PC ISNU Kota Malang Bantu Tangani Problem Masyarakat

Malang — 1miliarsantri.net : Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) berkomitmen untuk bersama-sama memajukan Kota Malang dan turut menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat. Sebagai bentuk dari komitmen tersebut ISNU meluncurkan platform ISNU-Star. Peluncuran ini dilaksanakan bersamaan dengan pelantikan pengurus baru ISNU tahun khidmat 2024 – 2028 yang dilaksanakan di Fakultas Ilmu Kependidikan, Universitas Negeri Malang beberapa waktu lalu. Pelantikan dilakukan Ketua PW ISNU Jawa Timur, Prof. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D. ISNU-Star menghubungan pakar NU dari berbagai keilmuan untuk berkolaborasi, memberikan solusi bagi permasalahan umat Islam di Indonesia. Di dalam platform tersebut akan ditemukan direktori profil pakar-pakar ISNU Kota Malang lengkap dengan kontribusi mereka dalam keilmuan maupun kemasyarakatan. Selain itu, platform ini juga menyediakan ruang berdiskusi antar pakar, termasuk ruang diseminasi pemikiran dan pengetahuan. “ISNU ingin berontribusi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi di Masyarakat. Ada judi online, ketimpangan ekonomi, kenakalan remaja, dan banyak masalah-masalah lagi yang ada di Masyarakat,” ujar Ketua baru ISNU Kota Malang, Dr. Alfin Mustikawan. Sebagai badan otonom yang menaungi cendikiawan NU, ISNU memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut. Terlebih jika mengingat NU merupakan organisasi massa terbesar di Indonesia. Alfin berharap ISNU Star membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada melalui penyediaan pakar dan penelitian yang relevan. ISNU star merupakan salah satu program unggulan dibawah kepemimpinan Alfin. Dengan slogan “ISNU digdaya, berkhidmah untuk umat” dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut percaya bahwa keberadaan ISNU akan berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan Kota Malang dan juga Indonesia.

Read More

Tentara Israel Ditahan Usai Memburu Warga Arab di Yerusalem

Gaza — 1miliarsantri.net : Polisi Israel mengumumkan bahwa seorang tentara cadangan yang “dalam misi” untuk menembak seseorang yang “berasal Arab” telah ditangkap setelah menembaki korban di Yerusalem. Dalam pernyataan polisi, insiden ini terjadi “pada malam Jumat” bulan lalu, tanpa menyebutkan tanggal spesifik, ketika tersangka berusia 34 tahun itu meninggalkan rumahnya “dengan senjata yang dia bawa sebagai bagian dari layanan cadangannya.” Tersangka “sedang dalam misi untuk mencari korban yang berasal Arab” di sebuah taman di barat Yerusalem. Ketika tersangka mengidentifikasi korban potensial, dia memaksa orang tersebut untuk duduk di bangku di pinggir jalan dan mulai menginterogasinya sambil menodongkan senjata ke tubuhnya,” tambahnya. “Setelah tersangka yakin bahwa orang tersebut memang berasal Arab, dia mengarahkan senjatanya dan mencoba menembak. Namun, korban berhasil melarikan diri tanpa cedera.” Tersangka ditangkap beberapa hari kemudian dan memberi tahu pihak berwenang bahwa “dia menembakkan senjata untuk menakut-nakuti korban,” tambah pernyataan itu, sambil menegaskan bahwa “dakwaan diharapkan akan diajukan terhadapnya dalam beberapa hari mendatang.”

Read More

Itjen Kemenag Evaluasi Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kota Metropolis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Inspektorat Jenderal Kementerian Agama terus mendorong agar layanan Pendidikan Keagamaan Non Formal (PKNF), semacam Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) menjadi tempat Pendidikan Keagamaan terbaik untuk mendidik karakter dan kapasitas keagamaan generasi bangsa. Hal tersebut disampaikan Inspektur Wilayah II, Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Ruchman Basori, saat mengunjungi para auditor dalam rangka tugas Evaluasi Pendidikan Keagamaan Non Formal (PKNF) di Kankemenag Jakarta Timur, pada Rabu (4/9/2024)). “Tantangan MDT di kota Metropolis seperti Jakarta, sangat kompleks dari mulai animo santri belajar di madrasah, penguatan kelembagaan, pemenuhan sarana prasarana, kualitas pendidik dan tenaga kependidkkan, kurikukum dan pembelajaran hingga pendanaan,” terang Ruchman. Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) berharap agar Tim Evaluasi PKNF mampu melihat penyelenggaraan MDT secara komprehenshif, agar masyarakat terpenuhi akses dan mutu pendidikan non formal ini. Ruchman tidak lupa memberi apresiasi kepada jajaran Kemenag Jaktim, di tengah anggaran MDT yang sangat terbatas, tetap semangat berkontribusi mengembangan MDT agar tetap eksis dan menjadi pendidikan alternatif bagi anak-anak usia pendidikan dasar dan menengah. Tim Evaluasi PKNF yang turun ke Kankemenag Kota Jakarta Timur bertugas mulai tanggal 25 Agustus s.d 4 September 2024 dengan Pengendali Teknis (Dalnis) Akhmad Hariyanto, Ketua Tim: Betty Setyawati, Anggota Diah Ayu Perwitasari dan Rodhiatus Sholihah. Tim diterima Kepala Kankemenag Kota Jaktim Zulkarnain, Kasi Pdpontren Sapto Udiono dan sejumlah JFU dan JFT pada Seksi Pdpontren.Tim akan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah MDT, yaitu Addiniyah Duren Sawit, MDT Jauharul Wathan Jatinegara, MDT Baitul Hadi Pulogadung, dan MDT Nahdlatul Wathan Cakung Jakarta Timur.

Read More

RS Medistra Diduga Batasi Dokter-Perawat Berhijab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setelah polemik kebijakan larangan berhijab Paskibraka Nasional 2024, ternyata masih saja ada lembaga yang melarang penggunaan hijab di instansi mereka. Teranyar, adalah lembaga medis Rumah Sakit Medistra di Jakarta Selatan. Dugaan pembatasan jilbab untuk perawat dan dokter umum itu terungkap setelah surat protes dilayangkan salah satu dokter spesialis yang bekerja di Medistra, Dr dr Diani Kartini, SpB Subsp.Onk (K) beredar di jagat maya. Surat yang tertulis 29 Agustus 2024 dan ditujukan kepada direksi RS Medistra tersebut berbunyi demikian: “Selamat Siang Para Direksi yang terhormat. Saya Ingin menanyakan terkait persyaratan berpakaian di RS Medistra. Beberapa waktu lalu, asisten saya dan juga kemarin kerabat saya mendaftar sebagai dokter umum di RS Medistra. Kebetulan keduanya menggunakan hijab. Ada pertanyaan terakhir di sesi wawancara, menanyakan terkait performance dan RS Medistra merupakan RS internasional, sehingga timbul pertanyaan Apakah bersedia membuka hijab jika diterima. Saya sangat menyayangkan jika di zaman sekarang masih ada pertanyaan rasis. Dikatakan RS Medistra berstandar internasional tetapi mengapa masih rasis seperti itu? Salah satu RS di Jakarta selatan, jauh lebih ramai dari RS Medistra, memperbolehkan semua pegawai baik perawat, dokter umum, spesialis, dan subspesialias menggunakan hijab. Jika RS Medistra memang RS untuk golongan tertentu, sebaiknya jelas dituliskan saja kalau RS Medistra untuk golongan tertentu sehingga jelas siapa yang bekerja dan datang sebagai pasien. Sangat disayangkan sekali dalam wawancara timbul pertanyaan yang menurut pendapat saya ada rasis. Apakah ada standar ganda cara berpakaian untuk perawat, dokter umum, dokter spesialis, dan sub spesialis di RS Medistra? Terimakasih Atas perhatiannya.” Dikonfirmasi dikonfirmasi awak media, dr Diani membenarkan bahwa surat tersebut memang dia tulis dan telah serahkan salinan halusnya (soft copy) kepada RS Medistra. “Memang benar itu tulisan keberatan saya ke manajemen Medistra,” kata dia. Surat tersebut, kata dia, semata ditulis dengan harapan Medistra lebih membuka terkait dengan persoalan hijab untuk perawat dan dokter. Dia mengaku, Medistra telah menghubunginya dan dirinya pun telah memberikan masukan terkait. Tetapi dia menegaskan tak tahu lagi apa langkah Medistra ke depannya merespons kasus ini. Dr Diani pun bersikap keras menyikapi kebijakan yang rasis tersebut. Bahkan, dia memutuskan keluar langsung setelah menyerahkan surat protes tersebut ke pihak Direksi Medistra. “Dan saya juga langsung keluar tidak bekerja di Medistra lagi setelah peristiwa itu, tepatnya Sabtu 31 Agustus 2024,” ungkapnya.

Read More

Gus Baha: Ingat Allah, Lupakan Masalah

Rembang — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah kajian yang mencerahkan, KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha menyampaikan pesan yang menggetarkan hati tentang keutamaan zikir dan mengingat Allah. Ulama kharismatik ini menekankan bahwa kesibukan dalam mengingat Allah, baik melalui Al-Quran maupun cara lainnya, jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan sibuk meminta-minta kepada-Nya. “Orang yang sibuk ingat Allah, baik dengan quran maupun yang lain, pokoknya sibuk ingat Allah, sampai dia itu lupa meminta, itu akan Allah kasih di atas. Permintaan orang-orang yang minta, karena ingat Allah itu lebih mudah,” ujar Gus Baha. Gus Baha juga mengutip perkataan Sayyid Abdullah Al-Haddad, seorang ulama besar dari Yaman, yang menegaskan bahwa mengingat Allah itu lebih mudah dibandingkan mengingat nasib diri sendiri. Beliau menjelaskan bahwa Allah memiliki nama-nama yang indah (Asmaul Husna) dan sifat-sifat yang mulia, seperti Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang). “Daripada anda ingat nasib anda, capek. Sepertinya pernah shalat lama, puasa lama, tapi maksiatnya juga lama,” tuturnya sembari mengingatkan bahwa fokus pada diri sendiri seringkali membawa kelelahan spiritual. Beliau juga menyinggung tentang fenomena yang sering terjadi di masyarakat, di mana orang-orang kadang lebih antusias menghadiri acara hiburan dibandingkan acara keagamaan. “Maulid ya biasa datang 2 jam, tapi dangdutannya ya pernah 3 jam, ruwet ini,” tambahnya dengan nada yang mengundang introspeksi. Gus Baha menekankan bahwa mengingat diri sendiri seringkali membawa kerumitan, sementara mengingat Allah membawa ketenangan dan keberkahan. Beliau mengajak umat untuk senantiasa mengingat keagungan Allah melalui nama-nama dan sifat-Nya yang mulia.

Read More

Vaksin Polio Mulai Disebar di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pejabat kesehatan menyatakan kampanye vaksinasi polio telah dimulai di Gaza pada hari Sabtu setelah wilayah yang dilanda perang itu mencatat kasus pertama penyakit tersebut dalam seperempat abad. Moussa Abed, direktur perawatan kesehatan primer di kementerian kesehatan Gaza, mengatakan kepada AFP bahwa pejabat kesehatan setempat bersama PBB dan LSM “mulai hari ini kampanye vaksinasi polio di wilayah tengah.” Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan pada hari Kamis bahwa Israel telah menyetujui serangkaian “jeda kemanusiaan” tiga hari di Gaza untuk memfasilitasi vaksinasi, meskipun sebelumnya pejabat mengatakan kampanye tersebut telah dimulai pada hari Minggu. Setelah dimulai di Gaza tengah, vaksin akan diberikan di Gaza selatan dan kemudian di Gaza utara. Kampanye yang melibatkan dua dosis ini bertujuan untuk mencakup lebih dari 640.000 anak di bawah 10 tahun. Michael Ryan, wakil direktur jenderal WHO, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB minggu ini bahwa 1,26 juta dosis vaksin oral telah dikirim ke Gaza, dengan 400.000 dosis lagi yang masih akan tiba. Kementerian kesehatan Palestina yang berbasis di Ramallah sebelumnya bulan ini mengatakan bahwa tes di Yordania telah mengonfirmasi polio pada bayi berusia 10 bulan yang tidak divaksinasi dari Gaza tengah. Virus polio sangat menular dan paling sering menyebar melalui limbah dan air yang terkontaminasi – masalah yang semakin umum di Gaza saat perang Israel-Hamas berlanjut. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Polio dapat menyebabkan cacat dan kelumpuhan, dan berpotensi fatal. Bakr Deeb mengatakan kepada AFP pada hari Sabtu bahwa dia membawa tiga anaknya – semuanya di bawah 10 tahun – ke tempat vaksinasi meskipun awalnya ragu tentang keamanannya.

Read More

Kasus Polio Pertama di Gaza Setelah 25 Tahun

Gaza — 1miliarsantri.net : Otoritas kesehatan di Jalur Gaza mengkonfirmasi kasus polio pertama dalam 25 tahun pada awal bulan ini. Infeksi dan kelumpuhan parsial yang dialami Abdul-Rahman Abu Al-Jidyan, bayi berusia hampir setahun, mempercepat rencana kampanye vaksinasi massal untuk anak-anak di seluruh wilayah Palestina mulai 1 September. Israel dan Hamas telah menyepakati jeda pertempuran selama tiga hari di masing-masing dari tiga zona Gaza untuk memungkinkan ribuan pekerja PBB memberikan vaksin. Strain yang sama yang kemudian menginfeksi bayi Palestina tersebut, berasal dari virus polio turunan vaksin tipe 2 yang juga telah terdeteksi di air limbah di beberapa negara maju dalam beberapa tahun terakhir. Virus ini ditemukan pada Juli di enam sampel air limbah yang diambil di Khan Younis dan Deir al Balah. Belum jelas bagaimana strain tersebut tiba di Gaza, tetapi sekuensing genetik menunjukkan bahwa virus ini mirip dengan varian yang ditemukan di Mesir yang mungkin telah masuk sejak September 2023, kata WHO. Badan kesehatan PBB mengatakan bahwa penurunan vaksinasi rutin di Wilayah Palestina yang Diduduki, termasuk Gaza, telah berkontribusi pada kemunculan kembali virus ini. Cakupan vaksinasi polio, yang terutama dilakukan melalui imunisasi rutin, diperkirakan mencapai 99 persen pada 2022 dan turun menjadi 89 persen pada 2023. Petugas kesehatan mengatakan penutupan banyak rumah sakit di Gaza, seringkali karena serangan Israel atau pembatasan bahan bakar, telah berkontribusi pada penurunan tingkat vaksinasi. Israel menyalahkan Hamas, mengatakan mereka menggunakan rumah sakit untuk tujuan militer. Pekerja bantuan mengatakan kondisi sanitasi yang buruk di Gaza, di mana selokan terbuka dan tumpukan sampah menjadi hal yang umum setelah hampir 11 bulan perang, telah menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi penyebaran virus. Militer Israel dan kelompok militan Palestina Hamas telah menyepakati tiga jeda pertempuran terpisah selama tiga hari untuk memungkinkan putaran pertama vaksinasi. Kampanye ini dijadwalkan dimulai di Gaza tengah pada hari Minggu dengan tiga hari berturut-turut jeda pertempuran, kemudian pindah ke Gaza selatan, di mana akan ada jeda tiga hari lagi, diikuti oleh Gaza utara. Ada kesepakatan untuk memperpanjang jeda di setiap zona menjadi hari keempat jika diperlukan. Vaksin, yang dilepaskan dari stok darurat global, telah tiba di Gaza dan akan diberikan kepada 640.000 anak di bawah 10 tahun. Vaksin akan diberikan secara oral oleh sekitar 2.700 petugas kesehatan di pusat-pusat medis dan oleh tim mobile yang bergerak di antara ratusan ribu orang Gaza yang mengungsi akibat perang, kata pekerja bantuan PBB.

Read More

Tips Mindfulness Dari Umar Bin Khattab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Al-Imam Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menyampaikan sebuah hadist Rasulullah tentang pentingnya menundukkan hawa nafsu, رَجَعْنَا مِنَ اْلجِهَادِ اْلأَصْغَرِ إِلَي اْلجِهَادِ اْلأَكْبَرِ. قَالُوا: وَمَا جِهَادُ اْلأَكْبَرِ؟ قَالَ: جِهَادُ اْلقَلْبِ أَوْ جِهَادُ النَّفْسِ. Rasulullah bersabda, “Kita telah kembali dari jihad kecil menuju jihad besar.” Para sahabat berkata, “Apakah jihad besar itu?” Nabi menjawab, “Jihad hati atau jihad nafsu.” Hadist tersebut disampaikan setelah kepulangan Nabi dan para sahabat dari perang Badar. Makna utamanya adalah berperang melawan hawa nafsu sama pentingnya dengan berperang melawan musuh yang memegang senjata. Makna lain dari sabda Rasulullah tersebut untuk memberi penekanan bahwa detik-detik perang melawan musuh sudah selesai, dengan perkataan beliau roja’na (kita sudah kembali). Artinya, medan bertempur telah ditinggalkan. Maka jangan sampai pikiran ini masih saja “menghadapi musuh”. Apa yang sudah terjadi maka lepaskanlah dan segera beralih kepada apa yang ada di hadapan kita sekarang. Selanjutnya Rasulullah menerangkan bahwa perjuangan yang kini sedang dihadapi adalah melawan hawa nafsu, maka inilah jihad yang ditempuh berikutnya. Bandingkan dengan orang-orang musyrik yang kalah dalam perang Badar, saat mereka kembali ke kampung halaman ternyata pikiran mereka masih saja “menghadapi musuh” padahal kenyataannya mereka sudah berada di rumah. Mereka masih menyimpan dendam, matanya tidak bisa tidur memikirkan apa yang sudah selesai tersebut. Itulah sebabnya mereka lanjut mengatur siasat pembalasan yang kelak menjadi perang Uhud. Alangkah indahnya Rasulullah yang mengajarkan agar pikiran kita benar-benar berada pada momentum yang sedang berlangsung. Apabila di medan tempur, tentu berjihad melawan musuh. Namun setiba di rumah, tinggalkan musuh dan waktunya berjihad melawan nafsu.Inilah yang disebut orang-orang barat di masa kini sebagai mindfulness, yaitu seni menikmati hidup menurut momen yang sedang berlangsung. Bukan momen yang telah berlalu.

Read More

Perpustakaan UI Juara 1 Setelah Manfaatkan AI untuk Olah Naskah Kuno

Jakarta — 1miliarsantri.net : Tim Peneliti Perpustakaan Universitas Indonesia (UI) berhasil meraih Juara 1 pada Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-15 tahun 2024, yang memanfaatkan potensi besar Artificial Intelligence (AI) dalam mengolah, menerjemahkan, dan mentranskripsi naskah kuno beraksara China tradisional. “Dengan kemampuan teknologi AI yang terus meningkat, pemustaka juga dapat menemukan dan memahami isi dalam naskah kuno China tradisional meskipun belum pernah belajar tulisan dan bahasa China tradisional,” terang Kepala UPT Perpustakaan UI Mariyah di Kampus UI Depok, Kamis. Dari penelitian yang dilakukan oleh Mariyah S Sos M Hum, dan Sony Pawoko S Sos MTI, diketahui bahwa proses pengkatalogkan naskah kuno dengan bantuan teknologi AI menjadi lebih mudah, dan dapat diterapkan dalam sistem di Perpustakaan UI. Dia menjelaskan, saat ini UI memiliki 10.000 judul koleksi naskah kuno beraksara China tradisional. Naskah-naskah ini tidak hanya penting secara historis bagi bangsa Indonesia, tetapi juga memberikan wawasan tentang kehidupan, budaya, hukum, pemerintahan, filsafat, nilai-nilai, dan pengetahuan yang dikembangkan oleh peradaban Tiongkok selama berabad-abad. Teknologi Optical Character Recognition (OCR) berbasis deep learning yang ada pada Google Lens, berhasil mengenali karakter China tradisional dengan presisi tinggi. Hasil dari OCR tersebut dapat dilakukan penyalinan teks dengan sempurna, sehingga memudahkan dalam penerjemahkan teks yang terdapat dalam naskah kuno. Menurut Sony, naskah kuno China tradisional banyak yang memiliki kaitan dengan sumber primer literatur sejarah di Indonesia. Prasasti Kudadu dan Kakawin Negara Kertagama yang membahas berdirinya Majapahit, perlu didukung literatur sezaman dari China. Sumber literatur sezaman ditulis pada masa dinasti Yuan dan juga prasati yang dibuat oleh para jenderal yang diutus oleh Kubilai Khan untuk menaklukkan Nusantara. Misi itu sekaligus menuntut balas atas perlakuan Raja Kertanegara dari Singhasari yang tidak mau tunduk pada kekaisaran Mongol, bahkan merusak wajah dan memotong telinga utusannya yang bernama Men Shi. “Dari sumber sezaman dari China ini, kita dapat melengkapi 5W + 1H dari penulisan sejarah yang belum lengkap,” katanya.

Read More

Siswi Madrasah Muallimaat Juarai Kompetisi Internasional di Thailand

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Tim Hizbul Wathan Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta meraih prestasi ajang International Scout Camp (ISC) di Thailand. Tim yang terdiri lima siswi tersebut meraih silver award dan special award. Sebanyak 22 peserta didik Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta mengikuti kegiatan kepanduan ISC di Thailand pada tanggal 20-28 Agustus 2024 di Sangkhom Islam Wittaya di Sadao District Songkhla Thailand. Kegiatan ISC yang telah berlangsung selama lima tahun ini diikuti oleh tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand. Terdapat beberapa pelatihan yang harus diikuti oleh 22 peserta dari Mu’allimaat sebelum melaksanakan perkemahan Internasional di Songkhla Thailand, di antaranya pelatihan manajemen diri, leadership, tapak suci, baris berbaris, public speaking, tali temali, membuat karya batik tulis, pengolahan limbah organik, membuat yel-yel dan pengelolaan limbah maggot. Tim yang terdiri dari 5 siswi ini mengusung tema kelestarian lingkungan dengan mengulik topik pengelolaan limbah sebagai upaya penanganan pencemaran lingkungan akibat limbah. Tim inovasi menawarkan solusi penanganan cemaran limbah anorganik dengan pembuatan ecobrick. Sementara limbah organik dapat diolah dengan bantuan budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Sebagai negara berkembang, topik ini menarik untuk dibahas karena ide inovatif sekaligus meningkatkan nilai tambah dari limbah.

Read More