Kisah KH Miftachul Akhyar Jadi Ulama Besar

Jakarta — 1miliarsantri.net : KH Miftachul Akhyar adalah pimpinan tertinggi di jamiyah Nahdlatul Ulama (NU). Kiai asal Surabaya ini menjabat sebagai Rais Aam PBNU 2022-2027. Pengasuh Pesantren Miftachussunnah Surabaya ini merupakan putra kedelapan dari tiga belas bersaudara dari KH Abdul Ghoni. Bagaimana kisah perjalanan Kiai Miftah saat masih menjadi santri hingga saat ini sebagai pimpinan paling tinggi di NU? Menuntut ilmu di pondok pesantren atau nyantri menjadi pengalaman berharga bagi banyak orang. Termasuk bagi tokoh yang saat ini memimpin organisasi Nahdlatul Ulama, KH Miftachul Akhyar. Kiai Miftah pernah menceritakan pengalamannya sebagai santri. Menurutnya, pendidikannya semasa kecil ada di lingkungan rumah, pernah sekolah di Sekolah Rakjat atau SR (kini SD) namun hanya sampai kelas 5 saja. “Sejak kecil saya pendidikannya ya di rumah, dulu ada sekolah SR, ikut pendidikan itu sampai kelas 5. Jadi kemungkinan usia-usia yang masih 8 tahun, lalu mondok,” tutur Kiai Miftach. Kiai Miftach menyampaikan bahwa ia pernah nyantri di Tambak Beras Jombang. Namun durasinya tidak begitu lama. “Mondoknya ini pernah ke Tambak Beras, tapi sejak kecil. Kira-kira tiga tahun di Tambak Beras, ya belum selesai, lalu pindah pada tahun 1967-1969 saya di Sidogiri, saya sampai kelas satu tsanawiyah. Jadi sempat ikut ujian MI-nya, ibtidaiyahnya, kan sana diakui ya,” ucap kiai yang pernah menjadi Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur masa khidmah 2007-2015 ini. Kiai Miftach melanjutkan ceritanya, ia pernah berhenti sejenak mondok selama satu tahun pada 1970-an. Kiai Miftah sampai kena marah abahnya. “Setelah itu kira-kira tahun 1970-an, saya di rumah, istilahnya tidak mondok lah. Setelah satu tahun di pondok, abah marah terus karena saya sudah mutung, tidak mau mondok sampai-sampai saya tidak disapa selama satu tahun, tidak diperhatikan. Baru saya sedikit ada kesadaran, kalau begini terus saya bagaimana? Pergaulan hampir terpengaruh dengan anak-anak di Surabaya. Alhamdulillah akhirnya timbul kesadaran, saya mau mondok lagi, tapi saya meminta pondok yang tidak ada sekolahnya,” jabar Kiai Miftach. Lanjut nyantri di Lasem Setelah timbul kesadaran dan memberikan persyaratan jika mondok kembali, akhirnya Kiai Miftach melanjutkan kembali perjalanannya nyantri dan Pesantren Al-Ishlah Lasem asuhan Syekh Masduqi. “Akhirnya di Lasem itu, tahun 1971 saya mondok di lasem. Alhamdulillah sampai 3 tahun, tahun 1974 saya pulang,” ungkapnya.

Read More

Mengenang Para Pahlawan Muslimah

Jakarta — 1miliarsantri.net : Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November. Peringatan ini untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan kemerdekaan Indonesia. Dari sekian banyak pahlawan negeri, sebagian adalah pahlawan muslimah. Siapa saja mereka? Sultanah Safiatuddin tercatat sebagai pemimpin wanita pertama di Kesultanan Aceh Darussalam. Beliau diangkat sebagai pemimpin setelah suaminya Sultan Iskandar Tsani wafat pada 1641 M. Dalam masa kepemimpinannya, terdapat pro dan kontra yang timbul tentang hukum seorang perempuan memimpin Aceh. Namun hal tersebut tidak melemahkan semangat Sultanah Safiatuddin untuk menjaga masyarakat. Terbukti selama Sultanah Safiatuddin memimpin, beliau membuat ragam bentuk strategi pemerintahan, seperti mengembangkan ilmu pengetahuan, menjaga stabilitas politik di tengah kolonialisme bangsa barat, membuat sistem pemerintahan yang efektif, mengatur komunikasi politik, ataupun memberikan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, dalam hal menjaga martabat perempuan di Aceh, Sultanah Safiatuddin juga merancang beberapa strategi, diantaranya menyusun undang-undang khusus tentang wanita, serta strategi mengangkat kedudukan wanita. Pahlawan wanita Indonesia ini juga datang dari Aceh. Dia berjuang dalam perlawanan melawan penjajah secara langsung. Tercatat dalan sejarah, bergabungnya Cut Nyak Dien berhasil meningkatkan moral semangat perjuangan Aceh dalam melawah penjajah Belanda. Sehingga atas perjuangan yang dilakukan sampai akhir hayatnya itu, pada 2 Mei 1962 Presiden Soekarno melalui SK Presiden RI Nomor 106 tahun 1964, menetapkan Cut Nyak Dien sebagai pahlawan nasional. Lahir di Jepara, Raden Ajeng Kartini Djojo Adhiningrat merupakan sosok pahlawan yang dikenal memperjuangkan emanispasi wanita Indonesia. Dapat diketahui, salah satu landasan perjuangan RA Kartini yaitu didasari pada adanya ketimpangan sosial yang dirasakan antara perempuan dan laki-laki di tanah Jawa. Kartini berjuang membela perempuan agar bisa mendapatkan hak yang sama seperti laki-laki, salah satu diantaranya ialah kebebasan mengenyam pendidikan. Karya-karya pemikiran dan perjuangannya yang lain juga diabadikan dalam buku. Pahlawan perempuan ini bernama Famajjah atau dikenal sebagai Opu Daeng Risaju. Lahir di Palopo Sulawesi Selatan pada 1880 M. Semasa kecilnya, dia belajar ilmu agama seperti mengkaji Al-Qur’an dan mempelajari ilmu fiqih yang ditulis oleh tokoh penyebar agama Islam di Sulawesi Selatan, Khatib Sulaweman Datung Patimang. Dalam sejarahnya, dia dikenal sebagai pahlawan nasional atas jasanya menentang penjajahan Belanda, serta membangkitkan dan memobilisasi para pemuda untuk melakukan perlawanan terhadap tentara NICA. Sebagai seorang yang tidak mengenyam pendidikan formal, Opu Daeng Risaju mengenal dan mempelajari bidang politik saat tergabung aktif sebagai anggota Partai Sarekat Islam Indonesia (PSII).

Read More

Ini Sebab Komunis Mendapat Tempat di Grobogan

Grobogan — 1miliarsantri.net : Grobogan adalah kabupaten dengan wilayah berkapur. Gersang, miskin, memudahkan komunis mendapatkan tempat di hati masyarakat Grobogan. Bagaimana komunis bisa masuk ke Grobogan? Penduduk hanya menanam padi saat musim hujan, sebab tak ada sistem pengairan yang bisa membuat mereka menanam padi di musim kemarau. Wilayah dekat aliran Sungai Serang dan Sungai Lusi menjadi pilihan untuk membangun tempat tinggal, tetapi mereka bisa gagal panen jika curah hujan tinggi, air sungai meluap ke sawah-sawah. Tercatat pada tahun 1902, air Sungai Serang dan Lusi meluap. Petani gagal panen, terjadi paceklik, Penyakit kolera dan memam menyerang, membuat penduduk dari 257 ribu jiwa berkurang menjadi 240 ribu jiwa. Berkurangnya penduduk akibat banyak yang meninggal pertama kali terjadi di Grobogan pada 1849. Saat itu terjadi juga paceklik, penduduk yang semula berjumlah 98.500 jiwa berkurang drastic menjadi 9.000 jiwa. Pada 1880-an terulang kembali. Pada 1880 jumlah penduduk Grobogan ada 276 ribu jiwa. Akibat paceklik dan penyakit, pada 1885 penduduknya tinggal 177 ribu jiwa. Pada 1911, Sarekat Islam sudah masuk Grobogan. Ketika pecah menjadi Sarekat Islam dan Sarekat Merah pada 1912, menurut catatan De Indische Courant pada 1937, rupanya Sarekat Islam Merah mendapat tempat di Grobogan. Sarekat Islam Merah didirikan oleh mereka yang berhaluan komunis dan sebelumnya bergabung di Sarekat Islam. Saraket Islam Merah kemudian berubah nama menjadi Sarekat Rakyat. Komunis menanamkan ketidakpuasan penduduk yang diarahkan kepada penguasa kolonial. Wajar jika kemudian komunisme mendapat dukungan di Grobogan. Sebab, bertahun-tahun penduduk Grobogan menuntut dibuatkan irigasi, tak juga segera dipenuhi oleh pemerintah kolonial. Koran-koran Belanda pun mendorong dibangunnya irigasi di Grobogan untuk mengatasi paceklik di Grobogan, sehingga kasus kelaparan pada 1849 tudak akan terulang lagi. Menurut catatan De Locomotief, pada 1877 sudah direncanakan pembangunan irigasi di Grobogan, namun proyek berhenti karena pejabat berganti.

Read More

Dampak Kelaparan di Gaza Bikin Trauma Mendalam bagi Warga Palestina

Jakarta — 1miliarsantri.net : Krisis kelaparan di Gaza kini memberikan dampak mengejutkan bagi warga Palestina di berbagai wilayah. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, pada 9 Oktober 2023 mengumumkan kebijakan keras: “Tidak akan ada listrik, tidak ada makanan, tidak ada bahan bakar” yang diizinkan masuk ke Gaza. Alasan di balik kebijakan ini adalah klaim bahwa Israel “sedang melawan manusia-manusia binatang”. Dua minggu kemudian, situasi semakin mencekam ketika anggota parlemen Israel, Tally Gotliv, membuat pernyataan mengejutkan. Dia menegaskan bahwa tanpa membuat penduduk Gaza kelaparan dan kehausan, mereka tidak akan bisa mendapatkan informasi intelijen dengan iming-iming makanan, minuman, dan obat-obatan. Selama beberapa bulan berikutnya, Israel melancarkan aksi yang lebih dari sekadar memblokir bantuan kemanusiaan. Mereka secara sistematis menghancurkan infrastruktur pangan Gaza, mulai dari lahan pertanian, toko roti, penggilingan, hingga gudang penyimpanan makanan. Strategi ini tidak hanya bertujuan menundukkan semangat rakyat Palestina, tapi telah memakan banyak korban di Gaza, terutama bayi dan anak-anak. Yang lebih mengejutkan, dampaknya kini meluas hingga ke wilayah Palestina lainnya. Sebagai profesional kesehatan mental, saya menyaksikan langsung bagaimana hukuman kolektif ini berdampak pada psikologis dan fisik warga di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki. Banyak pemuda Palestina mengalami gangguan pola makan, masalah dengan tubuh mereka, dan krisis identitas sosial serta nasional akibat kengerian yang mereka saksikan setiap hari. Proses penyembuhan membutuhkan pendekatan yang jauh lebih kompleks, tidak hanya menangani trauma individual tapi juga trauma politik dan historis yang telah mengakar di masyarakat. Untuk memahami efek kelaparan sebagai senjata, kita perlu melihat konteks sosial dan psikologis yang lebih luas. Ignacio Martín-Baró, tokoh terkemuka dalam psikologi pembebasan, menyatakan bahwa trauma diproduksi secara sosial. Artinya, trauma bukan hanya pengalaman individu, tapi tertanam dan diperparah oleh kondisi dan struktur sosial di sekitar individu tersebut. Di Gaza, struktur yang menciptakan trauma meliputi pengepungan berkelanjutan, agresi yang mengarah pada genosida, dan perampasan sumber daya penting seperti makanan, air, dan obat-obatan. Trauma ini diperparah oleh ingatan kolektif penderitaan selama Nakba (pembersihan etnis massal warga Palestina tahun 1947-8) dan pengusiran serta penindasan sistematis yang terus berlanjut. Dalam lingkungan seperti ini, trauma bukan sekadar pengalaman pribadi tapi realitas kolektif yang mengakar secara sosial dan politik. Meskipun warga Palestina di luar Gaza tidak mengalami langsung kekerasan yang terjadi di sana, mereka terpapar gambar dan cerita mengerikan tentangnya setiap hari. Kelaparan sistematis yang dialami penduduk Gaza menjadi pengalaman traumatis tersendiri untuk disaksikan. Dalam hitungan minggu setelah pernyataan Gallant, kelangkaan pangan mulai terasa di Gaza. Pada Januari, harga bahan makanan melonjak drastis, terutama di Gaza Utara, di mana seorang rekan memberi tahu saya dia harus membayar $200 (sekitar Rp 3,2 juta) untuk sebuah labu. Sekitar waktu ini, mulai muncul laporan warga Palestina terpaksa mencampur pakan ternak dengan tepung untuk membuat roti. Pada Februari, gambar-gambar bayi dan anak-anak Palestina yang meninggal karena kekurangan gizi mulai membanjiri media sosial. Pada Maret, UNICEF melaporkan fakta mengejutkan: 1 dari 3 anak di bawah usia 2 tahun di Gaza Utara mengalami malnutrisi akut. Situasi semakin memburuk pada April, ketika Oxfam memperkirakan asupan makanan rata-rata warga Gaza Utara hanya 245 kalori per hari atau sekitar 12 persen dari kebutuhan harian normal. Sekitar waktu yang sama, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan 32 warga Palestina, termasuk 28 anak-anak, telah meninggal karena kelaparan, meski angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. Beredar juga cerita-cerita mencekam tentang warga Palestina yang tertembak saat menunggu distribusi bantuan makanan, atau tenggelam di laut saat mengejar bantuan makanan yang dijatuhkan dari udara oleh negara-negara yang mendukung perang Israel di Gaza. Dalam sebuah surat yang dipublikasikan di jurnal medis The Lancet pada 22 April, Dr. Abdullah al-Jamal, satu-satunya psikiater yang tersisa di Gaza Utara, mengungkapkan bahwa layanan kesehatan mental telah hancur total. Dia menambahkan: “Masalah terbesar saat ini di Gaza, terutama di utara, adalah kelaparan dan tidak adanya keamanan. Polisi tidak bisa beroperasi karena langsung menjadi target drone mata-mata dan pesawat saat mencoba membangun ketertiban. Kelompok bersenjata yang bekerja sama dengan pasukan Israel mengendalikan distribusi dan harga makanan serta obat-obatan yang masuk ke Gaza sebagai bantuan, termasuk yang dijatuhkan dengan parasut. Beberapa bahan makanan, seperti tepung, harganya melonjak berkali-kali lipat, memperparah krisis yang dialami penduduk di sini.” Dampak kelaparan di Gaza telah menciptakan gelombang trauma psikologis dan fisik di seluruh komunitas Palestina. Dalam praktik klinis saya di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki, saya menemukan beberapa kasus yang menggambarkan bagaimana trauma kelaparan di Gaza tercermin dalam kehidupan anak-anak Palestina jauh dari zona konflik. Ali, remaja 17 tahun dari Tepi Barat, mengalami perubahan perilaku makan dan kehilangan berat badan 8 kg dalam dua bulan setelah temannya ditahan pasukan Israel. Meski mengalami penurunan berat badan signifikan, dia menolak mengakui kesedihannya, bersikeras bahwa “penjara membuat laki-laki.”

Read More

Berapa Sebenarnya Jumlah Nabi?

Jakarta — 1miliarsantri.net : Dalam khazanah Islam, Nabi dan Rasul memiliki peran penting dalam menyebarkan ajaran ketuhanan. Hal ini disampaikan Anggota Divisi Tafsir Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Asep Setiawan dalam Pengajian Tarjih yang membahas tentang tafsir QS. Al-Baqarah ayat 253. Asep menerangkan bahwa Nabi adalah manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah, namun tidak diwajibkan untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada masyarakat luas. Sementara itu, Rasul adalah mereka yang diamanahkan untuk menerima wahyu, juga untuk menyampaikannya sebagai risalah kepada umat. Perbedaan ini menekankan bahwa para rasul memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mengomunikasikan ajaran Allah kepada umat manusia. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 253, Allah berfirman, “Rasul-rasul itu Kami lebihkan sebagian mereka dari sebagian yang lain.” Sabda Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Ahmad juga menjelaskan jumlah Nabi dan Rasul. “Nabi ada 124.000 orang dan di antara mereka ada para Rasul sebanyak 315 orang, mereka sangat banyak.” Hadis ini mempertegas bahwa jumlah Nabi jauh lebih banyak dibandingkan Rasul, meskipun sebagian besar dari mereka tidak disebutkan dalam Al-Quran. “Hadis tentang jumlah nabi dan rasul ini oleh beberapa ahli hadis dinilai lemah, dhaif. Tapi karena jalur periwayatannya yang banyak, jadi kualitasnya naik,” ucap dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini. Menurut Asep, Al-Quran sendiri mengakui bahwa tidak semua rasul dikisahkan kepada manusia. QS. An-Nisa ayat 164 menyebutkan, “Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu.” Pernyataan serupa terdapat dalam QS. Al-Mukmin ayat 78: “Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad), di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antaranya ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu.” Dari sini, dipahami bahwa kisah sebagian besar Nabi dan Rasul tersembunyi dan tidak semua tercantum dalam wahyu tertulis.

Read More

Saat Nabi Yunus AS Lari dari Kaumnya

Jakarta — 1miliarsantri.net : Allah mengutus Nabi Yunus ‘alaihis salam kepada penduduk Ninawa di Negeri Mushil. Utusan Allah itu menyeru mereka agar menyembah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, banyak kaum itu justru mendustakannya. Dikutip dari Mukhtashar al-Bidayah wa an-Nihayah karya Ibnu Katsir, keadaan sedemikian rupa ini terus berkepanjangan. Pada akhirnya, Nabi Yunus meninggalkan mereka. Sebelum keluar dari kota, sang nabi memperingatkan kaumnya itu akan datangnya azab dari Allah. Beberapa malam sejak kepergian Nabi Yunus, mereka menyaksikan kebenaran turunnya azab Allah. Maka timbul ketakutan dalam hati mereka. Inilah yang membuat kaum tersebut ingin segera bertobat dan kembali kepada Allah. Mereka menyesali perbuatan mereka kepada nabi mereka. Mereka mengenakan pakaian dari bulu dan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Laki-laki, perempuan, anak laki-laki, anak perempuan, dan para ibu sama-sama menangis. Unta, sapi, dan kambing mengeluarkan suara. Hari itu menjadi sangat dahsyat dan menakutkan. Dengan kekuatan, kekuasaan, kasih sayang, dan rahmat-Nya, Allah Yang Maha Agung membebaskan mereka dari adzab. Mereka berjumlah 100 ribu orang. Diperselisihkan apakah Nabi Yunus diutus kepada mereka sesudah atau sebelum peristiwa dalam perut ikan. Yakni ketika Yunus AS pergi dengan murka karena kaumnya, lalu naik kapal laut, terombang-ambing oleh gelombang karena kapal terlalu penuh sehingga hampir karam. Mereka bermusyawarah dan sepakat untuk mengundi orang yang akan dilempar dari kapal agar kapal lebih ringan. Ketika undian dijalankan, ternyata jatuh kepada Nabi Yunus. Akan tetapi mereka tidak rela dengan itu, maka mereka mengulangnya. Namun, ternyata undian jatuh lagi kepada Nabi Yunus. Ia pun bertekad untuk melemparkan dirinya. Namun orang-orang tidak merelakannya, maka mereka mengulang undian untuk ketiga kalinya. Lagi-lagi undian jatuh kepadanya, karena Allah memang hendak menjadikan sesuatu yang agung. Ia pun melemparkan diri ke laut. Allah Subhanahu wa Ta ala lalu mengutus seekor ikan besar, lalu menelannya. Allah memerintahkan kepada ikan itu, “Jangan engkau makan dagingnya. Jangan pula engkau cerna tulangnya. Dia bukan rezekimu.” Ikan mengambil Nabi Yunus dan membawanya berputar di dalam laut.

Read More

MUI Goes To Campus, Dorong Kampus Jadi Penggerak Etika Bermedia Sosial

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar program Goes to Campus untuk mendorong etika bermuamalah di media sosial. Salah satu kampus yang dikunjungi adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Menurut Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Infokom, Asrori S. Karni, kegiatan ini kolaborasi antara MUI dan UIN Jakarta. Menurutnya, banyak aspek yang penting untuk dicermati terkait etika digital. “MUI telah mengeluarkan Fatwa Nomor 24 Tahun 2017 tentang Bermuamalah di Media Sosial yang memberikan pedoman agar tidak menyebarkan informasi yang tidak valid, seperti berita hoax dan fitnah, ” ujarnya di dalam Studium General Digital Ethic di Ruang Teater Fakultas IImu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) UIN Jakarta. Dia mengatakan, fatwa tersebut memberi panduan agar tidak melakukan namimah (adu domba), ujaran kebencian, bullying, menyebarkan materi pornografi dan kemaksiatan, serta melakukan segala hal yang terlarang secara syar’i. “Kita ingin menggali update dan telaah akademik, kita bisa berkolaborasi agar mendorong aspek etik di medsos, kita pegang ini untuk mengerem pelanggaran etik di medsos, dengan begitu penggunaan media sosial bisa lebih optimal dengan cara yang efektif, efisien, dan terukur,” katanya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Infokom MUI, Idy Muzayyad menyampaikan, pendidikan dan literasi terkait digital etik ini sangat penting. Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Bermuamalah di Media Sosial menurutnya patut menjadi rujukan. Idy mengatakan, sebagai elemen masyarakat, MUI hanya bisa memberikan panduan dan pengawasan. Dia mencontohkan, saat melaksanakan pengawasan siaran Ramadhan dan menemukan pelanggaran, MUI hanya bisa memberikan rekomendasi kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk menindaklanjuti. Menurutnya, apa yang terjadi di dunia digital sangat berpengaruh terhadap dunia nyata.

Read More

Menguji Keampuhan Sumpah Pemuda Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Setelah memberitakan tiga kali mengenai Kongres Pemuda Indonesia II, Darmokondo menguji keampuhan isi Sumpah Pemuda: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa. Koran milik Budi Utomo itu menurunkan analisis empat seri 10 hari setelah Sumpah Pemuda diikrarkan, dalam judul: “Satu Tumpah Darah, Satu Bangsa, Satu Basa”. Darmokondo mengutip perkataan Guido Gazelle. Nama lengkapnya: Guido Pieter Theodorus Josephus Gezelle. Kutipannya: Die geen taal hift, is geen naam weerd dan Waar geen taal left, is geen volk. Artinya, kata Darmokondo: Yang tak berbasa, tak berharga dan Di mana tak ada basa, di situlah tak ada bangsa. “Atau dengan ringkas: Tiada bangsa tak berbasa,” tulis Darmokondo. Tapi Darmokondo juga mengutip pemikiran Stoddard, Bauer, dan lainnya. Pemikiran mereka menegaskan bahwa tanda bukti suatu bangsa tidak bergantung pada adanya persatuan bahasa. Bukti suatu bangsa itu ada adalah adanya kehendak bersatu. Dua-duanya, menurut Darmokondo benar. Menghidupkan bahasa persatuan benar adanya, menguatkan kehendak bersatu, benar pula. Lalu Darmokondo mengungkapkan sikapnya bahwa keperluan dan pengaruh bahasa atas suatu bangsa itu bukan kepentingan utama. Bangsa Indonesia juga tidak mengutamakan hal itu. Dengan kata lain, bahwa untuk mencapai persatuan Indonesia, bahasa tidak memiliki kepentingan utama. Darmokondo menyebut contoh ada banyak bangsa yang bisa bersatu kendati bahasanya tidak satu. Apakah bangsa Indonesia bisa bersatu tanpa bahasa? Atau dalam rumusan lain: perlukah bahasa persatuan bagi bangsa Indonesia?

Read More

8 Tokoh Ekonomi Islam Paling Berpengaruh

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ekonomi Islam menjadi salah satu sistem ekonomi yang makin relevan di dunia saat ini. Dengan prinsip-prinsip yang berlandaskan keadilan dan kesejahteraan bersama, sistem ekonomi ini telah banyak dipelajari dan diterapkan oleh berbagai negara, termasuk Indonesia. Namun, siapa saja tokoh ekonomi Islam di balik konsep dan praktik ekonomi syariah saat ini? Tanpa panjang lebar lagi, temukan jawabannya pada artikel di bawah ini! Mengenal Tokoh Ekonomi Islam Dalam sejarah perkembangan ekonomi Islam, banyak tokoh yang memiliki kontribusi besar dalam penyusunan konsep dan penerapan ekonomi berbasis syariah. Berikut adalah beberapa tokoh ekonomi Islam paling berpengaruh di Indonesia dan dunia. Ibnu Khaldun adalah salah satu pemikir terbesar dalam sejarah Islam yang memberikan kontribusi besar dalam bidang ekonomi dan sosiologi. Karyanya yang terkenal, Muqaddimah, dianggap sebagai fondasi bagi banyak pemikiran modern dalam ekonomi dan ilmu sosial. Dalam karya tersebut, Ibnu Khaldun mengupas secara mendalam berbagai konsep ekonomi seperti pembangunan ekonomi, perdagangan, dan nilai barang. Ibnu Khaldun juga menyoroti pentingnya perdagangan dan pembagian kerja dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta peran negara dalam menjaga stabilitas ekonomi dengan menghindari korupsi dan eksploitasi sumber daya secara berlebihan. Meskipun lebih dikenal sebagai seorang ulama dan ahli teologi, Ibnu Taimiyah juga memberikan pandangan penting dalam ekonomi Islam. Beliau menekankan pentingnya keadilan sosial dalam aktivitas ekonomi. Menurut Ibnu Taimiyah, masyarakat tidak hanya harus memenuhi kebutuhan dasar setiap individu, tetapi juga harus menjamin adanya keadilan dalam transaksi ekonomi. Ibnu Taimiyah secara tegas menentang riba dan manipulasi pasar. Dia berpendapat bahwa setiap bentuk eksploitasi ekonomi, seperti monopoli atau penimbunan barang demi keuntungan sepihak, bertentangan dengan prinsip keadilan dalam Islam. Lahir pada 1 Februari 1933, Prof. Dr. M. Umer Chapra merupakan salah satu tokoh ekonomi Islam yang sangat dihormati secara internasional. Beliau dikenal sebagai ekonom muslim terkemuka yang telah menulis banyak buku dan artikel tentang ekonomi syariah. Salah satu karya fenomenalnya adalah “Towards a Just Monetary System” yang membahas pentingnya sistem moneter yang adil dalam tatanan ekonomi Islam. Pemikirannya mengenai distribusi kekayaan dan kesetaraan sosial telah menginspirasi banyak praktisi ekonomi syariah di dunia. Di Indonesia, salah satu tokoh yang sering dibicarakan ketika membahas ekonomi syariah adalah Prof. Dr. Muhammad Syafii Antonio. Beliau lahir pada 12 Mei 1967 dan saat ini dikenal sebagai ahli dalam bidang ekonomi dan perbankan syariah. Sebagai praktisi dan akademisi (pendiri Institut Agama Islam Tazkia), dia telah banyak terlibat dalam pendirian beberapa bank syariah di Indonesia dan aktif dalam berbagai seminar nasional dan internasional untuk mengembangkan sistem ekonomi syariah. Dr. Zeti Akhtar Aziz merupakan salah satu perempuan berpengaruh dalam ekonomi syariah global. Mantan Gubernur Bank Negara Malaysia ini banyak berperan dalam mendorong pertumbuhan sektor keuangan Islam di Malaysia, yang hingga saat ini menjadi salah satu pusat keuangan syariah terkemuka di dunia. Beliau tidak hanya berhasil mengintegrasikan ekonomi Islam ke dalam sistem ekonomi nasional Malaysia, tetapi juga mendorong penerimaan internasional terhadap sistem ini. Sheikh Taqi Usmani adalah salah satu ulama terkemuka di bidang keuangan syariah. Beliau memainkan peran kunci dalam pengembangan standar-standar internasional mengenai perbankan syariah. Berdasarkan hasil pengamatan The Royal Islamic Strategic Studies Center, beliau masuk ke dalam daftar 500 muslim paling berpengaruh tahun 2020 dan menempati posisi pertama. Selain sebagai ulama, dia juga seorang ekonom yang berpengaruh dalam mendorong adopsi sistem keuangan syariah di berbagai negara, khususnya di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan. Sheikh Taqi Usmani telah menulis sebanyak 143 judul buku dalam bahasa Arab, Inggris, dan Urdu. Karya-karyanya mencakup berbagai aspek dalam ekonomi syariah, fikih, dan hukum Islam, yang tidak hanya memberikan panduan bagi praktisi ekonomi syariah tetapi juga menjadi referensi penting bagi lembaga keuangan di seluruh dunia.

Read More

Rasulullah SAW Nyatakan Zamzam Air Terbaik di Dunia

Jakarta — 1miliarsantri.net : Air zamzam mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Keistimewaan ini banyak disebutkan dalam berbagai riwayat hadits. Bahkan temuan ilmiah terkini pun kerap mengungkap keajaiban air yang berada di Kompleks Masjidil Haram, Makkah Ini. Misalnya, at-Thabrani meriwayatkan dengan sanadnya dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: خير ماء على وجه الأرض ماءُ زمزم، فيه طعام من الطُّعم، وشفاء من السُّقم “Sebaik-baik air di muka bumi adalah air zamzam, di dalamnya terdapat makanan dari makanan dan obat dari penyakit.” Maksud dari hadits ini bahwasanya, dalam air zamzam terdapat kandungan senyaw yang mampu mengenyangkan. dan senyawa yang mampu menjadi obat dari penyakit, jika diminum dengan niat yang baik. Dalam kitabnya, Mausu’ah al-I’jaz al-‘Ilmi fi Al-Quran wa as-Sunnah, Syekh Muhammad Ratib al-Nabulsi menyatakan, sebagian ulama berpendapat air zamzam adalah tuannya air, yang paling mulia, paling berharga, paling dicintai, paling mahal, dan paling penting bagi manusia. Pada 1973 dan 1980, analisis kimia dilakukan perusahaan-perusahaan internasional raksasa dan khusus, dan hasilnya sangat mencengangkan.

Read More