inovasi global demi kemajuan bersama. Dengan mengusung tema “Sharia Services by Government Toward Mashlaha Ammah”, forum yang diselenggarakan perdana ini berupaya untuk menekankan pentingnya keterlibatan negara dalam penyediaan layanan keagamaan Islam. Pelayanan dalam hal ini tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan umat Islam tetapi juga untuk mempromosikan kehidupan warga negara dunia yang harmonis. Forum ini menjadi ajang bagi para peserta yang mewakili negaranya untuk bertukar pikiran, berkontribusi dan mengevaluasi praktik yang terjadi saat ini dalam hal yang berkaitan dengan tema-tema syariah yang berdampak dalam kehidupan umat Islam dan warga negara lainnya di dunia. (rid) Baca juga :

Read More

Menag : Madrasah dan Pesantren Wajib Kegiatan Pramuka

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama (Menag) RI Prof Dr. Nasaruddin Umar akan mewajibkan kegiatan kepramukaan di seluruh lembaga pendidikan madrasah juga di Pondok Pesantren, termasuk semua lembaga pendidikan yang berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Hal ini disampaikan Menag usai membuka kegiatan Kemah Pramuka Madrasah Nasional (KPMN) 2024 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung mulai 16 hingga 22 November 2024. “Pramuka sebagai suatu tradisi yang sangat positif dan patut dipertahankan di masa mendatang, sehingga Insyaallah akan kita lanjutkan di madrasah dan pondok pesantren. Di Pondok pesantren sendiri Sebagian besar sudah mewajibkan kegiatan pramuka,” terang Menag saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Rabu (20/11/2024). Menurut Menag para Pramuka dari madrasah akan menjadi pewaris para perintis bangsa Indonesia, sehingga Menag menegaskan bahwa untuk melanjutkan tradisi luhur tersebut. Ia melanjutkan KPMN digelar untuk mempertahankan dan melestarikan budaya dan kejayaan bangsa Indonesia. “Mari kita menganggap kegiatan kepanduan kepermukaan ini sebagai bagian dari cinta tanah air, dan insyaallah kita berharap bangsa Indonesia ke depan akan tetap jaya dan cerdas,” sambung Menag. Tidak hanya siswa madrasah, kedepannya Kemenag akan mengharuskan pesantren untuk melestarikan tradisi kepramukaan ini. Walaupun, kata dia, tanpa diarahkan pun pesantren telah menerapkan nilai-nilai kepramukaan. Menag menambahkan, sebetulnya pondok pesantren itu tanpa dikomando juga sudah ada. Sudah ada pakaian wajibnya pondok pesantren itu, setiap hari ada pakaian seragamnya, di antara pakaian seragamnya itu adalah pakaian pramuka. “Jadi kepesantrenan dan kepermukaan itu menyatu, bagian yang tak terpisahkan satu sama lainnya,” pungkas Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta ini. (rid) Baca juga :

Read More

Habib Taufiq menegaskan, hati manusia memiliki fitrah untuk bersuara jujur

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Rabithah Alawiyah Habib Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf sempat ditanya oleh jamaah dalam salah satu pengajian mengenai bagaimana hukumnya menerima uang dari calon kepala daerah tetapi tidak memilih calon kepala daerah yang memberi uang tersebut saat Pilkada. Habib Taufiq mengatakan, ada orang memberikan uang agar dirinya dipilih, kemudian uangnya diterima. Ia menjelaskan, ada dua hal dalam kasus tersebut yang perlu mendapat penjelasan. Pertama, saat yang bersangkutan tidak mencoblos atau tidak memilih maka dia tidak jujur dan sudah menipu. Padahal, uangnya sudah diterima. “Orang itu kalau memberi (uang) kemudian kamu tahu bahwa ini adalah ada yang diinginkan (olehnya), kalau kamu tidak bisa (memenuhi keinginannya) jangan diterima,” ungkap Habib Taufiq, dikutip dari video yang diunggah channel Sunsal Media, Rabu (20/11/2024) Habib Taufiq memberikan gambaran, ada orang memberi uang supaya mendapatkan nasihat, tetapi tidak diberikan nasihat. Dia menjelaskan, hal tersebut merupakan sikap yang tidak benar karena seharusnya yang bersangkutan memberi nasihat. “Orang yang memberi itu bukan bertujuan memberi hadiah, tapi ada tolab (ingin mencari ilmu),” urainya. Habib Taufiq mengatakan, yang kedua, selain melakukan kebohongan maka yang bersangkutan telah membohongi hatinya. “Meski pakai fiqih, pakai itu, pakai ini. Tanya diri anda sendiri, kalau anda diperlakukan seperti itu, apakah anda senang? Tentu tidak,”tegas dia. Dia menegaskan, hati di dalam diri manusia memiliki fitrah untuk bersuara jujur. “Hati kita ini jujur, karena itu jangan mencari sah saja tapi carilah qabul,” ujar Habib Taufiq. Habib Taufiq memberikan gambaran, sholatnya orang ria itu sah akan tapi tidak makbul. “Jadi jangan cari sah saja tapi cari supaya amal anda diterima oleh Allah SWT,”kata dia. Contoh lainnya, dia bertanya mengenai puasanya orang yang gila apakah sah atau tidak. Dia mengungkapkan, meski secara hukum puasanya terbilang sah tetapi hendaknya yang puasa jangan hanya cari sah saja tetapi mencari supaya puasanya diterima oleh Allah SWT. “Jangan kamu hanya terbatas dengan fiqih halal apa haram, hanya dengan mengkhilaf udah dihukumi halal, jangan cari itu, cari ridha Allah, apakah Allah ridha dengan perbuatan ini,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More

MUI Soroti Kembali Transgender Isa Zega Saat Umroh dengan Berhijab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Transgender Isa Zega mendapat sorotan karena umroh ke Tanah Suci dengan mengenakan pakaian berhijab. Salah satunya yang mengecam adalah anggota DPR Mufti Anam, Senin (18/11/2024). Ternyata, bukan kali ini Isa Zega umroh ke Tanah Suci dengan mengenakan pakaian wanita. Pada tahun lalu, juga viral videonya umroh ke sana dengan mengenakan pakaian wanita. Pada saat itu, dia pun mendapat sorotan dari MUI. Berdasarkan pemberitaan berjudul Viral Waria Umrah Pake Hijab, MUI Sulsel Beri Komentar yang ditayangkan pada 12 Mei 2023, pada saat itu MUI Sulawesi Selatan mengomentari video viral Isa Zega ini ikut dalam barisan perempuan saat umroh. DR KH Syamsul Bahri Abd Hamid Lc MA dalam komentarnya menjelaskan apa yang dilakukan Iza Zega adalah hal yang tidak dibenarkan dalam Islam. “Jika ia seorang laki-laki maka harus berpenampilan ke kodratnya sebagai seorang lelaki. Dalam Islam kita kenal dengan istilah Khuntsa, Mukhanats dan Mutarajjilah”, urainya. Mukhannats adalah laki-laki yang berperilaku maupun berpenampilan seperti perempuan, padahal fisiknya jelas seperti laki-laki asli Mutarajjilah adalah perempuan yang perilaku dan penampilannya menyerupai laki-laki, padahal fisiknya jelas seperti perempuan asli Khuntsa merujuk pada orang yang memiliki dua alat kelamin sekaligus dalam tubuhnya sejak lahir. Adapun kasus ini harus ditangani medis sehingga diharapkan bisa menemukan kecendrungan sebagai laki-laki atau perempuan. Dari ketiga kriteria ini mukhannats dan Mutarajjilah adalah perkara yang sangat dilarang Allah dan Rasulullah sebagaimana sabda nabi: “Allah melaknat para perempuan yang menyerupai laki-laki, dan para lelaki yang menyerupai perempuan.” Dalam hadis lain disebutkan, “Allah melaknat perempuan yang mengenakan pakaian laki-laki dan laki-laki yang mengenakan pakaian perempuan.” Dari keterangan hadits ini KH Syamsul Bahri menjelaskan jika perbuatan ini termasuk mukhannats yaitu seorang lelaki yanng menyerupai perempuan maka Allah akan melaknatnya selama ia terus memakai pakaian yang menyerupai perempuan. Sementara, Anggota DPR Mufti Anam mengaku mendapat banyak pesan di akun instagramnya. Terutama, terkait umrohnya seorang transgender Isa Zega. “Saya banyak sekali mendapatkan DM (pesan) tautan dari media sosial yang bagaimana setelah saya lihat, ada seseorang namanya ‘Mami Online’ alias Isa Zega alias Sahrul, dia adalah seorang transgender, transwomen, waria, yang di awalnya adalah seorang laki-laki, dia melakukan ibadah umroh dengan menggunakan hijab syar’i dan ini merupakan bagian dari penistaan agama,” ujar Mufti Anam dikutip dari akun Instagramnya @mufti.anam, Selasa (19/11/2024). Menurut Mufti, Isa Zega tetap laki-laki secara lahiriah meskipun sudah mengubah wujudnya menjadi perempuan. Dia pun mengatakan seharusnya Isa Zega menggunakan tata cara laki-laki saat melakukan ibadah. Dalam hukum Islam, termasuk yang difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), laki-laki walaupun diubah jenis kelaminnya, bahwa secara lahiriah dia tetap seorang laki-laki. Karenanya, dalam melakukan prosesnya tetap harus menggunakan cara-cara seorang laki-laki. Mufti menduga perbuatan Isa Zega ini telah melanggar KUHP. Isa Zega, katanya, bisa terancam hukuman penjara 5 tahun. Mufti menilai perbuatan Isa Zega umroh dengan mengenakan pakaian wanita, adalah bentuk penistaan agama. Bagaimana seorang penista agama sudah diatur dalam KUHP Nomor 156A dengan ancaman 5 tahun penjara. “Penegak hukum, kepolisian, dan pihak-pihak terkait untuk segera menangkap si mami online ini agar ke depan tidak ada mami-mami online lain yang melecehkan agama kita. Ingat, bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk Islam terbesar kedua di dunia. Harapan kami tidak menimbulkan kericuhan di tengah-tengah masyarakat, juga tidak menjadi contoh yang buruk,” pungkas Mufti. (wink) Baca juga :

Read More

Pahlawan dari Muhammadiyah ini pernah disuntik zat kimia berbahaya oleh Jepang

Surabaya — 1miliarsantri.net : Organisasi Muhammadiyah, yang kini memasuki ulang tahun (milad) ke-112 sejak didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912, memiliki hubungan erat dengan sosok KH Mas Mansur. Dia merupakan sosok Pahlawan Nasional Indonesia yang tidak lain adalah pendiri Muhammadiyah Cabang Surabaya pada 17 April 1921. Sembilan tahun setelah organisasi tersebut berdiri di Yogyakarta. KH Mas Mansur lahir pada 25 Juni 1896 di Kampung Sawahan, Surabaya, dan wafat pada usia 50 tahun pada 25 April 1946. KH Mas Mansur adalah putra KH Mas Ahmad Marzoeki, seorang imam Masjid Ampel, dan Hj Raudhah Sagipoddin dari keluarga pesantren di Sidoresmo, Surabaya. Ketertarikan KH Mas Mansur terhadap metode dakwah KH Ahmad Dahlan menjadi salah satu alasan utama ulama kharismatik itu bergabung dengan Muhammadiyah. Ketertarikan tokoh besar itu diungkap dalam buku “KH Mas Mansur Sapu Kawat Jawa Timur”, yang awalnya merupakan skripsi karya DR H. Syaifullah, M.Ag.,. Buku yang mengupas perjalanan hidup KH Mas Mansur, mulai dari masa mudanya hingga perannya sebagai tokoh nasional, itu kemudian diterbitkan lewat suntingan naskah oleh PW Muhammadiyah Jatim, H. Nadjib Hamid. Dalam bedah buku “KH Mas Mansur Sapu Kawat Jawa Timur” di Surabaya (27/10/2024) lalu, diceritakan masa muda KH Mas Mansur diisi dengan pendidikan di Pesantren Syaikhona Cholil, Bangkalan, Madura, di mana ia bertemu KH Wahab Hasbullah, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Setelah dua tahun mondok di Bangkalan, KH Mas Mansur berangkat ke Mekkah pada usia 12 tahun bersama KH Wahab Hasbullah. Kedua kawan akrab itu agaknya mewarisi “keakraban” KHM Hasyim Asy’ari (pendiri NU) dan KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) yang juga sama-sama pernah mondok di pesantren Bangkalan. Keberadaan keduanya untuk belajar itu juga menandai “pertemuan” KHM Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan di Mekkah. Ada sebuah tugu/prasasti yang menandai pertemuan kedua tokoh dari dua organisasi besar di Indonesia itu. Di Mekkah, KH Mas Mansur menyaksikan gejolak Perang Dunia I, yang membuat KH Wahab Hasbullah kembali ke Indonesia, sementara KH Mas Mansur melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Mesir, selama empat tahun. Di Mesir, ia terpengaruh oleh pemikiran modernisme Islam dari Syeikh Rasyid Ridha, murid modernis Muhammad Abduh. Sepulangnya ke Indonesia pada 1915 saat berusia 19 tahun, KH Mas Mansur tidak ke Surabaya lebih dulu melainkan langsung menuju Yogyakarta untuk bertemu KH Ahmad Dahlan. Dalam pertemuan itu, ia terkesan dengan metode “tafsir langsung action” KH Ahmad Dahlan, seperti penafsiran QS Al-Maun yang diwujudkan dalam aksi nyata berupa pendirian PKU Muhammadiyah (sosial), rumah sakit pendidikan (kesehatan), dan aksi kemasyarakatan atau kegiatan sosial lainnya. Sapu kawat Jawa Timur Pada 1921, enam tahun setelah kembali ke Indonesia, KH Mas Mansur meminta KH Ahmad Dahlan datang ke Surabaya dan menginap di tempat tinggalnya. Dalam kesempatan itu, KH Mas Mansur menyatakan bergabung dengan Muhammadiyah dan ditunjuk sebagai Ketua Muhammadiyah Cabang Surabaya pada 17 April 1921. KH Ahmad Dahlan menggambarkan KH Mas Mansur sebagai “sapu kawat Jawa Timur,” yang melambangkan kemampuan KH Mas Mansur menyelesaikan berbagai persoalan, dari a sampai z. Dari kepemimpinan di Surabaya, KH Mas Mansur terus naik ke posisi strategis di Muhammadiyah, dari PWM Jatim hingga PP Muhammadiyah, termasuk mengusulkan pembentukan Majelis Tarjih pada 1927 dan lebih mengimplementasikan “gaya” KH Ahmad Dahlan.. Di tingkat pusat, KH Mas Mansur berperan dalam mengembangkan metode dakwah yang lebih modern dan terorganisasi. Tidak hanya dikenal sebagai ulama, KH Mas Mansur juga sebagai aktivis pergerakan nasional. Ketika belajar di Yogyakarta, ia juga mengajar dan tinggal di kompleks rumah guru Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah, yang bersebelahan dengan rumah Bung Karno. KH Mas Mansur sempat menjadi saksi sekaligus penghulu dalam pernikahan Bung Karno dengan Fatmawati. Di Surabaya, ia aktif berdiskusi dengan tokoh pergerakan seperti HOS Tjokroaminoto. Pada 1937-1943, KH Mas Mansur bersama Ki Bagus Hadikusumo menjadi anggota PPKI dan pada tahun 1943 di BPUPKI, yang merupakan langkah awal dalam pembentukan negara Indonesia. “KH Mas Mansur memang merupakan sosok yang lengkap, beliau merupakan agamawan, pendidik, politik/orator, dan jurnalis/redaktur,” kata Dr. H. Syaifullah MAg. KH Mas Mansur Sapu Kawat Jawa Timur”. KH Mas Mansur dikenal sebagai “4 serangkai “ dalam MIAI (Majelis Islam Ala Indonesia) yakni Wahono/ketua, KH Wahab Hasbullah, KH Ahmad Dahlan Achyat, dan KH Mas Mansur,” dan PUTERA (Pusat Tenaga Rakyat), bersama tokoh-tokoh nasional seperti Bung Karno, Bung Hatta, dan Ki Hajar Dewantara. KH Mas Mansur wafat pada 25 April 1946 dalam usia yang relatif muda akibat perlakuan buruk dari pihak NICA. KH Mas Mansur dipenjara dua kali karena dianggap berkolaborasi dengan Jepang, meskipun kontribusinya terhadap perjuangan kemerdekaan tidak diragukan. Penyiksaan di penjara, termasuk suntikan zat kimia berbahaya, mengakibatkan kerusakan saraf yang pada akhirnya merenggut nyawanya. “Saat keponakannya membesuk di penjara pun diancam macam-macam, namun dimaklumi karena faktor syaraf itu,” ungkap Syaifullah. Meskipun begitu, jasa beliau diakui oleh pemerintah dengan dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional berdasarkan SK Presiden RI Nomor 162 Tahun 1964. Warisan dan pemikiran KH Mas Mansur Selain aktif dalam kegiatan agama, KH Mas Mansur, tokoh kelahiran Kampung sawahan (Jl Kalimas Udik) Surabaya itu juga aktif berorganisasi dan termasuk akrab dengan proklamator Indonesia Bung Karno. KH Mas Mansur yang menempuh pendidikan di berbagai pesantren itu juga terlibat dalam pendirian organisasi seperti Syarikat Islam, Madrasah Nahdlatul Wathan serta Majelis Taswirul Afkar. KH Mas Mansur mendirikan Syarikat Islam bersama HOS Tjokroaminoto (1915), mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan (Jl Kawatan VI/26, Surabaya) bersama KH Wahab Hasbullah (1916) serta Majelis Taswirul Afkar (Bersama KH Wahab Hasbulah dan KH Dahlan Akhyat) yang fokus pada perjuangan dan patriotisme. Yang menarik, Madrasah Nahdlatul Wathan dan Majelis Taswirul Afkar adalah embrio cikal bakal lahirnya NU pada 1926. Namun, KH Mas Mansur lebih memilih bergabung dengan Muhammadiyah karena fokusnya pada organisasi sosial. Selain organisatoris, KH Mas Mansur yang ditunjuk memimpin Muhammadiyah Cabang di Surabaya pada 1921 itu juga pemikir Islam yang sering menuliskan pemikirannya di media massa, yakni Soeara Santri dan Djinem. “KH Mas Mansur akhirnya meninggalkan Syarikat Islam, karena lebih suka organisasi sosial,” kata Afan Fahmi. Perjalanan organisasi KH Mas Mansur tercatat bergerak mulai dari partai PSI pada 1926 hingga PSI pecah pada 1927, karena sikap pro-Belanda yang mengakibatkan KH Mas Mansur keluar. Lalu Kiai besar itu bergabung dengan PII (Pastai Islam Indonesia) di Solo (1938), Partai Gabungan Politik Islam (GAMPI) pada 1939 dan tahun…

Read More

Brigade Al-Quds menembaki kendaraan pendudukan Israel di Beit Lahia

Gaza — 1miliarsantri.net : Sayap militer kelompok Hamas, Brigade Al-Qassam, mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan tank Merkava Israel dengan peluru Yassin 105 di pusat kota Beit Lahia, di jalur Gaza bagian utara. Para pejuang dilaporkan berhasil menargetkan pasukan infanteri Israel, yang terdiri dari 12 tentara, dengan rudal anti-personel. Selain itu, pihak perlawanan mengatakan bahwa para pejuang mereka berhasil menembaki lima tentara Israel di daerah Al-Jawani, juga di Beit Lahia, dilaporkan dari Palestine Chronicle. Sementara itu, Brigade Al-Quds menyatakan, mereka telah menembaki kendaraan pendudukan Israel dan tentara IDF di pusat Beit Lahia dengan peluru mortir kaliber 60. Kelompok perjuangan mengumumkan bahwa mereka telah menghancurkan sebuah kendaraan militer Israel yang menembus daerah Atatra, sebelah barat Beit Lahiya, dengan meledakkan bom barel berdaya ledak tinggi yang telah ditanam sebelumnya. Brigade Al-Quds, menurut sebuah pernyataan, menembaki perkumpulan tentara pendudukan Israel yang ditempatkan di perbatasan Palestina-Mesir, sebelah selatan Rafah. Laporan tersebut dilansir dari pernyataan terbaru dari dua kelompok perlawanan utama di Gaza yang dikomunikasikan pihak perlawanan lewat saluran Telegram mereka. Operasi tersebut berlangsung pada Senin (18/11/2024). Otoritas Palestina (PA) menuding Pemerintahan Amerika Serikat (AS) bertanggung jawab atas berlanjutnya pertumpahan darah di jalur Gaza di tengah serangan mematikan Israel terhadap wilayah tersebut. Hampir 44 ribu orang tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Sementara itu, lebih dari 103.600 lainnya terluka akibat serbuan tanpa jeda Israel di Gaza sejak serangan Hamas pada Oktober lalu. “Kami sepenuhnya menyalahkan pemerintahan AS atas berlanjutnya agresi berdarah ini karena perlindungan politiknya terhadap pendudukan Israel,” ujar juru bicara PA, Nabil Abu Rudeineh, dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa dukungan AS memungkinkan Israel “menghindari pertanggungjawaban dan mengabaikan resolusi hukum internasional.” “Pasukan pendudukan Israel menerjemahkan dukungan terus-menerus AS menjadi pembantaian genosida, dengan pembunuhan massal yang merenggut nyawa puluhan anak-anak dan perempuan,” tambahnya. Setidaknya 96 warga Palestina tewas dan 60 lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara Israel di Gaza bagian utara dan tengah pada Minggu (17/11/2024), menurut otoritas lokal di wilayah tersebut. Juru bicara Palestina itu mendesak Washington untuk memberikan tekanan pada Israel agar menghentikan serangannya terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat. “Jika (pertumpahan darah) ini terus berlanjut, seluruh kawasan berisiko terjerumus dalam perang berkepanjangan, dan tidak ada yang akan bisa menikmati kedamaian atau stabilitas,” tutupnya sembari memperingatkan. (zul) Baca juga :

Read More

Lagu tertua di dunia ditemukan sekitar abad ke-14 SM

Jakarta — 1miliarsantri.net : Para arkeolog telah menemukan seruling primitif yang terbuat dari tulang dan gading yang berasal dari 43.000 tahun yang lalu, dan kemungkinan besar banyak gaya musik kuno telah dilestarikan dalam tradisi lisan. Namun, jika menyangkut lagu-lagu tertentu, seperti apa lagu tertua di dunia? Yang dapat terdeteksi bisa dibilang masih relatif baru. Melansir History, fragmen notasi musik paling awal ditemukan pada lempengan tanah liat Sumeria berusia 4.000 tahun, yang mencakup instruksi dan nada untuk himne yang menghormati penguasa Lipit-Ishtar. Namun untuk judul lagu tertua yang pernah ada, sebagian besar sejarawan menunjuk kepada “Hurrian Hymn No. 6”, sebuah ode untuk Dewi Nikkal yang digubah dalam aksara paku atau prasasti oleh orang Hurrian kuno sekitar abad ke-14 SM. Lempengan tanah liat yang berisi nada tersebut digali pada 1950-an dari reruntuhan kota Ugarit, Suriah. Bersama dengan seperangkat notasi musik yang hampir lengkap, mereka juga menyertakan instruksi khusus tentang cara memainkan lagu tersebut pada sejenis kecapi bersenar sembilan. Ada juga beberapa upaya untuk memecahkan kode “Hurrian Hymn No. 6”, tetapi karena kesulitan dalam menerjemahkan prasasti kunonya, jadi tidak ada versi yang pasti. Salah satu interpretasi yang paling populer muncul pada tahun 2009, ketika komposer Suriah, Malek Jandali, membawakan himne kuno tersebut dengan orkestra lengkap. “Hurrian Hymn No. 6” dianggap sebagai melodi tertua di dunia, tetapi komposisi musik tertua yang bertahan secara keseluruhan adalah lagu Yunani abad pertama Masehi yang dikenal sebagai “Seikilos Epitaph”. Lagu tersebut ditemukan terukir pada kolom marmer kuno yang digunakan untuk menandai makam seorang wanita di Turki. Saya adalah batu nisan, sebuah gambar. Seikilos menempatkan saya di sini sebagai tanda abadi kenangan abadi,” demikian bunyi sebuah prasasti. Kolom tersebut juga menyertakan notasi musik serta seperangkat lirik pendek yang berbunyi, ‘Selama Anda hidup, bersinarlah / Jangan bersedih sama sekali / Hidup hanya ada untuk sementara waktu / Dan waktu menuntut pengorbanannya’. Prasasti yang terpelihara dengan baik pada Seikilos Epitaph (batu nisan), telah memungkinkan musisi dan cendekiawan modern untuk menciptakan kembali melodi-melodi sedihnya nada demi nada. Dr David Creese dari Universitas Newcastle memainkannya menggunakan alat musik bersenar delapan yang dimainkan dengan palu kayu, dan peneliti musik kuno Michael Levy telah merekam versi yang dipetik dengan kecapi. (jeha) Baca juga :

Read More

Menteri Ekonomi Kreatif Ajak Santri Sebarkan Informasi Positif

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Ekonomi Kreatif (MenEkraf) Teuku Riefky Harsya mengajak seluruh santri meningkatkan peran dan kontribusi dalam menyebarkan pesan-pesan positif melalui konten digital. Riefky menyampaikan ini saat meluncurkan program “Kreatif Santri Indonesia (Kreasi)” di hadapan Abu Syekh Hasanoel Bashry pimpinan pondok pesantren (Dayah) Mudi Mesra, Bireuen, Aceh. “Santri dapat dilibatkan untuk berpartisipasi aktif dalam ekonomi kreatif, khususnya sebagai kreator konten-konten positif yang mampu berdampak dan membawa perubahan di tengah masyarakat. Salah satunya bagaimana menyampaikan informasi niat dan prioritas Presiden Prabowo memberantas judi online yang amat membahayakan bangsa ini,” terang Menteri Riefky. Hal ini yang mendasari Kementerian Ekonomi Kreatif menghadirkan Kreasi. Program ini menggali potensi para santri untuk mengembangkan potensi diri dalam bidang suara, komunikasi, dan kreativitas. Memperkenalkan santri pada peluang karier di bidang suara dan meningkatkan kepercayaan diri melalui keterampilan komunikasi kreatif. Di pelatihan perdana ini, program Kreasidiisi dengan pelatihan voice over yang berkolaborasi dengan Voice Institute Indonesia. “Begitupula (pesan) semangat Pak Prabowo terkait pemberantasan kemiskinan dan pemerataan ekonomi melalui ekonomi digital, dapat disampaikan ke publik melalui voice over. Kami mendorong para santri dan santriwati agar lebih berperan dalam perkembangan inovatif dan berkontribusi positif bagi Indonesia,” jelas Menteri Riefky. Menteri Riefky mengatakan, selain dikenal memiliki tradisi keilmuan yang kuat, santri di Indonesia saat ini tidak kalah dalam pengembangan kreativitas dan inovasi. Beberapa pesantren telah mulai mengintegrasikan pendidikan umum dengan bidang kreativitas lainnya. Termasuk keterampilan teknologi, seni, dan kewirausahaan. “Selain berdakwah, banyak santri yang mulai menguasai teknologi digital, seperti pembuatan aplikasi, desain grafis, coding, bahkan menjadi konten kreator lokal yang bisa mempromosikan produk lokal ke ranah nasional, bahkan internasional. Hal ini membuka peluang bagi santri agar dapat lebih sukses dalam berwirausaha, mulai dari bisnis online hingga industri kreatif,” ucapnya. Ditunjang dengan semangat mandiri dan pengabdian kepada masyarakat yang diajarkan di pesantren (dayah), para santri bisa menciptakan peluang usaha yang tidak hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memberi manfaat sosial hingga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif lokal sampai ke pasar ekspor. “Tadi kita sudah menyaksikan secara langsung bagaimana hasil dari workshop para santri. Potensi suara yang dikembangkan dengan kreativitas dapat dikemas dengan baik dan secara praktis mampu diberdayakan untuk kebermanfaatan di tengah masyarakat,” sambung MenEkraf Teuku Riefky. Hal ini tentunya sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo yang mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional. “Hal ini selaras dengan misi Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam astacita yang menekankan pentingnya peningkatan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif untuk menuju Indonesia emas 2045,” imbuhnya. Menteri Riefky pun berharap ke depan pesantren dapat menjadi pusat pelatihan bagi para kreator digital di tanah air. “Dan pada akhirnya mampu berkontribusi sebagai penggerak bangkitnya ekonomi daerah dan nasional,” ujar Riefky. Wakil Direktur Pondok Pesantren Mudi Mesra, Abah Sayed Mahyeddin, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pemilihan Dayah Mudi Mesra sebagai lokasi peluncuran program KREASI. “Semoga program ini akan mampu mendorong para santri dan santriwati ke depan untuk meningkatkan kreativitas di segala bidang dengan tetap menjaga nilai – nilai keagamaan. Semoga ini juga menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan agar dapat bekerja sama dalam hal positif dan bermanfaat untuk agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (wink) Baca juga :

Read More

Menelusuri Jejak Sanad Keilmuan KH Hasyim Asy’ari di Maroko

Maroko — 1miliarsantri.net : Sejumlah Mudir dan wakil Mudir Ma’had Aly dari Indonesia melakukan ziarah ke Makam Syaikh Abu Syu‘aib bin ‘Abdurrahman Al-Shiddiqi al-Dukkali al-Maghribi di Masjid Maulay Al Makki, Rabat Ibukota Maroko. Syaikh Abu Syu‘aib adalah ulama besar Maroko yang menjadi salah satu guru Kyai Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdhatul Ulama. Syaikh Abu Syu’aib atau Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-Maghribi lahir pada 20 Oktober 1878 dan wafat pada 17 Juli 1937. “Ziarah yang kami lakukan pada 17 November 2024 ini memanfaatkan waktu libur studi singkat para Mudir Ma’had Aly Indonesia di Institut Darul Hadist Al Hasaniyyah Universitas Qarawiyiin di Rabath Maroko. Ziarah ini juga dilakukan dalam rangka menelusuri jejak sanad keilmuan ulama Nusantara di Maroko,” terang Mudir Ma’had Aly Babussalam Al-Hanafiyyah, Aceh Utara, Teuku Zulkhairi, di Rabat, Selasa (19/11/2024). Berdasarkan informasi dari Kyai Bahrun ‘Amiq (Mudir Ma’had Aly Al Hasaniyyah Tuban Jawa Tengah), Syaikh Mahfud At-Tirmasi yang juga guru KH Hasyim, juga belajar kepada Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-Maghribi di Mekkah Al Mukaramah. Makam Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-‘Arabi berada di Masjid Maulaya Al Makki di pedalaman lorong wilayah yang disebut Kota Lama (Al Madinah Al Qadimah) di Rabat, Ibukota Maroko. Dari lembaran catatan Sanad Keilmuan yang ditulis Syaikh Muhammad Kamuli Khudhari, salah satu Masyaikh Pesantren Tebuireng pada 1979, tertulis dalam bahasa Arab Sanad (Silsilah) keilmuan Kyai Hasyim Asy’ari ke Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-‘Arabi. Sanad tersebut tertulis antara lain sebagai berikut: ……..Telah sampai kepada kami sanad Shahih al-Bukhari melalui jalur al-Syaikh al-Nuri Baidhawi, yang menerimanya dari al-Syaikh Muhammad ‘Alam al-Sya‘rani al-Mutari al-Matsani. Beliau menerima dari al-Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-‘Arabi, yang menerimanya dari al-Syaikh ‘Abdullah al-Qudumi. Sanad ini diteruskan dari al-Syaikh Hasan bin ‘Umar al-Syamali, yang menerima dari al-Syaikh Mustafa al-Rahbani. Beliau mendapatkannya dari al-Syaikh Ahmad al-Ba‘al, yang menerimanya dari al-Syaikh ‘Abdul Qadir al-Ta‘li. Sanad ini diteruskan dari al-Syaikh Hamad al-Mali al-Atsar al-Jamal, yang mendapatkannya dari al-Syaikh Ibnu ‘Abdurrahman al-Hijazi. Beliau menerimanya dari al-Syaikh ‘Adad al-Mashuri bin Arkan, yang sanadnya sampai kepada al-Hafizh Ahmad bin Hajar al-‘Asqalani. Selanjutnya, sanad ini diteruskan dari al-Syaikh Ibrahim bin ‘Abdul Mu’min al-Ba‘al, yang menerimanya dari al-Syaikh Ahmad bin Abi Thalib al-Shalih al-Hijazi. Sanad ini diteruskan dari al-Syaikh Husain bin Mubarak al-Zabidi, yang mendapatkannya dari al-Syaikh ‘Abdul Awwal bin Yahya al-Harawi. Sanad ini sampai kepada pembuka sanad Shahih al-Bukhari, yaitu al-Syaikh ‘Abdurrahman bin Muhammad al-Daudi, yang mendapatkannya dari al-Syaikh ‘Abdullah bin Ahmad al-Mursi. Beliau menerimanya dari al-Syaikh Muhammad Yusuf al-Ghuraizi, yang sanadnya sampai kepada Amirul Mukminin dalam hadis, al-Basyir al-Nadzir, junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, melalui jalur Imam al-Bukhari al-Ju‘fi, pengarang kitab Shahih al-Bukhari…. Menurut Kyai Bahrun ‘Amiq Mudir Ma’had Aly Al Hasaniyyah Tuban, sosok Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-Maghribi ini masih agak asing dalam pandangan para pelajar pesantren di Indonesia. “Oleh sebab itu, dengan ziarah dan penelusuran sanad keilmuan ini oleh para Mudir Ma’had Aly Indonesia, kita berharap jejak Sanad keilmuan ini dapat terus tersambung di zaman ini melalui studi-studi yang mungkin dilakukan terhadap sosok Syaikh Muhammad Syu‘aib bin ‘Abdurrahman al-Dukkali al-Maghribi ini,” harapnya. “Kedatangan para Mudir Ma’had Aly Indonesia untuk berziarah ini disambut secara baik oleh pengurus masjid dan penjaga makam. Syaikh penjaga makam mempersilahkan kami masuk ke bagian dalam makam dan menunggu sampai kami selesai berziarah dan berdo’a,” lanjutnya. Ikut dalam ziarah ini, para Mudir Ma’had Aly lainnya dari kelompok tiga, yaitu: Kyai Muhammad Qodri (Mudir Ma’had Aly Syaikh Ibrahim Al Jambi), Kyai Haji Bahrun ‘Amiq (Mudir Ma’had Aly Al Hasaniyyah Tuban Jawa Tengah), Kyai Muhammad Yusuf Al Faruq (Mudir Ma’had Aly Amsilati Jepara Jawa Tengah), Tgk. Hasbullah (Mudir Ma’had Aly Malikussaleh Aceh Utara), Tgk Najmuddin (Wakil Mudir Ma’had Aly Darul Munawarah Pidie Jaya Aceh) serta Kyai Ibnu Muzakki (Wakil Mudir Ma’had Aly Al Hikamussalafiyah Babakan Ciwaringin Jawa Barat). Keberadaan sebanyak 30 Mudir dan wakil Ma’had Aly di Maroko selama sebulan dalam rangka belajar Sanad Keilmuan dan Manajemen di Institut Darul Hadist Al Hasaniyyah, Cabang dari Universitas Qarawiyiin di Rabath Maroko dalam program beasiswa non gelar kerja sama Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Para Mudir dan wakil Mudir ini terpilih ke Maroko setelah melewati serangkaian seleksi yang dilakukan Kemenag bekerjasama dengan LPDP. (nul) Baca juga :

Read More

Sebanyak 13.464 Narapidana di Maroko Hafal Al-Qur’an

Maroko — 1miliarsantri.net : Sekitar 13.000 tahanan yang menjalani hukuman penjara di Maroko telah hafal Al-Qur’an. Otoritas penjara di Maroko mengatakan pihaknya memanfaatkan program hafalan Al-Qur’an yang diselenggarakan di penjara. Sehingga 13.464 narapidana akhirnya berhasil menghafal kitab suci agama Islam itu. Otoritas penjara mengatakan, lebih dari 67.000 narapidana menghadiri program bimbingan dan khotbah yang diselenggarakan dari hasil kerja sama dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam. Merujuk pada rencana tahun depan, otoritas lapas menyatakan akan melanjutkan kerja sama dengan Kementerian Wakaf dalam menyelenggarakan program keagamaan dan Alquran. Sebagai informasi, jumlah lembaga yang menyelenggarakan program penghafalan Alquran di penjara akan meningkat pada tahun 2025. Pihak lapas juga berjanji untuk terus berupaya mempromosikan bimbingan Islam di penjara-penjara di seluruh Maroko. Maroko adalah negara Arab di Afrika Utara yang berbatasan dengan Samudera Atlantik dan Laut Mediterania. Mayoritas penduduk di Maroko beragama Islam, dengan sekitar 99 persen penduduknya adalah Muslim. (nul) Baca juga :

Read More