Izin Tambang untuk PBNU Dalam Proses Administrasi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa izin usaha pertambangan khusus (IUPK) untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sedang dalam proses administrasi. “(Perizinan buat NU) dalam proses administrasi,” terang Menteri ESDM di temui usai rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/6/2024). Arifin menyampaikan bahwa IUPK untuk NU saat ini masih diproses dalam tahap administrasi. IUPK tersebut nantinya akan diterbitkan berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). “Ini rekomendasi dari investasi (BKPM). Pertambangan tetap di kita (Kementerian ESDM). Kalau investasi itu kan semuanya dari BKPM,” beber Arifin. Arifin mengungkapkan bahwa proses IUPK NU diperkirakan bisa keluar pada tahun ini. (IUPK) Dalam berproses. Kemungkinan tahun ini keluar IUPK. Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadilia menyatakan akan segera menerbitkan IUP pengelolaan batu bara untuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), guna mengoptimalkan peran organisasi keagamaan. “Atas arahan dan pertimbangan dari beberapa menteri, bahkan telah disetujui oleh Bapak Presiden Jokowi, kita akan memberikan konsesi batu bara yang cadangannya cukup besar kepada PBNU untuk dikelola dalam rangka mengoptimalkan organisasi,” papar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Senin (3/6/2024). Lebih lanjut dirinya mengatakan, proses pembuatan izin konsesi tersebut kini sudah memasuki tahap penyelesaian, sehingga dalam waktu dekat izin itu akan segera diteken. “Karena itu tidak lama lagi saya akan teken IUP untuk kasih PBNU, karena prosesnya sudah hampir selesai, Itu janji saya,” lanjutnya. Ia beralasan pemberian izin usaha kepada PBNU dikarenakan dirinya bangga terhadap organisasi islam terbesar di dunia asal Indonesia tersebut karena sudah banyak berkontribusi bagi pembangunan negara.

Read More

Menelusuri Penyebaran Islam di Tanah Australia, Ada Jejak Dakwah Muslim Makassar

Makassar — 1miliarsantri.net : Interaksi suku Aborigin, penduduk asli Benua Australia dengan Muslim Makassar diperkirakan sudah terjadi antara abad ke-16 dan ke-17. Ini terekam dalam lukisan pada dinding batu yang dibuat penduduk asli Australia. Kemudian, pada abad ke-19, terjadi gelombang baru Muslim memasuki Australia dan menetap di sana. Antara 1870 dan 1920, sekitar 20 ribu ekor unta dan 2.000 sampai 3.000 penunggang unta mendarat di daratan Australia. Mereka berasal dari Afghanistan, Rajasthan, Khasmir, Mesir, Turki, dan Persia. Hal itu diceritakan dalam Boundless Plains: The Australian Muslim Connection, sebuah pameran foto yang menceritakan kisah Islam di Australia. Pameran itu secara resmi dibuka di Museum Sejarah Jakarta pada 15-30 April 2019. Para penunggang unta tersebut kemudian membuat jaringan jalan unta yang luas tersebar ke seluruh pedalaman Benua Australia. Mereka melakukan apa yang perlu dilakukan saat membuka sebuah wilayah. Mereka terbukti sangat berjasa dalam ekspedisi untuk memetakan Benua Australia. Di wilayah Maree, Australia Selatan ditemukan sisa bangunan masjid yang diduga dibangun oleh para penunggang unta dari Afghanistan pada 1885. Bentuk masjid tersebut meniru bangunan masjid yang pertama kali dibangun di Makkah dan Madinah pada masa awal penyebaran Islam. Penentuan posisi masjid sangat hati-hati, sebab harus dibangun dekat sumber air yang bisa digunakan untuk berwudhu. Bangunan masjid di Maree itu juga terinspirasi oleh teknik arsitektur di daerah yang bercuaca panas. Atap masjidnya dibuat miring agar memberi perlindungan dari cahaya matahari. Bagian depan masjid terbuka sehingga memungkinkan udara mengalir melalui area bagian dalam untuk mengeluarkan udara hangat. Sementara, dinding masjid yang pendek dan terbuat dari lumpur membantu ventilasi bangunan dan melancarkan pergerakan udara. Kisah lain, Saleh (Charlie) Sadadeen yang tiba di Australia pada akhir tahun 1890. Saleh diakui telah membangun masjid pertama di wilayah Alice Spring pada tahun 1913. Saleh meninggal dunia pada 1933 saat bisnis untanya mulai merosot. Sekarang namanya dipakai untuk menamai kota satelit, sekolah, dan lapangan. Anggota komunitas Muslim pergi setelah merayakan liburan Islam Idul Adha di Masjid Auburn Gallipoli di Sydney, Australia, 31 Juli 2020. – (EPA-EFE/JOEL CARRETT) Banyak terdapat kuburan para penunggang unta di Australia. Sebagai contoh, di pemakaman Bourke, pada batu nisan di sana tertulis Wahub Afghan meninggal pada Agustus 1895. Pada nisan tersebut tertulis Bismillahirrahmanirrahim, syahadat, dan Surat Al-Ikhlas. Di Pemakaman Bourke juga ditemukan gubuk yang terbuat dari seng. Gubuk tersebut digunakan sebagai mushala oleh umat Islam di sana pada masa lalu. Selain itu, ada Masjid Broken Hill yang diperkirakan menjadi masjid pertama di New South Wales. Masjid tersebut dibangun di situs kamp unta yang sudah tua. Para penunggang unta dulu biasa beristirahat di sana sambil merencanakan perjalanan mereka.

Read More

Mekah Sempat Diguyur Hujan

Mekah — 1miliarsantri.net : Kota Makkah Al Mukarramah tepatnya di Mina diguyur hujan setelah sebelumnya sempat muncul peringatan cuaca panas ekstrem yang akan berlangsung pada Senin siang (17/6/2024) waktu Arab Saudi. Hujan berlangsung sekitar pukul 16.00 WAS. Sontak jamaah yang tengah berada di Mina untuk melaksanakan lempar jumrah langsung merayakannya dengan suka cita. Tak sedikit mereka yang langsung melangitkan doa dan bersyukur. Jamaah yang berada di tenda-tenda Mina langsung berlarian keluar dan mereka yang sebelumnya berjalan di tengah terik matahari langsung terdiam, serta membiarkan rintik-rintik hujan menghantam muka mereka. Hujan berlangsung sekitar 15 menit dengan intensitas rendah. Kendati demikian, hujan membuat suhu luar ruangan menjadi tak begitu panas. Sebelumnya, suhu sempat menyentuh angka 46 derajat Celsius. “Alhamdulillah senang banget, doa terkabul. Tadi ada peringatan enggak boleh keluar karena cuaca panas, tapi Allah langsung mengirimkan hujan,” ujar salah satu petugas haji Indonesia, Hikmah Romalina, di Makkah. Saat mendengar suara gemercik hujan, Hikmah beserta petugas haji lain yang saat itu berkumpul di hotel langsung turun ke luar ruangan dan mengabadikan suasana Kota Makkah kala diguyur hujan. Kebahagiaan Hikmah juga dirasakan pula oleh petugas haji lain, Henri Lukmanul Hakim. Ia langsung pergi ke luar hotel dan mengabadikan suasana kota diguyur hujan. “Alhamdulillah, akhirnya bisa merasakan hujan di Kota Suci. Jawaban dari doa-doa kita saat ada info gelombang panas,” kata dia.

Read More

Feiglin ingin mengubah wilayah Palestina sebagai Gaza Ibrani

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Politisi Israel dan mantan anggota parlemen Partai Likud Moshe Feiglin menyebut nama ‘Adolf Hitler’ dalam sebuah wawancara TV. Ia mendesak pengusiran warga Palestina dari Jalur Gaza, yang ia gambarkan sebagai “Islamo-Nazi”. Dalam diskusi panel di Channel 12, Feiglin menyerukan pemukiman kembali warga Israel di Gaza dan berpendapat Zionis harus mengubah wilayah Palestina menjadi “Gaza Ibrani”. “Kami bukan tamu di negara kami, ini negara kami, semuanya. Seperti yang dikatakan Hitler, ‘Saya tidak bisa hidup jika hanya ada satu orang Yahudi yang tersisa’. Kita tidak bisa hidup di sini jika ada satu ‘Islamo-Nazi’ yang tersisa di Gaza,” katanya dikutip Kamis (20/6/2024). Feiglin mewakili Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu antara tahun 2013 dan 2015 sebelum meninggalkan partai tersebut untuk mendirikan partai sayap kanannya sendiri, Zehut (“Identitas”). Awal tahun ini, ia mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri melawan Likud dalam pemilu berikutnya. Ia memutuskan maju karena menganggap Netanyahu gagal dalam menangani Jalur Gaza. Seperti diketahui, Netanyahu telah memimpin perang yang menghancurkan Jalur Gaza selama lebih dari delapan bulan. Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 37.000 warga Palestina dan menjadikan wilayah kantong yang terkepung itu seperti ‘neraka.’ Feiglin, saat berpidato di depan demonstrasi sayap kanan yang menyerukan deportasi warga Palestina dari Gaza pada bulan Januari, mengatakan, “Kita membutuhkan perdana menteri yang berbeda yang bersedia berusaha sekuat tenaga untuk menang.” “Bagi kami, perang di Gaza bukan sekedar perang defensif. Ini adalah perang pembebasan, pembebasan tanah dari penjajahnya,” tegas Feiglin kepada kerumunan pendukungnya. Feiglin sebelumnya juga mendorong penghancuran total Gaza, sebelum menginvasinya.

Read More

Menjaga Kemabruran Ibadah Haji

Jakarta — 1miliarsantri.net : Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia termasuk Indonesia telah melaksanakan prosesi wukuf di Arafah. Waktu wukuf di Arafah dimulai setelah tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) pada hari Arafah. Sebagai bagian dari puncak ibadah haji, sebagai mana hadis Nabi bahwa haji itu arafah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan dalam proses wukuf di Arafah, segenap jiwa raga menundukkan diri secara total di hadapan Allah SWT yang maha segalanya. Bahkan dengan tangisan lahir dari hati dan jiwa yang terdalam, dengan seluruh kepasrahan semuanya menundukkan diri untuk menjadi hamba Allah yang mabrur sebagaimana tujuan dari idealisasi berhaji dan ibadah haji. Setelah wukuf akan terus dilakukan proses ibadah haji yakni Muzdalifah di Mina dan hingga kembali ke Mekkah, sampai dituntaskan dalam tawaf wada. “Maka saatnya lah dalam suasana penuh pengabdian dan kepasarahan ini setiap jamaah dapat menjadikan prosesi ibadah haji ini menjadi haji yang mabrur. Dan setiap jamaah haji ingin menjadi haji yang mabrur,” terang Haedar kepada 1miliarsantri.net, Kamis (20/6/2024). Haji mabrur merupakan tingkat tertinggi capaian ideal dalam beribadah haji, bahkan Nabi bersabda tidak ada balasan yang lebih pantas dari haji yang mabrur selain surga. Haedar menekankan bahwa kemabruran itu tidak akan datang sendiri, manakala tanpa penghayatan yang berarti. “Seluruh proses ibadah haji maupun segala rukun wajib dan sunnahnya, jangan berhenti di ranah syariat atau formalitas semata, jadikan ibadah haji sebagai energi ruhani dan pelaksanaan ibadah yang masuk ke jantung hakikat untuk membangun kesalehan diri yang optimal, kemabruran akan diukur dengan kemampuan kualitas diri sebagai insan mukmin, yang hablum minallahnya selalu kokoh dan kuat, serta hablum minannasnya semakin baik dan berkualitas,” tutur Haedar.

Read More

Bahas Kerjasama Pendidikan dan Kesehatan, Prof Muti Bertemu Wamenlu Tiongkok

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) Prof Dr.Abdul Mu’ti bersama rombongan saat ini sedang berada di Tiongkok. Kehadirannya di Tiongkok dalam rangka memenuhi undangan pemerintah setempat. Di negeri tirai bambu tersebut, Prof Mu’ti bersama rombongan mengadakan pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Tiongkok, Chen Xiaodong. Dalam pertemuan, Wamenlu Tiongkok menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modern yang moderat yang memiliki kontribusi besar di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial. “Wamenlu juga bilang terimakasih atas hubungan kerjasama dengan Muhammadiyah selama ini terjalin dengan sangat baik. Terutama kerjasama di bidang pendidikan dan kesehatan,” ujar Prof Mu’ti mengutip penjelasan Wamenlu Tiongkok. Menurut Prof Mu’ti, pemerintah Tiongkok di masa mendatang akan meningkatkan komitmennya membangun kerjasama dengan Muhammadiyah di bidang pendidikan, khususnya yang terkait dengan beasiswa, pertukaran dosen dan juga pertukaran mahasiswa. Selain itu, Ia menambahkan bahwa komitmen kerjasama itu juga dilakukan Tiongkok dalam bentuk penelitian dan bidang-bidang lainnya.

Read More

Kenapa Mimbar Rasulullah SAW Berada di Sebelah Kiri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Setiap umat manusia menginginkan dirinya masuk ke surga dan dijauhkan dari api neraka. Karena itu mereka akan berusaha untuk mendapatkan kemuliaan itu dengan berbuat amal kebaikan. Mereka yang beramal dengan amal kebaikan akan mendapatkan catatan amalnya dengan tangan kanannya, sedangkan yang berbuat keburukan akan mendapat catatan keburukannya dengan tangan kirinya. Nah, tahukah anda, ternyata mimbar Rasulullah SAW berada di sebelah kiri Arsy. Kenapa demikian?Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Mimbarnya Nabi Ibrahim berada di sebelah kanan Arsy Allah, dan mimbarku berada di sebelah kiri Arsy.” Mendapat penjelasan ini, pada sahabat Rasulullah kemudian bertanya: “Wahai Rasulullah, bukankah engkau lebih mulia dibandingkan Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS). Kenapa mimbar Engkau ditempatkan disebelah kiri sedangkan mimbar Nabi Ibrahim justru berada di sebelah kanan Arsy?” Mendapat pertanyaan tersebut, Rasulullah SAW kemudian bersabda: “Jalan menuju Surga berada di sebelah kanan Arsy, dan jalan menuju neraka berada di sebelah kiri Arsy Allah. Mimbarku berada disebelah kiri Arsy agar aku mengetahui siapa-siapa umatku yang akan dimasukkan ke dalam neraka. Maka aku akan memberikan syafaat kepadanya agar dia dimasukkan ke dalam surga.” Maka suatu ketika, saat menyampaikan berkhutbah dari atas Mimbar, Rasul SAW mendengar suara jeritan yang sangat keras dan lantang. “Pahalaku sedikit dan dosaku banyak.” Maka Rasulullah SAW kemudian berseru kepada malaikat agar tidak memasukkan umatnya itu ke dalam neraka. “Jangan engkau bawa dia ke neraka,” ujar Rasulullah SAW. Malaikat yang membawa umatnya itu pun menjawab: “Aku adalah malaikat yang melaksanakan apa saja diperintahkan Allah SWT kepadaku.” Mendapat jawaban itu, Rasulullah SAW kemudian turun dari Mimbarnya dan beliau bersujud kepada Allah. Allah SWT kemudian berfirman: “Wahai Muhammad, bangkitlah dan mintalah niscaya akan Kupenuhi permintaanmu.”

Read More

Toron, Tradisi Masyarakat Madura yang Masih Ada

Surabaya — 1miliarsantri.net : Merayakan Idul Adha, ada tradisi unik yang dilakukan masyarakat Madura, dengan tradisi mudiknya yang dikenal dengan tradisi Toron. Tradisi ini lebih heboh dibanding saat mudik Idul Fitri. Dosen Ilmu Sejarah, Departemen Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Moordiati SS MHum memberi penjelasan soal tradisi tersebut. Ia menerangkan, Toron memiliki dua arti yaitu turun atau kembali ke kampung halaman, dan Toron Tana atau kembali ke kampung halaman. “Toron memiliki dua arti, yang pertama yaitu turun, orang Madura yang bermigrasi pulang ke kampung halamannya. Kedua adalah Toron Tana, yaitu orang Madura pulang ke kampung halaman untuk menyambangi keluarga dan kerabatnya,” terang Moordiati kepada 1miliarsantri.net, Rabu (19/6/2024). Konteks menyambangi keluarga ini, lanjut Moordiati, orang Madura tidak hanya menyambangi keluarga dan kerabatnya yang masih hidup. Akan tetapi, juga kerabat yang sudah meninggal dunia melalui ziarah di makamnya. Moordiati melanjutkan, dalam sejarah masyarakat Madura, tradisi Toron merupakan kebiasaan yang telah dilakukan sejak lama. Namun, belum ada sumber primer yang menjelaskan secara spesifik kapan tepatnya asal muasal tradisi itu. “Tidak ada catatan khusus dari peninggalan kolonial tentang kapan awal mulanya tradisi ini ada. Namun, berdasarkan orang Madura yang bermigrasi ke luar daerah, sebenarnya sudah mereka mulai sejak jauh sebelum abad ke-19,” lanjut Moordiati. Kemudian, Moordiati mengatakan bahwa Toron memiliki arti tersendiri bagi masyarakat Madura. Toron menjadi salah satu tradisi yang masih lestari. Tradisi ini bertujuan untuk meningkatkan tali persaudaraan dan rasa cinta terhadap keluarga, kerabat, teman, dan tanah kelahiran.

Read More

Jusuf Muda Dalam: Koruptor Indonesia Pertama yang Dieksekusi Mati

Jakarta — 1miliarsantri.net : Jusuf Muda Dalam merupakan seorang menteri di masa pemerintahan Presiden Sukarno, akan tetapi di penghujung karirnya Ia didakwa atas berbagai kasus, salah satunya korupsi dan mengantarkannya pada vonis mati. Kasus Jusuf Muda Dalam menjadi tonggak penting dalam sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia, yaitu menunjukkan tekad pemerintah saat itu untuk menindak tegas para koruptor, terlepas dari jabatan dan status yang dimiliki olehnya. Teuku Jusuf Muda Dalam atau biasa dikenal sebagai Jusuf Muda Dalam lahir di Sigli, Aceh pada tanggal 1 Desember 1914. Ia memulai pendidikannya sebagai seorang mahasiswa di Economische Hogeschool Rotterdam, Belanda pada tahun 1936 hingga tahun 1938. Selama di sana ia bergabung dengan organisasi pelajar – mahasiswa Indonesische Vereeniging atau yang lebih dikenal sebagai Perhimpunan Indonesia. Selama Perang Dunia II berkecamuk di seluruh dunia, khususnya di dataran Eropa pada kurun waktu tahun 1943 – 1944, Jusuf Muda Dalam bersama mahasiswa Rotterdam lainnya bergabung dengan gerakan bawah tanah komunis Belanda melawan militer pendudukan Nazi Jerman. Selain itu, ia juga bekerja sebagai seorang wartawan di harian De Waarheid milik Partai Komunis Belanda. Pasca Perang Dunia II, tepatnya pada tahun 1947, Jusuf Muda Dalam kembali ke Indonesia setelah 10 tahun lamanya berada di Belanda. Ia memulai karirnya di Kementerian Pertahanan pimpinan Mr. Amir Syarifuddin Harahap dan memulai karir politiknya dengan bergabung ke Partai Komunis Indonesia atau PKI. Pada tanggal 18 September 1948, Front Demokrasi Rakyat yang diisi oleh partai dan organisasi sayap kiri mendeklarasikan berdirinya Republik Soviet Indonesia dan melancarkan pemberontakan. Saat terjadinya pemberontakan, Jusuf Muda Dalam ditangkap atas tuduhan keterlibatan pemberontakan dan ditahan di Desa Wirogunan, Yogyakarta. Pada tanggal 19 Desember 1948, militer Belanda melalui serangkaian operasi militer yang dinamakan Operasi Gagak atau lebih dikenal Agresi Militer Belanda II menyerbu kota Yogyakarta. Akibat serangan tersebut, Jusuf Muda Dalam berhasil melarikan diri dari tahanan. Semasa dirinya menjadi bagian dari Partai Komunis Indonesia, Jusuf Muda Dalam menduduki jabatan sebagai Ketua Seksi Ekonomi PKI cabang Yogyakarta. Pada tahun 1949 dan tahun 1951, ia kemudian menduduki jabatan sebagai anggota DPR mewakili fraksi PKI. Tidak lama setelahnya, Jusuf Muda Dalam merasa bahwa dirinya sudah tidak sejalan lagi dengan Partai Komunis Indonesia dan setelahnya, Ia bergabung ke Partai Nasional Indonesia atau PNI pada tahun 1954. Selama di PNI, karirnya semakin meroket. Dimulai menjadi pengurus pusat partai, anggota DPR, dan pada tahun 1956, atas ajakan Margono Djojohadikusumo Ia menjabat sebagai Staf Bank Negara Indonesia atau BNI. Setahun kemudian, tepatnya pada tahun 1957, Jusuf Muda Dalam menduduki jabatan sebagai seorang Direktur BNI dan pada tahun 1959, Jusuf Muda Dalam mendapatkan posisi jabatan sebagai presiden direktur BNI. Puncak karir seorang Jusuf Muda Dalam terjadi pada tahun 1963. Oleh Presiden Sukarno, Ia kemudian diangkat menjadi Menteri Urusan Bank Sentral di Kabinet Presiden Sukarno (Kabinet Kerja IV – Kabinet Dwikora II) merangkap jabatan sebagai Gubernur Bank Indonesia. Selama menjabat sebagai seorang Menteri Urusan Bank Sentral, Jusuf Muda Dalam mengeluarkan sebuah kebijakan yang disebut konsep Bank Berjuang. Konsep Bank Berjuang merupakan kebijakan untuk merestrukturisasi dan mengintegrasikan seluruh bank-bank di Indonesia menjadi sistem bank tunggal. Tujuan adanya integrasi bank-bank tersebut yaitu untuk mendukung kelangsungan jalannya revolusi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Sukarno. “Siapa yang menabur angin, akan menuai badai”, begitulah peribahasa yang menggambarkan kisah seorang Jusuf Muda Dalam. Kehidupannya yang begitu membahana dengan segala jabatan dan harta justru membuatnya begitu terlena dengan dunia. Semua berawal dari pecahnya peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965 hingga terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret pada tahun 1966 (yang diperkuat dengan Ketetapan MPRS Nomor IX/MPRS/1966). Seminggu pasca terbitnya SP 11 Maret, tepatnya pada tanggal 18 Maret 1966, Suharto memerintahkan kepada militer untuk menangkap 15 menteri Kabinet Dwikora. Menurut Suharto, alasan penangkapan para menteri tersebut dibagi atas tiga kategori. Kategori pertama yaitu mereka yang memiliki hubungan dengan peristiwa Gerakan 30 September, kategori kedua yaitu mereka yang kejujurannya dalam membantu presiden diragukan, dan kategori ketiga yaitu mereka yang hidup amoral dan asosial di atas penderitaan rakyat. Nama – nama menteri yang ditangkap di antaranya yaitu: Kasus yang menyeret Jusuf Muda Dalam tersebut dibukukan dengan judul “Anak Penjamun di Sarang Perawan” karya Effendy Sahib dan diterbitkan pada tahun 1966. Abdul Haris Nasution dan Amir Machmud memberikan kata – kata pengantar di buku tersebut. Abdul Haris Nasution menyebut, “skandal Jusuf Muda Dalam ini bukan hanya merupakan skandal seks atau perkara korupsi biasa, melainkan skandal ini merupakan penggambaran daripada pribadi Orde Lama yang penuh dengan penyelewengan.” Amir Machmud juga menyebut, “buku ini (Anak Penjamun di Sarang Perawan) telah memberikan sumbangan kepada masyarakat, suatu kekayaan, suatu perbendaharaan sejarah, suatu catatan yang sangat penting.” Dikutip dari bab IV Anak Penjamun di Sarang Perawan, yaitu Bukan Harem 1001 Malam, disebutkan bahwa terdapat 25 wanita yang mendapatkan harta pemberian Jusuf Muda Dalam yang tidak diketahui sumbernya dari mana. Harta tersebut di antaranya terdapat uang, rumah, dan mobil. Nama – nama wanita yang disebutkan di antaranya istri – istri Jusuf Muda Dalam, yaitu Sutiasmi, Salamah, Jajah, Ida Djubaidah, Djufriah, dan Sari Narulita. Bahkan nama – nama seperti Ratna Sari Dewi, Titiek Puspa, Tina Waworuntu, dan Rieka Suatan juga terseret di kasus Jusuf Muda Dalam tersebut. Pada tanggal 30 April 1966, Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban yang dipimpin oleh Suharto kemudian membentuk Tim Pemeriksa Keuangan Negara dan diketuai oleh K.P.H. Surjo Wirjohadiputro. Berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh Tim Pemeriksa Keuangan Negara, didapati beberapa fakta mengejutkan terkait kasus yang menimpa Jusuf Muda Dalam. Fakta pertama yaitu bahwa selama menjabat dalam kurun waktu tahun 1964 – 1966, Jusuf Muda Dalam melakukan perbuatan memberikan izin impor dengan cara Deferred Payment. Deferred Payment merupakan penangguhan pembayaran hingga jangka waktu tertentu, dalam hal ini kredit luar negeri dalam jangka waktu setahun yang digunakan untuk mengimpor barang. Total keseluruhannya yaitu berjumlah $270.000.000 yang melebihi keadaan devisa negara. Oleh Jusuf Muda Dalam uang tersebut dibagi – bagikan kepada kroni – kroni badan usaha, seperti PT Ratu Timur Raya sebesar $2.000.000, PT Mega sebesar $5.000.000, CV Tulus Djudjur sebesar $10.000.000, Barmansjah Trading Coy sebesar $5.000.000, dan CV Sitjintjin sebesar $5.000.000. Akibat yang ditimbulkan yaitu terjadi adanya insolvensi internasional. Fakta kedua yaitu dalam kurun waktu tahun 1964 – 1966, Jusuf Muda Dalam melakukan…

Read More

Ada Apa Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri israel Benjamin Netanyahu telah membubarkan ‘kabinet perang Israel’ yang selama ini membayangi konflik di Gaza. Netanyahu menolak sekutu sayap kanannya yang sedang mencari kursi, dan tampaknya berupaya mempengaruhi pengambilan keputusan terkait pertempuran dengan Hamas di Gaza dan Hizbullah di seluruh wilayah perbatasan Lebanon. Netanyahu mengumumkan langkah tersebut kepada para menteri, Ahad (17/6/2024). Ia mengatakan, kabinet perang sejatinya dibentuk sebagai bagian dari kesepakatan dengan kubu moderat Benny Gantz dan partai persatuan nasionalnya bergabung dalam koalisi darurat tahun lalu. Pembubaran kabinet perang dikonfirmasi oleh pejabat Israel secara anonim. Sumber menggambarkan latar belakang meningkatnya ketidakpuasan atas pelaksanaan perang di Gaza dan seruan dari kelompok antipemerintah untuk melakukan protes setiap hari selama seminggu. Netanyahu dilaporkan mengatakan kepada para menteri bahwa ‘kabinet perang’ tidak lagi diperlukan setelah Gantz mengundurkan diri seminggu yang lalu. Gantz, salah satu anggota kabinet perang, keluar dari koalisi bersama dengan Gadi Eisenkot, salah satu dari tiga pengamat di badan tersebut. “Netanyahu menghalangi kita untuk meraih kemenangan nyata [di Gaza],” kata Gantz dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Ahad. Netanyahu kini diperkirakan akan mengadakan konsultasi mengenai perang Gaza dengan sekelompok kecil menteri, termasuk menteri pertahanan, Yoav Gallant, dan menteri urusan strategis, Ron Dermer, yang pernah berada di kabinet perang. Pembubaran kabinet perang sepertinya tidak akan mempunyai dampak berarti terhadap konflik – pengambilan keputusan akan kembali ke kabinet keamanan. Namun dampak politiknya mungkin lebih signifikan. Langkah ini tampaknya merupakan penghinaan yang disengaja terhadap sekutu sayap kanan Netanyahu dalam koalisi, termasuk menteri keamanan nasional, Itamar Ben-Gvir.

Read More