Anak Bisa Lakukan Amalan untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagai anak pastinya ingin terus berbakti kepada kedua orangtua. Rasa ingin membahagiakan orangtua semasa hidupnya, bahkan melakukan amalan untuk orangtua yang sudah meninggal. Tujuan utama dari melakukan amalan tersebut adalah menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi kedua orangtua yang telah meninggal dunia. Rasulullah bersabda, “Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR Muslim: 1631). Dari hadist di atas maka bisa dimaknai bahwa amal-amal tersebut tetap dapat menjadi sumber pahala yang terus mengalir bagi orang yang sudah meninggal, terutama melalui doa dan kebaikan seorang anak yang shalih. Jadi sebagai anak kita tetap bisa berbakti kepada orangtua meskipun keduanya telah meninggal dunia. Yaitu dengan mengirimkan pahala melalui beberapa amalan yang kita lakukan. Berikut ini amalan yang bisa dilakukan: Dalam hadits lain disebutkan, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya yang paling baik dari makanan seseorang adalah hasil jerih payahnya sendiri. Dan anak merupakan hasil jerih payah orangtua.” (HR Abu Daud: 3528, Tirmidzi: 1358 dan Ibnu Majah: 2290). Yang tidak kalah penting sebaiknya selama masih hidup, itulah kesempatan kita terbaik untuk berbakti pada orangtua. Karena berbakti pada keduanya adalah jalan termudah untuk masuk surga. Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi no. 1900, Ibnu Majah no. 3663 dan Ahmad 6: 445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan). Al-Qadhi Baidhawi mengatakan, “Bakti pada orangtua adalah pintu terbaik dan paling tinggi untuk masuk surga. Maksudnya, sarana terbaik untuk masuk surga dan yang mengantarkan pada derajat tertinggi di surga adalah lewat mentaati orangtua dan berusaha mendampinginya. Ada juga ulama yang mengatakan, ‘Di surga ada banyak pintu. Yang paling nyaman dimasuki adalah yang paling tengah. Dan sebab untuk bisa masuk surga melalui pintu tersebut adalah melakukan kewajiban kepada orang tua.’ (Tuhfah Al-Ahwadzi, 6: 8-9). (yan) Baca juga :

Read More

Apakah Nabi-Nabi Sebelum Rasulullah SAW Beragama Islam?

Surabaya — 1miliarsantri.net : Rasulullah Muhammad SAW memiliki hubungan yang kuat dengan semua Nabi yang diutus sebelumnya. Beliau menyampaikan pesan yang sama dan memimpin jalan yang sama seperti nabi sebelumnya, mulai dari Nabi Adam sampai Nabi Isa. Beliau adalah mata rantai terakhir dalam rantai para Nabi yang diberkahi. Hubungan ini sangat ditekankan baik dalam Alquran maupun biografi Nabi sebagai ikatan misi bersama, cinta, dan rasa hormat. Alquran menjelaskan dengan jelas bahwa pesan Nabi bukanlah hal baru bagi umat manusia: Allah SWT berfirman: قُلْ مَا كُنْتُ بِدْعًا مِّنَ الرُّسُلِ وَمَآ اَدْرِيْ مَا يُفْعَلُ بِيْ وَلَا بِكُمْۗ اِنْ اَتَّبِعُ اِلَّا مَا يُوْحٰٓى اِلَيَّ وَمَآ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku bukanlah Rasul yang pertama di antara para rasul dan aku tidak tahu apa yang akan diperbuat (Allah) kepadaku dan kepadamu. Aku hanyalah mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku dan aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan.” (QS Al-Ahqaf [46]:9) Di sini, menurut Imam Ar-Razi, Nabi bersabda: “Aku hanyalah seorang manusia seperti halnya semua pembawa pesan Tuhan yang mendahuluiku”. Artinya, inti pesan semua Nabi sejak Adam sampai Muhammad SAW adalah penyerahan diri sepenuhnya kepada Keesaan Tuhan. Pesan ini pun secara efektif dirangkum dalam kata bahasa Arab, yaitu “Islam”, yang secara harfiah berarti penyerahan diri. Alquran juga menyatakan bahwa satu-satunya jalan hidup yang diterima dan diridhai Allah adalah ‘berserah diri kepada-Nya’: اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ Artinya: “Sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah ialah Islam.” (Ali Imran [3]:19) Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa Islam adalah jalan hidup yang diterima Allah dari umat-Nya. Dalam ayat-ayat lain, Alquran menegaskan bahwa Islam adalah risalah yang dibawa oleh setiap Nabi. Allah SWT berfirman: وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْٓ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدُوْنِ Artinya: “Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Nabi Muhammad), melainkan Kami mewahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku”. (QS Al-Anbiya’ [21]:25) Nabi Nuh, misalnya, berkata: يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗۗ اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ “Wahai kaumku, sembahlah Allah (karena) tidak ada tuhan bagi kamu selain Dia.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah) aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (hari Kiamat). (QS Al-A‘raf [7]:59) Nabi Nuh juga dengan lugas menyatakan bahwa dia adalah seorang Muslim: فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَاَلْتُكُمْ مِّنْ اَجْرٍۗ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلَى اللّٰهِ ۙوَاُمِرْتُ اَنْ اَكُوْنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ Artinya: “Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta imbalan sedikit pun darimu. Imbalanku tidak lain hanyalah dari Allah dan aku diperintah agar aku masuk ke dalam golongan orang-orang muslim.” (QS Yunus [10]:72) Bapak para Nabi, Ibrahim As, juga mengemban misi menjadi seorang Muslim: مَاكَانَ اِبْرٰهِيْمُ يَهُوْدِيًّا وَّلَا نَصْرَانِيًّا وَّلٰكِنْ كَانَ حَنِيْفًا مُّسْلِمًاۗ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ Artinua: “Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan pula seorang Nasrani, melainkan dia adalah seorang yang hanif98) lagi berserah diri (muslim). Dia bukan pula termasuk (golongan) orang-orang musyrik.” (QS Ali Imran [3]:67) Demikian pula anak-anak Nabi Yaqub meyakinkan ayah mereka bahwa mereka akan terus tunduk dan menyembah Tuhan yang Esa, yaitu Tuhan Ibrahim, Ismail dan Ishaq: اَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاۤءَ اِذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ الْمَوْتُۙ اِذْ قَالَ لِبَنِيْهِ مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْۢ بَعْدِيْۗ قَالُوْا نَعْبُدُ اِلٰهَكَ وَاِلٰهَ اٰبَاۤىِٕكَ اِبْرٰهٖمَ وَاِسْمٰعِيْلَ وَاِسْحٰقَ اِلٰهًا وَّاحِدًاۚ وَنَحْنُ لَهٗ مُسْلِمُوْنَ Artinya: “Apakah kamu (hadir) menjadi saksi menjelang kematian Ya‘qub ketika dia berkata kepada anak-anaknya, “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab, “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu: Ibrahim, Ismail, dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan (hanya) kepada-Nya kami berserah diri.” (QS Al-Baqarah [2]:133) Senada dengan itu, Nabi Musa juga meminta kaumnya untuk menyembah Satu Tuhan: وَقَالَ مُوْسٰى يٰقَوْمِ اِنْ كُنْتُمْ اٰمَنْتُمْ بِاللّٰهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوْٓا اِنْ كُنْتُمْ مُّسْلِمِيْنَ Artinya: “Musa berkata, “Wahai kaumku, jika kamu sungguh-sungguh beriman kepada Allah, bertawakallah hanya kepada-Nya apabila kamu benar-benar orang-orang muslim (yang berserah diri kepada Allah).” (QS Yunus [10]:84) Nabi Isa tidak berbeda dengan Musa sebagaimana dijelaskan dalam Alquran. Allah SWT berfirman: ۞ فَلَمَّآ اَحَسَّ عِيْسٰى مِنْهُمُ الْكُفْرَ قَالَ مَنْ اَنْصَارِيْٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ قَالَ الْحَوَارِيُّوْنَ نَحْنُ اَنْصَارُ اللّٰهِ ۚ اٰمَنَّا بِاللّٰهِ ۚ وَاشْهَدْ بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ Artinya: “Ketika Isa merasakan kekufuran mereka (Bani Israil), dia berkata, “Siapakah yang akan menjadi penolongku untuk (menegakkan agama) Allah?” Para hawari (sahabat setianya) menjawab, “Kamilah penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah dan saksikanlah sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim”. (QS Ali Imran [3]:52) Hal ini tentu saja menjelaskan bahwa ikatan antara Rasulullah Muhammad SAW dengan para Nabi sebelumnya adalah ikatan yang memiliki misi yang sama, yakni Lailaha illallah: Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah. (yat) Baca juga :

Read More

Bertemu Anak Yatimnya di Palestina, Orang Tua Asuh Hanya Bisa Berderai Air Mata

Bandung — 1miliarsantri.net : Yayasan Amanah Kemanusiaan Global (Amal) berhasil menyelenggarakan pertemuan virtual (Zoom Meeting) antara orang tua asuh dengan anak yatim asuhannya di Palestina pada Kamis (9/10/2024). Pada kesempatan tersebut hadir sekitar 50 orang tua asuh yang dipertemukan dengan 20 anak yatim Palestina. Suasana haru langsung terasa ketika satu per satu orang tua asuh berkomunikasi secara daring. Membuka Zoom Meeting, Ust. Ridwan Kamaludin, S.Hum selaku Ketua Yayasan AMAL dan mutarjim menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh orang tua asuh yang telah setia menyantuni anak-anak yatimnya di Palestina.Beberapa orang tua asuh bahkan sudah menyantuni anak yatimnya sejak tahun 2017. Pada kesempatan itu pula, Ustadz Ridwan menyampaikan permohonan maafnya terkait acara Zoom Meeting yang sempat tertunda karena alasan keamanan. Seperti kita ketahui, saat ini eskalasi perang di Palestina terus meningkat, terlebih dengan bergabungnya Iran memerangi Israel. Meski Tepi Barat tempat anak-anak yatim Palestina melakukan Zoom Meeting berjarak 75 KM dari Tel Aviv, namun suara dentuman roket-roket yang dilancarkan dari Iran ke Ibu Kota Israel tersebut. Salah satu orang tua asuh yang hadir adalah Ibu Rislina perwakilan dari komunitas umahat Lampung akhirnya dapat bertegur sapa dengan anak yatim yang diasuhnya yang bernama Ibrahem Sadi. Membuka percakapan, Ibu Rislina berderai air mata sambil menyampaikan pesan kepada Ibrahem. “Ibrahem yang sabar ya… Doa kami selalu panjatkan Ibrahem sekeluarga senantiasa aman dan selamat,” tuturnya. Ibu Rislina juga menyampaikan rasa bangganya dapat bertatap muka dan berinteraksi dengan Ibrahem, meski via Zoom. Dari mulutnya, Ibrahim yang berumur 8 tahun itu mengundang orang tua asuhnya untuk datang ke Palestina. Orang tua asuh lainnya adalah Ibu Asih Fatimah yang mengasuh dua anak yatim sekaligus, yaitu Kinda Salah (7 thn) dan Yousef Mahmoud (11 thn). Kepada keduanya, Ibu Asih berpesan agar mereka kuat, tabah, dan meneruskan perjuangan meraih kemerdekaan Palestina. Kepada AMAL, secara khusus Ibu Asih menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah menjadi jalan atau wasilah pertemuan daring antara beliau dan anak-anak asuhnya di Palestina. Sejak 2017, AMAL telah mengadakan program orang tua asih untuk anak-anak yatim di Palestina. Dalam situasi perang di Gaza, Ust. Ridwan mengakui bahwa AMAL belum dapat mengkonfirmasi keberadaan mereka saat ini, apakah telah syahid atau terluka terkena serangan roket-roket Israel. 20 anak yatim yang dihadirkan pada Zoom Meeting kali ini adalah anak-anak yatim di Tepi Barat yang masih dapat dikonfirmasi keberadaannya. Selain 20 anak yatim tersebut, tentu masih banyak anak-anak yatim Palestina yang membutuhkan bantuan. Dalam salah satu laporannya, Biro Pusat Statistik Palestina menyatakan bahwa ada 43.349 anak hidup di Jalur Gaza tanpa salah satu atau kedua orang tua mereka. Pada tahun 2020, terdapat 26.349 anak berusia 0-17 tahun yang menjadi yatim piatu (kehilangan salah satu atau kedua orang tua) di Jalur Gaza. Namun, perkiraan yang disusun oleh UNICEF menunjukkan bahwa sekitar 17.000 anak di Jalur Gaza menjadi yatim piatu setelah kehilangan salah satu atau kedua orang tua sejak 7 Oktober 2023. Oleh karena itu, Ust. Ridwan mengajak kepada seluruh dermawan di Indonesia untuk ambil bagian dalam program “Orang Tua Asuh” yang akan meng-cover kebutuhan hidup anak yatim Palestina, dari keperluan sekolah, uang makan, dan lain sebagainya. Untuk diketahui, program “Orang Tua Asuh” ini adalah program dalam jangka waktu minimal setahun dan benefit yang akan diterima oleh orang tua asuh adalah kesempatan Zoom Meeting, surat dari anak asuh/wali, update laporan perkembangan anak yatim, dan tentu saja keberkahan dari doa-doa anak yatim kepada orang tua asuhnya. Ke depannya, AMAL akan menggelar acara serupa untuk dapat memperluas sebaran program “Orang Tua Asuh” dan menyantuni lebih banyak anak-anak Yatim Palestina. Program ini terbuka untuk umum, baik itu perorangan, lembaga, komunitas, atau instansi pemerintah dapat bergabung dan menyantuni satu atau lebih anak yatim Palestina. (den) Baca juga :

Read More

Andrew Garfield ‘Spider-Man’ Berani Bela Palestina

New York — 1miliarsantri.net : Andrew Garfield, aktor terkenal pemeran Spider-Man, baru-baru ini menyuarakan dukungannya untuk rakyat Palestina di Gaza. Dalam sebuah podcast, Garfield menegaskan bahwa “hati dan energi kita” harus berpihak pada mereka yang menderita di tengah perang Israel-Hamas yang mematikan di Timur Tengah, serta “siapa pun yang menderita dan tertindas.” Komentar Garfield menjadi viral di media sosial pekan ini setelah ditayangkan dalam episode terbaru podcast “Happy Sad Confused” yang dipandu Josh Horowitz pada Kamis (10/10/2024). Garfield, yang saat ini sedang mempromosikan film drama romantisnya “We Live in Time” bersama Florence Pugh, melakukan perbincangan panjang dengan Horowitz di 92nd Street Y, New York. Ini bukan pertama kalinya Garfield menunjukkan dukungan untuk Palestina. Namun, minggu ini dia mempertegas sikapnya dengan menekankan simpatinya pada mereka yang terkena dampak konflik di Palestina. Menurut AP News, konflik terkini di Gaza merupakan fase paling mematikan bagi warga Palestina dalam sejarah perselisihan Israel-Palestina. Pada Agustus lalu, PBB melaporkan bahwa 40.000 warga Palestina telah tewas selama setahun terakhir, berdasarkan data dari kementerian kesehatan Gaza. Meski sukses di Hollywood, Garfield tetap peka terhadap isu-isu global. Dalam wawancara podcast Kamis lalu, Horowitz mengajukan pertanyaan terbuka tentang kebutuhan pribadi Garfield. Garfield menjawab dengan mendesak orang-orang untuk fokus pada penderitaan warga Palestina di Gaza, menyatakan bahwa kebahagiaan pribadinya sudah lebih dari cukup. “Kamu tahu, dari semua orang di dunia, aku tidak butuh apa-apa lagi – aku sudah sangat bahagia,” kata Garfield. “Kita seharusnya menyalurkan energi kita pada sesuatu yang benar-benar penting, kau tahu? Ya, mungkin nyawa warga Palestina di Gaza saat ini. Mungkin di situlah kita harus menaruh hati dan energi kita.” Aktor tersebut melanjutkan, “Dan siapa pun yang menderita, siapa pun yang tertindas – siapa pun yang menderita di bawah beban kengerian dunia kita saat ini. Siapa pun yang tidak punya pilihan untuk hidup bermartabat. Ya – ke sanalah energi kita harus diarahkan sekarang.” Tak lama setelah perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023, Garfield bersama beberapa aktor lainnya menandatangani surat terbuka kepada Presiden Joe Biden, meminta gencatan senjata di wilayah tersebut. Aktor lain yang ikut menandatangani termasuk Joaquin Phoenix, Kristen Stewart, Oscar Isaac, Cate Blanchett, Jeremy Strong, Quinta Brunson, Ayo Edebiri, Hasan Minhaj, dan lainnya. (ris/AP) Baca juga :

Read More

Industri Halal, Ekonomi, dan Keuangan Syariah Indonesia Makin Diakui di Kancah Global

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sektor ekonomi syariah Indonesia semakin diakui di kancah global, bersaing dengan negara-negara berbasis ekonomi syariah yang kuat seperti Malaysia dan Arab Saudi. Menurut Wakil Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mirza Adityaswara, berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy Report 2023, Indonesia berhasil menempati peringkat ke-3 dalam Global Islamic Economy Indicator. Capaian ini naik dari peringkat ke-4 tahun sebelumnya. Dia menyebutkan Indonesia juga mencatatkan sejumlah pencapaian signifikan di sektor industri halal yaitu sebagai berikut: Peringkat ke-2 untuk industri makanan halalPeringkat ke-3 untuk industri fasion MuslimPeringkat ke-5 untuk industri farmasi dan kosmetik halalPeringkat ke-6 untuk industri media dan rekreasiPeringkat ke-7 untuk sektor keuangan syariah. Dalam sektor pariwisata ramah Muslim, Indonesia berada di peringkat pertama berdasarkan Global Muslim Travel Index. Dia mengungkapkan, peningkatan ini juga tidak lepas dari dukungan pemerintah yang terus menetapkan kebijakan strategis. Wakil Presiden RI telah menetapkan target literasi ekonomi dan keuangan syariah sebesar 50 persen. “Ini ditindaklanjuti melalui dokumen strategis seperti Master Plan Ekonomi dan Keuangan Syariah serta Strategi Literasi dan Inklusi Ekonomi dan Keuangan Syariah,” terang Mirza saat ditemui 1miliarsantri.net, Selasa (15/10/2024). Mirza juga memaparkan pencapaian di sektor keuangan syariah. Per Agustus 2024, total aset sektor keuangan syariah mencapai Rp 2.742 triliun, meningkat 12,9 dari tahun sebelumnya. Detail pencapaian tersebut meliputi: Total aset sektor perbankan syariah sebesar Rp 902 triliun, dengan pertumbuhan 10,4 persenTotal aset sektor industri keuangan non-bank syariah sebesar Rp 163 triliun Total aset sektor pasar modal syariah mencapai Rp 1.676 triliun, tumbuh 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Mirza juga mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia adalah saham syariah, dengan market share mencapai 53 persen. Sukuk negara memiliki market share 21 persen, sukuk korporasi 10 persen, dan reksadana syariah 9 persen. Di bidang asuransi dan dana pensiun syariah (PPDP Syariah), asetnya tumbuh positif sebesar 1,2 persen dengan total aset Rp 56,3 triliun pada tahun 2024, mencapai market share 2,1 persen dari total aset PPDP konvensional. Sektor lembaga pembiayaan syariah (PPML Syariah) juga mengalami pertumbuhan signifikan. Aset dan piutang syariah masing-masing tumbuh sebesar 9,7 persen dan 21,3 persen, dengan market share sekitar 10. “Ke depan, pengembangan teknologi keuangan digital syariah juga menjadi fokus kami. Berdasarkan Global Islamic Fintech Report, Indonesia menempati peringkat ke-3 dari 81 negara dengan sistem ekonomi syariah terkuat, setelah Malaysia dan Arab Saudi,” sambung Mirza. Lebih lanjut, dia memberikan apresiasi kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) yang rutin menggelar Ijtima’ Sanawi Dewan Pengawas Syariah (DPS) setiap tahun. Menurutnya, kolaborasi antara MUI, DSN, dan OJK sangat penting dalam mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. “Terima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia dan Dewan Syariah Nasional yang setiap tahun rutin menyelenggarakan Ijtima’ Sanawi Dewan Pengawas Syariah. Kolaborasi yang kuat antara OJK dan DSN terus kita perkuat untuk perkembangan yang lebih baik,” pungkasnya.(wink) Baca juga :

Read More

Ketoprak dan Pecel Masuk Daftar 50 Salad Terlezat Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketoprak dan pecel berhasul masuk dalam daftar salad terbaik di dunia versi Taste Atlas. Hodangan tradisional perpaduan antara sayur mentah yang diguyur dengan bumbu kacang ini bersanding dengan salad dari berbagai dunia. Kedua makanan ini masuk ke dalam deretan salad terbaik di dunia oleh platform panduan kuliner internasional Taste Atlas edisi Agustus 2024 dengan meraih skor 4,3 poin. Pecel berada di peringkat 16 sedangkan Ketoprak berada di urutan ke 27. Di posisi teratas, Dakos dari Yunani meraih skor tertinggi, 4,5 poin, diikuti oleh Pai Huang Gua (China) dan Mechouia Salad (Tunisia) dengan skor yang sama. Tentunya jadi kebanggaan tersendiri untuk bangsa Indonesia dimana budaya dan warisan leluhur tetap terjaga. Selain itu juga menjadi destinasi wisata kuliner bagi wisatawan mancanegara mencicipi kuliner secara langsung. (Iin) Baca juga :

Read More

Alquran Menyebutkan Soal Pernikahan Beda Agama

Jakarta — 1miliarsantri.net : Alquran menyebutkan soal pernikahan beda agama. Ini tercantum dalam Surat Al Baqarah ayat 221. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.” (QS Al Baqarah ayat 221) Siddiq Hasan Khan Al Qonuji dalam kitab tafsirnya berjudul Fathul Bayan fii Maqasid Al Qur’an, memaparkan, nikah yang dimaksud dalam ayat itu ialah yang dengan akad, bukan persetubuhan. Dijelaskan bahwa dalam Alquran, tidak ada satu pun penjelasan yang menyebutkan bahwa makna pernikahan adalah persetubuhan, sekalipun yang melakukannya adalah orang yang beriman kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Karena itu, dalam Islam, pengertian nikah merujuk pada akad pernikahan. Adapun dalam ayat 221 Surah Al Baqarah, juga disebutkan mengenai larangan menikahi perempuan musyrik. Dalam hal ini, yang dimaksud perempuan musyrik adalah perempuan ahli kitab, karena ahli kitab termasuk musyrik. Dari keumuman ayat 221 Surah Al-Baqarah itu, Allah SWT mengharamkan pernikahan kepada perempuan musyrik dan perempuan ahli kitab. Lalu turunlah ayat 5 Surah Al Maidah. Allah SWT berfirman: “Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, apabila kamu membayar maskawin mereka untuk menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan. Barangsiapa kafir setelah beriman, maka sungguh, sia-sia amal mereka, dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi.” Hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Malik, Sufyan bin Said, Abdurrahman bin Amr dan al-Awza’i. Sebagian ulama berpendapat bahwa ayat 221 Surah Al Baqarah membatalkan ayat 5 Surah Al Maidah, sehingga, menurut pendapat ini, haram menikah dengan perempuan ahli kitab dan perempuan musyrik. Ini adalah salah satu dari dua pendapat Imam Syafi’i dan sebagian ulama lain juga berpendapat demikian. Namun, pendapat tersebut menghadapi fakta bahwa Surah Al-Baqarah ayat 221 itu lebih dulu diturunkan, dari Surah Al Maidah ayat 5 yang diturunkan setelahnya. Pendapat pertama seperti yang telah disebutkan di atas, merujuk pada riwayat dari Utsman bin Affan, Thalhah, Jabir, Hudzaifah, Said bin Al Musayyib, Said bin Jubair, Al Hasan, Tawus, Ikrimah, Al Sha’bi dan Al-Dhahhak. Diriwayatkan oleh Al-Nahhas dan Al-Qurthubi. Sementara itu, Ibn Al-Mundzhir juga meriwayatkan dari dua sahabat dan Umar bin Khattab, yang berkata, “Tidak benar bahwa ada ulama di masa awal yang melarang itu (pernikahan dengan perempuan ahli kitab).” Sebagian ulama yang lain berpendapat bahwa kata musyrik tidak merujuk pada ahli kitab. Sebab, Allah SWT berfirman: “Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.” (QS Al Baqarah ayat 105) Dari ayat itu, dapat diketahui bahwa kata musyrik bersifat umum. Dengan demikian, keumuman tersebut sebagai bentuk penjelasan khusus untuk ayat 5 Surah Al Maidah, sebagaimana yang diriwayatkan dari Muqhatil bin Hayyan. Muqhatil bin Hayyan mengatakan, ayat tersebut diturunkan ketika sahabat bernama Abu Martsad al-Ghanawi meminta izin kepada Nabi Muhammad SAW untuk menikah dengan perempuan dari kafir Quraisy bernama Anaq. Setelah itu, Allah SWT menurunkan ayat 221 Surah Al Baqarah, yang berisi tentang larangan menikah dengan perempuan musyrik. Imam Bukhari mengeluarkan riwayat dari Ibnu Umar, yang berkata, “Allah melarang pernikahan perempuan musyrik dengan seorang Muslim. Aku tidak mengetahui kemusyrikan yang lebih besar dari seorang perempuan mengatakan Tuhannya adalah Isa atau hamba Allah.” (jeha) Baca juga :

Read More

UAH : Kunci Emas Menjadi Pribadi Istimewa di Hadapan Allah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam sebuah kajian ceramah yang menyentuh hati, Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengungkapkan rahasia menjadi orang penting sekaligus baik di mata Allah SWT. Beliau menekankan pentingnya mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek kehidupan. UAH memulai ceramahnya dengan menjelaskan makna kata “naba” dalam Al-Quran, yang berarti berita penting. Beliau menghubungkan kata ini dengan peran para nabi sebagai pembawa berita penting dari Allah. “Nabi senyum, senyumnya nabi itu penting. Sehingga ketika kita meniru, kita menjadi orang penting,” ujar Ustaz Adi Hidayat dikutip dari akun instagramnya, Minggu (13/10/2024). Beliau melanjutkan bahwa setiap aspek kehidupan Rasulullah Muhammad SAW, baik yang sederhana maupun kompleks, memiliki nilai penting yang patut diteladani. Mulai dari cara berjalan hingga perannya sebagai suami, ayah, pekerja, dan pemimpin. Ustaz Adi kemudian menyoroti perbedaan antara menjadi orang penting dan orang baik. Beliau menjelaskan bahwa pada diri Nabi Muhammad SAW, kedua kualitas ini menyatu dan membentuk konsep “uswah” atau suri teladan. “Memang baik jadi orang penting, tapi lebih penting jadi orang baik,” tegasnya. Dalam ceramahnya, Ustaz Adi juga memberikan beberapa nasihat penting berdasarkan tafsir Surah An-Naba. Beliau mengajak umat Islam untuk selalu mencari informasi yang baik dan penting, serta mempersiapkan diri tidak hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga akhirat. “Jangan hanya menyiapkan kegiatan-kegiatan dan kurikulum duniawi saja. Nanti besok punya rumah kapan, rumahnya seluas apa, kendaraan mau berapa. Itu baru duniawi. Sedangkan capaian kita sampai pulang ke akhirat,” jelasnya. Ustaz Adi menekankan pentingnya membekali diri dengan hal-hal yang penting di mata Allah dan menyiapkan “kurikulum” hidup hingga kembali kepada-Nya. Beliau juga mengingatkan untuk tidak terlalu banyak memperdebatkan hal-hal yang sudah diatur oleh Allah, seperti waktu terjadinya kiamat. “Cukup jalani aturan itu. Jangan banyak diperdebatkan. Seperti orang dulu banyak berdiskusi membahas tentang waktu kiamat. Lupa mempersiapkan menjelang kiamat,” tambahnya. Pesan utama yang disampaikan Ustaz Adi adalah pentingnya meneladani Nabi Muhammad SAW dalam segala aspek kehidupan. Beliau mengajak umat Islam untuk tidak hanya fokus pada pencapaian duniawi, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Ceramah ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk selalu memprioritaskan hal-hal yang penting dalam hidup, baik di dunia maupun untuk persiapan di akhirat. (yan) Baca juga :

Read More

Norwegia Evakuasi Diplomatnya dari Lebanon

Beirut — 1miliarsantri.net : Kementerian Luar Negeri Norwegia mengumumkan evakuasi sebagian diplomatnya dari Lebanon, setelah pengeboman terjadi di dekat kedutaan besarnya di Beirut, di tengah meningkatnya serangan udara Israel dan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB. “Situasi keamanan di Lebanon masih sangat tegang dan tidak jelas. Telah terjadi pengeboman di dekat Kedutaan Besar Norwegia di Beirut. Oleh karena itu, beberapa diplomat Norwegia yang ditugaskan akan melakukan perjalanan keluar Lebanon untuk sementara waktu,” ungkap kementerian tersebut. Kantor kedutaan kini hanya memiliki kapasitas terbatas untuk membantu warga Norwegia yang masih berada di Lebanon. Pemerintah Norwegia menyarankan semua warga negaranya untuk meninggalkan Lebanon selagi masih memungkinkan, dan memperingatkan warganya agar tidak melakukan perjalanan ke wilayah tersebut. Duta Besar Norwegia untuk Lebanon akan tetap berada di Beirut, bersama dengan sejumlah kecil diplomat, untuk memantau situasi. Pengumuman tersebut muncul saat Israel mengintensifkan serangan militernya di Lebanon, yang menargetkan kelompok Hizbullah. Israel juga telah menyerang lokasi pasukan sementara PBB di Lebanon (UNIFIL), yang menyebabkan jatuhnya korban di antara pasukan penjaga perdamaian. Sejak 23 September, serangan udara Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 korban, melukai ribuan orang, dan mendorong lebih dari 1,2 juta orang mengungsi. Meskipun ada kekhawatiran internasional tentang perang regional yang lebih luas, Israel meningkatkan konflik pada dengan melancarkan invasi darat ke Lebanon selatan pada 1 Oktober lalu, menyusul serangan intensif di Gaza dan Lebanon. (san) Baca juga :

Read More

Aplikasi Qur’an Kemenag Kini Dilengkapi Terjemahan Bahasa Gayo

Aceh — 1miliarsantri.net : Aplikasi Qur’an Kemenag ada menu baru, yaitu terjemahan dalam Bahasa Gayo. Terjemahan Al-Qur’an Bahasa Gayo ini sudah dirilis Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan Kemenag bersama IAIN Takengon. Rilis terjemahan ini dikemas dalam bentuk sosialisasi yang diikuti mahasiswa dan akademisi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, serta pemerhati Al-Qur’an di Takengon. Hadir sebagai narasumber, Ketua Tim Penerjemah Zulkarnain. Menurutnya, masyarakat Gayo, yang tersebar di berbagai negara, menyambut gembira inisiatif ini. “Penerjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Gayo sangat diperlukan untuk menjaga dan memahami ajaran Islam bagi komunitas kami,” terangnya. Pj Bupati Aceh Tengah, Subandi, menyatakan bahwa peristiwa ini menandai sejarah baru. Sebab, ini adalah terjemahan Al-Qur’an pertama dalam Bahasa Gayo. Ia berterima kasih kepada Kementerian Agama yang telah menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Gayo, salah satu dari sepuluh bahasa yang ada di aplikasi Qur’an Kemenag. “Ini adalah titik tolak untuk pengembangan dan pelestarian bahasa dan budaya Gayo,” jelas Subandi. Rektor IAIN Takengon, Ridwan Nurdin, menambahkan bahwa terjemahan ini bukan hanya sekadar teks, tetapi juga menjadi panduan yang paling dekat dengan masyarakat Gayo. “Ini adalah produk pendidikan dan akan menjadi rujukan bagi perkembangan bahasa Gayo di masa depan. Dan kita patut bangga karena terjemah ini sudah masuk dalam bentuk digital pada aplikasi Qur’an Kemenag,” katanya. Kepala Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Menejemen Organisasi, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Moh Isom, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam proses ini. Ia berharap, ke depan, terjemahan ini menjadi langkah awal untuk pengembangan lebih lanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat Gayo dan sekitarnya. Aplikasi Qur’an Kemenag menjadi sarana yang tepat dan cepat dalam sosialisasi bagi terjemahan bahasa daerah yang terpercaya karena produk resmi Kementerian Agama. Kini hadir dengan berbagai versi android, IOS, website dan Add in Word untuk membantu masyarakat memahami kandungan Al-Qur’an dengan mudah dan praktis. (mik) Baca juga :

Read More