Rumah Tahfidz Opung mengucapkan ‘Selamat Idul Adha 1447H’
“Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
(QS. Al-Qur’an Ash-Shaffat: 102)
Dari peristiwa inilah, umat Islam diajarkan bahwa qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan tentang kesediaan mengorbankan ego, kepentingan pribadi, serta menunjukkan kepatuhan penuh kepada Allah SWT.
Rasulullah ﷺ juga menegaskan keutamaan ibadah qurban. Dari Aisyah RA, Rasulullah bersabda:
“Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Idul Adha yang lebih dicintai Allah selain mengalirkan darah (hewan qurban).”
(HR. Jami’ at-Tirmidzi)
Namun, Allah SWT menegaskan bahwa hakikat qurban bukan terletak pada darah atau daging hewan semata, melainkan ketakwaan orang yang melaksanakannya:
لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ التَّقْوَىٰ مِنكُمْ
“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Qur’an Al-Hajj: 37)
Karena itu, Idul Adha menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk memperkuat semangat berbagi, mempererat kepedulian sosial, serta menumbuhkan keikhlasan dalam beribadah. Semangat qurban adalah semangat pengorbanan demi kebaikan dan ketundukan kepada Allah SWT, sebagaimana keteladanan Nabi Ibrahim AS yang tak lekang oleh zaman.**
Editor: Thamrin Humris
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


