Islam di Asia Tenggara

Perjalanan Panjang Masuknya Islam di Asia Tenggara dan Pengaruhnya Hingga Kini

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Islam di Asia Tenggara bukan sekadar kisah penyebaran agama, melainkan perjalanan panjang yang membentuk wajah peradaban kawasan ini hingga hari ini. Sejak abad ke-7, ajaran Islam datang bukan dengan pedang, melainkan dengan senyum dan perdagangan. Para pedagang Muslim dari Arab, Persia, dan India memperkenalkan Islam di Asia Tenggara melalui interaksi damai, membawa nilai-nilai spiritual yang kemudian berakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat. Dari pesisir Sumatera hingga ke pelosok kepulauan Filipina Selatan, pengaruhnya berkembang melalui jaringan perdagangan, perkawinan, pendidikan, dan seni yang sarat makna budaya. Jalur Perdagangan Sebagai Awal Masuknya Islam di Asia Tenggara Masuknya Islam di Asia Tenggara diawali melalui jalur perdagangan yang ramai sejak abad ke-7. Saat itu, kawasan ini menjadi pusat lalu lintas ekonomi antara Timur Tengah, India, dan Tiongkok. Para pedagang Muslim yang datang bukan hanya membawa rempah-rempah, kain, dan logam mulia, tetapi juga nilai-nilai tauhid dan etika Islam. Melalui hubungan dagang yang jujur dan interaksi sosial yang harmonis, penduduk lokal mulai mengenal dan menerima ajaran Islam. Kota-kota pesisir seperti Barus di Sumatera menjadi tempat awal munculnya komunitas Muslim. Mereka kemudian mendirikan perkampungan, masjid, dan lembaga keagamaan sederhana. Dari sinilah benih peradaban Islam di Asia Tenggara tumbuh dan berkembang, menjadi fondasi kuat bagi penyebaran Islam ke wilayah lain seperti Malaka, Aceh, dan Jawa. Baca juga: Sejarah Penyebaran Islam di Indonesia Melalui Jalur Perdagangan Jalur Perkawinan Sebagai Bentuk Harmoni Sosial dalam Penyebaran Islam Selain perdagangan, jalur perkawinan menjadi faktor penting dalam mempercepat penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pedagang Muslim yang menetap di pesisir sering menikah dengan penduduk lokal, termasuk kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan. Pernikahan ini bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua budaya dan dua kepercayaan. Salah satu kisah terkenal adalah perkawinan antara Raja Brawijaya dari Majapahit dengan Putri Jeumpa dari Aceh. Hubungan semacam ini mempererat jalinan sosial dan memperluas pengaruh Islam di kalangan elit. Melalui pendekatan kekeluargaan, ajaran Islam diterima dengan terbuka tanpa paksaan. Proses ini membuktikan bahwa Islam di Asia Tenggara tumbuh secara alami, menyatu dengan nilai-nilai lokal tanpa menghapus tradisi yang telah ada. Jalur Pendidikan dan Dakwah dengan Pesantren Sebagai Pusat Penyebaran Ilmu Salah satu tonggak penting dalam sejarah Islam di Asia Tenggara adalah berkembangnya lembaga pendidikan seperti pesantren. Tokoh-tokoh seperti Raden Rahmat di Ampel Denta dan Sunan Giri mendirikan pesantren sebagai pusat dakwah, tempat belajar agama, dan pembentukan moral masyarakat. Lulusan pesantren ini kemudian berperan besar dalam menyebarkan Islam ke wilayah lain, termasuk Maluku dan Kalimantan. Tradisi pesantren yang mengutamakan ilmu, akhlak, dan kebersamaan menjadikan Islam di Asia Tenggara tidak hanya dipahami sebagai keyakinan, tetapi juga sebagai sistem kehidupan yang membentuk karakter umat. Hingga kini, pesantren tetap menjadi benteng pendidikan Islam yang berperan penting dalam melahirkan generasi berilmu dan berakhlak mulia. Melalui  Jalur Kesenian, Dakwah Melalui Budaya dan Kreativitas Kesenian menjadi cara unik dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Para wali dan ulama menggunakan seni sebagai media dakwah agar ajaran Islam mudah diterima masyarakat. Salah satu contoh paling terkenal adalah Sunan Kalijaga yang menggunakan wayang sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai keislaman. Metode ini menunjukkan bagaimana Islam menyesuaikan diri dengan budaya lokal tanpa kehilangan esensinya. Arsitektur masjid, kaligrafi, dan musik gambus juga menjadi bukti nyata bahwa Islam di Asia Tenggara mampu berakulturasi secara damai dan indah. Hasil perpaduan budaya ini masih bisa kamu lihat hingga sekarang, dari ukiran masjid kuno di Demak hingga seni tradisi Melayu yang sarat nilai-nilai Islam. Baca juga: Makna Sejarah dalam Islam, Beda dengan History ala Sekuler Pengaruh Islam di Asia Tenggara Hingga Kini Jejak Islam di Asia Tenggara tidak berhenti di masa lalu. Hingga kini, pengaruhnya masih terasa kuat dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam bidang seni dan budaya, nilai-nilai Islam tampak jelas pada karya arsitektur, sastra, dan tradisi masyarakat. Dalam sistem sosial, Islam menanamkan nilai kekeluargaan, keadilan, dan solidaritas yang menjadi ciri khas masyarakat Asia Tenggara. Sementara di bidang pendidikan, pesantren dan madrasah terus berkembang sebagai lembaga penting dalam membentuk karakter generasi muda. Islam di Asia Tenggara bukan hanya warisan sejarah, melainkan kekuatan moral dan spiritual yang terus hidup di tengah arus modernisasi. Perjalanan panjang Islam di Asia Tenggara adalah bukti bahwa agama ini menyebar melalui kedamaian, ilmu, dan budaya. Dari jalur perdagangan hingga kesenian, Islam tumbuh menyatu dengan masyarakat tanpa menimbulkan konflik. Hingga hari ini, Islam di Asia Tenggara tetap menjadi pilar utama dalam membangun peradaban yang berakar pada nilai keimanan, ilmu pengetahuan, dan harmoni sosial. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: Ilustrasi

Read More
Sejarah Islam di Andalusia

Jejak Gemilang Sejarah Islam di Andalusia, Dari Kejayaan hingga Kejatuhan yang Menggetarkan Dunia

Bondowoso – 1miliarsantri.net: Ketika mendengar kata Andalusia, bayangan tentang arsitektur megah, perpustakaan luas, dan peradaban yang maju mungkin terlintas di pikiranmu. Namun, di balik semua itu tersimpan kisah luar biasa tentang Sejarah Islam di Andalusia, sebuah perjalanan panjang yang menggambarkan puncak kejayaan sekaligus masa kejatuhan peradaban Islam di Eropa. Kisah ini bukan sekadar catatan sejarah, melainkan cerminan bagaimana ilmu, budaya, dan keimanan berpadu menciptakan zaman keemasan yang tak tertandingi dalam sejarah dunia. Awal Mula Sejarah Islam di Andalusia Untuk memahami Sejarah Islam di Andalusia, kamu perlu menengok kembali ke abad ke-8 Masehi. Pada tahun 711, seorang jenderal Muslim bernama Thariq bin Ziyad menyeberangi Selat Gibraltar dan berhasil menaklukkan wilayah Hispania dari kekuasaan Visigoth. Penaklukan ini menjadi pintu gerbang bagi berdirinya pemerintahan Islam di Semenanjung Iberia. Nama Andalusia sendiri berasal dari kata Al-Andalus, istilah yang digunakan umat Islam untuk menyebut wilayah tersebut. Keberhasilan Thariq bin Ziyad bukan hanya karena kekuatan militer, tetapi juga karena strategi diplomasi yang cerdas dan kemampuan umat Islam dalam mengelola wilayah baru dengan keadilan. Dalam waktu singkat, Islam menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat, membawa perubahan besar di bidang pemerintahan, ekonomi, hingga budaya. Baca juga: Makna Sejarah dalam Islam, Beda dengan History ala Sekuler Masa Keemasan dalam Perpaduan Ilmu dan Kebudayaan Puncak kejayaan Sejarah Islam di Andalusia terjadi pada masa Dinasti Umayyah di bawah kepemimpinan Abdurrahman III dan penerusnya. Cordoba, ibu kota Andalusia, menjelma menjadi pusat ilmu pengetahuan dunia. Di kota ini berdiri lebih dari 70 perpustakaan, rumah sakit, dan lembaga pendidikan yang menampung para ilmuwan dari berbagai belahan dunia. Di masa ini, berbagai disiplin ilmu berkembang pesat. Tokoh-tokoh besar seperti Ibnu Rusyd (Averroes), Ibnu Bajjah, dan Al-Zahrawi lahir dari tanah Andalusia. Ilmu kedokteran, matematika, filsafat, hingga arsitektur Islam mencapai tingkat kemajuan luar biasa. Bahkan, karya-karya para ilmuwan Muslim dari Andalusia menjadi dasar perkembangan ilmu di Eropa pada masa Renaisans. Kehidupan sosial di Andalusia juga menunjukkan toleransi tinggi. Umat Islam, Kristen, dan Yahudi hidup berdampingan dengan damai, saling bertukar pengetahuan dan budaya. Inilah yang membuat peradaban Andalusia menjadi contoh harmonisasi umat beragama yang sulit ditemukan di masa lain. Kejatuhan dan Akhir Kekuasaan Islam di Andalusia Namun, Sejarah Islam di Andalusia tidak selalu diwarnai kejayaan. Seiring berjalannya waktu, perpecahan internal di kalangan penguasa Muslim menjadi titik awal kehancuran. Setelah runtuhnya Dinasti Umayyah pada abad ke-11, Andalusia terpecah menjadi beberapa kerajaan kecil yang disebut taifa. Kondisi ini dimanfaatkan oleh kerajaan-kerajaan Kristen di utara, yang perlahan melakukan penaklukan kembali melalui gerakan Reconquista. Pada tahun 1492, kerajaan terakhir Islam di Granada akhirnya jatuh ke tangan Ferdinand dan Isabella dari Spanyol. Kejatuhan ini menandai berakhirnya tujuh abad kekuasaan Islam di Eropa. Namun, jejaknya tetap abadi, dari kemegahan Alhambra hingga pengaruh bahasa Arab dalam bahasa Spanyol modern. Baca juga: Sejarah Islam Masuk ke Tajikistan Hingga Pelarangan Penggunaan Jilbab Warisan Abadi dari Sejarah Islam di Andalusia Meski kekuasaan Islam di Andalusia telah berakhir, warisannya tetap hidup hingga kini. Seni arsitektur seperti Masjid Cordoba dan Istana Alhambra menjadi bukti kemegahan masa lalu. Tak hanya itu, warisan keilmuan dari para cendekiawan Muslim Andalusia masih memengaruhi dunia pendidikan dan sains hingga zaman modern. Sejarah Islam di Andalusia bukan sekadar kisah masa lalu, melainkan pelajaran berharga bagi generasi kini. Dari kejayaan hingga kejatuhannya, Andalusia mengajarkan bahwa ilmu, keadilan, dan toleransi adalah fondasi peradaban yang sejati. Melalui pemahaman akan sejarah ini, kamu bisa menyadari betapa besar kontribusi Islam terhadap peradaban dunia dan pentingnya menjaga nilai-nilai tersebut di masa sekarang. Penulis : Ainun Maghfiroh Editor : Thamrin Humris Sumber foto: Ilustrasi

Read More

Hari Santri 2025: Menag Canangkan Direktorat Eselon I Khusus Pesantren

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Peringatan Hari Santri Nasional 2025 menjadi momen penting bagi dunia pesantren di Indonesia. Dalam acara pembukaan Hari Santri yang digelar Kementerian Agama (Kemenag), Menteri Agama (Menag) Nazaruddin Umar mengumumkan rencana pembentukan Direktorat Eselon I khusus pesantren. Langkah ini disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat peran pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Menurut Menag, pesantren memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa serta pembangunan moral dan spiritual masyarakat Indonesia. Karena itu, penguatan struktur kelembagaan di Kemenag yang secara khusus menangani urusan pesantren dinilai sangat mendesak. “Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan. Ia adalah pusat pembentukan karakter, moralitas, dan bahkan ekonomi umat. Karena itu, sudah saatnya pesantren memiliki direktorat khusus di tingkat Eselon I yang fokus mengurus kebijakan, program, dan pengembangannya,” ujar Nazaruddin Umar saat membuka peringatan Hari Santri 2025 di Jakarta, seperti dikutip dari Kemenag.go.id Pesantren Sebagai Pilar Pendidikan dan Kebangsaan Sejak dulu, pesantren telah menjadi bagian penting dari sistem pendidikan Indonesia. Lembaga ini tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga membentuk karakter mandiri, tangguh, dan berjiwa kebangsaan. Menag menilai bahwa penguatan pesantren akan membantu menciptakan keseimbangan antara spiritualitas, intelektualitas, dan kemandirian ekonomi santri. “Santri hari ini adalah penerus ulama masa depan. Maka, pesantren harus diperkuat bukan hanya secara fisik, tapi juga secara kelembagaan agar mampu menghadapi tantangan zaman,” tutur Menag. Pemerintah sendiri telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung pesantren, seperti Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren dan alokasi dana abadi pesantren. Namun, Nazaruddin Umar menilai bahwa dukungan struktural di tingkat pusat masih perlu diperkuat agar koordinasi dan implementasi kebijakan lebih efektif. Baca juga: Pemerintah Tanggapi Isu Dapur Fiktif dalam Program MBG Rencana Pembentukan Direktorat Khusus Pesantren Pembentukan Direktorat Eselon I ini nantinya akan menjadi lembaga tertinggi di bawah Kementerian Agama yang fokus pada urusan pesantren. Selama ini, urusan pesantren berada di bawah Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) yang masih termasuk dalam Ditjen Pendidikan Islam. Dengan adanya direktorat khusus, diharapkan pengelolaan pesantren menjadi lebih fokus dan terkoordinasi, mulai dari pengembangan kurikulum, kesejahteraan guru dan santri, hingga digitalisasi administrasi pesantren. “Kami ingin memastikan bahwa kebijakan terhadap pesantren tidak sekadar bersifat administratif, tetapi substantif. Direktorat ini nantinya akan mengawal transformasi pesantren menjadi lembaga pendidikan yang modern tanpa kehilangan ruh keislamannya,” jelas Menag. Selain itu, rencana ini juga sejalan dengan semangat Hari Santri 2025 yang mengusung tema ‘Santri Mandiri, Pesantren Maju, Indonesia Berdaya’. Tema ini menegaskan bahwa kemandirian pesantren harus menjadi pilar bagi kebangkitan ekonomi umat dan ketahanan sosial bangsa. Harapan untuk Masa Depan Pesantren Menag berharap pembentukan Direktorat Eselon I dapat segera terealisasi dalam waktu dekat setelah mendapat kajian mendalam dari pihak Kemenag dan Kementerian PAN-RB. Langkah ini akan menandai babak baru bagi tata kelola pesantren di Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Nazaruddin Umar juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, ormas Islam, dan masyarakat pesantren untuk memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. “Pesantren harus menjadi pusat kebudayaan Islam Indonesia yang ramah, toleran, dan berkeadaban. Santri tidak boleh hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga harus siap berkontribusi dalam sains, teknologi, dan sosial kemasyarakatan,” ujar Menag. Langkah strategis ini disambut positif oleh berbagai kalangan pesantren. Banyak pengasuh pondok pesantren menyambut baik inisiatif tersebut karena dinilai akan memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan pesantren secara menyeluruh, termasuk dalam bidang fasilitas, pendanaan, dan pembinaan SDM. Baca Juga: Ekspor Nikel RI ke China Capai US$ 2,73 Miliar, Tantangan Diversifikasi Masih Mengemuka Pesantren dan Transformasi Digital Selain memperkuat kelembagaan, pemerintah juga mendorong pesantren agar tidak tertinggal dalam transformasi digital. Direktorat khusus nantinya akan mengembangkan program digitalisasi data pesantren, sistem pelaporan daring, dan pelatihan literasi digital bagi santri dan pengajar. Upaya ini diharapkan bisa membantu pesantren beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan karakter khasnya. Dengan demikian, pesantren dapat tetap menjadi pusat pendidikan Islam yang berakar kuat di tradisi, namun terbuka terhadap inovasi. Menag menutup sambutannya dengan pesan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh umat Islam di Indonesia. “Hari Santri harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bangsa ini tidak lepas dari perjuangan para santri. Dan hari ini, kita teruskan perjuangan itu dengan cara memperkuat pesantren,” pungkasnya. Penulis: Glancy Verona Editor: Toto Budiman Ilustrasi by AI

Read More

Gaza Update-Jubir Pejuang Palestina: Kesepakatan Pertukaran Tawanan Menandai Jalan untuk Mengakhiri Perang Genosida

Fase pertama pertukaran tawanan Palestina dan Israel merupakan titik balik mengakhiri perang genosida Gaza – 1miliarsantri.net: Juru bicara gerakan perlawanan Palestina, Hazem Qassem, menyebut kesepakatan tahap pertama pertukaran tawanan sebagai momen bersejarah yang menandai arah baru menuju berakhirnya perang genosida di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya setelah proses pertukaran yang dimediasi oleh Mesir dan Turki, serta melibatkan Qatar dan Amerika Serikat, Qassem menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan sekadar langkah kemanusiaan, melainkan juga pencapaian politik dan simbol persatuan nasional Palestina. Momen Persatuan dan Ketahanan Nasional Qassem menggambarkan tahap pertama pertukaran tawanan ini sebagai momen persatuan dan ketahanan nasional. Ia menekankan bahwa seluruh proses dijalankan dengan presisi, profesionalisme, dan koordinasi mendalam di antara berbagai faksi Palestina. Menurutnya, kesepakatan ini menunjukkan bahwa keteguhan dan solidaritas rakyat Palestina mampu meraih kemenangan, di saat agresi militer gagal mencapai tujuannya. Kesepakatan Dijalankan Secara Transparan dan Bertanggung Jawab Pertukaran ini mencakup tahanan dengan hukuman seumur hidup, serta mereka yang ditahan selama agresi terbaru di Gaza. Lebih dari 1.700 tahanan dari Jalur Gaza dan sekitar 250 dari Tepi Barat dan Yerusalem dijadwalkan mendapatkan kembali kebebasan mereka. Visi Nasional di Atas Kepentingan Politik Gerakan perlawanan menegaskan bahwa negosiasi ini tidak dilandasi oleh kepentingan politik, melainkan oleh visi nasional bersama. Semua tahanan diperlakukan sebagai bagian dari satu tubuh rakyat Palestina yang tengah memperjuangkan martabat dan kebebasan. Qassem menambahkan bahwa kesepakatan ini adalah titik balik penting — bukan hanya dalam dinamika politik, tetapi juga dalam kesadaran kolektif rakyat Palestina, yang semakin menyadari kekuatan persatuan di tengah penderitaan panjang akibat blokade dan agresi. Rakyat Palestina Menyambutnya Sebagai Kemenangan Kemanusiaan Ketika perayaan kegembiraan yang tenang menyebar ke seluruh kota dan kamp Palestina, perjanjian itu dipuji sebagai kemenangan kemanusiaan dan penegasan kembali ketahanan. Keadaan ini mencerminkan momen yang rapuh namun vital, sekilas keadilan di tengah kehancuran, dan pengingat bahwa persatuan tetap menjadi kekuatan Gaza yang paling abadi.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : SAFA AGENCY

Read More

Literasi Sehat Berinternet dipilih sebagai Tema Pelatihan Cyberheroes 2025 PT Telkom dan BMM

Surabaya – 1miliarsantri.net : Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ancaman kejahatan siber dan penyalahgunaan internet menjadi perhatian serius bagi generasi muda. Literasi sehat berinternet kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari penggunanya. Namun, di balik kemudahan akses informasi dan komunikasi yang ditawarkannya, dunia maya juga menyimpan berbagai risiko seperti hoaks, ujaran kebencian, penipuan digital, hingga penyalahgunaan data pribadi. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2024 telah mencapai lebih dari 78% dari total populasi, dengan mayoritas pengguna berasal dari kelompok usia produktif dan remaja. Kampanye literasi sehat internet bagi penggunanya, mesti menjadi perhatian khusus agar dampak positif bisa dirasakan dari kemajuan teknologi ini. Fakta ini menunjukkan bahwa internet telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari siswa mulai dari sarana belajar, akses informasi, hingga media komunikasi. Namun, di balik berbagai manfaatnya, dunia maya juga menyimpan potensi bahaya jika tidak diiringi dengan literasi sehat berinternet di era digital yang memadai. Kurangnya pemahaman tentang etika dan keamanan berinternet telah menimbulkan berbagai persoalan serius di kalangan pelajar, seperti penipuan daring (online scam), perundungan siber (cyberbullying), penyebaran hoaks, serta paparan konten yang tidak pantas. Kondisi ini mendorong perlunya pembekalan yang komprehensif bagi siswa agar mampu menggunakan internet secara sehat, bijak, dan bertanggung jawab. Baca juga : keamanan siber perbankan Menjawab tantangan tersebut, PT Telkom Indonesia berkolaborasi dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) menggelar kegiatan “Pelatihan Cyberheroes: Literasi Sehat Berinternet.” Cara Kerja Kejahatan Siber dalam Dunia Digital Program ini diikuti oleh 1.800 siswa di 30 sekolah yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, sebagai upaya membangun generasi muda yang tangguh menghadapi ancaman dunia digital. Pelatihan ini dibagi menjadi tiga batch, yaitu pada 27 September, 04 Oktober dan 09 Oktober 2025. Adapun pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga praktik langsung dan pembentukan Duta Cyberheroes di setiap sekolah yang menjadi peserta pelatihan. Baca juga : Transformasi Digital Sekolah Langkah Penting Menuju Pendidikan Masa Depan Pelatihan ini menghadirkan Joni Setiyawan Saputra, S.Pd selaku narasumber, beliau menjelaskan tiga jenis kejahatan siber dalam dunia digital berupa Malware yang merupakan perangkat lunak berbahaya, dan Ransomware yang membuat seluruh data terkunci. Untuk membukanya pelaku kejahatan menggunakan tebusan dan Social Engineering yang menggunakan teknik manipulasi psikologi untuk membuat korban secara sukarela memberikan akses digital mereka. “Literasi digital penting untuk semua orang yang menggunakan internet karena yang menjadi target adalah manusia. Hindari membagikan informasi pribadi, data keuangan dan rahasia dagang yang bersifat rahasia ke ruang digital yang mudah diakses semua orang,” ujar Joni. Karena itu, literasi sehat berinternet menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki setiap pengguna agar dapat berselancar di dunia digital dengan cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Dengan literasi ini, masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menjadi produsen konten positif yang berkontribusi bagi ekosistem digital yang lebih sehat. (**) Penulis : Iffah Faridatul Hasanah Editor : Toto Budiman Gambar : Ilustrator AI

Read More

Menteri Keuangan Purbaya Tentang Usulan ‘Family Office’ Luhut : Ya Bangun Saja Sendiri

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menolak penggunaan APBN untuk membiayai skema family office yang diusulkan Luhut. Jakarta – 1miliarsantri.net: Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, tentang pembentukan “Famili Office”, yang telah lama diinisiasi oleh mantan Menko Marvest itu. Wacana pembentukan family office di Indonesia kembali menuai sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan penolakannya terhadap penggunaan dana APBN untuk proyek tersebut. Usulan pembentukan family office (kantor keluarga atau manajemen kekayaan ultra-kaya) di Indonesia telah lama mengemuka, terutama melalui peran Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan (LBP), sebagaimana dikutip dari finance.detik.com. Konsep ini dirancang sebagai pusat keuangan atau Wealth Management Consulting (WMC) yang melayani individu dan keluarga dengan aset besar, dan diharapkan menarik dana investasi luar negeri masuk ke dalam negeri. Rencana konkret menyebutkan Bali sebagai lokasi potensial untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) pusat keuangan + family office. Namun, pertanyaan muncul: dari mana sumber dana pembangunan dan operasionalnya? Inilah yang memicu respons dari Menteri Keuangan Purbaya. Pernyataan Tegas Menteri Keuangan Purbaya: “Bangun Sendiri, Tak Gunakan APBN” Dalam pernyataannya kepada wartawan (13 Oktober 2025), Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pemerintah pusat tidak akan mengalihkan dana APBN untuk mendanai berdirinya family office seperti yang diusulkan. Purbaya mengatakan: “Biar saja. Kalau DEN bisa bangun sendiri, ya bangun saja sendiri. Saya anggarannya nggak akan alihkan ke sana.” Ia menegaskan komitmen pada prinsip anggaran yang tepat waktu, tepat sasaran, dan tanpa kebocoran. Selain itu, ia juga menyatakan belum terlalu memahami sepenuhnya konsep family office yang diusulkan, meskipun Luhut sering membahasnya. Dengan demikian, Purbaya menolak penggunaan dana publik untuk proyek tersebut dan mengalihkan tanggung jawab kepada DEN atau pihak swasta. Implikasi dan Tantangan Kebijakan Tegaknya penolakan semacam ini menyiratkan sejumlah dampak dan tantangan: Inovasi Jangan Pakai Dana APBN, Bangun Saja Sendiri Usulan family office ala Luhut dipandang sebagai kemungkinan inovasi dalam sektor keuangan dan investasi, tetapi ketika menghadapi konsolidasi kebijakan anggaran, Menteri Keuangan Purbaya memilih sikap tegas: “ya bangun saja sendiri, jangan pakai APBN”. Sikap Purbaya Yudhi Sadewa terhadap usulan family office Luhut menjadi cermin ketegasan pengelolaan fiskal di era baru.Ia menegaskan bahwa setiap proyek harus memiliki dasar manfaat publik yang jelas, bukan sekadar prestise ekonomi. Ke depan, keberhasilan proyek semacam ini sangat bergantung pada desain pendanaan yang realistis, transparansi regulasi, serta kerja sama antara DEN, sektor swasta, dan lembaga keuangan. Bila tidak hati-hati, usulan jagaan kekayaan ini bisa berakhir sebagai beban fiskal atau proyek tanpa arah yang jelas.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : detik finance bali.jpnn.com Foto : Kementerian Keuangan Kemenkeu Foto/Biro KLI – Wismu Nanda R. R.

Read More

Pemerintah Tanggapi Isu Dapur Fiktif dalam Program MBG

Indramayu – 1miliarsantri.net : Pemerintah menanggapi isu dapur fiktif dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang beberapa waktu terakhir viral di media sosial. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan permohonan maaf atas insiden keracunan yang terjadi di beberapa daerah, sekaligus menegaskan bahwa kasus ini menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah. “Pertama-tama, atas nama pemerintah dan mewakili Badan Gizi Nasional (BGN), kami memohon maaf karena telah terjadi kasus yang tentu saja bukan sesuatu yang kami harapkan dan bukan suatu kesengajaan,” kata Prasetyo saat konferensi pers, dilansir dari YouTube Merdeka Dotcom. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BGN serta pemerintah daerah untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak menerima penanganan secepat dan sebaik mungkin. Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan, termasuk mitigasi dan perbaikan agar masalah serupa tidak terulang di kemudian hari. Prasetyo menekankan pentingnya keterbukaan dan koordinasi antara pemerintah pusat, BGN, dan daerah untuk menjaga kualitas program MBG. Baca juga: Ekspor Nikel RI ke China Capai US$ 2,73 Miliar, Tantangan Diversifikasi Masih Mengemuka Evaluasi Program dan Tindak Lanjut Terkait isu temuan ribuan titik dapur fiktif yang ramai dibicarakan di media sosial dan diangkat oleh anggota DPR, Prasetyo menyatakan pemerintah akan memeriksa dan menindaklanjuti laporan tersebut. “Nanti kami cek juga dengan BGN,” ujarnya, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran. Selain itu, pemerintah juga menanggapi usulan DPR untuk mengalihkan program MBG menjadi pemberian uang tunai kepada orang tua penerima. Prasetyo menyebut bahwa sejak awal banyak ide yang diajukan terkait program ini, dan tidak berarti satu ide lebih baik dari yang lain. Pemerintah tetap menilai bahwa konsep yang saat ini dijalankan oleh BGN merupakan metode terbaik untuk saat ini, namun tetap akan terus diperbaiki berdasarkan catatan evaluasi. Mengenai penerapan sanksi, Prasetyo menyatakan bahwa apabila ditemukan kelalaian atau kesengajaan dalam pelaksanaan SOP oleh SPBG, sanksi akan diberikan kepada pihak terkait. Namun, sanksi ini diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu operasional program dan tetap memastikan penerima manfaat mendapatkan MBG. “Sanksi harus diterapkan, tetapi jangan sampai mengganggu penerima manfaat untuk tidak mendapatkan MBG,” tegasnnya.  Baca juga: Sudah Dibuka! Begini Syarat dan Cara Daftar Program Magang Berbayar Pemerintah Pentingnya Edukasi Gizi dalam Program MBG Pernyataan pemerintah ini sekaligus menegaskan komitmen untuk meningkatkan pengawasan, transparansi, dan kualitas pelaksanaan program MBG di seluruh daerah. Namun, para ahli menilai bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh distribusi makanan bergizi, melainkan juga oleh pendidikan gizi yang menyertainya. Banyaknya kasus keracunan yang terjadi membuat program MBG medapat respon negatif dan pesimis dar khlayak, dan munculnya kekhawatirnya publik terhadap makanan di program tersebut. Padahal tujuan MBG untuk meningkatkan gizi masyarakat sangat diharapkan tercapai.  Penelitian dalam Jurnal Gizi Indonesia yang dilakukan oleh Nuryanto dkk. (2014) menunjukkan bahwa edukasi gizi mampu meningkatkan pengetahuan anak sekolah dasar dari 66,4% menjadi 71,6% serta meningkatkan sikap positif tentang gizi dari 70,3% menjadi 75%. Artinya, program seperti MBG akan lebih efektif bila disertai dengan penyuluhan, poster, atau media edukatif lain agar anak-anak tidak hanya menerima makanan, tetapi juga memahami pentingnya konsumsi bergizi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan integrasi distribusi makanan sehat dan edukasi gizi, pemerintah diharapkan tidak hanya menekan potensi penyalahgunaan program, tetapi juga membentuk pola makan sehat di kalangan anak-anak. Langkah ini dapat menjadi investasi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas gizi masyarakat Indonesia. Penulis: Durotul Hikmah Editor: Glancy Verona Ilustrasi by AI

Read More

Breaking News : Ribuan Peluang Kerja Menanti di Jakarta Utara Job Festival 2025!

Jakarta Utara Job Festival Hadirkan Ribuan Loker dari Berbagai Perusahaan. Jakarta Utara – 1miliarsantri.net: Peluang kerja dan Lowongan Kerja terbaru menanti para pencari kerja di bulan Oktober 2025. Lebih dari 500 lowongan dari 11 perusahaan bisa kamu lamar, baik online di jobfair.kemnaker.go.id maupun datang langsung. Jangan lewatkan kesempatan untuk bertemu langsung dengan perusahaan impianmu dan melamar secara daring di jobfair.kemnaker.go.id. Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Sumber : Kemenaker.Go.Id

Read More

Sudah Dibuka! Begini Syarat dan Cara Daftar Program Magang Berbayar Pemerintah

Tegal – 1miliarsantri.net: Kabar baik bagi para lulusan baru! Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka Program Magang Nasional 2025 mulai Selasa, 7 Oktober 2025. Program ini menjadi kesempatan emas bagi lulusan diploma dan sarjana yang ingin menambah pengalaman kerja sekaligus mendapatkan insentif hingga jutaan rupiah per bulan, setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). Melansir dari laman resmi Kemnaker, ada ratusan perusahaan dari berbagai sektor di seluruh Indonesia yang siap menampung peserta magang. Pada tahap pertama, sebanyak 20 ribu lulusan baru akan mengikuti program ini selama enam bulan, mulai 15 Oktober 2025 hingga 15 April 2026. Jika antusiasme tinggi, jumlah peserta akan ditambah pada tahap berikutnya. Menurut Sekjen Kemnaker, Cris Kuntadi, program ini merupakan bagian dari Paket Ekonomi 8+4+5 Tahun 2025 yang diluncurkan oleh Kemenko Perekonomian atas arahan Presiden Prabowo Subianto, dengan sasaran lulusan Diploma (D1–D4) dan Sarjana (S1) yang baru lulus maksimal satu tahun terakhir. “Magang Nasional bertujuan untuk mengenalkan dunia kerja, meningkatkan kompetensi terkait bidang keilmuannya, dan memberikan pengalaman kerja sehingga memiliki peluang untuk bisa bekerja,” kata Cris, dikutip dari laman resmi Kemnaker, Kamis (9/10/2025). Peserta yang lolos seleksi akan menerima uang saku setara UMP yang disalurkan langsung oleh pemerintah melalui Bank Himbara. Selain itu, mereka juga mendapat jaminan sosial, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JM), serta bimbingan dari mentor perusahaan tempat magang. “Kewajiban perusahaan adalah memberikan laporan kemajuan magang setiap bulan kepada Kemnaker,” tambah Cris Kuntadi. Baca Juga: Taliban Ingatkan AS soal Perjanjian Doha Usai Trump Desak Ambil Alih Pangkalan Bagram Jadwal dan Tahapan Pendaftaran Secara terpisah, Kepala Barenbang Kemnaker, Anwar Sanusi, menjelaskan bahwa proses pendaftaran program ini dibagi menjadi beberapa tahap: “Pendaftaran dan pengelolaan program magang dilakukan pada akun SIAPKerja melalui maganghub.kemnaker.go.id. Data calon peserta magang yang memenuhi syarat akan dipadankan dengan data dari Kementerian Diktisaintek,” ujar Anwar. Informasi dan layanan bantuan (helpdesk) juga bisa diakses langsung di situs resmi maganghub.kemnaker.go.id. Anwar menambahkan, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi intensif kepada dunia usaha dan industri agar lebih aktif mengisi kebutuhan tenaga kerja di platform SIAPKerja. “Sosialisasi sudah dilakukan dengan Kadin, Apindo, Kawasan Ekonomi Khusus, dan BUMN,” ujarnya. Syarat Mengikuti Program Magang Program ini diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Pemberian Bantuan Pemerintah Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi. Berikut syarat bagi calon peserta: Cara Daftar Magang di Kemnaker Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi Kemnaker. Berikut langkah-langkahnya: Program Magang Nasional 2025 ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara dunia kampus dan dunia kerja, sekaligus membantu lulusan baru memperkuat kompetensi sebelum benar-benar terjun ke dunia profesional. Baca Juga: Total Ada 25 Hari! Berikut SKB 3 Menteri tentang Daftar Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 Penulis: Satria S Pamungkas Editor: Glancy Verona Ilustrasi by AI

Read More

Update Perang Gaza Hari Ini: AS Habiskan Rp540 Triliun, Israel Klaim Tarik Pasukan Tahap Pertama

Laporan terbaru dari Gaza: Serangan drone Israel menewaskan warga sipil, AS telah keluarkan $34 miliar untuk mendukung Israel sejak 2023, sementara 200 ribu warga Palestina mulai kembali ke Gaza Utara pasca gencatan senjata. Gaza – 1miliarsantri.net: Situasi di Jalur Gaza kembali menjadi sorotan dunia setelah serangkaian perkembangan penting terjadi dalam 24 jam terakhir. Konflik yang telah berlangsung lebih dari dua tahun ini menunjukkan dinamika baru, baik di tingkat diplomatik maupun militer. Trump: Gaza Harus Punya Pemerintahan Tanpa Militer Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menginginkan agar Gaza memiliki pemerintahan sendiri, namun tanpa kekuatan militer. Pernyataan ini dikutip dari laporan Haaretz yang mengungkap pandangan pejabat senior AS mengenai masa depan Gaza pasca-konflik. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi AS untuk membentuk stabilitas politik di wilayah tersebut, meski banyak pihak menilai bahwa tanpa kekuatan pertahanan, Gaza akan tetap berada di bawah bayang-bayang dominasi Israel. Serangan Drone Israel Kembali Tewaskan Warga Sipil Menurut laporan Pertahanan Sipil Palestina, sebuah serangan pesawat nirawak (drone) Israel menghantam wilayah Khan Younis di Gaza selatan pada Jumat (10/10) pukul 18.00 waktu setempat. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai beberapa lainnya.Serangan ini kembali menyoroti rentannya keamanan warga sipil di tengah proses gencatan senjata yang baru berjalan. AS Sudah Habiskan $34 Miliar untuk Dukung Israel Sebuah studi dari Brown University membeberkan bahwa Amerika Serikat telah menghabiskan hampir $34 miliar (sekitar Rp540 triliun) untuk mendukung operasi militer Israel sejak pecahnya perang pada 7 Oktober 2023. Laporan ini menimbulkan kritik tajam dari publik AS sendiri, yang menilai dana pajak mereka seharusnya digunakan untuk kepentingan domestik, bukan pembiayaan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Netanyahu: Pasukan Akan Tetap di Gaza Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Gaza hingga kelompok Ha-as sepenuhnya melucuti senjatanya. Pernyataan ini disampaikan melalui Reuters, dan dinilai sebagai sinyal bahwa Israel belum siap menarik diri sepenuhnya dari wilayah tersebut. Penarikan Pasukan Tahap Pertama Selesai Meski demikian, militer AS mengonfirmasi bahwa Israel telah menyelesaikan tahap pertama penarikan pasukannya dari Gaza, sesuai perjanjian gencatan senjata dengan Hamas. Langkah ini dianggap sebagai titik awal menuju stabilitas, meskipun situasi di lapangan masih penuh ketegangan. 200 Ribu Warga Kembali ke Gaza Utara Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa sekitar 200.000 warga Palestina telah kembali ke wilayah utara setelah gencatan senjata mulai berlaku. Mereka kembali ke rumah-rumah yang sebagian besar hancur akibat serangan udara sebelumnya, dengan kondisi infrastruktur yang sangat terbatas. Korban Tewas Masih Bertambah Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa pasukan Israel masih melakukan operasi militer terbatas, menewaskan sedikitnya 17 warga Palestina dan melukai 71 lainnya hanya dalam 24 jam terakhir. Data ini menunjukkan bahwa meski status gencatan senjata diumumkan, pelanggaran di lapangan masih terus terjadi. Rapuhnya Keamanan dan Penderitaan Rakyat Palestina Perkembangan terbaru di Gaza mencerminkan betapa rapuhnya situasi keamanan dan diplomasi di wilayah tersebut. Sementara dunia menyerukan perdamaian, realitas di lapangan menunjukkan penderitaan rakyat Palestina belum berakhir. Dunia kini menunggu apakah langkah-langkah politik dan gencatan senjata ini benar-benar menjadi awal dari akhir konflik yang telah menelan begitu banyak korban jiwa.*** Penulis : Thamrin Humris Editor : Thamrin Humris Foto : Channel Whatsapp FREE PALESTINE Sumber : Free Palestine, Middle East Eye, Haaretz, Reuters, Brown University

Read More