Berkunjung ke Makam Mbah Maimoen Jubair

Makkah — 1miliarsantri.net : Saat berada di Tanah Suci, umumnya jamaah haji tidak hanya melakukan syarat dan rukun haji. Mereka juga menyempatkan diri untuk mengunjungi berbagai tempat yang bernilai sejarah di Makkah maupun Madinah. Bagi jamaah asal Indonesia, rasanya tak lengkap bila tidak berziarah ke kompleks permakaman di kota suci. Minimal, mereka akan berusaha untuk mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW di Madinah. Kemudian, ada pula Jannatul Ma’la sebagai salah satu kawasan permakaman yang terkenal di Makkah. Bukan hanya warga setempat, tak sedikit pula orang luar Arab yang jenazahnya dikebumikan di sana. Di antara mereka adalah KH Maimun Zubair. Sosok yang akrab disapa Mbah Moen itu wafat di Makkah pada saat pelaksanaan haji tahun 2019 lalu. Jenazah pengasuh Pondok Pesantren al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, itu dimakamkan di Jannatul Ma’la. Mbah Moen lahir di Rembang pada 28 Oktober 1928. Artinya, pada saat wafatnya sang guru bangsa mencapai umur 90 tahun. Mbah Moen tumbuh besar di lingkungan santri. Saat masih berusia anak-anak, ia mengaji langsung kepada orang tuanya. Ayahnya merupakan murid dari Syekh Said al-Yamani dan Syeikh Hasan al-Yamani al-Makky. Pada 1945, Maimun Zubair muda memulai pengembaraan intelektual. Ia belajar agama di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah pengasuhan KH Abdul Karim. Pemuda nan saleh itu juga mengaji kepada KH Mahrus Ali. Saat usianya menapaki 21 tahun, Maimun muda diantar oleh kakeknya melanjutkan belajar agama di Makkah. Di Tanah Suci, ia belajar kepada antara lain Syekh Yasin al-Fadani. Setelah pulang ke Tanah Air, Maimun kembali mengaji ke beberapa ulama di tanah Jawa. Di antara guru-gurunya adalah KH Baidhowi, KH Ma’shum Lasem, KH Wahab Chasbullah, KH Muslih Mranggeng (Demak), dan beberapa kiai lainnya. Sepanjang hidupnya, Maimun telah menunaikan sejumlah ibadah haji. Orang-orang pun menjulukinya Syekh Maimun Zubair al-Hajj. Menurut penuturan anak-anaknya, Mbah Moen memang berkeinginan meninggal di Makkah. Allah mengabulkan doa sang alim. Hajinya pada 6 Agustus 2019 merupakan ibadah haji terakhirnya. Mbah Moen meninggal dunia pada hari itu, tepat pukul 04.17 waktu Arab Saudi. Jenazah mantan anggota DPDR Rembang ini dimakamkan di komplek pemakaman Jannatul Ma’la, komplek 70 nomor 151, urutan ke-41. Tidak semua orang non-Arab bisa dikuburkan di sana. Ada peran lobi pemerintah RI dan sejumlah tokoh Tanah Air sehingga pihak Kerajaan Arab Saudi akhirnya mempersilakan jenazah Mbah Moen dimakamkan di Ma’la. Mengutip buku Enslikopedia Fiqih Haji dan Umroh karya Gus Arifin, Jannatul Ma’la berada di Jabal As-Sayyidah di kampung Al Hujuun, tepatnya di bawah bukit As-Sayyidah terbentang pemakaman Ma’la. Ketinggian bukit ini 400 m dan berada tidak jauh dari Masjidil Haram. Di pemakaman Ma’la, dikubur juga sejumlah anggota keluarga Rasulullah SAW. Di antaranya adalah Khodijah (istri pertama Nabi SAW), Qasim bin Muhammad SAW, Abdul Mutholib (kakek Nabi SAW), Abu Thalib (paman Nabi SAW), Abdullah bin Zubair (sahabat Nabi), serta Asma’ binti Abu Bakar ash-Shiddiq. Dan, Mbah Moen bukan satu-satunya orang Indonesia yang jenazahnya dikebumikan di Ma’la. Sejumlah jamaah haji asal negara kita ada dimakamkan di sana. Misalnya, Syekh Nawawi al-Bantani, Syekh Ahmad Khatib Sambas, Syekh Abdul Karim al-Bantani, dan Syekh Muslih Mranggen. (drus) Baca juga :

Read More

Kelaparan Akut Terus Menghantui Jalur Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Kelaparan akut terus menghantui warga di Jalur Gaza, seiring blokade yang masih terus dilakukan militer zionis Israel. Seorang anak Palestina berusia 13 tahun dilaporkan meninggal karena kelaparan di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir Al-Balah di Jalur Gaza tengah di tengah penutupan perbatasan Rafah. Kematian tersebut membuat jumlah korban jiwa akibat kekurangan gizi dan dehidrasi meningkat menjadi 37 orang di Jalur Gaza. Menurut sumber-sumber lokal, situasi kesehatan di Jalur Gaza kian parah dengan perluasan operasi militer penjajah Israel di kota Rafah ke arah barat, di mana semua rumah sakit tidak dapat beroperasi. Abdelqader Al-Sarhi, nama bocah 13 tahun itu meninggal pada Sabtu pagi (1/6/2024) di Rumah Sakit Martir Al-Aqsa di Deir al-Balah, Gaza tengah. Selain kekurangan gizi, ia juga meninggal karena kurangnya perawatan medis di tengah penutupan perbatasan Rafah. Penjajah Israel terus menutup penyeberangan Rafah selama 26 hari, di tengah peringatan akan memburuknya situasi kemanusiaan akibat kurangnya aliran pasokan penyelamat jiwa kepada warga di berbagai wilayah, terutama di wilayah Jalur Gaza bagian utara. Jalur Gaza, khususnya wilayah utara, sedang bergulat dengan kekurangan makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar. Bahkan bantuan yang mencapai wilayah selatan Gaza tidak mencukupi, terutama dengan adanya pengungsian lebih dari 1,3 juta orang dari Gaza utara ke selatan, terutama ke Rafah. Pasukan pendudukan Israel tidak hanya mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza utara tetapi juga dengan sengaja menargetkan warga saat mereka menunggu datangnya pasokan bantuan yang sangat dibutuhkan. Hal ini mengakibatkan pembunuhan tragis terhadap ratusan warga sipil dan melukai lebih banyak lagi. Alexandra Saieh, kepala kebijakan dan advokasi kemanusiaan di Save the Children, mengatakan kepada Aljazirah bahwa “Gaza sedang menyaksikan tingkat malnutrisi terburuk, khususnya malnutrisi anak, di seluruh dunia saat ini”. Saieh mengatakan bahwa jumlah kematian anak akibat kekurangan gizi yang dilaporkan hanyalah “puncak gunung es” karena hanya mewakili anak-anak yang mampu “mencapai titik medis” yang mana kematian mereka dicatat. “Anak-anak di Gaza kelaparan, mereka tidak mendapatkan air bersih, mereka tidak mendapatkan bantuan medis yang memadai dan ini semua dipicu oleh terhambatnya bantuan kemanusiaan secara sistematis,” katanya, seraya menyebutkan bahwa pusat stabilisasi malnutrisi di Tal as-Sultan, di Rafah barat, harus ditutup dalam sepekan terakhir. Pada Maret lalu, PBB memperingatkan akan terjadinya kelaparan. Dan mereka – sebagai organisasi kemanusiaan – belum diberi akses untuk mencegah kelaparan tersebut sehingga kami memperkirakan situasinya akan menjadi lebih buruk,” katanya. “Dan di wilayah selatan, kami khawatir bahwa kondisi seperti kelaparan yang kita lihat di Gaza utara awal tahun ini sedang terjadi, dan mungkin sudah terjadi, di Gaza selatan,” ungkapnya. Rumah sakit terakhir yang berfungsi di Rafah, Rumah Sakit al-Helal al-Emirati, tidak berfungsi setelah dievakuasi pada 30 Mei, menurut kantor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di wilayah pendudukan Palestina. Dua rumah sakit utama lainnya di Rafah, Rumah Sakit Khusus al-Najjar dan Kuwait, berhenti berfungsi masing-masing pada tanggal 7 Mei dan 28 Mei, kata organisasi tersebut. Hampir tidak ada layanan kesehatan yang tersedia di kota Rafah. Hanya satu rumah sakit lapangan yang masih berfungsi sebagian, namun saat ini tidak dapat diakses karena adanya permusuhan di sekitarnya dan hanya dapat memberikan layanan dasar kepada pasien di dalamnya. Dua rumah sakit lapangan berfungsi di wilayah pesisir Rafah (al-Mawasi) tetapi mereka sangat kewalahan mengingat besarnya kebutuhan,” kata WHO dalam sebuah postingan di X. Organisasi tersebut mendesak gencatan senjata untuk memulihkan rumah sakit di sana. “Dengan meningkatnya serangan akibat operasi militer yang sedang berlangsung, kurangnya layanan kesehatan akan menyebabkan peningkatan kematian dan penderitaan yang tidak perlu.” Juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan anak-anak di Gaza kelaparan karena masih adanya hambatan terhadap akses bantuan. Setidaknya 36.379 warga Palestina telah syahid dan 82.407 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober, kata Kementerian Kesehatan di Gaza. Kementerian menambahkan bahwa 95 orang tewas dan 350 orang terluka dalam periode pelaporan 24 jam terakhir. “Kami terus menegaskan bahwa kewajiban pemerintah Israel berdasarkan hukum untuk memfasilitasi pengiriman bantuan tidak berhenti di perbatasan, tidak berhenti ketika Anda turun hanya beberapa meter melintasi perbatasan. Bantuan yang masuk tidak sampai ke masyarakat. Menurut saya, mereka tentu saja tidak mendapatkan jumlah yang sangat mereka perlukan untuk mencegah kelaparan, untuk mencegah segala jenis kengerian yang kita lihat,” papar Jens Laerke. (zul) Baca juga :

Read More

Bank Muamalat Lirik Pertumbuhan Tabungan Haji

Jakarta — 1miliarsantri.net : PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memacu pertumbuhan dana murah dengan menargetkan pertumbuhan tabungan haji sebesar 15% pada akhir tahun ini. SEVP Retail Banking Bank Muamalat Dedy Suryadi Dharmawan mengatakan, animo masyarakat untuk menabung haji di Bank Muamalat sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari total pendaftar baru selama tiga bulan pertama tahun ini yang meningkat sekitar 123% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Kami gencar memacu pertumbuhan tabungan haji tahun ini dengan melakukan peluncuran sejumlah variasi produk dan kerja sama baru. Melalui strategi tersebut kami optimistis tabungan haji dapat tumbuh 15% dibandingkan tahun lalu,” terang Dedy saat dikonfirmasi 1miliarsantri.net, Ahad (2/6/2024). Pionir bank syariah ini menyiapkan produk tabungan untuk perencanaan pendaftaran maupun pelunasan haji. Contohnya adalah tabungan dalam bentuk mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, akan ada produk tabungan yang dipaketkan (bundling) dengan bancassurance. Kerja sama dengan lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi serta sebagai mitra aggregator akuisisi tabungan haji dengan paket yang menarik juga akan ditingkatkan. Tabungan iB Hijrah Haji di Bank Muamalat bisa dibuka secara daring melalui aplikasi mobile banking Muamalat DIN menggunakan fitur Buka Rekening. Selain itu, pembayaran setoran awal porsi haji juga bisa dilakukan dengan melakukan pembukaan Rekening Tabungan Jamaah Haji (RTJH) melalui fitur Bank Haji di Muamalat DIN. Per Maret 2024 jumlah nasabah yang membuka RTJH melalui Muamalat DIN sudah lebih dari 8.000 orang. Nasabah yang mendaftarkan porsi haji akan dibekali dengan kartu debit Ihram yang dapat digunakan untuk bertransaksi di Tanah Suci. Kartu ini dapat digunakan di mesin ATM milik Bank Al Rajhi yang tersebar di Makkah, Madinah dan Jeddah serta tersedia pilihan transaksi berbahasa Indonesia. Selain kemudahan perencanaan haji melalui Tabungan iB Hijrah Haji, Bank Muamalat juga gencar mengkampanyekan program #HajiAnakHebat untuk mendorong persiapan ibadah haji anak sedini mungkin. Program ini sejalan dengan gerakan “Haji Muda” yang dicanangkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang merupakan Pemegang Saham Pengendali (PSP) Bank Muamalat. Gerakan “Haji Muda” bertujuan agar generasi muda muslim di Tanah Air dapat mulai merencanakan biaya perjalanan haji lebih awal, sehingga dapat menjalankan ibadah haji di usia dan fisik yang masih prima. (Iin) Baca juga :

Read More

Perketat Masuknya Haji Ilegal Masuk Makkah, Arab Saudi Lakukan Pemeriksaan di Lima Titik

Mekah — 1miliarsantri.net : Pemerintah Arab Saudi memperketat masuknya jamaah calon haji (Calhaj) Indonesia yang akan menuju Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji. Setidaknya ada lima titik check point (pos pemeriksaan) yang harus dilalui jamaah yang datang dari Madinah maupun Jeddah. Pemerintah Arab Saudi memperketat jalur masuk Makkah itu untuk mengantisipasi kedatangan jamaah haji ilegal yang tidak memiliki visa haji. Sehingga, proses ibadah pada puncak haji nanti bisa berjalan dengan aman dan lancar. Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Nasrullah Jasam mengatakan, jamaah yang datang dari Jeddah akan melewati dua titik check point. “Kalau dari Jeddah ke Makkah ini ada dua (check point). Jadi, pertama di Shumaisi. Dan yang kedua yang pas biasa cek orang umroh itu, di daerah Zaidi,” terang Nasurullah saat dikonfirmasi di Kantor Daker Makkah, Ahad (2/6/2024). Nasrullah sendiri hampir setiap hari melakukan perjalanan dari Jeddah ke Makkah. Menurut dia, pihak keamanaan Arab Saudi juga selalu melakukan pemeriksaan terhadap dirinya. “Hampir tiap hari saya ke Makkah. Itu di Shumaisi itu ada check point rutin dari pemerintah Arab Saudi. Karena saya punya tasreh murur untuk izin masuk Makkah, itu bukan hanya diperlihatkan kertasnya saja, tapi dicocokkan dengan alat yang mereka punya,” ucap dia. Jika surat izin yang dibawanya itu sesuai dengan alat tersebut, maka baru bisa lewat menuju Makkah. Jika tidak cocok, kata dia, maka biasanya akan dibelokkan ke luar area itu. “Jadi kami pun yang di Arab Saudi itu ketika masuk ke Makkah, itu mendapatkan pemeriksaan yang cukup ketat, dan tiap hari diperiksa,” kata Nasrullah. Sementara itu, untuk jalur Madinah-Makkah lebih ketat lagi. Karena, jamaah harus melewati tiga kali check point, yaitu di daerah setelah Dzul Hulaifah (Bir Ali), pertengahan jalur Madinah-Makkah, dan di daerah Jumum. “Kalau dari Madinah, malah sejak ngambil Miqat di Bir Ali sudah dicek. Belum lagi nanti beberapa check point, mungkin kalau gak salah ada tiga,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Isu Salafi Dinilai Mengalihkan Energi Muhammadiyah dan NU

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Pakar Sosiologi Agama dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Abd Aziz Faiz menilai polemik salafi dan nasab Ba’alawi di Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) hanya mengalihkan energi Muhammadiyah dan NU. Padahal ada isu yang lebih penting yang harus menjadi perhatian, yakni kemiskinan, isu 10 juta anak muda pengangguran, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang lambat. Aziz mengatakan secara umum polemik salafi dan Muhammadiyah sudah berlangsung lama. Keduanya dalam banyak hal memiliki persamaan terutama soal kembali ke Alquran dan hadits. “Namun, Muhammadiyah memiliki istilah ijtihad dan tajdid yang membuat Muhammadiyah sangat berbeda dengan salafi,” terang Aziz kepada 1miliarsantri.net, Ahad (2/6/2024) Aziz mengatakan, masalahnya belakangan salafi masuk pelan-pelan melalui masjid-masjid Muhammadiyah dan menguasainya. Dalam konteks-konteks tertentu, salafi mengubah tradisi Muhammadiyah di masjid-masjid milik Muhammadiyah, dari situ polemik salafi dan Muhammadiyah semakin meruncing. “Polemik Muhammadiyah dan salafi, kemudian polemik nasab Ba’alawi di NU tampak tidak produktif, sudah terlalu berkepanjangan,” imbuh Aziz. Dia mengatakan, isu-isu internal seperti itu sangat tidak krusial untuk umat. Polemik semacam itu mengalihkan energi NU dan Muhammadiyah dari isu-isu substantif berkaitan dengan kebutuhan umat, seperti soal kemiskinan karena pinjol, investasi di beberapa daerah yang merugikan masyarakat lokal, pendidikan, dan pemberdayaan umat yang tampak melambat. “Bahkan, Gen-Z yang diisukan menganggur hampir 10 jutaan, isu-isu semacam itu yang seharusnya menjadi perhatian dua organisasi ini,” jelas Aziz. Aziz menegaskan, sudah waktunya energi dua organisasi terbesar ini diarahkan ke kebutuhan umat dari sekadar polemik dan konflik yang tidak produktif. Kemudian sambil membenahi internal organisasi masing-masing. (jeha) Baca juga :

Read More

Pemegang Visa Kunjungan Dilarang Masuk Mekah Madinah

Makkah — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menegaskan kebijakan yang melarang pemegang visa kunjungan untuk menunaikan ibadah haji. Aturan baru tersebut menegaskan bahwa pengunjung dengan visa kunjungan tidak diperbolehkan masuk atau berada di Mekkah sejak 15 Zulkaidah hingga 15 Zulhijah 1445 H atau 23 Mei sampai 21 Juni 2024. Otoritas Keamanan Publik Arab Saudi mengatakan lebih dari 20.000 pemegang jenis visa kunjungan dikenakan sanksi terkait larangan pengunjung tinggal di Mekkah. Pihak berwenang Saudi menekankan bahwa pelanggar akan dikenakan hukuman sesuai dengan peraturan kerajaan. Adapun tujuan dari aturan ini adalah untuk menjamin keselamatan jamaah haji saat melakukan ibadah. Keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah keamanan dan organisasi yang diambil oleh Kementerian Dalam Negeri. Kementerian baru-baru ini mengumumkan bahwa pelanggar akan dikenakan denda sebesar SR10.000 atau sekitar Rp43,3 juta. Denda ini berlaku untuk pelanggar baik itu warga negara Saudi, ekspatriat, dan pengunjung yang tertangkap memasuki Mekkah tanpa izin haji selama periode 2 Juni hingga 20 Juni. (dul) Baca juga :

Read More

Aa Gym Ajak Doakan Warga Rafah dan Seluruh Syuhada Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kota Rafah tengah menjadi perhatian masyarakat dunia setelah serangan bom Israel pada Ahad (26/5/2024) dan Selasa (28/5/2024) lalu meratakan seluruh bangunan disana. AFP melaporkan tentara Israel berdalih menargetkan Hamas yang berada di wilayah selatan Jalur Gaza Palestina itu. Namun, serangan mematikan tersebut malah membakar tenda-tenda pengungsi yang mengakibatkan 50 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Kondisi ini kemudian memunculkan seruan “All eyes on Rafah” di media sosial sebagai bentuk kemarahan dunia pada aksi kejam Israel. Slogan tersebut bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat dunia akan kekejian Israel di Rafah, Gaza, Palestina. Figur publik inetrnasional dan Tanah Air pun membanjiri media sosial dengan mengunggah kampanye tersebut di media sosial. Salah satu yang ikut menyuarakan keprihatinan akan apa yang terjadi di Rafah adalah pendakwah Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Melalui beranda Instagram, Aa Gym mengirimkan doa untuk Rafah. Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung ini mengingatkan melalui dzikir sederhana yang diambil dari surat Ali Imron ayat 173. حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ Hasbunallah wa ni’mal wakiil Artinya: Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami. “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Saat ini Rafah sedang diboombardir oleh Zionis Israel, di mana terdapat banyak anak-anak, dan wanita yang mengungsi disana dan terdapat banyak korban yang berguguran,” ucap Aa Gym. Aa Gym pun mengutip surat Ibrahim ayat 42, وَلَا تَحْسَبَنَّ اللّٰهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظّٰلِمُوْنَ ەۗ اِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيْهِ الْاَبْصَارُۙ Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak (QS Ibrahim: 42). Mengutip Tafsir Quran tersebut ditafsirkan bahwa Allah menegaskan betapa Dia tidak pernah lengah mengawasi perbuatan orang yang zalim dan durhaka. Di akhir keterangannya, Aa Gym meminta masyarakat untuk mendoakan agar rakyat Palestina di Rafah mendapat perlindungan Allah Ta’ala. “Mari kita doakan saudara-saudara kita yang berada di Rafah, Semoga Alloh lindungi mereka dan Alloh berikan nikmat syuhada bagi yang meninggal dunia,” pungkas Aa Gym. (yan) Baca juga :

Read More

Hewan Ternak yang Diberi Pakan Campuran Darah Babi Tidak Boleh Disertifikasi Halal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui kegiatan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII membahas mengenai hukum pemanfaatan darah babi untuk bahan pakan hewan ternak. Dari pembahasan tersebut, Ijtima Ulama VII menetapkan bahwa hewan ternak yang diberi pakan campuran darah babi tidak boleh disertifikasi halal. Ketua SC Ijtima Ulama se-Indonesia VIII Prof Asrorun Ni’am Sholeh mengatakan, memanfaatkan babi dan turunannya untuk bahan produk halal hukumnya haram. Selain itu, Prof Ni’am menyampaikan, memanfaatkan darah babi untuk bahan pakan ternak hukumnya juga haram. Lebih lanjut, tuturnya, produk pakan ternak yang dicampur dengan darah babi hukumnya najis dan haram untuk diperjualbelikan. “Hewan ternak yang diberikan pakan dengan produk pakan ternak yang dicampur dengan darah daging babi tidak dapat disertifikasi halal,” tegasnya dalam keterangan resmi, Sabtu (1/6/2024). Kegiatan Ijtima Ulama VIII berlangsung pada 28-31 Mei 2024 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Islamic Center, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Acara Ijtima Ulama ini diikuti oleh 654 peserta dari unsur pimpinan lembaga fatwa Ormas Islam Tingkat Pusat, pimpinan Komisi Fatwa MUI se-Indonesia, pimpinan pesantren tinggi ilmu-ilmu fikih, pimpinan fakultas Syariah perguruan tinggi ke-Islaman, perwakilan lembaga fatwa negara ASEAN dan Timur Tengah, seperti Malaysia dan Qatar, individu cendekiawan Muslim dan ahli hukum Islam, serta para peneliti sebagai peninjau. Kegiatan yang bertajuk “Fatwa: Panduan Keagamaan untuk Kemaslahatan” ini dibuka secara langsung oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Hadir memberikan materi pengayaan terkait tema pembahasan Ijtima antara lain Ketua BAZNAS Prof Noor Ahmad, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Dirjen Pengelolaan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI Prof Hilman Latief, Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Hubungan Antar Lembaga Muhsin Syihab, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 KH Jusuf Kalla serta Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid. (wink) Baca juga :

Read More

Hasil Ijtima Ulama MUI: Salam Lintas Agama Mengandung Doa Haram Diucapkan Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ijtima Ulama ke-VIII yang digelar Majelis Ulama memutuskan salam lintas agama tidak diperbolehkan. Sebab salam lintas agama bukan implementasi dari toleransi dan moderasi. Ketua Steering Committee (SC) Ijtima Ulama Komisi VIII, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menjelaskan penggabungan ajaran berbagai agama termasuk pengucapan salam dengan menyertakan salam berbagai agama bukanlah makna toleransi yang dibenarkan. Karena dalam Islam, mengucapkan salam merupakan doa yang bersifat ubaidiah. “Karenanya harus mengikuti ketentuan syariat Islam dan tidak boleh dicampur adukkan dengan ucapan salam dari agama lain,” terang Kiai Niam saat membacakan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia VIII pada akhir Mei 2024. Kiai Niam menerangkan, pengucapan salam yang berdimensi doa khusus agama lain oleh umat Islam hukumnya haram. Sebab, pengucapan salam dengan cara menyertakan salam berbagai agama bukan merupakan implementasi dari toleransi dan moderasi beragama yang dibenarkan. “Dalam forum yang terdiri atas umat Islam dan umat beragama lain, umat Islam dibolehkan mengucapkan salam dengan Assalamualaikum atau salam nasional yang tidak mencampuradukkan dengan salam doa agama lain, seperti selamat pagi,” tambah Kiai Niam. Kiai Niam yang juga Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan, dalam prinsip hubungan antarumat beragama, Islam menghormati pemeluk agama lain dengan menjamin kebebasan umat beragama dalam menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinannya. Hal itu juga harus dengan prinsip-prinsip seperti toleransi (al-tasamuh), sesuai dengan tuntunan Alquran “lakum dinukum wa liyadin” yang artinya untukmu agamamu, dan untukku agamaku. Juga tanpa mencampuradukkan ajaran agama (sinkretisme). “Dalam masalah muamalah, perbedaan agama tidak menjadi halangan untuk terus menjalin kerja sama (al-ta’awun) dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara secara harmonis, rukun dan damai,” kata Kiai Niam yang juga Pengasuh Pondok Pesantren An-Nahdlah, Depok, Jawa Barat. Meski begitu, Kiai Ni’am menegaskan, umat Islam tidak boleh mengolok-olok, mencela dan atau merendahkan agama lain (al-istihza’). Antar umat beragama tidak boleh mencampuri atau mencampuradukkan ajaran agama lain. Kegiatan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia ini digelar pada 28-31 Mei 2024 dengan mengangkat tema tentang Fatwa: Panduan Keagamaan untuk Kemaslahatan Umat. Kegiatan ini diikuti oleh 654 peserta dari unsur pimpinan lembaga fatwa ormas Islam tingkat pusat, pimpinan Komisi Fatwa MUI se-Indonesia, pimpinan pesantren tinggi ilmu-ilmu fikih, pimpinan fakultas syariah perguruan tinggi keIslaman, perwakilan lembaga fatwa negara ASEAN dan Timur Tengah seperti Malaysia dan Qatar, individu cendekiawan Muslim dan ahli hukum Islam, serta para peneliti sebagai peninjau. Kegiatan ini juga dibuka oleh Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin. Sebelum pembukaan, hadir sejumlah tokoh untuk memberikan materi pengayaan terkait tema pembahasan ijtima antara lain Ketua Baznas Prof Noor Ahmad, Kepala BPKH Fadlul Imansyah, Dirjen Pengelolaan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI Prof Hilman Latief, Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Hubungan Antar Lembaga Muhsin Syihab, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 KH Jusuf Kalla serta Ketua Umum KADIN Arsjad Rasjid. (rid) Baca juga :

Read More

Sejarah Pemegang Juru Kunci Ka’bah

Makkah — 1miliarsantri.net : Ka’bah sebagai kiblat umat Islam sedunia. Sangat wajar jika setiap muslim memiliki niatan baik dan cita-cita yang mulia untuk menggenapkan rukun Islam dengan melakukan haji atau setidaknya melaksanakan umrah. Pembahasan ini akan berbicara tentang salah satu bagian penting dari Ka’bah yang mungkin jarang diketahui banyak orang, yaitu tentang kunci Ka’bah. Lalu bagaimana sejarah, spesifikasi dan siapakah para penggenggam amanah sebagai juru kunci Ka’bah itu ? Sebagaimana kunci dan pintu pada umumnya, asal mula kunci Ka’bah selalu berkaitan erat dengan pintu Ka’bah yang bisa dibuka dan ditutup seperti yang tampak hari ini. Sedangkan secara pasti, belum ada satupun sumber yang secara rinci menyebut kapankah awal mulanya Ka’bah memiliki pintu dan kunci. Akan tetapi, keberadaan kunci Ka’bah ini diketahui ada sejak era Daulah Abbasiyah, dan masih ada hingga hari ini. Di era Abbasiyah, kunci Ka’bah terbuat dari besi dengan ukiran emas atau perak di atas gembok dan kuncinya. Begitu halnya yang ditemukan di era-era selanjutnya, seperti era Mamluk dan era Daulah Utsmaniyyah, dengan mutu ukiran yang semakin meningkat, terukir dalam gembok dan kunci tersebut ayat-ayat Al-Quran, nama penguasa masa itu dan nama pembuat ukiran. Di era Utsmaniyah, gembok dan kunci Ka’bah diketahui dibuat atas perintah dari Sultan Abdul Hamid Khan dengan angka tahun termaktub 1309 Hijriyah. Gembok dan kunci dengan ukiran nama sultan ini bertahan hingga hari ini. Kemudian di era Kerajaan Arab Saudi, Raja Khalid bin Abdul ‘Aziz memberikan perintah untuk mengganti pintu Ka’bah yang lama dengan yang lebih baru. Dengan tetap mempertahankan bentuk gembok dan kunci Ka’bah di era Sultan Abdul Hamid Khan. Ada sekitar 48 kunci Ka’bah sejak era Utsmaniyyah hingga sekarang, sebagian terbuat dari emas murni. Spesifikasi Gembok Gembok Ka’bah terbuat dari besi dengan bentuk tabung hexagonal dengan enam sisi. Panjangnya 38 cm. dan lebar keenam sisinya 3 cm. Sehingga keliling sisi-sisinya adalah 18 cm. Enam sisi tersebut terlapisi dengan kuningan yang tipis dengan panjang kuningan sekitar 8 cm dan lebar sekitar 2 cm, pada masing-masing sisi kuningan tersebut (kecuali sisi keenam) terdapat ukiran tulisan dengan tipe khat tsuluts yang diukir dengan sangat indah dengan tulisan setiap sisinya sebagai berikut: Pada lembaran kuningan yang pertama tertulis: “Laa ilaha illa Allah, Muhammadu Rasulullah”, yang bermakna “Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan Allah”. Pada bagian kedua: “nashrun min Allah wa fathun qarib” dan “inna fatahna laka fathan mubiina” yang bermakna “kemenangan dari Allah, dan kemenangan itu dekat”, dan “Kami telah memberimu kemenangan yang besar”. Pada bagian ketiga: “Amara bihadzal qafli asy-syarifi Maulana al-Mu’adzham”, yang bermakna “Gembok kehormatan ini (dibuat) atas perintah yang mulia Sultan yang agung”. Pada bagian keempat: “al-Khaqan al-Afkham, as-Sulthan al-Ghazi ‘Abdul Hamid Khan” yang bermakna “Khaqan (julukan penguasa atau raja Turk dan Tartar) paling mulia, Sultan al-Ghazi (ksatria) Abdul Hamid Khan”. Pada bagian kelima: “Khalada Allahu mulkahu ila muntaha ad-dauran” yang bermakna “Semoga Allah menjadikan kerajaannya kekal sampai urutan terakhir”. Kunci Kunci gembok Ka’bah bentuknya panjang, menyerupai gagang lesung di kedua ujungnya dengan panjang kurang dari 40 cm. Kepalanya berbentuk lingkaran berdiameter 3,5 cm, dengan tebal 1 cm. Juru Kunci Ka’bah Para juru kunci Ka’bah diwariskan dalam satu keluarga turun temurun sejak 16 abad lebih, bahkan sejak masa sebelum Islam, yaitu keluarga Bani Syaibah, yang merupakan keturunan Qushay bin Kilab. Keluarga ini memiliki tugas untuk menyimpan kunci Ka’bah, dan membukanya dalam sebuah upacara pencucian Ka’bah yang dilaksanakan sebanyak dua kali dalam setahun, yaitu pada setiap tanggal 1 Sya’ban dan 15 Muharram setiap tahunnya. Upacara pencucian Ka’bah dimulai dengan shalat Subuh berjama’ah di Masjidil Haram, lalu dilanjutkan dengan membuka pintu Ka’bah dan memasukinya kemudian berlanjut dengan membersihkan bagian dalam Ka’bah dengan air Zamzam dan air perasan bunga Mawar. Lalu dilanjutkan dengan dengan pembersihan bagian luarnya dengan air bercampur wewangian, dan ditutup dengan shalat seusai pencucian Ka’bah telah selesai. (dul) Baca juga :

Read More