Brigade-Al-Qassam-Siap-Tempur

Gaza di Persimpangan: Perlawanan Palestina dan Rencana Pendudukan Israel yang Memicu Badai Kecaman Global

Gaza – 1miliarsantri.net : Langkah terbaru Israel untuk menguasai penuh Kota Gaza menjadi titik balik baru dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Keputusan kabinet keamanan Israel ini, yang diumumkan pada Jumat malam, memicu gelombang reaksi keras dari berbagai belahan dunia, sementara para analis memperingatkan dampak kemanusiaan dan politik yang akan semakin memburuk. Rencana tersebut meliputi pendudukan wilayah strategis di timur Gaza, pembentukan pemerintahan sipil non-Hamas, serta pemindahan paksa hingga satu juta warga Palestina ke wilayah selatan. Menurut laporan Al Jazeera (8/8/2025), sejumlah kawasan di Gaza Timur sudah porak-poranda akibat serangan udara dan artileri, sementara penumpukan pasukan Israel di sekitar kota menunjukkan persiapan menuju kontrol total. Pakar Militer: Perlawanan Bersenjata, Pilihan Satu-satunya Brigadir Jenderal Elia Hanna, analis militer asal Lebanon, menegaskan bahwa opsi diplomasi nyaris tertutup. “Perlawanan bersenjata kini menjadi satu-satunya pilihan realistis bagi rakyat Palestina,” ujarnya dalam wawancara dengan Al Jazeera (8/8/2025). Hanna memprediksi pendudukan ini akan memicu perlawanan sengit yang bisa menguras sumber daya militer Israel sekaligus menambah tekanan politik dalam negeri di Tel Aviv. Narasi Sesat Israel: ‘Membebaskan Gaza dari Hamas’ Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membela rencana ini dengan mengatakan, “Our goal is not to occupy Gaza, our goal is to free Gaza from Hamas” (AP News, 8/8/2025). Menurut Netanyahu, operasi ini bertujuan “demiliterisasi” dan menciptakan pemerintahan sipil yang tidak terafiliasi Hamas. Namun, banyak pengamat menilai pernyataan ini kontradiktif dengan realitas lapangan, di mana penguasaan penuh Israel berarti kontrol politik, militer, dan administratif yang mendalam. Kecaman Dunia Internasional Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mengecam rencana Israel sebagai “eskalasi berbahaya” yang mengancam keselamatan warga sipil (AP News, 8/8/2025). Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Türk menegaskan bahwa tindakan ini melanggar hukum internasional, termasuk putusan Mahkamah Internasional tentang hak penentuan nasib sendiri Palestina (DW, 8/8/2025). Sejumlah negara turut mengecam, diantaranya : Australia, Italia, Jerman, Selandia Baru dan Inggris menolak tegas rencana Israel untuk menduduki Kota Gaza di Jalur Gaza, Palestina. Melalui pernyataan bersama, para menteri luar negeri ke lima negara itu menyebutkan operasi militer Israel akan semakin memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah sangat parah serta membahayakan nyawa para sandera. Prancis memperingatkan risiko kebuntuan politik (The Guardian, 8/8/2025). Sementara Inggris menyebut langkah itu “salah” dan kontraproduktif (The Guardian, 8/8/2025). Serta Australia menegaskan pengusiran warga melanggar hukum humaniter internasional (The National, 8/8/2025). Turki menyebutnya ini merupakan “pukulan besar bagi perdamaian” (Anadolu Agency, 8/8/2025). Sedangkan Cina menyerukan gencatan senjata segera (Channel News Asia, 8/8/2025). Kemudian pemerintah Jerman memilih menangguhkan ekspor senjata ke Israel (DW, 8/8/2025). Pemerintah Indonesia sendiri menegaskan tindakan ini ilegal menurut Piagam PBB (Antara News, 8/8/2025). Krisis Kemanusiaan di Depan Mata Data dari badan-badan kemanusiaan menunjukkan ancaman bencana baru. Lebih dari 61.000 warga Palestina telah tewas sejak konflik pecah kembali, dan PBB melaporkan 98 anak meninggal akibat malnutrisi akut. Situasi ini digambarkan sebagai “kelaparan sejati” yang mengintai seluruh Gaza (The Guardian, 8/8/2025). Pemindahan paksa dalam skala besar berpotensi memicu gelombang pengungsi menuju Mesir dan Yordania, mengancam stabilitas kawasan. Ketegangan di Dalam Negeri Israel Meski mendapat dukungan dari sebagian besar menteri sayap kanan, rencana Netanyahu memicu perpecahan internal. Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letjen Eyal Zamir, dilaporkan menolak rencana pendudukan penuh karena khawatir akan “perang tanpa akhir” dan keselamatan sandera yang masih ditahan di Gaza (El País, 8/8/2025). Sementara itu, beberapa menteri menilai Netanyahu justru tidak cukup keras, menuduhnya mengorbankan “keamanan demi politik” (Reuters, 8/8/2025). Motif Politik di Balik Langkah Militer Analis politik yang dikutip The New Yorker menilai ada kemungkinan bahwa eskalasi ini tidak semata didorong pertimbangan militer, tetapi juga untuk memperkuat posisi politik Netanyahu di tengah tekanan domestik. Dengan memusatkan perhatian publik pada ancaman eksternal, kritik terhadap penanganan insiden 7 Oktober dan skandal korupsi yang membelit dirinya dapat teredam. Langkah Selanjutnya: Pertarungan di Arena Diplomasi Dewan Keamanan PBB telah menjadwalkan rapat darurat untuk membahas situasi ini. Beberapa negara Eropa dan negara Teluk mendesak resolusi yang menuntut penghentian rencana pendudukan. Namun, veto dari anggota tetap seperti AS kemungkinan menjadi penghalang utama bagi langkah diplomatik yang efektif. Gaza di Ujung Krisis Pendudukan penuh Kota Gaza oleh Israel berpotensi menjadi babak paling destruktif dalam sejarah konflik Israel–Palestina pasca-1948. Bagi rakyat Palestina, seperti kata Brigjen Elia Hanna, perlawanan bersenjata mungkin menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa. Bagi dunia, tantangannya adalah mencegah krisis kemanusiaan yang semakin dalam dan mendorong terciptanya jalur diplomasi yang nyata—sebelum Gaza benar-benar runtuh, bukan hanya secara fisik, tetapi juga sebagai simbol harapan bagi perdamaian di Timur Tengah. (***) Penulis : Abdullah al-Mustofa Editor : Toto Budiman Foto : Al Jazeera, Fox News Channel

Read More

50 Tahun Persahabatan Indonesia-Peru Sepakat Perkuat Kerja Sama Strategis, dan Dukungan Untuk Palestina

Jakarta – 1miliarsantri.net: Lima puluh tahun hubungan bilateral Indonesia dan Peru ditandai dengan kunjungan kenegaraan Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra yang memenuhi undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Seperti diketahui pada kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo pada 14 November 2024, Presiden RI Prabowo Subianto mengundang secara resmi Yang Mulia Presiden Republik Peru Dina Boluarte untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia tahun depan (2025) dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Presiden Peru Dina Ercilia Boluarte Zegarra, tiba di Indonesia pada Minggu sore, 10 Agustus 2025, untuk memulai rangkaian kunjungan kenegaraan, disambut dentuman meriam kehormatan. Presiden Peru terlebih dahulu memberikan penghormatan kepada Bendera Indonesia dan Bendera Peru, sebelum menerima kalungan bunga selamat datang dari Kang Nong Banten, dalam suguhan penyambutan seni tradisional daerah. Baca juga: Sekjen ASEAN Siap Menyambut Kedatangan Presiden Republik Peru di Sekretariat ASEAN Langkah Konkret Perkuat Kerja Sama Strategis Pertemuan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan ini merupakan kali kedua antara Presiden Prabowo dan Presiden Boluarte, setelah  pertemuan di Lima, Peru, pada November 2024 lalu. Presiden Prabowo dalam sambutannya mengatakan, “Kunjungan ini punya arti yang khusus karena besok adalah 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru. Saya sangat yakin bahwa kerja sama kita bisa kita tingkatkan karena kita punya kepentingan yang sama. Kita sama-sama ingin membangun kesejahteraan rakyat kita,” ungkap Presiden Prabowo, sebagaimana ditulis presidenri.go.id. Dalam kesempatan yang sama, Presiden Dina Boluarte dalam sambutannya juga menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan Presiden Prabowo. Dia mengatakan kunjungan ini telah direncanakan sejak pertemuan keduanya pada KTT APEC 2024. Baca juga: Otoritas Gaza Desak Akses Darat ‘Kecam Pengiriman Bantuan Udara Yang Mematikan’ Dan Kacau Menurut Dina Boluarte, “Sejak saat itu, kami telah berupaya melalui kementerian dan Kementerian Luar Negeri kami untuk mewujudkan kunjungan ini. Kami ingin bertepatan dengan kunjungan ini.” Bapak Presiden, dengan kehadiran kami, mengingat besok, sebagaimana telah Bapak sampaikan, kita akan merayakan 50 tahun persahabatan antara dua negara bersaudara, Indonesia dan Peru,” ujar Presiden Dina Boluarte. Langkah Konkret yang disepakati oleh Indonesia dan Peru antara lain memperkuat hubungan perdagangan, termasuk penandatanganan Indonesia-Peru CEPA yang memungkinkan produk bluberi asal Peru memasuki pasar Indonesia, serta proses pembukaan akses pasar bagi buah delima. Dukungan Peru Terhadap Kemerdekaan Palestina Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Peru akan terus bekerja sama untuk mendorong terwujudnya perdamaian yang adil untuk Palestina. Pada kesempatan itu Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Peru atas dukungannya terhadap Kemerdekaan Palestina. “Tentang masalah global, kami sangat menghargai sikap Peru yang mendukung kemerdekaan Palestina,” ungkap Presiden Prabowo. Baca juga: 34 Warga Gaza Tewas Ditembak Pasukan Israel, Warga Israel Unjuk Rasa Tolak Rencana Netanyahu Kedua pemimpin sepakat untuk terus mengedepankan dialog, kerja sama, dan saling dukung di forum internasional guna memperjuangkan perdamaian, kemerdekaan, dan kesejahteraan global. Indonesia dan Peru konsisten mengangkat isu Palestina dan solusi dua negara. Prabowo menegaskan, ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap prinsip kemerdekaan dan keadilan bagi semua bangsa. “Kami akan kerja sama untuk bersama-sama mewujudkan tercapainya solusi dua negara,” pungkas Presiden Prabowo.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : PRESIDENRI.GO.ID Foto Istimewa presidenri.go.id

Read More
Etika penggunaaan AI

Apakah AI itu Haram? Pahami 5 Etika Penggunaan AI dalam Islam

Bekasi – 1miliarsantri.net : Perkembangan teknologi AI yang meningkat pesat secara tidak langsung memberikan efek pada berbagai lini kehidupan. Sebelum masuk lebih jauh tentang Etika Penggunaan AI dalam Islam, yuk kita bahas dulu apa itu AI? AI atau kecerdasan buatan, menggunakan metode-metode yang mengadopsi karakteristik manusia dalam pemrosesan informasi. Tidak hanya itu, AI juga menyuguhkan berbagai informasi yang dapat menyentuh penalaran logis, perhitungan matematis dan berbagai keunggulan yang hampir mendekati logika manusia. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) merupakan kemajuan teknologi yang membuat komputer dapat melakukan tugas yang biasanya dilakukan oleh manusia. AI dirancang sebagai bentuk replikasi aspek-aspek yang dikuasai oleh manusia serta merambah pada berbagai disiplin ilmu seperti filsafat, psikologi, linguistic, sains syaraf serta berbagai bidang lain nya termasuk agama. Namun, jika ditinjau dari aspek agama, tentu saja AI tetap tidak dapat mengganti peran dan menyamai kecanggihan otak manusia. Meskipun, teknologi komputer memiliki kemampuan seperti berhitung, membuat teks dan lain sebagainya, namun kemampuan tersebut hanya bergantung pada kecerdasan pembuatnya (brainware) serta program-program cerdas yang ada di dalamnya. Berbeda dengan otak manusia, kinerja otak manusia akan selalu bertambah seiring dengan pengalaman hidup yang didapatkan. Bahkan, Al Quran memiliki pandangan filosofis mengenai proses belajar pada otak manusia, yang mana disebutkan dalam surat al-‘Alaq: 1-5 bahwa perintah pertama Allah adalah untuk belajar, sehingga proses belajar tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan derajat manusia. Lalu, Bagaimana Pandangan Islam terhadap Perkembangan AI? Perkembangan AI tentu menjadi salah satu kemajuan teknologi yang didasari oleh keterbukaan informasi dan ilmu pengetahuan dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan zaman. Pada hal ini, Islam mendukung penuh keaktifan dalam kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) karena secara tidak langsung perkembangan ilmu pengetahun tentu melingkupi berbagai aspek kemajuan dalam hal berpikir kritis dan terbuka terhadap berbagai kebenaran. Namun, perlu diingat  bahwa AI tidak memiliki kemampuan dalam pertimbangan moral seperti halnya kemampuan manusia. Penggunaan AI tentu memiliki batasan yang harus diperhatikan guna menjaga nilai-nilai yang sudah tertanam sebelumnya, seperti nilai agama Islam. Penggunaan AI dinilai dapat membuka potensi baru dalam konteks pemahaman agama, terutama agama Islam, seperti misalnya menyediakan alat analisis data canggih yang dapat memahami teks-teks agama seperti hadits (Suleimenov et al., 2019). Namun, dibalik hal tersebut, penggunaan AI juga dinilai dapat menghadirkan tantangan etika dan resiko kesalahpahaman dalam interpretasi teks agama sehingga hal ini dinilai sangat perlu adanya pengawasan yang ketat serta pedoman etika dalam implementasi teknologi AI tersebut. Berbicara mengenai etika penggunaan AI, Etika penggunaan AI dalam kehidupan sehari dinilai sangat penting mengingat bahwa teknologi ini dapat memberikan pengaruh bagi banyak aspek kehidupan manusia, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun moral. Berikut 5 Etika Penggunaan AI dalam Islam: 1. Maslahah (Kemaslahatan Umum)             Berbagai teknologi yang digunakan dalam Islam, termasuk AI harus digunakan untuk memberikan manfaat bagi Masyarakat, seperti misalnya pengembangan aplikasi AI yang dapat memudahkan akses pada bidang kesehatan, pendidikan, dan ’layanan publik yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. 2. Tanggung Jawab (Amanah)             Tanggung jawab menjadi salah satu nilai penting yang ditekankan dalam ajaran Islam. Bahkan, Amanah menjadi salah satu sifat wajib yang dimiliki oleh Rasulullah. Selain itu dijelaskan juga dalam Al-Qur’an surat Al-anfal ayat 27 yang berbunyi : “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu Mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahuinya” Oleh sebab itu, penggunaan AI harus dapat dipertanggungjawabkan dampaknya terhadap masyarakat. Salah satu contoh penggunaan AI yang dinilai tidak Amanah seperti misalnya teknologi AI yang digunakan untuk memanipulasi data atau mengawasi individu tanpa izin dan melanggar privasi dari individu tersebut. 3. Keadilan dan Keseimbangan (‘Adl wa Tawazun)             Penggunaan AI diharapkan tidak hanya bermanfaat hanya untuk segelintir orang namun juga dapat bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi semua golongan masyarakat, tanpa menimbulkan kesenjangan sosial tertentu. Artinya bahwa, AI harus memastikan bahwa tidak ada diskriminasi atau ketidakadilan terhadap individu atau kelompok tertentu. 4. Transparansi dan Keterbukaan             Islam tentu sangat menghargai transparansi dan kejujuran dalam berbagai aspek kehidupan. Pada penggunaan AI, penting untuk memahami bagaimana algoritma bekerja, apa saja data yang digunakan serta mengenai Keputusan yang dibuat oleh system tersebut. Pengguna AI dinilai berhak mendapatkan informasi yang jelas dan transparan tentang teknologi yang sedang digunakan. 5. Menghindari Penyalahgunaan Teknologi             Islam menekankan penting nya untuk tidak melakukan kerusakan atau penyalahgunaan teknologi (fasad). Dalam Al-Qur’an surat Al-A’raf ayat 56 Allah berfirman “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”  Artinya bahwa, penggunaan AI harus menghindari segala bentuk penyalahgunaan serta digunakan untuk memfasilitasi kebaikan dan kemajuan, bukan untuk merusak atau memanipulasi orang lain. Jadi, Apakah AI itu Haram? Berdasarkan pemaparan yang telah dijelaskan, bahwa penggunaan AI yang mengedepakan 5 etika dalam ajaran Islam tentu tidak bertentangan dengan ajaran agama. Penggunaan AI yang digunakan untuk kemajuan umat manusia serta membawa kebaikan bagi banyak orang dinilai tidak dilarang dalam agama Islam, yang artinya dalam Islam segala hal yang membawa kemaslahatan bagi umat hukum nya tidak haram. (***) Sumber: Hakim, F., Fadlillah, A & Rofiq ,M,N.  (2024). Artificial Intellegence (AI) dan Dampaknya Dalam Distors Pendidikan Islam. Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, 13 (1), 129-144. Herwinsyah. (2024). Kajian Teoritis: Artificial Intelligence (AI) Dalam Pandangan Islam dan Etikanya. Jurnal Salam Istitute Islamic Studies, 1 (1), 24-30 Batubara, Y. (2024). Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Sebagai Strategi Dakwah: Analisis Peluang dan Tantangan. Jurnal Manajemen Dakwah, 6(1), 81-100 Penulis: Gita Rianti D Pratiwi Foto Ilustrasi AI Editor : Toto Budiman dan Iffah Faridatul Hasanah

Read More

Kawan Belajar di Era Digital, Bukan Sekadar Layar dan Angka

Surabaya – 1miliarsantri.net : Ingatkah Anda masa-masa sekolah dulu? Aroma kapur tulis yang khas, beratnya tas yang penuh dengan buku cetak, dan suara guru yang menjadi satu-satunya sumber utama pengetahuan di depan kelas. Kini, coba tengok ruang belajar generasi sekarang. Suara ketukan jari di tablet, notifikasi dari platform pembelajaran, dan akses informasi seluas samudra yang terbentang di ujung jari. Dunia telah berubah, dan pendidikan pun beradaptasi melalui seorang kawan baru bernama Edutekno. Edutekno, atau Teknologi Pendidikan, sering kali disalahartikan sebagai sekadar memindahkan buku ke dalam layar atau kelas ke dalam video konferensi. Padahal, esensinya jauh lebih dalam dari itu. Ia adalah jembatan yang menghubungkan metode pengajaran klasik dengan kemungkinan tak terbatas dari dunia digital. Ia bukanlah pengganti guru, melainkan partner yang memberdayakan, baik bagi pengajar maupun pelajar, dalam sebuah simfoni belajar yang lebih personal dan relevan. Mendobrak Batasan Ruang dan Waktu Pada intinya, Edutekno membawa sebuah ‘kemewahan’ yang dulu sulit dibayangkan: fleksibilitas. Seorang siswa di pelosok desa kini bisa mengakses materi dari pengajar terbaik di ibu kota melalui platform online. Seorang karyawan yang ingin meningkatkan keterampilan tak perlu lagi meninggalkan pekerjaannya, karena kursus daring tersedia kapan saja. Batasan geografis dan kekakuan jadwal perlahan terkikis, menciptakan ekosistem belajar yang cair dan inklusif. Ini bukan lagi tentang duduk diam dari jam 7 pagi hingga 2 siang. Ini tentang belajar sesuai ritme. Ada anak yang lebih cepat paham dengan menonton video simulasi, ada yang lebih menyukai kuis interaktif, dan ada pula yang butuh membaca materi berulang kali. Edutekno memungkinkan personalisasi ini. Ia menawarkan menu belajar yang beragam, membiarkan setiap individu memilih jalur yang paling efektif untuknya. Seorang pelajar visual mungkin akan ‘tercerahkan’ oleh simulasi 3D tentang anatomi jantung, sementara pelajar auditori lebih menyerap ilmu melalui podcast sejarah yang dinamis. Platform gamifikasi bahkan merangkul mereka yang belajar melalui tindakan dan kompetisi sehat. Inilah keindahan personalisasi yang sesungguhnya. Guru: Dari Penceramah Menjadi Fasilitator Ahli Peran teknologi yang semakin besar sering kali menimbulkan kekhawatiran: akankah peran guru tergantikan? Justru sebaliknya. Di era Edutekno, peran guru berevolusi menjadi lebih krusial dan lebih manusiawi. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu yang berdiri di depan kelas, laksana penceramah tunggal. Sebaliknya, mereka bertransformasi menjadi seorang fasilitator, seorang kurator pengetahuan, dan seorang mentor. Tugas mereka bukan lagi sekadar mentransfer informasi, tetapi memantik rasa ingin tahu, membimbing diskusi, dan membantu siswa menyaring informasi yang relevan dari lautan data di internet. Teknologi mengerjakan tugas-tugas administratif yang repetitif seperti pemeriksaan kuis pilihan ganda, sehingga guru memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk melakukan apa yang terpenting: memberikan umpan balik personal, melakukan sesi bimbingan satu per satu, dan merancang proyek-proyek kreatif yang membangun karakter. Tantangan di Balik Kemudahan Namun, layaknya pisau bermata dua, perjalanan bersama Edutekno tidak selamanya mulus. Tantangan terbesarnya bersifat sangat manusiawi. Pertama, kesenjangan digital. Akses internet yang stabil dan kepemilikan perangkat masih menjadi barang mewah bagi sebagian saudara kita. Tanpa pemerataan akses yang sungguh-sungguh, Edutekno justru berisiko memperlebar jurang ketidaksetaraan yang sudah ada. Kedua, adaptasi. Tidak semua pendidik dan orang tua siap secara mental dan teknis untuk terjun ke dunia digital. Perlu ada dukungan, pelatihan, dan pendampingan yang berkelanjutan agar teknologi tidak menjadi beban, melainkan alat bantu yang menyenangkan dan efektif. Terakhir, dan yang paling fundamental, adalah menjaga interaksi manusia. Di tengah efisiensi layar dan aplikasi, kita tidak boleh kehilangan sentuhan empati, tatapan mata yang memberi semangat, atau diskusi hangat di ruang kelas yang membentuk ikatan sosial. Kita belajar banyak dari isyarat non-verbal, dari senyum penyemangat seorang teman, atau bahkan dari kerutan dahi guru yang menunjukkan ada konsep yang perlu diperdalam. Terlalu banyak waktu di depan layar juga membawa risiko kelelahan digital, di mana interaksi terasa transaksional dan dangkal, kehilangan kehangatan esensial dari hubungan antarmanusia. Masa Depan di Tangan Kita Pada akhirnya, Edutekno adalah sebuah alat yang netral. Dampak baik atau buruknya bergantung sepenuhnya pada sang pengguna: kita. Ia bukan formula ajaib yang otomatis mencetak generasi cerdas. Ia adalah kanvas kosong yang bisa kita lukis dengan inovasi, kolaborasi, dan yang terpenting, kearifan. Tugas kita bersama adalah memastikan bahwa setiap inovasi teknologi pendidikan selalu berpusat pada manusia. Tujuannya bukan untuk menciptakan siswa yang terpaku pada layar, melainkan untuk membebaskan potensi mereka, menjadikan mereka pembelajar seumur hidup yang adaptif dan kreatif. Teknologi adalah kendaraannya, tetapi kemanusiaan harus tetap menjadi kemudinya. Karena pada akhirnya, tujuan pendidikan bukanlah untuk menciptakan robot yang pintar, tetapi untuk melahirkan manusia yang bijaksana, berempati, dan siap menjadi nahkoda di tengah lautan perubahan zaman. (***) Penulis: Fifit Editor: Toto Budiman dan Glancy Verona Foto by AI

Read More

Pertahanan Nasional Penting Di Tengah Ancaman Global, Ini Pesan Presiden Prabowo

Bandung – 1miliarsantri.net: Amanat Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto “Pertahanan Nasional Penting Di Tengah Ancaman Global”, hal tersebut ditegaskan Presiden dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Komplek Pusat Pendidikan dan Pelatihan Komando Pasukan Khusus (Pusdiklat Kopassus), Batujajar, Jawa Barat, Ahad (Minggu-red) 10/08/2025. Pertahanan Indonesia Berbasis Pertahanan Rakyat Semesta Tekad bangsa Indonesia untuk mempertahankan setiap jengkal tanah air dari ancaman global ditegaskan Presiden dalam amanatnya, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa sistem pertahanan Indonesia berbasis pertahanan rakyat semesta, di mana seluruh rakyat siap terlibat membela negara. Mengutip presidenri.go.id, Presiden Prabowo juga menekankan bahwa sistem pertahanan Indonesia berbasis pertahanan rakyat semesta, di mana seluruh rakyat siap terlibat membela negara. “Kalau kita mempertahankan bangsa kita, kita pertahankan tiap kampung, tiap dukuh, tiap lembah, tiap bukit, tiap gunung, tiap kecamatan, tiap kabupaten, tiap provinsi, tiap jengkal tanah kita pertahankan. Dari pada dijajah kembali, lebih baik kita mati,” tegasnya. Baca juga: Presiden Prabowo Naik Woosh Usai Hadiri Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia Tahun 2025 Indonesia menurut Presiden adalah bangsa yang cinta damai, namun Indonesia  tidak akan ragu memperkuat pertahanan demi menjaga kedaulatan. Presiden Prabowo mengatakan, “Bangsa Indonesia tidak suka perang. Bangsa Indonesia ingin damai, tapi bangsa Indonesia telah mengalami pengalaman pahit. Setiap kali kita mau bangkit, kita diganggu. Setiap kali kita mau menyejahterakan rakyat kita, kita diganggu.” Baca juga: Prabowo Negosiasi Tarif Impor Dengan Trump: Demi Rakyat, Bukan Segelintir Elit! Kondisi Global Pelajaran Penting Bagi Indonesia Perang yang masih terjadi di bebagai belahan dunia menjadi sorotan, menurut Presiden hal tersebut dapat dijadikan pelajaran penting bagi Indonesia. “Di kontinen Eropa, perang besar terjadi. Di Timur Tengah kita melihat bagaimana bangsa yang lemah diperlakukan. Orang tua, ibu-ibu, anak kecil dibantai dan tidak ada yang bisa menghentikan itu,” ujar Presiden. Jenderal yang juga mantan Danjen Kopassus itu melanjutkan, “Indonesia tidak mau memihak blok mana pun, tapi karena itu tidak ada pilihan lain, Indonesia harus punya pertahanan yang sangat kuat,” ungkapnya. Baca juga: 34 Warga Gaza Tewas Ditembak Pasukan Israel, Warga Israel Unjuk Rasa Tolak Rencana Netanyahu Komitmen Pada Pertahanan Bangsa Pada kesempatan Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Komplek Pusdiklat Kopassus, Presiden mengapresiasi tokoh-tokoh nasional yang lahir dan mengenakan seragam sebagai bentuk komitmen pada pertahanan bangsa. Kepala Negara menegaskan. Diakhir amanatnya Presiden Prabowo mengingatkan, “Banyak negara mungkin merasa lebih kuat dari kita, tapi semangat kita sudah kita buktikan, dan kita akan buktikan terus bahwa kita bangsa yang pejuang, yang tidak pernah mengenal menyerah.” Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : PRESIDENRI.GO.ID dan TNI.MIL.ID Foto Istimewa presidenri.go.id dan tni.mil.id

Read More

Otoritas Gaza Desak Akses Darat ‘Kecam Pengiriman Bantuan Udara Yang Mematikan’ Dan Kacau

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Gaza mengalami kelaparan yang parah sejak blokade terhadap lalulintas bantuan internasional dilakukan oleh militer Israel dengan tidak dibukanya pintu perlintasan Rafah.  Titik Pelintasan Rafah adalah satu-satunya titik pelintasan antara Mesir dan Jalur Gaza. Pelintasan ini terletak di Perbatasan Gaza-Mesir, yang diakui oleh Perjanjian Damai Mesir-Israel 1979. Bantuan Udara Yang Mematikan Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional Palestina di Gaza mengecam praktik penerjunan bantuan kemanusiaan melalui udara, memperingatkan bahwa hal itu justru memicu kekacauan dan membahayakan warga sipil, alih-alih meringankan penderitaan.  Pejabat di Kementerian tersebut menggambarkan penerjunan ini sebagai taktik “mematikan dan kacau” yang digunakan oleh pendudukan Israel untuk memperparah kelaparan dan memicu kekacauan di antara penduduk yang sudah putus asa. Baca juga: 34 Warga Gaza Tewas Ditembak Pasukan Israel, Warga Israel Unjuk Rasa Tolak Rencana Netanyahu “Sistem distribusi bantuan di Gaza telah terjerumus ke dalam kekacauan dan pertumpahan darah, dengan konvoi makanan dan titik distribusi berubah menjadi zona mematikan di bawah tembakan Israel.” (SAFA Press Agency) Paket Bantuan Menimpa Tenda dan Rumah Mengutip Safa News Agency, Kementerian menyoroti insiden-insiden di mana paket bantuan jatuh menimpa rumah dan tenda-tenda keluarga pengungsi, yang mengakibatkan kematian, termasuk perempuan dan anak-anak. Insiden itu juga menghancurkan tempat penampungan dan barang-barang. Kementerian menekankan bahwa jumlah bantuan yang dikirimkan melalui udara sangat minim dan gagal mengatasi bencana kelaparan parah yang melanda Gaza. Keluarga-keluarga terpaksa mempertaruhkan nyawa demi sisa-sisa makanan, sementara rumah sakit, yang sudah kewalahan dan kehabisan tenaga, merawat korban serangan setiap hari di dekat pusat-pusat bantuan. Anak-anak menderita malnutrisi akut, dan para ibu terpaksa memberi bayi mereka air putih, bukan susu, karena rak-rak kosong dan persediaan menipis. Baca juga: Perang Gaza: Netanyahu Ingin Ambil Alih Penuh Gaza Meskipun Militer Israel Tidak Setuju “Titik Pelintasan Rafah adalah satu-satunya titik pelintasan antara Mesir dan Jalur Gaza“. (Wikipedia) Bantuan Darat Solusi Efektif Pengiriman Bantuan Kementerian menegaskan bahwa satu-satunya solusi efektif adalah pembukaan penuh dan permanen penyeberangan darat untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang cukup dan aman setiap hari. Otoritas juga mendesak komunitas internasional dan semua pihak yang terlibat untuk mempertimbangkan kembali metode berbahaya tersebut demi perlindungan warga sipil dan untuk mengakhiri kampanye sistematis kelaparan yang dipaksakan kepada rakyat Gaza. Penutupan dan penyegelan perbatasan telah menghentikan masuknya makanan, obat-obatan, dan bahan bakar, sehingga meruntuhkan jalur kehidupan Gaza. Bantuan yang dijatuhkan melalui udara terbukti sama sekali tidak memadai untuk menghadapi skala kebutuhan, karena kelaparan mendorong seluruh penduduk menuju keputusasaan.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : SAFA Press Agency Foto Istimewa SAFA Press Agency

Read More

5 Langkah Menjadikan Kampus Sebagai Ruang Aman Bagi Civitas Akademika

Surabaya – 1miliarsantri.net : Di balik citra intelektual yang melekat pada perguruan tinggi, tersimpan kenyataan kelam: praktik kekerasan yang berulang dan kerap tak tertangani. Kampus yang seharusnya menjadi ruang aman bagi tumbuh kembang intelektual, justru acap kali menjadi tempat kekerasan fisik, psikis, verbal, hingga seksual terjadi. Kekerasan di kampus bukanlah sekadar perilaku menyimpang personal, melainkan hasil dari budaya struktural yang permisif terhadap kekerasan. Relasi kuasa antara dosen dan mahasiswa, pembinaan organisasi yang menjurus perpeloncoan, serta lemahnya sistem pengaduan membentuk ruang kekosongan hukum yang dimanfaatkan pelaku. Angka dan Fakta Terkini Data terbaru dari Komnas Perempuan tahun 2024 menunjukkan bahwa telah terjadi 4.178 kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia, dan 82 di antaranya terjadi di lingkungan perguruan tinggi sepanjang 2021–2024. Sayangnya, angka ini diyakini hanya puncak dari gunung es, karena banyak kasus tidak dilaporkan akibat rasa takut, rasa malu, atau ketidakpercayaan terhadap sistem kampus. Laporan GoodStats (Desember 2024) juga menguatkan hal ini. Selama lima tahun terakhir, tren kekerasan seksual di perguruan tinggi mengalami peningkatan signifikan: Data tahun 2019 : 1.298 kasus, 2021 : 1.628 kasus, 2022 : 2.094 kasus, 2023 : 2.244 kasus dan 2024 (hingga November) : 1.919 kasus. Sementara itu, Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) melaporkan bahwa dari 573 kasus kekerasan di lembaga pendidikan tahun 2024, 42 persen merupakan kekerasan seksual. Ini menegaskan bahwa kekerasan dalam institusi pendidikan, termasuk perguruan tinggi, masih sangat tinggi dan memprihatinkan. Bentuk kekerasan pun kini berkembang. Dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan (2023–2024), tercatat bahwa kekerasan seksual berbasis elektronik (KSBE) menjadi salah satu bentuk kekerasan yang paling banyak dilaporkan. Kekerasan semacam ini kerap terjadi di kampus melalui pesan, gambar, atau video tidak senonoh yang dikirim atau dipublikasikan tanpa persetujuan korban. Kasus Konkret di Perguruan Tinggi Realitas di berbagai perguruan tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa lingkungan kampus juga dapat menjadi tempat terjadinya kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual. Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari budaya senioritas, relasi kuasa antara dosen dan mahasiswa, lemahnya sistem pelaporan, hingga minimnya edukasi tentang kesetaraan gender dan perlindungan korban. Diantara kasus yang muncul di ruang publik terjadi di Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu kasus pelecehan seksual saat program KKN tahun 2018 menjadi titik balik penting yang mendorong munculnya kebijakan nasional. Di IPB (2023), seorang mahasiswa meninggal dunia dalam kegiatan kaderisasi organisasi yang melibatkan kekerasan fisik. Kemudian di Universitas Riau (2022), seorang dosen melakukan pelecehan seksual kepada mahasiswinya dengan modus bimbingan akademik. Serta kasus di UNNES (2022), puluhan mahasiswi melaporkan pelecehan dari dosen dan senior kampus, menunjukkan pola berulang yang melibatkan relasi kuasa. Di Indonesia, kekerasan di kampus sering kali tidak terungkap karena korban takut melapor—khawatir akan stigma, ancaman, atau dampak akademik. Penanganan yang kurang memadai, baik oleh pihak kampus maupun aparat, membuat masalah ini berulang. Beberapa kasus bahkan baru terungkap setelah korban berbicara di media sosial atau setelah adanya investigasi jurnalistik. Perlunya Tanggung Jawab Institusional Pemerintah telah mengambil langkah penting dengan menerbitkan Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Regulasi ini mewajibkan setiap perguruan tinggi membentuk Satuan Tugas PPKS, menyediakan kanal pelaporan yang aman, serta menjamin pemulihan korban. Selanjutnya dengan Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT) Data Komnas Perempuan 2024 menyebutkan bahwa sudah terbentuk 1.724 Satgas PPKS di perguruan tinggi. Namun, hanya 53 persen pimpinan kampus yang memberikan dukungan penuh, sementara 23 persen menyatakan masih minim dukungan. Angka ini menunjukkan bahwa pembentukan satgas belum cukup jika tidak disertai komitmen kuat dari pimpinan lembaga. Semua perguruan tinggi wajib membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan paling lambat 6 bulan setelah Peraturan berlaku (14 April 2025). Satgas lama (PPKS berdasarkan Permen 30/2021) tetap menjalankan tugas hingga masa jabatannya habis, namun mulai bekerja berdasarkan ketentuan Permen 55/2024. Keanggotaan minimal 7 orang—terdiri dari ketua, sekretaris, anggota dari berbagai unsur-dan dipilih dengan memperhatikan keterwakilan perempuan. Tugas Tugas utama meliputi: penyusunan pedoman, edukasi, penerimaan laporan, koordinasi layanan disabilitas, pemantauan tindak lanjut, dan pelaporan tahunan ke pimpinan kampus Di sisi lain, Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menegaskan bahwa pendidikan bertujuan untuk membentuk manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Kekerasan dalam dunia akademik adalah pengkhianatan terhadap nilai-nilai tersebut. Langkah Konkret Mencegah Kekerasan Perguruan tinggi tidak boleh lagi bersikap reaktif. Beberapa langkah konkret yang dapat diambil stakeholders di lingkungan kampus antara lain: 1. Mengaktifkan dan memperkuat Satgas PPKS, dengan keanggotaan yang inklusif dan independen. 2. Membangun mekanisme pelaporan yang aman dan tidak memihak, dengan melibatkan konselor dan tenaga psikolog. 3. Melakukan edukasi rutin kepada dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan tentang kekerasan seksual dan bentuk-bentuk kekerasan lain. 4. Meninjau ulang proses kaderisasi dan budaya organisasi kemahasiswaan, agar tidak menjadi ruang pembiaran kekerasan. 5. Memastikan pemulihan korban secara psikososial, termasuk layanan kesehatan mental dan perlindungan dari intimidasi. Kampus sebagai Ruang Peradaban Kekerasan di perguruan tinggi adalah pengkhianatan terhadap esensi pendidikan itu sendiri. Pendidikan tidak bisa berjalan dalam suasana ketakutan. Kampus harus menjadi ruang aman untuk semua: tempat berpikir bebas, berdialog, dan tumbuh secara utuh sebagai manusia. Jika kita ingin membangun peradaban yang beradab, maka menjadikan kampus bebas kekerasan bukan lagi sebuah pilihan. Itu adalah keharusan moral dan konstitusional. Referensi: Komnas Perempuan, Siaran Pers 2024 GoodStats, “Tren Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi”, Desember 2024 JPPI, Laporan Kekerasan Lembaga Pendidikan 2024 Permendikbudristek No. 30 Tahun 2021 tentang PPKS Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi CATAHU Komnas Perempuan 2023–2024 Penulis : Editor : Toto Budiman

Read More

Lowongan Kerja Terbaru KAI Commuter Pendidikan Minimal SMA/SMK

Jakarta – 1miliarsantri.net: KAI Commuter perusahaan yang didirikan untuk mengelola layanan kereta komuter, terutama di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) saat ini membuka lowongan kerja terbaru untuk lulusan SMA/SMK. PT Kereta Commuter Indonesia adalah nama badan hukumnya, perusahaan ini merupakan anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero). KAI Commuter juga mengoperasikan kereta bandara dan kereta lokal di daerah lain seperti Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta. Maksud dan Tujuan Perusahaan, Maksud dan Tujuan perusahaan yaitu untuk melakukan usaha di bidang transportasi pada umumnya, khususnya dibidang perkeretaapian dengan menyediakan barang atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat yang meliputi usaha pengangkutan orang dengan kereta api dan usaha non angkutan penumpang dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas. 1.000.000 orang per hari menggunakan Comuter Line Kondisi ini mendorong KAI Commuter terus berupaya menghadirkan layanan transportasi yang aman dan nyaman untuk seluruh lapisan masyarakat. Baca juga: Lowongan Kerja PT Eagle High Plantation Tbk, Fresh Graduate D3/S1 Silahkan Daftar Dengan Visi, Menjadi bagian gaya hidup masyarakat urban melalui pengelolaan transportasi perkotaan terbaik di Indonesia, KAI Commuter terus meningkatkan Kualitas Fasilitas Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, KCI terus berupaya memberikan fasilitas terbaik. Lowongan Kerja KAI Commuter Mengutip disnakerja.com, KCI menghadirkan ekosistem bisnis yang baik dengan tujuan agar tiap Insan KAI Commuters bisa menyalurkan potensi dan kemampuan untuk memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan. Dengan budaya kerja dan nilai AKHLAK di dalamnya, KCI akan terus berupaya membangun SDM yang kreatif, kolaboratif, dan konstruktif. Dan saat ini KCI membuka kembali lowongan kerja untuk beberapa posisi dengan persyaratan: Persyaratan Umum : Baca juga: Info Loker Lulusan SMK Sederajat ‘PT Mesin Isuzu Indonesia’, Cek Syarat dan Cara Daftar Disini Posisi, Deskripsi Pekerjaan dan Persyaratan Khusus 1. Petugas Ticketing Officer Deskripsi Pekerjaan: Persyaratan Khusus: Baca juga: Loker Terbaru Eka Hospital Bekasi, Cek Posisi, Syarat dan Link Daftar Disini 2. Petugas Passenger Service Deskripsi Pekerjaan: Persyaratan Khusus: 3. Petugas Announcer Deskripsi Pekerjaan: Persyaratan Khusus : FASILITAS: Gaji UMK sesuai penempatan, Tunjangan Tidak Tetap, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan Kelengkapan Berkas, Pastikan kamu menyiapkan berkas lengkap terdiri dari: Seleksi Administrasi: Silahkan Follow instagram @kawisata, kemudian upload video di instagram/youtube perkenalan diri menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia hashtag #ANNKCI-AGUSTUS2025 (pastikan akun anda tidak terkunci/private), link video terkunci peserta langsung dinyatakan gugur. Link Apply : DAFTAR KAI COMMUTER Prosedur dan Pendaftaran : Jika sahabat 1miliarsantri.net berminat dan mampu memenuhi persyarat dalam loker ini silahkan merapat dan segera kirimkan CV sebelum terlambat. Semoga berhasil bergabung dengan KAI Commuter. Ikuti terus Info Loker dari sumber terpercaya yang disajikan portal 1MILIARSANTRI.NET. dan ikuti kami melalui Channel WhatsApp 1 MILIAR SANTRI*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : Disnakerja, KAI Commuter Foto ilustrasi

Read More

34 Warga Gaza Tewas Ditembak Pasukan Israel, Warga Israel Unjuk Rasa Tolak Rencana Netanyahu

Gaza, Palestina – 1miliarsantri.net: Militer Israel kembali berulah melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap warga Gaza yang berkumpul di titik distribusi bantuan menunggu bantuan makanan dan air bersih. Warga Gaza ditembak secara acak dan brutal oleh tentara penjajah Israel. Arabnews memberitakan, Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan “sedikitnya 34 orang tewas akibat tembakan Israel pada hari Sabtu, termasuk lebih dari selusin warga sipil yang sedang menunggu untuk menerima bantuan.” Menurut catatan otoritas Palestina, “6 orang lainnya tewas sementara 30 orang terluka setelah pasukan Israel menargetkan warga sipil yang berkumpul di dekat titik bantuan di Gaza tengah,” katanya. Bassal mengatakan, Serangan di Gaza tengah juga mengakibatkan banyak korban, dan serangan drone (pesawat tak berawak) di dekat kota selatan Khan Yunis menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai beberapa lainnya. Warga Israel Menentang Rencana Netanyahu Mengambilalih Kota Gaza Sepenuhnya Hal yang tidak diperkirakan oleh rezim Benyamin Netanyahu, warga Israel berunjuk rasa melakukan protes menentang rencana pemerintahnya untuk menduduki Gaza sepenuhnya. Jalan raya Ayalon di Tel Aviv ditutup karena para pengunjuk rasa menyalakan api unggun di jalan; keluarga para sandera meratapi ‘para penghasut perang abadi’ karena memilih untuk ‘mengorbankan’ orang-orang yang mereka cintai Mengutip The Times Of Israel, Puluhan ribu pengunjuk rasa berkumpul di Tel Aviv dan kota-kota di seluruh Israel pada Sabtu malam untuk menuntut kesepakatan penyanderaan dan gencatan senjata sebelum Israel meluncurkan misi yang direncanakan untuk menaklukan Kota Gaza, sementara keluarga para tawanan menyerukan pemogokan umum sebagai bentuk penentangan terhadap rencana tersebut yang mereka peringatkan akan menandai lonceng kematian bagi orang-orang yang mereka cintai. Warga Israel yang dibebaskan Hamas pada Februari lalu sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata-sandera terakhir, berbicara di Hostages Square, Eliya Cohen mengatakan “Keputusan untuk mengambil alih Gaza membuat saya stres. Saya tahu apa yang terjadi pada para sandera ketika pertempuran semakin intensif.” Lonceng Kematian Para Sandera Dan Tentara Jika Rencana Netanyahu Dijalankan Aksi unjuk rasa anti-pemerintah dan pro-kesepakatan penyanderaan di depan pintu masuk Begin Street ke markas besar IDF di Tel Aviv, para pembicara mendesak para prajurit untuk menolak bertugas dalam pertempuran yang meluas, dan menyerukan kepada para pemimpin oposisi serta para pemimpin bisnis, buruh, dan akademisi untuk menghentikan sementara kegiatan negara. Ibu seorang perwira tempur di cadangan IDF, yang diperkenalkan hanya sebagai Bat-El, mengatakan kepada khalayak yang mendengarkan bahwa “para prajurit IDF semakin lemah secara fisik dan mental serta tidak memiliki perlengkapan pertahanan yang memadai.” Rencana pengambilalihan Kota Gaza “menempatkan Israel pada jalur pasti menuju perang abadi yang akan mengakibatkan kematian para sandera, menyebabkan kematian ratusan tentara, dan menyebabkan hancurnya citra Israel,” ujarnya. “Jangan setuju memasuki Gaza,” desaknya. “Tolak berpartisipasi dalam perang yang jelas-jelas ilegal,” tegasnya. Aktivis Sayap Kiri memajang tanda-tanda yang menunjukkan gambar anak-anak Palestina yang dibunuh oleh IDF di Gaza. Dibagian lain kota Tel Aviv, ratusan aktivis sayap kiri mengadakan protes diam-diam, memajang tanda-tanda yang menunjukkan gambar anak-anak Palestina yang dibunuh oleh IDF di Gaza. Mereka memegang foto anak-anak Palestina yang dibunuh oleh Israel di Gaza, di Taman HaMesila. Sejumlah pengunjuk rasa mengangkat obor menyala saat mereka bersiap berbaris di sekitar markas besar IDF untuk memprotes rencana kabinet, bersama ribuan lainnya yang bergabung dari unjuk rasa Hostages Square yang berjarak satu blok. Jumlah pengunjuk rasa makin membludak, semakin banyak masa berkumpul dekat Begin, di sisi lain puluhan orang membanjiri jalan raya Ayalon, menghalangi lalu lintas ke arah utara dan selatan serta menyalakan api unggun, dan kemudian disingkirkan oleh polisi yang membuka kembali jalan raya tersebut. Meskipun mendapat reaksi keras dan rumor perbedaan pendapat dari petinggi militer Israel, Netanyahu tetap teguh pada keputusan tersebut. Dia mengabaikan 61.000 warga Palestina yang syahid dan 1.219 orang warga Israel yang tewas akibat perang sejak 7 Oktober 2023.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : ArabNews, The Times Of Israel Foto Istimewa ArabNews, The Times Of Israel

Read More

Sekjen ASEAN Siap Menyambut Kedatangan Presiden Republik Peru di Sekretariat ASEAN

Jakarta – 1miliarsantri.net: Markas Besar ASEAN di Jakarta mengumumkan secara resmi melalui portal asean.org, Sekjen ASEAN siap menyambut kedatangan dan kunjungan resmi Presiden Republik Peru di Markas Besar ASEAN/Sekretariat ASEAN di Jakarta. Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, akan menyambut YM Dina Boluarte, Presiden Republik Peru, pada kesempatan kunjungannya ke Markas Besar ASEAN/Sekretariat ASEAN, pada tanggal 11 Agustus 2025. Kunjungan Bersejarah Menandai Kemitraan ASEAN dan Peru Kunjungan bersejarah ini menandai semakin eratnya kemitraan antara ASEAN dan Peru, yang dibangun di atas fondasi yang telah diletakkan pada tahun 2024 ketika Peru dianugerahi status Mitra Pembangunan ASEAN. Mengutip laman resmi ASEAN (asean.org) pada Sabtu (9/8/2025), diberitakan Yang Mulia Dina Boluarte akan mengadakan Pertemuan Bersama dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, dan Komite Perwakilan Tetap untuk ASEAN (CPR). Kunjungan Kenegaraan Presiden Peru ke Jepang dan Indonesia Seperti diketahui, sebelumnya dalam kunjungan kenegaraan dan pertemuan bilateral Indonesia dan Peru pada 14 November 2024, di Istana Pemerintahan Peru, Lima, Presiden RI Prabowo Subianto mengundang secara resmi Yang Mulia Presiden Republik Peru Dina Boluarte untuk melakukan kunjungan resmi ke Indonesia tahun depan (2025) dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Sebelum menuju Indonesia, terlebih dahulu Dina Boluarte akan mengunjungi Jepang, Boluarte akan mengikuti Hari Peru di Expo 2025 Osaka. Dia juga akan menemui Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba di Tokyo. Dilansir dari Andina pada Senin (4/8/2025), rencana kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Indonesia pada 5-12 Agustus 2025 tersebut disetujui Parlemen Peru dalam sidang yang diselenggarakan pekan lalu. Indonesia dan Peru merupakan anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC). Peru menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan APEC 2024 yang dihadiri Prabowo. Di Indonesia, Boluarte akan melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Keduanya akan memperingati 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Keduanya juga diperkirakan mengumumkan penyelesaian negosiasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA). Boluarte juga akan bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Indonesia, serta mengunjungi kantor pusat Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Jakarta.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : asean.org  Foto Istimewa asean.org

Read More