Kaighla Berjuang Mempertahankan Hijabnya
Awalnya dia merasa muak dengan diri sendiri lalu memutuskan mengenakan nigab besar. Tidak ada lagi yang terlihat, termasuk mata hijau-coklatnya. Kendati begitu, dia merasa tenang lantaran tidak ada lagi godaan-godaan dari orang sekitar.
“Kepribadian saya akhirnya terhapus. Saya telah menjadi seperti yang dikatakan oleh semua buku yang diberikan oleh suami saya bahwa saya harus menjadi seorang Muslimah: tidak terlihat, diam, meluncur dengan tenang di dunia, menyembunyikan sifat asli saya sampai saya merasa aman di rumah saya yang nyaman, dengan jendela yang tertutup rapat dan gorden yang tertutup,” imbuhnya.
Beberapa bulan kemudian, Kaighla kembali ke Amerika untuk melahirkan. Dia melepaskan niqab. Dia merasa senang karena para pria Amerika tidak banyak yang tersenyum kepadanya, apalagi mencoba menggoda.
Tetapi dia masih mengenakan abayat saja, dan masih mengenakan warna-warna kusam dan menjemukan, agar tidak menimbulkan daya tarik dengan warna-warna cerah dan bahagia.
“Ketika kami kembali ke Mesir nanti, saya tetap mempertahankan gaya tersebut dan berusaha mengabaikan para pria yang mengganggu saya,” ujarnya.
Kaighla bercerai dengan suaminya dari Mesir. Dia akhirnya tak mengenakan lagi pakaian ala Timur tengah. Namun, mengenakan hijab seperti muslimah biasa dengan jilbab warna warni dengan fashion kekinian.
“Saya melepaskan semua abaya saya dan mulai mengenakan gaun panjang selutut di atas legging, ditambah dengan hijab yang tidak terlalu ketat namun tetap cantik dan kardigan yang sesuai dengan cuaca. Seandainya saja saya menurunkan jilbab saya sedikit saja, saya akan menyatu dengan sempurna dengan tren mode hipster dengan pakaian longgar dan warna-warna kalem,” lugasnya.
Kendati begitu, dia merasa tenang dan nyaman dengan hijab di kepala serta pakaian yang longgar. Dia bisa menunjukkan diri sebagai seorang muslimah yang bisa beradaptasi dengan budaya dan lingkungan sosial.
“Ini adalah jalan yang panjang, dan saya yakin saya akan berkembang lebih jauh lagi di masa depan, tetapi saya sangat bersyukur bahwa saya dapat membiarkan diri saya beradaptasi dengan perasaan saya yang sebenarnya. Saya telah menemukan gaya hijab yang cocok untuk saya tanpa harus mengorbankan kepribadian atau budaya saya,” tutup Kaighla. (Iin)
Baca juga :
- Selamat Hari Bhayangkara: 80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat
- Breaking News: Argentina Tutup Fase Grup Piala Dunia FIFA 2026 dengan Kemenangan 3-1 atas Yordania di AT&T Stadium
- Piala Dunia FIFA 2026: Afrika Selatan Lolos Dampingi Meksiko Menuju Fase Gugur
- Formasi Drone “Ubur-Ubur” Iran Diduga Lumpuhkan F-15 Amerika, Pengakuan Pilot Picu Kekhawatiran Baru soal Perang Drone
- Wisuda Bimba Opung ASA Kidz Station 2026: Momen Haru, Ceria, dan Penuh Kenangan dalam Pelepasan Generasi Hebat
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


