Kekerasan di Pondok Pesantren Bisa Dicegah dengan 5 Langkah
Jombang — 1miliarsantri.net : Kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren bisa dicegah dengan beberapa cara. Alumnus Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Bahrul Fuad menyoroti kasus kekerasan di lingkungan pondok pesantren.
Cak Fu, sapaan akrabnya, menyatakan praktik kekerasan bukan metode yang efektif dalam mendidik santri. Kekerasan justru berimbas negatif kepada kepribadian santri.
Cak Fu menawarkan lima langkah untuk menghilangkan praktik kekerasan di pondok pesantren.
Pertama, mendorong agar pengasuh dan pengurus pesantren merumuskan kebijakan yang maslahat. Tak kalah penting adalah melakukan pengawalan dan perbaikan atas kebijakan tersebut secara berkesinambungan.
Kedua, pengasuh dan pihak pesantren harus memiliki kebijakan atau sistem pencegahan perundungan atau praktik kekerasan yang baik. Misal ada aturan sanksi tegas terhadap para pelaku bullying/kekerasan.
“Ketiga, perlu adanya monitoring dan evaluasi berkala terhadap kebijakan dan sistem pencegahan perundungan/kekerasan di pesantren,” kata Cak Fu.
Keempat, mendorong agar pengasuh, pengurus serta pembina pesantren membuat program selingan yang mampu menarik serta menampung minat dan bakat santri.
“Pengasuh harus menciptakan suasana kehidupan pesantren yang menyenangkan, yang memberikan ruang ekspresi kreatif para santri. Hal ini dengan mengembangkan kurikulum yang menitikberatkan pada minat dan bakat santri. Sehingga santri tidak merasa penat dengan beban pelajaran yang padat,” katanya.
Kelima, para pendidik di pesantren harus membangun komunikasi intens dengan santri. Sebab menurutnya interaksi dan komunikasi langsung antara pengasuh dengan santri dapat mencegah peluang terjadinya perundungan atau praktik kekerasan di kalangan santri.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


