Bahasa Indonesia Ditetapkan Sebagai Bahasa Resmi Konferensi Umum UNESCO

Paris — 1miliarsantri.net : Bahasa Indonesia berhasil ditetapkan sebagai bahasa resmi atau official language Konferensi Umum (General Conference) UNESCO. Keputusan tersebut ditandai dengan diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO tanggal 20 November 2023 di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis. Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-10 yang diakui sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO, di samping enam bahasa resmi PBB (Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia), serta Bahasa Hindi, Italia, dan Portugis. Duta Besar Mohamad Oemar, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, membuka presentasi proposal Indonesia dengan menyampaikan, Bahasa Indonesia telah menjadi kekuatan penyatu bangsa sejak masa pra-kemerdekaan, khususnya melalui Sumpah Pemuda di 1928. Dengan perannya sebagai penghubung antar etnis yang beragam di Indonesia, Bahasa Indonesia, dengan lebih dari 275 juta penutur, juga telah melanglang dunia, dengan masuknya kurikulum Bahasa Indonesia di 52 negara di dunia dengan setidaknya 150.000 penutur asing saat ini. “Kepimpinan aktif Indonesia di tataran global telah dimulai sejak Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 yang menjadi bibit terbentuknya Kelompok Negara Non-Blok. Indonesia memilliki komitmen kuat untuk melanjutkan kepemimpinan dan kontribusi positif untuk dunia internasional, dengan berkolaborasi dengan negara-negara lain dalam mengatasi tantangan globam, melalui peran keketuaan Indonesia di forum G20 tahun 2022 dan ASEAN tahun 2023 ini,“ ujar Oemar. Dubes Oemar menekankan, meningkatkan kesadaran terhadap Bahasa Indonesia merupakan bagian dari upaya global Indonesia untuk mengembangkan konektivitas antar bangsa, memperkuat kerjasama dengan UNESCO, dan bagian dari komitmen Indonesia terhadap pengembangan budaya di tingkat internasional. Mengakhiri pidato, Dubes Oemar menegaskan bahwa pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO akan berdampak positif terhadap perdamaian, keharmonisan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tidak hanya di tingkat nasional, namun juga di seluruh dunia. Upaya Pemerintah Indonesia untuk mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO merupakan salah satu implementasi amanat Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaaan, yaitu “Pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan”. Usulan ini juga merupakan upaya de jure agar bahasa Indonesia dapat mendapat status bahasa resmi pada sebuah lembaga internasional, setelah secara de facto Pemerintah Indonesia membangun kantong-kantong penutur asing bahasa Indonesia di 52 negara. (yan) Baca juga :

Read More

Terdapat 12 Madrasah Aliyah Menjadi Sekolah Terbaik Versi UTBK – SBMPTN

Jakarta — 1miliarsantri.net : Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) beberapa waktu lalu baru merilis daftar 1.000 sekolah terbaik (Top 1000 Sekolah) Berdasarkan Nilai Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) 2022. Tercatat ada 23.657 sekolah yang mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2022. Total ada 745.115 siswa yang mengikutinya. Dari 12 MA terbaik yang masuk TOP 100, terdapat 11 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan satu Madrasah Aliyah Swasta (MAS). “Alhamdulillah, dari 100 sekolah terbaik versi hasil UTBK, ada 12 madrasah. Bahkan, Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia atau MAN IC Serpong menjadi yang terbaik, disusul MAN IC Pekalongan pada urutan keempat. Ini bukti madrasah makin kompetitif,” terang Plt Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Sidik Sisdiyanto kepada 1miliarsantri.net di Jakarta, Selasa (21/11/2023). MAN Insan Cendekia Serpong menempati peringkat pertama nasional dengan nilai rata-rata UTBK mencapai 666,494. MAN IC Serpong berhasil mempertahankan prestasi nasional yang diraih pada 2021. Saat itu nilai rata-rata UTBK MAN IC mencapai 637,807. Sementara MAN IC Pekalongan menempati urutan keempat dengan nilai rata-rata UTBK mencapai 637,499. “Selain MAN IC, ada MAN 2 Kota Malang yang berada pada urutan ke-19 atau terbaik ketiga untuk kategori madrasah dengan nilai rata-rata UTBK mencapai 617,605,” sambungnya. Berikut daftar 12 Madrasah Aliyah (MA) yang Masuk 100 Sekolah Terbaik di Indonesia Versi UTBK: (wink)

Read More

Rasulullah SAW Berpesan untuk Umat Islam Agar Senantiasa Jaga Masjid Al Aqsa

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW menyerukan pada umatnya untuk senantiasa peduli terhadap Masjid Al Aqsa, yang saat ini berada di kawasan Yerusalem Palestina. Jika kita menilik sejumlah hadits Nabi Muhammad SAW, maka akan kita dapatkan seruan itu sebagaimana dalam hadits berikut: حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ ثَنَا عِيسَى قَالَ ثَنَا ثَوْرٌ عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ أَخِيهِ أَنَّ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ يَا نَبِيَّ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ أَرْضُ الْمَنْشَرِ وَالْمَحْشَرِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ قَالَتْ أَرَأَيْتَ مَنْ لَمْ يُطِقْ أَنْ يَتَحَمَّلَ إِلَيْهِ أَوْ يَأْتِيَهُ قَالَ فَلْيُهْدِ إِلَيْهِ زَيْتًا يُسْرَجُ فِيهِ فَإِنَّ مَنْ أَهْدَى لَهُ كَانَ كَمَنْ صَلَّى فِيهِ حَدَّثَنَا أَبُو مُوسَى الْهَرَوِيُّ قَالَ ثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ بِإِسْنَادِهِ فَذَكَرَ مِثْلَهُ Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ali bin Bahr berkata, telah menceritakan kepada kami Isa berkata, telah menceritakan kepada kami Tsaur dari Ziyad bin Abu Saudah dari saudara laki-lakinya bahwa Maimunah bekas budak Rasulullah SAW berkata, “Wahai Nabi Allah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis.” Beliau menjawab, “Itu adalah bumi yang terbentang dan mahsyar (perkumpulan), datanglah ke sana dan laksanakan sholat di sana, karena sholat di sana sama dengan melaksanakan seribu salat di tempat lainnya.” Beliau bertanya, “Bagaimana pendapat tuan jika seseorang tidak mampu untuk datang ke sana?” Nabi menjawab, “Hendaklah dia menginfakkan minyak untuk penerangan di sana karena barang siapa yang memberikan minyak untuk penerangan di dalamnya, maka ia seperti orang yang melaksanakan sholat di dalamnya.” Telah menceritakan kepada kami Abu Musa al-Harawi dia berkata, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus dengan sanadnya, kemudian dia menyebutkan hadits seperti itu. (HR Ahmad nomor 26343). Dalam redaksi lainnya dijelaskan sebagai beriku: حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقِّيُّ حَدَّثَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا ثَوْرُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ أَخِيهِ عُثْمَانَ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ قَالَ أَرْضُ الْمَحْشَرِ وَالْمَنْشَرِ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ فَإِنَّ صَلَاةً فِيهِ كَأَلْفِ صَلَاةٍ فِي غَيْرِهِ قُلْتُ أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ أَتَحَمَّلَ إِلَيْهِ قَالَ فَتُهْدِي لَهُ زَيْتًا يُسْرَجُ فِيهِ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَهُوَ كَمَنْ أَتَاهُ Artinya: Telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Abdullah Ar Raqqi berkata, telah menceritakan kepada kami Isa bin Yunus berkata, telah menceritakan kepada kami Tsaur bin Yazid dari Ziyad bin Abu Saudah dari saudaranya Utsman bin Abu Saudah dari Maimunah mantan budak Rasulullah SAW, ia berkata, “Wahai Rasulullah, berilah kami fatwa berkenaan dengan Baitulmaqdis, ” beliau bersabda, “Ia adalah bumi Al Muntasyar dan Al Muntasyar (tempat berkumpul manusia), datangi dan sholatlah kalian di sana, sebab sholat di dalamnya seperti sholat seribu kali di tempat lainnya. ” Aku bertanya, “Bagaimana pendapat tuan jika saya tidak bisa ke sana?” beliau menjawab, “Memberi minyak yang dengannya lampu bisa dinyalakan di dalamnya, barang siapa melakukan itu, maka ia seperti telah mendatanginya.” (HR Ibnu Majah nomor 1397). Redaksi lainnya: حَدَّثَنَا النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا مِسْكِينٌ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ زِيَادِ بْنِ أَبِي سَوْدَةَ عَنْ مَيْمُونَةَ مَوْلَاةِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفْتِنَا فِي بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ وَكَانَتْ الْبِلَادُ إِذْ ذَاكَ حَرْبًا فَإِنْ لَمْ تَأْتُوهُ وَتُصَلُّوا فِيهِ فَابْعَثُوا بِزَيْتٍ يُسْرَجُ فِي قَنَادِيلِهِ Artinya: Telah menceritakan kepada kami An Nufaili, telah menceritakan kepada kami Miskin dari Sa’id bin Abdul Aziz dari Ziyad bin Abu Saudah dari Maimunah, mantan sahaya Rasulullah SAW bahwasanya dia pernah berkata, “Wahai Rasulullah, berilah fatwa kepada kami tentang Baitul Maqdis. Maka beliau bersabda, “Datangilah ia dan sholatlah di dalamnya, -ketika itu di negeri tersebut terdapat peperangan-, jika kalian tidak dapat sholat di dalamnya, maka utuslah seseorang dengan minyak untuk dinyalakan di tempat-tempat lampunya.” (HR Abu Daud nomor 386). (yat)

Read More

Semua Bukti Jelas Memperlihatkan dan Israel Akui Telah Membunuh Rakyatnya Sendiri pada Festival Musik 7 Oktober

Tel Aviv — 1miliarsantri.net : Pasukan zionis Israel terbukti telah membunuh beberapa warganya sendiri saat berlangsung nya festival musik yang dihadiri ribuan warga Israel pada 7 Oktober. Hal tersebut dinyatakan menurut penyelidikan polisi Israel yang menyelidiki festival musik Nova di dekat perbatasan Gaza, Haaretz, Selasa (21/11/2023). Dengan kata lain, Israel telah berbohong dan telah menggunakan serangan kejutan 7 Oktober oleh Hamas sebagai alasan untuk melanjutkan pengeboman tanpa henti di daerah Gaza, yang sejauh ini telah merenggut nyawa sekitar 13.300 warga Gaza, Palestina. Laporan menyebutkan, sebuah helikopter tempur Israel dikirim dari pangkalan Ramat David untuk menargetkan para pejuang Hamas yang telah menyeberangi perbatasan dari Gaza ke Israel. Helikopter ini menjalankan misi Operasi Badai Al Aqsa yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana menewaskan total 364 orang warga Israel. Namun, sebuah sumber kepolisian kini telah mengkonfirmasi bahwa helikopter tersebut juga menembaki dan menewaskan beberapa pemukim Israel yang menghadiri festival musik tersebut. Pengakuan ini menandai pengakuan pertama bahwa pasukan pendudukan Israel (IOF) bertanggung jawab atas sebagian kematian di festival tersebut. Sebelumnya militer Israel telah menentang tuduhan itu, dan menyebut semua kematian korban adalah akibat dari pembunuhan yang disengaja yang didalangi oleh kelompok Hamas. Sedangkan laporan-laporan sebelumnya di media Israel telah mengisyaratkan bahwa pasukan Israel yang telah menyebabkan jatuhnya korban sipil warga Israel yang berada di dekat perbatasan Gaza. Di Be’eri, sebuah pemukiman yang dekat dengan perbatasan, pasukan Israel membunuh warga sipil Israel dan pejuang Hamas dengan peluru tank ketika mereka menanggapi serangan Hamas. Skenario serupa terjadi di Sderot, di mana para pejuang Hamas menguasai kantor polisi setempat dan mendorong pasukan Israel untuk menembakkan peluru tank, yang mengakibatkan beberapa korban di kedua belah pihak. Haaretz juga melaporkan “penilaian yang berkembang di pihak keamanan” bahwa para pejuang yang menargetkan festival tersebut “tidak mengetahui sebelumnya tentang festival Nova yang diadakan di dekat Kibbutz Re’im. Dan pihak Hamas baru memutuskan untuk datang ke tempat itu setelah mengetahui bahwa sebuah acara massal sedang berlangsung di sana.” Sedangkan pejabat keamanan senior Israel percaya bahwa para pejuang Hamas mengetahui keberadaan festival tersebut melalui pesawat tanpa awak dan mengarahkan para pejuangnya ke lokasi dengan menggunakan sistem komunikasi mereka, menurut Haaretz. Sebuah video dari kamera tubuh seorang pejuang Hamas yang tertangkap mendukung penilaian sebelumnya, karena ia terdengar bertanya kepada seorang warga Israel yang tertangkap untuk meminta petunjuk arah untuk mencapai festival tersebut. Sedangkan unsur yang mendukung teori bahwa Hamas sudah mengetahui festival ini adalah bahwa para pejuang Hamas pertama tiba di festival Nova dari arah jalan 232, bukan dari arah pagar perbatasan Gaza, seperti yang diasumsikan sebelumnya. Penyelidikan atas insiden festival Nova telah meninggalkan ketidakpastian tentang rincian korban yang tepat antara yang disebabkan oleh Hamas dan yang disebabkan oleh tentara Israel sendiri. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang penolakan pasukan Israel untuk bernegosiasi dalam pembebasan tawanan, yang menambah kerumitan tentang pihak mana yang bertanggung jawab atas kematian pada tanggal 7 Oktober. Awalnya, Israel mengklaim bahwa Hamas membunuh 1.400 warga Israel selama serangan 7 Oktober, kemudian merevisi jumlah tersebut menjadi 1.200 orang. Juru bicara Israel, Mark Regev, mengakui adanya kesalahan, dengan menyatakan bahwa 200 korban yang diduga adalah pejuang Hamas atau warga Palestina yang pada awalnya diasumsikan sebagai warga Israel karena luka bakar yang parah. Dalam sebuah wawancara dengan MSNBC baru-baru ini, Regev mengatakan, “Kami membuat kesalahan. Sebenarnya ada mayat-mayat yang terbakar sangat parah sehingga kami mengira itu adalah mayat kami, namun pada akhirnya ternyata mereka adalah Hamas.” Rezim Israel telah menggunakan serangan 7 Oktober oleh Hamas sebagai alasan untuk melanjutkan pemboman tanpa henti di daerah kantong Gaza, yang sejauh ini telah merenggut nyawa setidaknya 13.300 warga Palestina, termasuk 5000an anak-anak. Sebanyak 26 dari 35 rumah sakit di Gaza tidak lagi beroperasi karena kerusakan akibat serangan udara Israel atau kekurangan bahan bakar. Rumah sakit yang tersisa “beroperasi dengan kapasitas melebihi maksimum”, Wafa melaporkan. Menteri Kesehatan Palestina Mai Alkaila mengatakan bahwa Israel “melakukan genosida terhadap seluruh sistem perawatan kesehatan di Jalur Gaza, termasuk rumah sakit, dokter, dan pasien.” “Di manakah sikap para dokter dan tenaga kesehatan profesional di seluruh dunia terhadap kekejaman yang dilakukan terhadap rekan-rekan mereka di sektor kesehatan Palestina di Gaza dan Tepi Barat? Mereka dulunya adalah rekan-rekan Anda di Amerika Serikat, Eropa, Rusia, dan negara-negara Arab,” ujar Alkaila dalam sebuah konferensi pers di Ramallah. Pada hari Sabtu (18/11/2023), tentara Israel memberikan waktu satu jam kepada ratusan pasien di rumah sakit Al Shifa untuk mengungsi. Sumber-sumber medis mengatakan kepada Wafa bahwa 150 pasien yang sakit kritis, lebih dari 30 bayi prematur, dan lima dokter masih berada di rumah sakit karena ketidakmampuan mereka untuk bergerak. Empat dari 39 bayi yang berada di dalam inkubator meninggal pekan lalu setelah rumah sakit kehabisan oksigen dan listrik akibat pengepungan Israel di Gaza. Beruntung 20 bayi prematur yang masih selamat akhirnya berhasil dikeluarkan dari jalur Gaza dan kini sebagian mendapat perawatan di wilayah Mesir. (zul/AZ)

Read More

Prof Mas’ud Said Terpilih Kembali Menjadi Ketua ISNU Jawa Timur

Surabaya — 1miliarsantri.net : Prof Dr H Mas’ud Said MSi kembali terpilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua PW Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jawa Timur periode 2023-2028 dalam Konferwil V PW ISNU Jatim di Gedung Pasca Sarjana Unisma, Sabtu malam (18/11/2023). Dalam sidang pemilihan yang dipimpin DR Luqman Hakim MM dari PP ISNU itu, ditawarkan kepada peserta sidang pemilihan untuk memilih kembali Prof Mas’ud Said secara aklamasi, apakah setuju atau tidak. Peserta dari cabang ISNU se-Jatim langsung menjawab serentak “setuju”. Bahkan ada pimpinan cabang yang meminta super team dalam periode Prof Mas’ud Said agar dipertahankan. Menanggapi persetujuan itu, pimpinan sidang langsung menawarkan enam anggota formatur untuk mendampingi ketua terpilih dalam menyusun kepengurusan yakni perwakilan Surabaya Raya, Malang Raya, Tapal Kuda, Madura, Mataraman, dan PP ISNU. Setelah proses pemilihan secara aklamasi yang berlangsung hanya 20 menit itu, pimpinan sidang minta ketua terpilih menyampaikan pidato untuk kepemimpinan kedepan. Dalam pidatonya, Prof Mas’ud Said menyampaikan lima program utama dari delapan program yang ditargetkan dalam lima tahun kedepan yakni penguatan ideologi Aswaja, karena Aswaja adalah perekat Islam Indonesia dan inspirasi dunia. Program kedua adalah penguatan banom melalui kegiatan bersama dengan Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, PMII, dan lembaga/lajnah. Program ketiga adalah pemanfaatan IT organisasi yang berarti pengembangan medsos, media, dan website. Program keempat adalah penguatan kualitas kepemimpinan melalui kaderisasi, lalu program kelima adalah penguatan, seperti sosial ekonomi (kesehatan/vaksin di pesantren, UMKM, dsb), atau penguatan kultural (istighotsah, yasin.) “Utang saya yang belum terlaksana adalah hikmah berupa beasiswa,” pungkasnya. (ris) Baca juga :

Read More

Unesa Berikan Apresiasi Kepada Penyandang Disabilitas dengan Menggelar Edufair 2023

Surabaya — 1miliarsantri.net : Direktorat Disabilitas Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Edufair 2023 bertema “Inclusive Horizons: Bridging Abilities, Expanding Possibilities!”. Edufair ini menampilkan talenta-talenta terbaik siswa disabilitas dan menjadi wadah interaksi berbagai pihak dalam dunia inklusi melalui berbagai agenda seperti Launching Sheltered Workshop and Training Center Disability, Disability Got Talent, Bazar UMKM Disabilitas Nusantara, Payung Fantasi, Jalan Sehat, hingga Lomba Catur Tunanetra. Ketua Panitia, Diah Anggraeny, S.Pd. M.Pd menuturkan acara ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pembeda yang utama adalah pada tahun ini terdapat sejumlah kolaborasi dengan lembaga mitra. “Kegiatan ini menekankan kembali bahwa individu disabilitas dengan berbagai kemampuan tidak hanya digerakkan tetapi juga difasilitasi. Ada 1500 anak-anak disabilitas dari 80 sekolah baik SLB maupun sekolah inklusi. Dengan kegiatan ini, mereka terfasilitasi bakatnya dengan mengikuti Disability Got Talent, Lomba Payung Fantasi, dan Lomba Catur Tunanetra Nasional yang pertama diselenggarakan,” terangnya dalam siaran tertulis yang diterima 1miliarsantri.net. Senada, President Junior Chamber International (JCI) Jatim, Herman Limbono mengungkapkan bahwa JCI terus menggabungkan kesetaraan disabilitas salah satunya dengan memberikan beasiswa dan mendorong terciptanya awareness kepada penyandang disabilitas. Tahun ini, Unesa juga membuka Sheltered Workshop and Training Center Disability yang turut di launching pada kegiatan tersebut. Dr. Wagino, M.Pd., Direktur Disabilitas Unesa mengatakan bahwa Shelter Workshop merupakan inovasi berkelanjutan dari UNESA yang ditujukan bagi penyandang disabilitas dan berlokasi di Kampus 4 Unesa, Gedangan, Sidoarjo. “Shelter workshop yang kita inisiasi adalah sebuah lembaga pelatihan dimana tidak hanya mahasiswa disabilitas dari UNESA tetapi juga dapat diikuti mahasiswa disabilitas lain serta menjadi ajang mahasiswa PLB UNESA untuk menerapkan ilmunya,” ungkapnya. Prof. Dr. Budiyanto, M.Pd guru besar di bidang disabilitas FIP Unesa menambahkan dengan dibentuknya lembaga Shelter Workshop akan memberikan pelatihan dari praktisi-praktisi Dudi (Dunia Usaha dan Dunia Industri) sehingga mahasiswa disabilitas juga bisa mengetahui apa yang ada di lapangan. “Mereka juga bisa mendapat sertifikasi kompetensi yang terukur terutama dari Balai Diklat Industri Surabaya, sehingga kemampuan mereka memang benar-benar terukur dan diakui” ujarnya. Kedepan, mahasiswa UNESA dapat menjalankan magang dan MBKM di Shelter Workshop tersebut yang akan menunjang IKU Unesa juga. Dalam Edufair Disability 2023 juga dilaksanakan penandatangan MoU bersama sejumlah mitra, mulai dari PT. Rafatex Indo Garment, PT. Kekean Primanda Indonesia, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Balai Diklat Industri Surabaya, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur, Junior Chamber International (JCI) Jatim, Wismilak Foundation, dan Ketua DPD Indonesia Maju. Apresiasi dan harapan juga disampaikan oleh pihak mitra, seperti Ketua Aprisindo Jatim, Winyoto Gunawan yang menyampaikan bahwa dirinya berkomitmen menggandeng para disabilitas untuk menciptakan lingkungan kerja industri yang lebih inklusif. (har) Baca juga :

Read More

Sebanyak 16 Wanita Pernah Menjadi Anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat

Banda Aceh — 1miliarsantri.net : Kesultanan Aceh memiliki tiga tingkat balai musyawarah (parlemen), yaitu Balairung, Balai Gading, dan Balai Majelis Mahkamah Rakyat. Setidaknya terdapat 16 perempuan yang menjadi anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat. Di Balairung ada empat hulubalang terbesar di Aceh, di Balai Gading ada 22 ulama besar. Untuk Balai Majelis Mahkamah Rakyat ada 73 anggota wakil 73 mukim. Menurut Buya Hamka, Sultanah Syafiyatuddin memimpin Kesultanan Aceh, saat itu dibuat kebijaksanaan memasukkan perempuan sebagai anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat. Mereka mewakili mukim masing-masing. Dalam menjalankan pemerintahan, sultan didampingi jajaran eksekutif: wazir sultan, perdana menteri (panglima polim) dengan para menterinya, kadi malikul adil dengan empat ulamanya. Didampingi pula balai laksamana yang mengepalai tentara laut dan darat. Khusus menteri dirham (keuangan), pertanggungjawabannya tidak kepada perdana menteri, melainkan langsung kepada sultan. Urusan perbendaharaan negara menjadi tanggung jawab baitul maal, urusan cukai dan bea pelabuhan menjadi tanggung jawab balai furdhan. Di jajaran eksekutif ini, ulama memiliki posisi resmi. Yang diangkat menjadi perdana menteri adalah alim ulama ahli yang dalam adat istiadat, undang-undang (qanun), dan protokol (resam). Catatan dalam Qanun Al Asyi Darussalam (Undang-Undang Aceh Darussalam) menyebut ada 17 perempuan anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat. Tapi, ada satu nama yang menurut Hamka belum jelas identifikasi jenis kelaminnya berdasarkan nama, yaitu Si Nyak Tampli. Laki-laki atau perempuan? Balai Majelis Mahkamah Rakyat memiliki hak mengurus negeri dan rakyat. Tujuannya: “supaya rakyat hidup senang dan dapat banyak hasil, makmur, dan aman”. Balai Majelis Mahkamah Rakyat juga memiliki hak mengurus keamanan negara, menimbang urusan rakyat, menimbang perbuatan kebenaran dan keadilan. Supaya negeri aman dan rakyat taat. Sultan Iskandar Muda menetapkan Balai Majelis Mahkamah Rakyat ini pada 12 Rabiul Awal 1042 Hijriah, tahun 1632 Masehi. “Dalam perintah mendirikan itu Baginda berkata: ‘Supaya senang rakyat semuanya dan membahagiakan Aceh Drussalam’,” tulis Hamka. Lalu, atas perintah Sultanah Syafiyatuddin, anggota Balai Majelis Mahkamah Rakyat diperbarui dan dilengkapi dengan perempuan. Itu terjadi pada tahun 1649 Masehi (1059 Hijriah). Qanun Asyi Darussalam (Undang-Undang Aceh Darussalam) yang yang mencatat nama-nama anggota parlemen Kesultanan Aceh ini disalin turun-temurun. Salinan yang dikutip Hamka berasal dari tahun 1310 Hijriah, 1892 Masehi. “Salinan terakhir yang sampai ke tangan kita adalah salinan yang ada di tangan Tengku di Abai, Ibnu Ahmad daripada Habib Abubakar bin Usman bin Hasan bin Wundi Molek Syarif Abdullah bin Sultan Jamalu’l Alam Badrul Munir Jamalluail Ba’alawi, salah seorang sultan keturunan Arab sehabis masa raja-raja perempuan,” tulis Hamka. Sumber hukum undang-undang itu adalah Alquran, hadis, ijma’ dan qiyas, menurut mazhab ahli sunah wal jamaah. “Rupanya hak-hak yang diberikan kepada kaum perempuan, dengan persetujuan ulama sendiri pun, sebab ulama pun duduk dalam pemerintahan di samping raja, menyebabkan kaum perempuan pun setia memikul kewajibannya,” tulis Hamka. Cara hidup perempuan pun mendapat pengaruh. “Di seluruh tanah air kita ini, hanya di Aceh pakaian asli wanita memakai celana. Sebab mereka pun turut aktif dalam perang,” tulis Hamka. Nama-nama mereka adalah sebagai berikut: (mik) Baca juga :

Read More

Melihat 24 tahun Perjalanan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama

Jakarta — 1miliarsantri.net : Meski saat ini Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) genap berusia 24 tahun yang dideklarasikan pada Jumat 19 November 1999 di Surabaya. Akan tetapi, ISNU baru berhasil dibentuk dan dilembagakan tahun 2012, setelah disahkan di Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010 silam. Artinya, secara kelembagaan usia ISNU saat ini yakni 11 tahun. Menurut AD/ART Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasil Muktamar Ke-34 NU Tahun 2021, ISNU adalah badan otonom yang berfungsi membantu melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama pada kelompok sarjana dan kaum intelektual. Sebelumnya, sebagaimana termaktub dalam NUPedia, ISNU bernama Forum Silaturahmi Sarjana NU (FOSSNU) yang dirintis dari Jawa Timur sejak tahun 1996. Dalam kutipan deklarasi ISNU pada tahun 1999, dijelaskan bahwa berdirinya ISNU dilatarbelakangi oleh banyaknya kelompok terpelajar di lingkungan NU yang belum teroganisasi dengan baik. Kaum terpelajar NU terkesan lepas dari akar rumput dan para ulama. Padahal, tercapainya kemaslahatan bersama dibutuhkan kolaborasi antara para ulama, kaum terpelajar profesional, dan pemerintah. NU membutuhkan pemikiran dari kaum terpelajar;terdidik untuk meningkatkan kemaslahatan umat (Fadeli dan Subhan, Antologi NU: Sejarah-Istilah-Amaliah-Uswah, Surabaya: Khalista dan LTN NU Jawa Timur, 2010. h.61). Para Ulama dalam Muktamar NU ke-29 di Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, kemudian memberikan amanah kepada PBNU untuk mengorganisasi para sarjana di lingkungan NU dengan tujuan agar para sarjana NU tidak tercerabut dari akar kulturnya dan mampu menyumbangkan pemikiran serta manfaat lainnya bagi jam’iyah atau jama’ah NU. ISNU merupakan satu-satunya organisasi ilmuwan NU. Kemunculannya sebagai bentuk implementasi dari pasal 11 AD NU serta pasa 17 dan 18 ART NU hasil Muktamar NU di Cipasung pada 1994. Iklan native 2 Deklarator ISNU berjumlah 35 orang yang merupakan para akademisi dari berbagai wilayah di Indonesia. Ketua Umum PP ISNU periode pertama adalah Prof dr H Aboe Amar Joesoef yang sebelumnya adalah Ketua FOSSNU Jawa Timur (Fadeli dan Subhan, Antologi NU: Sejarah-Istilah-Amaliah-Uswah, Surabaya: Khalista dan LTN NU Jawa Timur, 2010. h.64) Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ISNU saat ini adalah Prof H Ali Masykur Musa atau yang akrab dengan sapaan Cak Ali. Cak Ali sebelumnya sudah pernah menjabat sebagai ketua ISNU, lalu kembali terpilih pada Kongres ISNU II di Bandung pada tahun 2018 karena dianggap memiliki kualitas dan elektabilitas tinggi. Di usianya yang masih muda, ISNU terus melakukan pengembangan dan gerakan untuk umat. Menurut Cak Ali, ISNU sejauh ini sudah dan akan terus melakukan 3 hal, yakni konsolidasi struktural, konsolidasi jaringan, dan konsolidasi program. Beberapa konsolidasi program yang sudah pernah dilakukan ISNU di antaranya adalah: pertama, capacity building di bidang sumber daya manusia. Programnya yakni berbentuk pelatihan kewirausahaan, leadership, manajerial, dll. Kedua, konsolidasi program di bidang intelektualitas dengan menjembatani warga NU yang ingin mendapatkan beasiswa S2 dan S3. Ketiga, advokasi undang-undang, yakni mengadvokasi undang-undang yang ada seperti UU Minerba, Wakaf, dan lainnya. Keempat, bidang ekonomi. ISNU menghadirkan program-program pemberdayaan ekonomi seperti rintisan di bidang micro finance, memperkuat jaringan, mencarikan modal dengan bunga rendah, dan lainnya. Menurut Cak Ali, Kehadiran ISNU sejauh ini merangkul para sarjana NU yang secara struktural tidak masuk di NU. ISNU juga memiliki program-program untuk bisa merangkul sarjana NU yang tidak terserap menjadi pengurus NU. Saat ini terdapat ratusan guru besar yang masuk di kepengurusan ISNU dari tingkat pusat hingga daerah, dan mendekati 3.000 jumlah doktornya, serta yang S1 dan S2 tak terbilang jumlahnya. Selain itu, NU juga memiliki sekitar 1400-an profesor. Menurut Cak Ali, kondisi ini membuat NU bukan lagi organisasi tradisional dengan stigma terbelakang, namun organisasi intelektual. Dengan sumber daya manusia yang ada, ISNU memiliki tanggung jawab besar untuk mengembangkan NU. ISNU sebagai organisasi yang didirikan berbasis intelektualitas, profesionalitas, dan keahlian tertentu diharapkan dapat membangun kehidupan NU, bangsa, dan negara Indonesia. (rid) Baca juga :

Read More

Menebang Pohon dan Mencari Kayu Bakar Menjadi Alternatif Bertahan Hidup Para Warga Jalur Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Meski saat ini hampir sebagian besar warga Jalur Gaza berada dalam ancaman zionis Israel, namun tak menyurutkan warga Jalur Gaza untuk memiliki kreativitas dalam menghadapi situasi sulit seperti yang terjadi. Mereka memiliki ribuan cara untuk bertahan hidup meski zionis Israel memberlakukan blokade total. Lumrah melihat pemuda, anak-anak, bahkan orang tua berkeliaran di jalanan untuk mencari kayu bakar. Memanfaatkan kayu bakar hanyalah satu cara dari ribuan cara warga Gaza bertahan hidup. Tapi yang pasti, mereka tidak pernah mengeluh. Di dalam pemakaman tua Ansar di kota Deir al-Balah, puluhan pemuda berpindah dari satu pohon ke pohon lain sambil membawa kapak dan gergaji, dengan tujuan menebang sebanyak mungkin cabang pohon tua. Mereka mencari pohon tua yang sudah mati lalu ditebang menggunakan kapak atau geregaji. Hal itu terpaksa dilakukan untuk kebutuhan memasak roti. Sejak dini hari, banyak warga Gaza berkeliaran di jalan mencari kayu dan dedaunan kering untuk digunakan memasak roti. Abdullah Abu Khalil misalnya, ketika sedang menebang batang pohon dengan kapak, dia datang dari kamp Nuseirat ke pemakaman di Deir al-Balah ini. Dia menempuh jarak lebih dari 10 kilometer dengan sepeda untuk mengumpulkan kayu bakar dan menebang pohon. Pekerjaan Abu Khalil bisa dianggap mengandung banyak risiko. “Saya jatuh dari pohon dan terkena risiko patah. Pekerjaan kami juga sangat melelahkan, dan kami juga terkena pemboman Israel saat bekerja. Kami menebang pohon untuk menyalakan api, memasak roti, membuat teh dan makan, berbuka puasa, dan makan siang,” ungkapnya. Pasca pengeboman terus menerus yang dilakukan zionis Israel secara otomatis membuat mayoritas toko roti sudah tutup dan sulit membeli dari sedikit toko roti yang buka karena padatnya orang. Hal itu akhirnya memaksa sebagian besar warga terpaksa harus membeli tepung dan membuat roti dengan menggunakan kayu bakar. “Jika kami tidak datang untuk mendapatkan kayu bakar, kami akan mati kelaparan. Kami Ingin Memberi Makan Anak-anak kami,” tutunya. Di sisi barat kuburan yang sama, pemuda Muhammad Abu Halawa, yang berasal dari kamp Al-Maghazi (sebelah timur kota Deir Al-Balah), sedang menebang pohon. “Kami mencari kebutuhan hidup, yaitu gas, listrik, dan air, dan semuanya hilang karena perang. Kami datang ke pekuburan atau tempat mana pun yang terdapat kayu. Orang-orang biasa berteduh di bawah pohon. Kami mengorbankan pohon agar kami dapat hidup dan anak-anak kami dapat hidup. Kami mencari makanan untuk anak-anak kami. Kami tidak mempunyai kebutuhan hidup apa pun,” ujarnya. Di dalam kebun anggur, sebelah barat kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah, pemuda tersebut, Abdul Hadi Al-Najri, sedang mencari sisa-sisa pohon kering untuk dikumpulkan di gerobak yang ditarik oleh seekor keledai. “Kami telah mencapai tahap mengumpulkan kayu bakar dari jalanan, dan Tuhan mencukupi kami bagi siapa pun yang membawa kami ke tahap ini, tapi syukurlah kami menemukan kayu bakar untuk dimasak dan dipanggang sehingga kami bisa makan. Kami lebih baik dari yang lain. Orang lain tidak dapat menemukan kayu bakar dan terpaksa membelinya. Ini sangat sulit. Masyarakat tidak punya uang karena perang ini, dan kami juga membutuhkan kayu bakar dalam jumlah besar setiap hari,” ujar Al-Najri. Berbeda dengan Bassem al-Taweel, seorang warga dari kota Deir al-Balah, dia mengumpulkan kayu dan memotongnya menjadi potongan-potongan kecil untuk membantu orang. Bassem bersama putranya menebang dahan pohon dan meletakkan di depan rumah secara sukarela, dengan tujuan untuk menyediakan kayu bakar bagi warga yang membutuhkan. “Kami memecahkan kayu bakar, membantu orang memecahkannya, dan mengirimkannya kepada masyarakat sehingga mereka dapat mengamankan situasi mereka karena kekurangan gas dan listrik. Tidak ada alternatif selain kayu dan kayu bakar, dan ada banyak orang yang membutuhkan, dan kami berdiri bersama mereka dalam keadaan sulit ini dengan menyediakan sedikit kayu bakar. Saya bekerja sebagai sukarelawan,” ungkap Bassem. (zul/AZ) Baca juga :

Read More

Ini Sebab Ahli Kubur Tidak Bisa Menjawab Pertanyaan Munkar Nakir

Surabaya — 1miliarsantri.net : Manusia akan mendapatkan serangkaian pertanyaan ketika di alam kubur. Pertanyaan-pertanyaan itu ditanyakan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Bila manusia itu dapat menjawabnya dengan lancar, sudah pasti ia akan selamat di alam kubur. Namun bila manusia tersebut tak dapat menjawab, maka malaikat Munkar dan Nakir akan menyiksanya. Sebagaimana disebutkan manusia yang mendapatkan siksa kubur adalah mereka yang kesulitan menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir. Ketika mereka ditanya tentang agamanya, mereka tak dapat menjawab bahwa Islam adalah agama mereka. Sebab saat hidup di dunia mereka ragu terhadap Islam. Selain itu, mereka juga susah mengatakan Alquran adalah imamnya. Sebab saat di dunia ia tak membaca Alquran, tak mempelajari Alquran, dan tak mengamalkan Alquran. Lalu pertanyaan apa lagi yang ditanyakan kepada ahli kubur? Imam Qurthubi melanjutkan penjelasannya dalam kitab at Tadzkirah bahwa ketika malaikat bertanya siapa nabimu?, sebagian ahli kubur sulit mengucapkan ‘Muhammad Nabiku’. Hal itu karena orang tersebut ketika hidup di dunia melupakan sunah-sunah rasul dan meremehkannya. Selain itu juga, ada orang yang kesulitan menjawab bahwa Ka’bah adalah kibatnya. Sebab saat di dunia mereka lalai dalam ibadah, ketika ibadah pun asal-asalan, bersuci pun asal-asalan, dan pakaian dan makanan mereka berasal dari uang haram. Lalu mereka juga kesulitan berkata bahwa nabi Ibrahim itu ayahku. Sebab ketika di dunia mereka berharap nabi Ibrahim itu adalah dari golongan Yahudi atau Nasrani. ومن الناس من يعتاص عليه أن يقول: نبيي محمد لأنه كان ناسيا لسنته ، ومن الناس من يعتاص عليه أن يقول: الكعبة قل قبلتي ، لقلة تحريه في صلاته أو فساد في وضوئه ، أو التفات في صلاته ، أو اختلال في ركوعه وسجوده ، ويكفيك ما روي في فضائلها : أن الله لا يقبل صلاة من عليه صلاة ، ومن عليه ثوب حرام ، ومن الناس من يعتاص عليه أن يقول: إبراهيم أبي ؛ لأنه سمع كلاما يوما أوهمه أن إبراهيم كان يهوديا أو نصرانيا فإذا هو سام مرتاب فيفعل به ما فعل بالآخرين . Artinya: Dan sebagian manusia ada yang sukar untuk mengucapkan ‘Muhammad Nabiku’, karena dia melupakan sunah nabi. Dan sebagian manusia ada yang sukar untuk mengucapkan ‘Kabah Kiblatku’ karena tak memperhatikan dalam sholatnya atau rusak dalam wudhunya, atau menoleh ketika sholat atau salah dalam ruku’ dan sujudnya dan mereka menggunakan pakaian haram, dan sebagian manusia kesulitan mengucapkan ‘Ibrahim ayahku’ karena satu hari mereka pernah mendengar ucapan atau harapan bahwa Ibrahim itu akan menjadi Yahudi atau Nasrani. Maka ketika itu dia dalam keraguan hingga dia diperlakukan seperti diperlakukannya kepada orang yang terlahir. (Lihat kitab at Tadzkirah karya Imam Qurthubi penerbit Maktabah Darul Minhaj halaman 356). (yat) Baca juga :

Read More