Wukuf di Arofah Tanggal 27 Juni 2023

Makkah – 1miliarsantri.net : Puncak pelaksanaan ibadah haji 1444 H / 2023 M sudah semakin dekat. Rangkaian masyair ini akan dimulai dengan dilakukan nya Wukuf di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah 1444 H. Kepala Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah, Khalilurrahman mengatakan, Pemerintah Saudi telah memutuskan bahwa pelaksanaan wukuf di Arafah 9 Zulhijah 1444 H bertepatan pada Selasa, 27 Juni 2023. “Berdasarkan sidang isbat Pemerintah Arab Saudi, maka diputuskan bahwa wukuf di Arofah dilakukan tanggal 9 Zulhijah, atau bertepatan dengan tanggal 27 Juni 2023. Informasinya sudah dipublish hari ini,” tuturnya kepada tim Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi, Senin malam (19/6/2023). Mengingat pelaksanaan puncak haji yang tinggal sepekan lagi, Khalilurrahman mengimbau para jamaah untuk senantiasa menjaga kesehatan dan fisiknya. Para jamaah nantinya akan mulai digeser dari pemondokan di Makkah menuju tenda-tenda di Arafah pada 8 Zulhijah 1444 H atau Senin, 26 Juni 2023. “Mengingat puncak haji tahun ini musim kemarau di mana cuaca di Arafah kemudian di Makkah itu mencapai 45 derajat Celsius, maka imbauannya yang terpenting pertama adalah jamaah wajib konsumsi minuman yang cukup, makanan bergizi yang cukup, dan beristirahat,” katanya. Jamaah diminta tidak banyak beraktivitas keluar ruangan terutama sejak H-5 pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Jamaah juga diimbau tidak memaksakan diri menjalankan ibadah-ibadah sunnah di Masjidil Haram yang kondisinya sudah semakin sesak. “Jangan banyak keluar, ketika nanti pada H-5 atau H-3 diharapkan jamaah haji benar-benar istirahat total dari aktivitas fisik yang berlebihan yang nanti bisa menghambat kondisi (kesehatan dan fisik) jamaah haji,” tutur Kholilurrahman. Selama pelaksanaan masyair di Armuzna, jamaah juga diimbau fokus beribadah di dalam tenda-tenda yang telah disediakan. Sebab cuaca di Arab Saudi pada pelaksanaan puncak haji ini sedang panas-panasnya. “Karena tujuan mereka tiba di Arafah, Muzdalifah, dan Mina adalah untuk melaksanakan ibadah. Jadi jangan banyak aktivitas keluar, karena itu akan mengurangi energi mereka dan bisa mempengaruhi kondisi kesehatan jasmani mereka,” ucap Kholilurrahman menandaskan. Berdasarkan Rencana Perjalanan Haji 1444 H / 2023 M yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag), seluruh jamaah Indonesia akan diberangkatkan secara bertahap dari Makkah ke Arafah pada 8 Zulhijah atau Senin, 26 Juni 2023. Seluruh jamaah kemudian akan melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah atau bertepatan dengan hari Selasa, 27 Juni 2023. Sementara Hari Raya Idul Adha 10 Zulhijah di Arab Saudi akan jatuh pada hari Rabu, 28 Juni 2023. Usai wukuf di Arafah atau 9 Zulhijah malam, jamaah haji melakukan mabit atau bermalam di Muzdalifah sekaligus mengambil batu-batu kecil untuk digunakan lempar jumrah di Jamarat. Esoknya, yakni tanggal 10 Zulhijah jamaah melakukan jumrah aqobah. Selanjutnya, jamaah akan bermalam dan tinggal di tenda-tenda yang telah disediakan di Mina selama hari tasyrik tanggal 11-13 Zulhijah atau 29 Juni-1 Juli 2023. Jamaah yang mengambil nafar awal akan melaksanakan lempar jumrah ula, wustho, dan aqobah pada tanggal 11 dan 12 Zulhijah dan kembali ke Makkah sebelum matahari terbenam. Sementara jamaah yang mengambil nafar tsani akan melaksanakan lempar jumrah selama tiga hari tasyrik yakni 11-13 Zulhijah, setelah itu baru kembali ke Makkah. (dul)

Read More

Tercatat Sebanyak 89 Orang Jamaah Haji Meninggal di Tanah Suci

Makkah – 1miliarsantri.net : Hingga hari ke-27 operasional pelaksanaan haji, Senin (19/6/2023) pukul 8.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 12.00 Waktu Indonesia Barat (WIB), Jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah Tercatat jumlah jamaah haji yang wafat mencapai 89 orang. Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag), jamaah meninggal di tiga lokasi, yakni di Makkah 54 orang, di Madinah 32 orang, dan Jeddah tiga orang (satu di antaranya wafat di pesawat dalam perjalanan menuju Tanah Suci). Jamaah haji yang wafat di Tanah Suci ini masih didominasi kelompok lanjut usia (Lansia) yakni usia 65 tahun ke atas 50 orang dengan rincian 28 jamaah meninggal di Makkah, 19 di Madinah, dan 3 di Jeddah. Dari total 89 kasus kematian ini juga, 52 di antaranya merupakan jamaah dengan risiko tinggi (Risti) kesehatan, sementara 37 sisanya non-risti. Sementara berdasarkan data Penyelenggaraan Kesehatan Haji Kemenkes RI di Arab Saudi, disebutkan bahwa penyebab kematian pada jamaah ini didominasi oleh penyakit jantung (infark miokard akut 28 kasus dan syok kardiogenik 17 kasus), serta penyakit stroke 5 kasus. Sedangkan sisanya tidak dirinci. Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah Edi Supriyatna menjelaskan, penyebab jamaah haji non-risti meninggal kebanyakan adalah penyakit jantung (syok kardiogenik dan infark miokard). Keduanya merupakan dua penyakit tertinggi yang menyebabkan kematian jamaah. Menurut nya, penyakit jantung tersebut tidak serta merta muncul saat jamaah berada di Tanah Suci. “Sebenarnya banyak diantara nya sudah memiliki penyakit jantung di Tanah Air. Banyak jamaah haji tidak menyadari telah memiliki penyakit jantung,” terang Dokter Edi kepada tim Media Center Haji (MCH) di Makkah beberapa waktu lalu. Infark miokard akut adalah penyakit jantung yang disebabkan oleh sumbatan pada arteri koroner. Sementara syok kardiogenik adalah suatu kondisi di mana jantung tidak dapat memompa darah untuk mencukupi kebutuhan tubuh. Kondisi ini sering kali dipicu oleh serangan jantung berat. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah KKHI Makkah, Aditya mengatakan, syok kardiogenik adalah salah satu fase akhir dari serangan jantung yang ditandai dengan kurangnya perfusi atau aliran darah ke organ tubuh akibat menurunnya curah jantung. “Syok kardiogenik tidak terjadi dengan serta merta, ada beberapa faktor pemicu, terutama pada jamaah haji dengan risiko tinggi,” katanya. Dokter Aditya mengatakan, faktor risiko tersebut antara lain penyumbatan pembuluh darah jantung, hipertensi yang tidak terkontrol, infeksi, dan perburukan dari Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) sebelumnya, hingga stres emosional. Karena itu, KKHI Makkah mengimbau kepada seluruh jamaah yang rentan terkena penyakit jantung untuk menjaga kesehatannya terutama menjelang puncak ibadah haji pada 9 Dzulhijjah 1444 H atau diperkirakan jatuh pada tanggal 27 Juni 2023 nanti. (dul)

Read More

Ribuan Cangkir Jahe Merah Dibagikan Ponpes Bumi Al Qur’an Kepada Jamaah Haji

Surabaya – 1miliarsantri.net : Momen pemberangkatan jamaah haji embarkasi Surabaya tahun ini terasa menarik. Pasalnya, Pesantren Alam Bumi Al Qur’an Wonosalam Jombang, Jawa Timur, turun gunung untuk melayani jamaah haji. Seribu cangkir jahe merah dan kopi dibagikan tiap hari, selama sebulan penuh. Hal ini dilakukan, agar jamaah haji tetap bugar dan rileks saat keberangkatan. Husnul Maram Kakanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur (Jatim) menyatakan, embarkasi haji Surabaya tahun ini memberangkatkan sekitar 36.928 orang. Dari seluruh jumlah itu, ia menyebut, 35.152 berasal dari jamaah Jatim, 698 jemaah dari Bali, dan 668 jamaah dari Nusa Tenggara Timur. Kemudian, 420 orang dari petugas kloter, 175 orang dari petugas haji daerah, dan 76 orang dari pembimbing. Di saat keberangkatan, seluruh jamaah haji melakukan persiapan di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Selama sehari penuh mereka beraktifitas, mulai dari pengarahan, manasik akhir, cek kesehatan, hingga pembagiaan paspor. Momen inilah yang dimanfaatkan Bumi Al Qur’an untuk membersamai jamaah haji. “Haji adalah momentum berkorban. Jamaah haji harus rela berkorban untuk mendapatkan kemabruran. Mabrur artinya penuh kebajikan. Allah memberikan isyarat di awal juz 4, bahwa tidak seorang pun mendapat kemabruran hingga mau menginfaqkan harta yang dicintainya. “Bagi Bumi Al Qur’an, minuman instan Jahe Merah inilah produk yang paling dicintai,” terang KH. Ahmad Ghozali Fadli, M.Pd.I, pengasuh Pesantren. Kiai Fadli menambahkan, dulu lahan pesantren adalah perkebunan jahe merah, kemudian dibangun sedikit demi sedikit. Penanaman pun akhirnya dilakukan oleh masyarakat sekitar. Dalam proses produksi, mulai dari pencucian jahe hingga pengemasan, lisan santri tak berhenti melantunkan bacaan Al Quran. Hal ini dilakukan, agar kemanfaatan minuman ini lebih terasa dan memberkahi. Selain produk yang paling dicintai, ternyata Jahe Merah sangat bermanfaat bagi jamaah haji. Permasalahan jamaah yang harus berjalan jauh, sakit persendian, gatal-gatal selama di Madinah, hingga hilangnya konsentasi karena kelelahan, ini dapat diatasi dengan minum jahe merah. Terlihat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, tidak sedikit jamaah yang duduk-duduk hingga tengah malam di stand sambil konsultasi mengenai kesehatan. “Kami diutus untuk membersamai jamaah haji. Diberikan amanat untuk membagi kopi dan jahe merah sebanyak-banyaknya. Dan minuman jahe merah ini yang paling disukai jamaah. Kami bagikan permen jahe juga,” terang Syarif, salah satu Penjaga Stand. (har)

Read More

Napak Tilas Perjalanan Ki Ageng Gribig

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Kerajaan Mataram Islam era Sultan Agung menjadi awal mula ekspansi atau perluasan wilayah secara masif. Perluasan wilayah ini juga membawa misi penyebaran agama Islam, hingga ke Malang. Ki Ageng Gribig menjadi salah satu tokoh Kerajaan Mataram Islam yang ditugaskan melakukan ekspansi sekaligus menyebarkan agama Islam ke wilayah timur selatan Pulau Jawa. Sosoknya konon merupakan penyebar agama Islam hingga akhir hayat nya di wilayah Pasuruan dan Malang. Kini Ki Ageng Gribig dimakamkan di pemakaman dan jalan yang juga dinamakan sesuai dengan namanya, Ki Ageng Gribig. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pesarean Ki Ageng Gribig Malang Devi Nur Hadianto menyatakan, sosok yang dimakamkan di sini merupakan salah satu tokoh ulama dari Kerajaan Mataram Islam. Sosoknya konon terkait dengan kesultanan di masa era Sultan Agung hingga Sultan Amangkurat I atau di kisaran tahun 1600-an hingga 1700-an. “Beliau ini adalah sosok penyebar agama Islam pada masa awal peradaban Mataram Islam masuk ke Malang. Malang di sini Malang Raya, di mana pada masa tersebut masih ada sisa-sisa peradaban dari masa sebelum Islam,” ucap Devi Nur Hadianto. Banyak cerita muncul dari sosok Ki Ageng Gribig itu, konon sosoknya merupakan seseorang dari Bagelan, Purworejo yang kemudian menyebarkan Islam hingga Pasuruan dan Malang raya. Tak cuma sebagai pemuka agama saja, Ki Ageng Gribig juga dikenal sebagai umara’ atau pemimpin di masanya. “Ki Ageng Gribig ini awalnya ditugaskan di Pasuruan, makanya kaitan erat Pasuruan kota besar di waktu itu. Sementara Malang adalah kota bawahan dari Pasuruan saat itu, setelah beliau ditugaskan atau mungkin, jadi umara’ di Pasuruan, terus dia bergeser ke Malang ini sekarang pun masyarakat Pasuruan masih mempunyai keterikatan emosional dengan Ki Ageng Gribig yang ada di lokasi saat ini,” paparnya. Ki Ageng Gribig disebutnya bukanlah merupakan nama asli, melainkan sebutan dengan nama asli konon ada dua versi. Versi pertama nama asli Ki Ageng Gribig yakni Raden Ario Pamoetjong dan versi kedua bernama Raden Mosi Bagono, yang konon merupakan keturunan Menak Koncar, ksatria dari Mataram. “Nama khas banget dari kulon Ario Mosi Bagono, Mosi Bagono itu nama-nama khas Mataram Islam. Beberapa tetua kami juga mengatakan beliau ini hidup pada masa mulai banyak dikirimnya senopati (prajurit) senopati Mataram ke arah wetan (timur),” ungkapnya. Nama Ki Ageng Gribig konon muncul karena sosoknya ditugaskan untuk menyebarkan agama Islam di kampung yang bernama Gribig. Kampung di sekitar pemakaman itu konon jauh lebih ada sejak dahulu, bahkan sejak zaman era Kerajaan Majapahit di masa pemerintahan Raja Tribhuwana Tunggadewi. “Ada yang mengatakan beliau ini karena sudah kampungnya kampung gribig. Tapi ada juga analisa mengatakan rumah-rumah di sini itu atapnya gribig, gribig itu dari ijuk tebal,” ujarnya. Bahkan ada istilah penyebutan Gribig sendiri berasal dari kata istilah bahasa Arab Al Maghribi, konon istilah ini juga berkaitan dengan nisan yang ditemukan seperti di Kesultanan Demak. Apalagi di kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig saat ini juga terdapat beberapa makam dengan nisan bertuliskan bahasa Arab yang konon juga terkait asal usul Ki Ageng Gribig. “Ada juga sebenarnya kalau menurut tulisan bukan Ki Ageng Gribig, tapi Kyai Ageng Gribig. Jadi sosok yang boleh dikatakan sepuh lebih ke kyai atau umaro. Gribig ada yang menerjemahkan nggrebek, penyampaian syiar Islamnya ramai,” terangnya. Tetapi analisa sejarah itu disebut Devi masih belum memiliki catatan yang pasti. Sebab ada beberapa segmen sejarah yang masih belum terungkap dan menjadi misteri. Terlebih catatan mengenai sosok Ki Ageng Gribig sendiri masih minim, tetapi bisa dipastikan sosoknya merupakan penyebar agama Islam dari kawasan sekitar Yogyakarta, yang dahulu menjadi basis Kesultanan Mataram Islam. (fq)

Read More

Suara Merdu Putri Ariani Tak Terdengar di Televisi Saat Pembukaan Laga Indonesia vs Argentina

Jakarta – 1miliarsantri.net : Nama Putri Ariani, penyanyi yang belakangan viral karena mendapatkan Golden Buzzer di America’s Got Talent 2023, menjadi tamu dalam Pembukaan laga persahabatan FIFA Matchday Indonesia vs Argentina di GBK Senayan Jakarta, Senin (19/6/2023) malam. Sayang nya suara Putri Ariani ini tidak terdengar di layar TV. Banyak netizen yang menyayangkan tidak terdengar nya suara Putri. “ternyata suara Putri Ariani gak keluarnya cuma di TV ya, Alhamdulillah, kirain mic-nya mati tadi tu,” kata @tik***. “Parah ni, suara Putri Ariani gak kedenger, lebih gede suara musiknya,” kicau @ten***. “Tadi disayangkan banget saat penampilan Putri Ariani malam ini di SUGBK audio di lapangan tidak support, suaranya tidak terdengar bahkan tidak ada suara saat live di TV,” kata @ban***. Sebelum tampil memukau di ajang pencarian bakat America’s Got Talent (AGT) 2023, Putri Ariani juga pernah menyumbangkan lagu saat ajang Asian Para Games 2018. Putri dapat tampil di ajang Asian Para Games ketika mendapatkan tawaran dari Ketua Umum Indonesia Asian Paralympic Games 2018 Organization Committee (INAPGOC) Raja Sapta Oktohari. “Ceritanya awal tampil menyanyikan 10 lagu. Selesai tampil, di backstage Ketua Umum INAPGOC Raja Okto (dengarkan-red), dari 10 lagu ada yang suka, nawarin mau tidak isi Asian Para Games. Wah bercanda yah, karena secara Asian Para Games, waktu itu pertama dilaksanakan di Indonesia sebelumnya di Guang Zhou dan Korea, nanti ditonton jutaan,” ujar Putri saat dikutip dari akun Youtube Rukun Indonesia, Jumat (16/6/2023). Putri menyampaikan tampil di Asian Para Games 2018 seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Ia mengira hal itu seperti bercanda, ternyata dikirimkan video. “Like dream come true. Jangan-jangan ini cuma bercanda, ternyata dikirim video, ternyata beneran,” ujar dia. Perempuan kelahiran Riau ini pun akhirnya menyumbang suara saat tampil di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) pada ajang Asian Para Games. Putri Arianimengaku sempat gugup sekaligus senang. “Mimpi Putri jadi nyata, penontonnnya banyak. Agak sedikit tremor. Energi meluap-lupa, nervous hilang, bangga, senang, bersyukur, karena ini kesempatan tidak semua orang dapatkan,” tuturnya. Saat wawancara tersebut, Putri membagikan langkah-langkah untuk meraih kesuksesan. Empat langkah yang dilakukan perempuan yang juga hobi membaca ini dengan menemukan passion, mengerjakan apa yang disukai dan dicintai, konsisten dan mengurangi overthinking. Putri menuturkan, dirinya beruntung dapat mendapatkan passion di musik sejak muda. Ia pun melakukan apa yang disukai dan dicintainya melalui musik sehingga melakukan dengan senang. “Enggak bakal terbeban selalu enjoy, meski mood tidak baik-baik,” imbuhnya. Putri juga mengingatkan untuk konsisten mengerjakan passion dan kegiatan yang disukai. “Kalau misalkan nemu (passion-red) tapi tidak konsisten, sama saja enggak,” ujar dia. Selain itu, Putri juga berupaya untuk mengurangi overthingking dan menambah pikiran positif. “Ubah insecure jadi bersyukur, kalau sudah bersyukur akan membuat kemampuan kita meningkat,” pungkasnya. (tri)

Read More

Puluhan Kiai dan Ulama Berkumpul Bahas Polemik Al Zaytun

Bandung – 1miliarsantri.net : Kontroversi yang terus dilakukan Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun berdampak dengan hadirnya puluhan kiai yang berkumpul di Kota Bandung untuk membahas polemik Ponpes atau Mahad Al Zaytun. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Sate dipimpin Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, Senin (19/6/2023). Uu mengatakan, hasil rekomendasi para kiai ini akan dilaporkan ke Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. Setelah itu, baru akan diputuskan nantinya. “Karena apa yang diputuskan barusan belum tentu jadi keputusan yang final. Pemimpin yang mengambil sebuah keputusan yang memiliki kewenangan yaitu Pak Gubernur. Keputusannya saya tidak bisa menyebutkan. Pokoknya gitu aja. Nanti yang menyampaikan adalah Pak Gubernur karena Pak Gubernur yang memberikan keputusan. Saya hanya menyampaikan hasil rapat ini dengan Kesbangpol dan Biro Kesra,” terangnya kepada media. Sementara itu, Sekretaris MUI Jabar, Rafani Achyar juga belum bisa menyampaikan hasil apa saja dari pertemuan ini. Semua keputusan akan disampaikan langsung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil. “Saya diamanatkan begitu, nanti saja pak gubernur yang akan menyampaikan, sore jam 3 katanya,” ujarnya. Diketahui, polemik Mahad Al Zaytun ramai di media sosial. Salah satunya pernyataan pimpinannya Panji Gumilang yang selalu berkontroversi. Hingga akhirnya Forum Indramayu Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di Pondok Pesantren Al Zaytun, Indramayu, Kamis (15/6/2023). Mereka menyampaikan beberapa tuntutan pada pengurus Ponpes Al Zaytun. Pertama, meminta pihak berwajib mengusut tuntas dugaan ajaran sesat Al Zaytun dengan melibatkan MUI dan Kemenag. Selain itu, massa aksi juga meminta poloisi dan aparat penegak hukum lainnya mengusut tuntas dugaan tindak pidana pemerkosaan yang terjadi di Ponpes Al Zaytun. Untuk poin tuntutan ketiga, Forum Indramayu Menggugat meminta penegakkan UUPA tentang kepemilikan tanah dan tindak pidana penguasaan tanah. Massa Forum Indramayu Menggugat juga meminta diberhentikannya pembuatan dermaga khusus Al Zaytun. Untuk poin terakhir, massa aksi menilai Al Zaytun dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat sekitar. (den)

Read More

Mengenali 10 Raja Kesultanan Mataram Islam

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Pada awal berdirinya Kesultanan Mataram Islam terletak di Alas Mentaok yang berada di antara Kali Opak dan Kali Progo. Tanah tersebut hadiah yang diberikan oleh Sultan Pajang kepada Ki Ageng Pemanahan. Tanah itu kemudian dikembangkan oleh Ki Ageng Pemanahan dan berkembang menjadi Kerajaan Mataram dan berlanjut Kesultanan Mataram. Sejak saat itu, Mataram Islam telah dipimpin oleh sejumlah raja yang pernah mempertahankan kedaulatannya. Berikut 10 raja yang pernah memimpin kesultanan mataram islam: Pada masa kekuasaannya, ia berhasil menaklukan beberapa wilayah yang ada di sekitar Mataram Islam seperti Madiun, Surabaya, dan Kadiri. Untuk memperluas daerah kekuasaannya, ia juga berhasil menguasai daerah Priangan dan menjalin kerjasama dengan Cirebon. Pada masa pemerintahannya, ia dikenal sebagai seorang sultan yang ahli dalam menyelesaikan pemberontakan. Namun ketika pemerintahannya berjalan dengan rukun dan damai, secara mengejutkan Raden Mas Jolang meninggal di hutan Krapyak. Sehingga namanya dikenal dengan Panembahan Seda ing Krapyak. Sultan yang satu ini memiliki masa jabatan hingga 32 tahun lamanya. Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai sosok sultan yang banyak meninggalkan perkembangan budaya. Sultan Agung dikenal sebagai pendiri kalender, penulis karya sastra berjudul Serat Sastra Gendhing dan menyempurnakan bahasa di Pulau Jawa. Tidak jauh dari sang ayah, ia juga memiliki jabatan yang lama sebagai sultan yakni 31 tahun. Pada masa kepemimpinannya, Raden Mas Sayidin memiliki kebijakan yang berbeda dengan sang ayah. Ia memilih untuk menjalin hubungan baik dengan pihak kolonial Belanda. Namun tindakannya tersebut salah yang mengakibatkan timbulnya pemberontakan hingga dirinya meninggal. Selama memimpin Mataram Islam, dirinya dikisahkan sebagai pemimpin yang berhati lemah dan mudah dipengaruhi oleh VOC. Sama halnya dengan sang ayah, Pangeran Adipati Anom ini juga kembali mendapatkan serangan dari pihak kolonial. Amangkurat II meninggal pada saat berusaha memperbaiki hubungan dengan pihak VOC. Pada era kepemimpinan Adipati Anom ini pusat kekuasaan berpindah ke Kartasura, dan raja atau sultan kemudian berganti dengan gelar Susuhunan (Sunan). Kemunduran pemerintahan Amangkurat III terlihat ketika Pangeran Puger mendeklarasikan diri sebagai sunan Kartasura dengan gelar Pakubuwana I. sejak saat itu Amangkurat III terpaksa melarikan diri dan menyerahkan Kartasura. Bahkan ia pernah mengeksekusi Adipati Jangrana atas perintah VOC. Era kepemimpinan Pakubuwana I memang tergolong singkat. Ia meninggal pada tahun 1719 dan digantikan oleh putranya. Namun seluruh pemberontakan tersebut berhasil ditumpas dengan bantuan dari pihak kolonial Belanda. Sama halnya dengan sang ayah, putra dari Pakubuwana I ini juga menjabat dalam waktu yang singkat karena wafat akibat diracun pada tahun 1726. Pada saat itu pula Mataram pernah dikuasai oleh VOC karena sakit pada 1747, dan menunjuk raja baru sesuai izinnya.

Read More

Pemerintah Terkesan Lamban Mengusut Tuntas Al Zaytun

Jakarta – 1miliarsantri.net : Semakin santer nya pemberitaan di sosial media terkait Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, membuat Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Cholil Nafis mendesak pemerintah hadir menyelesaikan masalah Ponpes Al Zaytun di Indramayu karena MUI telah memutuskan ajarannya menyimpang. “MUI menilai ajaran Al Zaytun sangat meresahkan masyarakatnsehingga membikin gaduh dan didemo massa. Menurut kami agar kiranya segera diproses hukum demi melindungi agama dan umat,” terang Cholil kepada 1miliarsantri.net, Minggu (18/6/2023). Diberitakan sebelumnya, ratusan massa dari Forum Indramayu Menggugat (FIM) berunjuk rasa di pintu gerbang Ma’had Al Zaytun, Desa Mekarjaya, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Kamis (15/6/2023). Koordinator Aksi FIM, Sayid Muhlisin mengatakan, pendemo menyuarakan tuntutan, yang pertama mendesak MUI dan Kementerian Agama untuk mengusut tuntas dugaan ajaran sesat Ponpes Al Zaytun. Kedua, usut tuntas dugaan tindak pidana pemerkosaan yang dilakukan oleh pimpinan Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang. Ketiga tegakkan Undang-undang Pokok Agraria (UUPA) tentang kepemilikan tanah dan tindak pidana penguasaan tanah oleh Al Zaytun. Sayid menilai pihak terkait, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dirasa sangat lamban dalam menangani permasalahan berbagai macam penyimpangan yang terjadi di Ponpes Al Zaytun, padahal banyak pihak sudah menganggap bahwa ponpes tersebut sudah menyimpang sangat jauh dari ajaran Islam. “Pemerintah terkesan lamban dalam mengusut tuntas permasalahan yang terjadi, karena terus terang banyak masyarakat yang menilai Al Zaytun sudah menyimpang dari ajaran Islam,” pungkas Sayid. (den)

Read More

Hasil Sidang Isbat : Idul Adha 1444 Hijriyah, Ditetapkan Hari Kamis 29 Juni 2023

Jakarta – 1miliarsantri.net : Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriyah jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023. Ketetapan ini disampaikan langsung Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi usai Sidang Isbat Awal Zulhijjah 1444 Hijriyah yang digelar di Auditorium HM Rasjidi, Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Ahad (18/6/2023). Sidang isbat dihadiri para Duta Besar Negara Sahabat, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Mahkamah Agung, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, serta lembaga dan instansi terkait lainnya. Dalam konferensi pers penetapan 1 Zulhijjah 2023, Wamenag didampingi oleh Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Abdullah Djaidi, dan Dirjen Bimas Islam Kemenag, Prof Kamaruddin Amin. Zainut menuturkan, keputusan ini diambil setelah dilaksanakan nya rukyatul hilal di 99 titik di Indonesia, sehingga mempertimbangkan hasil hisab posisi hilal dan laporan rukyatul hilal dibeberapa lokasi tersebut. Dia menjelaskan, kriteria baru MABIMS telah menetapkan bahwa secara astronomis, hilal dapat teramati jika bulan memiliki ketinggian minimal tiga derajat dan elongasinya minimal 6,4 derajat. Kesepakatan ini menjadi pedoman empat negara dalam menetapkan awal bulan Qomariyah, yaitu Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. “Oleh karenanya berdasarkan hisab posisi hilal seluruh Indonesia sudah di atas ufuk dan tidak memenenuhi kriteria MABIMS, serta ketiadaan laporan melihat hilal, sidang isbat secara mufakat bahwa 1 Dzulhijjah 1444 Hijriyah jatuh pada hari Selasa, tanggal 20 Juni 2023 M. Dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Kamis, 29 Juni 2023,” terang Zainut saat konferensi pers di Kantor Kemenag Jakarta, Ahad (18/6/2023) malam. (wink)

Read More

Fakta-fakta Panembahan Senopati Sakti Mandraguna

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Sejumlah fakta mengenai Panembahan Senapati Ing Alaga yang sangat menarik diikuti dan dibahas dalam berbagai forum, terutama mengenai kajian sejarah perkembangan Islam di Indonesia. Dalam riwayatnya, Panembahan Senapati dikenal sebagai pendiri kerajaan Mataram Islam. Penguasa Mataram Islam periode 1586 hingga 1601 ini memiliki sejumlah fakta menarik yang jarang diketahui orang umum. Berikut lima fakta panembahan senopati sang raja pertama dari Mataram Islam. Nama asli Panembahan Senopati adalah Danang Sutawijaya. Sebelum menjadi raja Mataram Islam, sebelumnya dia pernah membantu ayahnya dalam sebuah sayembara yang dilakukan Kerajaan Pajang. Singkatnya, sayembara dilakukan untuk menumpas pemberontakan Arya Penangsang yang dikenal sakti mandraguna. Mengutip laman Humas Jateng, pria bernama asli Danang Sutawijaya ini adalah penerima sah hadiah sayembara yang sempat dilakukan Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Singkatnya, sayembara tersebut ditujukan untuk membunuh Arya Penangsang. Kabar tersebut didengar Ki Ageng Pamanahan dan Ki Panjawi, akhirnya bersama Sutawijaya mereka ikut sayembara. Pada akhirnya, Danang Sutawijaya berhasil membunuh Arya Penangsang dan berhak atas alas Mentaok. Namun, sebelum kelahiran Mataram Islam, Ki Ageng Pamanahan telah meninggal lebih dahulu. Pada akhirnya, Mentaok menjadi milik Sutawijaya hingga berubah sebagai Kerajaan Mataram Islam. Dalam hal ini, dia mendapat gelar Panembahan Senopati dan menjadi raja yang pertama. Kerajaannya bahkan terus tumbuh besar dan berhasil memperluas wilayahnya. Selain itu, dia juga berhasil menyatukan daerah-daerah yang melepaskan diri dari Kerajaan Pajang. Kekuasaan Mataram Islam juga merambah ke wilayah lain, termasuk mencakup Jepara, Demak, hingga Pati. Salah satu kisah kesaktian ini terjadi saat dijajal oleh seorang menteri bernama Ki Bocar. Cerita ini dikisahkan dalam buku Babad Tanah Jawi: Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647 yang disusun WL Olthof di Belanda tahun 1941 dan dialihbahasakan oleh HR Sumarsono (Penerbit Narasi). Singkatnya, Ki Bocar memiliki keris si Kebo dan berniat menantang Panembahan Senapati. Suatu hari, dia datang ke rumah Senopati dan berniat menikamnya. Di dalam rumah, Senopati sedang makan dan duduk membelakangi pintu. Tanpa buang waktu, Ki Bocar segera menerjang dan menikamnya. Namun, senjata tersebut tidak mempan. Ki Bocar kelelahan, lalu jatuh ke tanah dan bersedekap dan kerisnya pun menancap ke tanah. Pada akhirnya, dia lalu bersujud serta mengaku akan setia kepada Panembahan Senapati. Setelahnya, jasadnya dimakamkan di Kotagede, Yogyakarta. Pada keberlanjutannya, kepemimpinan Mataram Islam dilanjutkan putranya yang bernama Raden Mas Jolang dengan gelar Panembahan Hanyakrawati.

Read More