MUI Secara Tegas Menolak Usulan Legalisasi dan Penarikan Pajak Judi Online

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menanggapi usulan penarikan pajak dari praktik perjudian, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak berbagai macam usulan terkait segala bentuk perjudian dikarenakan judi dalam bentuk apapun secara tegas dilarang di Indonesia. Hal tersebut disampaikan Ketua MUI KH M Cholil Nafis, usulan penarikan pajak dari judi online, menurutnya tidak masuk akal. Usulan tersebut secara tidak langsung akan membuka peluang generasi muda melakukan perjudian. Dia mempertanyakan cara berpikir bagaimana usulan ini muncul. Karena, kata dia, tidak mungkin memajaki hal (judi) yang keberadannya dilarang. “Kalau mau ditarikin pajaknya, kira-kira pajaknya apa yang mau ditarikan orang kalau judinya dilarang. Kan seharusnya ketika dilarang maka tidak ada perjudian. Maka ide memajak judi sebenarnya logikanya tidak nyambung,” ujar Kiai Cholil, Rabu (13/09/2023). Dia menegaskan, praktik judi tidak dapat dibenarkan, baik oleh ketentuan syariat maupun dalam perundang-undangan. Di samping itu, terdapat kerugian besar yang akan diterima dari praktik perjudian. “Saya pikir usulan pajak judi ini justru akan membuka ruang bagi anak-anak kita dan bangsa kita untuk berjudi. Usulan pajak judi berarti kan kita menyetujui anak-anak kita melintas untuk berjudi,” imbuhnya. Selebihnya, perjudian juga emngakibatkan suatu generasi bangsa tidak produktif dan profosional. Padahal, kata Kiai Cholil, bangsa Indonsia menjalankan visioning Indonesia emas pada 2045. “SDM kita diciptakan secara profesional tidak mungkin melalui perjudian, karena orang judi pasti malas kerja. Maka untuk itu, kami menolak usulan pelegalan judi atau usulan pajak judi,” tegas dia. Dalam rapat bersama Komisi I DPR RI pekan lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Ari Setiadi sempat menyebut potensi kerugian Indonesia gara-gara judi online. Ini karena hanya Indonesia di negara ASEAN yang tidak melegalkan judi. Budi pun menyinggung usulan penerapan pajak judi online. “Kita satu-satunya negara di ASEAN yang abu-abu, sedangkan judi online lintas batas. Kalau kita begini terus, yang ada kita rugi menurut saya. Karena saya berdiskusi dengan banyak pihak, ada yang bilang, ya sudah dipajakin saja, misalnya. Dibuat terang, dipajakin,” kata Menkominfo. Namun belakangan, Budi meralat pernyataannya. Dia menegaskan pemerintah belum akan menerapkan pajak untuk judi online. Hal ini disampaikan Budi Ari saat ditanya wartawan perihal pernyataannya baru-baru ini yang membuka peluang memungut pajak dari ojek online. “Eggaklah, itu masih (wacana), tunggu ajalah, yang penting tugas kita diperintah untuk memberantas judi online,” ujar Budi Ari seusai ditemui di acara Rebranding Aplikasi e-Penyiaran Perizinan Penyelenggaraan Penyiaran di Grand Ballroom Kempinski Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (12/09/2023). Budi menegaskan, fokus Kementerian Kominfo saat ini adalah memberantas judi online yang merajalela di Indonesia. Dia juga menegaskan, sampai saat itu judi adalah tindakan ilegal di Indonesia. Budi menegaskan demikian karena jika wacana pajak direalisasikan artinya juga melegalisasi judi online. (wink) Baca juga :

Read More

Meninggalkan Sholat, Akan Menjadi Penghalang Terkabulkan nya Doa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setiap Muslim memiliki kewajiban terhadap Allah SWT. Salah satu kewajiban yang dilakukan adalah mengerjakan hal-hal yang diperintahkan dan menjauhi larangan-Nya. Tapi bagaimana jika seorang Muslim sangat rajin berdoa tapi hampir-hampir tak pernah sholat? Najmi bin Umar Bakkar dalam buku 50 Sebab Doa tidak Terkabul menjelaskan, meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT akan menjadi penghalang terkabulnya doa.  Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Alquran Surat Al Baqarah ayat 186:  وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ  الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا  لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ Yang artinya, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran.” Laits berkata bahwa Nabi Musa AS melihat seseorang yang menengadahkan kedua tangannya untuk berdoa kepada Allah dengan sungguh-sungguh. Kemudian Nabi Musa berkata, “Rabbku, hamba-Mu berdoa kepada-Mu agar Engkau merahmatinya dan Engkau Zat Yang Paling Penyayang, lalu apa yang akan Engkau perbuat untuk memenuhi kebutuhan hamba itu?” Allah kemudian berfirman, ‘Wahai Musa, jika seandainya hamba tersebut menengadahkan kedua tangannya hingga selesai maka aku tidak akan melihat kebutuhannya hingga ia memperhatikan hak-Ku.” Seorang Muslim seharusnya merasa malu apabila ia terus-menerus berdoa kepada Allah SWT dan meminta kebaikan, tapi di sisi lain ia secara sadar telah meninggalkan kewajiban sholat.  Meninggalkan sholat fardhu merupakan dosa. Aun bin Abdullah bertanya kepada Abu Ishaq, “Apa yang kini tersisa pada dirimu, wahai Abu Ishaq?”  Dia pun menjawab, “Kini aku tinggal membaca Alquran dalam satu rakaat.” Aun pun berkata, “Yang tersisa pada dirimu saat ini adalah kebaikanmu, sementara keburukanmu lenyap.”  Maka dianjurkan bagi umat Islam untuk senantiasa tidak menyepelekan kewajibannya terhadap Allah SWT dan senantiasa meniru orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. (yan) Baca juga :

Read More

Mengapa Bangsa Romawi Sering Diabadikan dalam Alquran

Surabaya — 1miliarsantri.net : Allah SWT menyebutkan Bangsa Romawi dalam Alquran surat ar-Rum ayat 2-4. Penyebutan ini tentu mempunyai sejulah rahasia.  غُلِبَتِ الرُّومُ فِي أَدْنَى الْأَرْضِ وَهُمْ مِنْ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ “Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun lagi. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman.” (QS Ar-Rum [30]: 2-4)   Ayat di atas, sebenarnya mengungkapkan tentang kekalahan bangsa Romawi atas Persia. Ketika itu, peperangan antara kedua bangsa itu terjadi di masa Rasulullah SAW, yakni sekitar tahun ke-8 Hijriyah.  Seperti diungkapkan Ibnu Katsir dalam tafsirnya, Bangsa Persia dipimpin oleh Raja Sabur, dan Romawi dipimpin Heraclius. Saat peperangan berlangsung, Sabur berhasil mendesak Heraclius hingga membuatnya berlindung ke Konstantinopel. Mendengar kekalahan bangsa Romawi, kaum Muslim bersedih, sebaliknya bangsa Persia bergembira. Sebab, bangsa Romawi memeluk agama Nasrani dan dikenal sebagai kelompok Ahlul Kitab, sedangkan Persia beragama Majusi, menyembah api dan berhala-berhala.  Maka, selama masa perlindungan itu, Romawi menyusun kekuatan untuk kembali melawan Persia. Hasilnya, tak berselang lama sejak kekalahan tersebut, kurang lebih 7-8 tahun (Bidh’i sinin), Romawi akhirnya mampu mengalahkan Persia, di negeri terdekat (Adna al-Ardhi), yakni di dekat Laut Mati.  Penyebutan nama Romawi ini tentu memiliki makna tersendiri. Berikut ini beberapa fakta terkait dengan alasan mengapa Romawi disebutkan dalam Alquran. 1. Bangsa ini dikenal memiliki peradaban yang sangat tinggi. Dan, bukan hanya itu, salah satu surah dalam Alquran juga dinamakan dengan surah Ar-Rum [30]. Ini menunjukkan bahwa bangsa ini memang dikenal hebat dan terkenal sejak dahulu kala. 2. Romawi merupakan tempat kuno di Eropa yang menjadi sumber kebudayaan Barat. Bangsa Romawi terletak di Semenanjung Apenina, yakni Italia sekarang ini. Pada bagian sebelah Utara semenanjung Apenina bersambung dengan daratan Eropa yang terdapat pegunungan Alpen sebagi batas alam yang memanjang. Di sebelah Utara memisahkan Italia dengan Swiss dan Austria. Sedangkan di sebelah Barat Laut memisahkan Italia dengan Prancis dan sebelah Timur Laut dengan Yugoslavia. 3. Entah siapa yang pertama kali menjadikan Kota Roma sebagai pusat pemerintahan Romawi. Sebuah legenda menyebut bahwa Kota Roma didirikan oleh dua orang bersaudara yang merupakan keturunan Aenas dari Yunani.  Kedua orang itu bernama Remus dan Romulus. Ada yang menyebutkan, keduanya mendirikan kota tersebut sekitar tahun 750 Sebelum Masehi. Remus dan Romulus adalah putra dari Rhea Silvam keturunan Aenas, seorang pahlawan Troya yang melahirkan diri sewaktu Troya dikalahkan oleh Yunani. 4. Bangsa Romawi sudah ada sejak abad ke-9 Sebelum Masehi (SM). Bangsa Romawi mendominasi Eropa Barat dan wilayah sekitar Laut Tengah. Konon, kekuasan Romawi dulu, bertahan hingga 1000 tahun atau 10 abad. Yakni, 500 tahun sebelum kelahiran Isa Al-Masih dan 500 tahun sesudahnya. Namun, ada pula yang menyebutkan selama 12 abad. Sebagaimana disebutkan Sami bin Abdullah Al-Maghluts dalam Athlas Tarikh al-Anbiya wa ar-Rusul, negara ini dinamakan dengan Romawi karena dikaitkan dengan ibu kota dan tempat titik tolak peradabannya di Kota Roma, Italia. Pada abad keenam sebelum masehi, Roma mengadakan ekspansi hingga menguasai keseluruhan Italia. Masa ini disebut dengan masa Romawi Kuno. Kemudian, wilayahnya meluas hingga negeri-negeri Yunani, semenanjung Balkan, Asia Kecil, Syam, dan Mesir sampai Carthage di Tunisia. Namun, karena beberapa faktor, akhirnya kekuasaannya menyusut dan terpecah menjadi dua. Bagian barat kekaisaran, termasuk Hispania, Gaul, dan Italia, menjadi kerajan merdeka. Sedangkan kekaisaran Romawi timur diatur dari Konstantinopel. 5. Peradaban Romawi sering kali disandingkan dengan peradaban Yunani Kuno, Mesir Kuno, Persia, dan lainnya. Hal ini dikarenakan bukti-bukti peradabannya dalam bidang bangunan memiliki corak yang hampir sama. Dan memang, peradaban Romawi mengadopsi dan meniru bentuk-bentuk peradaban Yunani. Mereka membangun teater, mausoleum, arena pertunjukan, jembatan, taman-taman, hingga tempat tinggal. Mereka juga sangat mahir dalam seni ukiran patung dan gambar. Selain itu, sastra komedi juga berkembang dengan pesat dalam peradabannya. Namun demikian, peradaban Romawi Kuno menyumbangkan banyak kepada pengembangan hukum, perang, seni, literatur, arsitektur, dan bahasa dalam dunia Barat, dan sejarahnya terus memiliki pengaruh besar di dunia sekarang ini. (yat) Baca juga :

Read More

Pemerintah Menetapkan Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama sepanjang tahun 2024. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 855 Tahun 2023, Nomor 3 Tahun 2023, Nomor 4 Tahun 2023 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2024. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy setelah memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri membahas Penetapan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama tahun 2024. Rapat yang berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Jakarta ini dihadiri Menteri PAN RB Abdullah Azwar Annas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, dan Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki. “Untuk tahun 2024, pemerintah memutuskan libur nasional dan cuti bersama berjumlah 27 hari. Di mana, libur nasional sebanyak 17 hari dan cuti bersama sebanyak 10 hari,” ujar Menko PMK saat memberikan keterangan ke awak media, Selasa (12/09/2023). Penandatangan SKB Tiga Menteri tentang Hari Libur dan Cuti Bersama Tahun 2024 dilakukan oleh Menteri PAN RB Abdullah Azwar Annas, Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah, Menteri Agama yang diwakili oleh Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki dengan disaksikan Menko PMK Muhadjir Effendy. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekjen Kemenag Nizar Ali, Sekjen Kemnaker Anwar Sanusi, Sekretaris KemenpanRB Rini Widyantini, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK Warsito. Menko PMK menjelaskan, penetapan jumlah Hari Libur Nasional dan Libur Cuti Bersama Tahun 2024 merujuk pada Keppres No. 251 Tahun 1967 Tentang Hari-hari Libur sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keppres No. 3 Tahun 1983 Tentang Perubahan atas Keppres No. 251 Tahun 1967. “Penetapan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2024 dimaksudkan sebagai pedoman bagi masyarakat, sektor ekonomi, dan sektor swasta yang lain agar bisa merancang aktivitasnya,” kata Muhadjir.Penetapan ini, juga menjadi rujukan bagi Kementerian/Lembaga (K/L) pemerintahan dalam menentukan perencanaan program-program kerja selama tahun 2024. Menko PMK menyampaikan, selanjutnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi akan menyusun Rancangan Keputusan Presiden tentang Cuti Bersama Pegawai ASN Tahun 2024 dan menyiapkan peraturan untuk Aparatur Sipil Negara (ASN). “Dan untuk aturan terkait pelaksanaan libur dan cuti bersama pada sektor swasta akan diatur lebih lanjut oleh Menteri Ketenagakerjaan,” terang. Dalam rapat koordinasi juga dibahas pengajuan perubahan nomenklatur hari libur nasional usulan dari Kementerian Agama yang berdasarkan usulan umat Kristen dan Katolik, yaitu: Wafat Isa Almasih menjadi Wafat Yesus Kristus, Kenaikan Isa Almasih menjadi Kenaikan Yesus Kristus, dan Hari Raya Natal menjadi Kelahiran Yesus Kristus. “Untuk itu Kementerian Agama akan menyusun usulan Keppres (Keputusan Presiden) atas perubahan nomenklatur dimaksud,” tutup Menko PMK. Berikut daftar hari libur nasional tahun 2024 yang terdiri dari 17 hari, yaitu: – 1 Januari: Tahun Baru 2024 Masehi – 8 Februari: Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW – 10 Februari: Tahun Baru Imlek 2575 Kongzili – 11 Maret: Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 – 29 Maret: Wafat Isa Almasih – 31 Maret: Hari Paskah – 10-11 April: Hari Raya Idul Fitri 1445H – 1 Mei: Hari Buruh Internasional – 9 Mei: Kenaikan Isa Almasih- 23 Mei: Hari Raya Waisak 2568 BE – 1 Juni: Hari Lahir Pancasila – 17 Juni: Hari Raya Idul Adha 1445H – 7 Juli: Tahun Baru Islam 1446H – 17 Agustus: Hari Kemerdekaan RI – 16 September: Maulid Nabi Muhammad SAW – 25 Desember: Hari Raya Natal Sementara cuti bersama tahun 2024 sebanyak 10 hari, yaitu: – 9 Februari: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek – 12 Maret: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1946 – 8, 9, 12, 15 April: Cuti Bersama Idul Fitri 1445H – 10 Mei: Cuti Bersama Kenaikan Isa Al Masih – 24 Mei: Cuti Bersama Hari Raya Waisak – 18 Juni: Cuti Bersama Idul Adha 1445H – 26 Desember: Cuti Bersama Hari Raya Natal. (wink)

Read More

Buya Yahya : Kesadaran Wali atau Orang Tua Santri Dalam Membantu Pengembangan Pesantren dirasa Sangat Kurang

Cirebon — 1miliarsantri.net : Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Bahjah Cirebon, Prof Yahya Zainul Ma’arif (Buya Yahya), menguraikan, pondok pesantren merupakan satu institusi pendidikan Islam yang telah lama berjasa dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai agama, pendidikan, dan budaya di Indonesia. Pesantren memainkan peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Akan tetapi, masih banyak pembangunan pondok pesantren yang kurang mendapat perhatian dari masyarakat. Terlebih lagi, ketika mendengar cerita tentang wali santri yang tidak aktif dalam pembangunan pondok pesantren. Buya Yahya mengingatkan, sangat penting ikut serta dalam pembangunan pesantren. Dia menyontohkan wali santri yang mendengar berita tentang upaya pembangunan pesantren tempat anaknya menimba ilmu. “Namun, ketika diajak untuk turut serta dalam proses pembangunan, beberapa di antara kita mungkin merasa ragu atau bahkan menolak,” ujar Buya Yahya dalam ceramahnya yang disiarkan Al Bahjah TV, dikutip Selasa (12/09/2023). Menurut Buya Yahya, ada beberapa alasan orang enggan andil dalam pembangunan pondok pesantren. Biasanya mereka berfikir sudah membayar uang sekolah dan lain sebagainya. Dia menegaskan, hal itu merupakan pandangan yang tidak sepenuhnya tepat. “Sebagai umat Islam, kita seharusnya memiliki semangat kerja sama dalam membangun tempat-tempat pendidikan yang mempromosikan nilai-nilai agama dan pendidikan yang baik,” tutur Buya Yahya. Padahal ada orang yang rela menggelontorkan dana sampai ratusan juta untuk pembangunan pondok pesantren, padahal anaknya tidak berada di pondok pesantren tersebut. Ini mengingatkan bahwa hidup tak sekadar kewajiban pribadi saja, tapi juga tentang kontribusu secara lebih luas untuk masyarakat dan agama. Buya Yahya mengingatkan, setiap orang memiliki peran dalam masyarakat dan agama. Setiap tindakan kecil yang dilakukan untuk membantu pembangunan pondok pesantren atau proyek yang serupa merupakan bagian dari amal baik. “Selama kita memiliki kemampuan untuk berbuat baik, kita seharusnya melakukannya. Kita sebagai umat Islam perlu membentuk sikap kerja sama, sukarela, dan solidaritas dalam membantu pembangunan pondok pesantren,” lanjutnya. Dengan begitu, para orang tua bisa memastikan para generasi muda akan mendapatkan pendidikan yang baik dan terarah sesuai dengan nilai-nilai agama. Dari situ pula para orang tua dapat membangun masyarakat yang lebih baik dan harmonis. “Jadi, mari kita ambil bagian dalam pembangunan pondok pesantren dan proyek-proyek sejenisnya. Dengan begitu, kita dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan agama di negeri ini dan menjaga warisan budaya Islam yang berharga. Sebagai umat Islam, hendaklah kita selalu siap dan bersedia untuk berbagi dan membantu sesama,” tutup Buya Yahya. (rya)

Read More

Sejarah dan Faktor Penyebab Yahudi dan Maroko Bersatu

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ada istilah pepatah lama Maroko yang menyinggung soal keberadaan orang Yahudi di Maroko, yaitu, “Pasar tanpa orang Yahudi ibarat pasar tanpa saksi.” Hal itu mengacu pada kehadiran orang Yahudi di bidang komersial dan ekonomi di Maroko berdasarkan keterlibatan mereka dalam perdagangan dan praktik di berbagai kerajinan dan profesi. Kehadiran Yahudi di Maroko sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu, dan hingga pertengahan abad ke-20. Mereka merupakan elemen penting dalam komposisi etnis, sosial dan agama di sejumlah kota dan desa. Sekaligus merupakan komponen utama dari keragaman budaya dan warisan spiritual mereka. Kedatangan orang Yahudi ke Maroko dimulai pada masa protektorat Prancis di Maroko, di mana saat itu orang Yahudi bermigrasi ke negara tersebut dan ke sejumlah negara Eropa. Migrasi ini meningkat secara intensif setelah Perang 1967. Sehingga, dari total populasi warga Maroko, 1 persennya adalah orang Yahudi. Setiap tahun, migrasi orang Yahudi ke Maroko terus terjadi sehingga muncul interaksi antara Islam dan Yahudi di Maroko. Koeksistensi dan interaksi antara Yahudi dan Muslim di Maroko menyebabkan interpenetrasi budaya di berbagai bidang kehidupan sehari-hari. Seperti makanan, pakaian, musik, cerita rakyat, peribahasa, kepercayaan, praktik magis, dan bahkan penghormatan terhadap orang-orang suci atau wali di Maroko. Aspek-aspek tersebut telah meninggalkan jejak di Maroko hingga saat ini. (yus) Baca juga :

Read More

Pesantren Al Kasyaf Bandung Membangun Ekonomi Umat Berbasis Zakat dan Wakaf

Bandung — 1miliarsantri.net : Beberapa Pondok Pesantren di Indonesia kini tidak hanya dikenal sebagai tempat belajar agama, namun sudah berupaya menghadirkan beberapa kegiatan seputar dunia wirausaha atau Enterpreneur. Salah satu diantaranya Pesantren Yatim Al Kasyaf Cibiru Bandung dikenal memiliki banyak unit usaha yang melibatkan masyarakat sekitar. Beberapa unit usaha yang dikembangkan adalah pabrikasi sabun, produksi tempe, coffe shop, bank sampah, sampai klinik kesehatan. Pesantren ini membangun ekosistem ekonomi umat melalui pengembangan unit bisnis berbasis pengelolaan zakat wakaf. “Basis modal semua unit bisnis di pesantren kami yaitu pemberdayaan zakat dan wakaf,” ujar Ustadz Geovani, Pengasuh Pesantren Al Kasyaf saat menerima kunjungan Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag di Bandung, Selasa (12/09/2023). Hadir juga dalam kunjungan ini, Kasubdit Pengamanan Aset Ditzawa Zainuri, Kabid Zawa Kanwil Kemenag Jawa Barat Ohan Burhan. Pesantren Al Kasyaf pernah mendapatkan bantuan inkubasi wakaf produktif dari Kemenag. Bantuan itu dialokasikan untuk membuat coffe shop. Bisnis ini dikelola barista profesional yang juga adalah santri Pesantren Al Kasyaf. Ustadz Geovani yang juga alumni UIN Bandung ini bersyukur dan berterimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Kementerian Agama kepada Lembaga Pendidikan Pesantren, terutama kepada Pesantren Al Kasyaf. “Terima kasih atas kunjungan dan bantuan dari Pak Direktur, semoga kami terus memberikan manfaat untuk umat,” tukas Ustadz GEO. Sementara itu Waryono Abdul Ghafur mengapresiasi produktifitas Pesantren Al- Kasyaf dalam mengelola unit bisnisnya. Dia mengatakan, Pesantren Al Kasyaf bisa menjadi contoh bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) lain dalam pemberdayaan ekonomi umat. Waryono menegaskan, kegiatan juga bagian dari penguatan program prioritas Menteri Agama yaitu Kemandirian Pesantren. Apalagi pesantren ini memiliki program Edutrip yang bisa diakses siapapun. Edutrip merupakan program paket wisata best practice untuk pengunjung yang tertarik belajar secara langsung proses produksi dan bisnis proses pengelolaan unit bisnis di pesantren ini. “Ini pesantren yang memiliki LAZ yang produktif. Ini bisa dijadikan role model buat lembaga zakat lain dan juga Pesantren lain untuk menguatkan kemandirian pesantren. Dengan program edutrip Pesantren Al Kasyaf ini, semua stakeholders bisa belajar langsung ke sini,” pungkasnya. (den) Baca juga :

Read More

Beberapa Fakta Nabi Adam dan Keluarganya Setelah Berada di Bumi 

Jakarta — 1miliarsantri.net : Nabi Adam AS dan istrinya Siti Hawa diperintahkan untuk keluar dari surga dan turun ke bumi karena dianggap telah melanggar ketentuan apa yang sudah dilarang oleh Allah SWT. Maka sejak saat itulah Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bumi dan menjadi manusia pertama yang hidup dan tinggal di bumi. Setelah pertemuan keduanya di bumi seusai berpisah beberapa puluh tahun, keduanya pun bertemu kembali. Berikut ini sejumlah fakta terkait pertemuan keduanya setelah berada di bumi:  1. Setelah Adam dan istrinya diturunkan ke bumi, berkembanglah anak keturunannya. Hal ini ditegaskan Allah dalam Alquran surat Al-Araf [7]: 24-25. Allah SWT berfirman:  قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ “Allah berfirman, “Turunlah kamu sekalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan, kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan. Kemudian, Allah juga berfirman, “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.” Penjelasan serupa juga terdapat dalam surah Al Baqarah [2]: 36. 3. Para ulama sepakat, sejak diturunkan ke bumi, istri Adam, yakni Hawa, melahirkan anak-anak Adam sebanyak 20 kali. Namun, setiap kelahiran selalu kembar, putra dan putri.  Dengan demikian, jumlahnya mencapai 40 orang  4. Di antara sekian banyak anak Adam, terdapat kisah yang menjadi awal mula pembunuhan di muka bumi. Pembunuhan itu dilakukan Qabil terhadap adiknya yang bernama Habil. (QS Almaidah [5]: 27-30)    5. Nabi Adam lalu pulang dan menemukan salah satu putranya telah tiada karena dibunuh oleh anaknya sendiri. Allah SWT berfirman:  إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا “Sesungguhnya, Kami telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi, dan gunung-gunung. Maka, semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya, manusia itu amat zalim dan amat bodoh. (QS Al-Ahzab [33]: 72). Dialah Qabil, manusia yang tidak amanah dalam menunaikan pesan Nabi Adam AS untuk menjaga keluarganya. Demikianlah keterangan Imam Ath-Thabari dalam Tarikh al-Umam wa al-Mulk, Jilid I, halaman 13  6. Dijelaskan Sami bin Abdullah Al-Maghluts dalam Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Qabil kepada saudaranya yang bernama Habil itu terjadi di daerah Makkah. Sebab, Makkah merupakan tempat tinggal Adam dan Hawa setelah mereka turun ke bumi  Hal senada juga diungkapkan Syauqi Abu Khalil dalam bukunya Athlas Al-Qur’an. Syauqi menjelaskan, pembunuhan Habil terjadi di Makkah. Inilah pendapat yang paling kuat   7. Sedangkan, Qabil, setelah membunuh Habil, pergi melarikan diri ke daerah Yaman. Demikian diterangkan Ath-Thabari dalam Qishash al-Anbiya, Qabil melarikan diri dari ayahnya (Adam) dan menuju ke daerah Yaman  8. Adapun Adam, menurut sebagian riwayat, ia hidup hingga berusia 1000 tahun. Riwayat lainnya menyebutkan, usianya antara 950-1000 tahun. Jarak antara Adam dan Nuh juga 1000 tahun atau 10 abad. Demikian keterangan Ibnu Katsir dalam kitabnya Al-Bidayah wa an-Nihayah. Ibnu Katsir menjelaskan, ada seseorang bertanya, “Ya, Rasulullah, apakah Adam seorang nabi? Rasul SAW menjawab, Ya, nabi yang diberikan wahyu. Orang itu kembali bertanya, Berapa lama rentang waktu antara Adam dan Nuh? Nabi SAW menjawab, “Sepuluh abad.” (HR Muslim). 9. Dalam buku Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, Sami al-Maghluts menjelaskan, Adam diperkirakan hidup tahun 5872-4942 Sebelum Masehi (SM). Sedangkan, Nabi Nuh diperkirakan hidup sekitar tahun 3993-3043 SM (usia 950 tahun). Lihat juga penjelasan Ahmad al-Usairy dalam Tarikh al-Islamy.  10. Menurut beberapa riwayat, Adam dimakamkan di Gunung Qasiyun, di daerah Damaskus. Syauqi Abu Khalil menambahkan, di Gunung Qasiyun yang menjulang tinggi di Kota Damaskus dari arah utara, terdapat satu gua yang bernama Magharatud dan yang berarti gua darah. Gua ini sangat terkenal. Oleh sebagian masyarakat umum, tempat itu diyakini sebagai tempat Qabil membunuh saudaranya, Habil.  Lokasinya terletak di sebelah kanan jalan dari arah Damaskus menuju Zabdani dan Balaudan. Sementara itu, di wilayah itu, gunung yang menjulangh tinggi di atas lembah Sungai Bardi terdapat satu kuburan yang panjangnya kira-kira 15 meter. Sebagian masyarakat meyakini, tempat itu sebagai kuburan Habil.   (yan) Baca juga :

Read More

Beberapa Hal Yang Diperbolehkan Dalam Program Bayi Tabung

Jakarta — 1miliarsantri.net : Program Bayi tabung seringkali menjadi alternatif bagi pasangan suami-istri yang tak kunjung memiliki buah hati. Lantas, bagaimana hukum bayi tabung dalam Islam? Pimpinan AQL Islamic Center, KH Bachtiar Nasir (UBN), menjelaskan, para ulama kontemporer sebenarnya sudah membahas perkara bayi tabung tersebut. Dalam sidang Majma’ fiqh Islam (gabungan ulama dari seluruh negara anggota OKI) pada tanggal 11-16 Oktober 1986 M bertepatan 8-13 Shafar 1407 H di Amman ibu kota Jordania. Para ulama mengkaji dan membahas penelitian dan kajian yang dipresentasikan dalam sidang tersebut. Dari situ, para ulama mengetahui bahwa metode pembuahan buatan dapat dikategorikan kepada tujuh macam. Lima metode dari ketujuh metode itu hukumnya adalah haram dan dilarang secara mutlak. Itu karena mengakibatkan percampuran nasab, ketidakjelasnya ibu yang sebenarnya dan larangan syar’I lainnya. Kelima metode itu adalah: 1. Pembuahan yang dilakukan dengan cara mengambil sperma dari suami dan sel telur dari wanita lain yang bukan istrinya, kemudian embrio itu ditanamkan di dalam rahim istrinya. 2. Pembuahan dilakukan dengan mengambil sperma dari laki-laki lain dan sel telur istri, lalu meletakkannya di rahim istri. 3. Dilakukan pembuahan di luar antara sperma suami dan sel telur istri lalu diletakkan di rahim wanita lain yang menjadi relawan untuk mengandung bayi tersebut. 4. Dilakukan pembuahan di luar antara sperma laki-laki lain dan sel telur wanita lain, lalu diletakkan di rahim istri. 5. Dilakukan pembuahan di luar antara sperma suami dan sel telur istri, lalu diletakkan di rahim istrinya yang lain. Sedangkan, dua metode dibolehkan jika memang dibutuhkan dengan penekanan untuk mengambil sifat kehati-hatian dalam melakukannya. Kedua metode itu yakni: 1. Dilakukan pembuahan di luar antara sperma suami dan sel telur istri, lalu diletakkan di rahim sang istri. 2. Sperma suami diambil, lalu diletakkan di vagina istri atau di rahimnya sehingga terjadi pembuahan di dalam.”Para ulama menekankan, proses pembuahan melalui metode bayi tabung harus dilakukan ketika memang dibutuhkan. Artinya, tidak ada cara lain yang memungkinkan untuk mendapatkan keturunan bagi sepasang suami istri berdasarkan keputusan dokter yang dapat dipercaya,” kata UBN saat menyampaikan tausiah di AQL Islamic Center, dikutip Selasa (12/09/2023). (lin) Baca juga :

Read More
Sedikitnya 2000 Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa di Maroko

Sedikitnya 2000 Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa di Maroko

Marrakesh — 1miliarsantri.net : Maroko diguncang gempa berkekuatan 6,8 skala Richter dengan pusat gempa sekitar 72 km (45 mil) barat daya Marrakesh, pada Junat (08/09/2023) lalu. Sebanyak 2 ribu korban meninggal dunia akibat bencana alam terdahsyat itu. Kementerian Dalam Negeri Maroko mencatat pada Minggu pagi (10/09/2023), korban tewas hingga menembus 2.012 orang dan 2.059 orang terluka, termasuk 1.404 orang dalam kondisi kritis. Para warga dibantu tim penanggulangan bencana sekitar masih berupaya mencari korban selamat yang terkubur di reruntuhan, di mana rumah-rumah dari batu bata lumpur, batu dan kayu kasar retak dan menara masjid roboh akibat gempa yang terjadi pada Jumat malam. Kota tua bersejarah Marrakesh juga mengalami kerusakan parah. Gempa bumi di Maroko ini dinilai yang paling mematikan di negara itu dalam lebih dari enam dekade. Gempa bumi ini merobohkan rumah-rumah di desa-desa pegunungan terpencil tempat tim penyelamat menggali puing-puing untuk mencari korban selamat. Gempa terjadi di pegunungan High Atlas di Maroko pada Jumat malam, merusak bangunan bersejarah di Marrakesh, kota terdekat dengan pusat gempa. Sementara daerah yang terkena dampak paling parah berada di pegunungan di dekatnya. Di desa Amizmiz dekat pusat gempa, petugas penyelamat mengangkat puing-puing dengan tangan kosong dikarenakan batu-batu yang runtuh menghalangi jalan-jalan sempit dan mengganggu akses. Di luar rumah sakit, sekitar 10 jenazah tergeletak dalam kantong jenazah. “Ketika saya merasakan bumi berguncang di bawah kaki saya dan rumah miring, saya bergegas mengeluarkan anak-anak saya. Namun tetangga saya tidak bisa,” terang Mohamed Azaw warga setempat, dikutip dari Reuters, Senin (11/09/2023) Sementara itu, rekaman CCTV di Marrakesh menunjukkan kondisi saat bumi mulai berguncang, ketika orang-orang tiba-tiba melihat sekeliling lalu segera melompat, dan yang lain berlari mencari perlindungan, kemudian banyak yang melarikan diri ketika debu dan puing-puing berjatuhan di sekitar mereka. “Di jantung kota tua, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO, sebuah menara masjid telah runtuh di Lapangan Jemaa al-Fna. Beberapa rumah di kota tua yang padat penduduk itu roboh dan orang-orang menggunakan tangan mereka untuk membersihkan puing-puing sambil menunggu alat berat,” kata warga lainnya bernama Id Waaziz Hassan. Maroko mengumumkan tiga hari berkabung nasional, di mana bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri. Angkatan bersenjata Maroko akan mengerahkan tim penyelamat untuk menyediakan air minum bersih, persediaan makanan, tenda dan selimut kepada daerah yang terkena dampak. (san/reu) Baca juga :

Read More