Gerhana Bulan Total ‘Blood Moon’ Malam Ini Mulai 23.27 WIB – Saksikan Keajaibannya!

Gerhana Bulan Total Dapat Dilihat Dari Sabang Sampai Merauke Jakarta – 1miliarsantri.net: Gerhana Bulan Total “Blood Moon” merupakan fenomena menarik untuk diamati. Hal tersebut telah diumumkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional yang disampaikan oleh Prof. Thomas Djamaluddin melalui instagram resmi BRIN @brin_indonesia. Dalam unggahanya, BRIN mengungkapkan Gerhana Bulan Total terjadi pada 7-8 September 2025, tepatnya malam ini, dan disaksikan di seluruh wilayah Indonesia. Mengutip @brin_indonesia, fenomena ini akan berlangsung mulai jam 23.27 WIB, dengan rincian sebagai berikut: Proses Terjadinya Gerhana Bulan Gerhana bulan trjadi saat purnama ketika matahari, bumi dan bulan berada dalam satu garis lurus. Namun tidak setiap purnamaterjadi gerhana, hal ini terjadi karena orbit bulan miring terhadap bidang orbit bumi mengelilingi matahari. Pada saat gerhana, bulan memasuki bayangan bumi sehingga purnama tampak gelap.

Read More

5 Aplikasi Psikologi untuk Kesehatan Mental yang Semakin Terjaga

Bekasi – 1miliarsantri.net : Kesehatan mental menjadi salah satu isu penting yang kini menjadi fokus di banyak negara, termasuk Indonesia. Kesehatan mental tidak sama halnya dengan kesehatan fisik yang terlihat, oleh sebab itu ada banyak tolak ukur yang menjadi faktor kesehatan mental seseorang. Kemampuan seseorang dalam mengatasi tekanan hidup, menyadari potensi yang ada dalam diri, mampu belajar dan bekerja dengan baik serta memberikan kontribusi untuk sekitar menjadi salah satu tanda bahwa dirinya memiliki kesehatan mental yang baik. Tidak hanya itu, kesehatan mental yang baik juga akan sangat berpengaruh pada bagaimana seseorang dapat berinteraksi dan menjalin hubungan dengan orang lain. Seseorang dengan kesehatan mental yang baik juga dinilai mampu melakukan kontrol terhadap dirinya saat menghadapi berbagai permasalahan. Namun jika melihat situasi saat ini, ada banyak permasalahan baik dari segi ekonomi, keluarga maupun lingkungan maka tidak heran jika banyak orang yang mengalami masalah kesehatan mental. Tidak hanya orang dewasa, bahkan anak dengan usia sekolah pun berpotensi mengalami masalah kesehatan mental. Kesehatan mental dinilai masih tabu di kalangan masyarakat, apalagi adanya stigma yang seringkali membuat seseorang enggan untuk mengakui bahwa dirinya mengalami masalah mental membuat permasalahan kesehatan mental di Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Bahkan angka bunuh diri remaja di Indonesia mengalami peningkatan pada beberapa tahun terakhir.  Dikutip dari situs bbc.com, disebutkan bahwa satu dari tiga anak usia 10 – 17 tahun di Indonesia disebut memiliki masalah kesehatan mental. Hubungan Psikologi dan Kesehatan Mental Jika berbicara mengenai kesehatan mental, maka ilmu yang akan selalu berkaitan adalah psikologi. Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kesehatan mental. Sementara itu menurut ahli, psikologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan mental, yang mana perilaku yang dimaksud adalah perilaku yang dapat diobservasi, baik pada manusia maupun hewan, sedangkan mental mencakup sensasi, persepsi, memori, fikiran, mimpi, motivasi, emosi dan pengalaman-pengalaman subjektif seseorang. Berangkat dari hal tersebut, maka psikologi menjadi gerbang untuk mempelajari kesehatan mental secara lebih mendalam. Melalui psikologi, seseorang dapat mengetahui bagaimana seseorang dapat dikatakan sehat secara mental, apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi serta pencegahan apa yang dapat dilakukan agar tidak mengalami masalah pada kesehatan mental. Solusi Kesehatan Mental Masa Kini Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, ada banyak solusi yang ditawarkan dari setiap permasalahan, salah satu permasalahan terkait adalah kesehatan mental. Mengingat kesehatan mental seringkali memunculkan stigma buruk terhadap penderitanya, maka banyak orang memilih untuk menyimpan sendiri masalah kesehatan mental yang sedang dialami. Namun, teknologi yang saat ini sudah semakin merambah ke berbagai bidang salah satunya kesehatan mental menciptakan berbagai kemudahan bagi penggunanya. Salah satu aplikasi dalam bidang kesehatan yang kini hadir yaitu layanan telemedicine, yang merupakan layanan kesehatan berbasis teknologi, yang memberikan kesempatan bagi penggunanya untuk melakukan konsultasi jarak jauh dengan tenaga medis, tanpa harus bertatap muka secara langsung.

Read More

Mengenal Perbedaan Wakaf Sosial dan Wakaf Produktif, Untuk Kesejahteraan Umat

Malang – 1miliarsantri.net : Wakaf merupakan salah satu instrumen penting dalam ajaran Islam yang mampu memberikan manfaat luas bagi umat. Di era modern, bentuk dan pengelolaannya berkembang, termasuk dalam kategori sosial dan produktif. Di sinilah pentingnya memahami perbedaan wakaf sosial dan wakaf produktif agar masyarakat dapat memilih jenis wakaf yang paling sesuai dengan nilai, visi, dan tujuan yang ingin dicapai. Pemahaman yang baik tentang perbedaan ini juga menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan, pengelolaan aset umat, hingga penguatan ekonomi Islam di tingkat nasional maupun lokal. Dalam konteks pembangunan ekonomi keumatan, pemahaman ini bahkan bisa menjadi langkah strategis menuju kemandirian. Perbedaan Wakaf Sosial dan Wakaf Produktif Wakaf sosial selama ini menjadi bentuk wakaf yang paling dikenal oleh masyarakat. Ini adalah jenis wakaf yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat tanpa melalui proses usaha atau perputaran ekonomi. Sebagai contoh, seseorang mewakafkan sebidang tanah untuk dibangun masjid atau sekolah. Tanah itu, setelah diwakafkan, tidak diusahakan secara ekonomi, melainkan langsung dimanfaatkan untuk kegiatan ibadah, pendidikan, atau layanan sosial lainnya. Dalam konteks ini, fungsi sosial wakaf terasa nyata, meski dari sisi ekonomi aset tersebut bisa jadi tidak mengalami pertumbuhan. Sebaliknya, wakaf produktif mengusung konsep pengelolaan yang lebih aktif. Aset yang diwakafkan tidak langsung digunakan, melainkan dikelola secara profesional agar menghasilkan surplus atau keuntungan. Keuntungan inilah yang kemudian digunakan untuk membiayai berbagai program sosial. Misalnya, tanah wakaf disewakan sebagai lahan pertanian atau dibangun menjadi ruko. Pendapatan dari kegiatan ekonomi ini lalu digunakan untuk mendukung layanan pendidikan, kesehatan, atau bantuan bagi kaum dhuafa. Dengan demikian, wakaf tidak hanya memberi manfaat spiritual dan sosial, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi umat. Konsep ini menekankan bahwa potensi ekonomi wakaf tidak boleh dibiarkan menganggur. Tujuan Pengelolaan Wakaf Sosial dan Wakaf Produktif Jika ditelaah lebih jauh, perbedaan wakaf sosial dan wakaf produktif juga mencakup tujuan pengelolaannya. Wakaf sosial cenderung memiliki tujuan jangka pendek seperti memberikan manfaat secara langsung dan cepat. Sedangkan wakaf produktif dirancang untuk tujuan jangka panjang, yakni menghasilkan manfaat berkelanjutan. Model ini menekankan pada prinsip sustainable charity, yakni amal yang terus mengalir tanpa harus menambah harta pokok yang baru. Ini membuat wakaf produktif menjadi instrumen strategis dalam membangun ketahanan ekonomi umat, terutama jika dikembangkan secara kolektif dan transparan.

Read More

Membiasakan Anak untuk Bersedekah, Membentuk Karakter Peduli Sejak Dini

Malang – 1miliarsantri.net : Salah satu penanaman nilai-nilai kebaikan pada anak yaitu dengan mengajarkan pentingnya bersedekah sejak dini. Bersedekah bukan hanya tentang memberi uang atau barang, tetapi juga menumbuhkan rasa empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Anak yang terbiasa bersedekah sejak dini akan tumbuh menjadi individu yang tidak hanya peduli terhadap dirinya sendiri. Namun, juga terhadap lingkungan sekitar. Kebiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil di rumah dan didukung oleh keteladanan orang tua. Membangun kebiasaan bersedekah sejak dini memberikan dampak besar dalam pembentukan karakter anak. Salah satu manfaat utama dari kebiasaan ini adalah tumbuhnya rasa empati. Anak yang sejak kecil dilibatkan dalam kegiatan berbagi akan belajar memahami perasaan orang lain, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan. Empati ini menjadi pondasi penting dalam membentuk kepribadian sosial yang sehat dan seimbang. Selain itu, bersedekah sejak dini juga menumbuhkan rasa syukur dalam diri anak. Ketika anak menyadari bahwa apa yang mereka miliki bisa memberikan manfaat bagi orang lain, mereka akan lebih menghargai dan tidak mudah mengeluh. Kebiasaan ini mengajarkan bahwa kebahagiaan bukan hanya berasal dari memiliki, tetapi juga dari memberi. Yang tidak kalah penting, kebiasaan bersedekah sejak usia dini mampu mengurangi sifat egois dan konsumtif pada anak. Anak akan terbiasa berbagi dan tidak merasa semua hal harus dimiliki sendiri. Mereka belajar untuk hidup sederhana dan memperhatikan kebutuhan orang lain. Strategi Praktis untuk Mengajarkan Anak Bersedekah Sejak Dini Agar anak benar-benar memahami makna sedekah, pendekatan yang tepat sangat dibutuhkan. Salah satu cara paling sederhana untuk mengenalkan bersedekah sejak dini adalah dengan memulainya dari rumah. Orang tua bisa menyediakan kotak sedekah keluarga dan mengajak anak untuk rutin menyisihkan sebagian uang jajannya. Aktivitas ini secara perlahan membentuk kebiasaan positif yang membekas dalam pikiran anak. Penting bagi orang tua untuk memberikan contoh nyata. Anak adalah peniru yang andal. Saat mereka melihat orang tua atau orang dewasa di sekitarnya rajin bersedekah, mereka akan merasa bahwa hal itu adalah bagian dari kehidupan yang normal dan pantas untuk diikuti. Tak hanya itu, anak juga dapat terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang juga bagian dari proses pembelajaran. Misalnya, saat keluarga membagikan makanan ke tetangga yang membutuhkan, mengunjungi panti asuhan, atau menghadiri acara penggalangan dana, libatkan anak secara aktif. Selain itu, gunakan cerita dan media edukatif yang menyenangkan. Buku anak, video pendek, atau kisah inspiratif tentang anak-anak yang gemar berbagi bisa menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan konsep bersedekah sejak dini secara menarik. Peran Lingkungan dalam Mendukung Anak Bersedekah Sejak Dini Meskipun peran keluarga sangat besar, lingkungan luar juga memiliki pengaruh yang tidak kalah penting dalam membentuk kebiasaan bersedekah sejak dini. Sekolah, misalnya, dapat menyelenggarakan program sedekah secara rutin seperti pengumpulan donasi mingguan atau program “jumat berkah”.

Read More

Keajaiban Sedekah, Benarkah  Rezeki akan Berlipat Ganda?

Malang – 1miliarsantri.net : Sedekah bukan hanya soal memberi harta, tapi ia menyimpan kekuatan besar yang mampu mengubah hidup seseorang secara lahir dan batin. Dalam Islam, keajaiban sedekah sudah disebutkan berkali-kali, baik dalam Al-Qur’an maupun hadis-hadis Rasulullah SAW. Ia bukan sekadar bentuk kebaikan, tapi juga jalan membuka pintu rezeki yang sebelumnya tertutup. Dalam Al-Qur’an sudah jelas Allah menjelaskan perintah tentang sedekah yang difirmankan dalam surat Al-Baqarah ayat 267 yang artinya; “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan untukmu” Keajaiban sedekah bukan mitos, melainkan janji nyata dari Tuhan kepada mereka yang ikhlas memberi. Pembahasan kali ini kita akan membahas dengan mendalam alasan kenapa sedekah menjadi kunci rezeki yang berlipat ganda, dan bagaimana keajaiban sedekah bekerja secara spiritual dan nyata?. Keajaiban Sedekah Menurut Firman Allah dalam Al-Qur’an Dalam Al-Qur’an, keajaiban sedekah digambarkan sangat jelas. Salah satu ayat yang sering dikutip adalah QS. Al-Baqarah: 261, di mana Allah menyebut sedekah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh bulir, dan setiap bulir mengandung seratus biji. Artinya, satu amal sedekah bisa menghasilkan tujuh ratus kali lipat kebaikan dan rezeki. “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji, Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” Qur’an Surat Al-Baqarah ayat : 261. Ini bukan hanya simbolik, tetapi juga sebuah perumpamaan yang menunjukkan betapa besarnya balasan Allah kepada mereka yang gemar bersedekah. Maka, kenapa harus sedekah? Inilah rahasia rezeki yang berlipat ganda yang langsung dijelaskan oleh Al-Qur’an kepada umat manusia. Keajaiban Sedekah dalam Hadits Rasulullah Selain itu, keajaiban sedekah juga sangat ditekankan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW. Salah satu sabdanya yang sangat populer adalah “Sedekah tidak mengurangi harta.” Pernyataan ini terdengar paradoks di permukaan, tetapi ketika diamalkan, kebenarannya sangat terasa. Banyak orang yang setelah bersedekah justru mendapatkan keuntungan bisnis yang tak terduga, rezeki yang tiba-tiba datang, atau bahkan jalan keluar dari masalah yang sebelumnya dianggap buntu. Rasulullah juga bersabda bahwa sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api. Maka, selain menjadi sarana menambah rezeki, keajaiban sedekah juga menjadi media penyucian jiwa dan penebus kesalahan. Keajaiban sedekah tidak hanya berhenti pada aspek spiritual dan balasan akhirat, tapi juga berperan sebagai pelindung dari musibah. Dalam satu hadis, Rasulullah SAW bersabda, “Bersegeralah bersedekah, karena bala tidak bisa mendahului sedekah.” Artinya, sedekah bisa menjadi perisai yang menyelamatkan seseorang dari bahaya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Banyak kisah nyata di sekitar kita yang memperlihatkan hal ini, seseorang yang rutin bersedekah ternyata selamat dari kecelakaan, sakit berat, atau kerugian besar. Keajaiban sedekah bekerja secara tak kasat mata, namun efeknya nyata dan tak terbantahkan. Maka, sekali lagi, kenapa harus sedekah? Inilah rahasia rezeki yang berlipat ganda dan perlindungan dari hal-hal yang tak terduga.

Read More

Mitos dan Doa Tolak Bala di Bulan Safar, Amalan untuk Melindungi Diri

Malang – 1miliarsantri.net : Dalam kalender Hijriah, bulan Safar sering mendapat perhatian khusus dari sebagian umat Islam di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Safar bulan kedua setelah Muharam, sering dikaitkan dengan berbagai mitos, khususnya tentang datangnya bala atau kesialan. Keyakinan ini diwariskan turun-temurun, meski tidak semuanya memiliki dasar yang kuat dalam ajaran Islam. Di sisi lain, tradisi masyarakat yang berkembang justru melahirkan beragam praktik keagamaan, seperti doa tolak bala, shalat sunnah, hingga sedekah bersama. Praktik ini menjadi bagian dari khazanah Islam Nusantara, yang menarik untuk ditelusuri makna historis maupun religiusnya. Dalam sebagian tradisi, bulan Safar dianggap sebagai waktu turunnya berbagai musibah, penyakit, atau peristiwa buruk. Pada hari tertentu di bulan safar, ada anggapan bahwa bala diturunkan ke muka bumi, sehingga masyarakat melakukan berbagai ritual doa dan sedekah untuk menangkalnya. Doa Tolak Bala di Bulan Safar, untuk menjaga keselamatan dan kesejahteraan Meski anggapan tentang kesialan bulan Safar ditolak, tradisi membaca doa tolak bala tetap hidup dalam masyarakat. Bagi sebagian umat, doa bukan sekadar ritual simbolis, melainkan bentuk permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari segala keburukan yang mungkin menimpa. Nah, berikut ini beberapa doa yang sering dibaca pada bulan Safar antara lain: 1. Doa Nabi Muhammad SAW: “Allahumma inni a’udzu bika min al-barashi, wal-jununi, wal-judzami, wa sayyi’il-asqam.” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan segala penyakit buruk lainnya). 2. Doa Selamat dan Tolak Bala: “Bismillahil ladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil-ardhi wa la fis-sama’i wa huwa sami’ul alim.” (Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). Selain berdoa, sebagian masyarakat juga melakukan shalat sunnah empat rakaat di hari rabu terakhir bulan safar dengan niat memohon keselamatan.

Read More

Rabu Wekasan: Hari Sial atau Tradisi Islam Nusantara?

Malang – 1miliarsantri.net : Bagi sebagian masyarakat Muslim di Jawa, kedatangan Rabu terakhir di bulan Safar kerap menimbulkan rasa was-was. Hari itu dikenal dengan sebutan Rabu Wekasan, yang dalam keyakinan sebagian orang diyakini sebagai hari turunnya berbagai musibah. Namun, di sisi lain, ada pula yang melihatnya sebagai bagian dari kekayaan tradisi Islam Nusantara yang sarat makna spiritual. Benarkah Rabu Wekasan adalah hari sial, atau sekadar tradisi kultural yang dibalut ajaran Islam? mari kita kupas bersama. Istilah Wekasan berasal dari bahasa Jawa, berarti “penghabisan” atau “terakhir”. Rabu Wekasan merujuk pada Rabu terakhir bulan Safar dalam kalender Hijriah. Beberapa teks Arab klasik menyinggung bahwa Safar kerap dikaitkan dengan masa ujian, perjalanan, atau penyakit. Dalam kitab al-Azkar karya Imam Nawawi, disebutkan bahwa sebagian masyarakat Arab pra-Islam meyakini Safar sebagai bulan sial karena diyakini banyak musibah terjadi. Mereka menghindari bepergian, menikah, bahkan memulai usaha di bulan tersebut. Kepercayaan ini berasal dari tradisi jahiliah. Namun, ditegaskan oleh Nabi Muhammad SAW bahwa hal itu keliru. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda: “Tidak ada thiyarah (takhayul buruk), tidak ada adwa (penularan tanpa izin Allah), tidak ada haamah (burung pertanda maut), dan tidak ada Safar.” (HR. Bukhari dan Muslim). Meski demikian, secara historis bulan Safar tercatat sebagai bulan yang cukup rawan. Misalnya, beberapa perang besar dalam sejarah Islam seperti Perang Bi’r Ma’unah (4 H) dan Perang Khandaq (5 H) terjadi pada bulan Safar. Beberapa sumber klasik seperti Tarikh at-Tabari dan Sirah Ibnu Ishaq mencatat bahwa perjalanan-perjalanan militer Nabi dan para sahabat banyak dilakukan di bulan ini, sehingga masyarakat kala itu mengasosiasikan Safar sebagai bulan “bergeraknya bala tentara” atau “masa ujian”. Di sisi lain, dalam literatur sufi dan tasawuf, bulan Safar dipahami secara simbolis sebagai periode “pembongkaran” atau pembersihan jiwa dari sifat buruk. Beberapa tarekat menyebut Safar sebagai momentum untuk muhasabah dan memperbanyak zikir tolak bala. Tradisi ini berkembang pesat di kawasan Asia Selatan dan kemudian ikut memengaruhi budaya Islam di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Dengan latar belakang historis dan kultural seperti ini, tak heran jika masyarakat Muslim Jawa kemudian mengembangkan interpretasi lokal terhadap bulan Safar. Mereka memadukan nilai-nilai Islam dengan budaya lokal, dan menjadikan Rabu terakhir bulan ini (Rabu Wekasan) sebagai waktu yang penting untuk berdoa, sedekah, dan memohon perlindungan dari segala bala. Rabu wekasan, Antara Keyakinan dan Kekhawatiran Sebagian masyarakat meyakini Rabu Wekasan sebagai hari yang penuh risiko. Pandangan ini biasanya didasarkan pada cerita turun-temurun yakni musibah besar kerap datang di bulan Safar. Karena itu, doa bersama, sedekah, dan pembacaan surat Yasin atau shalawat dilakukan sebagai bentuk ikhtiar menolak bala. Di sejumlah daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Madura, Rabu Wekasan dirayakan layaknya perayaan kecil, masyarakat berkumpul di masjid atau mushala, membaca doa khusus, lalu menutupnya dengan makan bersama.

Read More

Viral Budaya Lokal di Era Digital; Potensi Tiktok dan Youtube dalam Melestarikan Budaya

Malang – 1miliarsantri.net : Beberapa waktu lalu, publik dibuat terpukau oleh aksi Rayyan Arkhan Dikha, seorang anak lelaki dari Riau yang menari dengan semangat di ujung perahu pacu jalur. Cuplikan videonya viral di media sosial TikTok dan YouTube Shorts. Dengan ekspresi khas dan gerakan jenaka, Rayyan memikat jutaan warganet. Tanpa produksi mewah atau promosi resmi, video itu menjadi bukti bahwa budaya lokal bisa hadir secara spontan di panggung digital global. Tradisi pacu jalur bukan budaya baru. Ia merupakan perlombaan perahu panjang yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Kuantan Singingi. Namun baru kali ini, dengan bantuan media sosial, tradisi tersebut mendapat panggung seluas ini. Viralitas Rayyan menyimpan pesan penting bahwa eksistensi budaya lokal tidak mati. Ia hanya butuh ruang baru untuk dihidupkan kembali oleh generasi muda dengan caranya sendiri. Ketika Media Sosial Menjadi Kelas Budaya TikTok dan YouTube tak lagi hanya sebagai ruang hiburan. Kini, keduanya menjadi medium belajar secara tak langsung. Konten budaya lokal yang viral bisa menjadi bahan ajar yang segar dan relevan. Sekolah sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengintegrasikan tren ini dalam pembelajaran. Alih-alih mengandalkan hafalan, guru bisa mengajak siswa mengkaji makna budaya di balik video viral seperti tarian Rayyan. Siswa dapat diajak membuat proyek digital yang sejenis, mulai dari mendokumentasikan budaya lokal, mewawancarai tokoh adat, hingga membuat narasi visual tentang tradisi di lingkungan mereka. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar budaya, tetapi juga mengasah keterampilan literasi digital, berpikir kritis, dan empati sosial. Literasi Budaya dan Digital Harus Berjalan Bersamaan Dua hal penting yang dibutuhkan di era sekarang ialah literasi budaya dan literasi digital. Yang satu mengajarkan kita memahami akar dan nilai, yang lain membekali kita dengan cara mengomunikasikannya secara efektif. Rayyan memberi contoh bahwa anak-anak bisa menjadi penggerak budaya, asal diberi ruang dan dukungan. Namun agar tidak salah arah, pendampingan dari guru dan orang dewasa sangat penting. Siswa perlu dibantu membedakan antara konten bermakna dan konten sensasional. Mereka harus paham bahwa budaya bukan sekadar bahan tontonan, tapi warisan yang harus dihargai. Dalam hal ini sekolah bisa menjadi pusat produksi budaya baru. Dengan teknologi yang kini makin terjangkau, siswa dapat menciptakan konten budaya mereka sendiri yang otentik, kreatif, dan kontekstual.

Read More

Indonesia U-23 Menang 5 Gol Lawan Macau, Modal Berharga Kontra Korsel U-23 Di Laga Pamungkas

Timnas Indonesia U-23 Berpeluang Lolos Piala AFC U-23 2026 Jika Mampu Mengalahkan Korsel U-23 Sidoarjo – 1miliarsantri.net: Berbekal hasil kurang memuaskan pada laga awal Grup J Piala Asia AFC U-23 saat melawan Laos U-23, Timnas Indonesia berhasil memenangkan pertandingan melawan Macau U-23 malam ini di Stadion Gelora Sidoarjo, Sabtu 6/9/2025. Timnas Indonesia U-23 yang berada di Grup J saat ini berada di urutan kedua klasemen sementara dibawah Korea Selatan setelah kedua tim tersebut berhasil mengalahkan lawan masing-masing dengan skor besar. Korsel U-23 berhasil membantai Laos U-23 dengan skor lebih dari selusin, negeri gingseng itu menang 7-0 tanpa balas. Indonesia U-23 juga tak mau ketinggalan, Timnas Garuda Muda berhasil menang dengan skor telak 5-0 atas Macau U-23. Gol-Gol Indonesia U-23 vs Macau U-23 Indonesia U-23 yang bermain di kandang sendiri menghadapi Macau U-23 bermain dengan formasi 4-3-3. Pelatih Indonesia, Gerald Vanenburg menggunakan skema ofensif, sedangkan Macau bermain dengan pola bertahan 5-3-2. Gol pertama menit ke-3 akibat gol bunuh diri pemain Macau Ieng Lek Hang, Indonesia unggul 1-0 atas Macau. Indonesia kembali unggul setelah Arkhan Fikri menjebol gawang Macau yang dikawal Lam Chak pada menit 17′, Indonesia memimpin 2-0. Memasuki menit-menit awal babak kedua, Indonesia mendominasi pertandingan, menit ke 46 terjadi kemelut di kotak pinalty Macau, Rayhan Hannan berhasikl menceploskan si kulit bundar untuk mencatatkan namanya di papan skor, Macau 0-3 Indonesia. Zanadin Fariz yang bermain dari bangku cadangan berhasil membawa Indonesia menjauh dengan skor 4-0 setelah tembakannya gagal dijangkau kiper Macau, dan memaksa Lam Cak kembali memungut bola dari gawangnya. Rafael Struik yang juga masuk dari bangku cadangan, melalui akselerasinya menusuk jantung pertahanan Macau berhasil memperdaya Lam denga sontekan kaki kanannya yang mengarah tajam ke pojok gawang Macau, 5-0 Indonesia unggul hingga berakhirnya waktu normal dan injury time 5 menit. Starting XI Timnas Indonesia U-23

Read More

Sari Roti Buka Lowongan Kerja Terbaru Untuk Lulusan SMA/SMK dan D3

Jakarta – 1miliarsantri.net: Sari Roti, perusahaan roti terkemuka yang mencatatkan sahammnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten ROTI kembali membuka lowongan kerja terbaru September 2025, terutama untuk fresh graduate. Lowongan kerja terbuka untuk lulusan kamu fresh graduate lulusan SMA/SMK (pengalaman tidak diutamakan) dan bagi lulusan D3 diutamakan berpengalaman di industri bakery yang memiliki pengalaman 1-2 tahun dan memenuhi beberapa kriteria silahkan melamar. Sejarah Sari Roti Perusahan ini berdiri di Cikarang, Jawa Barat dan kemudian beroperasi secara komersial dengan memperkenalkan “Sari Roti” kepada keluarga Indonesia. Tahun 2001. Tahun 2003 bertransformasi menjadi Nippon Indosari Corpindo meningkatkan kapasitas produksinya. Selanjutnya tahun 2005 memperluas penetrasi pasar ke Jawa Timur dengan mengoperaikan pabrik kedua di Jawa Timur, tepatnya di Pasuruan. Dari tahun 2011 hingga tahun 2013 berhasil mengoperasikan 5 pabrik baru di Semarang, Medan, Cibitung, Makassar dan Palembang. Dan tahun 2014 menyelesaikan pembangunan pabrik baru di Purwakarta dan Cikande Banten, sehingga Sari Roti memiliki 10 pabrik yang tersebar di 6 provinsi. Lowongan Kerja PT Nippon Indosari Corpindo Tbk 1. Operator Picking Deskripsi Pekerjaan:

Read More