Situs Gunung Padang Diketahui Sudah Ada Sejak 9000 Tahun Lalu

Cianjur – 1miliarsantri.net : Anda mungkin pernah mendengar nama Situs Gunung Padang yang terletak di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Situs Gunung Padang adalah salah satu bukti peninggalan nenek moyang yang masih berdiri hingga saat ini. Situs Gunung Padang yang terletak tepatnya di Desa Karyamukti, telah menjadi pusat perhatian para peneliti karena keberadaannya yang diyakini sebagai situs megalitikum tertua di Indonesia. Asal usul Gunung Padang masih menjadi misteri dan menjadi subjek perdebatan di kalangan para ahli tentang sejarah Gunung Padang. Pada awalnya Gunung Padang dianggap sebagai situs pemakaman kuno yang berasal dari sekitar 5.000 tahun lalu. Namun, penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa situs ini mungkin memiliki sejarah yang jauh lebih tua berdasarkan penelitian sebelumnya. Beberapa penelitian menggunakan metode penanggalan radiokarbon dan analisa heologi mengindikasikan bahwa struktur di Gunung Padang bisa memiliki usia lebih dari 9.000 tahun. Situs Gunung Padang terdiri dari beberapa teras batu yang membentuk piramida teras yang mengarah ke puncak gunung. Terdapat pula struktur batu besar dan petilasan di sekitar area ini. Selain itu juga terdapat beberapa teori tentang asal-usul situs ini. Salah satu teori menyatakan bahwa Gunung Padang adalah sisa-sisa komplek kuil atau tempat ibadah yang telah lama hilang dari zaman pra-sejarah. Teori lain mengusulkan bahwa Gunung Padang merupakan situs pengamatan astronomi kuno atau bahkan merupakan tempat penyimpanan pengetahuan kuno yang terkait dengan peradaban hilang. Pada tahun 2011, penelitian dan ekskavasi resmi dilakukan oleh tim arkeologi yang dipimpin oleh Dr. Danny Hilman Natawidjaja dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Hasil penelitian awal menunjukkan bahwa struktur teras di Gunung Padang mungkin bukan hanya hasil dari akumulasi batuan alami, tetapi juga telah mengalami intervensi manusia. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengungkapkan lebih lanjut tentang sejarah dan fungsi sebenarnya dari Gunung Padang. Penting untuk dicatat bahwa sejarah Gunung Padang masih dalam tahap penelitian dan peneliti terus menggali lebih dalam untuk mengungkap misteri di balik situs ini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami sepenuhnya perang Gunung Padang dalam sejarah manusia di wilayah tersebut. Ada beberapa teori yang diajukan mengenai asal usul situs ini, namun belum ada konsensus yang diterima secara luas. Berikut adalah beberapa teori yang telah diajukan: Beberapa ahli awalnya menganggap Gunung Padang sebagai situs pemakaman kuno yang berasal dari sekitar 5.000 tahun yang lalu. Namun, penemuan-penemuan baru telah mengindikasikan bahwa situs ini mungkin jauh lebih tua. Salah satu teori menyatakan bahwa Gunung Padang adalah sisa-sisa kompleks kuil atau tempat ibadah yang telah lama hilang dari zaman pra-sejarah. Beberapa ahli berpendapat bahwa Gunung Padang mungkin memiliki hubungan dengan pengamatan astronomi kuno. Beberapa penelitian mengindikasikan adanya keterkaitan antara susunan batu di situs ini dengan penentuan posisi matahari, bintang, atau fenomena astronomi lainnya. Teori lain menyatakan bahwa Gunung Padang bisa menjadi tempat penyimpanan pengetahuan kuno yang terkait dengan peradaban yang telah punah. Ada spekulasi bahwa struktur bawah tanah di situs ini mungkin berisi ruang-ruang yang berisi artefak, naskah, atau pengetahuan lain yang mungkin dapat mengungkapkan sejarah dan peradaban kuno. Namun, perlu dicatat bahwa penelitian lebih lanjut dan bukti yang lebih kuat diperlukan untuk mengkonfirmasi teori-teori ini. Hingga saat ini, asal usul Gunung Padang masih menjadi misteri dan penelitian terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak tentang sejarah dan fungsi sebenarnya dari situs ini. (fq)

Read More

Mantan Perampok Yang Kini Memiliki Pondok Pesantren

Kulon Progo – 1miliarsantri.net : Jalan kehidupan manusia memang tidak akan ada yang pernah tahu. Kutipan itu cocok disematkan kepada Sandiman Nur Hadi Widodo, mantan perampok yang akhirnya hijrah dan mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ghifari di Lendah, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sandiman lahir di Desa Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, 60 tahun silam. Masa muda bapak dua anak dan empat cucu itu dihabiskan dengan berjudi, main wanita hingga melakukan pelbagai tindak kriminal lainnya. Ia bahkan pernah dijuluki perampok spesialis emas, karena bersama komplotan tidak pernah gagal melancarkan aksi kejahatan tersebut. Namun, sepandai-pandainya tupai meloncat pasti jatuh juga. Sandiman Cs yang berhasil menggasak logam mulia seberat tujuh kilogram dari sebuah toko emas di wilayah Kota Yogyakarta pada tahun 1995 berujung antiklimaks. Polisi mencium pelaku merupakan kelompok Sandiman, satu per satu perampok pun akhirnya diringkus. Sandiman yang sempat buron ke luar jawa menjadi yang terakhir ditangkap. Ia dibekuk di Riau, tak lama setelah aksinya terbongkar. Divonis empat tahun penjara, Sandiman jadi pesakitan di Lapas Wirogunan, Yogyakarta sejak 1995, tetapi masa hukumannya dipangkas jadi tiga tahun karena mendapatkan remisi. Pada 1998, Sandiman kembali menghirup udara bebas. Kehidupan di hotel prodeo mengubah jalan hidup Sandiman. Di sana, Sandiman yang ketika itu berusia 32 tahun mulai mendalami Islam. Sejumlah warga binaan di lapas tersebut mengajarinya salat dan membaca Al-Qur’an. “Sewaktu saya masuk itu (Lapas Wirogunan) belum bisa salat apalagi ngaji, dan kebetulan di sana ada sesama napi yang ngajarin dan ada ustaznya juga,” ucap Sandiman saat ditemui 1miliarsantri.net di Ponpes Al-Ghifari, Jumat (14/07/2023). Perlahan tapi pasti, Sandiman bertransformasi menjadi sosok baru. Pria yang dulu dikenal garang dan ditakuti itu berubah jadi pribadi yang bersahaja nan religius. Selepas bebas, ilmu agama yang diperolehnya selama mendekam di jeruji besi coba ditularkan Sandiman kepada warga di tempat kelahirannya. “Awalnya kita kumpulkan aja anak-anak di sekitar sini untuk dilatih ngaji dan belajar salat, karena waktu saya merintis itu masih banyak anak-anak yang jarang salat,” ungkapya. Upaya Sandiman mengajari warga di Desa Sidorejo, Lendah tentang agama Islam kian kuat. Ia pun membangun masjid, panti asuhan dan pondok pesantren yang selain ditujukan sebagai tempat ibadah juga sekaligus wahana belajar agama Islam. Diberi nama Al-Ghifari, pembangunan kompleks seluas 2.400 meter persegi itu berlangsung sejak tahun 1999 dan rampung serta bisa digunakan setahun kemudian. Adapun lahan yang digunakan adalah tanah warisan milik orang tua Sandiman. “Jadi ini merupakan tanah warisan dari bapak saya, terus diberikan kepada saya dan kakak serta adik saya. Kita sepakat tanah ini diwakafkan untuk pembangunan ponpes,” ujar Sandiman. Sejak pertama beroperasi hingga saat ini Ponpes Al Ghifari mengalami perkembangan yang pesat. Di bawah naungan Yayasan Al-Ghifari pondok ini juga membuka sekolah setingkat SD-SMA yang mengusung pembelajaran berkonsep Islam Terpadu (IT). “Perkembangan ini tak lepas dari banyaknya donatur dan tentu karena bantuan Allah SWT,” ujar Sandiman. Tercatat saat ini ada 87 santri boarding dan full day, yang rata-rata berasal dari sekitar DIY, sebagian lagi dari Sumatera hingga Papua. Para santri diajar oleh delapan guru termasuk Sandiman. Seluruh santri di ponpes ini belajar tanpa dipungut biaya. Biaya sekolah para santri menjadi tanggung jawab Sandiman. Selain sekolah dan mengaji, santri di Ponpes Al-Ghifari diajarkan ilmu berwirausaha. Mereka diajak untuk mengolah tanaman dan berternak. Namun Sadiman menekankan yang jadi fokus tetap pendidikan formal santri demi masa depan mereka. “Saya fokusnya ke pendidikan ya, karena berkaca dari masa lalu saya bahwa orang itu gampang terkena pengaruh (buruk) karena bodoh, sehingga saya tekankan anak-anak harus pintar, makannya saya sampai bikin tingkat SMA nya biar anak-anak punya ijazah SMA agar tidak tertinggal dengan anak-anak dari sekolah lain,” ucapnya. Salah seorang santri Ponpes Al-Ghifari, Agustiawati (19), mengaku nyaman belajar di pondok ini. Ia merasa bisa benar-benar memahami agama Islam yang diajarkan oleh para pendidik. “Alhamdulillah, selain belajar ilmu agama, saya juga jadi lebih berprestasi,” ungkapnya. Dara asal Lendah itu mengaku sudah tahu latar belakang Sandiman, pendiri Ponpes Al-Ghifari. Meski demikian ia tak mempersoalkan hal itu. Ia justru merasa termotivasi dengan kisah hidup gurunya tersebut, yang bisa berubah ke jalan yang benar dan menjadi suri tauladan bagi para santri. “Pak Kiai (Sandiman) adalah sosok yang ramah dan selalu membantu kami yang kesulitan. Kadang kalau ada santri yang lagi tidak punya uang nanti dikasih, kadang juga diberikan baju secara cuma-cuma,” tutupnya. (fq)

Read More

Kedahsyatan Asma Suryani Yang Diamalkan Pangeran Diponegoro

Sleman – 1miliarsantri.net : Ilmu bisa didapat dengan berbagai macam lelaku. Dalam kancah dunia supranatural, lazimnya ilmu-ilmu yang ingin didapat, diperoleh dengan laku prihatin. Misalnya dengan puasa, tirakat, ziarah serta lelaku prihatin lainnya. Semakin berat lelaku prihatin dijalani, konon ilmu yang diperoleh akan semakin kuat energinya. Namun ternyata tidak semua ilmu supranatural harus ditebus dengan puasa. Ada beberapa ilmu tingkat tinggi yang cara menguasainya justru tanpa harus melakukan puasa. Hal ini diungkap H Dody Tepi Zaman, perupa sekaligus praktisi ilmu supranatral. “Ada hizib-hizib langka yang justru untuk menguasainya tidak harus dengan puasa,” terang pria paruh baya yang sempat bermukim di Arab Saudi selama 5 tahun ini. Menurut Dody, hizib dapat diartikan sebagai laskar, kumpulan, golongan atau pasukan. Hizib adalah sebuah kumpulan wirid yang digunakan untuk memohon pertolongan kepada Allah dalam menghadapi persoalan lahir maupun batin, baik urusan dunia ataupun akhirat. “Karena besarnya fadhilah suatu hizib dan kekhususannya, pengertian hizib menjadi lebih spesifik. Hizib tidak lagi hanya serangkaian wirid, tapi merupakan pasukan pelindung bagi mereka yang istikamah mengamalkannya,” jelas koordinator Paseban Songgo Langit ini. Paseban Songgo Langit merupakan majelis dzikir beranggotakan anak-anak muda yang memelajari dan mendalami hizib langka. Setiap malam Jumat Legi mereka menyelenggarakan mujahadah dan manakib. Tempatnya berpindah-pindah, sesuai permintaan jamaah atau warga yang menginginkan menjadi tuan rumah majelis. “Kami membekali jamaah dengan wiridan khusus untuk memerkuat keimanan dan sebagai perisai menjaga keselamatan. Sekarang persoalan hidup sangat kompleks. Kita mencoba perkuat iman agar tak menempuh jalan salah, namun di sisi lain kita selamat dari niat jahat orang-orang yang menghalalkan segala cara dalam meraih keinginan duniawi. Sebab selama ini banyak orang yang sebenarnya baik, namun karena mereka tak membentengi diri dengan kekuatan spiritual, akhirnya justru jadi sasaran mereka yang punya niat jahat. Kita berusaha tetap istikamah di kebaikan, namun kita juga membentengi diri dengan pagar agar todak jadi sasaran orang-orang yang punya niat buruk,” papar Dody ketika ditemui di Sentono Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Beberapa hizib yang diajarkan di Pasben Songgo Langit antara lain Hizib Suryani. Lebih dikenal sebagai Asma Suryani. Konon Asma Suryani dimiliki oleh ulama besar sekaligus pahlawan nasional, Pangeran Diponegoro. Dikisahkan, suatu hari ia berjalan-jalan hingga sampai tempat sepi. Di lokasi yang sepi tersebut ternyata ada aksi kekejaman tentara Belanda. Pangeran Diponegoro melihat ada seorang pribumi dianiaya tentara Belanda. Kemudian ia mengambil kacang hijau dan berdoa pada Allah dengan membaca Asma Suryani dan melemparkan kacang hijau tersebut ke segerombolan orang Belanda. Anehnya seketika itu juga kacang hijau tersebut berubah jadi ratusan tentara, sehingga Belanda lari terbirit-birit. “Itu salah satu kisah tentang kedahsyatan Asma Suryani. Hizib adalah pasukan. Maka ketika hizib dibaca, akan hadir pasukan gaib yang melindungi, menjaga dan membantu menyelamatkan,” jelasnya. Di Paseban Songgo Langit, pemberian ijazah (menurunkan ilmu) kepada jamaah dilakukan setelah dari hasil pengamatan spiritual kiai pengampu, santri atau orang luar yang iengn memeroleh ijazah dinilai layak menerima ilmu langka tersebut. Selanjutnya terjadi proses penurunan hizib dengan prosesi kecil. “Selama 7 hari wajib melakukan ritual tanpa putus. Baru setelah itu dilakukan evaluasi, apakah khadam sudah masuk dan menyatu atau belum. Selanjutnya ada arahan cara aplikasinya,” jelas Dody. Orang yang mengamalkan Asma Suryani, secara fisik akan merasakan reaksi. Semakin sering dan semakin banyak hitungan membaca wiridnya, tubuh terasa panas dan bagian telapak tangan muncul getaran seperti reaksi aliran listrik. “Jika dilihat orang yang punya ilmu hikmah, akan terlihat ada cahaya kelar dari orang yang mengamalkan Asma Suryani,” ungkapnya. Asma Suryani disebut ilmu multiguna. Untuk keselamatan, mahabah, rezeki dan berbagai kegunaan lain. “Tergantung tujuan dan ketekunan mengamalkan wiridan. Semakin sering diwirid dan dilakukan dengan istikamah, ibarat pisau akan semakin tajam karena setiap hari diasah,” pungkasnya. (fq)

Read More

Bakti Sosial PWNU Jatim Terhadap Korban Bencana Alam Lumajang

Surabaya – 1miliarsantri.net : Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim melakukan asesmen lokasi bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru. PWNU juga memberikan bantuan warga terdampak di Dusun Kedung Wringin, Nguter, Pasirian, Lumajang, Kamis (13/07/2023) Bantuan sembilan bahan pokok (sembako) sebanyak 31 paket tersebut diserahkan langsung Ketua PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar. Turut mendampingi Katib PWNU Jatim KH Romadlan Khatib, Sekretaris LAZISNU Jatim Moch Rofii Boenawi, Wakil Ketua LPBINU Jatim Zainuddin, serta elemen NU Lumajang. “Ini ada sedikit rezeki, semoga bisa dimasak. Moga-moga nanti ada lagi,” kata Kiai Marzuki saat menyerahkan sembako. Pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek, Malang itu menuturkan, kegiatan itu merupakan bagian dari program lembaga yang ada di Nahdlatul Ulama. Disebutkan, di NU ada LAZISNU yang bertugas memberi kepedulian kalau ada pihak-pihak yang butuh bantuan dana, seperti warga yang tertimpa bencana dan lainnya. “Lalu, ada juga LPBINU di bidang kebencanaan. Plus tentu ada penunjang yang lain, ada Muslimat NU, Fatayat NU, Ansor, Banser, dan lainnya,” ungkapnya. Sikap kepedulian yang dilakukan Nahdlatul Ulama itu merupakan amanah dari muassis NU Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari, yang dituangkan dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) organisasi. Mengingat, NU adalah organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, yang juga bergerak di bidang kepedulian sosial. “NU itu (organisasi) diniyah dan ijtimaiyah. Jadi, organisasi yang bergerak di bidang keagamaan. Bagaimana orang dari gak bisa shalat menjadi shalat, dari gak bisa ngaji bisa menjadi suka ngaji, dan seterusnya. Itu tugas NU diniyah,” ucapnya. “Lalu ada juga tugas kemanusiaan, itu ijtimaiyah. Termasuk yang hari ini kita kesini meninjau, mapping, terus memberi sedikit bantuan. Insyaallah nanti ada kelanjutan,” imbuh Kiai Marzuki. Dirinya juga mewanti-wanti agar warga NU punya kepedulian terhadap musibah yang menimpa warga, salah satunya dengan memberi bantuan kepada warga yang membutuhkan. “Kita berharap warga NU semuanya peduli. Karena satu saat mungkin kita yang terkena musibah. Kita harus mau membantu orang lain,” ujarnya. Perihal bantuan, Kiai Marzuki menekankan agar Nahdliyin dan masyarakat umum dapat menyalurkan donasinya kepada warga terdampak banjir lahar dingin Semeru melalui LAZISNU. Sebab, LAZISNU merupakan lembaga departementasi NU yang diberi kewenangan untuk menghimpun dan mentasarrufkan dana bantuan. “Tadi saya sudah nyebar video (ajakan berdonasi). Mohon supaya memberi donasi. Dan selama ini warga NU sudah tahu mereka mengirim lewat LAZISNU,” tegasnya. Sulis salah seorang warga RT.04 Dusun Kedung Wringin Desa Nguter, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. “Terima kasih semua bantuan untuk warga saya yang kena dampak,” katanya. Ia mengatakan, bahwa di RT. 04 bagian pinggir kali ada tujuh rumah yang terdampak banjir lahar dingin Semeru. Rumah-rumah penduduk itu tampak tertimbun pasir dengan ketinggian mencapai hingga 1 meter. “Terima kasih sudah ada bantuan. Semoga dapat imbalan yang sebesar-besarnya. Semoga tidak ada bencana lagi. Terima kasih ya,” tandasnya. (yan)

Read More

UAS : Tidak Benar Saya Jadi Saksi Ahli, Saya Sedang di Malaysia

Jakarta – 1miliarsantri.net : Dua Pendakwah kondang yakni Ustad Abdul Somad (UAS) dan Ustad Adi Hidayat (UAH) disebut menjadi saksi ahli agama pada kasus dugaan penodaan agama yang dilaporkan ke Mabes Polri dan dilakukan oleh pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Panji Gumilang. Saat dikonfirmasi langsung hal tersebut, UAS menyampaikan jika kabar itu tidak benar. Adapun UAS kini sedang berada di Malaysia untuk melakukan lawatan syiar. Pada Kamis (13/07/2023) kemarin, ia dijamu Perdana Menteri Anwar Ibrahim di kantornya, Putrajaya, Malaysia. “Tidak, kabar itu tidak benar, mohon maaf, matur suwun,” kata UAS dalam pesan singkatnya , Jumat (14/07/2023). Sebagaimana diketahui sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah melakukan periksaan sejumlah saksi ahli agama. Mereka di antaranya dari Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama (NU), dan dari Muhammadiyah. Pemeriksaan dilakukan pada Kamis (13/07/2023). Nama UAS muncul dan UAH sendiri muncul lantaran disebut-sebut oleh sang pelapor kasus yakni Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Forum Advokat Pembela Pancasila (FAPP), Ihsan Tanjung. Menurutnya saksi dari kalangan penceramah kondangan yang bakal dipanggil penyidik sebagai saksi ahli antara lain Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdul Somad, dan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. “Katanya akan panggil UAS, kemudian kabarnya Adi Hidayat juga, kemudian kabarnya Abah Luthfi juga dipanggil,” ujar Ihsan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (03/07/2023). Sementara itu, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) sudah menerima berkas gugatan yang dilayangkan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang terhadap Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas. PN Jakpus menjadwalkan sidang perdana perkara gugatan tersebut pada 26 Juli 2023 Gugatan itu terdaftar dengan nomor perkara 415/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst. Gugatan tercatat didaftarkan pada Kamis 6 Juli 2023. Adapun klasifikasi perkaranya digolongkan sebagai perbuatan melawan hukum. “Sidang perdana pada Rabu 26 Juli 2023,” tulis Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) PN Jakpus, Jumat (14/7/2023). Beberapa rekan media sudah memantau perkara ini sejak masuk ke PN Jakpus. Namun, hingga hari ini, petitum dari gugatan Panji Gumilang tak kunjung dicantumkan di SIPP PN Jakpus. Padahal, petitum merupakan segala sesuatu yang oleh penggugat diminta akan dikabulkan dalam putusan hakim. “Petitum: belum dapat ditampilkan,” tulis SIPP PN Jakpus. Selain itu, komposisi hakim yang bakal menyidangkan perkara tersebut pun belum ditampilkan. Ini termasuk juru sita dan panitera yang belum ditetapkan dalam perkara tersebut sebagaimana informasi tercantum di SIPP PN Jakpus. (lis)

Read More

Pengguna Kereta Haramain Meningkat 96 Persen

Riyadh – 1miliarsantri.net : Perusahaan Kereta Api Saudi (SAR) membeberkan, jumlah penumpang yang menggunakan Kereta Api Berkecepatan Tinggi Haramain selama Haji 2023 mencapai lebih dari 750 ribu orang, dengan peningkatan 96 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022. Perusahaan mengungkapkan hal ini saat mengumumkan keberhasilan penyelesaian rencana operasionalnya untuk Kereta Api Berkecepatan Tinggi Haramain untuk musim haji tahun ini. Jumlah perjalanan yang dioperasikan pada haji 2023 mencapai 3.627, yang merupakan peningkatan 79 persen, dibandingkan tahun sebelumnya. Dilansir dari Saudi Gazette, Jumat (14/07/2023), SAR mengatakan perjalanan Kereta Api Haramain dengan kecepatan tinggi melayani hingga 126 perjalanan selama hari-hari puncak, mengingat tingginya permintaan. SAR mengoperasikan perjalanan tambahan selama musim ini untuk melayani para peziarah haji. Jumlah perjalanan pada hari ke-7 Dhuhijjah mencapai 131 perjalanan, yang merupakan jumlah perjalanan tertinggi dalam satu hari dalam sejarah Kereta Api Harmain. 60 di antaranya berangkat dari stasiun Makkah, dengan 6 pemberangkatan dari stasiun setiap jamnya. Jumlah perjalanan melebihi 3.400 perjalanan terjadwal selama haji 2023 dengan 227 perjalanan tambahan. Kereta Api Harmain telah mengangkut para peziarah haji dan pelancong lain antara Makkah dan Madinah, dengan berhenti di stasiun utama di Jeddah dan Bandara Internasional Raja Abdulaziz, selain Kota Ekonomi Raja Abdullah di Rabigh. Komitmen terhadap jadwal kedatangan dan keberangkatan mencapai 98 persen, yang berkontribusi untuk menyediakan pilihan yang yang lebih luas bagi calon penumpang. Wakil Presiden Eksekutif Kereta Api Haramain dan Kereta Situs Suci di SAR, Eng. Rayan Al-Harbi, mengatakan implementasi rencana operasi untuk Kereta Api Haramain dilakukan dalam mekanisme yang disetujui berkoordinasi dengan Perusahaan Proyek Kereta Api Saudi-Spanyol, yang mengoperasikan Kereta Api Haramain, dan otoritas terkait. Ini juga telah dilaksanakan dalam rencana operasional yang komprehensif untuk memfasilitasi perjalanan para peziarah haji dari dan ke dua Masjid Suci dengan aman dan nyaman. (dul)

Read More

KPU Tetapkan 815 Santri Al Zaytun Sebagai Pemilih Khusus

Indramayu – 1miliarsantri.net : Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyebut ada 815 santri yang terdaftar sebagai pemilih lokasi khusus Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun. Mereka akan mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) khusus di area pesantren yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat itu. “Total pemilih di Ma’had Al Zaytun adalah 815 orang. Terdiri atas 398 laki-laki dan 417 perempuan,” terang Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Indramayu, Masykur, kepada media, Jumat (14/07/2023). Masykur menjelaskan, penetapan ratusan santri sebagai pemilih itu bermula ketika pimpinan ponpes mengirimkan surat kepada ketua KPU Indramayu pada 13 Maret 2023. Dalam surat yang diteken Syaikh Al Zaytun, Abdussalam Panji Gumilang itu, disebutkan ada 825 pelajar yang sudah memiliki hak pilih sehingga perlu didirikan TPS khusus di ponpes. Setelah itu, kata Masykur, KPU Indramayu melakukan proses verifikasi faktual terhadap ratusan pelajar itu. Ternyata, hanya 815 pelajar yang memenuhi syarat untuk ditetapkan sebagai pemilih TPS lokasi khusus. Sebagai catatan, pemilih TPS khusus adalah pemilih yang tidak bisa mencoblos di TPS alamat asalnya karena alasan tertentu seperti pekerjaan dan pendidikan. Mereka diperbolehkan mencoblos di TPS khusus dan namanya akan dicoret di TPS alamat asal. Masykur mengatakan, 815 santri Al Zaytun yang terdaftar sebagai pemilih itu kebanyakan berasal dari luar Kota Indramayu. Tentu mereka kesulitan mencoblos di TPS asal. Sementara itu, Komisioner KPU RI Idham Holik mengatakan, pihaknya akan menyediakan tiga TPS khusus di Ponpes Al Zaytun. TPS tersebut akan ditempatkan di luar kompleks pesantren, tepatnya di area depan. Dengan begitu, proses pencoblosan bisa dipantau oleh semua pihak terkait. “Maksudnya (TPS khusus) tidak di dalam agar para saksi, pemantau dan publik dan para jurnalis dapat menyaksikan proses pemberian dan penghitungan suara di TPS lokasi khusus tersebut,” kata Idham, Jumat (14/07/2023). Ponpes Al Zaytun dalam beberapa waktu terakhir tengah menjadi sorotan karena diduga menjadi tempat penyebaran ajaran menyimpang. Pimpinannya, Panji Gumilang, telah dilaporkan ke Bareskrim Polri atas dugaan penistaan agama. Kasus ini telah naik ke tahap penyidikan, tapi Panji belum ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut pemerintah telah memblokir 145 rekening atas nama Panji maupun Ponpes Al Zaytun. Pemblokiran dilakukan berkaitan dengan langkah pemerintah melaporkan Panji ke polisi atas dugaan tindak pidana pencucian uang. Selain memblokir beberapa rekening bank, Pemerintah juga menemukan adanya penyimpangan 295 sertifikat tanah yang diduga hasil penggelapan Panji Gumilang. (rid)

Read More

KH Nur Ali, Sang Singa Kerawang Bekasi

Bekasi – 1miliarsantri.net : KH Noer Ali adalah sosok ulama besar Bekasi yang sangat disegani masyarakat Bekasi dari zaman penjajahan hingga sekarang. Beliau menjadi panutan bagi masyarakat Bekasi. Beliau juga memiliki banyak julukan karena beliau ikut serta dalam perang melawan penjajahan. KH Noer Ali putra asli Bekasi yang tidak hanya disegani para masyarakat biasa, tetapi juga oleh para pejabat pemerintah kota dan pemerintah kabupaten Bekasi. Beliau sangat disegani dan dihormati. Karena ini beliau mendapat julukan Singa Karawang-Bekasi. Beliau juga memiliki wawasan keislaman yang tidak diragukan lagi. Beliau belajar keislaman kepada ulama-ulama besar yang ada di Indonesia dan juga ulama dari Tanah Suci Makkah. Lahir pada 15 Juli 1914 di Desa Ujung Malang Bekasi. Beliau merupakan putra dari seorang ayah yang bernama Anwar bin Layu dan ibunya yang bernama Hj Maemunah. Keduanya adalah seorang petani. Sejak kecil memiliki semangat dalam memperlajari ilmu-ilmu agama. Pada saat berusia 8 tahun, mulai mengaji di daerah Kampung Bulak Bekasi yang bernama Guru Maksum. Beliau mempelajari ilmu Bahasa Arab, tauhid dan fiqih. Beliau juga belajar kepada guru Mughni di Ujung Malang yang sekarang nama tersebut menjadi Ujung Harapan. Ketika memasuki fase usia remaja, KH. Noer Ali pergi ke tempat guru lainnya yang bernama Guru Marzuqi yang melahirkan alim ulama Betawi terkemuka. Banyak warga sekitar yang mempercayai bahwasannya beliau pernah pergi ke beberapa tempat, diantaranya Kampung Cipinang Muara, Klender (Jakarta Timur). Saat usia dewasa, KH. Nur Ali terus memperdalam ilmu agama Islamnya yang sehingga menjadi santri paling cerdas dan diakui juga oleh para sang guru-gurunya. Pada saat masa pendidikannya, beliau selalu memperdalam wawasan agama Islam, di saat itulah beliau melihat dengan mata kepalanya sendiri masyarakat di sekitarnya yang dijajah oleh apparat kolonial. Oleh karena itu beliau menjadi semangat untuk mencintai Tanah Air dari dalam diri dan juga mengalir kedalam jiwanya. Di tahun 1934, menginjak usia 20 tahun, beliau mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan jbadah haji ke Tanah Suci sekaligus memperdalam ilmu agama Islam. Di sana beliau mendapat pengajaran langsung oleh tokoh besar yaitu Syekh Umar Hamdan, Syekh Ahmad Fatoni, hingga Syekh Muhammad Amin Al-Quthbi. Tidak hanya itu beliau juga memperlajari ilmu-ilmu politik Islam yang di antaranya Organisasi Persatuan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) dan juga menjadi ketua Persatuan Pelajar Betawi. Setelah melaksanakan ibadah haji dan mempelajari ilmu agama Islam dan ilmu politik, beliau kembali ke tanah air. Beliau tiba di Batavia (Jakarta) pada tahun 1940 dan langsung mendirikan Pesantren yang bernama At-Taqwa di kampung halamannya yaitu Ujung Malang Bekasi. Dibangunnya pesantren itu menandakan baktinya kepada guru-guru yang sudah mengajarinya banyak ilmu. Pada zaman kedudukan Jepang dan Belanda, semangat dari KH Noer Ali menjadi membara seperti api, karena itu KH Noer Ali memberitahu bahwasannya anak muda Indonesia harus memperoleh ilmu militer modern daripada penjajahan. Untuk mempersiapkan kemerdekaan menyongsong kemerdekaan RI, dalam hal itu banyak santri santrinya ikut dalam prajurit-prajurit yang dibentuk oleh pada penjajah. Bertepatan pada tahun 1945, beliau membentuk Laskar Rakyat dengan 200 pemuda untuk menumbuhkan mental dan tekad mereka dalam melawan penjajah. Pemuda itu berdatangan dari kalangan santri dan pemuda Babelan di Ujung Malang, Tarumajaya, Cilincing, dan Muara Gembong. Di sana meraka dilatih oleh kemiliteran TKR Bekasi dan Jatinegara. Mereka juga melaksanakan puasa selama 7 hari di Mesjid Ujung Malang yang bernama Mesjid At-Taqwa. Setelah berbagai perjuangan yang telah dihadapi, Republik Indonesia mendapat kemerdekaanya pada 17 agustus 1945. Oleh karena itu beliau juga disebut “Si Belut Putih” dan juga “Sang Singa Karawang-Bekasi”. Pada saat mempejuangkan tegaknya NKRI. Beliau juga mempunyai sahabat perjuangannya pada saat peperangan yaitu, Panglima Besar Jendral Sudirman dan Bung Tomo Kenapa beliau disebut Sang Singa Karawang-Bekasi, karena pada tahun 1947 berhasil memukul mundur pasukan penjajahan belanda dengan tentaranya yang sudah dilatih nya. Selain itu, pada saat itu beliau mengomandoi markas pusat Hizbullah-Sabilillah Jakarta. Dikisahkan bawah pasukan belanda sangat kesulitan dalam menangkap KH Noer Ali. Pada saat itu beliau mendapat julukan sebagai “Si Belut Putih Karawang-Bekasi”. (fh)

Read More

RMI-NU DKI Usulkan Pesantren Kaji Lingkungan Hidup

Lamongan – 1miliarsantri.net : Ratusan ulama dan kiai dari berbagai penjuru daerah Indonesia menghadiri Halaqah Ulama Nasional yang digelar di Pesantren Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur, Kamis siang (13/07/2023). Di dalam acara halaqah ini, Ketua RMI-NU DKI Jakarta, KH Rakhmad Zailani Kiki mengusulkan agar pesantren mengkaji persoalan lingkungan hidup (hifdz al-bi`ah) yang ada di kitab kuning atau karya ulama terdahulu. “Alhamdulillah, usulan PW RMI-NU DKI Jakarta tersebut diterima di sidang pleno. Karena memang, saat ini, umat manusia di dunia sedang menghadapi persoalan serius dari kerusakan lingkungan yang telah menyebabkan bencana ekologis di mana-mana, di berbagai tempat, yang jika tidak ditangani dengan cepat dan baik bisa menjelma menjadi kiamat ekologis,” ujar Ustad Kiki, Jumat (14/07/2023). Ustad Kiki menambahkan, saat ini saja, Jakarta sudah mengalami kerusakan lingkungan yang parah. Pada 2030 diprediksi Jakarta akan tenggelam atau terendam air laut. Menurut Ustad Kakai, kondisi Jakarta itu tidak jauh berbeda dengan beberapa daerah di Indonesia. “Kondisi itu disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya penurunan permukaan tanah akibat pengambilan air tanah yang berlebih, beban karena konstruksi infrastruktur, dan kondisi geologi serta pemanasan global yang berdampak pada mencairnya es di kutub sehingga permukaan air laut naik,” ucapnya Lebih lanjut, Ustad Kiki menjelaskan, pesantren harus peduli dengan persoalan lingkungan hidup dan turut menjadi motor penggerak dalam mengatasi persoalan lingkungan hidup di daerahnya. Salah satunya, yakni melalui pengajian dan pembelajaran kitab kuning dan karya ulama yang membahas pentingnya menjaga lingkungan hidup. Menurutnya, ada beberapa ulama yang mempunyai karya pemikiran tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, salah satunya adalah ulama terkemuka asal Indonesia yang juga Rais Aam PBNU periode 1991-1992, Prof KH Ali Yafie. Dia mengatakan, Kiai Ali Yafie menggagas dan memperkenalan konsep hifdz al-bi`ah atau menjaga lingkungan di dalam karyanya yang berjudul Merintis Fiqh Lingkungan Hidup. “Beliau memasukkan penjagaan atau pemeliharaan dan perlindungan lingkungan hidup atau hifdz al-bi`ah masuk dalam kategori komponen utama atau primer dalam kehidupan manusia yang diistilahkan dengan al-dlaruriyat atau al-kulliyat,” terangnya. Dengan demikian, imbuhnya, komponen dasar kehidupan manusia tidak lagi lima hal dalam konsep al-dlaruriyat al-khams atau al-kulliyat al-khams. Tetapi, kata dia, sudah menjadi enam hal, yakni ditambah dengan komponen lingkungan hidup. “Sehingga sekrang menjadi al-dlaruriyat al-sitt atau al-kulliyat al-sitt, karena memang, seperti saat ini, hifdz al-bi`ah sudah menjadi kebutuhan primer yang mendesak untuk dilakukan, tidak bisa ditunda pelaksanannya,” jelas dia. Dia menambahkan, masalah lingkungan hidup ini sangat penting untuk dikaji dan diajarkan di pesantren. “Agar santri memiliki pemahaman tentang pentingnya melakukan penjagaan atau pemeliharan dan perlindungan lingkungan hidup yang dapat diimplementasikan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari mereka di pesantren atau di luar pesantren,” pungkasnya. (pong)

Read More

Jamaah Maiyah Bacakan Shalawatan Nur Untuk Kesembuhan Cak Nun

Yogyakarta – 1miliarsantri.net : Perkembangan kesehatan Tokoh dan sekaligus Budayawan, Emha Ainun Nadjib atau yang biasa dipanggil Cak Nun, berangsur – angsur membaik. Hal tersebut disampaikan Dokter pribadi Cak Nun, dr. Eddy Supriyadi yang melaporkan bahwa hasil evaluasi tim dokter hari ini menunjukkan perbaikan kondisi Mbah Nun dari hari kemarin. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Cak Nun mengalami pendarahan otak dan sempat tidak sadarkan diri, sehingga langsung dilarikan ke RSUP dr. Sardjito untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Hingga saat ini Cak Nun masih menjalani masa recovery. Ditempat terpisah, Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito Banu Hermawan, enggan berkomentar tentang perkembangan kondisi Cak Nun karena hal tersebut masuk ke privasi pasien dan belum diizinkan untuk disampaikan ke publik. “Maaf beribu maaf, kondisi klinis kami belum bisa matur (mengatakan) karena masuk privasi pasien yang belum diizinkan diterangkan,” terang Banu. Dikabarkan, kondisi Cak Nun terus membaik seiring dengan doa yang terus mengalir untuknya. Berbagai tokoh nasional dan pejabat negara juga sempat menjenguk Cak Nun, termasuk Presiden RI Joko Widodo. Sementara itu, bertempat di Pendopo Rumah Maiyah Kadipiro, Sleman, Yogyakarta, masih terus istiqomah mendoakan Cak Nun. Beberapa daerah juga menggelar acara serupa yang rutin melakukan Tawashshulan setiap malam nya untuk mendoakan kesembuhan Budayawan asal Jombang tersebut. Para Jamaah Maiyah Mocopat Syafaat Yogyakarta terlihat sangat khusyuk dalam doa dan berharap terus membaiknya kondisi kesehatan Cak Nun yang saat ini masih dirawat di RSUP Dr Sardjito, Sleman, Yogyakarta. Sangat terasa khusyuk hanyut dalam doa mereka penuh harap akan terus membaiknya kondisi Mbah Nun. Sesudah uluk salam, rangkaian kalimat thayyibah, dan baiat tauhid, bagian yang utama dalam Tawashshulan itu adalah Shalawatun Nur. “Shalawatun Nur Ialah gondelan kepada syafaat Kanjeng Nabi Muhammad Saw. dengan menyadari Nabi Muhammad bukan hanya sebagai Muhammad bin Abdullah dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, melainkan Muhammad sebagai Nur Muhammad. Cahaya terpuji,” terang Zakki, adik kandung Cak Nun yang dilansir dari caknun.com, Kamis (13/07/2023). Dalam Shalawatun Nur itu Mbah Nun menulis indah salah satu kalimat di dalamnya: سُبْحَانَ اللَّهِ الَّذِى بِعُطْفِهِ أَجْزَلَ لَنَا شَفَاعَةَ النُوْرِ Maha suci Allah yang dengan welas asihnya bermurah hati menganugerahkan kepada kita syafaat Nur Muhammad. “Kalimat-kalimat shalawat Nur yang indah itu setiap malam dilantunkan dengan rasa yang membubung tinggi ke langit, mengajak kita nyuwun agar syafaat Nur Muhammad itu makin berlimpah ruah teranugerahkan kepada Mbah Nun,” pungkasnya. (yus)

Read More