Menggunakan Parfum Beralkohol Najis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Penggunaan parfum beralkohol menjadi hal yang lumrah. Namun, perdebatan mengenai status kehalalan dan kenajisan parfum yang mengandung alkohol masih terus bergulir di kalangan umat Islam. Masalah ini berkaitan erat dengan pemahaman mengenai najisnya alkohol itu sendiri, yang menjadi sumber perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sejumlah ayat Al-Quran mengatur tentang khamr (minuman keras) dan memberikan panduan bagi umat Islam. Selain itu, surat Al-Baqarah ayat 219 juga menyebutkan bahwa ada dosa besar dalam meminum khamr meskipun ada beberapa manfaat. Hadis Rasulullah Muhammad SAW pun menegaskan tentang pengharaman khamr. Dalam riwayat yang disampaikan oleh Ibn Umar, Nabi bersabda bahwa segala yang memabukkan adalah khamr, dan semua khamr adalah haram. Pernyataan ini semakin mengukuhkan bahwa dan segala bentuk alkohol yang memabukkan tidak diperbolehkan. Berbagai pendapat mengenai status alkohol dalam parfum telah dikemukakan oleh para ulama. Dalam konteks ini, kita perlu membedakan antara alkohol yang dihasilkan dari khamr dan alkohol yang berasal dari sumber lain. Khamr secara umum dianggap najis, sedangkan alkohol yang tidak berasal dari khamr, menurut sebagian ulama, dapat dianggap suci. Fatwa-fatwa yang ada menunjukkan bahwa menggunakan alkohol dari sumber yang halal, seperti yang dihasilkan melalui proses sintesis kimiawi atau fermentasi non-khamr, diperbolehkan. Parfum yang mengandung alkohol dalam hal ini tidak dianggap najis selama tidak ada unsur yang memabukkan dari khamr. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk memastikan bahwa parfum yang mereka gunakan tidak mengandung alkohol yang berasal dari khamr.

Read More

Ini Sebab Komunis Mendapat Tempat di Grobogan

Grobogan — 1miliarsantri.net : Grobogan adalah kabupaten dengan wilayah berkapur. Gersang, miskin, memudahkan komunis mendapatkan tempat di hati masyarakat Grobogan. Bagaimana komunis bisa masuk ke Grobogan? Penduduk hanya menanam padi saat musim hujan, sebab tak ada sistem pengairan yang bisa membuat mereka menanam padi di musim kemarau. Wilayah dekat aliran Sungai Serang dan Sungai Lusi menjadi pilihan untuk membangun tempat tinggal, tetapi mereka bisa gagal panen jika curah hujan tinggi, air sungai meluap ke sawah-sawah. Tercatat pada tahun 1902, air Sungai Serang dan Lusi meluap. Petani gagal panen, terjadi paceklik, Penyakit kolera dan memam menyerang, membuat penduduk dari 257 ribu jiwa berkurang menjadi 240 ribu jiwa. Berkurangnya penduduk akibat banyak yang meninggal pertama kali terjadi di Grobogan pada 1849. Saat itu terjadi juga paceklik, penduduk yang semula berjumlah 98.500 jiwa berkurang drastic menjadi 9.000 jiwa. Pada 1880-an terulang kembali. Pada 1880 jumlah penduduk Grobogan ada 276 ribu jiwa. Akibat paceklik dan penyakit, pada 1885 penduduknya tinggal 177 ribu jiwa. Pada 1911, Sarekat Islam sudah masuk Grobogan. Ketika pecah menjadi Sarekat Islam dan Sarekat Merah pada 1912, menurut catatan De Indische Courant pada 1937, rupanya Sarekat Islam Merah mendapat tempat di Grobogan. Sarekat Islam Merah didirikan oleh mereka yang berhaluan komunis dan sebelumnya bergabung di Sarekat Islam. Saraket Islam Merah kemudian berubah nama menjadi Sarekat Rakyat. Komunis menanamkan ketidakpuasan penduduk yang diarahkan kepada penguasa kolonial. Wajar jika kemudian komunisme mendapat dukungan di Grobogan. Sebab, bertahun-tahun penduduk Grobogan menuntut dibuatkan irigasi, tak juga segera dipenuhi oleh pemerintah kolonial. Koran-koran Belanda pun mendorong dibangunnya irigasi di Grobogan untuk mengatasi paceklik di Grobogan, sehingga kasus kelaparan pada 1849 tudak akan terulang lagi. Menurut catatan De Locomotief, pada 1877 sudah direncanakan pembangunan irigasi di Grobogan, namun proyek berhenti karena pejabat berganti.

Read More

Hamas Berhasil Bobol Data Pribadi Ribuan Tentara Israel

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Surat kabar “Haaretz” beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa Hamas memiliki data rinci lebih dari 2.000 tentara Israel, yang mengindikasikan bahwa perlawanan Palestina membocorkan data mereka untuk “membalaskan dendam para pembunuh anak-anak Gaza”. Keberhasilan jihad siber Perlawanan Islam Hamas telah membongkar data pribadi ribuan tentara Israel. Menurut surat kabar tersebut, Hamas telah membuat file terperinci untuk sejumlah besar tentara Israel, termasuk nama lengkap tentara, pangkalan atau unit kerjanya, nomor ID, nomor ponsel, alamat email, akun media sosial, nama anggota keluarganya, dan terkadang kata sandi, nomor plat mobil, nomor kartu kredit, dan informasi rekening bank. Surat kabar Israel tersebut mencontohkan beberapa tentara seperti “Y” yang bekerja sebagai teknisi utama di skuadron pesawat tempur, “Z” yang menduduki peran penting dalam sistem pertahanan udara Israel, “S” yang memiliki akses terhadap teknologi canggih, dan “K” pilot di angkatan udara, dan mengatakan bahwa kesamaan di antara mereka adalah bahwa nama-nama mereka termasuk di antara daftar intelijen yang terperinci yang disiapkan oleh Hamas. Berkas-berkas tentang para tentara itu panjangnya berkisar dari beberapa halaman hingga lebih dari 200 halaman, dan telah beredar di dunia maya selama beberapa bulan, diterbitkan ulang dan dibagikan oleh sekelompok jurnalis investigasi internasional yang dipimpin oleh Paper Trail Media yang bekerja sama dengan Die Zeit dan ZDF di Jerman, Der Standard di Austria, dan Haaretz di Israel. Laporan-laporan tentang tentara Israel itu disusun melalui kombinasi informasi yang bocor atau diambil dari peretasan yang kemungkinan besar menyasar situs web non-IDF, serta informasi yang dikumpulkan dari jejaring sosial, basis data publik, dan bocoran-bocoran sebelumnya. Menurut surat kabar Israel, file-file ini dibuat dengan menggunakan alat otomatis yang dikenal sebagai Profiler, yang mampu mengumpulkan, menganalisis, dan memadukan informasi dari sumber-sumber terbuka untuk membuat profil terperinci dari target intelijen.

Read More

Ponpes Berprestasi di Sektor Ekonomi Ramaikan ISEF 2024

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kemandirian Pondok Pesantren dalam hal ekonomi menunjukkan kemajuannya. Dengan memanfaatkan kemampuan santri dalam berbagai sektor, sejumlah pondok pesantren dari berbagai daerah mampu unjuk gigi dalam acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2024. Acara tersebut merupakan perhelatan rutin yang digelar Bank Indonesia (BI). Puncak acara ISEF berlangsung di Jakarta Convention Centre (JCC). Tampak di sana, pesantren-pesantren tersebut bahkan memiliki booth sendiri untuk memamerkan produk-produk buatan para santrinya. Ada pun produk mereka berupa kuliner atau makanan dan minuman hingga jenis usaha pertanian dan tanaman hias. Salah satu pondok pesantren yang mengantarkan santrinya pada festival ini, sekaligus membuka booth di ISEF 2024 yaitu Pondok Pesantren Al-Faruqi Riau. Tak main-main prestasi yang ditorehkan santri dari Pondok Pesantren ini. Mereka berhasil menjuarai di beberapa kompetisi seperti kompetisi kategori pesantren unggulan hingga kompetisi chef. “Di Sumatera dalam Festival Ekonomi Syariah (FESsyar), untuk kategori Pesantren Unggulan kami juara 3, lalu Kompetisi Chef Indoensia juara 1, dan Kompetisi Fesyen juara 1,” terang Handika Yeli Puspita, guru dari Pondok Pesantren Al Faruqi, Riau saat ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta. Berangkat dari Batam, Yeli beserta santri-santrinya memiliki impian besar untuk pulang dengan membawa gelar juara di berbagai kategori yang mereka ikuti. Dalam lomba Chef Indonesia di Sumatera, saat babak penyisihan, Yeli menguangkapan santrin7a membuat Fish Rolade dengan bahan baku ikan Baung, khas Riau. “Ikan Baung digulung seperti rollade di-fusion-kan. Di lomba sekarang ini, santri kami mau bikin Asam Padeh Ikan Gabus. Mohon doanya supaya santri kami bisa menang,” imbuhnya. Sementara untuk booth, ia menjelaskan hanya produk cookies yang ditawarkan. “Yang di booth ini hasil kurasi lomba di Bandung. Jadi di booth ini sebenarnya ada 2 pondok pesantren yaitu kami dan Darul Huda. Sama-sama dari Riau semua, hanya beda Kabupaten.” Sebagai guru tentu Yeli merasa bangga terhadap anak didiknya karena telah maju sejauh ini. Menurutnya tidak hanya menjadi pemenang melainkan juga semangat dan pengalaman yang didapat para santri merupakan hal yang tak ternilai.

Read More

Muhammadiyah Berencana Dirikan Museum Kekejaman Israel di Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq Mughni, menyampaikan rencana Muhammadiyah untuk mendirikan museum yang akan mendokumentasikan penderitaan rakyat Palestina akibat agresi Israel. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional dan Grand IKADI Award 2024 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat-Ahad (1-3/11). Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh dan dai nasional dengan tema “Menebar Islam Rahmatan Lil’alamin Menyongsong Indonesia Maju dan Perdamaian Dunia.” Syafiq mengungkapkan bahwa Muhammadiyah telah mempersiapkan konsep museum yang mirip dengan Museum Holocaust, tetapi berfokus pada pengalaman rakyat Palestina sebagai korban kekejaman yang dilakukan oleh Israel. “Kami sesungguhnya sudah 8 bulan ini merencanakan untuk membangun sebuah museum semacam museum Holocaust dengan korban masyarakat Palestina yang dilakukan oleh Zionis Israel,” jelas Guru Besar Studi Islam ini. Pada awalnya, Muhammadiyah sempat mendapatkan lokasi di Jakarta, namun menghadapi kendala dalam pengadaan tempat. “Ya semula kita sudah mendapatkan satu tempat di Jakarta tapi kemudian Ee tidak jadi. Lalu kita sekarang masih mencari tempat,” ujar Syafiq. Muhammadiyah juga membuka peluang untuk mempertimbangkan lokasi lain di luar Jakarta jika kesulitan tempat ini terus berlanjut.

Read More

Dampak Kelaparan di Gaza Bikin Trauma Mendalam bagi Warga Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Krisis kelaparan di Gaza kini memberikan dampak mengejutkan bagi warga Palestina di berbagai wilayah. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, pada 9 Oktober 2023 mengumumkan kebijakan keras: “Tidak akan ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada bahan bakar” yang diizinkan masuk ke Gaza. Alasan di balik kebijakan ini adalah klaim bahwa Israel “sedang melawan manusia-manusia binatang”. Dua minggu kemudian, situasi semakin mencekam ketika anggota parlemen Israel, Tally Gotliv, membuat pernyataan mengejutkan. Dia menegaskan bahwa tanpa membuat penduduk Gaza kelaparan dan kehausan, mereka tidak akan bisa mendapatkan informasi intelijen dengan iming-iming makanan, minuman, dan obat-obatan. Selama beberapa bulan berikutnya, Israel melancarkan aksi yang lebih dari sekadar memblokir bantuan kemanusiaan. Mereka secara sistematis menghancurkan infrastruktur pangan Gaza, mulai dari lahan pertanian, toko roti, penggilingan, hingga gudang penyimpanan makanan. Strategi ini tidak hanya bertujuan menundukkan semangat rakyat Palestina, tapi telah memakan banyak korban di Gaza, terutama bayi dan anak-anak. Yang lebih mengejutkan, dampaknya kini meluas hingga ke wilayah Palestina lainnya. Sebagai profesional kesehatan mental, saya menyaksikan langsung bagaimana hukuman kolektif ini berdampak pada psikologis dan fisik warga di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki. Banyak pemuda Palestina mengalami gangguan pola makan, masalah dengan tubuh mereka, dan krisis identitas sosial serta nasional akibat kengerian yang mereka saksikan setiap hari. Proses penyembuhan membutuhkan pendekatan yang jauh lebih kompleks, tidak hanya menangani trauma individual tapi juga trauma politik dan historis yang telah mengakar di masyarakat. Untuk memahami efek kelaparan sebagai senjata, kita perlu melihat konteks sosial dan psikologis yang lebih luas. Ignacio Martín-Baró, tokoh terkemuka dalam psikologi pembebasan, menyatakan bahwa trauma diproduksi secara sosial. Artinya, trauma bukan hanya pengalaman individu, tapi tertanam dan diperparah oleh kondisi dan struktur sosial di sekitar individu tersebut. Di Gaza, struktur yang menciptakan trauma meliputi pengepungan berkelanjutan, agresi yang mengarah pada genosida, dan perampasan sumber daya penting seperti makanan, air, dan obat-obatan. Trauma ini diperparah oleh ingatan kolektif penderitaan selama Nakba (pembersihan etnis massal warga Palestina tahun 1947-8) dan pengusiran serta penindasan sistematis yang terus berlanjut. Dalam lingkungan seperti ini, trauma bukan sekadar pengalaman pribadi tapi realitas kolektif yang mengakar secara sosial dan politik. Meskipun warga Palestina di luar Gaza tidak mengalami langsung kekerasan yang terjadi di sana, mereka terpapar gambar dan cerita mengerikan tentangnya setiap hari. Kelaparan sistematis yang dialami penduduk Gaza menjadi pengalaman traumatis tersendiri untuk disaksikan. Dalam hitungan minggu setelah pernyataan Gallant, kelangkaan pangan mulai terasa di Gaza. Pada Januari, harga bahan makanan melonjak drastis, terutama di Gaza Utara, di mana seorang rekan memberi tahu saya dia harus membayar $200 (sekitar Rp 3,2 juta) untuk sebuah labu. Sekitar waktu ini, mulai muncul laporan warga Palestina terpaksa mencampur pakan ternak dengan tepung untuk membuat roti. Pada Februari, gambar-gambar bayi dan anak-anak Palestina yang meninggal karena kekurangan gizi mulai membanjiri media sosial. Pada Maret, UNICEF melaporkan fakta mengejutkan: 1 dari 3 anak di bawah usia 2 tahun di Gaza Utara mengalami malnutrisi akut. Situasi semakin memburuk pada April, ketika Oxfam memperkirakan asupan makanan rata-rata warga Gaza Utara hanya 245 kalori per hari atau sekitar 12 persen dari kebutuhan harian normal. Sekitar waktu yang sama, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan 32 warga Palestina, termasuk 28 anak-anak, telah meninggal karena kelaparan, meski angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. Beredar juga cerita-cerita mencekam tentang warga Palestina yang tertembak saat menunggu distribusi bantuan makanan, atau tenggelam di laut saat mengejar bantuan makanan yang dijatuhkan dari udara oleh negara-negara yang mendukung perang Israel di Gaza. Dalam sebuah surat yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet pada 22 April, Dr. Abdullah al-Jamal, satu-satunya psikiater yang tersisa di Gaza Utara, mengungkapkan bahwa layanan kesehatan mental telah hancur total. Dia menambahkan: “Masalah terbesar saat ini di Gaza, terutama di utara, adalah kelaparan dan tidak adanya keamanan. Polisi tidak bisa beroperasi karena langsung menjadi target drone mata-mata dan pesawat saat mencoba membangun ketertiban. Kelompok bersenjata yang bekerja sama dengan pasukan Israel mengendalikan distribusi dan harga makanan serta obat-obatan yang masuk ke Gaza sebagai bantuan, termasuk yang dijatuhkan dengan parasut. Beberapa bahan makanan, seperti tepung, harganya melonjak berkali-kali lipat, memperparah krisis yang dialami penduduk di sini.” Dampak kelaparan di Gaza telah menciptakan gelombang trauma psikologis dan fisik di seluruh komunitas Palestina. Dalam praktik klinis saya di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki, saya menemukan beberapa kasus yang menggambarkan bagaimana trauma kelaparan di Gaza tercermin dalam kehidupan anak-anak Palestina jauh dari zona konflik. Ali, remaja 17 tahun dari Tepi Barat, mengalami perubahan perilaku makan dan kehilangan berat badan 8 kg dalam dua bulan setelah temannya ditahan pasukan Israel. Meski mengalami penurunan berat badan signifikan, dia menolak mengakui kesedihannya, bersikeras bahwa “penjara membuat laki-laki.”

Read More

Kurangi Konsumsi Garam untuk Menjaga Kesehatan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Garam menjadi salah satu kunci penyedap makanan agar menjadi bercita rasa. Namun jika dikonsumsi terlalu tinggi diidentifikasi sebagai penyebab utama berbagai masalah kesehatan seperti hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Ahli gizi dan peneliti pola makan sehat, Leony Susan mengatakan bahwa penggunaan monosodium glutamate (MSG) kini mulai diperhatikan sebagai solusi efektif menikmati makanan sehat tanpa garam berlebih. “MSG telah lama digunakan sebagai penambah rasa umami, yang dapat meningkatkan cita rasa makanan tanpa perlu menambah banyak garam,” terang Leony dalam siaran pers di Jakarta, Selasa (5/11/2024). Leony Susan menyampaikan, masalah asupan garam berlebihan semakin menjadi perhatian di masyarakat modern. Banyak masyarakat tidak menyadari bahwa garam berlebih tidak hanya berasal dari garam yang ditambahkan sendiri, tetapi juga dari makanan olahan dan siap saji. Oleh karena itu, pengurangan konsumsi garam menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Menurut Leony, rasa umami dari MSG memungkinkan orang untuk mengurangi asupan natrium tanpa mengorbankan kualitas rasa makanan.

Read More

Liga Arab Desak PBB Hentikan Serangan Israel ke Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Liga Arab pada Sabtu (2/11/2024) mendesak Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk mengambil tanggung jawab mereka dan menekan Israel menghentikan serangannya terhadap rakyat Palestina. Mereka juga meminta jaminan bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan warga Gaza. Dalam pernyataan memperingati 107 tahun Deklarasi Balfour, Liga Arab mendesak Inggris dan negara-negara yang belum mengakui negara Palestina untuk mengambil langkah mendukung perdamaian sesuai solusi dua negara. Liga Arab menekankan bahwa satu-satunya cara mencapai perdamaian yang adil, menyeluruh dan berkelanjutan adalah dengan mengakhiri pendudukan Israel atas semua wilayah Palestina dan Arab yang diduduki sejak 1967. Tujuannya untuk mendirikan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya sesuai resolusi internasional dan Inisiatif Perdamaian Arab. “Deklarasi Balfour terus menjadi luka mendalam dalam nurani kemanusiaan akibat Nakba yang dialami rakyat Palestina dan perampasan hak-hak mereka yang sah. Ini termasuk pelanggaran pendudukan Israel, permukiman ilegal, penghancuran mata pencaharian rakyat Palestina, dan penodaan tempat suci mereka,” kata pernyataan Liga Arab. Liga Arab menegaskan bahwa kejahatan dan pelanggaran Israel mencerminkan ketidakmampuan komunitas internasional memenuhi kewajibannya melindungi rakyat Palestina. Israel harus mematuhi prinsip hukum internasional dan resolusi terkait untuk mengakhiri pendudukan, sehingga rakyat Palestina bisa menentukan nasib sendiri di negara merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukota.

Read More

Kemenag Buka Pendaftaran PPIH 2025

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kementerian Agama membuka kesempatan emas bagi para profesional yang ingin berkontribusi dalam penyelenggaraan ibadah haji sebagai Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) musim 1446H/2025M. Hal tersebut diumumkan mulai 7 November 2024. Persiapan perekrutan ini telah dimulai dengan diadakannya Rapat Teknis Orientasi yang berlangsung selama tiga hari, terhitung dari 30 Oktober hingga 1 November 2024. Rapat ini dikhususkan bagi operator Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu dari seluruh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi. “Kami mencari kandidat yang memiliki dedikasi tinggi dalam pelayanan haji. Setiap petugas harus memahami kompleksitas penyelenggaraan ibadah haji dan siap memberikan pelayanan prima kepada jamaah. Ini adalah amanah yang membutuhkan profesionalisme tinggi,” terang Direktur Bina Haji Ditjen PHU Kemenag, Arsad Hidayat, Selasa (6/11/2024). Sistem penggajian PPIH telah dirancang secara komprehensif dengan berbagai komponen. Gaji pokok yang ditawarkan berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp2.500.000 per bulan, ditambah dengan tunjangan kinerja dan tunjangan lainnya. Pembayaran gaji dilakukan melalui beberapa metode, termasuk transfer bank, tunai, wesel pos, dan Kartu Prakerja. Proses standardisasi penggajian terus dilakukan untuk memastikan keadilan dan kelayakan honor yang diterima oleh setiap petugas, disesuaikan dengan beban tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Read More

Berapa Sebenarnya Jumlah Nabi?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam khazanah Islam, Nabi dan Rasul memiliki peran penting dalam menyebarkan ajaran ketuhanan. Hal ini disampaikan Anggota Divisi Tafsir Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Asep Setiawan dalam Pengajian Tarjih yang membahas tentang tafsir QS. Al-Baqarah ayat 253. Asep menerangkan bahwa Nabi adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah, namun tidak diwajibkan untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada masyarakat luas. Sementara itu, Rasul adalah mereka yang diamanahkan untuk menerima wahyu, juga untuk menyampaikannya sebagai risalah kepada umat. Perbedaan ini menekankan bahwa para rasul memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mengomunikasikan ajaran Allah kepada umat manusia. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 253, Allah berfirman, “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain.” Sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Ahmad juga menjelaskan jumlah Nabi dan Rasul. “Nabi ada 124.000 orang dan di antara mereka ada para Rasul sebanyak 315 orang, mereka sangat banyak.” Hadis ini mempertegas bahwa jumlah Nabi jauh lebih banyak dibandingkan Rasul, meskipun sebagian besar dari mereka tidak disebutkan dalam Al-Quran. “Hadis tentang jumlah nabi dan rasul ini oleh beberapa ahli hadis dinilai lemah, dhaif. Tapi karena jalur periwayatannya yang banyak, jadi kualitasnya naik,” ucap dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini. Menurut Asep, Al-Quran sendiri mengakui bahwa tidak semua rasul dikisahkan kepada manusia. QS. An-Nisa ayat 164 menyebutkan, “Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu.” Pernyataan serupa terdapat dalam QS. Al-Mukmin ayat 78: “Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” Dari sini, dipahami bahwa kisah sebagian besar Nabi dan Rasul tersembunyi dan tidak semua tercantum dalam wahyu tertulis.

Read More