Nama Belakang Istri Tidak Diperbolehkan Mencantumkan Nama Suami

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tradisi masyarakat Arab selalu memberi nama anak-anaknya dengan satu suku kata saja. Misalkan, Muhammad, Ibrahim, Fatimah, Aisyah, dan sebagainya. Jika ada nama yang murakkab (dua kata) atau lebih, kata kedua adalah nama orang tuanya. Sedangkan, kata yang ketiga adalah nama kakeknya. Misalkan, Muhammad Husein Ya’qub. Berarti namanya adalah Muhammad, sedangkan Hasan adalah nama bapaknya dan Ya’qub adalah kakeknya. Tradisi seperti ini menjadi rancu jika dibawakan pada pola penamaan di Indonesia. Biasanya, nama-nama orang Indonesia terdiri dari dua, tiga, bahkan empat suku kata. Misalkan, Syahrul Gunawan, Oki Setiana Dewi, dan sebagainya. Syahrul Gunawan adalah satu orang. Gunawan bukanlah nama bapak dari si pemilik nama. Tradisi penamaan bangsa Arab tak hanya sebatas nama, tapi juga erat sekali kaitannya dengan nasab. Dalam nama orang Arab, nama ayah dan kakek langsung melekat pada nama anak. Tradisi ini berdasar dari syariat Islam yang sangat serius memperhatikan persoalan nasab. Termasuk dalam dosa besar jika mengklaim seseorang yang bukan dari garis keturunannya diakui sebagai nasabnya. Alasan ini juga yang menjadikan Islam membenci perzinaan karena akan mengaburkan nasab. Sebagaimana hadis Nabi SAW menyebutkan, “Barang siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau menisbahkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat Allah SWT, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari kiamat nanti, Allah tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib ataupun yang sunah.” (HR Muslim dan Tirmidzi). Jadi, tidak boleh tidak, kata kedua dalam nama orang Arab harus nama ayahnya. Mencantumkan nama selain nama ayah pada kata kedua dari nama tersebut dianggap tabu. Mereka menyimpulkan, berarti si pemilik nama tidak jelas nasabnya atau tak tahu siapa ayahnya. Kesimpulan ini juga bermuara pada ketegasan syariat dalam urusan nasab. Masuknya budaya Barat soal penamaan yang banyak diadopsi masyarakat Tanah Air menampik tradisi Arab yang bersumber dari syariat ini. Di Barat, nama belakang istri diambil dari nama suami, seperti Michelle Obama, Hillary Clinton, dan sebagainya. Inilah yang ditiru masyarakat Indoensia. Jelas model penamaan gaya Barat menjadi sangat tabu bagi tradisi Arab. Apalagi jika dikaitkan dengan urusan nasab. Bagaimanakah syariat menyelesaikan hal ini? Ulama-ulama Timur Tengah dan mayoritas ulama kontemporer lainnya jelas mengharamkan model penamaan ala Barat tersebut. Seorang istri tetap harus memakai nama belakang ayahnya, bukan nama suaminya. Mereka berdalil dengan ayat Alquran, “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka…” (QS al-Ahzab [33]: 5). Dalam asbabun nuzul dari ayat tersebut karena Nabi SAW memungut seorang anak angkat. Karena sayangnya Beliau SAW kepada Zaid, sang anak angkat, sampai-sampai Zaid dipanggil Zaid Muhammad atau Zaid bin Muhammad. Maka turunlah ayat ini yang melarang penyebutan nama demikian. Akhirnya Zaid dipanggil dengan Zaid bin Haritsah karena bapak kandungnya bernama Haritsah. Ayat ini menegaskan urusan penamaan seseorang tidaklah main-main dalam Islam. Jika anak angkat saja dilarang memakaikan nama ayah angkatnya sebagai nama belakangnya, apalagi seorang istri yang memakai nama belakang dari nama suaminya. Jelas hal ini diharamkan secara mutlak. Markaz al-Fatwa Arab Saudi dalam keluaran fatwanya Nomor 17398 menyebutkan, mencantumkan nama belakang istri dengan nama suaminya tidak diperbolehkan. Demikian juga nama-nama orang lain selain dari ayah kandungnya sendiri. Jika anak tersebut lahir di luar nikah (hasil perzinaan), cukup dipakaikan nama belakang dari nama ibunya. Tradisi penamaan orang Arab sebenarnya bersumber dari Alquran sendiri. Firman Allah SWT, “Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka. Itulah yang lebih adil pada sisi Allah. Dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu.” (QS al-Ahzab [33]: 5).

Read More

Gunung-gunung Juga Banyak ditemukan di Jazirah Arab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Gunung-gunung di Indonesia umumnya berwarna hijau karena ditutupi rimbunnya pepohonan. Selain itu, gunung-gunung di Indonesia banyak yang aktif bahkan pernah meletus. Sedangkan di jazirah Arab, umumnya gunung terlihat tandus dan tidak ditutupi rimbunnya pepohonan. Apakah gunung-gunung di jazirah Arab aktif dan pernah meletus? Di seluruh wilayah barat Jazirah Arab dari Al-Nafud (gurun di Arab Saudi) di utara hingga ujung selatan Yaman, terdapat rangkaian gunung berapi. Keberadaannya adalah akibat runtuhnya Dataran Tinggi Afrika-Arab yang mengakibatkan munculnya Laut Merah sekitar 30 juta tahun yang lalu. Sebagian besar gunung berapi ini sekarang tidak aktif, namun beberapa di antaranya, terutama di Yaman selatan, masih hidup dan mungkin meletus jika kondisi geologisnya menyebabkan hal tersebut. Wilayah Kerajaan Arab Saudi sendiri terletak di atas 2.000 gunung berapi yang tidak aktif selama ribuan tahun. Ketika gunung berapi ini aktif, dengan ledakan dan lava yang tersebar, terbentuklah 13 gunung berapi yang dihasilkan oleh aliran vulkanik yang besar dan terjadi di masa lampau. Persentase terbesar dari anakan dan kawah gunung berapi tersebut terdapat di wilayah Madinah. Menurut situs Survei Geologi, dalam 6.000 tahun terakhir telah terjadi 11 letusan gunung berapi di Harrat Rahat, Arab Saudi. Letusan terakhir adalah letusan gunung berapi terkenal yang terjadi pada tahun 654 H, yang berlangsung selama lebih dari 52 hari. Salah satu gunung berapi yang terkenal di Kerajaan Arab Saudi adalah Jabal al-Qadr, yang terletak di jantung Harrat Khaybar. Jabal Al Qadr merupakan gunung vulkanik yang sudah punah dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan bumi. Kawah gunung ini sangat dalam dan terdapat rongga-rongga besar. Dari kawah Gunung Al-Qadr, ada lava beku yang memanjang lebih dari 50 Km dalam pemandangan geologi yang langka. Di area yang sama terdapat kawah gunung berapi Jabal al-Abyad, dengan warna aneh dan formasi beragam, yang dapat dianggap sebagai salah satu landmark geologi langka di dunia.

Read More

Contohlah Kesederhanaan Hidup Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Siapa yang tak ingin berharta banyak? Hampir Kebanyakan orang pasti menginginkan mempunyai harta berlimpah yang akan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai untuk memenuhi kebutuhan harian, hedon, foya-foya dan lainnya. Muncul sebuah pertanyaan terkait dengan harta dan Rasulullah SAW sebagai manusia terbaik di dunia dan teladan manusia. Orang sebaik dan semulia beliaumenginginkan berapa banyak harta? Terkait dengan hal ini, Hadits dari Abu Hurairah yang diriwayatkan Ibnu Majah menjelaskan hal tersebut. قَالَ مَا أُحِبُّ أَنَّ أُحُدًا عِنْدِي ذَهَبًا فَتَأْتِي عَلَيَّ ثَالِثَةٌ وَعِنْدِي مِنْهُ شَيْءٌ إِلَّا شَيْءٌ أَرْصُدُهُ فِي قَضَااءِ دَيْنٍ Sungguh, aku tidak menginginkan sekiranya emas sebesar gunung Uhud menjadi milikku, kemudian datang lagi yang ketiga, sedangkan aku memiliki sesuatu darinya, kecuali sesuatu yang memang aku persiapkan untuk sekedar membayar utang. Nabi yang mulia, kekasih Allah, ternyata tidak hidup bergelimang harta. Dia tidur di atas alas biasa sehingga menyebabkan badannya sakit. Rumahnya sangat sederhana, hanya terdiri dari beberapa ruangan sederhana.

Read More

UEA Serukan ‘Misi Internasional Sementara’ untuk Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Uni Emirat Arab (UEA) pada pekan lalu menyerukan “misi internasional sementara” untuk Gaza pasca-perang guna memulihkan ketertiban dan mengatasi krisis kemanusiaan di wilayah yang hancur tersebut. Seruan ini muncul setelah para pemimpin negara Arab dalam KTT pada bulan Mei mendesak pengerahan pasukan penjaga perdamaian PBB di seluruh wilayah Palestina yang diduduki, sebuah ide yang sangat ditentang oleh Israel. “Mengkonsolidasikan perdamaian dan keamanan serta mengakhiri penderitaan kemanusiaan harus dimulai dengan pengerahan misi internasional sementara di Gaza atas undangan resmi dari pemerintah Palestina,” ucap Menteri Negara UEA untuk Kerja Sama Internasional, Reem al-Hashimy, kepada kantor berita resmi WAM. Dia menambahkan, misi internasional ini akan bertanggung jawab untuk merespons krisis kemanusiaan secara efisien guna membangun hukum dan ketertiban dan membuka jalan untuk menyatukan kembali Gaza dan Tepi Barat di bawah satu Otoritas Palestina yang sah. Komentar tersebut muncul beberapa hari setelah wakil menteri luar negeri Lana Nusseibeh mengatakan kepada surat kabar Inggris Financial Times bahwa “UEA dapat mempertimbangkan untuk menjadi bagian dari pasukan stabilisasi bersama mitra Arab dan internasional atas undangan Otoritas Palestina yang telah direformasi.” Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak banyak berbicara tentang rencananya untuk Gaza pasca-perang, tetapi dalam pidatonya di hadapan Kongres AS pada hari Rabu (24/7/2024) pekan lalu, ia mengatakan Israel harus mempertahankan kendali atas masalah keamanan sementara tokoh-tokoh Palestina yang dapat diterima Israel mengelola urusan sipil. Washington telah berulang kali menyatakan bahwa mereka menentang pemerintahan Gaza pasca-perang baik oleh Israel maupun Hamas dan telah menyerukan agar Otoritas Palestina yang telah direformasi mengambil alih kendali.

Read More

Prof Ahmad Izzudin Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Ilmu Falak Pertama di Indonesia

Semarang — 1miliarsantri.net : Pengurus Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Izzudin dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo, Rabu (24/7/2024) lalu. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan SK dan pengalungan samir oleh Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Nizar Ali kepada Prof Ahmad Izzudin. Ahmad Izzudin secara resmi menyandang gelar Profesor Ilmu Falak terhitung sejak 1 Oktober 2023 dan memperoleh kenaikan pangkat/golongan sebagai Pembina Utama Muda/IV/c pada 1 April 2024. Dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Falak, ia menyampaikan pidato berjudul Teori Arah Menghadap Kiblat: Upaya Mencari Teori Arah yang Relevan dan Akurat. Sebelumnya, ia merupakan sarjana dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN, sekarang UIN) Walisongo, Semarang pada 1997. Lalu gelar magisternya diraih di UIN Walisongo pada 2001 dan gelar doktoralnya ditamatkan di kampus yang sama pada 2011. Izzudin mengajar sejumlah mata kuliah di UIB Walisongo Semarang yakni Tarikh Tasyri, Fiqh Mawaris, Hisab Waktu Shalat dan Arah Kiblat, Qawaidul Fiqhiyah, Hisab Awal Bulan Kamariah Kontemporer, Hisab rukyat, Kajian Kitab Falak, Praktikum Ilmu Falak, Pengantar Ilmu Falak, Hisab Rukyat Klasik, Hisab Rukyat Kontemporer, Sejarah Perkembangan Ilmu Falak, dan Seminar Proposal. Izzudin saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Syariah dan Hukum UIN Walisongo Semarang (2019-2024). Akademisi kelahiran Kudus, Jawa Tengah 52 tahun itu juga menjadi pengurus Lembaga Falakiyah PBNU masa khidmah 2022-2027. Ia juga aktif di beberapa lembaga. Di antaranya sebagai Ketua Umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI), Ketua Umum Asosiasi Pesantren Falak Indonesia (APFI), Sekretaris Komisi Fatwa MUI Provinsi Jawa Tengah, Koordinator Diklat Lembaga Falakiyah PBNU, Ketua Lajnah Falakiyah PWNU Jawa Tengah (2003- 2008), Sekretaris Bidang Ketakmiran Masjid Agung Jawa Tengah, Pengurus LPKBHI FSH UIN Walisongo, dan Tim Hisab Rukyat Kemenag RI.

Read More

MUI Tegaskan Soal Transpuan Umrah Pakai Hijab dan Baju Syar’i

Jakarta — 1miliarsantri.net : Transpuan Isa Zega menjadi sorotan publik usai setelah fotonya saat umrah dengan mengenakan hijab dan gamis syar’i beredar di media sosial. Bahkan melalui unggahan di Instagram miliknya, @zega_real, Isa Zega berada di barisan jamaah wanita saat umrah. Terkait itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan menanggapi viralnya video Isa Zega yang umrah dengan memakai jilbab. DR KH Syamsul Bahri Abd Hamid Lc MA menjelaskan apa yang dilakukan Isa Zega adalah hal yang tidak dibenarkan dalam Islam. “Jika ia seorang laki-laki maka harus berpenampilan ke kodratnya sebagai seorang lelaki,” katanya dikutip dari laman MUI, Sabtu (27/7/2024). Kiai Samsul Bahri kemudian mengulas tentang transpuan dalam pandangan Islam. Ia menjelaskan, transgender dalam Islam dikenal dengan istilah Khuntsa, Mukhanats dan Mutarajjilah. “Mukhannats adalah laki-laki yang berperilaku maupun berpenampilan seperti perempuan, padahal fisiknya jelas seperti laki-laki asli. Mutarajjilah adalah perempuan yang perilaku dan penampilannya menyerupai laki-laki, padahal fisiknya jelas seperti perempuan asli” tambahnya. Sementara Khuntsa merujuk pada orang yang memiliki dua alat kelamin sekaligus dalam tubuhnya sejak lahir. Untuk kasus ini, biasanya harus ditangani medis sehingga diharapkan bisa menemukan kecenderungan sebagai laki-laki atau perempuan. Dari ketiga kriteria ini mukhannats dan Mutarajjilah adalah perkara yang sangat dilarang Allah dan Rasulullah sebagaimana sabda nabi,

Read More

Orang yang Kelak Bisa Sukses Biasanya Kesehariannya Amalkan 9 Kebiasaan Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kita sering mendengar cerita tentang anak-anak muda yang berbakat dan sukses dalam semalam. Namun kenyataannya banyak orang mencapai prestasi paling signifikan ternyata di kemudian hari. Orang-orang ini, yang dikenal sebagai orang yang terlambat berkembang, tetapi membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mengejar impian dan mencapai kesuksesan. Meskipun perjalanan mereka mungkin berbeda, orang-orang yang sukses terlambat berkembang sering kali memiliki kebiasaan sehari-hari yang berkontribusi pada kemenangan mereka pada akhirnya. Berikut kita akan mengeksplorasi sembilan kebiasaan dan bagaimana kebiasaan tersebut dapat membantu membuka potensi Anda, tanpa memandang usia atau latar belakang. Kebiasaan 1: Merangkul Pola Pikir Pertumbuhan Salah satu kebiasaan paling signifikan yang diadopsi oleh orang-orang yang terlambat berkembang adalah menerapkan pola pikir berkembang. Konsep yang dipopulerkan oleh psikolog Carol Dweck ini mengacu pada keyakinan bahwa kemampuan dan kecerdasan kita dapat dikembangkan melalui dedikasi dan kerja keras. Orang yang terlambat berkembang melihat tantangan sebagai peluang untuk berkembang, bukan sebagai hambatan yang tidak dapat diatasi. Mereka memahami bahwa kemunduran adalah bagian alami dari proses pembelajaran dan menggunakannya sebagai batu loncatan untuk meningkatkan dan memperluas keterampilan mereka. Kebiasaan 2: Menetapkan Tujuan dan Prioritas yang Jelas Orang yang terlambat berkembang sering kali ahli dalam menetapkan tujuan dan prioritas yang jelas. Mereka memahami pentingnya memiliki target yang spesifik, terukur, dan dapat dicapai untuk dicapai. Dengan mendefinisikan tujuan-tujuan mereka dan memecahnya menjadi langkah-langkah yang dapat dikelola, mereka dapat memfokuskan energi mereka pada hal-hal yang paling penting dan menghindari teralihkan oleh tugas-tugas yang kurang penting. Kebiasaan 3: Pembelajaran Berkelanjutan dan Pengembangan Keterampilan Kebiasaan penting lainnya dari orang yang terlambat berkembang adalah komitmen mereka terhadap pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan keterampilan. Mereka menyadari bahwa untuk mencapai tujuan mereka, mereka harus terus-menerus memperluas pengetahuan dan kemampuan mereka. Kebiasaan ini penting bagi mereka yang mengejar karier atau minat baru di kemudian hari, karena mereka mungkin perlu memperoleh keterampilan baru atau memperbarui keterampilan yang sudah ada agar tetap kompetitif. Kebiasaan 4: Menumbuhkan Ketahanan dan Ketekunan Jalan menuju kesuksesan jarang sekali mulus, dan orang yang terlambat berkembang sering kali menghadapi tantangan unik saat mengejar tujuan mereka di kemudian hari. Di sinilah kebiasaan memupuk ketahanan dan ketekunan berperan. Orang yang sukses terlambat berkembang dapat bangkit kembali dari kemunduran dan mempertahankan motivasi mereka dalam menghadapi kesulitan. Untuk membangun ketahanan, fokuslah pada pengembangan pandangan positif dan kelilingi diri Anda dengan individu-individu suportif yang percaya pada tujuan Anda. Saat menghadapi kemunduran, cobalah untuk mengubahnya sebagai pengalaman pembelajaran dan peluang untuk berkembang. Ingatlah bahwa kemajuan jarang sekali bersifat linier, dan tidak apa-apa untuk beristirahat saat diperlukan untuk mengisi ulang tenaga dan memfokuskan kembali. Kebiasaan 5: Berjejaring dan Membangun Hubungan Orang yang terlambat berkembang dan sukses memahami nilai jaringan dan membangun hubungan dalam bidang pilihan mereka. Mereka secara aktif mencari koneksi dengan orang lain yang memiliki minat yang sama dan dapat menawarkan bimbingan, dukungan, dan potensi kolaborasi. Dengan memupuk jaringan yang kuat, orang yang terlambat berkembang dapat membuka pintu terhadap peluang baru dan belajar dari pengalaman orang lain yang telah menempuh jalur serupa. Kebiasaan 6: Merangkul Kegagalan Sebagai Pengalaman Pembelajaran Salah satu kebiasaan paling penting yang diadopsi oleh orang-orang yang terlambat berkembang adalah kemampuan untuk menerima kegagalan sebagai pengalaman belajar. Mereka memahami bahwa kegagalan bukanlah keadaan permanen, melainkan bagian alami dari pertumbuhan. Dengan membingkai ulang kemunduran sebagai peluang untuk belajar dan memperbaiki diri, orang yang terlambat berkembang dapat mempertahankan motivasi mereka dan terus mengejar tujuan mereka dengan tekad baru. Untuk memupuk kebiasaan ini, dekati kegagalan dengan rasa ingin tahu, bukan menghakimi diri sendiri. Tanyakan pada diri Anda apa yang dapat Anda pelajari dari pengalaman tersebut dan bagaimana menerapkan pelajaran tersebut untuk upaya masa depan. Ingatlah bahwa bahkan individu yang paling sukses pun pernah menghadapi kegagalan pada suatu saat dalam hidup mereka, dan sering kali melalui tantangan inilah kita tumbuh dan belajar paling banyak. Kebiasaan 7: Menjaga Keseimbangan Kehidupan Kerja yang Sehat Orang yang terlambat berkembang menyadari pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan kerja yang sehat. Mereka memahami bahwa mencapai tujuan memerlukan upaya berkelanjutan dari waktu ke waktu dan kelelahan dapat menggagalkan kemajuan mereka. Dengan memprioritaskan perawatan diri dan menetapkan batasan antara kehidupan profesional dan pribadi, orang yang terlambat berkembang dapat mempertahankan energi dan fokus yang diperlukan untuk mengejar impian mereka. Ingatlah bahwa mencapai kesuksesan adalah lari maraton, bukan lari cepat. Dengan menjaga diri sendiri dan menjaga gaya hidup seimbang, Anda akan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang yang menghadang. Kebiasaan 8: Melatih Rasa Syukur dan Berpikir Positif Kebiasaan penting lainnya bagi orang yang terlambat berkembang adalah praktik bersyukur dan berpikir positif. Mereka memahami bahwa menumbuhkan pola pikir positif dapat berdampak besar pada kesejahteraan dan kemampuan mereka mencapai tujuan. Orang yang terlambat berkembang mempertahankan rasa perspektif dan optimisme, bahkan ketika menghadapi kesulitan, dengan berfokus pada hal-hal baik dalam hidup mereka dan mengungkapkan rasa syukur atas berkah yang mereka peroleh. Untuk menumbuhkan rasa syukur dan berpikir positif, cobalah memulai setiap hari dengan merenungkan tiga hal yang Anda syukuri. Saat menghadapi tantangan, berfokuslah pada peluang untuk berkembang dan belajar daripada memikirkan aspek negatifnya. Kelilingi diri Anda dengan pengaruh positif, baik itu buku yang membangkitkan semangat, mentor yang menginspirasi, atau orang-orang terkasih yang suportif. Kebiasaan 9: Mengambil Tindakan Konsisten dan Menerima Perubahan Yang terakhir, orang yang terlambat berkembang adalah ahli dalam mengambil tindakan yang konsisten dan menerima perubahan. Mereka memahami bahwa mencapai tujuan mereka memerlukan upaya berkelanjutan dan kemauan untuk beradaptasi dengan keadaan baru. Orang yang terlambat berkembang dapat mempertahankan momentum dan kemajuan dari waktu ke waktu dengan membagi tujuan mereka menjadi langkah-langkah yang dapat dikelola dan secara konsisten berupaya mencapainya,

Read More

Alm Hamzah Haz Orang yang Telah Membiasakan Shalat Jama’ah

Bogor — 1miliarsantri.net : Mantan Wakil Presiden ke 9 RI Hamzah Haz meninggal dunia pada Rabu (24/7/2024) sekitar pukul 09.45 WIB. Sebelum nya jenazah disalatkan di masjid yang dibangun Hamzah Haz di Jalan Nenas, Bogor, kemudian dimakamkan di pemakaman keluarga di Bogor. Sejumlah tokoh tampak hadir di rumah duka, diantaranya Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) hingga Wakil Presiden ke-11 Boediono. Selain kedua tokoh ini, hadir Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Kepergian Hamzah Haz meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang yang mengenalnya, khususnya bangsa Indonesia. “Selamat jalan, semoga Allah meridloi dan menerima amalnya sebagai bekal memenuhi panggilan-Nya. Mengampuni kesalahan dan dosanya, menempatkannya dalam alam kebahagiaan,” tulis mantan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Maskuri. Senior Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini bersaksi, almarhum Hamzah Haz adalah orang yang telah membiasakan shalat jama’ah di Istana Wapres. “Saya menjadi saksi hidup, selain para saksi hidup lainnya, beliau telah membiasakan shalat jama’ah di istana wapres. Karena belum ada mushalla, beliau mengajak seluruh karyawan, mulai petugas kebersihan, staf, dan para ASN yang mengabdi di istana wapres,” ungkapnya. Maskuri melanjutkan, setidaknya jama’ah duhur dan ashar bila Hamzah Haz di Istana Wapres, selalu mengajak karyawan shalat berjamaah.

Read More

Jerman Melarang Perkumpulan Muslim Sebarkan Aliran Islam Radikal

Frankrut — 1miliarsantri.net : Kementerian Dalam Negeri Jerman pada Kamis (25/7/2024) mengatakan pihaknya telah melarang asosiasi Islamic Center Hamburg (IZH) dan organisasi underbownya, dengan alasan bahwa organisasi tersebut mengajarkan paham Islam radikal. Kementerian tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 53 lokasi organisasi tersebut telah digeledah oleh pihak berwenang di delapan negara bagian Jerman pada Rabu pagi, berdasarkan perintah pengadilan. Selain IZH yang berbasis di Hamburg, yang merupakan salah satu masjid tertua di Jerman yang terkenal dengan eksterior pirusnya, subgrupnya di Frankfurt, Munich dan Berlin juga dilarang. Akibatnya, empat masjid Syiah akan ditutup, kata kementerian tersebut. IZH tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar melalui telepon pada Rabu pagi, dan situs webnya tidak dapat diakses oleh publik. Bukti dari penggeledahan sebelumnya terhadap 55 properti yang dilakukan pada bulan November memberikan dasar bagi pelarangan IZH, yang dikenal dalam bahasa Jerman sebagai Islamisches Zentrum Hamburg, pada hari Rabu, kata kementerian tersebut. “Hari ini, kami melarang Islamisches Zentrum Hamburg, yang mempromosikan ideologi totaliter dan ekstremis Islam di Jerman. Ideologi Islam ini bertentangan dengan martabat manusia, hak-hak perempuan, peradilan yang independen dan pemerintahan demokratis kita,” ungkap Menteri Dalam Negeri Nancy Faeser.

Read More

Pidato Lengkap Gus Yahya tentang Transformasi Digital NU

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) didaulat memberi sambutan dalam Pembukaan Pelatihan Digital Leadership Transformasi Digital di Lingkungan Nahdlatul Ulama “NU Digdaya” (Digitalisasi Data dan Pelayanan) yang digelar di Pusdiklat Kemenkominfo, Jakarta, 22 – 26 Juli 2024. Berikut adalah transkrip lengkap sambutan Gus Yahya dalam acara tersebut. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wa syukrulillah, was shalatu was salamu ala Rasulillah Sayyidina wa Maulana Muhammad ibni Abdillah, wa ‘ala alihii wa shahbihi wa man walah. Amma ba’ad. Yang saya hormati Pak Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Pak Budi Setiadi. Ini beliau sengaja datang enggak pakai peci, supaya jelas mana yang menteri mana yang ketua umum. [Hadirin tertawa]. Soalnya kalau di sini enggak ada tulisannya, enggak ada yang tahu mana ketua umum, mana yang enggak, pakai peci semua. Yang saya hormati jajaran pimpinan Kemeninfo. Yang saya hormati perwakilan dari Prospera. Teman-teman dari PBNU, hadir di sini salah seorang ketua tanfidziyah, Pak Agus Zainal Arifin, ketua bidang transformasi digital. Ini memang tanggung jawab beliau. Wakil sekjen, Pak Najib Azca. Ini wakil sekjen bidang saya suruh [hadirin tertawa]. Yang saya hormati para peserta Digital Leadership Academy dari jajaran Nahdlatul Ulama. Alhamdulillah. Tadi Bu Roksana Khan (yang presentasi dengan menggunakan Bahasa Inggris, ed.) sempat mengalami kesulitan teknis untuk menyiarkan suaranya. Tapi alhamdulillah bisa diatasi sehingga bisa keluar suaranya, walaupun saya tahu, untuk sebagian besar peserta ini ada suaranya atau tidak sama saja. [hadirin tertawa]. Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, Tadi sudah disebutkan oleh Pak Kepala Badan Pengembangan SDM bahwa MoU antara PBNU dengan Kemenkominfo ini ditandatangani pada bulan Mei 2022. Dan itu adalah salah satu dari kerja sama yang paling awal dijalin oleh PBNU, khususnya dengan kementerian di dalam pemerintahan kita. Kenapa? Karena memang agenda transformasi digital itu menjadi salah satu agenda utama yang kita sepakati sejak awal. Dan kita sudah mau sejak awal: ini pokoknya segera transformasi digital. Tapi memang proses transformasi digital ini harus menempuh satu jalan yang yang tidak sederhana dan tidak linear. Ada sejumlah hal yang harus kami lakukan terlebih dahulu sebelum sampai kepada hal-hal yang lebih teknis yang bersifat teknologi, dan prosesnya membutuhkan waktu. Sehingga memang baru dua tahun kemudian kita sekarang berhasil mencapai tahap berikutnya, yaitu tahap penyiapan fasilitas teknologi yang dibutuhkan, mulai dari software sampai dengan hardware-nya. Insyaallah pada akhir bulan ini Nahdlatul Ulama sudah siap untuk mengoperasikan platform yang kita sebut sebagai NU Digdaya ini, yaitu Digital Data dan Layanan, yang akan menjadi platform yang menampung seluruh urusan keorganisasian dan layanan masyarakat di lingkungan Nahdlatul Ulama. Jadi di Agustus nanti, Pak Menteri, insyaallah di PBNU sudah enggak ada lagi kertas beredar. Insyaallah. Semuanya sudah melalui proses digital. Itu pun nantinya kita masih membutuhkan lebih lanjut satu proses nontechnological treatment. Jadi langkah-langkah di luar teknologi yang harus kita tempuh untuk mempersiapkan – seperti yang disebut oleh Pak Kepala BPSDM tadi – pola pikir, mindset dari jajaran dan pengurus Nahdlatul Ulama ini, agar siap mengoperasikan keseluruhan mekanisme digital ini. Memang, Bapak Ibu sekalian, transformasi digital atau mungkin secara lebih spesifik saya sebut saja manajemen organisasi melalui platform digital, itu adalah keniscayaan ketika kita menghadapi perkembangan demografis yang membuat ukuran organisasi itu sendiri tidak mungkin dikelola kecuali melalui platform digital. Dan ini sudah terjadi di berbagai pemerintahan. Indonesia ini kayaknya termasuk yang agak belakangan, Pak Menteri, ya. Sebelum ini itu ada Inggris dan beberapa negara lain yang sudah menerapkan e-government. Kenapa? Karena melihat bahwa mengelola demografi yang ukurannya besar itu enggak mungkin lagi bisa efektif kecuali melalui platform digital. Kami sudah merasakan hal itu sejak lama, dan melihat realitas semakin membesarnya ukuran NU ini, karena NU terus membesar.

Read More