Kisah Para Dai 3T di Selat Nasik Belitung

Dengarkan Artikel Ini

Jakarta — 1miliarsantri.net : Para pendakwah di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) mempunyai banyak kisah selama bertugas. Salah satunya dialami Didiek Sri Mulya Ahmad, pendakwah asal Jakarta dan Qoriza Saumiddin Lubis dari Belitung Timur.

“Setiba saya di sini, respons masyarakat sangat antusias. Contohnya, saya diundang untuk khutbah nikah. Itu salah satu hal yang tidak pernah saya lupakan,” ungkap Didiek.

Dia mengaku, berbagai kegiatan keagamaan dijalankan bersama masyarakat, khususnya terkait pembelajaran tilawah dan qiraat Al-Qur’an.

“Saya mengajarkan sekitar empat cabang MTQ. Tahfiz Qur’an, tilawah anak-anak, tilawah remaja, bahkan qiraat. Itu saya ajarkan kepada mereka. Akhirnya tiga masjid sekitar sini, kita adakan tilawah Al-Quran rutin,” terangnya.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca