Kekerasan di Pondok Pesantren Bisa Dicegah dengan 5 Langkah
Kelima, para pendidik di pesantren harus membangun komunikasi intens dengan santri. Sebab menurutnya interaksi dan komunikasi langsung antara pengasuh dengan santri dapat mencegah peluang terjadinya perundungan atau praktik kekerasan di kalangan santri.
Melalui interaksi langsung, pengasuh akan lebih mengenal karakter para santrinya dan dapat memberikan nasihat secara langsung.
Psikolog Keluarga Alissa Qotrunnada Wahid mengatakan bahwa kasus kekersan yang berada di permukaan adalah bagian dari fenomena puncak gunung es. Dalam pengertian, di bawah kasus-kasus tersebut terdapat sistem yang menggerakkan terjadinya berbagai bentuk kekerasan di lembaga pendidikan.
Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama sebagai upaya perbaikan dari sejumlah penggerak sistem tersebut, antara lain pemerintah, pengasuh pesantren serta ormas-ormas, terutama Nahdlatul Ulama.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


