Kisah Para Dai 3T di Selat Nasik Belitung
Hal serupa juga disampaikan oleh pendakwah lainnya, Qoriza. Menurutnya, masyarakat sangat bersahabat dengan orang-orang yang baru datang.
Qoriza menyebut, ia telah menggelar kegiatan taklim, keremajaan, konsultasi keagamaan, hingga silaturahim ke berbagai desa.
“Kita memberikan taklim terhadap ibu-ibu majelis taklim, lalu kita bertemu masyarakat melakukan konsultasi keagamaan, dan juga bertemu remaja-remaja masjid untuk melaksanakan kegiatan masjid, dan kita bersilaturahim ke tiga desa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan,” jelas Qoriza.
Sementara itu, menurut Qoriza, para Dai 3T berkomitmen untuk menyusun strategi manajemen kemasjidan, agar program yang digagas para dai dapat dilanjutkan masyarakat hingga masa yang akan datang.
“Strategi ke depan, kita bisa membuat manajemen kemasjidan di seluruh desa. Agar selepas program Dai 3T, kegiatan ini dapat terus berkelanjutan, bisa diteruskan oleh para stakeholder di kecamatan ini,” pungkasnya. (zain)
Baca juga :
- PPDB 2027/2028 MTs dan SMP Islam Al Huda Rawasapi Resmi Dibuka, Gratis SPP Bagi Yatim Segera Daftar!
- Sejarah TNI: Dari Perjuangan Kemerdekaan 1945 hingga HUT ke-81 Tahun 2026
- Doa dan Ikhtiar Membangun Pemahaman Agama Anak Sejak Dini, Bekal Generasi Saleh
- Resmi! DPR Setujui Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru Gantikan Jenderal Listyo Sigit
- 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila Menggugah Kesadaran Bangsa Akan Bahaya Laten Komunis
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


