Zionis Israel Semakin Membabi Buta

Gaza — 1miliarsantri.net : Tentara penjajahan Israel kembali melakukan pembantaian di Jalur Gaza. Kali ini, sekitar 50 orang syahid dalam pemboman artileri Israel di wilayah timur Khan Younis, selatan Jalur Gaza, mayoritas di antaranya anak-anak dan perempuan. Petugas kesehatan menyatakan kondisi di rumah sakit setempat seperti ‘banjir darah’. Kantor berita WAFA melansir, pesawat-pesawat tempur penjajah melancarkan pemboman intensif di lingkungan timur kota Khan Younis dan kota-kota kecilnya setelah perintah dikeluarkan untuk segera mengevakuasi wilayah timur dan menuju wilayah baru di Al-Mawasi di sebelah barat. Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa pasukan pendudukan tidak memberikan waktu kepada warga sipil untuk mengungsi. Mereka langsung melakukan pemboman intensif di kota tersebut, yang mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 50 orang dan puluhan lainnya luka-luka. Wilayah timur kota mulai mengalami perpindahan massal ke wilayah barat, khususnya Al-Mawasi. Dalam konteks terkait, Kompleks Medis Nasser, yang terletak di Khan Younis, dalam sebuah pernyataan meminta warga sipil untuk “segera” mendonorkan darahnya demi kepentingan orang-orang yang terluka dan sakit karena sangat kekurangan unit darah di dalam kompleks tersebut. Kekurangan ini menimbulkan ancaman serius terhadap kehidupan orang-orang terluka mengingat pembantaian yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh pasukan penjajah terhadap orang-orang yang tidak bersalah dan warga sipil. Sementara itu, Rumah Sakit Nasser mengatakan menerima ratusan jenazah dan korban dan luka-luka dalam waktu tiga jam, akibat serangan udara yang sedang berlangsung di sebelah timur kota. “Kami kehilangan nyawa orang yang sakit dan terluka karena kurangnya kemampuan. Kami tidak memiliki sumber daya dan persediaan minimum untuk merawat mereka yang terluka,” kata juru bicara Rumah Sakit Nasser Mohammed Sakr. Ia menambahkan, situasi di Kompleks Medis Nasser tidak terkendali. Pihaknya telah menerima ratusan korban dan kematian dalam atau selama tiga jam, dimana situasi sangat buruk dan perlu didukung oleh pasokan dan peralatan medis. “Puluhan pasien sedang ditangani. Kami tidak memiliki tempat tidur untuk menampung pasien. Kami tidak memiliki cukup persediaan untuk memberikan layanan kesehatan kepada pasien kami. Situasinya sangat sulit. Kami berenang di genangan darah,” imbuhnya. Sakr mengatakan rumah sakit menerima lebih dari 30 jenazah dan 200 orang luka-luka. “Kami meminta semua negara di seluruh dunia untuk memaksa Israel membuka perbatasan guna memindahkan pasien kami yang membutuhkan operasi mendesak ke negara tetangga,” sambungnya. Rekaman video grafis yang dibagikan secara online dan diverifikasi oleh agen pengecekan fakta Aljazirah, Sanad, menunjukkan kedatangan sebuah truk berisi mayat dan orang-orang terluka di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis. Video tersebut memperlihatkan tubuh anak-anak, termasuk seorang anak yang tampaknya baru berusia beberapa bulan. Sekitar seminggu yang lalu, tentara pendudukan melakukan pembantaian di daerah Al-Mawasi, yang diklaim aman, yang mengakibatkan terbunuhnya sedikitnya 90 warga sipil dan melukai 300 lainnya, dalam serangkaian serangan udara yang menargetkan tenda-tenda pengungsi. Sementara, pengungsi Palestina mengatakan wilayah al-Mawasi di Gaza selatan sudah penuh, setelah Israel memerintahkan warga Palestina di timur Khan Younis untuk pindah ke sana. “Bahkan trotoar penuh dengan orang dan tenda,” Youssef Abu Taimah, dari kota al-Qarara di Khan Younis, mengatakan kepada AFP setelah keluarganya tidak menemukan tempat di al-Mawasi. Militer Israel sebelumnya mengeluarkan pemberitahuan yang memerintahkan orang-orang di timur Khan Younis untuk pindah ke al-Mawasi, memperingatkan bahwa pasukannya “akan beroperasi secara paksa” di daerah tersebut. Setidaknya 39.006 orang telah syahid dan 89.818 orang terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober, kata Kementerian Kesehatan di wilayah kantong tersebut. Kementerian menambahkan dalam sebuah pernyataan di Telegram bahwa 23 warga Palestina syahid dan 91 luka-luka dalam 24 jam terakhir sebelum pagi ini dalam tiga serangan terpisah di Gaza. Jumlah syuhada tersebut tidak termasuk pembunuhan dalam serangan terbaru Israel di wilayah timur Khan Younis. (zul) Baca juga :

Read More

Jamaah Haji yang Masih Dirawat di Rumah Sakit Saudi Menjadi Tanggung Jawab Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Selama 55 hari operasional penyelenggaraan haji di Makkah atau sejak 20 Mei hingga 13 Juli 2024, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah telah melayani 2.771 jemaah haji dengan berbagai kondisi kesehatan, baik rawat jalan maupun rawat inap. “Sebanyak 1.308 jemaah di antaranya dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk penanganan lebih lanjut. Meskipun telah menutup layanan operasionalnya, KKHI masih menyiagakan ruang IGD sebagai tempat transit bagi pasien setelah menjalani perawatan di RSAS hingga 23 Juli 2024,” terang Anggota Media Center Kementerian Agama Widi Dwinanda dalam keterangan resmi Kemenag mengutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id. KKHI Makkah, lanjutnya, juga telah menyiapkan tim advance untuk menjalankan program visitasi bagi jemaah haji yang masih dirawat di RSAS hingga tanggal yang sama. “Pemantauan dan visitasi jemaah yang masih dirawat di RSAS akan terus dilakukan sampai semua petugas kembali ke Tanah Air,” ujarnya. Menurutnya, jika masih ada jemaah yang dirawat di RSAS sampai semua petugas kesehatan kembali ke Tanah Air, hal itu akan dilaporkan kepada Kantor Urusan Haji (KUH) Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah. Selanjutnya, diserahterimakan kepada KJRI di Jeddah untuk melakukan pemantauan jemaah di RSAS. “Semua jemaah haji yang masih dirawat di RSAS tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Indonesia hingga jemaah dapat kembali ke Indonesia,” tandasnya. KKHI Makkah, kata Widi, telah melakukan Tanazul dan Evakuasi sebanyak 164 jemaah dengan rincian, sebanyak 12 jemaah dievakuasi ke Bandara Jeddah, 4 jemaah ke Bandara Madinah, dan 77 jemaah dievakuasi ke KKHI Madinah. Selain itu, sebanyak tiga jemaah di Tanazul akhir dan sebanyak 68 jemaah di Tanazul awal. Selain KKHI Makkah, ia mengungkapkan, operasional pelayanan kesehatan di 11 sektor oleh Tim Emergency Medical Sector (TEMS) dan pelayanan kesehatan di kelompok terbang (kloter) oleh Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) juga telah berakhir. “Pelayanan kesehatan di sektor telah melakukan deteksi dini kepada 30.751 jemaah, emergency response terhadap 1.013 jemaah, melakukan rujukan ke KKHI Makkah sebanyak 178 pasien,” ungkapnya. Untuk pelayanan kesehatan di kloter dilakukan oleh 1.643 orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI), terdiri dari 550 dokter dan 1.093 perawat) yang berasal. Mereka tergabung dalam 550 kloter. Secara keseluruhan, terang Widi, tenaga kesehatan di kloter telah melakukan pelayanan kesehatan rawat jalan kepada 132.946 jemaah, serta telah merujuk sebanyak 35 jemaah kepada klinik sektor, 461 jemaah ke KKHI Makkah, dan 398 jemaah ke RSAS. (wink) Baca juga :

Read More

Kolaborasi The Strong Minor Project dalam Mendorong Relasi Sesama Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : The Strong Minor Project adalah sebuah gerakan sosial yang berkomitmen untuk memperkuat identitas dan keyakinan komunitas muslim di lingkungan minoritas. Gerakan ini pun menjalin kolaborasi dengan Maybank Syariah Indonesia untuk menggelar event dakwah bertema “Connect 2: Light Upon Light in Times of Hardship” pada Minggu (21/7) di Plenary Hall, Jakarta Conventional Center (JCC). Dzaki Maulana Irfan, perwakilan dari The Strong Minor Project menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama Connect 2 adalah memperluas jaringan dan koneksi peserta dengan individu dan komunitas dari berbagai negara. “Selain itu Connect 2 menjadi kesempatan bagi peserta untuk saling berbagi pengalaman, gagasan, dan nilai-nilai budaya dari berbagai belahan dunia,” kata Dzaki Maulana Irfan. Tahun ini acara Connect kembali hadir dengan konsep acara yang lebih spesial dengan membawa Mufti Menk, pembicara muslim Global dari Zimbabwe bersama dua rekannya yakni Dr. Muhammad Salah dari Mesir dan Brother Wael Ibrahim dari Australia. Sedangkan dari dalam negeri juga hadir Ustaz Khalid Basalamah, Ustaz Subhan Bawazier, Ustaz Ali Hasan Bawazier dan Abdullah Qymnastiar atau biasa dipanggi Aa Qym. Sementara itu Direktur Human Capital Maybank Indonesia, Irvandi Ferizal mengatakan, dirinya yang hadir mewakili Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, mengucapkan terima kasih atas kesempatan mensponsori eventdarivThe Strong Minor Project ini. Menurut Irvandi, kerja sama sponsorhip Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia dengan The Strong Minor Project ini merupakan wujud persembahan bagi para nasabah maupun masyarakat Muslim di Indonesia. DIharapkan, keterlibatan perusahaan dalam event ini mampu membantu masyarakat untuk memetik manfaat dan motivasi dalam menghadapi berbagai tantangan hidup Islami dari para alim ulama terkemuka. Selain itu, ia juga berharap agar acara ini juga dapat memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT dan meneladani ajaran-ajaran Nabi Muhammad SAW. “Di satu sisi, acara Islamic Sharing Experience ini, kami pandang memiliki benang merah yang sama. Terutama dalam hal mempersiapkan dan merencanakan keuangan masa depan, di antara berbagai pilihan solusi yang tersedia,” jelas Irvandi. Karenanya, dalam kesempatan ini, perusahaan juga memperkenalkan kembali solusi unggulanya yakni ‘My Shariah Wealth Management’ kepada khalayak luas sebagai solusi perencanaan dana masa depan yang end-to-end sejalan dengan jenjang kehidupan nasabah. (Iin) Baca juga :

Read More

Sejarah Pembangunan Masjid Istiqlal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Cita-cita membangun masjid nasional sudah mengendap di kalbu masyarakat Muslim Indonesia sejak negara ini memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 silam. Namun, niat itu baru konkret terlaksana tiga dekade atau tepatnya 33 tahun kemudian dengan berdirinya Masjid Istiqlal di Jakarta Pusat pada 22 Februari 1978. Awalnya, ide pembangunan masjid nasional pertama kali dibicarakan pada 1950 atau hanya beberapa bulan setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Belanda. Menteri agama kala itu, KH Abdul Wahid Hasyim (ayahanda Gus Dur), mengundang sejumlah tokoh Muslim, seperti H Agus Salim, H Anwar Tjokroaminoto (putra HOS Tjokroaminoto), dan Ir Sofwan. Pertemuan para tokoh ini kemudian ditindaklanjuti dengan rapat akbar yang mengumpulkan sekitar 300 ulama di bawah pimpinan KH Taufiqurrahman di gedung Deca Park, Jakarta. Pada 1953, hasil rapat yang berintikan kehendak membangun masjid nasional disampaikan kepada presiden Sukarno. Proklamator RI menyambutnya gembira Pada 7 Desember 1954, Yayasan Masjid Istiqlal dibentuk. Gedung Deca Park di Lapangan Koningsplein (rakyat Jakarta masa itu menyebutnya Lapangan Gambir) menjadi saksi bisu peresmian yayasan tersebut di hadapan notaris Elisa Pondag. Kini, Gedung Deca Park sudah tak berbekas lantaran ikut digusur akibat proyek pembangunan Monumen Nasional (Monas). Nama “Istiqlal” pun diambil dari kata dalam bahasa Arab yang bermakna ‘merdeka.’ Rumah ibadah ini dimaksudkan sebagai simbol rasa syukur segenap bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang merupakan rahmat Allah SWT. Presiden Sukarno ingin Masjid Istiqlal menjadi kebanggaan Indonesia bukan hanya di tingkat nasional, melainkan internasional atau regional. Karena itu, penentuan lokasi Masjid Istiqlal tidak hanya bernuansa simbolis, melainkan juga politis (siyasah). Penentuan lokasi ini membuat rencana pembangunan Masjid Istiqlal sempat tertunda. Mandeknya rencana pembangunan tersebut lantaran terjadi perdebatan antara presiden Sukarno dan wakil presiden Mohammad Hatta. Bung Karno mengusulkan lokasi terletak di atas bekas benteng Belanda, Frederick Hendrik, yang ada di dalam Taman Wilhelmina. Taman ini dibangun gubernur jenderal Van Den Bosch pada 1834. Letaknya di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral, dan Jalan Veteran. Memang, dalam periode 1950 sampai 1960, Taman Wilhelmina dikenal sepi, gelap, kotor, dan kumuh. Tembok-tembok sisa bangunan benteng Frederick Hendrik dipenuhi lumut yang menjalar dan rumput ilalang tumbuh rimbun di sekelilingnya. Sangat tak sedap dipandang mata. Dengan kata lain, Bung Karno ingin memusatkan bangunan-bangunan monumental, termasuk Monas dan Masjid Istiqlal, agar tak berjauhan. Di saat yang sama, Bung Karno terkesan ingin mengganti bangunan-bangunan peninggalan kolonial dengan bangunan-bangunan baru yang menampilkan identitas keindonesiaan. Sementara itu, Bung Hatta memiliki ide yang lebih pragmatis. Ia ingin agar lokasi pembangunan Masjid Istiqlal berada di tengah-tengah umat Islam, khususnya kaum Muslim Jakarta. Bung Hatta mengusulkan lokasinya yaitu di Jalan Thamrin, yang ketika itu letaknya dikelilingi kampung. Menurut Bung Hatta, dengan membangun masjid besar di sekitar Lapangan Gambir, maka umat Islam Jakarta yang kebanyakan tinggal jauh dari sana akan kesulitan. Untuk melaksanakan shalat Jumat, misalnya, mereka akan terpaksa menempuh perjalanan jauh. Lantaran itu, mengapa tidak mendekatkan masjid kepada mereka? Begitu kira-kira pemikiran Bung Hatta. Alasan lainnya, Bung Hatta telah membuat kalkulasi pembongkaran benteng Frederick Hendrik membutuhkan biaya yang tak sedikit. Apalagi, Indonesia baru saja keluar dari kancah perang mempertahankan kemerdekaan. Tentunya, dana pemerintah dirasakannya lebih bijak bila dihemat demi manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat. Namun, Presiden Sukarno bergeming. Orang nomor satu di Indonesia itu memutuskan, pembangunan Masjid Istiqlal berlokasi di lahan bekas benteng Frederick Hendrik. Ternyata, Sukarno punya argumen lagi, yakni ingin menghadirkan nuansa kebinekaan. Sebab, tepat di seberang bekas benteng tersebut telah berdiri Gereja Kathedral. Bung Karno ingin agar kelak dunia bisa menyaksikan, inilah simbol kerukunan dan keharmonisan kehidupan antarumat beragama di Indonesia. Adapun lokasi usulan Bung Hatta tersebut, kelak menjadi tempat berdirinya Hotel Indonesia, gedung pencakar langit tertinggi se-Asia pada zamannya. Maka, dimulailah kerja pembangunan Masjid Istiqlal pada 24 Agustus 1961. Ini seiring dengan pembangunan Monas. Sehingga, dalam bayangan Sukarno, para tamu negara atau turis yang datang ke Jakarta bisa melihat landmark Ibu Kota RI ini dari udara. Di zaman Sukarno pula, bandar udara internasional Jakarta dipindah dari Kemayoran ke Halim Perdanakusuma. Sebagai seorang insinyur, Presiden Sukarno tahu betul pentingnya simbol-simbol bersemayam dalam rancang bangunan. Karena itu, dia menetapkan menara Masjid Istiqlal mesti setinggi hampir 70 meter atau setara 6.666 cm. Ini menyimbolkan jumlah ayat suci Alquran. (jeha) Baca juga :

Read More

Pemukim Israel Menyerang Relawan Asing yang Membantu Petani Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Insiden kekerasan terjadi di Tepi Barat pekan lalu, sekelompok relawan asing yang sedang membantu petani Palestina diserang oleh pemukim Israel. Beberapa relawan terluka dan harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Informasi ini disampaikan oleh para aktivis dan dikonfirmasi oleh pihak militer Israel. Delapan relawan, sebagian besar warga Amerika, sedang bekerja dengan para petani di kebun zaitun dekat desa Palestina Qusra ketika para pemukim menyerang mereka, kata David Hummel, seorang Amerika-Jerman dalam kelompok tersebut. “Kami berdiri di sana dengan damai, tidak mengancam siapa pun, ketika mereka mulai mendekati kami dan mendorong kami di jalan,” kata Hummel kepada AFP. Hummel menambahkan, pemukim Israel mulai menyerang dan memukuli semua relawan dengan tongkat dan pipa logam dan mereka juga melemparkan batu ke arah relawan tersebut. “Saya diserang di kaki, lengan, dan juga di rahang saya, dan itu… sangat brutal,” tambah relawan tersebut, sambil menunjukkan memar di wajahnya. Serangan terhadap warga Palestina di Tepi Barat meningkat sejak perang Gaza pecah pada 7 Oktober. Ketegangan semakin memanas setelah keputusan Mahkamah Internasional pada hari Jumat yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina sejak 1967 adalah ilegal. Para relawan berasal dari International Solidarity Movement, sebuah kelompok yang mengatakan mereka mengerahkan orang-orang untuk membentuk “kehadiran pelindung” bagi warga Palestina yang berisiko menghadapi kekerasan di Tepi Barat. Dua wanita termasuk di antara empat aktivis yang dirawat di rumah sakit Rafidia di kota Nablus yang berdekatan, menurut wali kota Qusra, Hani Odeh. Seorang jurnalis AFP melihat setidaknya tiga orang dirawat di rumah sakit. Pasukan Israel tiba dan menembakkan tembakan peringatan ke udara untuk mengusir para relawan dan petani, menurut wali kota. Tentara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “sejumlah warga sipil Israel bertopeng menyerang sekelompok warga negara asing saat mereka menanam pohon di daerah Qusra” dan “beberapa” membutuhkan perawatan. “Tentara dikirim ke lokasi dan menembakkan tembakan peringatan ke udara, menyebabkan warga sipil Israel melarikan diri dari daerah tersebut,” tambah mereka, mengutuk segala “tindakan kekerasan”. Para relawan dari ISM, yang mengatakan didirikan “untuk melawan pendudukan Israel atas tanah Palestina,” telah berada di Qusra selama sekitar sebulan, menurut wali kota. Para petani ingin “membersihkan lahan setelah pemukim membakarnya beberapa waktu lalu,” kata Odeh. Sekitar 10 orang dari pemukiman Israel terdekat Esh Kodesh datang untuk menghadapi para petani dan aktivis asing, tambahnya. Hummel mengatakan kelompok pemukim yang menyerang mereka termasuk enam wanita. Beberapa relawan ISM telah terluka di Tepi Barat dan Gaza sejak mereka mulai bekerja. Beberapa juga telah ditangkap. Sejak 7 Oktober, setidaknya 579 warga Palestina tewas dalam kekerasan dengan pemukim atau pasukan Israel, menurut otoritas Palestina. Setidaknya 16 warga Israel, termasuk tentara, tewas dalam serangan yang melibatkan warga Palestina, menurut angka resmi Israel. (zul/AFP) Baca juga :

Read More

Hukum Memindahkan Makam untuk Keperluan Publik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Perluasan dan pengembangan suatu wilayah terkadang dihadapkan dengan kompleks pemakaman yang telah ada sebelumnya di daerah tersebut. Tidak jarang, makam dipindahkan ke kompleks lain. Lalu bagaimanakah hukum memindahkan makam ini? Anggota Komisi Fatwa MUI, KH Romli, menjelaskan pada dasarnya memindahkan, membongkar atau menggusur jenazah sebelum jenazah itu rusak, adalah hukumnya haram. Karena merusak kehormatan mayit. Hal ini diperkuat dengan firman Allah SWT di surat Al-Isra ayat 70: ۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا ࣖ “Sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam dan Kami angkut mereka di darat dan di laut. Kami anugerahkan pula kepada mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.” Begitu juga Nabi bersabda : كَسْرُ عَظْمِ الْمَيِّتِ كَكَسْرِهِ حَيًّارواه أبو داود، “Memecahkan tulang mayit seperti memecah tulang orang hidup.” (HR Abu Dawud) Lihat juga fatwa MUI tahun 1981 tentang pemindahan jenazah, bahwa memindahkan jenazah yang telah dimakamkan itu tidak boleh, kecuali ada alasan yang dibenarkan oleh syariat. Sebab di antara penghormatan Allah SWT kepada manusia dengan tidak menggali kuburannya dan merusak kehormatannya. Namun demikian seiring dengan perkembangan dan perluasan kawasan dan wilayah, ternyata banyak makam-makam yang dipindahkan dan digusur. Entah untuk keperluan pembangunan gedung, jalan raya ataupun jalan tol. Lalu bagaimana hukumnya? Dalam literatur fikih, ulama berbeda pendapat terkait persoalan ini. Pertama, ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa haram hukumnya memindahkan mayit dari tempat (negeri atau balad) meninggalnya. Hukum ini berlaku meskipun belum terjadi perubahan pada mayit, sebab ini termasuk ke dalam perbuatan menunda penguburan mayit dan merusak kehormatan mayit. Akan tetapi ulama Syafi’iyah juga menyatakan bahwa diperbolehkan memindahkan mayit dari tempat meninggalnya untuk dimakamkan menuju tempat yang saling terhubung atau berdekatan. Ini juga termasuk apabila telah terjadi adat (uruf) yang berlaku dalam masalah ini (memindahkan mayit dari tempat meninggalnya. Kedua, ulama Hanafiyyah berpendapat diperbolehkan memindahkan mayit sebelum dikuburkan baik jaraknya jauh maupun dekat. Akan tetapi, apabila telah dikuburkan tidak diperkenankan atau haram memindahkannya. Menurut salah satu pendapat dari Imam As-Syarkhasy bila telah melewati jarak 2 mil maka makruh memindahkan makam dari si mayit tersebut. Ketiga, ulama Malikiyyah berpendapat diperbolehkan memindahkan mayit baik sebelum atau setelah dikuburkan. Hal ini dengan syarat asal tidak menyebabkan pemindahan tersebut sampai mayit terpecah atau tubuhnya rusak sehingga mengeluarkan bau busuk yang akan menodai kehormatan mayit (menyebabkan aib bagi mayit). Pemindahan tersebut juga diperbolehkan apabila dikhawatirkan mayit akan tergerus air laut atau pemindahan mayit tersebut untuk dipindahkan ketempat yang lebih berkah. Misalnya adalah dengan dimakamkan di antara keluarganya atau supaya keluarganya dekat untuk menziarahi kuburannya. Keempat, ulama Hanabilah berpendapat tidak diperbolehkan memindahkan mayit dari tempat meninggalnya kecuali dengan tujuan yang baik. Contohnya adalah seperti memindahkan mayit ke tempat yang mulia dari tempat meninggalnya. Lihat : Abdur-Rahman al- Jaziri, Madzahibul al-Arba’ah, Juz 1, h. 538 berikut: نقل الميت من جهة موتهالمالكية- قالوا: يجوز نقل الميت قبل الدفن وبعده من مكان إلى آخر بشروط ثلاثة: أولها: أن لا ينفجر حال نقله، ثانيها: أن لا تهتك حرمته بأن ينقل على وجه يكون فيه تحقير له، ثالثها: أن يكون نقله لمصلحة، كأن يخشى من طغيان البحر على قبره، أو يراد نقله إلى مكان له قيمة، أو إلى مكان قريب من أهله، أو لأجل زيارة أهله إياه فإن فقد شرط من هذه الشروط الثلاثة حرم النقل الحنفية- قالوا: يستحب أن يدفن الميت في الجهة التي مات فيها، ولا بأس بنقله من بلدة إلى أخرى قبل الدفن عند أمن تغير رائحته، أما بعد الدفن فيحرم إخراجه ونقله، إلا إذا كانت الأرض التي دفن فيها مغصوبة، أو أخذت بعد دفنه بشفعة. الشافعية- قالوا: يحرم نقل الميت قبل دفنه من محل موته إلى آخر ليدفن فيه ولو أمن تغيره، إلا إن جرت عادتهم بدفن موتاهم في غير بلدتهم، ويستثنى من ذلك من مات في جهة قريبة من مكة، أو المدينة المنورة، أو بيت المقدس، أو قريباً من مقبرة قوم صالحين فإنه يسن نقله إليها إذا لم يخش تغير رائحته، وإلا حرم، وهذا كله إذا كان قد تم غسله وتكفينه والصلاة عليه في محل موتته، وأما قبل ذلك فيحرم مطلقاً، وكذلك يحرم نقله بعد دفنه إلا لضرورة، كمن دفن في أرض مغصوبه فيجوز نقله إن طالب بها مالكها. الحنابلة- قالوا: لا بأس بنقل الميت من الجهة التي مات فيها إلى جهة بعيدة عنها، بشرط أن يكون النقل لغرض صحيح، كأن ينقل إلى بقعة شريفة ليدفن فيها أو ليدفن بجوار رجل صالح Berdasarkan penjelasan di atas, penulis cenderung pada pendapat yang memperbolehkan pembongkaran dan pemindahan mayit. Hal ini dengan syarat harus sesuai dengan ketentuan dan dengan alasan-alasan yang bersifat syar’i, dharuriy, dan ada kebutuhan mendesak, misalnya: Jenazah dikubur tanpa dimandikan, dikubur di tanah atau pakaian yang digasab, harta jatuh di tempat pengkuburan, atau dikubur tanpa menghadap kiblat. وَنَبْشُهُ بَعْدَ دَفْنِهِ لِلنَّقْلِ وَغَيْرهِ حَرَامٌ إِلَّا لِضَرُوْرَةٍ بِأَنْ دُفِنَ بِلَا غُسْلٍ أَوْ فِيْ أَرْضٍ أَوْ ثَوْبٍ مَغْصُوْبِيْنَ أَوْ وَقَعَ فِيْهِ مَالٌ أَوْ دُفِنَ لِغَيْرِ الْقِبْلَةِ لَا لِلتَّكْفِيْنِ فِي الْأَصَّحِ (lihat : al-Imam Muhyiddin Abu zakariyya Yahya bin Syaraf al-Nawawi, Minhaj al-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin fi al-Fiqh: 62) Ada kebutuhan yang mendesak, seperti kondisi tanah yang becek atau keluar air kotor yang membuat genangan, di daerah sekitarnya banyak binatang buas, atau hal-hal lain yang sekiranya menggangu mayat. Tanah yang dipakai untuk memakamkan milik orang lain dan pemiliknya tidak rela, hingga harus dipindahkan ke pemakaman umum atau lahan pribadi. Ada rencana untuk menggunakan lahan makam demi kepentingan umum seperti jalan Dengan catatan, dalam pembongkaran dan pemindahannya tetap harus memperlakukan dan merawat mayit sebagaimana mestinya. Yaitu menjaga kehormatan orang yang meninggal (mayit), tidak boleh merusak jasadnya dan memecah apalagi mematahkan orang meninggal. (yan) Baca juga :

Read More

UMS Siap Jadi Tuan Rumah Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah 2024

Surakarta — 1miliarsantri.net : Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bakal menjadi tuan rumah Festival Pers dan Literasi Muhammadiyah yang diselenggarakan di UMS pada 10-11 Agustus mendatang. Kesiapan tersebut disampaikan Rektor Sofyan Anif saat menerima kunjungan dari Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah. Bahkan Sofyan Anif mempersilakan menggunakan Edutorium bila peserta membludak. Menurut Wiwied Widyastuti akan ada lima komunitas yang hadir di festival tersebut. Kelima komunitas itu ialah komunitas taman pustaka Muhammadiyah, LBSO Aisyiyah, media afiliasimu, penerbit Muhammadiyah dan MPI PWM Se Indonesia. Rencananya Pembukaannya akan bersamaan setelah itu ada acara masing-masing. Kegiatan masing-masing komunitas diantaranya kongres serikat taman pustaka, jambore media afiliasi Muhammadiyah dan hari dongeng Aisyiyah. Di sisi lain, Sofyan Anif menyampaikan apresiasi atas keberadaan media afiliasimu. “Perlu disinergikan agar mampu mengelola isu yang berguna untuk persyarikatan,” saran Sofyan Anif. Sofyan mengingatkan keberhasilan Muktamar kemarin salah satunya atas peran pemberitaan yang intensif dari rekan-rekan media afiliasimu. “Kami berterimakasih atas pemberitaan-pemberitaan muktamar lalu,” tambahnya. Roni Tabroni mengamini yang disampaikan Sofyan Anif terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. “Secara kuantitas jumlah media afiliasimu terus bertambah, di jambore media afiliasimu kali ini akan dirumuskan peningkatan kualitas kelembagaan dan jurnalisnya agar mampu meningkatkan branding persyarikatan di dunia Maya,” terang dosen Komunikasi UMBandung ini. Diperkirakan sebanyak 200 pegiat pers dan literasi akan hadir dalam Jambore pers dan literasi Muhammadiyah tahun ini. Venue jambore di kampus UMS, Pesantren Mahasiswa UMS dan Edutorium. (yung) Baca juga :

Read More

Hodeidah, Kota Pelabuhan yang Diserang Israel Dulu Pernah Dikuasai Turki Utsmani

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tentara Israel kembali berulah pada Sabtu (26/7/2024) lalu. Tentara dari negeri penjajah tanah Palestina itu menyerang melalui udara, menyerang sasaran militer Houthi di wilayah pelabuhan Hodeidah di Yaman. Akibat serangan itu, dilaporkan 80 orang menderita luka berat. Kebanyakan dari para korban menderita luka bakar. Untuk diketahui, Hodeidah merupakan kota di bagian barat Yaman. Dikutip Encyclopaedia Britannica, kota ini terletak di dataran pantai Tihāmah yang berbatasan dengan Laut Merah. Kota ini merupakan salah satu pelabuhan utama negara ini dan memiliki fasilitas modern. Dalam sejarah peradaban Islam, kota ini pertama kali disebutkan pada tahun 1454/55 dan menjadi penting pada tahun 1520-an ketika Tihāmah Yaman direbut oleh Turki Utsmani . Pada abad-abad berikutnya kota ini menggantikan Mocha sebagai pelabuhan utama negara tersebut. Di bawah kekuasaan Utsmani hingga tahun 1918, Hodeidah menjadi tempat pendaratan bagi upaya-upaya Utsmani berturut-turut untuk merebut kendali penuh atas Imamah Yaman dari para penguasa tradisionalnya (pendudukan Utsmani pertama, dimulai pada 1849; pendudukan kedua, 1872–1918). Selama perang Utsmani-Italia pada 1911-1912 kota ini dibombardir oleh kapal-kapal perang Italia yang berada di lepas pantai. Setelah Perang Dunia I, Inggris yang menang menyerahkan Hodeidah dan Tihāmah Yaman kepada para penguasa Idrīsī di Asir, di utara, tetapi wilayah tersebut direbut kembali oleh Yaman pada tahun 1925. Pemberontakan yang dipicu oleh Yaman di Asir (yang saat itu merupakan bagian dari Arab Saudi ) pada tahun 1934 menyebabkan pendudukan Saudi di Hodeidah. Perjanjian Al Taif tahun itu mengembalikan kota dan Tihāmah Yaman ke Yaman; Yaman, pada gilirannya, mengakui kepemilikan Arab Saudi atas Asir. Kota itu menjadi pusat pemerintahan semi-otonom di bawah salah satu putra imam (pemimpin) Yaman hingga proklamasi republik dan perang saudara berikutnya (1962–70). Pada tahun 1970-an banyak bangunan modern juga telah dibangun. Saat ini, pelabuhan di Hodeidah menangani banyak impor dan ekspor Yaman. (jeha) Baca juga :

Read More

Seorang Jurnalis Tewas saat Operasi Militer Israel di Rafah

Gaza — 1miliarsantri.net : Pasukan zionie Israel menghujani beberapa wilayah di Jalur Gaza dalam kurun waktu bersamaan dan menewaskan setidaknya 30 warga Palestina, menurut pejabat kesehatan, saat tank-tank bergerak lebih dalam ke bagian barat dan utara Rafah. Di antara korban tewas adalah jurnalis lokal Mohammad Abu Jasser, istrinya, dan dua anaknya, dalam serangan Israel ke rumah mereka di utara Jalur Gaza, kata seorang petugas medis. Kantor media pemerintah Gaza yang dijalankan Hamas mengatakan kematian Abu Jasser menambah jumlah pekerja media Palestina yang tewas akibat serangan Israel menjadi 161 orang sejak 7 Oktober. Serangan militer Israel di seluruh Gaza menewaskan 37 warga Palestina dalam 24 jam terakhir dan menghancurkan beberapa rumah. Di kamp Al-Nuseirat di tengah Jalur Gaza, serangan udara ke gedung bertingkat melukai beberapa orang, termasuk dua jurnalis lokal, kata petugas penyelamat. Di Rafah, di mana Israel mengatakan bertujuan menghancurkan batalyon terakhir sayap bersenjata Hamas, penduduk mengatakan tank-tank bergerak lebih dalam ke area utara kota dan mengambil alih sebuah bukit di bagian barat, di tengah baku tembak sengit dengan pejuang yang dipimpin Hamas. Tentara Israel mengatakan pasukan terus melakukan operasi di Rafah, melumpuhkan banyak pejuang dalam sehari terakhir di area Tel Al-Sultan di sisi barat kota. Di Gaza Tengah, militer mengatakan mereka melakukan serangan ke infrastruktur militan. Militer juga mengatakan mereka menyerang struktur yang digunakan militan Palestina di Deir Al-Balah di tengah Jalur Gaza, menyatakan pejuang beroperasi dari area kemanusiaan, dan menuduh militan Gaza memanfaatkan struktur dan populasi sipil untuk tujuan militer, tuduhan yang ditolak Hamas dan kelompok lain sebagai palsu untuk membenarkan serangan semacam itu. Upaya gencatan senjata yang dipimpin Qatar dan Mesir serta didukung Amerika Serikat sejauh ini gagal karena perselisihan antara pihak-pihak yang berperang, yang saling menyalahkan atas kebuntuan tersebut. Israel bersumpah untuk memusnahkan Hamas setelah pejuangnya membunuh 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang dalam serangan 7 Oktober, menurut hitungan Israel. Setidaknya 38.919 warga Palestina telah tewas dalam serangan balasan Israel sejak saat itu, menurut otoritas kesehatan Gaza. Israel mengklaim telah melumpuhkan setengah dari kepemimpinan sayap militer Hamas dan membunuh atau menangkap sekitar 14.000 pejuang sejak awal perang. Israel mengatakan 326 tentaranya telah tewas di Gaza. Hamas tidak merilis angka korban dan mengatakan Israel melebih-lebihkan laporannya untuk memberi kesan “kemenangan palsu.” (zul/AP) Baca juga :

Read More

Pengadilan Tertinggi PBB: Permukiman Israel di Wilayah Palestina yang Diduduki Ilegal

Washington — 1miliarsantri.net : Mahkamah Internasional (ICJ), pengadilan tertinggi PBB, menyatakan bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki adalah ilegal. Dalam pendapat penasihat penting yang dikeluarkan Jumat lalu, ICJ mengatakan semua negara harus bekerja sama untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. Meskipun temuan hakim ICJ tidak mengikat, namun memiliki bobot dalam hukum internasional dan dapat memperlemah dukungan untuk Israel. “Permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, serta rezim yang terkait dengannya, telah didirikan dan dipertahankan dengan melanggar hukum internasional,” kata Presiden ICJ Nawaf Salam, membacakan temuan panel 15 hakim. Kepemimpinan Palestina menyambut baik putusan pengadilan tertinggi PBB ini sebagai “bersejarah”. Kantor Presiden Palestina Mahmud Abbas menyatakan menyambut “keputusan bersejarah ini dan menuntut agar Israel dipaksa untuk melaksanakannya.” Pendapat ICJ menyebutkan bahwa Israel harus membayar ganti rugi kepada rakyat Palestina atas kerusakan yang disebabkan oleh pendudukan. ICJ juga menemukan bahwa Dewan Keamanan PBB, Majelis Umum, dan semua negara berkewajiban untuk tidak mengakui pendudukan sebagai legal dan tidak memberikan bantuan atau dukungan untuk mempertahankannya. Kasus ini berasal dari permintaan Majelis Umum PBB pada tahun 2022, sebelum perang di Gaza yang dimulai pada Oktober lalu. Israel merebut Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur – wilayah Palestina historis yang diinginkan Palestina untuk menjadi negara – dalam perang 1967 dan sejak itu membangun permukiman di Tepi Barat dan terus memperluas mereka. Para pemimpin Israel berpendapat bahwa wilayah-wilayah tersebut tidak diduduki secara hukum karena berada di tanah yang dipersengketakan, tetapi PBB dan sebagian besar komunitas internasional menganggapnya sebagai wilayah yang diduduki Israel. Pada Februari lalu, lebih dari 50 negara menyampaikan pandangan mereka di hadapan pengadilan, dengan perwakilan Palestina meminta pengadilan untuk menyatakan bahwa Israel harus menarik diri dari semua wilayah yang diduduki dan membongkar permukiman ilegal. Israel tidak berpartisipasi dalam sidang tersebut tetapi mengajukan pernyataan tertulis kepada pengadilan bahwa mengeluarkan pendapat penasihat akan “merugikan” upaya penyelesaian konflik Israel-Palestina. Mayoritas negara yang berpartisipasi meminta pengadilan untuk menyatakan pendudukan itu ilegal, sementara beberapa negara, termasuk Kanada dan Inggris, berpendapat bahwa pengadilan harus menolak memberikan pendapat penasihat. Amerika Serikat, pendukung terkuat Israel, mendesak pengadilan untuk membatasi pendapat penasihatnya dan tidak memerintahkan penarikan tanpa syarat pasukan Israel dari wilayah Palestina. Pada tahun 2004, ICJ memberikan putusan penasihat bahwa tembok pemisah Israel di sekitar sebagian besar Tepi Barat “bertentangan dengan hukum internasional” dan permukiman Israel didirikan dengan melanggar hukum internasional. Israel menolak putusan tersebut. (ris) Baca juga :

Read More