Kisah Guru Jepang Takjub Melihat Islam dan Akhirnya Menjadi Muallaf

Osaka — 1miliarsantri.net : Menjadi seorang muslim di Jepang tidaklah mudah. Apalagi menjadi seorang muallaf. Banyak tantangan dan rintangan yang mesti dilalui dengan penuh kesabaran. Hal itulah yang dilalui Saki Takao. Mengenakan kimono merah muda, Saki Takao merayakan ulang tahun ke-26 dengan mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya yakni menjadi seorang muslim. Mengutip The Asahi Shimbun, dia membaca Syahadat dikelilingi 15 anggota keluarga dan teman. Dia lalu melafalkan dua kalimat syahadat melalui telepon pintar. Meski perayaannya sederhana, jalan guru SMA itu untuk menjadi seorang muslim pada November lalu tidaklah mudah. Lahir dan dibesarkan di Jepang, Takao kuliah di Universitas Osaka Jogakuin. Di sana dia bertemu dengan seorang muslim, seorang pria dari Turkmenistan. Itu pertama kali dalam hidupnya. Takao terlibat banyak percakapan dengan pria tersebut. Awalnya Takao tidak sadar. Saat pertemanan sudah terbangun kuat, Takao cukup kaget mengetahui pria tersebut seorang muslim. Saat Takao pulang ke kampung halaman dan mengambul kuliah hubungan internasional, dia merasa malu dengan diri sendiri. Itu karena menjauhi seorang teman hanya karena seorang muslim. Hal itu terus terngiang-ngiang. Hingga dua tahun kemudian, musim panas 2019, Takao melakukan perjalanan ke berbagai negeri berpenduduk muslim seperti Turki, termasuk Indonesia. Takao bertemu banyak orang baik di sepanjang jalan, yang akhirnya ingin belajar lebih banyak tentang Islam dan Muslim. Setelah lulus, Takao mulai bekerja sebagai guru bahasa Inggris di SMA di Osaka. Berbicara tentang Islam di kelasnya, dia mengetahui bahwa murid-muridnya mengasosiasikan agama Islam dengan “terorisme.” “Kesan negatif dari sejumlah kecil orang tampaknya membayangi yang lainnya. Para siswa seperti saya dulu,” katanya, dikutip About Islam, Senin (21/08/2023). Untuk mengetahui lebih banyak tentang agama Islam, Takao mulai mengunjungi masjid untuk mempelajari lebih lanjut tentang Islam. Dia mencoba makanan halal dan bahkan ikut puasa Ramadhan. Saat memutuskan menjadi seorang Muslim, Takao berbagi kabar tersebut dengan keluarganya. Ibunya mengatakan bahwa dia “tidak menyukai gagasan itu”, sementara ayahnya memperingatkan putrinya tentang “sisi negatif” agama setelah dia pindah agama. “Tetapi jika Anda siap untuk itu terjadi, yang perlu Anda lakukan hanyalah memikirkan masalah setelah Anda menerima doktrin tersebut,” katanya. Takao akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat saat terjangkit Covid-19. Dia kemudian bertemu dengan tunangannya, seorang pria Muslim Malaysia. Pria tersebut membantu Takao memperkuat langkah untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. “Rasa keanehan ini hanya mungkin karena saya baru masuk iman. Saya ingin selalu mengingat perasaan itu sejak saat ini dan seterusnya selama sisa jalan agama saya,” ujarnya. Takao menambahkan, hidup dalam masyarakat Jepang juga bukannya tanpa kesulitan. Dirinya dapat lari ke dunia Islam jika merasa mereka tak tertahankan, sekarang dia memiliki dua masyarakat yang terbuka. Menurut Tanada Hirofumi dari Universitas Waseda, jumlah Muslim di Jepang lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Pada 2010, statistik menunjukkan jumlah jamaah Muslim di Jepang mencapai 110.000. Pada akhir 2019, jumlahnya meningkat menjadi 230.000 (termasuk sebanyak 50.000 mualaf Jepang). (yen) Baca juga :

Read More

Kemenag Berikan Pembekalan Kepada Para Guru Ponpes Al Zaytun

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama (Kemenag) RI memberikan pembekalan kepada para guru dan tenaga kependidikan madrasah Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Kegiatan yang dimotori Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam ini diikuti 40 guru MI, MTs, dan MA Al-Zaytun. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan sharing session yang dipandu perwakilan Densus 88. Hal ini bertujuan untuk mendengar pendapat para guru untuk menciptakan madrasah yang kondusif bagi peserta didik. Turut hadir, Kasubag Tata Usaha Direktorat GTK Madrasah dan Kasi Penmad Kabupaten Indramayu. Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain dalam kesempatan tersebut mengingatkan pentingnya peran guru dalam membentuk pemahaman untuk memiliki sikap moderat sejak dini. “Guru madrasah memiliki peran penting untuk memberikan pemahaman yang toleran sejak dini kepada peserta didik. Guru madrasah harus berhati-hati dalam berbicara kepada siswa, karena apa yang diucapkan oleh guru bisa jadi kenyataan,” urai Zain kepada 1miliarsantri.net, Senin (21/08/2023). Zain menuturkan, madrasah yang kondusif penting bagi perkembangan peserta didik. Ini mengapa, para guru diharapkan salah satunya perlu memiliki kemampuan untuk memahami minat, bakat, dan kemampuan peserta didiknya. “Semisal ada murid yang suka matematika, sains, bahasa, melukis dan lain-lain. Guru harus bisa memfasilitasi itu. Dengan demikian Kecerdasan-kecerdasan siswa bisa terekspos dan dimaksimalkan,” terangnya. Zain menambahkan guru harus mampu mewujudkan madrasah menjadi creative school. Dia berharap guru bisa menerapkan konsep “madrasati jannati” atau madrasahku adalah surgaku. “Kalau para siswa ini sudah merindukan madrasahnya, tempat belajarnya, maka otomatis mereka juga akan cinta atau bahkan kecanduan untuk belajar di madrasahnya,” pungkasnya. (den) Baca juga :

Read More

Posisi Sujud Bisa Obati Sakit Pinggang

Jakarta — 1miliarsantri.net : Universitas Harvard menyebut sujud adalah posisi terbaik untuk mengobati sakit punggung tanpa harus menjalani operasi atau prosedur medis. Sakit punggung sendiri menjadi masalah paling umum di dunia medis. Bahkan penderitanya mencapai lebih dari 1 juta orang secara global per tahunnya. Banyak orang yang menjalani pengobatan ekstensif hingga melakukan operasi untuk menghilangkan penyakit tersebut. Akan tetapi, tindakan ini malah menimbulkan efek samping jangka panjang. Namun, menurut Harvard Health, ada cara sederhana untuk menghilangkan sakit punggung, yaitu dengan melakukan sujud. “Anda mungkin mempertimbangkan operasi atau intervensi lain untuk mengobati sakit punggung. Tetapi sebenarnya obat terbaik adalah gerakan dan olahraga kuno yang baik,” bunyi unggahan di ‘X’, sebelumnya dikenal dengan Twitter. Sujud adalah sikap tubuh dengan dahi, hidung, kedua tangan, dua lutut, dan jari kaki menyentuh tanah. Bagi umat Islam, sujud merupakan salah satu gerakan salat. Selain memberi manfaat untuk mengobati nyeri atau sakit punggung, ada beberapa manfaat lain dari sujud. Di antaranya, posisi ini dapat meningkatkan pengiriman oksigen ke jaringan dan sirkulasi darah. Kemudian, sujud disebut juga sebagai terapi fisiologi terbaik untuk mengurangi kecemasan, depresi, dan stres. Fakta yang sama juga pernah disampaikan oleh ahli jantung, psikoterapis dan spesialis nutrisi dan penuaan, Stephen Sinatra, dikutip dari Saudi Gazette. Menurut Sinatra dalam penelitiannya, tentang efek positif sujud bagi kesehatan, disebutkan Bumi adalah planet listrik dan tubuh manusia adalah makhluk bioelektrik. Saat sujud tubuh akan menyerap elektron dari permukaan Bumi yang membantu menetralisir radikal bebas bermuatan positif dalam tubuh yang merusak sel kita. Aktivitas destruktif radikal bebas dalam tubuh dikaitkan dengan banyak penyakit dan penuaan dini. Sujud dapat mengurangi peradangan, rasa sakit, kecemasan, dan stres. “Sujud dapat memulihkan dan menstabilkan sirkuit bioelektrik yang mengatur fisiologi dan organ Anda, menyelaraskan ritme biologis dasar Anda, meningkatkan mekanisme penyembuhan diri, mengurangi peradangan dan rasa sakit, serta meningkatkan kualitas tidur dan perasaan tenang Anda.” ungkap Dr. Sinatra. (Iin) Baca juga :

Read More

Ustadz Jeje : Polri Harus Tangkap dan Proses Secara Hukum Pemilik Akun Sunnah Nabi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Terkait beredarnya konten yang memvisualisasikan Nabi Muhammad SAW dalam bentuk animasi dan menghina Nabi, membuat Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam Ustadz Jeje Zaenudin turut merespons viralnya kanal Youtube Sunnah Nabi tersebut. Dia meminta kepada pihak kepolisian dan Kementerian Kominfo agar segera menyelidiki serta memproses secara hukum pemilik akun tersebut. “Jika ternyata ada unsur pidana atau diduga ada penistaan kepada Nabi Muhammad SAW dalam akun tersebut agar segera menangkap dan memproses secara hukum pemilik akun Sunnah Nabi,” terang Ustadz Jeje dalam keterangan tertulis yang diberikan kepada media, Ahad (20/08/2023). Ustadz Jeje menilai, akun Youtube Sunnah Nabi diduga telah melakukan pelecehan dan penistaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, channel youtube ini dibuat secara sengaja dengan misi penyesatan pemahaman terhadap beberapa aspek sejarah Nabi dan ajaran Islam. “Terutama bagi non muslim dan masyarakat muslim yang awam,” kata Ketua MUI Pusat ini. Terkait konten-konten yang disuguhkan, Ustaz Jeje mengimbau, agar kaum muslimin waspada dan selektif dalam menerima tontonan-tontonan di medsos yang dibuat para musuh dan pembenci Islam dengan menggunakan nama chanel media Islam. “Walaupun didalam akun tersebut memberikan argumen cuplikan Quran atau Hadist, tapi sesungguhnya menyajikan kesesatan pemikiran dan interpretasi,” pungkasnya.(rid) Baca juga :

Read More

Berikut 3 Amalan Yang Bisa Dilakukan di Bulan Safar

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bulan Safar 1445 H tahun ini diawali pada hari Jumat (18/8/2023) lalu. Bulan kedua kalender Hijriah ini perlu banyak kita isi dengan berbagai amalan yang dapat memberikan pahala besar. Setidaknya ada tiga amal berlipat ganda yaitu(1) amal kebaikan yang pahalanya 10 kali lipat;(2) amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat; dan(3) amal kebaikan yang pahalanya sangat banyak lebih dari 700 kali lipat. Pertama, amal kebaikan yang nilai pahalanya mencapai 10 kali lipat.Imam an-Nawawi menyampaikan, setiap kebaikan itu pasti pahalanya dilipatgandakan sampai 10 kali lipat atas dasar rahmat Allah. Maka amal kebaikan apapun pahalanya otomatis 10 kali lipatnya. Ini seiring dengan firman Allah QS Al-An’am ayat 16. Kedua, amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat, di antaranya sebagai berikut. Donasi untuk perjuangan jihad fi sabilillahHal ini sebagaimana disabdakan langsung Nabi Muhammad SAW, “Siapa saja yang mengirim donasi infak untuk perjuangan jihad fi sabilillah sementara ia sendiri hanya diam di rumah (tidak ikut berangkat berjuang), maka baginya setiap donasi satu dirham mendapatkan pahala 700 dirham.” (Hadits riwayat Ibnu Majah dan Al-Mundziri). Amal apa saja sesuai dengan tingkat keikhlasan, kekhusyukan, kemanfaatan bagi orang lain dan semisalnya Hal ini sesuai dengan penjelasan Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari, juz II halaman 326 dan sabda Nabi Muhammad saw, “Setiap amal manusia dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat.” (Hadits riwayat Imam Muslim). Ketiga, amal kebaikan yang pahalanya mencapai lebih dari 700 kali lipat bahkan tak terhingga. Di antara amalan itu adalah membaca dzikir masuk pasar. Dalam konteks sekarang masuk mall, dan semisalnya. Hal ini sesuai dengan hadits Nabi Muhammad saw berikut. Artinya, “Siapa saja yang masuk ke pasar lalu membaca dzikir yang artinya: ‘Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Allah Dzat yang menghidupkan dan yang membinasakan, Allah Dzat adalah Yang Maha Hidup yang tidak akan pernah binasa, hanya pada kekuasan-Nya lah kebaikan, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu’; maka Allah pastikan bagi orang yang membacanya itu sejuta kebaikan, Allah lebur darinya sejuta keburukan, dan Allah angkat baginya sejuta derajat.” (Hadits riwayat al-Hakim). (yan) Baca juga :

Read More

Pengungsi Suriah di Idlib Bertahan Ditengah Suhu Ekstrim

Idlib — 1miliarsantri.net : Pengungsi Suriah di Provinsi Idlib berjuang untuk bertahan hidup di tenda-tenda darurat di bawah suhu panas ekstrem mencapai 50 derajat celcius. Suhu terik mempersulit warga yang tinggal di tenda-tenda darurat dengan mayoritas perempuan dan anak-anak. Gelombang panas ekstrim dapat berakibat fatal bagi penderita penyakit kronis, dan dapat menyebabkan berbagai masalah kulit pada anak-anak. Penghuni kamp yang kesulitan untuk mendapatkan air di daerah tersebut mencoba mendinginkan tenda dengan cara primitif. Mohammed Damis, yang melarikan diri dari pengeboman tentara Suriah pada 2019 dan berlindung di kamp Andalusia di desa Zerdene mengatakan, penduduk di wilayah tersebut mengalami hari yang sulit karena cuaca sangat panas. Damis mengatakan, penduduk kekurangan kebutuhan hidup dasar. Bahkan orang dewasa dan anak-anak kerap mengeluhkan tentang panasnya kamp darurat. “Untuk mengurangi pengaruh sinar matahari, kami membawa mobil tangki berisi air dan menyemprotkan ke tenda-tenda,” ujar Damis, dilaporkan Anadolu Agency, Sabtu (19/8/2023). Damis mengatakan, di penghujung hari, suhu turun menjadi 45 derajat celcius di luar. Tetapi di dalam tenda suhunya tetap 51 derajat celcius. Damis mengatakan, hidup di dalam tenda sangat sulit. “Tidak ada baterai di tenda, dan tidak ada kipas angin. Kami mengisi baskom besar dengan air untuk mendinginkan bayi,” kata Damis. Sementara itu, penghuni kamp lainnya, Mohammed Cesim mengatakan, dia telah tinggal di kamp pengungsi yang sama selama empat tahun dan tendanya mulai rusak. Cesim berharap ada panel energi surya di tenda untuk menghidupkan listrik, sehingga pengungsi bisa menyalakan kipas angin. “Ini adalah hari-hari tersulit dalam hidup kami. Kami tidak dapat melakukan apa pun. Kami tidak bisa duduk atau tidur karena panas terik,” ujar Cesim. Sekitar 1,9 juta orang terlantar tinggal di sekitar 1.430 kamp atau lokasi pemukiman sendiri di Suriah barat laut. Menurut PBB, sebagian besar penduduk kamp adalah perempuan dan anak-anak. (fyt/AP) Baca juga :

Read More

Gus Falah: NU Siap Sumbang Tenaga Jika Tambang Rakyat Dilegalkan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan juga anggota Komisi VII DPR RI, Nasyirul Falah Amru (Gus Falah) menanggapi usulan PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) agar tambang emas rakyat yang ilegal dapat memperoleh izin resmi. MIND ID mengusulkan hal tersebut, agar ketika usaha pertambangan rakyat dilegalkan, pasokan emasnya dapat diserap oleh holding BUMN pertambangan itu. Putra dari ulama NU Ponorogo, KH Amru Al Mu’tasyim ini menyatakan, ketika pertambangan rakyat dilegalkan, maka Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam besar sekaligus bagian dari civil society siap untuk membantu negara di sektor pertambangan. “Ketika membuka Muktamar NU ke-34 di Lampung akhir 2021 lalu, Presiden Jokowi sudah menawarkan konsesi pertambangan minerba pada generasi muda NU. Dan tawaran ini diucapkan lagi oleh Menteri Investasi pak Bahlil Lahadalia, nah bila usulan MIND ID itu dikoneksikan dengan tawaran Presiden, NU sebagai bagian dari masyarakat sipil siap turut membantu negara dalam sektor pertambangan,” ungkap Gus Falah kepada 1miliarsantri.net, Minggu (20/08/2023). Dia berharap, jangan sampai izin usaha pertambangan (IUP) maupun Izin Pertambangan Rakyat (IPR) dikuasai oleh kelompok tertentu, seperti pengusaha atau korporasi. Gus Falah menyatakan, legalisasi pertambangan rakyat bisa menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan penataan sektor pertambangan rakyat agar lebih berkeadilan. “Selain itu penataan pertambangan rakyat juga penting dilakukan, agar kegiatan pertambangan yang menerapkan kaidah penambangan yang baik seperti memelihara lingkungan dan menjamin keselamatan pekerja bisa diterapkan, sehingga insiden penambangan di Desa Pancurendang, Kabupaten Banyumas, beberapa waktu lalu tak terulang lagi,” imbuhnya. Gus Falah menegaskan, NU sebagai representasi umat, pasti melakukan kegiatan pertambangan yang mendatangkan kemaslahatan bagi umat. “NU juga mengamalkan ajaran Islam tentang hablum minal alam, sehingga kegiatan pertambangan yang dilakukan tidak menghancurkan lingkungan. Maka, kontribusi NU menjadi penting ketika penataan pertambangan rakyat dilakukan,” pungkasnya. (rid) Baca Juga :

Read More

Ini Cara Yang Dilakukan Ketika Santri Baru Masuk ke Pesantren

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pakar Pendidikan Anak, Ustadz Mohammad Fauzil Adhim, menjelaskan, setiap pondok pesantren berbeda keragaman asal santri maupun budayanya. Latar belakang keluarga santri rentang perbedaannya juga bisa beragam. Maka itu, sejak awal di pesantren, perlu dikondisikan untuk lebih mudah membaur, menyesuaikan diri dan membentuk ikatan sosial antar santri. Selama masa itu, santri memang hanya berada di pesantren saja dan berinteraksi hanya dengan komunitas pesantren. “Berapa lama waktu yang diperlukan? Sangat terkait dengan rentang keragaman latar belakang santri, khususnya latar belakang budaya keluarga, disamping tentu saja dipengaruhi oleh latar belakang budaya masyarakat,” kata Ustadz Fauzil Adhim kepada 1miliarsantri.net, Sabtu (19/08/2023). Santri semakin homogen, maka makin singkat waktu yang diperlukan. Makin majemuk, perlu waktu semakin lama. Sama halnya makin suportif, bukan sekedar kondusif, lingkungan pesantren, maka makin pendek waktu yang diperlukan. “Berapa lama yang disebut singkat itu? Rata-rata dua bulan, meskipun bisa juga 1,5 bulan. Pada sebagian pesantren perlu waktu tiga bulan. Atau sebagian sebenarnya memerlukan waktu hanya 1,5 bulan, tetapi sengaja melarang kunjungan agar dapat membentuk iklim santri secara efektif,” kata Fauzil. Fauzil mengaku merekomendasikan kepada beberapa sekolah nonpesantren tentang waktu awal pembentukan iklim sekolah selama tiga bulan. Jadi, kalau ada pesantren yang melarang kunjungan wali santri pada dua bulan pertama atau tiga bulan pertama, sangat mungkin karena alasan ini. “Bisa juga agar kohesivitas santri terbentuk kuat. Ada ikatan antar mereka yang memudahkan mereka membangun budaya baru dengan iklim kesantrian yang baik dan produktif,” tutur Fauzil. Satu hal yang penting. Memasukkan anak ke pesantren bukan hubungan transaksional. Orang tua memohon kesediaan pesantren untuk membekali anak denganadab serta ilmu-ilmu agama yang tertib dan kokoh. “Karena itu perhatikan darimana anak kita mengambil adab. Ini yang terpenting. Bukan bagaimana gedungnya,” pungkas Fuazil. (rid) Baca juga :

Read More

Kiamat Dalam Surat Ghafir Ayat 15 Disebut Yaum Al Talaq

Kairo — 1miliarsantri.net : Mantan Dekan Fakultas Ushuluddin Universitas Al Azhar cabang Assiut, Mukhtar Marzuk Abdul Rahim mendapat pertanyaan dari salah satu jamaah tentang satu ayat dalam Surat Ghafir, yakni ayat 15. Allah SWT berfirman: رَفِيْعُ الدَّرَجٰتِ ذُو الْعَرْشِۚ يُلْقِى الرُّوْحَ مِنْ اَمْرِهٖ عَلٰى مَنْ يَّشَاۤءُ مِنْ عِبَادِهٖ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِۙ “(Dialah) Yang Mahatinggi derajat-Nya, yang memiliki ’Arsy, yang menurunkan wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, agar memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari Kiamat).” (QS Ghafir ayat 15) Dalam surat tersebut, ada frasa ‘Yauma Al Talaq’ dan diartikan dengan Hari Kiamat. Lantas, mengapa hari kiamat disebut Yaum Al Talaq? Syekh Marzuk menjelaskan, Allah SWT telah menamakan hari kiamat di Surat Ghafir dengan nama Yaum Al Talaq. Pada hari di mana manusia dibangkitkan, tidak ada yang dapat bersembunyi dari Allah SWT. Alasan mengapa disebut Yaum Al Talaq salah satunya karena di saat itu hari di mana bertemunya penduduk langit dan bumi, sebagaimana diriwayatkan oleh Yusuf bin Mahran dari Ibnu Abbas RA. Kedua, pertemuan tersebut merupakan yang pertama dan yang terakhir. Ini didasarkan pada riwayat Ibnu Abbas RA juga. Ketiga, karena itu merupakan hari pertemuan antara makhluk dan Sang Pencipta. Dasarnya ialah riwayat Qatadah dan Muqatil. Keempat, adalah karena itu merupakan hari pertemuan antara mereka yang tertindas dan yang menindas. Ini menurut riwayat Maimun bin Mahran. Karena itu, ayat tersebut juga menjadi peringatan keras bagi para penindas atau para pemakan uang haram. Sebab, Syekh Mukhtar Marzuk menyampaikan, hak-hak mereka akan tertunda selama tidak bertaubat dengan mengembalikan hak tersebut atau memohon ampunan atau maaf dari pemilik hak tersebut. Rasulullah SAW bersabda: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «اﻟﻈﻠﻢ ﺛﻼﺛﺔ ﻓﻈﻠﻢ ﻻ ﻳﻐﻔﺮﻩ اﻟﻠﻪ ﻭﻇﻠﻢ ﻳﻐﻔﺮﻩ ﻭﻇﻠﻢ ﻻ ﻳﺘﺮﻛﻪ .ﻓﺄﻣﺎ اﻟﻈﻠﻢ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﻐﻔﺮﻩ اﻟﻠﻪ ﻓﺎﻟﺸﺮﻙ ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ: {ﺇﻥ اﻟﺸﺮﻙ ﻟﻈﻠﻢ ﻋﻈﻴﻢ}, ﻭﺃﻣﺎ اﻟﻈﻠﻢ اﻟﺬﻱ ﻳﻐﻔﺮﻩ ﻓﻈﻠﻢ اﻟﻌﺒﺎﺩ ﺃﻧﻔﺴﻬﻢ ﻓﻴﻤﺎ ﺑﻴﻨﻬﻢ ﻭﺑﻴﻦ ﺭﺑﻬﻢ .ﻭﺃﻣﺎ اﻟﻈﻠﻢ اﻟﺬﻱ ﻻ ﻳﺘﺮﻛﻪ اﻟﻠﻪ ﻓﻈﻠﻢ اﻟﻌﺒﺎﺩ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺑﻌﻀﺎ ﺣﺘﻰ ﻳﺪﺑﺮ ﻟﺒﻌﻀﻬﻢ ﻣﻦ ﺑﻌﺾ» . “Kezaliman itu ada tiga. Pertama adalah kezaliman yang Allah tidak akan mengampuninya. Kedua, kezaliman yang Allah akan mengampuninya. Ketiga, kezaliman yang Allah tidak akan membiarkannya. Kezaliman yang Allah tidak akan mengampuninya adalah kesyirikan. Allah SWT berfirman, ‘Sesungguhnya kesyirikan adalah benar-benar kezaliman yang besar’. Adapun kezaliman yang Allah akan mengampuninya adalah kezaliman para hamba terhadap diri-diri mereka sendiri dalam perkara antara mereka dengan Tuhan mereka. Sedangkan kezaliman yang Allah tidak akan membiarkannya adalah kezaliman para hamba, antara sebagian mereka terhadap sebagian yang lain, sehingga Allah mengurus untuk sebagian mereka terhadap sebagian yang lain. (rum/aaz) Baca juga :

Read More

Pelecehan Muslimah Oleh Yahudi Qainuqa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Bani Qainuqa merupakan salah satu suku Yahudi yang hidup di perkampungan khusus mereka di Madinah. Perang ini berawal dari kebencian kaum Yahudi atas kemenangan kaum Muslimin terhadap orang kafir Quraisy. Seperti dikutip dari buku Sejarah Hidup dan Perjuangan Rasulullah ﷺ, dengan berbagai macam cara mereka menghembuskan perpecahan dan fitnah di kalangan kaum Muslimin. Rasulullah ﷺ berulang kali menasehati mereka dan menyerukan mereka kepada Islam. Namun hal tersebut justru semakin membuat mereka angkuh dan mengejek kaum Muslimin . Namun Rasulullah ﷺ tetap bersabar atas ulah mereka. Hingga suatu saat, ketika seorang Muslimah belanja di pasar mereka, orang-orang Yahudi melecehkannya dengan meminta agar wanita tersebut menyingkap jilbabnya. Tentu saja wanita tersebut menolaknya. Kemudian seorang penjual perhiasan mengikat ujung pakaiannya tanpa dia ketahui, sehingga ketika dia berdiri, tersingkaplah aurat wanita tersebut diiringi derai tawa orang-orang Yahudi di sekitarnya. Wanita itu berteriak, kemudian salah seorang sahabat datang menolong dan langsung membunuh pelakunya. Namun kemudian orang-orang Yahudi mengeroyok dan membunuhnya. Ketika berita ini sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau langsung mengumpulkan tentaranya, dan memberikan bendera kepada Hamzah bin Abdul Muththalib. Lalu mereka menuju Bani Qainuqa’. Ketika melihat kedatangan kaum Muslimin, orang-orang Yahudi segera berlindung di balik benteng-benteng mereka. Pasukan Rasulullah ﷺ mengepung mereka dengan rapat selama 15 hari pada bulan Syawal hingga awal Dzul Qa’idah tahun ke-2 Hijriyah. Akhirnya Bani Qainuqa menyerah karena ketakutan melanda mereka. Lalu mereka menyerahkan keputusannya kepada Rasulullah ﷺ. Abdullah bin Ubay bin Salul dengan gaya kemunafikannya membujuk Rasulullah ﷺ agar tidak membunuh mereka. Rasulullah ﷺ akhirnya mengusir mereka dari kota Madinah agar tidak tinggal berdampingan dengan kaum Muslimin . Setelah itu masih ada lagi beberapa peperangan yang berhasil diatasi oleh Rasulullah ﷺ dan pasukannya. Untuk lebih menunjukkan ketegasan Rasulullah ﷺ dalam masalah ini, beliau memerintahkan untuk membunuh Ka’ab bin al-Asyraf, seorang Yahudi yang paling dengki terhadap Islam dan kaum Muslimin, dan secara terang-terangan sering menyakiti kaum Muslimin . Hal tersebut semakin besar pengaruhnya karena dia orang terpandang di kaumnya, kaya raya dan penyair. Tugas tersebut dilaksanakan oleh para sahabat yang dipimpin oleh Muhammad bin Maslamah. Hal ini semakin menambah kegentaran orang-orang Yahudi, bahwa Rasulullah ﷺ tidak segan-segan mengambil tindakan tegas jika ada yang bertindak sewenang-wenang terhadap kaum Muslimin. (Iin/aaz) Baca juga :

Read More