PP Muhammadiyah ajak Jamaah Meneladani Sifat Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Anggota Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Okrisal Eka Putra, mengajak jamaah untuk meneladani akhlak dan kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW. Dalam Kajian di Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan, Okrisal merujuk pada Surah Al-Ahzab ayat 21, yang menekankan bahwa dalam diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagi umat manusia. “Selama ini kita diajarkan untuk mencontoh sunnah Nabi dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari makan, minum, hingga cara berjalan. Namun, penting untuk diingat bahwa Rasulullah juga adalah seorang pemimpin,” ungkap Okrisal. Okrisal menjelaskan bahwa kepemimpinan dalam Islam memiliki berbagai bentuk, mulai dari teokrasi yang ditandai dengan kepemimpinan yang langsung berlandaskan pada wahyu, hingga sistem dinasti dalam sejarah Islam. Okrisal menyoroti bahwa negara teokrasi, seperti yang diterapkan di zaman Nabi, memberikan landasan pada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman dalam bernegara. “Banyak negara-negara yang mengklaim sebagai negara demokrasi saat ini, namun dalam realitasnya banyak di antara mereka yang menghadapi masalah yang sangat mendasar seperti kemiskinan, berbeda dengan banyak negara kerajaan yang terbukti lebih stabil secara ekonomi,” ujarnya. Selanjutnya, Okrisal membahas beberapa sunnah Nabi yang berkaitan dengan kekuasaan. “Sebagai seorang pemimpin, kita harus mengedepankan akhlak yang mulia,” tegasnya.

Read More

Kisah KH Miftachul Akhyar Jadi Ulama Besar

Jakarta — 1miliarsantri.net : KH Miftachul Akhyar adalah pimpinan tertinggi di jamiyah Nahdlatul Ulama (NU). Kiai asal Surabaya ini menjabat sebagai Rais Aam PBNU 2022-2027. Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya ini merupakan putra kedelapan dari tiga belas bersaudara dari KH Abdul Ghoni. Bagaimana kisah perjalanan Kiai Miftah saat masih menjadi santri hingga saat ini sebagai pimpinan paling tinggi di NU? Menuntut ilmu di pondok pesantren atau nyantri menjadi pengalaman berharga bagi banyak orang. Termasuk bagi tokoh yang saat ini memimpin organisasi Nahdlatul Ulama, KH Miftachul Akhyar. Kiai Miftah pernah menceritakan pengalamannya sebagai santri. Menurutnya, pendidikannya semasa kecil ada di lingkungan rumah, pernah sekolah di Sekolah Rakjat atau SR (kini SD) namun hanya sampai kelas 5 saja. “Sejak kecil saya pendidikannya ya di rumah, dulu ada sekolah SR, ikut pendidikan itu sampai kelas 5. Jadi kemungkinan usia-usia yang masih 8 tahun, lalu mondok,” tutur Kiai Miftach. Kiai Miftach menyampaikan bahwa ia pernah nyantri di Tambak Beras Jombang. Namun durasinya tidak begitu lama. “Mondoknya ini pernah ke Tambak Beras, tapi sejak kecil. Kira-kira tiga tahun di Tambak Beras, ya belum selesai, lalu pindah pada tahun 1967-1969 saya di Sidogiri, saya sampai kelas satu tsanawiyah. Jadi sempat ikut ujian MI-nya, ibtidaiyahnya, kan sana diakui ya,” ucap kiai yang pernah menjadi Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmah 2007-2015 ini. Kiai Miftach melanjutkan ceritanya, ia pernah berhenti sejenak mondok selama satu tahun pada 1970-an. Kiai Miftah sampai kena marah abahnya. “Setelah itu kira-kira tahun 1970-an, saya di rumah, istilahnya tidak mondok lah. Setelah satu tahun di pondok, abah marah terus karena saya sudah mutung, tidak mau mondok sampai-sampai saya tidak disapa selama satu tahun, tidak diperhatikan. Baru saya sedikit ada kesadaran, kalau begini terus saya bagaimana? Pergaulan hampir terpengaruh dengan anak-anak di Surabaya. Alhamdulillah akhirnya timbul kesadaran, saya mau mondok lagi, tapi saya meminta pondok yang tidak ada sekolahnya,” jabar Kiai Miftach. Lanjut nyantri di Lasem Setelah timbul kesadaran dan memberikan persyaratan jika mondok kembali, akhirnya Kiai Miftach melanjutkan kembali perjalanannya nyantri dan Pesantren Al-Ishlah Lasem asuhan Syekh Masduqi. “Akhirnya di Lasem itu, tahun 1971 saya mondok di lasem. Alhamdulillah sampai 3 tahun, tahun 1974 saya pulang,” ungkapnya.

Read More

Netanyahu Bahas Ancaman Iran dengan Trump

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas “ancaman Iran” dalam percakapan telepon dengan presiden terpilih AS Donald Trump pada hari Rabu lalu, sementara perang di Gaza dan Lebanon belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Dalam pernyataan resmi, kantor Netanyahu menyampaikan bahwa pemimpin Israel tersebut mengucapkan selamat atas kemenangan Trump dalam pemilihan, dan keduanya sepakat untuk bekerja sama demi keamanan Israel. “Keduanya juga membahas ancaman dari Iran,” tambah pernyataan tersebut. Kelompok Hizbullah yang didukung Iran menyatakan pada hari Rabu bahwa puluhan ribu militan mereka siap berperang melawan Israel. Mereka menegaskan hasil pemilihan AS tidak akan berpengaruh pada perang di Lebanon. Pemimpin mereka memperingatkan bahwa tidak ada wilayah di Israel yang akan “bebas” dari serangan, sementara militer Israel melaporkan sekitar 120 proyektil ditembakkan melintasi perbatasan pada hari Rabu. Militer Israel juga melaporkan sebuah rudal ditembakkan ke Israel selatan dari Gaza tengah, di mana mereka telah berperang dengan kelompok Hamas yang didukung Tehran sejak militan Palestina melancarkan serangan mematikan ke Israel pada 7 Oktober 2023. Basis utama Hizbullah di Beirut selatan diserang udara Israel setelah ada peringatan untuk evakuasi. Israel dan Hizbullah telah berperang sejak akhir September, ketika militer Israel memperluas fokus perang Gaza-nya untuk mengamankan perbatasan utara dengan Lebanon. Hizbullah mulai melancarkan serangan lintas batas berintensitas rendah ke Israel tahun lalu, untuk mendukung sekutu Palestina mereka, Hamas, setelah serangan 7 Oktober. Upaya mengakhiri perang di Gaza yang dipicu serangan Hamas belum membuahkan hasil, dan perang di Lebanon telah menewaskan setidaknya 3.050 orang sejak Oktober 2023, demikian menurut kementerian kesehatan pada hari Rabu. Dalam pidato televisi yang menandai 40 hari sejak pendahulunya Hassan Nasrallah tewas dalam serangan, pemimpin baru Hizbullah Naim Qassem mengatakan: “Kami memiliki puluhan ribu pejuang perlawanan terlatih” yang siap bertempur. Pidatonya disiarkan setelah kemenangan Trump diumumkan, namun telah direkam sebelumnya. Qassem mengatakan siapapun yang memenangkan pemilihan tidak akan berdampak pada kemungkinan kesepakatan gencatan senjata untuk Lebanon. “Yang akan menghentikan perang ini adalah medan pertempuran,” katanya, mengutip pertempuran di Lebanon selatan dan serangan Hizbullah ke Israel. Hizbullah mengumumkan pada hari Rabu mereka memiliki rudal Fatah 110 buatan Iran, senjata dengan jangkauan 300 kilometer yang menurut pakar militer Riad Kahwaji merupakan “yang paling akurat” milik kelompok tersebut. Kelompok ini juga mengatakan telah menargetkan pangkalan angkatan laut dekat Haifa di Israel dengan drone dan rudal, serangan keempat ke pangkalan tersebut dalam empat minggu. Sebelumnya, Hizbullah mengatakan telah menargetkan pangkalan militer dekat bandara utama Israel yang dekat dengan pusat komersial Tel Aviv, tetapi Otoritas Bandara Israel mengatakan operasi tidak terganggu. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan udara Israel di Lembah Bekaa di Lebanon timur dan kota selatan Nabatiyeh. Koresponden media di kota timur Baalbek melaporkan serangan intensif di dalam dan sekitar kota.

Read More

Ulama Nigeria Belajar Dakwah dan Kerja Sama dengan NU

Jakarta — 1miliarsantri.net : Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan delegasi Nigeria yang dipimpin oleh Deputy Secretary World Zakat and Waqf Forum dan Chairman Association of Zakat and Waqf Operators in Nigeria (AZAWON) Muhammad Lawal Maidoki. Maidoki membawa sekitar 20 orang yang terdiri dari kalangan ulama, imam masjid, perwakilan lembaga pengelola zakat, serta mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Nigeria, Sudan, dan Madinah.Mereka disambut Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa beserta beberapa Pengurus NU-Care LAZISNU di Lantai 3 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Pada pertemuan itu, Kiai Zulfa menekankan beberapa kali soal peluang kerja sama yang lebih erat antara PBNU dan Nigeria, terutama dalam bidang dakwah, zakat, dan pendidikan. “Jadi, kerja sama dakwah, pendidikan dan pengembangan zakat ini sangat menarik karena kami tentu dapat bisa bercerita tentang pengalaman kami dan mengambil pelajaran di Nigeria,” katanya. Bahkan, Kiai Zulfa juga ditanya beberapa kali oleh tamu dari Nigeria tersebut terkait kiprah NU di kancah nasional dan internasional.Sontak, ia menjawab bahwa peran NU sangat strategis baik di dalam maupun luar negeri, seperti kader-kader NU yang telah merambah ke dalam pemerintahan untuk berperan demi kemajuan Bangsa Indonesia. “NU adalah organisasi besar di Indonesia, 150 juta pengikut. NU memiliki perangkat dari internasional hingga ke desa dan ranting. Namun memang belum ada cabang di Nigeria,” jelasnya. Mendengar paparan Kiai Zulfa, Maidoki merespons bahwa negaranya sangat terbuka dengan hubungan kerja sama yang lebih dekat lagi terutama soal pendidikan, dakwah, dan pengelolaan zakat.Tak hanya itu, Maidoki mengaku ingin belajar dari PBNU dalam hal kemajuan dakwah Islam di Indonesia, serta berbagi pengalaman dalam pengelolaan zakat dan wakaf yang bermanfaat bagi masyarakat.

Read More

Salat Jumat Terganggu Pekerjaan, Apa yang Harus Dilakukan Karyawan Muslim?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dilema penting kerap dihadapi seorang karyawan swasta yang bekerja dengan sistem giliran. Pekerjaannya berjarak sekitar dua jam dari tempat tinggalnya dan sering kali tidak memungkinkan untuk ditinggalkan selama waktu salat Jum‘at. Situasi ini menimbulkan pertanyaan, apakah boleh meninggalkan salat Jum‘at karena tuntutan pekerjaan? Salat Jum‘at memiliki hukum wajib bagi umat Muslim laki-laki. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Jumu‘ah (62): 9 yang menyatakan, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jum‘at, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” Ayat di atas mengisyaratkan agar aktivitas duniawi, termasuk pekerjaan, harus ditinggalkan demi melaksanakan salat Jum‘at. Hadis Nabi juga menekankan kewajiban ini, dengan ancaman bagi yang meninggalkannya secara sengaja. عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْجُمُعَةُ حَقٌّ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ فِي جَمَاعَةٍ إِلَّا أَرْبَعَةً عَبْدٌ مَمْلُوكٌ أَوْ امْرَأَةٌ أَوْ صَبِيٌّ أَوْ مَرِيضٌ [رواه أبو داود]. “Dari Thariq bin Syihab (diriwayatkan) dari Nabi saw beliau bersabda, Jum‘at itu wajib bagi setiap Muslim dengan berjamaah, kecuali empat golongan, yaitu hamba sahaya, wanita, anak-anak dan orang yang sakit” [HR. Abu Dawud No. 1067]. Namun, dalam situasi tertentu, Islam memberikan kemudahan bagi mereka yang tidak bisa menunaikan salat Jum‘at. Berdasarkan hadis, kelompok yang tidak diwajibkan melaksanakan salat Jum‘at adalah perempuan, anak-anak, hamba sahaya, dan orang sakit. Karyawan swasta berkelamin laki-laki, yang tidak termasuk dalam kelompok ini, tetap berkewajiban menjalankan salat Jum‘at, meskipun pekerjaannya cukup menghambat.

Read More

Semangka Buah Kesukaan Rasulullah SAW

Jakarta — 1miliarsantri.net : Buah Semangka merupakan salah satu buah yang pernah dimakan Rasulullah SAW. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Timrdizi, Rasulullah Muhammad SAW pernah makan semangka yang dicampur dengan ruthab (kurma matang yang masih basah). Beliau SAW bersabda: “Panas di buah ini dinetralisasi oleh unsur dingin di buah ini.” Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam kitabnya yang berjudul Ath-Thibb an-Nabawi menjelaskan, hadist mengenai Nabi memakan semangka dan ruthab ini ada beberapa. Namun, yang sahih hanya hadist yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi. Mengenai makannya, Ibnu Qayyim menyarankan buah ini dikonsumsi sebelum makan. Sebagian kalangan medis menyatakan, “Bila dikonsumsi sebelum makan, dapat mencuci perut dan menghilangkan penyakit dalam lambung.” (Iin)

Read More

Mengenang Para Pahlawan Muslimah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November. Peringatan ini untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan Indonesia. Dari sekian banyak pahlawan negeri, sebagian adalah pahlawan muslimah. Siapa saja mereka? Sultanah Safiatuddin tercatat sebagai pemimpin wanita pertama di Kesultanan Aceh Darussalam. Beliau diangkat sebagai pemimpin setelah suaminya Sultan Iskandar Tsani wafat pada 1641 M. Dalam masa kepemimpinannya, terdapat pro dan kontra yang timbul tentang hukum seorang perempuan memimpin Aceh. Namun hal tersebut tidak melemahkan semangat Sultanah Safiatuddin untuk menjaga masyarakat. Terbukti selama Sultanah Safiatuddin memimpin, beliau membuat ragam bentuk strategi pemerintahan, seperti mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga stabilitas politik di tengah kolonialisme bangsa barat, membuat sistem pemerintahan yang efektif, mengatur komunikasi politik, ataupun memberikan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, dalam hal menjaga martabat perempuan di Aceh, Sultanah Safiatuddin juga merancang beberapa strategi, diantaranya menyusun undang-undang khusus tentang wanita, serta strategi mengangkat kedudukan wanita. Pahlawan wanita Indonesia ini juga datang dari Aceh. Dia berjuang dalam perlawanan melawan penjajah secara langsung. Tercatat dalan sejarah, bergabungnya Cut Nyak Dien berhasil meningkatkan moral semangat perjuangan Aceh dalam melawah penjajah Belanda. Sehingga atas perjuangan yang dilakukan sampai akhir hayatnya itu, pada 2 Mei 1962 Presiden Soekarno melalui SK Presiden RI Nomor 106 tahun 1964, menetapkan Cut Nyak Dien sebagai pahlawan nasional. Lahir di Jepara, Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan sosok pahlawan yang dikenal memperjuangkan emanispasi wanita Indonesia. Dapat diketahui, salah satu landasan perjuangan RA Kartini yaitu didasari pada adanya ketimpangan sosial yang dirasakan antara perempuan dan laki-laki di tanah Jawa. Kartini berjuang membela perempuan agar bisa mendapatkan hak yang sama seperti laki-laki, salah satu diantaranya ialah kebebasan mengenyam pendidikan. Karya-karya pemikiran dan perjuangannya yang lain juga diabadikan dalam buku. Pahlawan perempuan ini bernama Famajjah atau dikenal sebagai Opu Daeng Risaju. Lahir di Palopo Sulawesi Selatan pada 1880 M. Semasa kecilnya, dia belajar ilmu agama seperti mengkaji Al-Qur’an dan mempelajari ilmu fiqih yang ditulis oleh tokoh penyebar agama Islam di Sulawesi Selatan, Khatib Sulaweman Datung Patimang. Dalam sejarahnya, dia dikenal sebagai pahlawan nasional atas jasanya menentang penjajahan Belanda, serta membangkitkan dan memobilisasi para pemuda untuk melakukan perlawanan terhadap tentara NICA. Sebagai seorang yang tidak mengenyam pendidikan formal, Opu Daeng Risaju mengenal dan mempelajari bidang politik saat tergabung aktif sebagai anggota Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).

Read More

Israel Lancarkan Serangan ke Lebanon

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Israel melancarkan serangan baru ke Beirut selatan pada Kamis dini hari, beberapa jam setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan presiden terpilih AS Donald Trump membahas tentang “ancaman Iran.” Perdana Menteri Israel menjadi salah satu pemimpin dunia pertama yang mengucapkan selamat kepada Trump, menyebut kemenangannya sebagai “comeback terbesar dalam sejarah.” Melalui telepon pada hari Rabu, keduanya “sepakat untuk bekerja sama demi keamanan Israel” dan “membahas ancaman Iran,” demikian pernyataan dari kantor Netanyahu. Tak lama setelah itu, militer Israel melancarkan serangan terbarunya ke basis utama Hizbullah yang didukung Iran di Beirut selatan, dengan footage media menunjukkan kilatan oranye dan kepulan asap di atas kawasan padat penduduk tersebut. Tentara Israel sebelumnya telah mengeluarkan perintah evakuasi, meminta warga meninggalkan empat lingkungan, termasuk satu yang dekat dengan bandara internasional. Di Lebanon timur, kementerian kesehatan negara itu menyatakan serangan Israel pada hari Rabu menewaskan 40 orang, dengan tim penyelamat menyisir puing-puing mencari korban selamat. “Rangkaian serangan musuh Israel di Lembah Bekaa dan Baalbek” menewaskan “40 orang dan melukai 53 orang,” kata kementerian dalam pernyataannya. Hizbullah telah menegaskan hasil pemilihan AS tidak akan berpengaruh pada perang, yang meningkat pada September ketika militer Israel memperluas fokusnya dari Gaza ke pengamanan perbatasan utaranya dengan Lebanon. Dalam pidato televisi yang direkam sebelum kemenangan Trump namun disiarkan setelahnya, pemimpin baru Hizbullah Naim Qassem mengatakan: “Kami memiliki puluhan ribu pejuang perlawanan terlatih” yang siap bertempur. “Yang akan menghentikan perang ini adalah medan pertempuran,” katanya. Qassem, yang menjadi sekretaris jenderal Hizbullah pekan lalu, memperingatkan bahwa tidak ada tempat di Israel yang akan “bebas dari serangan.” Hizbullah mengumumkan pada hari Rabu mereka memiliki rudal Fatah 110 buatan Iran, senjata dengan jangkauan 300 kilometer yang oleh pakar militer Riad Kahwaji disebut sebagai “yang paling akurat” milik kelompok tersebut. Kelompok tersebut mengklaim serangkaian serangan ke Israel pada hari Rabu, termasuk dua yang menargetkan pangkalan angkatan laut dekat kota Haifa Israel dan dua dekat pusat bisnis Tel Aviv. Hizbullah memulai kampanye lintas perbatasan intensitas rendahnya tahun lalu untuk mendukung sekutu Hamas setelah serangan militan Palestina 7 Oktober ke Israel. Israel meningkatkan serangan udaranya ke benteng Hizbullah di Lebanon selatan, Beirut dan Lembah Bekaa timur sejak 23 September, mengirim pasukan darat seminggu kemudian. Lebih dari setahun pertempuran di Lebanon telah menewaskan setidaknya 3.050 orang, kata kementerian kesehatan pada hari Rabu. Upaya mengakhiri konflik di Gaza dan Lebanon tetangga sejauh ini berulang kali gagal. Sementara pemerintahan Presiden AS Joe Biden menekan Netanyahu untuk menyetujui gencatan senjata, Washington tetap memberikan dukungan politik dan militer kepada Israel. Banyak yang melihat kembalinya Trump ke Gedung Putih sebagai kemungkinan berkah bagi Israel.

Read More

Ketum PBNU Sebut Humanitarian Islam Wacana Global Berbasis Pengalaman Indonesia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan konsep Humanitarian Islam merupakan pengembangan dari pengalaman Indonesia dalam mengelola keragaman. Pernyataan ini disampaikan dalam sambutan pembukaan International Conference on Humanitarian Islam atau Muktamar al-Dawli al-Islam Lil Insaniyah pada Selasa (5/11/2024) di Balairung Universitas Indonesia, Depok. Acara yang dibuka oleh Menteri Agama Nasarudin Umar, mewakili Presiden Prabowo Subianto, menghadirkan cendekiawan dan agamawan dari berbagai negara. Konferensi ini merupakan hasil kerja sama PBNU, Universitas Indonesia (UI), dan Centre for Shared Civilizational Values (CSCV). Gus Yahya menjelaskan, wacana Humanitarian Islam pertama kali diperkenalkan pada 2017 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. “Sejak itu, kami terus melakukan upaya sosialisasi kepada berbagai kalangan di komunitas agama, lingkaran pembuat kebijakan, dan akademisi di seluruh dunia,” ujarnya. Kiai asal Rembang ini menekankan bahwa Humanitarian Islam bukan konsep baru dalam ajaran Islam. “Ini adalah pesan ilahi yang inheren dalam ajaran Rasulullah Muhammad SAW, sebagaimana firman Allah, wa maa arsalnaaka illa rahmatan lil ‘aalamiin,” jelasnya. Dia menyatakan, pengalaman Indonesia dalam mengelola keragaman layak dibagikan kepada komunitas internasional.

Read More

Pengelolaan Zakat di Indonesia Jadi Referensi Sejumlah Negara

Jakarta — 1miliarsantri.net : Menteri Agama Malaysia, Senator Dato Setia Dr Haji Mohd Na’im Mokhtar mengatakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI harus menjadi contoh bagi seluruh lembaga pengelola zakat di dunia, karena terus berinovasi di tengah perkembangan zaman. “Kesuksesan Baznas di Indonesia menjadi contoh luar biasa. Dengan menerapkan metode pengumpulan zakat secara digital, Baznas telah menjangkau komunitas-komunitas yang kurang terlayani, memastikan penyediaan perawatan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar bagi jutaan orang,” ucap Mohd Na’im melalui keterangan di Jakarta Mohd Na’im menilai inisiatif yang dilakukan Baznas dapat menjadi acuan bersama, bahwa zakat dapat memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan sosial melalui inovasi teknologi. Sebab, katanya, pemanfaatan zakat untuk pemberdayaan umat kian mendesak pada beberapa tahun terakhir. “Dalam beberapa dekade terakhir, kesenjangan antara si kaya dan si miskin telah melebar ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern,” ujarnya. Menurut Mohd Na’im, zakat bisa menjadi salah satu solusi dalam mengurangi kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin di dunia ini. “Zakat, dengan tujuan intrinsiknya untuk mendistribusikan kekayaan, memiliki kekuatan untuk mengatasi ketidakadilan ini, menjangkau mereka yang terpinggirkan dan diabaikan,” sambungnya.

Read More