Santri Harus Siap Menghadapi Tantangan Teknologi
Pada kesempatan ini, Kiai Zulfa juga menyinggung tentang munculnya kecerdasan buatan atau Intelegensi Artifisial (IA) yang lebih canggih daripada google. Kalau google mempunyai fungsi hanya menghimpun data, sedangkan IA bisa mengelola data dan bisa diperintahkan sesuai keinginan pengguna.
Fenomena yang mengagetkan dunia baru-baru ini juga akan memberikan konsekuensi tersendiri kehidupan masyarakat. Kiai Zulfa kemudian mencontohkan kecerdasan dari IA.
“Kalau dulu orang berkhutbah atau ceramah harus membuka kitab terlebih dahulu, namun sekarang dengan adanya Intelegensi Artifisial. Kita bisa perintahkan untuk membuatkan materi tentang khutbah atau ceramah dengan segala tema dan bahasa,” ucapnya.
Kendati situasi semakin canggih, Kiai Zulfa menegaskan bahwa keberadaan pondok pesantren dan segala budaya yang dimiliki harus dipertahankan karena di pesantren inilah menyimpan ajaran dan tradisi yang tidak dimiliki oleh IA sekalipun. Seperti pola pengajaran di pesantren dan sanad keilmuan.
“Sehebat-hebatnya google dan intelegensi artifisial (IA) yang membedakan dengan kiai dan ulama adalah sanad. Para kiai dan ulama bisa membimbing dan mendidik kita, sedangkan Google dan IA tidak bisa membimbing dan mendidik kita, karena dia hanya sebuah mesin dan tidak bersanad,” tegasnya. (har)
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


