Ketika Malaikat Memandikan Jenazah Hanzhalah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sahabat Rasulullah SAW yang bernama Hanzhalah bin Abi Amir bin Malik Al-Anshari meninggal dalam perang Uhud. Ia adalah syuhada yang dalam sejarah Islam terkenal sebagai sahabat Nabi SAW yang dimandikan langsung oleh malaikat. Hingga kemudian kalangan sahabat memberinya julukan Hanzhalah Al-Ghasil atau Ghasil Al-Malaikah (orang yang dimandikan Malaikat). Karena julukan itu juga orang-orang lalu memanggil keturunannya dengan Banu Ghasil Al-Malaikah. Dikutip dari buku “40 Sahabat Nabi yang Memiliki Karomah” karya Abdul Wadud Kasyful Humam, Hanzhalah bin Abi Amir merupakan anak seorang pendeta Yastrib, Abu Amir bin Shaify. Ia adalah salah satu petinggi suku Aus yang sangat benci dan memusuhi Islam. Pada masa jahiliah, ia mendapat julukan Abu Amir Ar-Rahib, namun kemudian diganti oleh Rasulullah saw., dengan julukan Abu Amir Al-Fasiq. Julukan tersebut Rasulullah berikan karena dulunya dia adalah scorang pendeta (rahib) yang mengakui akan datangnya seorang Nabi dan berpegang pada agama hanif. Tapi, ketika Muhammad sudah menjalankan risalah kenabiannya, ia justru membenci dan memusuhinya. Bahkan, dalam perang Uhud ia berada di garda depan bersama pasukan Quraisy untuk memerangi Nabi Muhammad dan sahabat-sahabatnya. Pada waktu pembukaan kota Makkah, Abu Amir pergi ke Romawi menemui raja Heraklius hingga akhirnya meninggal dunia pada 9 H. Tidak lama kemudian, anak Hanzhalah masuk Islam dan menjadi muslim yang baik. Bahkan ia pernah meminta izin Rasulullah untuk membunuh ayahnya, tetapi beliau tidak mengizinkan. Setelah memeluk Islam, Hanzhalah menikahi Jamilah binti Abdullah bin Ubay bin Salul, satu hari sebelum terjadinya Perang Uhud. Malam harinya, ia meminta izin kepada Rasulullah saw untuk bermalam bersama istrinya. Nabi saw mengizinkan Hanzhalah untuk bersama dengan istri yang baru saja dinikahinya itu. Setelah melaksanakan salat Subuh, ia ingin secepatnya bergabung dengan pasukan Nabi ke Uhud. Namun sebelum berangkat, ia sempat bersenggama terlebih dahulu dengan istrinya. Tiba-tiba, ia mendengar seruan untuk berjihad, maka ia segera keluar memenuhi seruan itu dalam kondisi masih junub, belum sempat mandi besar. Dalam peperangan itu, Abdullah bin Zubair memberikan kesaksian bahwa Hanzhalah berduel dengan Abu Sufyan bin Harb. Ketika Abu Sufyan hampir dikalahkan oleh Hanzhalah, dengan pedangnya yang siap menghunus dan merobek leher Abu Sufyan, namun Abu Sya’ub atau Syadad bin Al-Aswad melihat hal itu. Abu Sya’ub lalu mengayunkan pedangnya kepada Hanzhalah hingga membuatnya jatuh tersungkur dan akhirnya gugur sebagai syuhada.Dalam syariat, orang yang mati syahid bisa langsung dimakamkan tanpa harus dimandikan, kecuali jika ia dalam keadaan junub. Karena para sahabat tidak mengetahui Hanzhalah dalam keadaan junub, mereka pun hendak langsung menguburkannya tanpa dimandikan. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku melihat malaikat sedang memandikan Hanzhalah bin Abi Amir di antara langit dan bumi dengan air dari awan di sebuah tempat yang terbuat dari perak.” Abu Sa’id Sai’di, RA berkata, “Ketika Baginda Rasulullah SAW berkata demikian, aku pergi melihat jenazahya. Kulihat bulir-bulir air bekas mandi menetes dari kepala Hanzhalah.” Sepulang dari perang Uhud, para sahabat lalu bertanya kepada Istri Hanzhalah mengenai kabar suaminya. Istri Hanzhalah menjawab, “Ketika mendengar panggilan perang, Hanzhalah segera keluar dalam keadaan junub dan belum sempat mandi…” (yan) Baca juga :

Read More

Daftar 10 Kota Terbengkalai dengan Arsitektur Sangat Indah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Hampir di seluruh dunia, kota-kota yang ramai dan kota-kota metropolitan yang semarak telah ditinggalkan begitu saja, beberapa di antaranya tampak sepi dalam semalam. Kota-kota terbengkalai ini, yang dulunya merupakan komunitas yang semarak, kini menawarkan sekilas masa lalu—dan situs-situs bersejarah seperti itu merupakan surga bagi fotografer sekaligus pengalaman yang menghantui bagi wisatawan potensial. Baik terletak di hutan lebat atau gurun tandus, kota-kota ini menanggung bekas luka waktu, memamerkan kecerdikan manusia sambil mengingatkan kita tentang keniscayaan pembusukan. Namun, dalam keadaan rusaknya, tempat-tempat ini memiliki kekuatan untuk memikat dan meresahkan kita secara setara. Di bawah ini, kami menjelajahi 10 kota terbengkalai paling menakjubkan di seluruh dunia, masing-masing menceritakan kisah indahnya yang menghantui. Kota Tua Al-‘Ula, Madinah, Arab Saudi Terletak di padang pasir yang disinari matahari di barat laut Arab Saudi, Kota Tua Al-‘Ula yang penuh teka-teki dicirikan oleh gang-gangnya yang berliku dan rumah-rumah bata lumpur kuno. Kota yang dulunya ramai ini, perhentian penting di Rute Dupa lebih dari 2.000 tahun yang lalu, berkembang sebagai surga bagi para pedagang dan peziarah. Itu terjadi, sampai modernisasi yang diantar pada tahun 80-an memikat penduduk kota itu. Tertarik ke rumah-rumah baru dengan fasilitas yang lebih baik, mereka meninggalkan kota yang membeku dalam waktu, rumah-rumahnya yang kosong dan jalan-jalan sempit menjadi pengingat komunitas yang dulu ramai. Saat ini, berbagai upaya sedang dilakukan untuk mengubah permata bersejarah ini menjadi tujuan wisata, termasuk mengubah 30 rumah bata lumpur menjadi Dar Tantora The House Hotel yang baru. Al Jazira Al Hamra, Ras Al Khaimah, UAE Hanya 90 menit di utara Dubai, di emirat Ras Al Khaimah, terdapat Al Jazira Al Hamra, kota hantu yang berakar dari awal abad ke-14. Dulunya merupakan desa nelayan dan perdagangan mutiara yang berkembang pesat, tempat ini sekarang dibatasi oleh rumah-rumah dari batu karang dan bata lumpur yang runtuh, masjid-masjid yang sunyi, dan pasar-pasar yang terbengkalai. Lukisan ini menggambarkan kehidupan yang jelas sebelum ledakan minyak, yang menyebabkan penduduk desa meninggalkan kota pada tahun 1960-an, meninggalkan potret kehidupan tradisional Emirat yang terpelihara dengan sempurna. Villa Epecuén, Imereti, Argentina Pada tahun 1985, Villa Epecuén lenyap di bawah air danau yang meluap di wilayah Imereti, Argentina. Kota resor tepi danau yang dulunya berkembang pesat itu langsung tenggelam di bawah air sedalam 33 kaki. Selama lebih dari dua dekade, jalan-jalan dan bangunannya terpelihara dalam keheningan bawah air, baru muncul dari kegelapan pada awal tahun 2000-an, ketika air di sekitarnya mulai surut. Kini, kota itu berdiri sebagai bukti nyata dari interaksi antara ambisi manusia dan kekuatan alam yang tak kenal lelah. Tskaltubo, Georgia Terkenal karena mata air mineralnya yang menyembuhkan dan sanatorium mewah era Soviet, Tskaltubo kini terletak dengan tenang di tengah lanskap Georgia yang hijau. Kota ini pernah menarik pengunjung yang mencari kesehatan dan kesenangan, aula-aulanya yang mewah menjadi bukti status kota ini sebagai tujuan resor kesehatan utama. Namun, runtuhnya Uni Soviet pada awal 1990-an mengakhiri masa keemasan Tskaltubo secara tiba-tiba. Dengan pergolakan ekonomi datanglah pengabaian, dan sanatorium serta pemandian yang dulunya glamor menjadi rusak. Saat ini, arsitektur megah Tskaltubo berdiri sebagai bukti kejayaannya yang memudar—lengkungan yang menyapu, motif dekoratif, dan mural yang memudar semuanya mengingatkan pada keindahannya yang dulu menyentuh hati. Al-Madam, Sharjah, UEA Di lanskap gurun Sharjah terdapat Al-Madam, sebuah kenangan yang menghantui tentang komunitas gurun yang pernah berkembang pesat. Didirikan pada tahun 1970-an, Al-Madam dirancang sebagai upaya modernisasi pemerintah yang bertujuan untuk membentuk kembali lanskap selama penyatuan tujuh emirat. Dengan 12 rumah sederhana dan sebuah masjid di pusatnya, desa ini dulunya merupakan pusat kehidupan dan perdagangan Badui. Desa ini akhirnya ditelan pasir setelah ditinggalkan pada tahun 1990-an, meninggalkan sekumpulan rumah, toko, dan masjid yang setengah terkubur, yang dibuat dari lumpur dan batu bata—sebuah bukti arsitektur tradisional Emirat. Tianducheng, Shanghai, Tiongkok Tianducheng mungkin menyerupai Paris, tetapi jalanannya yang menyeramkan menceritakan kisah yang berbeda. Dibangun pada awal tahun 2000-an dengan rencana ambisius untuk meniru keanggunan dan pesona kota Prancis, kota replika ini kini membeku dalam waktu dan kosong. Jalan-jalan lebar dan bangunan-bangunan berwarna pastelnya tampak terbengkalai karena perhatian dan sumber daya dialihkan dari Tianducheng. Apa yang dimaksudkan sebagai pusat kehidupan perumahan dan komersial yang ramai kini telah direklamasi dengan lembut oleh alam, termasuk replika Menara Eiffel yang diperkecil. Kennecott, Alaska, AS Dengan mesin-mesin berkarat dan bangunan-bangunan terbengkalai, siluet tenang fasad merah tua Kennecott adalah satu-satunya yang tersisa dari kota ini yang telah mengalami musim dingin Alaska yang keras. Kennecott dulunya adalah kota pertambangan yang berkembang pesat dan ramai dengan aktivitas di awal abad ke-20, yang menyediakan kenyamanan dan komunitas bagi ratusan penduduk. Tambang tembaganya yang kaya menarik orang-orang dari jauh dan luas, yang memicu impian akan kemakmuran. Namun, seiring dengan menipisnya tambang dan bergesernya sumber daya, kota itu perlahan-lahan ditinggalkan, meninggalkan keheningan yang mencekam. Kini, ditinggalkan dan direklamasi oleh alam, kota itu dilestarikan sebagai kota hantu yang pernah membantu mengaliri listrik ke AS. Kereta Bawah Tanah Crystal Palace, London Tersembunyi di bawah jalan-jalan London, Crystal Palace Subway adalah terowongan kaki bergaya Victoria dan peninggalan era lampau. Dibuka pada tahun 1865 di samping stasiun kereta api ‘High Level’, labirin bawah tanah ini memiliki fitur-fitur yang meliputi elemen desain yang berhias, termasuk fasad bergaya Italia yang megah. Ini dimaksudkan untuk mencerminkan kemegahan Crystal Palace, sebuah bangunan dari besi dan kaca di Hyde Park, London, yang dibangun untuk menjadi tempat berlangsungnya Pameran Besar tahun 1851. Oleh karena itu, bangunan ini dimaksudkan untuk mengesankan pengunjung, meskipun kepentingannya memudar setelah Crystal Palace terbakar pada tahun 1936—yang menyebabkan penutupan stasiun pada tahun 1954. Pekerjaan restorasi sekarang sedang berlangsung, dipimpin oleh arsitek konservasi Thomas Ford & Partners, yang bertujuan untuk menghidupkan kembali permata tersembunyi ini. Craco, Matera, Italia Dengan arsitektur yang ditentukan oleh bentuk-bentuknya yang khas dan material yang kokoh, akar Craco mencerminkan perpaduan gaya Italia abad pertengahan dan pengaruh Norman. Dari tembok-temboknya yang dibentengi hingga detail ukiran rumit pada pintu dan jendela, warisan arsitektur kota ini menceritakan kisah tentang ketahanan, keahlian, dan, akhirnya, pengabaian. Seperti banyak pusat kota yang terbengkalai, Craco menghadapi kehancurannya karena serangkaian bencana alam—termasuk tanah longsor pada tahun 1963, banjir pada tahun 1972, dan gempa bumi pada tahun 1980—yang membuat daerah tersebut tidak aman bagi penduduk, yang menyebabkan…

Read More

Kisah Mencekam Pasukan Perdamaian PBB

Gaza — 1miliarsantri.net : Di perbatasan sepi antara Lebanon dan Israel, pasukan perdamaian PBB asal Spanyol telah lebih dari 10 bulan terjebak dalam zona perang. Beberapa anggota Pasukan Baret Biru terluka dalam baku tembak antara Israel dan kelompok Hizbullah Lebanon, yang juga menewaskan puluhan warga sipil Lebanon akibat perang antara Israel dan militan Palestina di Gaza. “Kadang kami harus berlindung karena tembakan… bahkan terkadang di dalam bunker,” papar Alvaro Gonzalez Gavalda, seorang anggota Pasukan Baret Biru di Pangkalan 964 Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL). Untuk mencapai pangkalan, jurnalis AFP yang dikawal konvoi UNIFIL melewati desa-desa yang hampir kosong. Hanya sesekali terlihat toko kelontong atau bengkel mobil yang masih buka di sepanjang jalan, di mana ladang-ladang telah hangus terbakar akibat pemboman. Pangkalan yang dikelilingi kawat berduri dan dilindungi tembok batu tebal ini tak jauh dari kota Khiam, tempat puluhan rumah hancur atau rusak, sekitar lima kilometer dari perbatasan. Di balik tembok perbatasan, kota Metula di Israel terlihat jelas. Kota ini juga telah dikosongkan dari penduduk, sama seperti komunitas lain di kedua sisi perbatasan. Dari menara pengawas, teropong membantu pasukan perdamaian melihat lebih jauh – ke Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi Israel. Wilayah ini sering menjadi sasaran tembakan Hizbullah. Letnan Kolonel Jose Irisarri dari Spanyol mengatakan misi mereka, berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 1701, adalah “mengawasi wilayah” dan membantu pemerintah serta angkatan bersenjata Lebanon membangun kendali di selatan Sungai Litani, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Israel. Resolusi tersebut mengakhiri perang antara Israel dan Hizbullah pada 2006. Resolusi itu menyerukan semua personel bersenjata untuk mundur ke utara Litani, kecuali pasukan keamanan negara Lebanon dan pasukan perdamaian PBB. Meskipun Hizbullah tidak memiliki kehadiran militer yang terlihat di wilayah perbatasan sejak saat itu, kelompok tersebut masih menguasai sebagian besar wilayah selatan. Ketika militan Hamas dari Jalur Gaza menyerang Israel pada 7 Oktober, memicu perang dengan Israel, Hizbullah membuka apa yang mereka sebut “front dukungan” sehari kemudian, meluncurkan roket dan tembakan lain dari Lebanon selatan ke posisi Israel. “Beberapa desa ini benar-benar kosong. Tidak ada yang tinggal di sana karena risiko dan serangan terus-menerus yang mereka alami,” kata Irisarri. Dewan Keamanan pertama kali membentuk UNIFIL pada tahun 1978 setelah Israel menginvasi Lebanon selatan. Misi mereka diperluas setelah perang 2006. Kini, dengan kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas di mana Lebanon akan berada di garis depan, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix mengatakan peran UNIFIL “lebih penting dari sebelumnya.” Kontingen Spanyol yang terdiri dari 650 tentara, yang ditempatkan di beberapa posisi, adalah bagian dari sekitar 10.000 pasukan dari 49 negara dalam misi tersebut. “Ini adalah satu-satunya saluran penghubung antara pihak Israel dan pihak Lebanon dengan semua komponennya, seperti Hizbullah,” kata Lacroix kepada AFP pada awal Agustus. Mandat UNIFIL berakhir pada akhir Agustus dan Lebanon telah meminta perpanjangannya. Kekerasan lintas batas sejak perang Gaza dimulai telah menewaskan 601 orang di Lebanon, sebagian besar pejuang Hizbullah tetapi juga termasuk setidaknya 131 warga sipil, menurut penghitungan AFP. Pihak berwenang Israel telah mengumumkan kematian setidaknya 23 tentara dan 26 warga sipil sejak pertempuran dimulai, termasuk di Dataran Tinggi Golan yang dianeksasi. Pasukan Spanyol tidak hanya membatasi diri pada misi utama mereka. Mereka juga memberikan “dukungan dan bantuan” kepada penduduk setempat, kata Irisarri. Sebagai contoh, ia mengatakan tim psikologi mereka membantu siswa berkebutuhan khusus. AFP tidak dapat mengunjungi sekolah tersebut selama tur pada hari Jumat, setelah kontingen Spanyol meningkatkan tingkat keamanan menyusul pertukaran tembakan di daerah tersebut. Serangan Israel di Lebanon selatan pada hari Jumat menewaskan tujuh pejuang Hizbullah dan seorang anak setempat, menurut Hizbullah dan kementerian kesehatan Lebanon. Israel mengatakan pesawat militernya telah menyerang target “teroris”. Pasukan perdamaian memiliki sedikit waktu untuk beristirahat, tetapi mereka ditemani dua anjing yang diadopsi. Ketika mereka memiliki waktu luang, “kami pergi ke gym untuk menjaga kebugaran dan juga kami senang menonton film dan berbicara dengan beberapa teman,” kata Gavalda. Dia telah berada di Lebanon sejak Mei. “Kami merindukan keluarga kami,” tetapi internet memungkinkan mereka untuk tetap berhubungan hampir setiap hari, kata Gavalda. Dikelilingi oleh kematian, para tentara telah memasang patung kecil Bunda Maria di dalam kotak kaca pelindung di halaman mereka. (zul) Baca juga :

Read More

Muhammadiyah Bantu Perkuat Ekonomi Warga Wadas

Purworejo — 1miliarsantri.net : Di tengah konflik pertambangan yang melanda warga Desa Wadas, Purworejo, Muhammadiyah hadir dengan solusi kreatif melalui program Al-Maun Goes to Village (AGV). Inisiatif ini fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor peternakan berbasis komunitas. Perwakilan Muhammadiyah melakukan kunjungan silaturahmi ke Desa Wadas. Rombongan terdiri dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP), Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (MHH), serta Lembaga Bantuan Hukum dan Advokasi Publik (LBH AP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Program AGV, yang telah berjalan sejak Mei 2024, memperkenalkan konsep inovatif bernama “Wadas Farm”. Inisiatif ini menitikberatkan pada budidaya kambing yang dikelola secara komunal, terutama oleh generasi muda setempat. Pendampingan komprehensif diberikan, mencakup pelatihan manajemen bisnis, konstruksi kandang, konsultasi kesehatan hewan, perencanaan pakan, hingga pengobatan ternak. David Effendi, Sekretaris LHKP PPM, menegaskan komitmen jangka panjang Muhammadiyah terhadap program ini. “Semoga program ini bisa lestari berapapun warganya yang masih bertahan memperjuangkan idealisme lingkungan hidup. Kami setia pada warga Wadas untuk tetap menemani sampai batas akhir,” ujarnya. Busyro Muqoddas, Ketua PP Muhammadiyah, dalam kunjungannya memberikan motivasi kepada warga. Ia menekankan bahwa meskipun ada perbedaan pandangan terkait izin tambang, Muhammadiyah tetap berkomitmen mendampingi masyarakat tanpa memandang latar belakang.. “Walaupun Muhammadiyah ada kesamaannya dengan NU, yaitu menerima izin usaha tambang, tetapi Muhammadiyah melalui LHKP MHH dan LBH AP itu tetap akan mendampingi masyarakat, agama, suku apapun juga. Semoga tidak, menjadi korban PSN (Proyek Strategis Nasional),” tegasnya. Wadas Farm tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan ekonomi, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan. Lebih jauh, pendapatan dari usaha ini diharapkan dapat membantu warga dalam perjuangan hukum mempertahankan tanah mereka dari ancaman pengambilalihan untuk kepentingan pertambangan. Untuk meningkatkan efektivitas program, Muhammadiyah juga menghadirkan ahli seperti Muhammad Abduh Zulfikar dan Syafi’i Latuconsina. Mereka berbagi pengetahuan tentang pemberdayaan petani berbasis komunitas, memberikan wawasan baru bagi pengelolaan Wadas Farm. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah mereformasi distribusi zakat-amal-infak (ZIS), disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masyarakat Wadas. Dengan pendekatan holistik ini, Muhammadiyah berharap dapat membantu warga Wadas membangun resiliensi ekonomi sambil tetap menjaga kelestarian lingkungan mereka. (jok) Baca juga :

Read More

Program Sekolah Bisnis Pesantren Upaya Pemberdayaan Masyarakat

Bogor — 1miliarsantri.net : Serikat Ekonomi Pesantren menginisiasi Sekolah Bisnis Pesantren. Pembukaan program ini telah diresmikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Basnang Said di Aula PP Al Kaukab, Bogor, Kamis (22/8/24) lalu. Hadir dalam pembukaan ini antara lain pengasuh Pesantren Al Kaukab Bogor KH Khoerul Huda Basyir, Ketua Serikat Ekonomi Pesantren Ahmad Tazakka, Sustainibility Director PT. Donone Indonesia Karyanto Wibowo, Ketua RMI PCNU Bogor Kyai Abdul Basyit dan beberapa pejabat Bank OCBC Syariah. Basnang Said menyambut baik penyelenggaraan Sekolah Bisnis Pesantren. Menurutnya, semangat dari program ini sejalan dengan program unggulan Menteri Agama, yaitu Kemandirian Pesantren. “Ini semangatnya sama ya dengan program unggulan kami, Kemandirian Pesantren,” terang Basnang kepada 1miliarsantri.net, Senin (26/8/2024). Basnang menambahkan, sekolah Bisnis Pesantren merupakan manifestasi salah satu fungsi pesantren menurut Undang-undang No 18 tahun 2019, yakni pemberdayaan masyarakat. “Sekolah Bisnis Pesantren ini sangat relevan dengan fungsi pesantren sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat,” imbuh Basnang Basnang berharap program ini dapat menyentuh ke daerah lain di luar Bogor. Sehingga, ekonomi pesantren semakin kuat. “Saya harap program ini bisa dikembangkan juga diluar Kabupaten Bogor bahkan hingga luar Jawa Barat,” tutur Basnang Sementara itu Ketua Serikat Ekonomi Pesantren, Ahmad Tazakka menjelaskan bahwa program sekolah bisnis ini merupakan pengkaderan wirausahawan pesantren yang akan mendapatkan pelatihan secara berkala. Pendampingan akan dilakukan berkelanjutan hingga pesantren mendapatkan profit dari usaha yang dikembangkan. Menurut Tazaka, program ini mendapat support dari PT. Danone dan Bank OCBC Syariah. “Konsep Sekolah Bisnis Pesantren ini adalah pelatihan-pelatihan yang komprehensif dan ada pendampingan yang berkesinambungan,” tutup Tazakka. (den) Baca juga :

Read More

Benarkah Indonesia tidak Dijajah Belanda 350 Tahun

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Fakta Indonesia tidak dijajah 350 tahun oleh Belanda terus digaungkan. Klaim bahwa Indonesia dijajah selama 350 tahun disebut datang dari pihak Belanda. Benarkah? Jadi Indonesia dijajah berapa tahun? Memakai logika ini, berarti Indonesia hanya dijajah lima tahun. Lho? Lalu, apa kata Bung Karno yang sudah ditangkap Belanda pada 1929? Bangsa Indonesia baru ada pada 17 Agustus 1945, lalu Belanda datang menumpang NICA hingga 1950. Jadi cuma pada masa itu Indonesia dijajah Belanda? Nanti dulu. Ada pula yang menyebut bangsa Indonesia sudah ada sejak 28 Oktober 1928 lewat Sumpah Pemuda. Bertanah air satu tanah air Indonesia, berbangsa satu bangsa Indonesia. Jadi, Indonesia baru dijajah Belanda sejak 1928. Benarkah? Lalu, kehadiran orang-orang Belanda sejak Kompeni menaklukkan Jayakarta pada Mei 1619 tidak disebut menjajah? Pihak-pihak yang menolak klaim Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun menyebut Kompeni datang bukan untuk menjajah, melainkan untuk berdagang. Wah sederhana sekali pemahamannya mengenai konsep penjajahan. KBBI yang memakai definisi sederhana menyebut, menjajah adalah menguasai dan memerintah suatu negeri (daerah dan sebagainya). Sedangkan kolonialisme, menuru KBBI: paham tentang penguasaan oleh suatu negara atas daerah atau bangsa lain dengan maksud untuk memperluas negara itu. Jadi, benarkah, Kompeni hanya datang untuk berdagang? Kompeni (VOC) adalah perusahaan yang dibentuk dari enam perusahaan dagang di Belanda untuk menghilangkan persaingan yang ada di antara berbagai perusahaan. Pembentukan Kompeni difasilitasi oleh pengacara pemerintah. Kerajaan Belanda kemudian memberikan hak oktroi kepada Kompeni. Kerajaan melimpahkan kewenangannya kepada Kompeni. Maka, Kompeni bisa wewenang membentuk armada militer dan memerintah di negeri sasaran. Maka, di Indonesia Kompeni membentuk pemerintahan dan memiliki armada militer. Pemerintahan militer inilah yang juga menjalankan perdagangan di Indonesia pada masa itu. Kompeni menunjuk perwiranya menjadi gubernur jenderal di Indonesia. Tentu saja Indonesia yang diproklamasikan Bung Karno pada 1945 saat itu belum ada. Kompeni menyebutnya Hindia Timur. Dengan adanya pemerintahan Kompeni di Hindia Timur ini, maka Hindia Timur menjadi bagian dari Kerajaan Belanda. Ketika Kompeni bangkrut pada 1799, memang ada banyak wilayah kerajaan yang tidak tunduk pada pemerintahan Kompeni. Kerajaan Belanda kemudian mengambil alih langsung pemerintahan di Hindia Belanda setelah Kompeni bangkrut. Maka, Hindia Timur diubah penyebutannya menjadi Hindia Belanda. HW Daendels menjadi gubernur jenderal pertama yang tidak ditunjuk oleh Kerajaan Belanda. Maka, ada yang menyebut mulai periode ini beberapa wilayah di Indonesia dijajah Belanda, karena sebelumnya yang ada adalah Kompeni. Maka, klaim dijajah 350 tahun dianggap batal. Pada tahun 1921, Bung Karno menikahi Utari, anakTjokroaminoto. Sebagai menantu, ia sering diajak Tokroaminoto sebagai pendamping ketika Tjokroaminoto mendapat undangan untuk berbicara. Suatu hari, Tjokromanoto yang memimpjn Sarekat islam itu tidak bisa memenuhi undangan. Maka, dikirimkan Bung Karno untuk menggantikannya. Pada kesempatan inilah Bung Karno menyebut Indonesia telah dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. (jeha) Baca juga :

Read More

Penderitaan Warga Gaza Meningkat Akibat Serangan Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Negosiator gencatan senjata Gaza dan pembebasan sandera kembali bertemu di Kairo pada Sabtu lalu. Mereka membahas proposal kompromi baru untuk menjembatani perbedaan antara Israel dan Hamas. Sementara itu, PBB melaporkan kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk, dengan kasus kekurangan gizi melonjak dan polio mulai ditemukan. Menurut otoritas kesehatan Palestina, serangan militer Israel di Gaza pada Sabtu telah menewaskan 50 orang. Korban pertempuran selama 48 jam terakhir masih tergeletak di jalanan tempat pertempuran berlanjut atau terjebak di bawah puing-puing. Dua sumber keamanan Mesir menyatakan delegasi Hamas tiba pada hari Sabtu untuk lebih dekat mengkaji proposal yang muncul dalam pembicaraan utama antara Israel dan negara-negara mediator yaitu Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat. Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, diperkirakan akan hadir dalam pembicaraan tersebut. Pembicaraan yang berlangsung selama berbulan-bulan sejauh ini belum menghasilkan terobosan untuk mengakhiri kampanye militer Israel yang menghancurkan Gaza atau membebaskan sisa sandera yang ditawan Hamas dalam serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober yang memicu perang. Sumber-sumber Mesir mengatakan proposal baru tersebut mencakup kompromi tentang poin-poin yang masih belum terselesaikan, seperti cara mengamankan area-area kunci dan pemulangan orang-orang ke Gaza utara. Namun, belum ada tanda-tanda terobosan pada poin-poin krusial, termasuk desakan Israel untuk tetap mengendalikan apa yang disebut Koridor Philadelphi, di perbatasan antara Gaza dan Mesir. Hamas menuduh Israel telah mengingkari hal-hal yang sebelumnya telah disepakati dalam pembicaraan, yang dibantah oleh Israel. Kelompok tersebut mengatakan Amerika Serikat tidak menjadi mediator dengan itikad baik. Di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu terlibat perselisihan dengan negosiator gencatan senjata Israel mengenai apakah pasukan Israel harus tetap berada di sepanjang perbatasan antara Gaza dan Mesir, menurut seorang sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Seorang pejabat Palestina yang familiar dengan upaya mediasi mengatakan masih terlalu dini untuk memprediksi hasil pembicaraan. “Hamas hadir untuk membahas hasil pembicaraan mediator dengan pejabat Israel dan apakah ada cukup indikasi perubahan sikap Netanyahu tentang mencapai kesepakatan,” kata pejabat tersebut. Melanjutkan perang akan memperburuk nasib 2,3 juta penduduk Gaza, yang hampir semuanya menjadi tunawisma di tenda-tenda atau penampungan di antara puing-puing, dengan kekurangan gizi merajalela dan penyakit menyebar, serta membahayakan nyawa sandera Israel yang tersisa. Serangan 7 Oktober menewaskan 1.200 orang menurut perhitungan Israel. Sementara itu, otoritas kesehatan Palestina menyatakan kampanye Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 40.000 orang. Badan kemanusiaan PBB OCHA dalam update Jumat lalu menyatakan jumlah bantuan makanan yang masuk ke Gaza pada bulan Juli adalah salah satu yang terendah sejak Oktober, ketika Israel memberlakukan pengepungan penuh. OCHA melaporkan bahwa pada bulan Juli, jumlah anak-anak dengan kekurangan gizi akut di Gaza utara empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan bulan Mei. Sementara di wilayah selatan yang lebih mudah diakses, di mana pertempuran tidak terlalu parah, jumlahnya lebih dari dua kali lipat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Jumat menyatakan seorang bayi berusia 10 bulan telah lumpuh akibat polio, kasus pertama di wilayah tersebut dalam 25 tahun terakhir. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan wabah yang lebih luas mengingat kurangnya sanitasi yang layak bagi orang-orang yang tinggal di reruntuhan. Perang yang berkelanjutan juga berisiko menimbulkan eskalasi baru yang besar, dengan Iran masih mempertimbangkan pembalasan atas pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di wilayahnya bulan lalu. Sementara itu, Jenderal Angkatan Udara AS C.Q. Brown, Ketua Kepala Staf Gabungan, memulai kunjungan yang tidak diumumkan ke Timur Tengah pada hari Sabtu. Tujuannya untuk membahas cara-cara menghindari eskalasi ketegangan baru yang dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas, saat kawasan tersebut bersiap menghadapi ancaman serangan Iran terhadap Israel. Pertempuran antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran sejak 7 Oktober telah meningkat baru-baru ini. Hal ini termasuk serangan Israel di seluruh Lebanon selatan dan ke Bekaa, serta lebih banyak tembakan roket Hizbullah ke Israel utara. (zul) Baca juga :

Read More

MUI Makassar Mendorong Masyarakat Pahami Wakaf Tunai dan Produktif

Makassar — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan mendorong masyarakat untuk memahami dengan baik perbedaan wakaf tunai dan wakaf produktif. Hal tersebut dijelaskan Sekretaris MUI Kota Makassar KH Maskur Yusuf dalam kegiatan seminar “Pemberdayaan Ekonomi Umat” beberapa waktu lalu. “Wakaf ini sudah sangat lazim di masyarakat, namun masih banyak orang yang belum begitu paham tentang makna sesungguhnya. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa wakaf serupa dengan hibah lahan,” ungkapnya. Banyak wakaf berbentuk tanah sering dibebaskan untuk pemanfaatan sosial terkait dengan aktivitas keagamaan, seperti pembangunan masjid dan madrasah. Padahal wakaf terdiri atas beragam jenis yang memiliki manfaat kebaikan dalam skala luas. Ia memberikan penjelasan tentang makna wakaf tunai dan wakaf produktif yang untuk membangun kemajuan umat. “Potensi wakaf di Indonesia yang nilainya cukup besar tapi karena belum dikelola dengan baik oleh wakaf Indonesia dan lembaga wakaf-wakaf lainnya. Apalagi belum masifnya edukasi kepada masyarakat sehingga hasilnya belum maksimal, MUI Makassar berharap kiranya seluruh peserta dapat memahami dan wakaf tunai pun bisa berkembang di Kota Makassar,” lanjutnya. GM Penghimpunan dan Literasi Wakaf Dompet Dhuafa Pusat Ali Bustomi menjelaskan konteks wakaf di Dompet Dhuafa yaitu terkait dengan akuisisi terhadap bisnis dan cara seorang Muslim dapat mengakuisisi lahan bisnis non-Muslim. Menurut dia, wakaf sebagai kekuatan ekonomi dan literasi wakaf di masyarakat perlu digaungkan di berbagai kalangan usia. Melalui peningkatan literasi tersebut, diharapkan kepercayaan masyarakat untuk berwakaf dapat terbangun secara berkelanjutan. “Ini karena kepercayaan masyarakat terhadap para nazhir adalah dasar utama dalam mendorong berjalannya ekosistem wakaf produktif tersebut,” sambungnya. Ia mengaku keunikan Dompet Dhuafa karena yayasan tersebut tidak ada pemiliknya, sedangkan para pengurus tidak memilik hak waris kepada generasi tetapi hak milik masyarakat. Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat DP MUI Kota Makassar Idris Parakkasi menjelaskan tentang sejarah, jenis wakaf, kendala dan tantangan Dia menyatakan harta benda yang dimanfaatkan harus memiliki manfaat sosial dan tidak untuk kepentingan pribadi atau keluarga. Ia menyebut tiga jenis wakaf, yaitu wakaf khairi, wakaf yang dilakukan tujuan kepentingan umum, seperti masjid, sekolah, dan rumah sakit atau pusat sosial lainnya. Selain itu, wakaf ahli yaitu wakaf yang dilakukan untuk kepentingan waqif dan wakaf musytarak adalah wakaf yang manfaatnya ditujukan kepada masyarakat dan keturunan wakaf. (hen) Baca juga :

Read More

Alumni Kedokteran Unisba Turun ke Pesantren Atasi Problem Kesehatan

Bandung — 1miliarsantri.net : Lingkungan pesantren, masih memiliki masalah terkait kondisi kesehatan. Karena, hingga saat ini masih tinggi angka kejadian penyakit menular di pesantren terutama yang berhubungan dengan pola hidup bersih dan sehat. “Selain itu, sarana dan prasarana milik pesantren dan fasilitas kesehatan yang masih sangat minimal. Sehingga kami menginisiasi dan memfasilitasi para dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) agar dapat mengamalkan ilmunya melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM),” terang Ketua Tim PKM FK Unisba, Dr R Anita Indriyanti, dr MKes kepada 1miliarsantri.net, Ahad (25/8/2024). Anita menjelaskan, PKM kali ini mengusung tema ‘Pemberdayaan Alumni FK Unisba Wilayah Priangan Timur sebagai Upaya Kontribusi Peduli Pesantren Sehat di Lingkungannya’. Kegiatannya, digelar di Pondok Pesantren Sabilunnajat, Kec Rancah, Kab Ciamis, Ahad (18/8/2024) pekan lalu. Anita mengatakan, PKM ini pun digelar mengacu pada data bahwa Unisba yang sudah berhasil mencetak sebanyak 1.630 dokter. Berdasarkan survei tahun 2023, di wilayah Priangan Timur yang terdiri dari kota Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar dan Pangandaran sudah terbentuk ikatan alumni yang beranggotakan 41 orang dokter. “Sedangkan wilayah Jabar dengan jumlah pesantrennya yang mencapai sekitar 9.310 pesantren. Daerah yang memiliki jumlah pesantren terbanyak di Jabar adalah Kabupaten Tasikmalaya 1.344 pesantren, Kabupaten Garut dengan 1.055 pesantren,” paparnya. Menurutnya, tujuan dilaksanakna PKM adalah untuk mengatasi banyaknya permasalahan yang timbul di lingkungan pesantren. Terutama, kondisi kesehatan pesantren yang masih tinggi angka kejadian penyakit menular terutama yang berhubungan dengan pola hidup bersih dan sehat, sarana dan prasarana milik pesantren dan fasilitas kesehatan yang masih sangat minimal. Sehingga, bisa menginisiasi dan memfasilitasi para dokter alumni FK UNISBA untuk dapat mengamalkan ilmunya. Anita menjelaskan, metode yang dilakukan pada kegiatan ini diawali dengan diadakannya Focused Group Discussion (FGD) dengan tim dokter alumni FK Unisba untuk analisis masalah yang ada di pondok pesantren Sabilunnajat. Kemudian, dilanjutkan dengan kunjungan lapangan serta digelar screening kesehatan, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, penyediaan perlengkapan kesehatan di posko kesehatan yang berupa UKS mini, pembekalan materi/ilmu kesehatan melalui pembentukan Kader Santri Sehat di Pondok Pesantren Sabilunnajat. Kegiatan screening kesehatan, diikuti oleh 150 orang santri pondok. Screening ini dipimpin oleh dr Maryam Hazrina, Alumni FK Unisba beserta tim Puskesmas setempat. Kegiatan lainnya dilakukan secara paralel yaitu sosialisasi pola hidup bersih dan sehat yang dipimpin oleh dr. Khairina Bayani Uyun, MH yang diikuti oleh 40 orang kader Santri Sehat yang akan dilanjutkan secara bertahap pada 4 pekan kedepan dengan materi kesehatan yang beragam. Pengadaan posko kesehatan berupa UKS mini juga akan secara bertahap difasilitasi, sebagai upaya penyediaan fasilitas kesehatan lini pertama bila ada masalah kesehatan dilingkungan pondok. “Diharapkan dengan pelaksanaan PkM secara berkesinambungan ini, dapat meningkatkan kepedulian para dokter Alumni FK Unisba bisa turut serta meningkatkan kualitas kesehatan, serta dapat mengamalkan ilmunya bagi agama dan masyarakat sekitarnya. (den) Baca juga :

Read More

Tidur Adalah Kenikmatan dari Allah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Selalu ada yang unik dalam perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada HUT RI tahun ini, terdapat masyarakat Indonesia menggelar Lomba Tidur Nasional yang diikuti ribuan pendaftar. Lomba ini digelar oleh Davi Gadjali bersama Posbloc untuk memeriahkan bulan kemerdekaan. Tidur sendiri juga memiliki arti tersendiri dalam Islam. Lalu bagaimana hakikat tidur dalam Islam? Dalam Islam, tidur dianggap sebagai salah satu anugerah dari Allah yang memiliki banyak hikmah dan manfaat. Ada beberapa panduan dan ajaran mengenai tidur yang diajarkan dalam Islam, yang berkaitan dengan kesejahteraan fisik dan spiritual seorang Muslim. Dalam Islam tidur disebut sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah dan merupakan nikmat yang diberikan-Nya kepada manusia untuk beristirahat setelah beraktivitas. Dalam Alquran, Allah berfirman: وَمِنْ اٰيٰتِهٖ مَنَامُكُمْ بِالَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاۤؤُكُمْ مِّنْ فَضْلِهٖۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّسْمَعُوْنَ Artinya: Di antara tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan)-Nya ialah tidurmu pada waktu malam dan siang serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran dan kekuasaan Allah) bagi kaum yang mendengarkan.” (QS Ar rum [30]:23). Dalam Tafsir Tahlili Kemenag dijelaskan, ayat ini masih membicarakan tanda-tanda kekuasaan dan kebesaran Allah, alam semesta dan hubungannya dengan keadaan manusia, pergantian siang dan malam, serta tidur manusia di malam hari dan bangunnya mencari rezeki di siang hari. Manusia tidur di malam hari agar badannya mendapatkan ketenangan dan istirahat, untuk memulihkan tenaga-tenaga yang digunakan waktu bangunnya. Tidur dan bangun itu silih berganti dalam kehidupan manusia, seperti silih bergantinya siang dan malam di alam semesta ini. Dengan keadaan yang silih berganti itu, manusia akan mengetahui nikmat Allah serta kebaikan-Nya. Di waktu tidur manusia mengistirahatkan tubuhnya. Dia akan mendapatkan pergerakan anggota tubuhnya dengan leluasa di waktu bangun. Dalam ayat ini, tidur didahulukan daripada bangun, padahal kelihatannya bangun itu lebih penting daripada tidur karena ketika bangun orang bekerja, berusaha, dan melaksanakan tugas dan kewajibannya dalam hidup, sebagaimana terkandung dalam firman-Nya, “dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya”. Pada umumnya manusia itu sedikit sekali yang memperhatikan kenikmatan tidur. Kebanyakan mereka memandang tidur itu sebagai suatu hal yang tidak penting. Ini adalah pengertian yang salah dalam memahami nikmat besar yang dianugerahkan Allah kepada manusia. Tidur merupakan pengasingan manusia dari kesibukan-kesibukan hidup, dan terputusnya hubungan antara jiwa dengan zatnya sendiri, seakan-akan identitasnya hilang waktu itu. Ketika tidur atau dalam keadaan antara bangun dan tidur, manusia pergi ke mana saja yang ia sukai dengan akal dan rohnya. Ia bisa melanglang buana ke balik alam materi yang tidak mempunyai belenggu dan halangan. Di sana dia dapat merealisir apa yang tidak dapat direalisasikannya di dalam dunia serba benda ini. Dalam alam mimpi itu dia akan mendapat kepuasan. Berapa banyak orang yang miskin, tapi dalam mimpinya ia dapat memakan apa yang diinginkannya. Berapa banyak orang yang teraniaya, tapi dalam mimpinya ia dapat mengobati jiwanya dari keganasan dan kezaliman. Berapa banyaknya orang yang berjauhan tempat tinggal, tetapi dalam mimpi mereka dapat berjumpa dengan sepuas hatinya. Menurut ahli ilmu jiwa, mimpi yang dialami pada waktu tidur merupakan penetralisir, yakni pemurni dan penawar bagi jiwa. Bagi orang-orang yang sedang lapar umpamanya, mereka dapat mewujudkan apa yang diinginkan atau dikhayalkannya di waktu bangun. Demikian pula halnya dengan orang-orang yang teraniaya, haus, dan sebagainya. Dengan situasi itu jiwa akan lega dan tenteram. Kalau tidak demikian, tentu akan terjadi ketegangan-ketegangan jiwa yang sangat berbahaya. Jadi dalam dunia tidur, manusia akan mendapat kepuasan akal, rohani, dan jiwanya. Hal mana tidak dapat diperolehnya di waktu bangun atau jaga. Apabila tubuh manusia memerlukan makan dan minum, maka roh, jiwa, dan akal pun memerlukan makan dan minum. Kedua hal itu dilakukannya di waktu tidur. Tidur itu tidak lain merupakan belenggu bagi tubuh, tetapi kebebasan bagi jiwa. Dengan demikian, segi kejiwaan mendapatkan kebahagiaannya di waktu tidur, serta bebas dari kebendaan, tekanan, dan kezaliman. Kalau tidak demikian, roh itu akan selalu terbelenggu dalam tubuh dan cahayanya akan pudar. Orang-orang yang menganggap tidur sebagai suatu hal yang remeh, kemestian yang berat dan diharuskan bagi tubuh manusia, serta suatu obat yang mencekam kepribadiannya, seperti pada masa kanak-kanak dan masa tua, maka anggapan demikian itu disebabkan karena mereka tidak mengetahui kecuali apa yang dapat diraba oleh tangan, atau dilihat oleh mata sendiri. Adapun yang di balik itu, mereka tidak mengetahui atau mempercayainya, atau karena mereka materialistis, yang hanya melihat kepada materi saja. Mereka bergaul dengan manusia hanyalah atas dasar materi. Apabila tidur dianggap sebagai nikmat yang nyata, maka sesungguhnya Allah telah menyediakan malam sebagai waktu yang tepat untuknya. Tidur adalah nikmat yang jelas, seperti dalam firman Allah: قُلْ اَرَءَيْتُمْ اِنْ جَعَلَ اللّٰهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ مَنْ اِلٰهٌ غَيْرُ اللّٰهِ يَأْتِيْكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُوْنَ فِيْهِ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ ٧٢ (القصص) Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS al-Qasas [28]: 72) Malam itu tidak ubahnya sebagai layar yang menutupi makhluk-makhluk hidup termasuk manusia. Lalu dia mengantarkan mereka kepada ketenangan, kemudian tidur. Sesungguhnya malam merupakan sesuatu yang tidak terelakkan datangnya, sebagaimana juga siang. Malam adalah waktu untuk istirahat dan siang adalah waktu untuk bekerja. Adapun bagi mereka yang bekerja pada malam hari, baginya tetap dituntut untuk memelihara hak badannya dalam arti mengistirahatkannya. Allah berfirman: وَهُوَ الَّذِيْ يَتَوَفّٰىكُمْ بِالَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيْهِ لِيُقْضٰٓى اَجَلٌ مُّسَمًّىۚ ثُمَّ اِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ ٦٠ (الانعام) Artinya: “Dan Dialah yang menidurkan kamu pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umurmu yang telah ditetapkan. Kemudian kepada-Nya tempat kamu kembali, lalu Dia memberitahukan ke-padamu apa yang telah kamu kerjakan.” (al-An‘am [6]: 60) Karena malam adalah waktu yang penting dan tepat untuk tidur, Allah banyak sekali bersumpah dalam Alquran dengan malam, seperti Surah al-Lail (Malam), sebagai penghargaan bagi waktu malam. Dalam surah ini terdapat isyarat bahwa di kala malam itu datang, tertutuplah cahaya siang, dan terjadilah kegelapan dan keheningan yang merata. Waktu semacam itu sesuai betul untuk tidur dan beristirahatnya tubuh dan jiwa. Apabila siang datang, maka terang benderanglah alam ini dan waktu semacam itu…

Read More