Bolehkah Mendoakan Ustad Yang Menghalalkan Musik

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebuah video yang mempertontonkan seorang ustadz mendoakan orang yang menghalal kan musik meninggal dalam keadaan konser viral di sejumlah media sosial. “Ya Allah jadikanlah teman-temanku dan ustadz-ustadznya yang menghalalkan musik agar mereka mati dalam keadaan mendengarkan musik menyanyi mendengarkan konser dan yang semacam itu ya Allah ucapkan amin,” kata Ustadz tersebut dikutip Junat (7/6/2024). Tidak cukup, dia juga mendoakan ustadz yang membolehkan musik agar juga mati dalam keadaan mendengarkan musik. “Ya Allah jadikanlah ustad-ustad yang mengatakan bahwa mendengarkan musik itu boleh-boleh aja selama tidak melalaikan dari sholat agar mereka semua mati dalam keadaan mendengarkan musik ya Allah beserta orang-orang yang mendukungnya. Ucapkan amin,” ujar Muflih. Dalam kondisi ini, apakah kita boleh mendoakan buruk bagi orang lain? Allah SWT berfirman, “Allah tidak menyukai perkataan buruk, (yang diucapkan) secara terus-terang kecuali oleh orang yang dizalimi. Dan Allah Mahamendengar, Mahamengetahui.” (QS An Nisa: 148) Dalam Tafsir Ibnu Katsir diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Allah SWT tidak suka dengan doa yang berisi ungkapan buruk kepada siapapun kecuali dia dizalimi. Karena itu, Allah SWT mengizinkan doa tersebut diucapkan tetapi hanya ditujukan kepada orang yang telah menzalimi dirinya. Tafsir al-Sa’di juga menyebutkan, dibolehkan bagi hamba untuk berdoa terhadap orang yang telah menganiaya dirinya selama hamba tersebut tidak berbohong atau tidak melebih-lebihkan penganiayaan yang dialami dirinya. Namun, memaafkan orang yang menzaliminya tentu jauh lebih baik. Lebih lanjut, ada beberapa bentuk doa dan hukumnya bagi orang yang dianiaya atau dizalimi kepada orang yang menzalimi sebagaimana dilansir dari laman Mawdoo. Pertama, berdoa agar sikap zalim yang dilakukan si penzalim itu dihilangkan, dan ini sangat mulia. Kedua, berdoa untuk kematian anak-anak dari si penzalim, termasuk juga keluarganya dan orang-orang yang memiliki hubungan dengannya, meskipun mereka tidak ada kaitannya apapun dengan tindakan zalim si pelaku. Doa semacam ini tidak diperbolehkan. Ketiga, berdoa agar orang berbuat zalim itu mengalami sakit yang luar biasa melebihi hukuman yang setimpal baginya. Ini juga tidak boleh. Keempat, berdoa agar pelaku zalim itu dikutuk untuk terus melakukan perbuatan dosa. Ini juga tidak boleh karena keinginan agar orang lain terjerembab dalam maksiat adalah juga bentuk dari maksiat itu sendiri. Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada saat itu, Prof Dr Hasanuddin AF menyampaikan, meski ada redaksi pembolehan untuk menyampaikan doa yang buruk kepada orang yang berbuat zalim, lebih baik jika orang yang dizalimi itu menyerahkan semua persoalan yang dihadapinya kepada Allah SWT. Artinya, itu momentum bagi orang yang dizalimi untuk meningkatkan ketakwaannya kepada Allah dengan melaksanakan berbagai bentuk ibadah. Hasanuddin menjelaskan, membalas kebaikan orang lain dengan kebaikan lagi itu sudah biasa. Sedangkan orang yang berbuat baik kepada orang yang tidak pernah berbuat baik kepada dirinya itu memiliki nilai yang lebih tinggi. Namun ada satu lagi yang lebih tinggi nilainya, yaitu membalas kejahatan orang lain dengan kebaikan. “Ini nilainya jauh lebih tinggi dari dua yang pertama tadi. Dan tentu memaafkan orang yang telah menzalimi kita itu jauh lebih baik, ini termasuk membalas kejahatan dengan kebaikan,” jelasnya. Apalagi, Hasanuddin mengatakan, Allah SWT dalam Alquran mengingatkan bahwa salah satu ciri orang yang bertakwa adalah orang yang memaafkan orang lain. Karena itu, sudah semestinya orang yang beriman adalah memaafkan orang yang telah berbuat jahat kepada dirinya. Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran 133-134)

Read More

Amalan yang Biasa dikerjakan Saat Bulan Dzulhijah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Allah SWT amat mencintai amalan yang dilakukan hamba-Nya pada 10 hari pertama di bulan dzulhijah. Sebab itu terdapat anjuran memperbanyak amalan ibadah di hari-hari tersebut agar kita bisa terpilih menjadi orang-orang yabg beriman. Berikut amalan yang disyariatkan. “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku“. Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Saw bersabda :“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun“. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih]. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Saw bersabda:“Berpuasa pada hari Arafah karena mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”. Para ahli tafsir menafsirkannya dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma. “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].Imam Bukhari rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Ra keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orangpun mengikuti takbirnya. Dan Ishaq, Rahimahullah, meriwayatkan dari fuqaha’, tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan : Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa Ilaha Ilallah, wa-Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Tidak ada Ilah (Sembahan) Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala puji hanya bagi Allah”. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi].

Read More

Memaknai Keutamaan bulan Dzulhijah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Bulan Dzulhijah akan datang, hanya tinggal hitungan beberapa hari saja. Tahukah Anda bahwa di 10 hari awal bulan Dzulhijah memiliki banyak keutamaan di mata Allah Swt? Yuk simak ulasannya. Pada bulan Dzulhijah umat Islam melaksanakan beberapa amalan ibadah penting. Di antaranya ibadah haji dan peringatan Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Qurban. Selain itu terdapat anjuran memperbanyak amalan ibadah khususnya 10 hari pertama bulan Dzulhijah, sebab Allah Swt amat mencintai amalan yang dilakukan di hari tersebut daripada hari-hari ini. “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun“. (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas) Selanjutnya Imam Ahmad, rahimahullah meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”. Adapun amalan yang bisa dilakukan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijah yaitu puasa, sholat sunnah, dzikir, membaca Al Qur’an dan bersedekah. Menjelang bulan Dzulhijah, sebaiknya kita sebagai umat Islam mempersiapkan diri. Apa saja yang harus dipersiapkan?

Read More

Pengembangan ATM Beras, Peran Teknologi dalam Amal Sedekah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Sebagai umat Muslim, kita menyadari bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memerintahkan kita untuk saling membantu dalam kebaikan. Salah satu bentuk bantuan ini adalah bersedekah kepada kaum dhuafa, yaitu mereka yang umumnya tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonomi secara mandiri. Perbedaan tingkat kesejahteraan ekonomi merupakan bagian dari ketentuan Allah atau sunnatullah. Apa yang telah ditetapkan-Nya pasti akan terjadi, meskipun manusia berusaha sekuat tenaga untuk menjadi sejahtera dan mandiri secara finansial. Rezeki memiliki makna yang luas, namun dalam konteks ini, kita akan fokus pada kemampuan ekonomi. Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 30 menyatakan, “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya.” Ada berbagai cara untuk mengurangi kesenjangan ekonomi, seperti zakat, infaq, dan shodaqoh. Bentuknya beragam, mulai dari uang tunai hingga kebutuhan sandang, papan, dan pangan. Artikel ini berfokus pada sektor pangan, khususnya beras yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Beras ini bisa diperoleh melalui ATM Beras. ATM Beras adalah singkatan dari Anjungan Terima Mandiri Beras. Bentuknya mirip dengan mesinATM perbankan pada umumnya, namun yang dikeluarkan adalah beras, bukan uang tunai. Apa yang dimaksud dengan ATM Beras? ATM adalah singkatan dari Anjungan Terima Mandiri, bentuknya seperti mesin ATM milik perbank-kan yang sudah lazim dikenal secara umum. Namun keluaran dari mesin ini adalah beras, bukan uang tunai. Lantas fungsi ATM Beras seperti apa? Pertama, alat yang efektif untuk mendistribusikan beras, melalui penempatan di masjid-masjid atau kantor-kantor kelurahan kecamatan polsek atau koramil. Kedua, Memperpendek rantai distribusi dimana kaumdhuafa bisa langsung mengambil beras yang terjadwal tanpa harus mengantri. Ketiga, Sistem yang baik untuk kaum dhuafa, karena kaum dhuafa terdata dengan jelas dan diberikan kartu ATM untuk mengambil beras. Terakhir, sebagai sarana mengajak peran aktif masyarakat dalam bershadaqah, khususnya yang bershadaqah dalam bentuk beras.

Read More

Berkunjung ke Makam Mbah Maimoen Jubair

Makkah — 1miliarsantri.net : Saat berada di Tanah Suci, umumnya jamaah haji tidak hanya melakukan syarat dan rukun haji. Mereka juga menyempatkan diri untuk mengunjungi berbagai tempat yang bernilai sejarah di Makkah maupun Madinah. Bagi jamaah asal Indonesia, rasanya tak lengkap bila tidak berziarah ke kompleks permakaman di kota suci. Minimal, mereka akan berusaha untuk mengunjungi makam Nabi Muhammad SAW di Madinah. Kemudian, ada pula Jannatul Ma’la sebagai salah satu kawasan permakaman yang terkenal di Makkah. Bukan hanya warga setempat, tak sedikit pula orang luar Arab yang jenazahnya dikebumikan di sana. Di antara mereka adalah KH Maimun Zubair. Sosok yang akrab disapa Mbah Moen itu wafat di Makkah pada saat pelaksanaan haji tahun 2019 lalu. Jenazah pengasuh Pondok Pesantren al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah, itu dimakamkan di Jannatul Ma’la. Mbah Moen lahir di Rembang pada 28 Oktober 1928. Artinya, pada saat wafatnya sang guru bangsa mencapai umur 90 tahun. Mbah Moen tumbuh besar di lingkungan santri. Saat masih berusia anak-anak, ia mengaji langsung kepada orang tuanya. Ayahnya merupakan murid dari Syekh Said al-Yamani dan Syeikh Hasan al-Yamani al-Makky. Pada 1945, Maimun Zubair muda memulai pengembaraan intelektual. Ia belajar agama di Pesantren Lirboyo, Kediri, di bawah pengasuhan KH Abdul Karim. Pemuda nan saleh itu juga mengaji kepada KH Mahrus Ali. Saat usianya menapaki 21 tahun, Maimun muda diantar oleh kakeknya melanjutkan belajar agama di Makkah. Di Tanah Suci, ia belajar kepada antara lain Syekh Yasin al-Fadani. Setelah pulang ke Tanah Air, Maimun kembali mengaji ke beberapa ulama di tanah Jawa. Di antara guru-gurunya adalah KH Baidhowi, KH Ma’shum Lasem, KH Wahab Chasbullah, KH Muslih Mranggeng (Demak), dan beberapa kiai lainnya. Sepanjang hidupnya, Maimun telah menunaikan sejumlah ibadah haji. Orang-orang pun menjulukinya Syekh Maimun Zubair al-Hajj.

Read More

Aa Gym Ajak Doakan Warga Rafah dan Seluruh Syuhada Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Kota Rafah tengah menjadi perhatian masyarakat dunia setelah serangan bom Israel pada Ahad (26/5/2024) dan Selasa (28/5/2024) lalu meratakan seluruh bangunan disana. AFP melaporkan tentara Israel berdalih menargetkan Hamas yang berada di wilayah selatan Jalur Gaza Palestina itu. Namun, serangan mematikan tersebut malah membakar tenda-tenda pengungsi yang mengakibatkan 50 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Kondisi ini kemudian memunculkan seruan “All eyes on Rafah” di media sosial sebagai bentuk kemarahan dunia pada aksi kejam Israel. Slogan tersebut bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat dunia akan kekejian Israel di Rafah, Gaza, Palestina. Figur publik inetrnasional dan Tanah Air pun membanjiri media sosial dengan mengunggah kampanye tersebut di media sosial. Salah satu yang ikut menyuarakan keprihatinan akan apa yang terjadi di Rafah adalah pendakwah Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym. Melalui beranda Instagram, Aa Gym mengirimkan doa untuk Rafah. Pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid di Jalan Gegerkalong Girang, Bandung ini mengingatkan melalui dzikir sederhana yang diambil dari surat Ali Imron ayat 173. حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ Hasbunallah wa ni’mal wakiil Artinya: Cukuplah bagi kami Allah, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami. “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Saat ini Rafah sedang diboombardir oleh Zionis Israel, di mana terdapat banyak anak-anak, dan wanita yang mengungsi disana dan terdapat banyak korban yang berguguran,” ucap Aa Gym. Aa Gym pun mengutip surat Ibrahim ayat 42,

Read More

Lafadz Subhanallah Memiliki Kekuatan Tersendiri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Kalimat tasbih dan juga salah satu kalimat thayyibah yaitu Subhanallah memiliki “kekuatan” tersendiri di mata Allah SWT. Ternyata Subhanallah merupakan bacaan yang sangat disukai oleh Allah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda tentang kalimat tasbih, yang artinya: “Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, berat dalam timbangan, dan disukai Allah Yang Maha Pengasih, yaitu kalimat ‘Subhanallah wabihamdihi, subhanallahil ‘azhim’ (Mahasuci Allah dan segala puji bagi-Nya, Mahasuci Allah Yang Maha Agung).” (HR Bukhari Muslim). Lafal Subhanallah juga senantiasa dijadikan dzikir. Dijelaskan dalam hadis, Rasululah SAW bersabda: إنَّ أَحَبَّ الكَلَامِ إلى اللهِ : سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ Artinya: “Sesungguhnya sebaik-baik ucapan kepada Allah adalah kalimat subhanallah wa bihamdihi”. (HR Muslim) Disebutkan bahwa kalimat Subhanallah memiliki banyak faedah dan hikmah bila seorang muslim banyak mengamalkannya. Apa saja hikmahnya? Di antaranya adalah memberikan pahala besar di sisi Allah karena merupakan lafaz yang paling disukai oleh-Nya, dapat menghapus segala dosa, serta memperoleh kebaikan berkali-kali lipat. Tidak hanya itu, masih ada lagi keutamaan melafazkan Subhanallah sebagaimana keterangan dari Abu Umamah, dirinya berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Read More

Pemkab Bantul Siapkan Pasokan Kambing dari luar

Bantul — 1miliarsantri.net : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), membuka pasokan kambing dari luar daerah menjelang Hari Raya Idul Adha 2024. Pasalnya, kebutuhan kambing di Bantul belum bisa terpenuhi peternakan lokal. Staf Ahli Bupati Bantul Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yus Warseno, mengatakan, permintaan kambing setiap harinya bisa mencapai sekitar 700 ekor. Menurut dia, permintaan hewan ternak tersebut terbilang tinggi karena Bantul merupakan salah satu sentra kuliner sate kambing. Namun, Warseno mengatakan, peternakan lokal belum mampu memenuhi tingginya permintaan kambing itu. “Bantul juga mengembangbiakkan ternak kambing, cuma tidak cukup. Peternaknya terbatas. Tidak terpenuhi kalau setiap hari permintaannya 700 ekor,” kata dia. Mendekati Idul Adha, permintaan kambing diperkirakan semakin meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan kurban, kata Warseno, pihaknya terbuka menerima pasokan kambing dari luar daerah. “Untuk memenuhi permintaan stok kambing, maka kami mengizinkan ternak kambing dari luar untuk masuk,” ujar dia. Namun, Warseno mengatakan, hewan ternak yang akan didatangkan dari luar daerah itu mesti dipastikan dalam kondisi sehat, sehingga aman juga untuk dikonsumsi. “Diizinkan (masuk ke Bantul), dengan tetap memantau kesehatan hewan ternaknya,” kata Warseno.

Read More

Jangan Menunda Haji Selama Mampu, Meski Usia Masih Muda

Surabaya — 1miliarsantri.net : Beribadah haji atau umrah ke Tanah Suci Mekkah dan Madinah tentu menjadi dambaan setiap Muslim di dunia. Apalagi berhaji merupakan rukun Islam ke-5. Namun, sayangnya yang terjadi di Indonesia kebanyakan yang berhaji adalah orang lanjut usia. Kondisi ini berhubungan dengan anggapan di masyarakat yang memandang berhaji merupakan ibadah yang diperuntukkan bagi lansia saja. Padahal sejatinya ibadah haji membutuhkan fisik dan stamina yang prima untuk menjalankan tiap rukun ibadahnya, seperti thawaf, sa’i atau lempar jumrah. Ditambah lagi dengan kondisi cuaca Arab Saudi yang cukup terik dibanding Indonesia. Bagi kalangan lansia kondisi ini tentu cukup melelahkan. Berbeda halnya bila haji dilakukan di saat usia produktif atau masih muda. Ada banyak alasan positif kenapa sebaiknya berhaji dilakukan di usia muda. Berikut keuntungan naik haji saat masih muda. Mengutip laman About Islam, Rabu (29/5/2024), nasionalisme, rasisme, dan kefanatikan adalah masalah yang akan terus dihadapi umat manusia, sebagaimana dibahas dalam pidato terakhir Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Salah satu cara terbaik untuk tidak membawa penyakit seperti itu dalam hati Anda adalah dengan “mengenal orang lain”. Dengan jutaan umat Muslim dari seluruh penjuru dunia yang beribadah haji akan menjadi pertemuan internasional terbesar umat manusia. Momen ini adalah kesempatan terbaik untuk mengakui keberagaman umat Muslim dan mengapresiasi bahwa Islam adalah untuk semua orang di segala waktu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ “Teruslah menunaikan ibadah haji dan umrah, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa, seperti halnya tungku menghilangkan kotoran kotor dari besi, emas, dan perak. Dan haji yang mabrur tidak ada pahalanya selain surga!”

Read More

Keutamaan Wukuf di Arafah

Surabaya — 1miliarsantri.net : Wukuf secara mudah dapat diartikan hadir di Arafah baik sengaja atau tidak dalam rentang waktu antara tergelincirnya matahari (masuk waktu Dhuhur) tanggal 9 Dzulhijjah hingga menjelang waktu Subuh tanggal 10 Dzulhijjah. Kehadiran ini tidak harus lama, yang penting pernah di sana. Wukuf adalah ibadah pokok atau rukun terbesar dalam rangkaian ibadah haji. Mengenai hal ini, Rasulullah SAW bersabda: الحج عرفة “ Bagian pokok haji adalah wukuf di Arafah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi). Jamaah haji yang tidak melakukan wukuf di Arafah akan mendapat konsekuensi berupa tiga kewajiban yang harus dilaksanakan, yaitu pertama, melakukan tahallul untuk melepas status ihramnya dengan cara melakukan amalan umrah (tawaf, sai,dan bercukur) dengan diniati tahallul dari haji. Kedua, segera melaksanakan qadla haji di tahun berikutnya bila memungkinkan ada. Ketiga, membayar dam fawat (denda karena tidak berwukuf) yang dilaksanakan saat melakukan haji qadla. Ketentuan dam fawat ini adalah menyembelih seekor kambing. Bila hal itu tidak memungkinkan, maka diganti dengan puasa sepuluh hari (3 hari saat ihram dan 7 hari ketika telah sampai di Tanah Air). Begitu penting dan sakralnya wukuf sehingga setiap orang ingin mendapatkan tempat terbaik dan sedapat mungkin sesuai dengan ajaran, sabda, dan tindakan Rasulullah SAW. Seringkali jamaah haji berdesak-desakan untuk berada di Jabal Rahmah guna meraih hal tersebut. Namun benarkah Jabal Rahmah memiliki kedudukan yang demikian tinggi dalam wukuf? Jabal Rahmah yang memiliki nama lain Jabal Arafah, Jabal Ilal, Jabal Alal adalah bukit kecil yang berada di tengah Arafah. Nama Jabal Rahmah sendiri sebenarnya tidak disebutkan di dalam hadits manapun dan tidak dikenal pada masa generasi emas Islam yaitu generasi sahabat, tabi’in, dan tabi’it tabiin. Nama Jabal Rahmah pertama kali ditemukan dalam catatan Nashir Khusraw di kitabnya Safarnameh pada akhir abad keempat Hijriyah. Nama Jabal Ilal dikenal oleh orang Arab kuno dalam karya sastra mereka. Sedangkan nama Jabal Arafah banyak ditemukan dalam literatur Islam. Barulah ketika nama Jabal Rahmah disebut oleh Nashir Khusraw, nama ini menjadi sering digunakan bahkan dalam beberapa kitab fiqih. (Ahmad Zaki Hamani, Mausu’ah Makkah al-Mukarromah wal-Madinah al-Munawwarah, [London, Muassasah al-Furqon lit-Turats al-Islamy, 2009], juz 3, cetakan I, halaman 244). Selanjutnya, berdesakan dan berebutan untuk wukuf di Jabal Rahmah saat melaksanakan ibadah haji ternyata sudah berlangsung lama. Dalam hal ini, Imam Nawawi rahimahullah berkata:

Read More