Arab Saudi Terapkan Aturan Baru Jelang Persiapan Haji 2025, Travel Umroh Wajib Tahu

Jeddah – 1miliarsantri.net : Pemerintah Arab Saudi telah mensosialisasikan aturan baru yang perlu diketahui oleh semua pihak jelang musim haji 2025 yang sudah di depan mata. Sejumlah aturan baru tersebut disampaikan oleh Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam, mengingat jadwal pemberangkatan jamaah haji Indonesia akan dimulai pada 2 Mei 2025. Nasrullah menegaskan, ada 4 (empat) aturan baru yang harus dipatuhi oleh semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji pada musim haji tahun ini: 1. Batas akhir masuknya jamaah umroh. 2. Larangan masuk Makkah tanpa visa haji. 3. Penangguhan izin umrah via Nusuk. 4. Hotel di Makkah dilarang menampung jamaah tanpa visa haji. Batas Akhir Masuknya Jamaah Umroh Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan aturan sebagai berikut: – 13 April 2025 sebagai hari terakhir jamaah umrah memasuki Kerajaan Arab Saudi. – 29 April 2025 waktu maksimal jamaah umroh yang berada di Arab Saudi harus segera kembali ke tanah air masing-masing. Mengutip laman resmi Kementerian Agama Republik Indonesia kemenag.go.id, Nasrullah menerangkan, “Berdasarkan ketentuan terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah, batas akhir jamaah umrah masuk Arab Saudi adalah 15 Syawal 1446 H atau 13 April 2025.”

Read More

Kemenag Tegaskan ‘Semua Biaya PPG PAI Ditanggung Pemerintah’, Peserta Jangan Tertipu

Jakarta – 1miliarsantri.net: Kabar gembira dari Kementerian Agama untuk peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama (Kemenag) Tahun 2025, terkait biaya PPG PAI, sepenuhnya ditanggung oleh negara. Biaya PPG-PPAI Tahun 2025 seluruhnya ditanggung oleh pemerintah, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dikutip dari laman resmi kemenag, Jum’at 4 April 2025.Direktur PAI, M. Munir mengungkapkan, Tahun ini, ada.21.807 peserta PPG PAI. Mereka menerima pembiayaan yang dibagi dalam dua bagian: 80% ditanggung APBN dan 20% ditanggung APBD. “Dengan demikian, para peserta tidak perlu mengeluarkan biaya pribadi apapun untuk mengikuti program ini”, tegas Munir. Himbauan Kementerian Agama ‘Jangan Tertipu’ Kemenag melalui Direktur PAI, menghimbau para peserta dan calon peserta tidak terjebak oleh ajakan-oknum yang meminta pembayaran dalam bentuk apapun dengan alasan biaya PPG. Hal ini jelas bertentangan dengan peraturan yang ada dan bisa menciderai semangat pemerintah dalam menyukseskan sertifikasi guru PAl di Indonesia. Munir menjelaskan, “Jangan ada yang tertipu dengan ajakan untuk membayar biaya PPG PAI Kemenag. Semua biaya ditanggung oleh pemerintah.”lebih lanjut dia mengungkapkan, “Jika ada oknum yang meminta biaya dari guru PAl peserta atau calon peserta PPG, silahkan laporkan ke kami!.”

Read More

Mendikdasmen Kasih Jurus 6C Jadi Kunci Sukses

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dunia berubah cepat sudah menjadi keniscayaan, ada yang bertahan, tidak sedikit pula yang tumbang. Mereka yang bertahan adalah karena keunggulan yang dimilikki, dan tumbang bagi yang tidak mempunyai kemampuan agility, kemampuan adaptasi dengan perubahan dunia seperti saat ini. Demikian pesan Menteri Penddikan Dasar dan Menengah, Prof Dr. Abdul Mu’ti, disampaikan pada Gelar Prestasi Anak Bangsa 2024 yang diikuti para pelajar penerima Beasiswa Indonesia Maju (BIM) Program Persiapan S-1 Luar Negeri di Gedung kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta. Menurutnya, agility adalah kunci untuk tetap bertahan, bahkan melesat. Karena di tengah perubahan cepat ada kesempaan bagi mereka yang punya agility, keunggulan untuk mereka bisa tampil melakukan berbagai inovasi dan kreativitas. Mu’ti terkesan melihat inovasi dan kreativitas yang ditampilkan dalam Gelar Prestasi Anak Bangsa 2024, ia pun optimistis bahwa Indonesia bisa mencapai puncak generasi emas sebelum 2045. “Saya merasa bahagia dan optimistis berdiri di hadapan kalian semua anak-anak Indonesia yang hebat. Kalau anak Indonesia seperti kalian semua saya kira Indonesia bisa mencapai puncak generasi emas sebelum 2045,” ucapnya. Lebih lanjut Prof Mu’ti berharap agar yang mereka capai itu bukan yang terakhir, tapi menjadi awal untuk terus berinovasi dan berkreasi memajukan dan mengharumkan bangsa dan negara. “Karena itu maka saya sangat berharap agar penampilan karya hebat tidak berhenti sampai di sini. Ini adalah awal untuk kalian bisa berprestasi, bisa berkarya dan bisa memajukan dan mengharumkan nama bangsa dan negara, dengan bakat bakat anda Indonesia menjadi negara yang hebat, menjadi negara yang kuat”, imbuhnya. Lebih lanjut Prof Abdul Mu’ti yang juga Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan, dalam UU Sistem Pendidikan Nasional, meraka yang berbakat istimewa harus mendapatkan perhatian dari negara. Bakat sebagiannya adalah anugerah Tuhan, yang harus disyukuri bersama sebagai bagian dari usaha untuk lebih maju. Ia uraikan tentang kunci kemampuan abad ke-21 yang sering disebut dengan 4C, critical thinking-creativity-communication-collaboration itu kini ditambahkan dengan 2C yaitu character dan citizenships. Menurutnya tanpa character, 4C tidak punya makna yang besar dalam kaitan kesuksesan sebagai pribadi di masa yang akan datang.Karakter lah yang menentukan seseorang menjadi siapa dan akan seperti apa. Karena itu semua harus dalam konteks citizenships, kewarganegaraan.

Read More

Sejarah dan Perkembangan Islam di Panama

Panama — 1miliarsantri.net : Panama dikenal dengan terusan perlayaran yang menghubungkan antara Samudra Pasifik dan Samudra Atlantik. Seperti dilansir dari The Maritime Post, Terusan Panama menghasilkan sekitar 2 miliar dolar AS per tahun. Dari angka itu, pemerintah setempat mengambil sekira 40 persen. Sebagaimana Terusan Suez bagi Mesir, jembatan air tersebut menjadi salah satu sumber pemasukan untuk negara berpenduduk kurang lebih 4,3 juta jiwa itu. Mayoritas orang Panama berasal dari kelompok etnis Mestizo, yakni percampuran antara kulit putih dan bangsa asli Amerika. Kristen menjadi agama yang dipeluk kebanyakan penduduk negara tersebut. Karena itu, gereja cukup mudah ditemukan di kota-kota setempat. Umat Islam menjadi salah satu minoritas di Panama. Menurut data Pew Research Center (2009), jumlah kaum Muslimin di sana sebanyak 24 ribu orang. Artinya, sekitar 0,7 persen dari keseluruhan masyarakat negara itu memeluk agama tauhid. Dikutip dari keterangan buku Muslim di Amerika dan Cina (2003), syiar Islam dibawa pertama kali ke negara tersebut oleh kalangan budak. Mereka berasal dari Afrika Barat. Sejak negerinya sendiri dikuasai bangsa-bangsa Eropa Barat, kaum kulit gelap itu dijadikan hamba sahaya. Maka dalam jumlah yang masif, orang-orang malang itu diangkut ke Amerika hingga berakhir di Panama. Memasuki abad ke-16, terjadilah beberapa peristiwa pembebasan atau pemberontakan budak di Amerika Tengah. Salah satunya adalah kejadian di lepas pantai Panama yang menghadap Atlantik. Pada 1552, sebuah kapal besar tenggelam. Sebanyak 500 budak di dalamnya berhasil selamat. Seseorang dari mereka kemudian ditunjuk sebagai pemimpin. Namanya adalah Bayano. Lelaki Muslim itu dengan gagah berani memimpin perlawanan orang-orang kulit gelap itu terhadap para majikan. Sesampainya di pesisir Panama, Bayano dan para pengikutnya sudah berstatus merdeka. Mereka pada awalnya harus menghadapi gangguan dari pemerintah kolonial Panama. Pihak otoritas itu sangat ingin memperbudak mereka lagi, apalagi setelah mengetahui bahwa orang-orang tersebut adalah Muslim. Bagaimanapun, Bayano dan para pendukungnya terus melawan secara gerilya. Tepat saat itu, pemerintah kolonial Panama sedang menghadapi pemberontakan yang lebih masif di selatan. Maka, gencatan senjata pun diajukan kepada pemimpin Muslim tersebut. Dalam situasi tenang, Bayano pun dapat mendiri kan permukiman di wilayah yang kini termasuk Provinsi Darien. Di sana, ia membangun masjid sederhana serta menyusun dewan penasihat, baik dalam urusan pertahanan maupun syiar Islam. Masyarakat lokal yang lebih dahulu tinggal di sekitar daerah itu lebih mengenal mereka sebagai orangorang yang berani melawan rezim.

Read More

Keluarnya Madzi Tidak Diikuti dengan Kenikmatan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Madzi, mani, dan wadi adalah cairan yang keluar dari kemaluan manusia. Namun ketiga cairan ini memiliki perbedaan yang cukup krusial, baik dari makna hingga perlakuan terhadapnya. Madzi merupakan cairan bening dan lengket yang keluar saat muncul syahwat. Kendati demikian keluarnya madzi tidak diikuti dengan kenikmatan dan tidak pula diikuti dengan kelemasan. Sedangkan mani merupakan cairan yang keluar dari kemaluan dengan disertai pancaran dan kenikmatan. Dalam buku Panduan Shalat an-Nisa Menurut Empat Madzhab karya Abdul Qadir Muhammad Manshur, terkadang madzi keluar tanpa terasa. Madzi bisa keluar dari kemaluan laki-laki maupun perempan, tetapi lebih sering keluar dari kemaluan perempuan. Adapun penyebab keluarnya madzi adalah keinginan untuk bersetubuh. Sama dengan madzi, mani juga dapat keluar dari kemaluan laki-laki maupun perempuan. Hanya saja, terdapat perbedaan dari mani laki-laki dengan perempuan. Mani laki-laki berwarna putih dan bertekstur kental, sedangkan mani perempuan berwarna kuning dan encer. Hal ini sebagaimana yang disampaikan Rasulullah dalam hadis riwayat Muslim yang artinya: “Sesungguhnya air mani laki-laki kental dan (berwarna) putih, sementara air mani perempuan encer dan (berwarna) kuning,”. Sedangkan Wadi adalah cairan putih dan kental yang keluar dari kemaluan setelah kencing. Para ulama sepakat bahwa hukum madzi adalah najis. Apabila ia mengenai tubuh, maka ia wajib dibasuh sebab Rasulullah SAW telah memerintahkan untuk membasuhnya. Hal ini sebagaimana yang terekam dalam hadis yang diriwayatkan Ali bin Abi Thalib: “Aku adalah seorang laki-laki yang banyak mengeluarkan madzi. Dan aku malu untuk bertanya kepada Rasulullah SAW karena kedudukan putri beliau. Aku pun menyuruh Miqdad bin Aswad untuk bertanya kepada beliau (Nabi Muhammad SAW), dan beliau menjawab: hendaklah dia membasuh zakarnya (kemaluan laki-laki) dan berwudhu,”. Adapun apabila madzi mengenai pakaian, maka ia cukup disiram dengan air demi menghilangkan kesulitan. Sebab, madzi sangat sulit dihindari dan sering mengenai pakaian pemuda yang masih bujang. Kesulitan itu sebagaimana yang diceritakan Sahal bin Hanif: “Aku dulu mendapatkan kesulitan dan kesusahan dari madzi. Dan aku sering mandi karenanya. Kemudian, aku menceritakan hal itu kepada Rasulullah SAW dan beliau pun bersabda: cukup bagimu berwudhu karena hal itu. Lalu, aku bertanya lagi pada Rasulullah bagaimana dengan madzi yang mengenai pakaianku. Rasul menjawab: cukup bagimu mengambil air sepenuh telapak tangan lalu menyiramkannya pada pakaianmu di mana kamu lihat madzi itu telah mengenainya,”.

Read More

Turki Mempunyai Peran Besar dalam Konflik Berkepanjangan di Suriah

Ankara — 1miliarsantri.net : Recep Tayyip Erdogan dari Turki pasti senang dengan apa yang sedang terjadi di Suriah, meskipun perasaannya pasti akan berubah dengan cepatnya perubahan situasi. Proksi Syiah Iran telah dilemahkan oleh penargetan dan pengeboman Israel yang tak henti-hentinya. Mata dan sumber daya Rusia beralih ke perang di Ukraina. Dengan adanya laporan bahwa kelompok-kelompok pemberontak Suriah kini bertempur di pinggiran ibukota Damaskus, rezim Assad terlihat lemah, pemimpinnya bersembunyi atau mengungsi. Dalam campuran jihadis, nasionalis, dan tentara bayaran, tangan Turki terlihat besar. Intervensinya dalam konflik Suriah dimotivasi oleh dua tujuan utama yaitu penahanan, jika tidak menghilangkan militan Kurdi di Suriah utara, yang dianggap tidak bisa dibedakan dari rekan-rekan PKK (Partai Pekerja Kurdistan) mereka di Turki sendiri, dan menciptakan kondisi stabilitas atau “zona aman” yang memungkinkan kembalinya para pengungsi Suriah jika memungkinkan. Sejak Agustus 2016, Turki telah melakukan tiga kali serangan untuk merebut beberapa wilayah di bagian utara Suriah, memaksakan pendudukan dengan menggunakan pasukan reguler dan pasukan tambahan termasuk Tentara Nasional Suriah (SNA) dan sebuah koalisi yang terdiri dari para mantan pejuang Tentara Pembebasan Suriah (FSA). Pada 2018, Polisi Militer dibentuk oleh pemerintah Turki dan Pemerintah Sementara Suriah (SIG), sebuah pasukan yang seolah-olah dimaksudkan untuk melindungi penduduk sipil. Namun, periode pemerintahan Turki ini justru ditandai dengan kebrutalan, penindasan, dan pengabaian. Dalam laporannya pada Februari 2024, Human Rights Watch mendokumentasikan berbagai kasus penculikan, penangkapan sewenang-wenang, penahanan yang melanggar hukum (termasuk anak-anak), kekerasan seksual, dan penyiksaan. Para pelaku meliputi elemen-elemen SNA, Polisi Militer, anggota Angkatan Bersenjata Turki, Organisasi Intelijen Nasional Turki (Milli İstihbarat Teşkilatı, MİT), dan berbagai direktorat intelijen militer. Kekejaman yang sangat mengerikan ini bisa ditambahkan dengan penyalahgunaan hak milik, penjarahan, perampasan, penyitaan harta benda, pemerasan, dan ketiadaan sistem ganti rugi yang konsisten. Kelompok yang menanggung beban penderitaan terberat adalah penduduk Kurdi, terutama mereka yang telah menerima perlindungan dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF) pimpinan Kurdi yang didukung oleh Amerika Serikat, yang terdiri dari Unit Perlindungan Rakyat (Yekineyen Parastina Gel, YPG), dan Unit Perlindungan Perempuan (Yekineyen Parastina Jin). Pasukan-pasukan ini terbukti sangat penting dalam melawan kelompok Negara Islam (ISIS). Pada Oktober tahun ini, Erdogan mengulangi pandangan yang telah lama dipegang bahwa unit-unit perlindungan Kurdi tersebut hanyalah “cabang Suriah dari kelompok teror PKK, yang ditakdirkan untuk ditinggalkan, dibiarkan terisolasi.” Orang-orang Arab dan kelompok-kelompok lain yang dianggap memiliki hubungan dengan SDF dan Pemerintahan Otonomi Suriah Timur Laut (AANES) juga menjadi sasaran kemarahan yang dipimpin oleh Turki. SNA bukanlah teman bagi kelompok Islamis yang merebut kekuasaan, Hayat Tahrir-al Sham (HTS), yang merupakan tombak utama dalam operasi penerangan terhadap rezim Assad. HTS telah memasarkan dirinya sebagai kelompok yang mandiri, modern, lebih dipertimbangkan, tidak terlalu banyak mendapat serangan dari kelompok al-Qaeda dan al-Nusra, dan konon lebih toleran terhadap agama, sekte, dan pandangan lain. Pemimpinnya, Abu Mohammad Al-Jolani, telah berhasil menerima pujian dan sanjungan di media Barat atas perubahan tersebut, meskipun ia telah dimasukkan dalam daftar Departemen Luar Negeri Amerika Serikat sebagai “Teroris Global yang Ditunjuk Secara Khusus” yang layak mendapatkan hadiah sebesar 10 juta dolar AS bagi siapa saja yang bersedia memberikan informasi yang mengarah pada penangkapannya. Bahkan dalam kemajuan HTS, pengaruh Turki tidak dapat diabaikan, meskipun Ankara tidak memberikan dukungan terbuka kepada kelompok tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Fuad Shahbazov, yang menulis untuk Stimson Center, kemajuan HTS baru-baru ini “tidak akan terpikirkan tanpa dukungan militer dan logistik Turki, serta penyediaan persenjataan canggih.” Ada juga yang mengatakan bahwa Ankara memberikan persetujuan terhadap serangan yang dipimpin oleh HTS setelah gagal untuk mendapatkan pemulihan hubungan dengan Assad.

Read More

Kemenag Mulai Seleksi Maskapai Penerbangan Haji

Jakarta — 1miliarsamtri.net : Kementerian Agama (Kemenag) mulai melakukan proses seleksi penyediaan transportasi udara bagi jamaah calon haji 1446 Hijriah/2025 Masehi yang tahap pendaftarannya dibuka sejak Kamis di kantor Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU). Kemenag mengundang delapan maskapai penerbangan nasional Indonesia dan Arab Saudi. Sebanyak enam maskapai hadir dan mengambil dokumen penyediaan transportasi udara yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Pelita Air, Saudia Airlines, dan Flynas. “Semua maskapai diundang untuk turut mengikuti seleksi, agar terjadi kompetisi yang sehat dalam penyediaan transportasi udara bagi jamaah haji,” terang Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhammad Zain di Jakarta. Zain mengatakan proses penyediaan mengacu pada Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1197 Tahun 2024 tentang Pedoman Penyediaan Transportasi udara Jamaah Haji Tahun 1446 Hijriah/2025. Zain memastikan proses penyediaan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Pelayanan haji tahun ini harus maksimal, lebih baik dari tahun lalu, dan harus ada peningkatan kualitas layanan,” kata dia. Indonesia mendapat 221.000 kuota haji 1446 Hijriah/2025, terdiri atas 92 persen kuota haji reguler dan 8 persen kuota haji khusus. Dikatakan M Zain, jamaah calon haji Indonesia banyak yang sudah berusia lanjut, sehingga perlu ada pelayanan yang bersifat prioritas dan khusus bagi jamaah tersebut saat di pesawat.

Read More

Kisah Tabi’in Urwah bin Zubair

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pagi itu, mentari memancarkan benang-benang cahaya keemasan di atas Baitul Haram, menyapa ramah pelatarannya yang suci. Di Baitullah, sekelompok sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup dan tokoh-tokoh tabi’in tengah mengharumkan suasana dengan lantunan tahlil dan takbir, menyejukkan sudut-sudutnya dengan doa-doa yang saleh. Mereka membentuk halaqah-halaqah, berkelompok-kelompok di sekeliling Kakbah agung yang tegak berdiri di tengah Baitul Haram dengan kemegahan dan keagungannya. Mereka memanjakan pandangan matanya dengan keindahannya yang menakjubkan dan berbagi cerita di antara mereka, tanpa senda gurau yang mengandung dosa. Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya dalam bukunya berjudul “Shuwaru min Hayati A;-Tabi’in” yan diterjemahkan Abu Umar Abdillah menjadi “Mereka adalah Para Tabiin” berkisah, di dekat rukun Yamani, duduklah empat remaja yang tampan rupawan, berasal dari keluarga yang mulia. Keempat remaja itu adalah Abdullah bin Zubair dan saudaranya yang bernama Mus’ab bin Zubair, saudaranya lagi bernama Urwah bin Zubair dan satu lagi adalah Abdul Malik bin Marwan. Pembicaraan mereka semakin serius. Kemudian seorang di antara mereka mengusulkan agar masing-masing mengemukakan cita-cita yang didambakannya. Mulailah Abdullah bin Zubair angkat bicara, “Cita-citaku adalah menguasai seluruh Hijaz dan menjadi khalifahnya.” Saudaranya Mush’ab menyusulnya, “Keinginanku adalah dapat menguasai dua wilayah Irak dan tak ada yang merongrong kekuasaanku.” Giliran Abdul Malik bin Marwan berkata, “Bila kalian berdua sudah merasa cukup dengan itu, maka aku tidak akan puas sebelum bisa menguasai seluruh dunia dan menjadi khalifah setelah Mu’awiyah bin Abi Sufyan.” Sementara itu, Urwah terdiam seribu bahasa, tak berkata sepatah pun. Semua mendekati dan bertanya, “Bagaimana denganmu, apa cita-citamu kelak wahai Urwah?” Ia berkata, “Semoga Allah Ta’ala memberkahi semua cita-cita dari urusan dunia kalian, aku ingin menjadi seorang alim (orang berilmu yang beramal), sehingga orang-orang akan belajar dan mengambil ilmu tentang Rabb-nya, sunnah nabinya dan hukum-hukum agamanya dariku, lalu aku berhasil di akhirat dan memasuki surga dengan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Hari-hari berganti begitu cepat. Abdullah bin Zubair dibai’at menjadi khalifah menggantikan khalifah Yazid bin Mu’awiyah yang telah meninggal. Dia menjadi hakim atas Hijaz, Mesir, Yaman, Khurasan dan Irak yang pada akhirnya terbunuh di Kakbah, tak jauh dari tempatnya mengungkapkan cita-citanya dahulu. Sedangkan Mus’ab bin Zubair telah menguasai Irak sepeninggal saudaranya Abdullah dan akhirnya juga terbunuh ketika mempertahankan wilayah kekuasaannya. Adapun Abdul Malik bin Marwan, menjadi khalifah setelah ayahnya wafat dan bersatulah suara kaum muslimin pasca terbunuhnya Abdullah bin Zubair dan saudaranya Mus’ab, setelah keduanya gugur di tangan pasukannya. Akhirnya, ia berhasil menjadi raja dunia terbesar pada masanya. Ia lahir satu tahun sebelum berakhirnya masa khalifah al-Faruq Umar bin Khattab. Dalam sebuah rumah yang paling mulia di kalangan kaum muslimin dan paling luhur martabatnya. Ayahnya bernama Zubair bin Awwam, “Hawariy” (pembela) Rasulullah SAW dan orang pertama yang menghunus pedangnya dalam Islam serta termasuk salah satu di antara sepuluh orang yang dijamin masuk surga. Sedangkan ibunya bernama Asma’ binti Abu Bakar ash-Shidiq yang dijuluki dzatun nithaqain (pemilik dua ikat pinggang). Kakeknya dari jalur ibu adalah Abu Bakar Shidiq, khalifah Rasulullah SAW yang menemani beliau di sebuah goa. Sedangkan nenek dari jalur ayahnya adalah Shafiyah binti Abdul Muthalib yang juga bibi Rasulullah SAW. Bibinya adalah Ummul Mukminin radhiyallahu ‘anha, bahkan dengan tangan Urwah bin Zubair sendirilah yang turun ke liang lahat untuk meletakkan jenazah Ummul Mukminin. Maka siapa lagi yang kiranya lebih unggul nasabnya dari Urwah? Adakah kemuliaan di atasnya selain kemuliaan iman dan kewibawaan Islam? Demi merealisasikan cita-cita yang didambakan dan harapan kepada Allah yang diutarakan di Kakbah yang agung tersebut, ia amat gigih dalam usahanya mencari ilmu. Maka ia mendatangi dan menimbanya dari sisa-sisa para sahabat Rasulullah SAW yang masih hidup. Urwah mendatangi rumah demi rumah mereka, salat di belakang mereka, menghadiri majelis-majelis mereka. Ia juga meriwayatkan hadis dari Ali bin Abi Thalib, Abdurrahman bin Auf, Zaid bin Tsabit, Abu Ayyub al-Anshari, Usamah bin Zaid, Sa’id bin Zaid, Abu Hurairah, Abdullah bin Abbas, Nu’man bin Basyir dan banyak pula mengambil dari bibinya Aisyah Ummul Mukminin. Pada gilirannya nanti, ia berhasil menjadi satu di antara fuqaha sa’bah (tujuh ahli fikih) Madinah yang menjadi sandaran kaum muslimin dalam urusan agama. Para pemimpin yang saleh banyak meminta pertimbangan kepadanya baik tentang urusan ibadah maupun negara karena kelebihan yang Allah berikan kepadanya. Sebagai contoh adalah Umar bin Abdul Aziz. Ketika ia diangkat menjadi gubernur di Madinah pada masa Al-Walid bin Abdul Malik, orang-orang pun berdatangan untuk memberikan selamat kepadanya. Usai salat zuhur, Umar bin Abdul Aziz memanggil sepuluh fuqaha Madinah yang dipimpin oleh Urwah bin Zubair. Ketika sepuluh fuqaha itu telah berada di sisinya, maka Umar melapangkan majelis bagi mereka serta memuliakannya. Setelah bertahmid kepada yang berhak dipuji ia berkata, “Saya mengundang Anda semua untuk suatu amal yang banyak pahalanya, yang mana saya mengharapkan Anda semua agar sudi membantu dalam kebenaran. Saya tidak ingin memutuskan suatu masalah kecuali setelah mendengarkan pendapat Anda semua atau seorang yang hadir di antara kalian. Bila kalian melihat seseorang mengganggu orang lain atau pejabat yang melakukan kezaliman, maka saya mohon dengan tulus agar Anda sudi melaporkannya kepada saya.” Kemudian Urwah mendo’akan baginya keberuntungan dan memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala agar senantiasa menjadikan beliau tetap lurus dan tidak menyimpang. Sungguh telah terkumpul pada diri Urwah bin Zubair antara ilmu dan amal. Beliau membiasakan berpuasa di musim panas dan salat di waktu malam yang sangat dingin. Lidahnya senantiasa basah dengan zikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, senantiasa bersanding dengan Kitabullah dan tekun membacanya. Urwah mengkhatamkan seperempat Al-Qur’an setiap siang dengan membuka mushaf, lalu salat malam membacanya ayat-ayat Al-Qur’an dengan hafalan. Tak pernah ia meninggalkan hal itu sejak menginjak remaja hingga wafatnya melainkan sekali saja. Yaitu ketika peristiwa mengharukan terjadi. Dengan menunaikan salat, Urwah memperoleh ketenangan jiwa, kesejukan pandangan dan surga di dunia. Ia tunaikan sebagus mungkin, ia tekuni rukun-rukunnya secara sempurna dan panjangkan salatnya sedapat mungkin. Telah diriwayatkan bahwa ia pernah melihat seseorang menunaikan salat secepat kilat. Setelah selesai, dipanggilnya orang tersebut dan ditanya, “Wahai anak saudaraku, apakah engkau tidak memerlukan apa-apa dari Rabb-mu Yang Maha Suci? Demi Allah aku memohon kepada Rabb-ku segala sesuatu sampai dalam urusan garam.” Urwah bin Zubair r.a adalah seorang yang ringan tangan, longgar dan dermawan. Di antara bukti kedermawanannya adalah manakala beliau memiliki sebidang kebun…

Read More

6 Kota di Indonesia Masuk Daftar 100 Kota dengan Makanan Terenak

Jakarta — 1miliarsantri.net : Taste Atlas laman makanan dunia memberikan daftar 100 kota dengan makanan terenak di seluruh dunia. Indonesia pun terdapat 6 kota yang masuk daftar dan diakui memiliki makanan terenak di dunia. Kota tersebut adalah Surabaya, Solo, Yogyakarta, Jakarta, Bandung dan Padang. Sebelum masuk dalam dafrar 100 kota dengan makanan terenak di dunia, kota-kota tersebut masuk dalam 17.073 kota database Taste Atlas. “Berdasarkan 477.287 rating makanan untuk 15.478 makanan di database itu, tercatat 100 kota dengan rating tertinggi yang menyajikan hidangan daerah dan nasional,” tulis Taste Atlas seperti dikutip dalam laman resminya. Dalam laman tersebut, Taste Atlas nenyebutkan makanan daerah serta tempat makan yang ikonik dan direkomendasikan. Adapun restoran tradisional ikonik di Jakarta menurut Taste Atlas adalah 1945 Restaurant, Lapo Marpadotbe, Bandar Djakarta, Asinan Betawi H. Mansyur, dan Rumah Makan Marannu Bila datang ke Bandung, kamu bisa mencoba restoran tradisional yang dijadikan rekomendasi Taste Atlas, yaitu Warung Nasi Ibu Imas 81, Lemper Purnama, Baso Tahu Mang Ade, Serabi Kinca Suji – Eka Rasa, dan Batagor Yunus.

Read More

Umat Islam Seperti Buih di Lautan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW telah memperingatkan bagaimana situasi umat Islam di akhir zaman. Bahkan dalam sebuah riwayat, beliau SAW juga memberitahukan tentang apa yang menjadi kelemahan umat Muslim di akhir zaman kelak. Diriwayatkan dari Tsauban RA, Rasulullah SAW bersabda: يُوشِكُ الأممُ أن تداعَى عليكم كما تداعَى الأكَلةُ إلى قصعتِها . فقال قائلٌ : ومن قلَّةٍ نحن يومئذٍ ؟ قال : بل أنتم يومئذٍ كثيرٌ ، ولكنَّكم غُثاءٌ كغُثاءِ السَّيلِ ، ولينزِعنَّ اللهُ من صدورِ عدوِّكم المهابةَ منكم ، وليقذِفَنَّ اللهُ في قلوبِكم الوهْنَ . فقال قائلٌ : يا رسولَ اللهِ ! وما الوهْنُ ؟ قال : حُبُّ الدُّنيا وكراهيةُ الموتِ “Bangsa-bangsa di dunia akan memperebutkan kalian (umat Islam), seperti memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami (umat Muslim) pada waktu itu berjumlah sedikit?” Beliau SAW menjawab, “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, tapi seperti buih di genangan air . Sungguh Allah akan mencabut rasa takut para musuh kepada kalian, dan menanamkan Al Wahn ke dalam hati kalian.” Seseorang lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apa itu Al Wahn?” Beliau SAW menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Abu Daud) Dari hadits tersebut diketahui, ketika umat Muslim meninggalkan ketakwaan kepada Allah SWT, menjadi tertarik pada dunia dan mencintainya sertai membenci kematian, maka saat itulah musuh-musuh Allah SWT akan berusaha untuk menggoyahkan umat Muslim. Hal pertama yang disampaikan Nabi SAW dalam hadits tersebut, bermakna bahwa bangsa-bangsa kafir berkumpul dan bersatu melawan kaum Muslimin. Mereka, bangsa-bangsa kafir itu, seolah sedang berkumpul di sekitar mangkuk makan, lalu memperebutkan makanan pada mangkuk tersebut. Ini isyarat betapa mudahnya musuh-musuh Allah SWT dalam menyudutkan umat Islam. Lalu seorang sahabat bertanya apakah perebutan oleh kaum kafir terhadap umat Muslim itu dikarenakan jumlah umat Muslim yang sedikit. Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan bahwa justru sebaliknya, yaitu jumlah umat Muslim sangat banyak, tetapi seperti buih yang mengapung. Ini artinya, ambisi kaum kafir terhadap umat Muslim bukan karena jumlahnya yang sedikit, melainkan karena jumlahnya yang banyak tetapi lemah, yakni penakut dan begitu kerasnya perpecahan yang ada di tengah umat Muslim. Saat itu pulalah, tidak ada lagi rasa takut dalam diri musuh-musuh Islam terhadap umat Muslim. Allah SWT menanamkan wahn ke dalam hati setiap Muslim. Al Wahn yang dimaksud yaitu cinta dunia dan takut mati.

Read More