GPIB dan SMAN 11 Jakarta Gelar Penyuluhan Anti-Bullying dan Radikalisme Era Digital
“Kadang kondisi anak yang tampak damai justru menyembunyikan masalah, dan mereka sering tidak berani melaporkan.”
“Jika ada yang merasa mengalami kekerasan baik secara verbal maupun fisik, saya siap menjadi pendengar. Jangan menyimpan atau menyembunyikannya. Jika mau membuka diri, itu akan sangat membantu. Mudah-mudahan anak-anak paham untuk segera berbagi kepada wali kelas, guru BK, guru bidang studi, atau kepala sekolah. Terima kasih banyak, semoga kerjasama ini berlanjut kedepannya”, pungkasnya.
GPIB dan Program Penyuluhan Anti Bullying dan Pencegahan Radikalisme
Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang, dalam kesempatan yang sama mengucapkan terima kasih kepada Yulina Dewi, SH, MH dan pihak sekolah yang telah memberikan izin untuk penyuluhan.
Agung Karang menngatakan, “Kegiatan roadshow anti-bullying dan kekerasan ini telah dilakukan di SMA 53 dan SMA 49 Jakarta, kemudian kali ini di SMAN 11 Cakung Jakarta Timur, tanggal 8-1-2026 SDN 16 Klender Jakarta Timur dan tgl 14-1-2026 SMPN 167 Jakarta Timur dan akan berlanjut hingga beberapa sekolah bulan Februari.”
“GPIB sangat peduli dengan siswa di berbagai jenjang pendidikan untuk mencegah bullying. Pemicu kegiatan ini adalah kejadian ledakan bom di SMA 72, sehingga kami ingin mencegah terjadinya hal serupa dengan mengunjungi sekolah-sekolah,” jelasnya.
Sistem dan Strategi Anti Bullying dan Pencegahan Radikalisme
Yulina Dewi, SH, MH, salah satu pengurus GPIB DPW DKI Jakarta, yang juga berprofesi sebagai jaksa di Kejagung RI, menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk memberikan wawasan kepada siswa SMAN 11 mengenai kekerasan di sekolah.
Lebih lanjut dia menegaskan, “Di era transformasi digital ini, anak-anak menghadapi berbagai problematika terkait kekerasan di sekolah yang dapat menimbulkan trauma dan dampak pada kesehatan mental baik bagi korban maupun pelaku.”
Menurutnya, diperlukan sistem dan strategi yang terkoordinasi antara sekolah, Pemprov DKI, dan pihak terkait seperti GPIB.
“Siswa adalah sumber emas bangsa yang harus menjadi kader cerdas, bekerja keras, dan mendapatkan perlindungan yang baik agar dapat belajar dalam suasana yang nyaman, tenang, dan inklusif. “
“Dukungan dari pemerintah, sekolah, dan komunitas sangat diperlukan untuk mewujudkannya,” tambahnya.
Yulina berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan dengan sinergi yang baik untuk membangun antisipasi dan menghasilkan generasi yang cerdas pada tahun 2045. “Saya ucapkan semangat kepada Pak Agung dalam memperjuangkan misi dan visi pendidikan Indonesia, serta siap memberikan dukungan dan pengetahuan yang diperlukan,” tandasnya.
Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat dan piagam penghargaan kepada pihak sekolah dan narasumber, hadir dalam acara tsb Muhammad Amin ketua komite sekolah SMAN 11 yg juga sebagai Ketua DPC.GPIB Jakarta Timur, Dani Hendro Pradiatmoko wakil ketua DPW GPIB PROVINSI DKI JAKARTA, Rahayu Desi Leni, Nurhayati, Suhana, Nani Wijaya, Yenti, Titik Suparti, Lina serta acara diakhiri dengan sesi foto bersama.**
Sumber : Ketua Umum DPP GPIB Ir. Agung Karang
Foto istimewa
Editor : Thamrin Humris
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


