Sabda Rasulullah SAW Terkait Meningkatnya Populasi Muslim

Jakarta — 1miliarsantri.net : Rasulullah SAW dalam sabdanya menjelaskan bahwa di masa yang akan datang nanti jumlah umat Islam atau Muslim di dunia akan sangat banyak, namun seperti buih. Hadits ini sesuai dengan hasil penelitian lembaga Pew Research Center. Rasulullah SAW juga menjelaskan, ketika jumlah Muslim menjadi sangat banyak di dunia, akan ditanamkan Al wahn kepada hati umat Islam oleh Allah SWT. Berdasarkan data yang dipublikasikan Pew Research Center (pada 2011) populasi Muslim dunia diperkirakan meningkat dari 1,6 miliar pada tahun 2010 menjadi 2,2 miliar pada 2030. Secara global, populasi Muslim diperkirakan akan tumbuh sekitar dua kali lipat dibandingkan populasi non-Muslim selama dua dekade (tahun 2010 – 2030), dengan rata-rata tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 1,5 persen bagi umat Islam, dibandingkan dengan 0,7 persen bagi non-Muslim. Berikut ini hadits Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa jumlah Muslim akan menjadi banyak di masa mendatang. عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمْ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمْ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ Dari Tsauban ia berkata, “Rasulullah SAW bersabda, “Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian (umat Islam), layaknya memperebutkan makanan yang berada di mangkuk.” Seorang laki-laki berkata, “Apakah kami waktu itu berjumlah sedikit?” Rasulullah SAW menjawab, “Bahkan jumlah kalian pada waktu itu sangat banyak, namun kalian seperti buih di genangan air. Sungguh Allah akan mencabut rasa takut kepada kalian, dan akan menanamkan ke dalam hati kalian Al wahn.” Seseorang lalu berkata, “Wahai Rasulullah, apa itu Al wahn?” Nabi Muhammad SAW menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR Imam Abu Dawud) Masih berdasarkan data Pew Research Center, jumlah Muslim diperkirakan akan terus bertambah di Amerika Serikat (AS). Bahkan pada 2040 akan lebih banyak jumlah Muslim di Amerika Serikat daripada jumlah Yahudi di Amerika Serikat. Sementara di urutan pertama masih didominasi umat Kristiani, di urutan kedua terbanyak ada umat Islam di tahun 2040 di Amerika Serikat . Di saat yang sama, setidaknya 20 negara di dunia menghadapi ancaman kepunahan populasi secara drastis. Sementara negara berpenduduk mayoritas Muslim ini diprediksikan meningkat. Data prediksi kenaikan populasi ini merujuk hasil studi Pew Research antara 2020 hingga 2050 mendatang. Berikut ini 17 negara mayoritas berpenduduk Islam yang populasinya diproyeksikan meningkat tajam: Pertama, Suriah Populasi Muslim pada 2050 : 31,22 jutaPerkiraan peningkatan populasi antara tahun 2020 dan 2050 : 8,63 juta Persentase peningkatan : 38 persen Sebanyak 93 persen dari populasi Suriah adalah Muslim. Sekitar tiga perempat dari mereka adalah penganut sekte Islam Sunni, diikuti oleh Muslim Syiah sebesar 13 persen dan Alawit sebesar 11 persen. Suriah merupakan salah satu negara yang populasi Muslimnya akan meningkat paling banyak pada 2050. Kedua, Guinea Populasi Muslim pada 2050 : 19,56 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 8,76 juta Persentase peningkatan : 81 persen Guinea adalah negara mayoritas Muslim di Afrika Barat, dengan tingkat kelahiran yang tinggi, yaitu 4,5 kelahiran per wanita. Populasi semua kelompok yang tinggal di negara ini diproyeksikan akan tumbuh pada tingkat yang sama antara sekarang dan 2050. Demografi agama akan tetap sama seperti pada 2020, dengan 85 persen Muslim dan 10 persen Kristen. Ketiga, Turki Populasi Muslim pada 2050 : 89,32 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 10,23 juta Persentase peningkatan : 13 persen Turki memiliki sejarah Islam yang kaya dan populer di seluruh dunia karena arsitektur Ottoman dan masjid-masjidnya. Sebanyak 98 persen dari populasi mengidentifikasi dirinya sebagai Muslim, dan persentase ini diperkirakan akan dipertahankan selama tiga dekade ke depan. Keempat, Malaysia Populasi Muslim pada 2050 : 32,72 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 10,65 juta Persentase peningkatan : 48 persen Malaysia adalah negara yang dikenal dengan koeksistensi agamanya, dengan Muslim, Buddha, dan Hindu yang hidup berdampingan secara harmonis. Islam adalah agama yang paling banyak dipraktikkan dan paling cepat berkembang di negara ini, dengan lebih dari 66 persen penduduk Malaysia mengidentifikasi diri mereka sebagai Muslim. Pada 2050, angka ini diproyeksikan naik menjadi 72,4 persen, sementara pangsa penganut Buddha diperkirakan turun dari 15,7 persen menjadi 10,8 persen, sedangkan populasi Hindu akan mengalami sedikit penurunan menjadi 5 persen pada 2050 dari 5,8 persen pada 2020. Kelima, Arab Saudi Populasi Muslim pada 2050 : 42,49 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 11,8 juta Persentase peningkatan : 38 persen Arab Saudi adalah rumah bagi tempat-tempat tersuci dalam Islam, di Makkah dan Madinah. Negara ini adalah produsen minyak terbesar di Timur Tengah dan merupakan salah satu negara terkuat di kawasan ini. Sebagian besar penduduknya beragama Islam, dengan sekitar 90 persen menganut aliran Sunni. Keenam, Senegal Populasi Muslim pada 2050 : 27,56 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 12,08 juta Persentase peningkatan : 78 persen Muslim merupakan 96,6 persen dari populasi Senegal. Pada 2050, angka ini akan meningkat menjadi 97,5 persen karena proyeksi peningkatan populasi kelompok ini sebesar 78 persen selama tiga dekade ke depan. Ketujuh, Somalia Populasi Muslim pada 2050 : 26,10 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 13,99 juta Persentase peningkatan : 116 persen Somalia memiliki salah satu tingkat kelahiran tertinggi di dunia, dengan rata-rata 6,42 kelahiran per wanita. Somalia merupakan negara yang didominasi oleh Muslim dengan 99 persen penduduknya menganut agama Islam. Populasi mereka kemungkinan akan meningkat dua kali lipat pada 2050 dan umat Islam akan menguasai 99 persen dari populasi menurut Pew Research Center. Kedelapan, Sudan Populasi Muslim pada 2050 : 64,72 juta Perkiraan peningkatan populasi antara 2020 dan 2050 : 26,29 juta Persentase peningkatan : 68 persen Sudan adalah rumah bagi hampir 40 juta Muslim, yang merupakan sekitar 97 persen dari keseluruhan populasi negara ini. Jumlah komunitas Muslim diproyeksikan tumbuh lebih dari dua pertiga pada 2050.

Read More

Penghulu dan Penyuluh Diminta Edukasi Bahaya Judi Online pada Calon Pengantin

Jakarta — 1miliarsantri.net : Judi online semakin meresahkan dan menyasar seluruh lapisan masyarakat. Kepala Subdirektorat Bina Kepenghuluan Kemenag, Anwar Saadi minta menyisipkan materi pencegahan judi online dalam bimbingan dan penyuluhan agama kepada masyarakat. Menurutnya, diperlukan instruksi khusus kepada penghulu dan Penyuluh Agama Islam se-Indonesia untuk memasukkan materi bahaya judi online pada kegiatan Penyuluhan maupun Bimbingan Perkawinan. “KUA telah memberi pembekalan Bimbingan Perkawinan pada calon pengantin. Salah satu materi umumnya adalah peran dan tanggung jawab suami dan istri, termasuk pembekalan menjaga keutuhan keluarga. Namun, karena kasus judi online ini materi spesifik, ke depan, materi ini juga akan menjadi materi penting dalam Bimbingan Perkawinan,” papar Anwar. Selain penghulu, lanjutnya, materi ini juga harus menjadi bahan edukasi dan bimbingan kepada jemaah binaan Penyuluh Agama Islam se-Indonesia. Anwar menyebut, upaya ini merupakan bentuk dukungan terhadap Satgas Judi Online yang dibentuk pemerintah untuk menangani masalah darurat judi online. Sebab menurutnya, maraknya judi online menyebabkan kerusakan di berbagai lini kehidupan, tidak hanya melanggar pidana, tapi juga berakibat pelaku depresi, bunuh diri, KDRT, hingga pada perceraian rumah tangga. “Banyak kasus perceraian karena dilatarbelakangi dampak perjudian. Keutuhan sebuah keluarga sangat diuji apabila ada anggota keluarga, terutama kepala keluarga melakukan aktivitas perjudian. Selain buang waktu, merusak ekonomi keluarga, hingga berakibat pengabaian dan semena-mena terhadap keluarga,” lanjutnya. Anwar menyebut, terminologi judi tidak ada yang positif. Menjanjikan kemenangan, yang didapat justru kekalahan, kemiskinan, konsumtif, serta menjadi salah satu penyebab orang terdorong mengadu nasib dengan berjudi.

Read More

Pesan Buya Hamka, Berziarahlah ke Baitul Maqdis

Jakarta — 1miliarsantri.net : Banyak sudah yang pergi naik haji ke Makkah setiap tahun, dan berziarah ke Madinah setiap waktu, tapi tidak banyak yang ziarah ke Baitul Maqdis di Palestina. Saat ini, kondisi sekitar Baitul Maqdis, Gaza dan terakhir Rafah dalam kungkungan serdadu Yahudi Israel laknatullah’alaihi. Padahal, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu (RA), Nabi Muhammad Sholallahu’alaihi wassalam (SAW) bersabda, “Janganlah bersengaja melakukan perjalanan dengan sengaja (dalam rangka ibadah dan tujuan safarnya adalah tempatnya) kecuali ke tiga masjid: masjidku ini (Masjid Nabawi), Masjidil Haram, dan Masjidil Aqsha,” (HR. Bukhari, no. 1189 dan Muslim, no. 1397). “Apabila Anda berumur panjang dan diberi Allah Ta’ala rezeki, pergilah naik haji ke Makkah, ziarahlah ke Madinah, dan lanjutkanlah ziarah ke Baitul Maqdis (Palestina),” pesan Buya Hamka yang dikutip dari bukunya Dari Hati ke Hati, Gema Insani Pers, 2016. Di zaman sekarang, Anda lihat dari sebuah jendela Masjidil Aqsha, tidak jauh hanya sekitar tiga perempat kilometer saja, terentang kawat duri. Itulah daerah yang telah dikuasai oleh Kaum Yahudi dengan mendirikan negara Israel. Dapat pengakuan dari negara-negara Barat dan Timur, Amerika, dan Rusia. Sebagai orang Islam, kita mempunyai keyakinan iman bahwa negeri itu akan kembali ke tangan kaum Muslimin, lambat ataupun cepat. Ketika akan pulang kembali ke Tanah Air singgah sejenak di Damaskus, shalat tahiyatul masjid di Masjid Bani Umayyah yang terkenal itu. “Lalu sehabis shalat, berziaralah ke kuburan Shalahuddin al-Ayyubi! Semoga Anda akan mendapat ilham kekuatan dari perziarahan itu untuk berjuang di Tanah Air,” kata Buya Hamka. Ia mengingatkan, hendaklah camkan dalam hati ketika ziarah ke Baitul Maqdis bahwa saat pasukan Turki telah dapat diusir dari Palestina pada tahun 1916 dan masuk tentara Inggris di bawah pimpinan Marsekal Lord Elenby, tak dapat rupanya Panglima Besar Inggris itu menahan hatinya sehingga terlombat dari mulutnya, “Baru pada hari inilah berhenti Perang Salib,” Meskipun Perang Salib belum berhenti dalam bentuk yang lain. Apabila Anda sampai ke kuburan Shalahuddin al-Ayyubi di Damaskus, Buya Hamka mengajak kita ingat bahwa setelah jatuh pertahanan Raja Faisal di Syria pada 24 Juli 1920, karena serangan Prancis di bawah pimpinan Jenderal Gouraud maka setelah ia masuk ke dalam Kota Damaskus, yang terlebih dahulu diperlukannya ialah pergi ke kuburan Shalahuddin.

Read More

Syarat Sah Sholat dan Dzikir, Lidah atau Bibir Harus Digerakkan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Seringkali menjadi pertanyaan besar tentang apakah saat membaca bacaan shalat, dan ketika melakukan dzikir sebaiknya harus menggerakkan lidah atau bibir (lisan)? Salah satu syarat sahnya sholat adalah jelas bacaannya. Ketika sholat, lisan (lidah) dan bibir harus digerakkan, kalau tidak, shalatnya belum sah. Atau dengan kata lain tidak boleh membaca bacaan shalat hanya dalam hati, dan bibir atau lidah hanya mingkem. Menurut madzhab Asy-Syafi’i seperti dijelaskan dalam Kitab Hasyiyah I’anatut Thalibin dijelaskan, jika seseorang sedang sholat, namun takbirnya dan bacaan Fatihahnya tidak terdengar oleh dirinya sendiri, maka sholatnya tidak sah. Rujukan penjelasannya ada di Kitab Almausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah. Pendapat lain, membaca hendaklah dengan menggerakkan lisan (bibir) kala mengucapkan huruf. Jika ada yang mampu membaca namun hanya diam saja tanpa menggerakkan lian dengan mengucapkan huruf, shalatnya tentu saja tidak sah. Begitu pula jika ada yang bersumpah tidak mau membaca satu suratpun dalam Al Quran juga ia melihat Al Quran dan memahaminya tanpa menggerakkan lisannya, ketika itu belum termasuk membatalkan sumpah. Karena saat itu yang terjadi hanyalah melihat, bukan membaca. (Al-Kasani dalam Badai’ Ash-Shanai (4:118) Begitu juga saat melakukan dzikir, tidak cukup di lisan melainkan harus dengan hati dan anggota badan. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di ra berkata, “Jika disebut dzikir pada Allah, maka mencakup dzikir dengan memiliki akidah yang benar pada Allah, dzikir dengan pikiranm dzikir dengan amalam hati, dzikir dengan amakan badan. Atau dzikir dengan memuji Allah, atau dzikir juga bisa dengan mempelajari dan mengajarkan ilmu yang bermanfaat dan semacam itu. Semuanya termasuk dzikir pada Allah Ta’ala.” (Ar-Riyadh An-Nadhroh, hal. 245).

Read More

Keutamaan Menjalankan Sholat Tahajud

Surabaya — 1miliarsantri.net : Sholat tahajud adalah salah satu ibadah yang dianjurkan Allah SWT dan Rasulullah SAW. Keutamaannya banyak disebut dalam Alquran dan hadits Nabi jika dilakukan oleh seorang Muslim. Rasulullah SAW juga bersabda: “Sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah qiyamul lail (sholat lail),” (HR. Muslim). Niat Sholat Tahajud Dua Rakaat “Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.” Doa Sholat Tahajud اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqqun, wannaaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqquw wassaa’atu haqqun. Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfirlii maa qoddamtu, wa maa akhkhartu, wa maa asrartu, wa maa a’lantu, wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqoddimu wa antal mu’akhkhiru laa ilaaha anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.” Artinya: “Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad SAW adalah benar serta hari kiamat adalah benar.” “Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu-lah aku beriman, kepada-Mu-lah aku bertawakal, hanya kepada-Mu-lah aku kembali (bertaubat), kepada-Mu-lah aku mengadu, dan kepada-Mu-lah aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (untuk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah.” Keutamaan Sholat Tahajud Allah berfirman: وَمِنَ الَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهٖ نَافِلَةً لَّكَۖ عَسٰٓى اَنْ يَّبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُوْدًا “Dari pada sebahagian malam hari lakukanlah shalat tahajud olehmu sebagai ibadah tambahan bagimu, semoga Tuhan engkau mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS Al Isra ayat 79)

Read More

Ibnu Abbas Sahabat Rasulullah Paling Yunior

Jakarta — 1miliarsantri.net : Abdullah bin Abbas atau Ibnu Abbas merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang “junior” bila diukur dari perspektif usia. Ia lahir tiga tahun sebelum hijrahnya Rasulullah SAW ke Madinah. Saat beliau wafat, Ibnu Abbas masih berusia 13 tahun. “Ya Allah, ajarilah anak ini hikmah,” demikian doa Nabi SAW sembari memeluk sepupunya itu. Ibnu Abbas kecil pernah diusap kepalanya dan didoakan oleh beliau. “Ya Allah, anugerahilah pemahaman agama kepadanya,” kata Rasulullah SAW mendoakannya. Ketekunan Ibnu Abbas dalam menuntut ilmu-ilmu agama diakui banyak pihak. Bahkan, ia dijuluki sebagai “tinta umat” oleh para sahabat yang senior. Khalifah Umar bin Khattab hampir selalu mengundang pemuda tersebut untuk ikut berdiskusi bersama para penasihatnya yang lain dalam membahas persoalan agama dan umat. Khalifah Umar wafat beberapa saat sesudah ditusuk oleh seorang Majusi. Kepemimpinannya digantikan oleh Utsman bin Affan. Namun, prahara terjadi di ujung masa pemerintahan sang Dzun Nurain. Bahkan, Khalifah Utsman kemudian syahid karena dibunuh kelompok pemberontak. Sesudah itu, Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah. Di antara kebijakannya adalah memindahkan ibu kota dari Madinah ke Kufah (Irak). Sebab, ia ingin menjauhkan bara konflik politik dari kota suci. Di Irak, muncul kelompok yang memiliki ideologi ekstremis. Mereka pada awalnya sangat fanatik mendukung Khalifah Ali bin Abi Thalib, sampai-sampai secara total memusuhi kubu Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Gubernur Syam tersebut menolak pemerintahan Ali. Kemudian, arbitrase (tahkim) terjadi antara pihak Ali dan Mu’awiyah. Ternyata, perwakilan Mu’awiyah dapat mengatasi argumentasi utusan sang khalifah. “Kegagalan” di tahkim membuat para fanatikus pro-Ali bin Abi Thalib keluar (kharaja) dari sikap awalnya. Kini, mereka justru amat memusuhi Ali–dan Mu’awiyah sekaligus. Orang-orang inilah yang kemudian dinamakan sebagai kaum Khawarij. Seperti diceritakan Ibnu al-Jauzi dalam sebuah bukunya, terjadilah dialog antara Ibnu Abbas dan kaum Khawarij. Sepupu Rasulullah SAW ini berpendapat mengenai kelompok ekstremis tersebut. Katanya, “Belum pernah kujumpai orang yang sangat bersemangat beribadah seperti mereka. Dahi-dahi mereka penuh bekas sujud, tangan-tangan menebal bak lutut-lutut unta (kapalan). Wajah-wajah mereka pucat pasi karena kurang tidur lantaran menghabiskan malam untuk shalat.” Semula, orang-orang Khawarij menyambut Ibnu Abbas dengan sangat ramah karena berharap dirinya mau bergabung dengan mereka dalam memusuhi Ali. Namun, sikap ramah itu hilang begitu sepupu Rasul SAW tersebut menegaskan maksud kedatangannya: menasihati mereka agar tidak memusuhi Ali. Akhirnya, tiga orang Khawarij bersedia maju untuk mendebat Ibnu Abbas. Di Irak, muncul kelompok yang memiliki ideologi ekstremis. Mereka pada awalnya sangat fanatik mendukung Khalifah Ali bin Abi Thalib, sampai-sampai secara total memusuhi kubu Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Gubernur Syam tersebut menolak pemerintahan Ali. Kemudian, arbitrase (tahkim) terjadi antara pihak Ali dan Mu’awiyah. Ternyata, perwakilan Mu’awiyah dapat mengatasi argumentasi utusan sang khalifah. “Kegagalan” di tahkim membuat para fanatikus pro-Ali bin Abi Thalib keluar (kharaja) dari sikap awalnya. Kini, mereka justru amat memusuhi Ali–dan Mu’awiyah sekaligus. Orang-orang inilah yang kemudian dinamakan sebagai kaum Khawarij. Seperti diceritakan Ibnu al-Jauzi dalam sebuah bukunya, terjadilah dialog antara Ibnu Abbas dan kaum Khawarij. Sepupu Rasulullah SAW ini berpendapat mengenai kelompok ekstremis tersebut. Katanya, “Belum pernah kujumpai orang yang sangat bersemangat beribadah seperti mereka. Dahi-dahi mereka penuh bekas sujud, tangan-tangan menebal bak lutut-lutut unta (kapalan). Wajah-wajah mereka pucat pasi karena kurang tidur lantaran menghabiskan malam untuk shalat.” Semula, orang-orang Khawarij menyambut Ibnu Abbas dengan sangat ramah karena berharap dirinya mau bergabung dengan mereka dalam memusuhi Ali. Namun, sikap ramah itu hilang begitu sepupu Rasul SAW tersebut menegaskan maksud kedatangannya: menasihati mereka agar tidak memusuhi Ali.

Read More

Menjaga Kemabruran Ibadah Haji

Jakarta — 1miliarsantri.net : Jutaan jamaah haji dari seluruh dunia termasuk Indonesia telah melaksanakan prosesi wukuf di Arafah. Waktu wukuf di Arafah dimulai setelah tergelincirnya matahari (waktu Zuhur) pada hari Arafah. Sebagai bagian dari puncak ibadah haji, sebagai mana hadis Nabi bahwa haji itu arafah. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan dalam proses wukuf di Arafah, segenap jiwa raga menundukkan diri secara total di hadapan Allah SWT yang maha segalanya. Bahkan dengan tangisan lahir dari hati dan jiwa yang terdalam, dengan seluruh kepasrahan semuanya menundukkan diri untuk menjadi hamba Allah yang mabrur sebagaimana tujuan dari idealisasi berhaji dan ibadah haji. Setelah wukuf akan terus dilakukan proses ibadah haji yakni Muzdalifah di Mina dan hingga kembali ke Mekkah, sampai dituntaskan dalam tawaf wada. “Maka saatnya lah dalam suasana penuh pengabdian dan kepasarahan ini setiap jamaah dapat menjadikan prosesi ibadah haji ini menjadi haji yang mabrur. Dan setiap jamaah haji ingin menjadi haji yang mabrur,” terang Haedar kepada 1miliarsantri.net, Kamis (20/6/2024). Haji mabrur merupakan tingkat tertinggi capaian ideal dalam beribadah haji, bahkan Nabi bersabda tidak ada balasan yang lebih pantas dari haji yang mabrur selain surga. Haedar menekankan bahwa kemabruran itu tidak akan datang sendiri, manakala tanpa penghayatan yang berarti. “Seluruh proses ibadah haji maupun segala rukun wajib dan sunnahnya, jangan berhenti di ranah syariat atau formalitas semata, jadikan ibadah haji sebagai energi ruhani dan pelaksanaan ibadah yang masuk ke jantung hakikat untuk membangun kesalehan diri yang optimal, kemabruran akan diukur dengan kemampuan kualitas diri sebagai insan mukmin, yang hablum minallahnya selalu kokoh dan kuat, serta hablum minannasnya semakin baik dan berkualitas,” tutur Haedar.

Read More

Kenapa Mimbar Rasulullah SAW Berada di Sebelah Kiri

Surabaya — 1miliarsantri.net : Setiap umat manusia menginginkan dirinya masuk ke surga dan dijauhkan dari api neraka. Karena itu mereka akan berusaha untuk mendapatkan kemuliaan itu dengan berbuat amal kebaikan. Mereka yang beramal dengan amal kebaikan akan mendapatkan catatan amalnya dengan tangan kanannya, sedangkan yang berbuat keburukan akan mendapat catatan keburukannya dengan tangan kirinya. Nah, tahukah anda, ternyata mimbar Rasulullah SAW berada di sebelah kiri Arsy. Kenapa demikian?Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Mimbarnya Nabi Ibrahim berada di sebelah kanan Arsy Allah, dan mimbarku berada di sebelah kiri Arsy.” Mendapat penjelasan ini, pada sahabat Rasulullah kemudian bertanya: “Wahai Rasulullah, bukankah engkau lebih mulia dibandingkan Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS). Kenapa mimbar Engkau ditempatkan disebelah kiri sedangkan mimbar Nabi Ibrahim justru berada di sebelah kanan Arsy?” Mendapat pertanyaan tersebut, Rasulullah SAW kemudian bersabda: “Jalan menuju Surga berada di sebelah kanan Arsy, dan jalan menuju neraka berada di sebelah kiri Arsy Allah. Mimbarku berada disebelah kiri Arsy agar aku mengetahui siapa-siapa umatku yang akan dimasukkan ke dalam neraka. Maka aku akan memberikan syafaat kepadanya agar dia dimasukkan ke dalam surga.” Maka suatu ketika, saat menyampaikan berkhutbah dari atas Mimbar, Rasul SAW mendengar suara jeritan yang sangat keras dan lantang. “Pahalaku sedikit dan dosaku banyak.” Maka Rasulullah SAW kemudian berseru kepada malaikat agar tidak memasukkan umatnya itu ke dalam neraka. “Jangan engkau bawa dia ke neraka,” ujar Rasulullah SAW. Malaikat yang membawa umatnya itu pun menjawab: “Aku adalah malaikat yang melaksanakan apa saja diperintahkan Allah SWT kepadaku.” Mendapat jawaban itu, Rasulullah SAW kemudian turun dari Mimbarnya dan beliau bersujud kepada Allah. Allah SWT kemudian berfirman: “Wahai Muhammad, bangkitlah dan mintalah niscaya akan Kupenuhi permintaanmu.”

Read More

Memaknai Wukuf yang Sebenarnya

Mekah — 1miliarsantri.net : Jamaah haji dari berbagai negara di dunia telah menjalani Wukuf di Arafah, Sabtu (15/6/2024). Prosesi wukuf dimulai saat matahari tergelincir hingga jelang terbenam. Setelah mendengar khutbah wukuf serta melaksanakan salat Zuhur dan Asar secara jamak taqdim, semua jamaah mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui berbagai ritual yang bisa mereka jalankan, mulai dari zikir, salawat, serta bermunajat. Momen ini begitu sakral. Sebab, di fase inilah, para jamaah haji diajak untuk berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta di waktu dan tempat yang sangat mustajab. “Bahkan, prosesi ini lah yang disebut sebagai inti haji. Sebab, Al Hajju Arafah. Haji itu Arafah,” terang pembimbing ibadah (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah, Aswadi di Arafah, Selasa (18/6/2024). Menurut guru besar UIN Sunan Ampel Surabaya asal Gresik, keutamaan wukuf tak lepas dari makna yang begitu mendalam dari prosesi ini. Apa saja? Pertama, wukuf adalah sebuah simbol kebulatan tekad manusia untuk menghentikan semua keburukan yang pernah dia buat agar jangan dilakukan lagi. Juga sebagai momen mengabadikan nilai kebaikan sehingga menjadikannya bibit yang berkembang. “Ibarat tanah yang subur lalu ditanami hal-hal yang baik. Sehingga menjadikan manusia menjadi lebih baik,” lanjutnya. Makna kedua wukuf terletak pada waktu pelaksanannya yang dimulai pada ba’da zawal atau setelah matahari mulai tergelincir. Ini memiliki makna bahwa sinar matahari ibarat mata hati kita yang berusaha untuk menghilangkan semua keburukan, serta selalu menumbuhkan hal-hal baik demi selalu bisa mendekat kepada Sang Pencipta.

Read More

Berikut Kumpulan Quotes Orang Paling Berpengaruh Dalam Islam

Jakarta — 1miliarsantri.net : Semua orang pernah mengalami ups and downs dalam menjalani hidup. Saat hari terasa berat dan penat mewarnai, mungkin kalimat atau quote pembangkit semangat bisa menentramkan hati atau justru menginspirasi. Berikut ini kumpulan quotes dari orang paling berpengaruh dalam Islam dan di dunia. Pada kenyataannya ada banyak sekali kalimat penyemangat yang bisa menginspirasi untuk kita semua, namun pada kesempatan kali ini Langit7 memilih dan mengutip 9 quotes yang semoga bisa menjadi pengingat siapa saja dan dalam kondisi apapun. Disebutkan dalam Al-Quran, surah Al-Anbiya ayat 107, diutusnya Nabi Muhammad Saw sesungguhnya bertujuan untuk membawa rahmat bagi alam semesta. “Kami tidak mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS Al-Anbiya: 107). Dalam konteks quotes sebenarnya ada begitu banyak ucapan Rasulullah Saw yang bisa dijadikan penyemangat, inspirasi dan tuntunan hidup. Pada kesempatan ini Langit7 mengutip salah satu kalimat yang bisa menjadi pengingat ampuh bagi semua umat, yaitu: “Jihad paling besar adalah memerangi diri sendiri, melawan setan dalam dirimu.” Abu Bakar mendapat gelar As-Siddiq karena dirinya selalu membenarkan dan mempercayai Nabi Muhammad Saw. As Shiddiq sendirimemiliki arti jujur atau berkata benar. Abu Bakar juga pernah ditetapkan sebagai pengganti Nabi Muhammad Saw dalam shalat ketika Beliau sakit. Dari Abu Bakar ada sebuah kalimat yang wajib untuk diingat dimanapun dan sampai kapanpun, yakni: “Memang sulit untuk bersabar, tapi menyia-nyiakan pahala dari sebuah kesabaran itu jauh lebih buruk” “Aku meminta kekuatan dan Allah memberikanku kesulitan untuk membuatku semain kuat.” Adapun quotes Imam Al-Ghazali yang bisa jadi inspirasi adalah“Untuk mendapatkan apa yang kamu suka, pertama kamu harus sabar dengan apa yang kamu tidak suka.” Kepemimpinan dan prestasinya dalam menaklukkan kota Konstantinopel (Istanbul) pada 1453 meninggalkan jejak sejarah yang luar biasa dan menjadi kebanggaan serta sosok yang sangat menginspirasi bagi umat Islam hingga saat ini. Kalimat inspirasi dari Sultan Muhammad al-Fatih adalah“Jangan bilang tidak mungkin kepadaku sebelum kamu mati mencobanya”

Read More