Sudahkah Kita Melunasi Hutang Puasa Sebelum Berakhir Rajab

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Bulan Rajab telah tiba, menyisakan waktu yang singkat menuju bulan suci Ramadan. Sebagai persiapan menghadapi bulan penuh berkah tersebut, ada satu kewajiban yang sebaiknya segera dilaksanakan: melunasi utang puasa tahun lalu. Meskipun tidak ada batasan waktu tertentu untuk mengganti puasa yang tertinggal, akan lebih baik jika tindakan ini dilakukan sebelum pintu Ramadan terbuka. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184, terdapat kelompok-kelompok yang diberikan keringanan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan. Salah satunya adalah orang yang sakit atau dalam perjalanan. Mereka diizinkan untuk tidak berpuasa selama Ramadan, namun diwajibkan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan tersebut pada hari-hari di luar bulan suci Ramadan. Tidak hanya itu, setara dengan golongan perempuan yang sedang mengalami haid, orang yang sakit atau dalam perjalanan juga dianjurkan untuk melaksanakan kewajiban mengganti puasa pada hari-hari yang bukan bagian dari bulan Ramadan. Hal ini menciptakan keseimbangan dalam pelaksanaan ibadah, seperti yang dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan dari Aisyah ra: “Aisyah r.a. menceritakan bahwa perempuan pada masa itu kadang-kadang mengalami haid. Maka, mereka diperintahkan untuk mengganti puasa yang tertinggal, namun tidak diwajibkan untuk mengganti salat.” (HR. Muslim) Dengan demikian, menjelang Ramadan, penting bagi umat Islam untuk memastikan utang puasa tahun sebelumnya segera dilunasi. Dengan menyegerakan pembayaran utang puasa, kita dapat memasuki bulan Ramadan dengan hati yang bersih dan siap menyambut berkah bulan penuh keberkahan tersebut. Membayar Utang Puasa: Apakah Harus Berturut-turut? Dalam persiapan menyambut bulan Ramadan, penting untuk membahas cara melunasi utang puasa yang tertinggal. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah pembayaran utang puasa harus dilakukan secara berturut-turut atau apakah memungkinkan untuk menyicil pembayaran tersebut.

Read More

Imam Al Ghazali Menyampaikan Sesuatu Yang Sangat Dahsyat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menyampaikan sesuatu yang sangat dahsyat sehingga sesuatu itu bobot atau beratnya melebihi tujuh lapis langit atau tujuh lapis bumi. Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali mengutip beberapa sabda Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW pernah berpesan kepada Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, “Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya tiap-tiap amal kebaikan yang kalian kerjakan akan ditimbang kelak di hari kebangkitan (hari kiamat/akhirat), kecuali kalimat La ilaha illallah tidak akan ikut ditimbang.” “Sebab, jika (kalimat La ilaha illallah) diletakkan di salah satu bagian pada timbangan sebelah (kiri), di mana tujuh petala (lapis) langit maupun tujuh petala bumi diletakkan pada posisi timbangan yang sebelah kanan, niscaya posisi timbangan kalimat La ilaha illallah masih jauh lebih berat.” (HR Imam An-Nasa’i dalam kitab Amalul Yaum Wal Lailah) Rasulullah SAW juga pernah bersabda, “Seandainya seseorang melakukan dosa seluas langit, maka setelah mengucapkan kalimat La ilaha illallah, Allah akan mengampuninya.” (HR Imam At-Tirmidzi) Nabi Muhammad SAW juga pernah berpesan, “Wahai Abu Hurairah, ucapkanlah La ilaha illallah bagi orang yang akan meninggal dunia, niscaya dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah SWT.” Abu Hurairah bertanya, “Ya Rasulullah, jika itu merupakan pahala bagi orang yang meninggal dunia, lalu bagaimana pahala bagi orang yang masih hidup dan mengucapkannya?” Rasulullah pun menjawab, “Akan lebih menghapuskan lagi dan lebih menghapuskan dosa.” (HR Abu Manshur ad-Dailami dalam Musnadul Firdaus) Imam Al Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin menerangkan sebagian ulama di kalangan sahabat dan tabi’in ada yang mengatakan, Allah ‘Azza Wa Jalla telah berfirman, “Apabila Aku melihat seorang hamba yang qalbunya terus-menerus ingat kepada-Ku, Aku akan mengurusi (mencukupi) segala kebutuhannya, dan Aku menjadi sahabat, penasihat, sekaligus kawan dekatnya.”

Read More

Rasulullah SAW Memiliki Pribadi Yang Sangat Luar Biasa, Meski Dalam Candaan Terasa Berwibawa

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Contoh-contoh canda Rasulullah SAW adalah sisi potret kehidupan Rasulullah SAW yang jarang menjadi bahasan. Padahal contoh-contoh tersebut menjadi penting dibahas agar menjalankan keseharian dengan proporsional dan seimbang juga tetap dalam tuntunan syariah. Sesungguhnya Rasulullah SAW adalah teladan dan referensi dalam setiap sisi kehidupan, termasuk dalam canda. Walaupun banyak tanggung jawab dan bebannya, tetapi ia bercanda dan tidak berkata kecuali yang benar dan membersamai para sahabat dalam keseharian seperti masyarakat pada umumnya. Membersamai mereka pada saat bermain dan bercanda, juga membersamai mereka dalam kesedihan dan kesusahan. Dalam bukunya, Malamih al-Mujtama’ al-Muslim alladzi Nunsyiduhu, Syekh Yusuf al-Qardhawi Rahimahullah menjelaskan contoh-contoh canda dan rehat Rasulullah SAW. Di antara contoh-contoh tersebut bisa dijelaskan sebagai berikut. (1) Rasulullah SAW adalah pribadi yang semringah, ceria, dan santai. Kesimpulan ini sebagaimana dikutip Syekh Yusuf al-Qardhawi dari Kanzu al-‘Umal. “Para sahabat menilai bahwa Rasulullah SAW termasuk pribadi yang banyak canda di antara kami” (Kanzu al-‘Umal, 18400). (2) Rasulullah SAW senang membuat orang lain terhibur dan gembira, khususnya dalam momentum seperti hari raya dan pernikahan. Sebagaimana dijelaskan al-Qardhawi, “Adalah Rasulullah SAW senang membuat para sahabat dan masyarakat itu gembira dan bahagia khususnya dalam momentum seperti hari raya dan pernikahan.” (3) Rasulullah SAW bukan sosok yang menyendiri dan terpisah dari para sahabat dan lingkungannya. Tetapi Rasulullah SAW itu membersamai para sahabat dalam setiap sisi kehidupan mereka: dalam suka dan duka, dalam sedih dan canda mereka. Sebagaimana yang disampaikan oleh Zaid bin Tsabit. “Sahabat Zaid bin Tsabit menjelaskan bahwa ia diminta untuk menjelaskan kondisi Rasulullah SAW, kemudian ia menceritakan, ‘Saya adalah tetangganya pada saat wahyu turun kepadanya, maka ia meminta saya untuk menuliskan wahyu. Dan pada saat kami mengingat dunia, maka ia menjelaskannya bersama kami. Dan pada saat kami mengingat akhirat, maka ia pun mengingatnya bersama kami. Dan pada saat kami menyebutkan makanan, maka ia pun menyebutkannya bersama kami.’ Ia berkata, ‘Ini yang bisa saya jelaskan kepada kalian tentang Rasulullah SAW’.” (HR Thabrani dengan sanad hasan sebagaimana dalam Majma’ Az-Zawaid 9/17). (4) Canda Rasulullah SAW dengan istri-istrinya. Potret di dalam rumah tangga Rasulullah SAW, bagaimana Rasulullah SAW mengisi sebagian waktunya bersama istri-istrinya dengan mengajak mereka bermain, bercanda, serta mendengarkan kisah dari istri-istrinya. Potret tersebut yang disaksikan para sahabat di rumah Rasulullah SAW, saat bercanda dan bermain dengan istri-istrinya. Termasuk Rasulullah SAW juga mendengarkan cerita dan kisah istri-istrinya. Sebagaimana dalam hadis Umi Zar’ yang terkenal dan diabadikan dalam Shahih Bukhari.

Read More

Hafshah, Salah Satu Istri Baginda Rasulullah SAW Dipuji Malaikat Karena Wanita Yang Rajin Puasa dan Rajin Shalat

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kita tentu mengenal Sayyidah Hafshah binti Umar bin Al-Khatthab adalah di antara istri Nabi yang punya kedudukan tinggi. Hal tersebut seperti dikutip dari buku the Wonderful Ummahatul Mukminim yang ditulis oleh Erlan Iskandar, Sampai-sampai Aisyah berkata, هي التي كانت تساميني من أزواج النبي “Hafshah adalah orang yang menyamai kedudukanku di antara para istri Nabi.” (Siyar A’lam An Nubala, 2/27) Namun, suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ternyata pernah menyatakan cerai Hafshah. Lantas Hafshah pun bersedih dan berduka. Tak disangka, kemudian Malaikat Jibril pun turun menyampaikan perintah dari Allah supaya Nabi rujuk kembali kepada Hafshah, راجع حفصة، فإنها صوامةقولمة، وأنها زوجتك في الجنة “Rujuklah kepada Hafshah karena sesungguhnya dia adalah wanita yang rajin puasa dan rajin shalat. Sesungguhnya dia adalah istrimu di surga.” (HR. Ath Thabarani) Awalnya Hafshah merasa sedih, namun setelahnya ia berbahagia. Dari hadits di atas, diketahui bahwa Hafshah itu rajin beribadah. Pada zaman itu, tidak banyak wanita yang bisa baca tulis. Hafshah adalah salah seorang yang bisa membaca dan menulis. Ia diajari oleh Syifa binti Abdullah.

Read More

UAH Bagikan 3 Cara Introspeksi Diri di Bulan Rajab

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rajab merupakan satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Empat bulan hurum dalam kalender hijriyah di antaranya Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. “Rajab adalah pembuka semua bulan kebaikan. Kalau kita nggak dapat Ramadhan, minimal Rajabnya dapat” terang pendakwah Ustadz Adi Hidayat. UAH melanjutkan, begitu pentingnya bulan Rajab maka semua muslim wajib untuk mengetahui keistimewaannya. Disebut bulan hurum karena adanya larangan untuk berbuat aniaya dan peperangan. Karena itu, dianjurkan untuk melakukan perbuatan baik, salah satunya dengan evaluasi diri agar dijauhkan dari perbuatan dzalim. Ustadz Adi Hidayat (UAH) pun membagikan tiga cara berintrospeksi dengan tiga pendekatan utama. “Kalau terkait dengan dosa-dosa keseharian maka lakukan dzikir Nabi Adam. Quran surat ke 7 ayat 23, saya yakin kita hafal,” ungkap UAH dalam kajian “Keutamaan Bulan Rajab”, dikutip dari channel Adi Hidayat Official, Ahad (21/1/2024). قَالَا رَبَّنَا ظَلَمۡنَاۤ اَنۡفُسَنَا وَاِنۡ لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَـنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَـنَكُوۡنَنَّ مِنَ الۡخٰسِرِيۡنَ Artinya: Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” “Bacakan itu minimal setelah kita selesai shalat. Perbanyak zikir tadi,” lanjutnya. Namun, UAH mengingatkan agar dzikir tersebut tak hanya di lisan tapi juga bayangkan persoalan yang dihadapi dalam hidup. “Ketika dibacakan, mata Anda zalim, rasakan kezaliman itu. Ketika dengan orang tua tak bagus, bayangkan per buatan buruk yang sedang Anda kerjakan. Begitu Anda bacakan air mata Anda menetes, seketika ampunan Allah akan turun pada kita dan gugur perbuatan buruk yang pernah kita lakukan,” urai UAH. Kemudian, dosa yang terkait dengan aktivitas pekerjaan yang sedang dilakukan. UAH mencontohkan Nabi Yunus AS yang mendapat tantangan tinggi saat berdakwah.

Read More

Rasulullah Membagikan Tiga Cara Dalam Memperlakukan Keluarga

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam Islam, pernikahan merupakan ibadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam. Perkawinan dianggap sebagai kesatuan agama dan sakral yang melaluinya unit sosial – keluarga, terbentuk dan dimana pasangan dapat hidup bersama dalam damai dan ketenangan. Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk merefleksikan tujuan dan memahami makna pernikahan dari panduan agama Islam. Kehidupan keluarga Rasulullah SAW menjadi teladan terbaik bagi umat Islam di dunia. Rasulullah SAW adalah seorang suami, ayah dan kakek yang efektif, bertanggung jawab dan penuh kasih sayang. Agar terbina nya keluarga yang Sakinah – Mawadah – Warahmah, Rasulullah SAW memberikan tiga cara dalam memperlakukan keluarganya: Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya bahwa kunci kesuksesan pernikahan dan keluarga bahagia adalah hubungan yang sehat antara suami dan istri. Untuk mencapai ketentraman dalam sebuah pernikahan, harus ada rasa saling mencintai dan menghormati antara suami dan istri. Rasulullah dikenal baik hati, lemah lembut, pengertian, pemaaf dan hormat terhadap rumah tangganya. Saling mencintai memperindah sebuah pernikahan, namun memiliki ketaqwaan (kesadaran akan Tuhan) adalah faktor yang paling penting karena cinta bisa memudar seiring berjalannya waktu. Jika cinta memang memudar, Islam tetap menekankan pentingnya saling menghormati antara suami dan istri. Salah satu ulama besar generasi awal Islam (Tabi’un), Hasan Al-Bashri, pernah berpesan kepada seorang ayah yang sedang menanyakan ciri-ciri yang harus diperhatikan dalam memilih calon suami bagi putrinya: “Berikan dia kepada laki-laki yang bertaqwa. Jika dia mencintai putrimu, dia akan memperlakukannya dengan baik, dan jika dia membencinya, dia tidak akan menindasnya.” Seseorang belum dipandang Allah sebagai mukmin seutuhnya jika ia tidak memperlakukan keluarganya dengan baik. Mukmin sejati adalah yang berpegang teguh pada ajaran Rasulullah SAW secara menyeluruh, dan tidak memilih-milih hanya berdasarkan kecenderungan pribadinya. Rasulullah SAW tumbuh di masa ketika perempuan hanya mempunyai sedikit hak. Masa itu, perempuan dianggap inferior dan seringkali diperlakukan sebagai properti. Saat memperkenalkan Islam, Rasulullah menyerukan kepada semua orang untuk memperlakukan perempuan dengan rasa menghargai dan menghormati.Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi SAW dikatakan, مَا مِنْ رَجُلٍ تُدْرِكُ لَهُ ابْنَتَانِ فَيُحْسِنُ إِلَيْهِمَا مَا صَحِبَ “Tidak ada laki-laki yang kedua putrinya telah baligh lalu dia memperlakukan mereka dengan baik selama mereka bersama, namun mereka akan memberinya tiket masuk surga.” (Sunan Ibnu Majah)

Read More

Amalan Abah Guru Sekumpul Untuk Orang Emosian dan Pemarah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Ulama asal Kalimantan Selatan, KH Muhammad Zaini Abdul Ghani, (Guru Sekumpul) memberikan sebuah amalan sholawat bagi orang yang sering emosi dan marah. Amalan ini mungkin juga bisa menghindarkan seseorang dari peristiwa carok yang masih terjadi di Indonesia. Carok atau perkelahian satu lawan satu sesama lelaki masih sering terjadi di Indonesia, khususnya di Madura. Pada zaman dulu, carok biasanya terjadi demi mempertahankan harga diri yang diinjak-injak oleh orang lain, khususnya terkait masalah perempuan. Namun, belakangan istilah carok sudah mengalami peyorasi dan kehilangan makna di antara masyarakat Madura. Carok yang terjadi belakangan ini lebih dilatarbelakangi oleh kesalahpahaman antara kedua belah pihak. Seperti yang terjadi di Bangkalan, Madura, pada 12 Januari 2024 kemarin, peristiwa carok tersebut terjadi hanya karena adanya perselisihan di jalan. Karena tak diterima ditegur, terjadilah percekcokan. Karena emosi tak terbendung dan semua pelaku gelap mata, terjadilah aksi pembacokan atau peristiwa carok massal tersebut. Dalam peristiwa ini, empat orang pun meninggal dunia. Sedangkan dua pelaku sudah diseret ke kantor polisi untuk diproses hukum. Lalu bagaimana bacaan amalan Guru Sekumpul untuk orang emosian dan pemarah? Dalam salah satu ceramahnya yang viral, Guru Sekumpul pernah memberikan ijazah amalan sholawat di hadapan para jamaahnya. Amalan tersebut diperuntukkan bagi orang-orang yang mudah marah. “Kalau orang itu jiwanya panyarikan (Bahasa Banjar: orang yang wataknya terkesan mudah marah dan emosi), maka amalannya itu sholawat. Sholawatnya yang tidak memakai nama Allah seperti, asshalatu wassalamu ‘alaika ya sayyidana ya khairal anam. Kan tidak ada allahumma,” ujar Guru Sekumpul dalam cerahmnya yang diunggah oleh akun Youtube @yetrozha223.

Read More

Amalan-amalan Yang Dilakukan Rasulullah SAW disaat Bulan Rajab

Surabaya — 1miliarsantri.net : Bulan Rajab merupakan salah satu di antara empat bulan mulia, yakni Muharram, Rajab, Dzulhijjah, dan Dzulqa’dah. Malam 1 Rajab 1445 H jatuh tepat pada Jumat (12/1/2024) lalu. Dalam menyambut bulan mulia ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal baik dan melaksanakan sunah-sunah di bulan Rajab. Berikut ini amalan-amalan yang dapat dilakukan untuk meraih keistimewaan bulan Rajab. Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i menyatakan: وَ بَلَغنَا اَنَّهُ كَانَ يُقَالُ: اِنَّ الدُّعَاءَ يُسْتَجَابُ فِي خَمسِ لَيَالٍ فِي لَيلَةِ الْجُمعَةِ، وَ لَيلَةِ الْاضْحَى، وَ لَيْلَةِ الْفِطْرِ، وَلَيلةٍ مِن رَجَب، وَ لَيلَةٍ النِّصفَ مَِن شَعبَان “Sesungguhnya doa diijabah pada lima malam: malam jum’at, malam iduladha, malam idulfitri, malam pertama bulan Rajab, dan malam pertengahan bulan Sya’ban.” Karena keistimewaan yang tinggi, umat Islam disarankan untuk menghidupkan malam pertama bulan Rajab dengan memanjatkan doa dan melakukan amal baik seperti shalat sunnah dan berzikir sebanyak-banyaknya. Dalam kitab Durratun Nasihin disebutkan: “Barang siapa menghidupkan malam pertama dari bulan Rajab, maka hatinya tidak mati dikala matinya hati orang lain. Dan Allah mencurahkan kebaikan di atas kepalanya banyak-banyak, dan dia keluar dari dosa-dosanya seperti saat baru dilahirkan oleh ibunya, dan dia memberi syafaat kepada 70 ribu orang yang berdosa yang harusnya masuk neraka.” (Lubbul Albab, Maulana Tajul Arifin) (A’rojiyah). Puasa 1 hari: mendapat ridha Allah,Puasa 2 hari: mendapat kemuliaan yang tidak habis disebutkan oleh penghuni langit dan bumi,Puasa 3 hari: diselamatkan dari bencana dunia dan adzab akhirat, penyakit gila, kusta, dan fitnah dajjal,Puasa 7 hari: ditutup tujuh pintu jahannam untuknya,Puasa 8 hari: dibuka delapan pintu surga untuknya,Puasa 10 hari: segala sesuatu yang ia minta, akan Allah kabulkan,Puasa 15 hari: Allah ampuni segala dosa-dosanya yang telah lalu, kesalahan-kesalahannya digantikan dengan kebaikan. Dan barang siapa yang menambah puasanya, Allah akan tambahkan juga pahala baginya. Bacaan niat puasa sunnah bulan Rajab sebagaimana Ketentuan, Niat dan Keutamannya, yaitu: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ شَهْرِ رَجَبَ سُنَّةً لِِلَّهِ تَعَلى Nawaitu shauma ghodin fii syahri rojaba sunnatan lilahi ta’ala. Dari Abdurrahman bin Auf, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: Jibril telah datang kepadaku dan berkata, “Ya Muhammad, tidak seorang pun yang bershalawat kepadamu kecuali didoakan oleh tujuh puluh ribu malaikat. Dan barang siapa yang didoakan oleh malaikat, maka ia tergolong penghuni surga.”

Read More

Beberapa Cara Supaya Bisa Bangun Untuk Shalat Subuh

Surabaya — 1miliarsantri.net : Setiap muslim di dunia diwajibkan untuk menunaikan rukun Islam kedua, yaitu shalat lima waktu dalam sehari. Selain sebagai tiang agama, shalat juga dapat meningkatkan ketakwaan pada Allah SWT, memberi ketenangan lahir dan batin, mendapatkan kecintaan pada Allah Ta’ala dan mencegah perbuatan keji dan mungkar. Subuh adalah salah satu waktu untuk mendirikan shalat setiap harinya. Shalat subuh mengandung banyak keistimewaan, seperti dijelaskan dalam Al-Qur’an, Allah berfirman: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Subuh. Sesungguhnya shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Qs. Al-Isra’: 78). Meski shalat subuh memiliki keistimewaan, namun banyak muslim yang masih lalai dalam mengerjakannya dengan melanjutkan tidur. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak.” (HR. Bukhari no. 657 dan Muslim no. 651). Agar kita dapat meraih keistimewaannya, berikut 10 tips yang dapat membantu untuk bangun shalat subuh tepat waktu seperti dilansir dari laman Muslimi: Mohon kepada Allah (SWT) untuk memberikan kekuatan dan kemauan bangun di waktu Subuh. Bacalah Ayatul Kursi dan doa lainnya sebelum tidur. Letakkan alarm jauh dari tempat tidur agar Anda memaksakan diri untuk bangun. Jangan tergoda untuk menekan tombol snooze dan kembali memejamkan mata, ‘hanya beberapa menit lagi’! Jika mengalami masalah, atur beberapa jam alarm. Anda juga dapat menginstal berbagai aplikasi di ponsel, yang secara otomatis akan berbunyi di waktu-waktu shalat sesuai dengan lokasi. Meski terdengar klise, namun cara ini ampuh membantu untuk bangun lebih awal. Rasulullah memiliki kebiasaan tidur di awal waktu atau setelah Isya. Dari Abu Barzah radhiallahu ‘anhu “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai tidur sebelum shalat ‘Isya’ dan berbincang-bincang setelahnya.” [HR. Bukhari & Muslim]. Sikap ini dapat memotivasi Anda untuk terus menyenangkan Allah SWT dan memperkuat keingin diri dalam melakukan perbuatan baik.

Read More

Ini Pengetahuan Paling Utama dalam Islam dan Harus Dimiliki Setiap Muslim Yang Diajarkan Syekh Izzuddin

Surabaya — 1miliarsantri.net : Dalam ajaran Islam, pengetahuan menjadi landasan utama bagi setiap Muslim. Seorang ulama klasik, Syekh Izzuddin bin Abdussalam (w. 660 H), menegaskan, pengetahuan paling mendasar adalah mengenal Allah SWT. Dalam pandangan beliau, pemahaman akan Allah menjadi kunci kebaikan dan benteng melawan segala bentuk penyimpangan. Pengetahuan ini membentuk karakter manusia untuk mengutamakan tujuan utama dan menjauhi yang sekunder, serta menilai dunia dengan bijak melalui lensa nilai dan keabadian akhirat. Dalam karyanya yang berjudul “Syajaratul Ma’arif” terbitan Qaf Media, Syekh Izzuddin menjelaskan, “Dan pengetahuan yang paling utama adalah mengenal Tuhan, karena pengetahuan ini memerintahkan segala kebaikan dan mencegah dari segala penyimpangan.” Setelah itu, kata Syekh Izzuddin, baru mengetahui hukum-hukum Al-Qur’an, lalu mengetahui janji bagi orang taat dan beriman, serta mengetahui ancaman bagi orang kafir dan gemar bermaksiat. Menurut dia, buah mengenal Allah Yang Maha Kasih adalah ahwal (kondisi rohani) yang luhur, perkataan yang bernilai, perbuatan yang diridhai, dan derajat di akhirat. Sedangkan, buah mengetahui hukum-hukum Alquran adalah menjauhi kedurhakaan dan mengikuti yang diridai Tuhan. Buah mengetahui janji dan ancaman adalah mengambil pelajaran dari apa yang menimpa pelaku maksiat dan tergerak untuk berbuat taat dan baik. Buah mengetahui rendah dan sementaranya dunia adalah menghinakan dunia dan tidak condong kepadanya. Buah mengetahui nilai dan keabadian akhirat adalah berorientasi dan bersemangat meraih kebaikan di akhirat. “Buah dipenuhinya hati dengan mengenal Tuhan adalah menampik segala sesuatu selain-Nya, mengasingkan diri dari sesama, dan mengutamakan ridho Khalik dibanding ridha makhluk,” jelas Syekh Izzuddin.

Read More