side hustle

Yuk Cobain! Bisnis Sampingan (Side Hustle) Halal Ini Bikin Dompet Tebal Tanpa Takut Riba!

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net – Di tengah kondisi ekonomi yang makin sulit diprediksi, mengandalkan satu sumber penghasilan saja jelas tidak cukup. Harga kebutuhan pokok terus naik, biaya hidup dan pendidikan makin membengkak, sementara gaji sering kali stagnan bahkan terancam PHK. Maka, wajar kalau banyak orang mencari side hustle alias bisnis sampingan. Sayangnya, tidak semua peluang usaha sesuai syariat karena masih ada yang mengandung riba, spekulasi berlebihan, atau merugikan salah satu pihak. Namun buat kamu yang ingin tetap cuan tapi juga tenang secara hati, sekarang saatnya melirik side hustle halal. Lalu, kira-kira apa saja side hustle halal yang cocok dicoba untuk saat ini? Jawabannya ada pada penjelasan di bawah ini! 1. Jualan Produk Halal via Online Shop Kalau kamu suka dunia jualan, membuka toko online halal bisa jadi pilihan paling mudah. Ada berbagai macam produk halal yang bisa dijual, mulai dari makanan ringan, minuman herbal, skincare halal, sampai fashion muslim. Misalnya, kamu bisa jadi reseller hijab syar’i, jualan madu, atau camilan halal buatan sendiri. Modalnya kecil, tapi pasar potensialnya besar. Apalagi dengan dukungan media sosial seperti Instagram, TikTok Shop, atau marketplace, promosi jadi lebih mudah, efisien, dan tepat sasaran. 2. Jasa Desain & Konten Kreatif Buat kamu yang jago desain, copywriting, atau bikin konten, coba deh buka jasa freelance syariah-friendly. Maksudnya, kamu fokus ambil proyek dari bisnis halal atau UMKM syariah. Misalnya, desain feed Instagram untuk brand muslimah, bikin logo produk halal, atau nulis artikel tentang gaya hidup Islami. Selain menghasilkan uang, kamu juga bisa dapet kepuasan batin karena mendukung perkembangan ekonomi syariah. Baca juga: Terbukti Bikin Glowing! Ini Daftar Bahan Halal dalam Kosmetik yang Perlu Kamu Tahu! 3. Kursus Online Islami Kamu punya skill mengaji, public speaking, atau bahkan bisnis syariah? Nah, ini bisa sangat berpotensi jadi side hustle halal. Cukup bikin kursus online via Zoom atau platform e-learning, lalu buka pendaftaran dan mempromosikannya di media sosial. Sekarang banyak orang mencari kursus atau pembelajaran yang praktis, fleksibel, dan bisa diakses dari rumah. Jadi, peluang pasar kursus online Islami masih sangat luas. 4. Affiliate Produk Halal Affiliate marketing alias sistem komisi dari hasil promosi produk sudah booming  di berbagai daerah. Namun, untuk memastikan produk yang dijual halal, pastikan produk yang kamu promosikan sesuai syariat. Misalnya, kamu ikut program affiliate untuk buku Islami, produk herbal halal, atau aplikasi belajar mengaji. Selain mudah, cara ini juga hampir tanpa modal. Kamu cuma perlu rajin bikin konten review atau share link produk di media sosial, lalu komisi akan mengalir setiap ada yang beli lewat link kamu. Baca juga: Udah Coba Belum? 7 Kebiasaan Sehat Islami Ini Bikin Hidup Kamu Lebih Bahagia Lho! Kenapa Harus Side Hustle Halal? Mungkin banyak orang berpikir, “Kenapa sih repot-repot mikirin halal atau nggak? Yang penting cuan.” Nah, di sinilah mindsetnya harus diubah. Dalam Islam, rezeki yang halal itu bukan cuma soal uang masuk, tapi juga berkah yang bikin hati tenang. Usaha yang mengandung riba, penipuan, atau merugikan orang lain mungkin kelihatan cepat menghasilkan, tapi jangka panjangnya bisa bikin hidup susah. Sebaliknya, usaha syariah memang keliatan lebih hati-hati, tapi hasilnya lebih berkah dan insyaAllah membawa kebaikan. Di zaman sekarang, punya side hustle halal udah jadi solusi cerdas buat nambah penghasilan tanpa khawatir riba. Mulai dari jualan online, jasa kreatif, produk digital, kursus Islami, sampai affiliate produk halal, emua bisa dijalankan asal sesuai syariat. Jadi, kalau kamu ingin dompet tebal tapi hati tetap tenang, coba deh mulai sekarang pilih salah satu ide usaha syariah di atas. Ingat, rezeki bukan cuma soal banyaknya nominal, tapi juga soal berkah yang Allah SWT beri. Penulis: Vicky Vadila Muhti Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi

Read More
kesehatan mental

Wajib Waspada! Perhatikan Kesehatan Mental dalam Perspektif Islam

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net – Di era digital seperti sekarang, masalah kesehatan mental bukan lagi hal yang tabu. Banyak orang, khususnya anak muda, sering mengeluh soal stres, cemas, burnout, bahkan overthinking yang seakan tidak ada habisnya. Tekanan hidup datang dari berbagai sisi, mulai dari pekerjaan, tugas, ekspektasi sosial, hingga pengaruh media sosial yang membuat seseorang gampang membandingkan diri dengan orang lain. Akibatnya, hati jadi gelisah, pikiran penuh beban, dan tubuh pun ikut lelah. Padahal, dalam Islam, menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik, karena keduanya saling berhubungan dalam membentuk keseimbangan hidup seorang Muslim. Menariknya, Islam sudah sejak lama memberi panduan bagaimana cara menghadapi keresahan jiwa. Mulai dari doa, dzikir, shalat, hingga anjuran sederhana seperti berpikir positif dan memperbanyak rasa syukur. Semua itu bisa menjadi “obat” alami yang membuat hati lebih tenang dan pikiran lebih jernih. Jadi, ketika banyak orang mencari jalan keluar dengan tren healing modern, sebenarnya Islam sudah menyediakan konsep healing yang lebih dalam, penuh makna, dan tentu saja sesuai dengan syariat. Overthinking sebagai Penyakit Pikiran Zaman Now Kamu pasti sering dengar istilah overthinking. Ini adalah kondisi ketika seseorang terlalu banyak memikirkan hal-hal kecil, bahkan yang belum tentu terjadi. Contohnya, sebelum presentasi di kampus, kamu sudah membayangkan hal-hal buruk seperti “Kalau aku salah ngomong tanggapan temen-temenku gimana?” atau “Kalau mereka nggak suka presentasiku gimana?”. Padahal, belum tentu kenyataannya seburuk itu. Dalam Islam, sikap terlalu khawatir terhadap masa depan disebut sebagai bentuk waswas (keraguan berlebihan) yang bisa merusak ketenangan hati. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa seorang Muslim sebaiknya tidak terlalu larut dalam rasa takut akan masa depan maupun penyesalan terhadap masa lalu. Keseimbangan pikiran sangat penting agar tidak jatuh dalam perangkap overthinking. Baca juga: Mau Menjelajah Dunia Sendirian? Gunakan Tips Solo Traveling ini Agar Aman dan Menyenangkan Healing dalam Islam untuk Menenangkan Jiwa Lewat Iman Kalau di tren modern kita kenal istilah healing dengan liburan, metime, atau meditasi, Islam juga punya cara healing yang nggak kalah menenangkan. Salah satunya adalah dzikir. Dengan berdzikir, hati akan merasa lebih tenteram, sesuai dengan firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” Selain dzikir, shalat juga bisa jadi terapi mental. Gerakan shalat yang ritmis, ditambah dengan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an, memberi efek relaksasi alami pada tubuh dan pikiran. Jadi, kalau lagi stres atau pusing mikirin tugas, pekerjaan, atau masalah hidup, coba deh tinggalin aktivitas sejenak lalu ambil wudhu dan shalat dua rakaat. Rasanya bisa lebih lega. Syukur sebagai Obat Kesehatan Mental Salah satu ajaran Islam yang punya dampak besar pada kesehatan mental adalah syukur. Sifat syukur bisa membantu kita melihat sisi positif dalam hidup, meskipun banyak hal tidak berjalan sesuai harapan. Dalam psikologi modern, praktik syukur juga dikenal dengan gratitude journal, di mana seseorang menuliskan hal-hal yang patut disyukuri setiap hari. Dalam Islam, Rasulullah SAW mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam kondisi apa pun. Saat kita diberi rezeki banyak, kita bersyukur dengan berbagi. Saat kita diuji dengan kesulitan, kita bersyukur karena yakin Allah SWT ingin menghapus dosa dan mengangkat derajat. Sikap ini membuat hati lebih tenang, jauh dari rasa iri, cemas, atau gelisah berlebihan. Baca juga: Udah Coba Belum? 7 Kebiasaan Sehat Islami Ini Bikin Hidup Kamu Lebih Bahagia Lho! Tips Menjaga Kesehatan Mental ala Islam Biar lebih praktis, berikut beberapa cara menjaga kesehatan mental menurut Islam yang bisa kamu coba dalam kehidupan sehari-hari: Islam Sudah Punya Jawaban Sejak Lama Kesehatan mental bukan hanya urusan psikolog modern. Sejak 14 abad lalu, Islam sudah memberikan panduan agar umatnya terhindar dari stres, cemas, hingga overthinking. Dengan memperbanyak dzikir, doa, shalat, dan rasa syukur, seorang Muslim bisa menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas spiritual. Jadi, kalau kamu sering merasa overthinking atau stres, coba deh terapkan tips kesehatan mental dalam perspektif Islam ini. Nggak hanya bikin hati lebih tenang, tapi juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penulis: Vicky Vadila Muhti Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi

Read More
me time ala Islam

Me Time Ala Islam! Nggak Cuma Santai, Tapi Bisa Jadi Ladang Pahala!

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net – Jika mendengar kata me time, apa yang langsung terbayang di pikiran kamu? Bisa jadi nonton drama Korea seharian, rebahan sambil scrolling TikTok atau Instagram, atau nongkrong di kafe favorit bareng teman. Buat banyak orang, me time merupakan momen buat rehat dari penatnya aktivitas. Akan tetapi, apakah kamu pernah kepikiran jika ternyata dalam Islam, me time bisa jadi ladang pahala? Yes, kamu tidak salah baca. Konsep me time ala Islam bukan cuma soal memanjakan diri agar rileks, tetapi juga menyelaraskan hati, tubuh, dan jiwa dengan cara yang halal dan bernilai ibadah. Jadi, sambil recharge energi, kamu juga bisa makin dekat dengan Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita bahas bagaimana cara memaknai me time sukpaya bukan hanya sekadar healing, tetapi juga penuh keberkahan, melalui penjelasan di bawah ini: 1. Me Time dengan Al-Qur’an Banyak orang jika sedang stres langsung mendengarkan musik, menonton film, atau bermain game. Padahal, sumber ketenangan terbaik ada di Al-Qur’an. Membaca, mendengarkan, atau sekadar tadabbur ayat bisa jadi me time yang bikin hati lebih damai. Allah SWT sudah menegaskan dalam Al-Qur’an Surat Ar-Ra’d ayat 28, “Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” Jadi, bayangkan jika setiap kali kamu butuh me time, kamu lebih memilih ambil mushaf, duduk tenang, lalu baca beberapa ayat. Dijamin stres berkurang, hati lebih lega, dan bonus pahala mengalir deras. 2. Menulis Jurnal Syukur Sekarang, journaling sedang booming sebagai bentuk self-healing. Nah, dalam versi Islami, journaling bisa diisi dengan catatan rasa syukur. Cobalah setiap malam tulis 3 hal kecil yang bikin kamu bersyukur hari itu. Misalnya: bisa shalat tepat waktu, ada teman traktir makan, atau sekadar bisa menikmati udara segar. Kebiasaan ini bikin kamu lebih fokus pada hal positif dan tidak mudah overthinking. Plus, menuliskan rasa syukur adalah bentuk dzikir yang sederhana tapi punya efek luar biasa untuk mental health. Jadi, sambil me time, kamu dapat bahagia sekaligus dapat pahala. Baca juga: 5 Adab Makan Ala Rasulullah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah 3. Olahraga Sunnah Me time ala Islami juga bisa dalam bentuk olahraga. Rasulullah SAW menganjurkan beberapa olahraga seperti berenang, berkuda, dan memanah. Kalau di zaman sekarang, kamu bisa pilih yang sesuai minat, seperti jogging, bersepeda, atau workout ringan. Olahraga bukan cuma bikin tubuh lebih bugar, tapi juga bagian dari menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan. Jadi, daripada rebahan seharian, coba luangkan waktu untuk gerak. Badan segar, mood naik, dan aktivitas jadi lebih produktif. 4. Me Time dengan Dzikir dan Doa Terkadang, yang kita butuhkan bukan hiburan panjang, tapi jeda sejenak untuk istirahat dari hiruk pikuk dunia. Duduk tenang, tarik napas dalam, lalu berzikir menyebut nama Allah, bisa menjadi me time yang berpahala dan mengundang Rahmat Allah. Cobalah membaca tasbih, tahmid, takbir, atau doa singkat. Dzikir itu ibarat vitamin untuk hati. Semakin sering dilakukan, semakin kuat jiwa menghadapi stres dan tantangan hidup. Jadi, me time ala Islam bisa sesimpel duduk 10 menit sebelum tidur, lalu berzikir sambil menenangkan diri. Baca juga: Yuk Terapin Financial Freedom Ala Islam! Bisa Kaya Raya Tapi Tetap Halal! 5. Quality Time Sendiri = Quality Time dengan Allah Banyak orang salah kaprah, mengira me time harus selalu keluar rumah atau mengeluarkan biaya yang besar. Padahal, kualitas me time justru ada pada bagaimana kamu memanfaatkannya. Dalam Islam, quality time terbaik adalah saat kamu bisa dekat dengan Allah, misalnya lewat shalat malam. Bayangkan suasana hening, semua orang tidur, dan kamu bangun buat shalat tahajud. Itu momen paling personal, intim, dan healing yang tidak bisa dibandingkan dengan aktivitas lain. Itulah rahasia me time yang bikin hati lebih tenang dan hidup lebih bahagia. Me time itu penting, tapi cara menjalaninya jauh lebih penting. Dengan me time ala Islami, kamu bisa tetap menikmati waktu sendiri tanpa merasa kosong. Mulai dari membaca Al-Qur’an, journaling syukur, olahraga sunnah, hingga dzikir sebelum tidur. Semua itu bikin hidup lebih sehat, bahagia, dan penuh keberkahan. Jadi, masih mau pakai me time cuma untuk rebahan doang? Yuk, cobain rahasia me time ala Islami ini. Tidak cuma bikin hati dan tubuh lebih rileks, tapi juga jadi ladang pahala. Double benefit banget, kan? Penulis: Vicky Vadila Muhti Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi

Read More
financial freedom

Yuk Terapin Financial Freedom Ala Islam! Bisa Kaya Raya Tapi Tetap Halal!

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Semua orang tentu ingin bebas secara finansial. Mereka bisa belanja tanpa mikir saldo, traveling kapan aja, bantu keluarga, dan tetap punya tabungan aman. Istilah kerennya sekarang adalah financial freedom alias kebebasan finansial. Namun, buat seorang Muslim, kebebasan finansial bukan cuma soal kaya raya. Ada satu hal penting yang harus dijaga, yaknihalal. Percuma punya harta melimpah kalau jalannya lewat riba, judi, atau bisnis yang haram. Inilah konsep financial freedom ala Islam. Jadi kaya iya, tapi dengan cara yang halal, penuh keberkahan, dan bikin hati tenang. Bahkan, Rasulullah SAW sendiri mencontohkan bagaimana umat Islam bisa sukses dalam berdagang dan membangun kekayaan tanpa harus melanggar syariat. Dan yuk, mari kita bahas bagaimana caranya biar bisa kaya raya tapi tetap halal, melalui penjelasan di bawah ini! 1. Definisi Financial Freedom Ala Islam Secara umum, financial freedom berarti punya penghasilan pasif yang cukup buat menutup semua kebutuhan hidup tanpa harus kerja keras lagi. Dalam pandangan Islam, definisinya mirip, tapi ditambah satu poin penting, yakni rezeki halal dan berkah. Jadi bukan sekadar bebas dari masalah uang, tapi juga bebas dari dosa dan kegelisahan karena harta yang kita miliki bersih. Sebagai contoh, seseorang mungkin bisa cepat kaya dengan investasi ribawi, tapi hidupnya tidak tenang. Sementara orang yang konsisten dengan investasi syariah, walau prosesnya lebih panjang, hasilnya jauh lebih berkah. Baca juga: Terbukti Bikin Glowing! Ini Daftar Bahan Halal dalam Kosmetik yang Perlu Kamu Tahu! 2. Mindset Kaya Raya Tapi Halal Banyak orang salah paham, mengira jadi kaya itu tidak Islami. Padahal, kaya justru bisa jadi ladang amal. Dengan memiliki harta yang halal, kamu bisa sedekah lebih banyak, membangun usaha yang bermanfaat, bahkan membuka lapangan kerja buat orang lain. Kuncinya ada di mindset: 3. Sumber Penghasilan Halal Kalau mau financial freedom ala Islam, tentu harus dimulai dari sumber penghasilan yang halal. Berikut beberapa opsi yang bisa kamu coba, antara lain: Semua ini bisa jadi langkah nyata untuk menambah pendapatn tanpa harus was-was soal halal-haram. Baca juga: 5 Adab Makan Ala Rasulullah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah 4. Cara Mencapai Financial Freedom Ala Islam Dan untuk mencapai financial freedom ala Islam, bisa ikuti langkah-langkahnya di bawah ini: 5. Peran Zakat dan Sedekah Dalam Islam, konsep financial freedom tidak bisa lepas dari zakat dan sedekah. Justru, semakin banyak kamu memberi, semakin luas pintu rezeki yang terbuka. Jadi, jangan takut miskin kalau rajin berbagi. Selain itu, zakat adalah pembersih harta. Artinya, meskipun kamu punya banyak penghasilan, zakat bikin harta itu tetap berkah dan membawa ketenangan. Baca juga: Udah Coba Belum? 7 Kebiasaan Sehat Islami Ini Bikin Hidup Kamu Lebih Bahagia Lho! 6. Tantangan Financial Freedom Ala Islam Tidak bisa dipungkiri, perjalanan menuju kebebasan finansial halal penuh dengan tantangan. Godaan gaya hidup konsumtif, tren investasi instan, sampai tawaran bisnis cepat kaya bisa bikin goyah. Solusinya? Selalu kembali ke prinsip syariah: Financial freedom ala Islam itu bukan mimpi kosong. Siapapun bisa meraihnya asal punya niat lurus, disiplin, dan sabar. Kaya raya itu sangat boleh, asalkan lewat jalan halal dan penuh keberkahan. Ingat, harta halal bukan cuma bikin hidup nyaman di dunia, tapi juga jadi bekal untuk akhirat. Jadi, kalau selama ini kamu masih bingung cara menggapai financial freedom, mulailah dari hal kecil, mulai dari atur keuangan, pilih penghasilan halal, investasikan dengan syariah, dan jangan lupa berbagi lewat zakat dan sedekah. Karena sejatinya, financial freedom yang sejati bukan cuma soal bebas finansial, tapi juga bebas hati dari rasa was-was karena harta haram. Penulis: Vicky Vadila Muhti Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi

Read More
kebiasaan sehat Islami

Udah Coba Belum? 7 Kebiasaan Sehat Islami Ini Bikin Hidup Kamu Lebih Bahagia Lho!

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net – Siapa sih yang nggak ingin hidup sehat sekaligus bahagia? Banyak orang sekarang sibuk cari tips sehat dari berbagai sumber, mulai dari diet trendi sampai olahraga kekinian. Tapi tahukah kamu, ternyata Islam sudah punya panduan lengkap tentang kebiasaan sehat Islami yang tidak hanya bikin badan fit, tapi juga bikin hati tenang. Kebiasaan sehat Islami ini memang sederhana, mudah dilakukan sehari-hari, dan yang paling penting ada nilai ibadahnya. Jadi, selain tubuh jadi lebih bugar, kamu juga dapat pahala karena menjalankan sunnah. Nah, kira-kira apa saja kebiasaan-kebiasaan itu? Yuk, intip daftarnya melalu penjelasan berikut, dan jangan lupa dipraktekkan, ya! 1. Bangun Pagi dan Shalat Subuh Tepat Waktu Bangun pagi bukan cuma soal disiplin, tapi juga kunci hidup sehat ala Islam. Rasulullah SAW bersabda bahwa keberkahan ada di waktu pagi. Saat kamu bangun Subuh, udara masih segar, oksigen lebih banyak, dan pikiran juga lebih jernih. Kebiasaan sehat Islami ini bisa meningkatkan energi, mengurangi stres, dan bikin produktivitas harian naik. Bonusnya, kalau kamu tambah dengan olahraga ringan setelah Subuh, tubuh bakal makin segar seharian. 2. Makan Secukupnya, Jangan Berlebihan Kebahagiaan juga datang dari pola makan sehat. Makanlah secukupnya, jangan sampai berlebihan bahkan sampai buat kamu sulit bernapas. Prinsip ini terbukti sangat baik untuk kesehatan pencernaan dan menjaga berat badan ideal. Nabi Muhammad SAW menganjurkan isi perut dengan sepertiga makanan, sepertiga minum, dan sepertiga untuk udara. Jadi kalau kamu sering merasa “kebanyakan makan”, coba deh mulai biasakan porsi seimbang ini. Selain bikin tubuh sehat, hati juga terasa lebih ringan dan tidak mudah malas. Baca juga: Terbukti Bikin Glowing! Ini Daftar Bahan Halal dalam Kosmetik yang Perlu Kamu Tahu! 3. Minum Air dengan Cara Sunnah Kelihatannya sepele, tapi cara minum yang benar bisa memengaruhi kesehatan. Sunnahnya, minum air dengan posisi duduk, pakai tangan kanan, dan jangan langsung sekaligus habis dalam sekali teguk. Minumlah dengan tiga kali tegukan perlahan. Kebiasaan sehat Islami ini membantu tubuh lebih mudah menyerap air, menghindari kembung, dan menjaga keseimbangan tubuh. Plus, ada nilai ibadah yang bikin hati jadi lebih tenteram. 4. Rajin Berwudhu Selain jadi syarat sah shalat, wudhu juga punya manfaat kesehatan yang luar biasa. Dengan berwudhu, kamu rutin membersihkan bagian tubuh yang paling sering terpapar kuman: wajah, tangan, mulut, dan kaki. Penelitian bahkan menyebutkan kalau wudhu bisa mengurangi risiko infeksi, menjaga kebersihan kulit, dan bikin tubuh terasa lebih segar. Tidak heran kalau orang yang sering wudhu biasanya terlihat lebih bersih dan cerah. 5. Tidur yang Cukup dan Sesuai Sunnah Tidur juga bagian dari kebiasaan sehat Islami. Rasulullah SAW menganjurkan tidur awal malam dan bangun lebih pagi. Tidur miring ke kanan juga jadi sunnah yang ternyata baik untuk kesehatan jantung dan pencernaan. Kebiasaan ini bisa mengurangi overthinking, memperbaiki mood, dan bikin tubuh lebih siap menghadapi aktivitas.  Jadi, kalau kamu masih sering begadang buat scrolling medsos, coba deh ganti kebiasaan buruk tersebut dengan tidur lebih awal. Baca juga: Mau Menjelajah Dunia Sendirian? Gunakan Tips Solo Traveling ini Agar Aman dan Menyenangkan 6. Rajin Bergerak dan Berolahraga Islam mendorong umatnya untuk punya tubuh kuat. Nabi SAW bahkan menganjurkan olahraga seperti memanah, berenang, dan berkuda. Kalau zaman sekarang, bisa kamu sesuaikan dengan jogging, workout ringan, atau bersepeda. Dengan rutin bergerak, tubuh jadi lebih sehat, daya tahan meningkat, dan otak lebih fresh. Kalau dilakukan dengan niat menjaga amanah tubuh dari Allah SWT, olahraga bisa menjadi nilai ibadah juga lho. 7. Perbanyak Dzikir dan Syukur Kesehatan bukan cuma soal fisik, tapi juga mental. Dalam Islam, dzikir dan syukur adalah kunci kesehatan jiwa. Dengan rajin berdzikir, hati jadi lebih tenang, jauh dari stres, dan pikiran lebih positif. Banyak penelitian modern membuktikan bahwa rasa syukur bisa meningkatkan kebahagiaan, mengurangi kecemasan, dan bikin kualitas hidup lebih baik. Jadi, jangan lupa ucapkan Alhamdulillah setiap kali dapat nikmat sekecil apapun. Baca juga: Wow Ini Daftar Masjid Terbesar di Dunia! No 1 Paling Indah! Hidup Sehat Ala Islam = Hidup Bahagia Kalau dipikir-pikir, kebiasaan sehat Islami sebenarnya mudah dan realistis banget buat dijalankan sehari-hari. Dari bangun pagi, makan secukupnya, rajin wudhu, sampai menjaga pola tidur, semuanya punya manfaat yang sudah dibuktikan sains modern. Bedanya, kalau kamu niatkan karena Allah, nilai kebiasaan ini naik jadi ibadah. Jadi, kalau kamu selama ini sibuk cari tips bahagia, coba mulai dulu dari kebiasaan kecil yang telah diajarkan Islam. Dijamin bukan cuma badan sehat, tapi hati juga lebih bahagia dan hidup lebih berkah. Hidup sehat tidak harus mahal atau ribet. Cukup jalani kebiasaan sehat Islami yang sudah diajarkan Islam sejak 1.400 tahun lalu. Mulai dari Subuh tepat waktu, pola makan sederhana, wudhu, sampai tidur sesuai sunnah. Semua itu bukan cuma bikin tubuh lebih fit, tapi juga bikin hidup terasa ringan dan penuh kebahagiaan. Nah, dari tujuh kebiasaan di atas, mana yang sudah kamu lakukan? Yuk, pelan-pelan biasakan semuanya, biar kamu bisa rasain manfaatnya langsung! Penulis: Vicky Vadila Muhti Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi

Read More
masjid terbesar di dunia

Wow Ini Daftar Masjid Terbesar di Dunia! No 1 Paling Indah!

1Miliarsantri.net – Menjelajahi masjid-masjid terbesar di dunia selalu jadi pengalaman yang istimewa. Bukan hanya soal ukuran yang megah, tapi juga tentang sejarah, budaya, dan keindahan arsitektur Islam yang begitu memukau. Makanya tidak heran, kalau masjid selain menjadi tempat ibadah, juga menjadi tempat wisata religi untuk menenangkan diri. Tapi yang menjadi pertanyaan, di mana masjid-masjid yang indah di dunia itu? Memangnya selayak apa untuk dikunjungi? Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita akan berikan 10 daftar masjid tebesar di dunia dengan keindahan arsitektur dan penuh sejarah. Siapa tahu, setelah kamu kenal daftar nama-nama masjid ini, suatu saat bisa mengunjunginya! 1. Masjidil Haram, Mekkah – Arab Saudi Masjid paling suci bagi umat Islam ini jelas menempati posisi pertama. Terletak di kota Mekkah, Masjidil Haram adalah tujuan jutaan muslim setiap tahun saat melaksanakan ibadah haji. Dibangun sejak abad ke-7 oleh Nabi Muhammad ﷺ, masjid ini terus diperluas hingga kini mampu menampung lebih dari 1 juta jamaah dengan luas area mencapai 356.800 m². 2. Masjid Nabawi, Madinah – Arab Saudi Masjid terbesar kedua di dunia sekaligus tempat peristirahatan terakhir Nabi Muhammad ﷺ. Dibangun pada abad ke-7, Masjid Nabawi kini bisa menampung 1 juta jamaah dan berdiri di atas lahan seluas 400.500 m². Payung-payung raksasa di pelatarannya menjadi salah satu ciri khas yang selalu memukau jamaah. 3. Masjid Imam Ali, Najaf – Irak Berada di kota Najaf, masjid ini menjadi tempat makam Sayyidina Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad ﷺ. Dibangun pada abad ke-10, masjid ini dapat menampung hingga 700 ribu jamaah dengan luas 94.000 m². 4. Masjid Faisal, Islamabad – Pakistan Masjid nasional Pakistan ini dibangun tahun 1986 dengan dana dari Raja Faisal Arab Saudi. Desainnya unik, memadukan arsitektur modern dengan sentuhan Islam klasik. Masjid Faisal mampu menampung sekitar 300 ribu jamaah. Baca juga: 5 Adab Makan Ala Rasulullah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah 5. Masjid Hassan II, Casablanca – Maroko Diresmikan pada 1993, Masjid Hassan II terkenal dengan menara tertinggi di dunia, yaitu 210 meter. Arsitekturnya yang indah berpadu dengan pemandangan Samudra Atlantik, membuatnya menjadi salah satu masjid paling ikonik. Kapasitasnya mencapai 105 ribu jamaah. 6. Masjid Istiqlal, Jakarta – Indonesia Kebanggaan umat Islam di Indonesia ini merupakan masjid terbesar di Asia Tenggara. Dibangun pada 1978, Masjid Istiqlal bisa menampung hingga 120 ribu jamaah di area seluas 9,5 hektar. Desain modern dengan kubah raksasa menjadi daya tarik utamanya. 7. Masjid Agung Sheikh Zayed, Abu Dhabi – UEA Diresmikan tahun 2007, masjid ini menjadi simbol kemegahan Uni Emirat Arab. Arsitekturnya memadukan gaya Islam dari berbagai negara, lengkap dengan karpet terbesar di dunia dan lampu gantung kristal megah. Kapasitasnya sekitar 41 ribu jamaah. Baca juga: Terbukti Bikin Glowing! Ini Daftar Bahan Halal dalam Kosmetik yang Perlu Kamu Tahu! 8. Masjid Badshahi, Lahore – Pakistan Dibangun pada tahun 1673 oleh Kaisar Mughal Aurangzeb, masjid ini adalah warisan bersejarah yang indah. Dengan gaya arsitektur Mughal klasik, Masjid Badshahi mampu menampung hingga 100 ribu jamaah. 9. Masjid Sultan Ahmed (Blue Mosque), Istanbul – Turki Masjid ini populer dengan sebutan Blue Mosque karena interiornya dihiasi ribuan keramik berwarna biru. Dibangun pada abad ke-17, masjid ini memiliki enam menara megah dan mampu menampung sekitar 10 ribu jamaah. 10. Masjid Ulu Cami, Bursa – Turki Dibangun pada abad ke-14, masjid ini menjadi ikon kota Bursa. Dengan 20 kubah dan dua menara, Ulu Cami menampilkan kombinasi arsitektur Seljuk dan Ottoman. Kapasitasnya sekitar 5 ribu jamaah. Baca juga: Benarkah Anak Muda Harus Hijrah Digital? Ini Bukan Sekedar Tren Tapi Kewajiban! Dari Mekkah hingga Istanbul, masjid-masjid terbesar di dunia bukan hanya tempat ibadah, tapi juga bukti nyata perkembangan arsitektur Islam dari masa ke masa. Setiap masjid punya cerita unik, mulai dari sejarah pembangunan hingga desain yang mencerminkan budaya setempat. Masjid-masjid ini sekaligus menjadi bukti bahwa Islam adalah agama dengan peradaban yang kaya, penuh nilai sejarah, seni, dan kebudayaan yang terus hidup hingga kini. Semoga nanti kita sama-sama bisa menikmati keindahannya sambi lalu beribadah, ya! Penulis : Zeta Zahid Yassa Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi

Read More
kosmetik halal

Terbukti Bikin Glowing! Ini Daftar Bahan Halal dalam Kosmetik yang Perlu Kamu Tahu!

1Miliarsantri.net – Dunia kecantikan terus berkembang, dan salah satu tren besar yang semakin dilirik banyak orang adalah kosmetik halal. Tidak hanya soal keyakinan agama, tapi juga karena alasan etika, kesehatan kulit, dan transparansi produk. Banyak konsumen kini mulai lebih peduli dengan apa yang terkandung dalam skincare maupun makeup mereka. Nah, buat kamu yang penasaran bahan apa saja yang sering dipakai dalam kosmetik halal, berikut ulasan tentang 8 bahan utama dalam kosmetik halal yang wajib kamu tahu. Bukan hanya aman, tapi juga penuh manfaat untuk kulit dan rambut. 1. Aloe Vera Aloe vera alias lidah buaya sudah lama jadi primadona dalam dunia kecantikan. Teksturnya yang dingin membuat kulit terasa lebih segar, sekaligus membantu meredakan iritasi dan kemerahan. Selain itu, aloe vera juga kaya akan hidrasi sehingga cocok dipakai pada lotion, serum, maupun krim wajah. Pastinya, lidah buaya termasuk bahan halal yang ramah untuk kulit sensitif. 2. Argan Oil Dikenal sebagai liquid gold, minyak argan berasal dari biji pohon argan yang tumbuh di Maroko. Kaya akan Vitamin E dan asam lemak, argan oil mampu melembapkan kulit secara mendalam, membuat kulit lebih kenyal, sekaligus memberi kilau sehat pada rambut. Tak heran banyak produk halal, dari serum hingga hair oil, menggunakan bahan istimewa ini. Baca juga: Mau Menjelajah Dunia Sendirian? Gunakan Tips Solo Traveling ini Agar Aman dan Menyenangkan 3. Glycerin Nabati Glycerin dikenal sebagai humektan, yaitu bahan yang menjaga kelembapan kulit dengan cara mengikat air. Dalam kosmetik halal, yang digunakan adalah glycerin dari tumbuhan, bukan hewani. Fungsinya bisa bikin kulit tetap lembut, kenyal, dan terhidrasi maksimal. Kamu bisa menemukannya di body lotion, facial wash, hingga krim wajah. 4. Saffron Saffron bukan hanya bumbu dapur mahal, tapi juga bahan kecantikan premium sejak berabad-abad lalu. Dengan kandungan antioksidan tinggi, saffron membantu mencerahkan kulit, mengurangi flek hitam, dan memberi efek glowing alami. Selain itu, sifat anti-inflamasi saffron juga baik untuk kulit berjerawat. Baca juga: Estetika Halal: Mengapa Produk Muslim-Friendly Kini Juga Soal Gaya 5. Green Tea Siapa sih yang nggak kenal manfaat teh hijau? Dalam dunia kecantikan, green tea berperan penting sebagai pelindung kulit dari radikal bebas, mencegah tanda penuaan, dan menenangkan kulit yang meradang. Banyak toner, masker, dan krim halal menggunakan ekstrak green tea untuk hasil kulit lebih sehat. 6. Shea Butter Shea butter berasal dari biji pohon shea dan dikenal sebagai bahan pelembap yang luar biasa. Diperkaya dengan vitamin A dan E, shea butter membantu melindungi minyak alami kulit serta menjaga elastisitas. Kamu bisa menemukannya dalam lip balm, hand cream, hingga hair conditioner. Cocok banget buat pemilik kulit kering. 7. Madu Selain enak dimakan, madu punya manfaat besar untuk kecantikan. Madu dikenal sebagai antibakteri alami sekaligus pelembap. Dalam kosmetik halal, madu sering digunakan untuk masker wajah karena bisa membersihkan pori-pori sekaligus memberi kilau sehat pada kulit. Untuk rambut, madu juga membantu melembutkan dan memberi efek berkilau alami. 8. Jojoba Oil Minyak jojoba sangat mirip dengan minyak alami kulit manusia, sehingga mudah diserap tanpa membuat wajah berminyak. Cocok untuk semua jenis kulit, termasuk berminyak dan berjerawat. Jojoba oil bisa mengontrol produksi sebum, melembapkan, sekaligus mengurangi tanda-tanda penuaan. Baca juga: Antara Gaya dan Syariat! Pandangan Ulama’ Terhadap Trend Model Baju Muslim Terbaru Kosmetik halal bukan hanya soal kepatuhan agama, tapi juga pilihan hidup yang lebih sehat dan etis. Produk halal biasanya lebih bersih, transparan, dan minim bahan kimia keras. Selain itu, banyak produk halal yang ramah lingkungan serta cocok untuk kulit sensitif. Dunia kecantikan memang luas, tapi kini semakin mudah menemukan produk halal yang sesuai kebutuhan. Mulai dari aloe vera yang menenangkan, saffron yang mencerahkan, hingga jojoba oil yang multifungsi, semua bisa jadi bagian dari rutinitas kecantikan halal kamu. Semoga informasinya bermanfaat! Penulis : Zeta Zahid Yassa Editor : Thamrin Humris dan Ainun Maghfiroh Sumber foto: Ilustrasi Sumber artikel: https://www.halaltimes.com/8-essential-halal-cosmetic-ingredients-every-beauty-enthusiast-should-know/

Read More

Mau Menjelajah Dunia Sendirian? Gunakan Tips Solo Traveling ini Agar Aman dan Menyenangkan

Tips Solo Traveling Aman dan Seru: Panduan Lengkap untuk Menjelajah Dunia Sendirian Jakarta – 1miliarsantri.net – Bepergian seorang diri atau yang lebih dikenal dengan istilah solo traveling, kini menjadi tren gaya hidup yang digemari banyak orang, terutama anak muda. Ada sensasi berbeda ketika kamu berani menjelajah tanpa ditemani siapapun. Bukan hanya soal menikmati kebebasan, tapi juga tentang menemukan versi terbaik dari dirimu sendiri. Namun, tentu saja perjalanan sendirian punya tantangan tersendiri. Dari rasa sepi hingga kekhawatiran soal keamanan, semua itu bisa kamu hadapi dengan persiapan matang. Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan agar solo traveling tetap terasa seru sekaligus aman? Jangan cemas, berikut ini 1miliarsantri.net menyajikan artikel yang akan memberikan panduan untuk kamu menjalani Solo Traveling! 1. Riset Sebelum Berangkat Sebelum melangkahkan kaki ke destinasi impian, lakukan riset sederhana. Cari tahu budaya lokal, kebiasaan masyarakat, hingga aturan tidak tertulis yang berlaku di sana. Dengan begitu, kamu bisa lebih mudah beradaptasi. Riset ini juga membantu menemukan tempat makan halal, lokasi ibadah, serta transportasi yang aman. 2. Pilihan Akomodasi yang Tepat Foto tangkapan layar youtube : Tips Solo Traveling Buat Perempuan & Pemula Akomodasi bukan sekadar tempat tidur. Saat solo traveling, hotel atau penginapan yang kamu pilih sangat menentukan kenyamanan perjalanan. Usahakan memilih penginapan yang punya ulasan positif, lokasi strategis, dan fasilitas keamanan yang memadai. Untuk muslimah, pilih tempat yang ramah kebutuhan ibadah agar perjalanan lebih nyaman. 3. Membuat Rencana Perjalanan yang Jelas dan Terbagi Membuat rencana perjalanan memang penting, tapi jangan lupa untuk membagikannya pada keluarga atau teman dekat. Hal ini memberi rasa aman karena orang terdekat tahu keberadaanmu. Namun, hindari memberi detail perjalanan pada orang asing demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. 4. Keterampilan Menolak dengan Sopan Tidak semua ajakan atau tawaran dari orang asing perlu kamu terima. Saat solo traveling, kemampuan berkata “tidak” dengan sopan tapi tegas adalah kunci. Kalimat sederhana bisa menjadi penyelamat sekaligus menjaga batasan. 5. List Perlengkapan Wajib Bawa Solo traveling bukan berarti membawa banyak barang. Justru semakin ringan, semakin praktis perjalananmu. Namun, ada beberapa perlengkapan darurat yang wajib masuk ke dalam tas, seperti peluit, power bank, kunci pintu portable, hingga senter kecil. Benda sederhana ini bisa menjadi penolong saat kondisi mendesak. 6. Tetap Percaya Diri Salah satu trik aman ketika solo traveling adalah bersikap percaya diri. Jangan menunjukkan kebingungan di tempat asing karena bisa menarik perhatian yang tidak diinginkan. Berjalanlah seakan kamu sudah tahu arah, meski sebenarnya masih mencari lokasi tujuan. Tangkapan layar youtube : rekomendasi 5 negara paling aman untuk traveler pemula 7. Jalin Koneksi di Perjalanan Meski melakukan solo travelling, bukan berarti kamu harus benar-benar sendirian sepanjang perjalanan. Dalam perjalanan kamu akan bertemu sesama traveler atau bergabung dengan komunitas lokal bisa menambah pengalaman sekaligus memberi rasa aman. Dari sana, kamu juga bisa menemukan teman baru yang mungkin akan menjadi bagian penting dari ceritamu. 8. Gunakan Teknologi untuk Tetap Terhubung Teknologi bisa jadi sahabat terbaik saat solo traveling. Pastikan kamu selalu terkoneksi dengan internet agar mudah mengakses peta digital, aplikasi transportasi, hingga mencari tempat ibadah atau makanan halal. Melakukan solo traveling memang butuh keberanian lebih, tapi pengalaman yang kamu dapatkan akan sepadan dengan tantangannya. Dengan persiapan matang, sikap percaya diri, dan kewaspadaan, perjalanan seorang diri bisa menjadi momen berharga yang sulit dilupakan. Jadi, apakah kamu siap untuk memulai petualangan seru melalui solo traveling?*** Penulis : Zeta Zahid Yassa Editor : Ainun Maghfiroh dan Thamrin Humris Foto Ilustrasi

Read More

5 Adab Makan Ala Rasulullah untuk Hidup Sehat dan Penuh Berkah

Adab Makan Yang Diajarkan Nabi Muhammad SAW Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Sudah pernah mendengar istilah mindful eating yang kini populer di era modern? Cara makan penuh kesadaran, menikmati setiap suapan, menjaga porsi, serta tidak berlebihan memang dianggap sebagai gaya hidup sehat. Namun tahukah kamu, jauh sebelum istilah itu dikenal, Islam sudah mengajarkannya melalui tuntunan Rasulullah? Adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW bukan hanya mengatur etika ketika menyantap makanan, tetapi juga sarat dengan nilai kesehatan, spiritual, dan rasa syukur. Hal inilah yang membuat adab makan bukan sekadar kebiasaan, melainkan juga ibadah yang bernilai pahala. Dan dalam artikel ini, kita akan kembali mengingatkan 5 adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW yang relevan untuk kehidupan sehari-hari. Karena dengan mempraktikkannya, kamu tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga meraih keberkahan dari setiap rezeki yang Allah berikan. Daripada berlama-lama lagi, yuk langsung lihat 5 adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk langsung kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari: 1. Memulai dengan Doa Adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW selalu diawali dengan doa. Membaca basmalah sebelum makan bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan wujud kesadaran bahwa setiap rezeki berasal dari Allah. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah. Jika ia lupa menyebut nama Allah di awal, hendaklah ia mengucapkan: Bismillahi awwalahu wa akhirahu” (HR. Abu Dawud). Dengan mengucapkan doa, kamu seolah memberi jeda sejenak sebelum makan, menenangkan hati, serta memusatkan niat agar makanan menjadi sumber keberkahan, bukan sekadar pemuas rasa lapar. Menariknya, kebiasaan ini sejalan dengan konsep modern mindful eating, yaitu berhenti sejenak sebelum makan untuk fokus pada apa yang ada di depanmu. 2. Tidak Berlebihan dalam Makan Adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW berikutnya adalah tidak berlebihan. Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan: Prinsip ini sangat penting, terutama di era modern ketika makanan mudah didapat dan gaya hidup konsumtif sering mendorong orang makan berlebihan. Padahal, Rasulullah SAW menganjurkan porsi yang seimbang: sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk air/minuman, dan sepertiga untuk udara. Dengan cara ini, tubuh tetap sehat, terhindar dari penyakit pencernaan, sekaligus melatih jiwa untuk tidak tamak. Di dunia kesehatan, konsep ini identik dengan healthy lifestyle, menjaga pola makan secukupnya, tidak overeating, serta lebih sadar akan nutrisi yang masuk ke tubuh. Dengan kata lain, ajaran Rasulullah SAW tentang adab makan sudah jauh mendahului pola hidup sehat modern. 3. Makan dengan Tangan Kanan Selain soal porsi, adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW juga menekankan cara makan. Rasulullah SAW bersabda: “Wahai anak muda, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu” (HR. Bukhari dan Muslim). Menggunakan tangan kanan bukan hanya perkara sunnah, tetapi juga melatih kebersihan dan kedisiplinan. Di zaman sekarang, hal ini bisa dihubungkan dengan kesadaran fisik: tangan kanan lebih mudah dijaga kebersihannya, sementara makan dengan tangan kiri diidentikkan dengan kebiasaan yang kurang baik. Selain itu, makan dengan tangan kanan juga mencerminkan kesopanan. Di berbagai budaya, tangan kanan dianggap lebih mulia dan lebih pantas digunakan untuk aktivitas yang baik, termasuk makan. Dengan membiasakan diri, kamu tidak hanya mengikuti sunnah Nabi, tetapi juga menjaga adab sosial yang dihargai banyak orang. 4. Makan dengan Perlahan dan Tidak Tergesa Adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW berikutnya adalah makan dengan tenang, tidak terburu-buru, dan tidak rakus. Rasulullah SAW dikenal makan dengan penuh ketenangan, menikmati makanan secukupnya tanpa tergesa. Kebiasaan ini ternyata sangat bermanfaat bagi kesehatan. Makan perlahan membantu tubuh lebih cepat merasa kenyang sehingga mencegah makan berlebihan. Selain itu, pencernaan menjadi lebih baik karena makanan dikunyah dengan sempurna. 5. Bersyukur Setelah Makan Adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW selalu ditutup dengan rasa syukur. Setelah selesai makan, Rasulullah SAW mengajarkan untuk membaca hamdalah sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah. Rasa syukur ini tidak hanya diucapkan di lisan, tetapi juga dihayati dalam hati, menyadari bahwa setiap makanan adalah karunia yang tidak semua orang bisa menikmatinya. Rasa syukur setelah makan memiliki makna yang mendalam. Pertama, mengingatkan kamu bahwa rezeki berasal dari Allah. Kedua, menumbuhkan empati kepada orang yang kurang beruntung. Ketiga, menjadikan makan sebagai ibadah, bukan sekadar aktivitas duniawi. Dengan demikian, bersyukur setelah makan tidak hanya membuat hati tenang, tetapi juga mendekatkan diri kepada Sang Pemberi Rezeki. Dari lima poin di atas, jelas bahwa adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW bukan sekadar aturan sederhana, melainkan panduan hidup yang menyeluruh. Mulai dari doa sebelum makan, tidak berlebihan, makan dengan tangan kanan, perlahan, hingga bersyukur setelahnya, semua mengandung hikmah besar bagi kesehatan, akhlak, dan spiritualitas. Di tengah tren modern yang sering menekankan gaya hidup sehat, sebenarnya ajaran Islam telah lama memberikan panduan terbaik. Dengan menerapkan adab makan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, kamu tidak hanya merawat tubuh, tetapi juga menghidupkan sunnah, menjaga etika, dan meraih keberkahan dalam setiap suapan. Semoga bermanfaat!*** Penulis : Zeta Zahid Yassa Editor : Ainun Maghfiroh dan Thamrin Humris Foto Ilustrasi

Read More

Benarkah Anak Muda Harus Hijrah Digital? Ini Bukan Sekedar Tren Tapi Kewajiban!

Jakarta Timur – 1miliarsantri.net: Di era yang penuh dengan distraksi, banyak orang mungkin mengira media sosial hanya menjauhkan kita dari nilai agama. Namun, siapa sangka justru dari sinilah lahir sebuah fenomena baru bernama Hijrah Digital. Sebuah pergerakan anak muda muslim yang menemukan kembali jati dirinya lewat dunia maya. Dari TikTok, Instagram, YouTube, hingga podcast Islami, hijrah yang dulunya identik dengan perubahan gaya hidup secara offline, kini bergeser menjadi sebuah tren spiritual modern yang semakin kuat gaungnya. Lalu, mengapa Hijrah Digital begitu diminati dan apa makna sesungguhnya di balik fenomena ini? Mari kita bahas lebih terperici agar menambah pemahaman melalui penjelasan di bawah ini! Apa Itu Hijrah Digital? Sebelum masuk lebih jauh, penting bagi kamu untuk memahami arti dari Hijrah Digital. Pada dasarnya, hijrah berarti berpindah dari sesuatu yang buruk menuju sesuatu yang lebih baik. Dalam konteks digital, hijrah ini diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai jalan untuk memperdalam ilmu agama serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Generasi Z menjadi kelompok yang paling menonjol dalam fenomena ini. Mereka adalah generasi yang lahir dan tumbuh di tengah derasnya arus teknologi. Akses terhadap internet dan media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menariknya, di tengah arus hiburan digital yang cenderung melalaikan, mereka justru menjadikannya sebagai sarana untuk memperbaiki diri. Media Sosial sebagai Ladang Dakwah Baru Tidak bisa dipungkiri, media sosial kini menjadi salah satu instrumen paling efektif dalam menyebarkan pesan dakwah. Hijrah Digital membuktikan bahwa dakwah bisa bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Dan beberapa media sosial yang bisa dilakukan sebagai lading dakwah baru, seperti: 1. TikTok Platform video singkat ini menjadi pintu masuk bagi banyak anak muda. Dari motivasi hijrah, kutipan ayat Al-Qur’an, hingga nasihat islami singkat, semuanya hadir dengan format yang ringan namun membekas di hati. 2. Instagram Lewat poster digital, reels, hingga infografis islami, Instagram mampu menyebarkan pesan dakwah yang estetis dan mudah dicerna. Visual yang menarik menjadikan pesan agama terasa lebih dekat dengan keseharian kamu. 3. YouTube Bagi yang ingin mendapatkan kajian lebih mendalam, YouTube hadir dengan pilihan beragam. Dari kajian panjang, live streaming, hingga ceramah yang membahas isu-isu aktual, semua bisa diakses kapanpun. 4. Podcast Islami Format audio menjadi favorit generasi multitasking. Kamu bisa mendengarkan kajian sambil bekerja, belajar, atau bahkan berkendara. Inilah bukti nyata bahwa dakwah kini benar-benar hadir sesuai dengan kebutuhan zaman. Dampak Positif Hijrah Digital Fenomena Hijrah Digital bukan sekadar tren, tetapi membawa dampak besar bagi kehidupan anak muda. Kamu bisa mendapatkan akses ilmu agama yang lebih luas. Tidak lagi terbatas pada kajian di masjid atau majelis taklim, kini ilmu bisa digali dari berbagai platform digital. Kemudian, dengan munculnya komunitas virtual Islami yang mendukung proses hijrah. Mereka saling berbagi pengalaman, memberikan nasihat, dan mengingatkan satu sama lain dalam kebaikan. Selain itu, kreativitas dalam berdakwah semakin berkembang. Mulai dari musik religi modern, ilustrasi digital, hingga storytelling islami, semua hadir dengan kemasan yang membuat pesan agama lebih mudah diterima oleh generasi muda. Tantangan dalam Hijrah Digital Meski membawa banyak manfaat, fenomena ini juga menyimpan tantangan yang tidak bisa diabaikan. Salah satunya adalah informasi yang tidak terverifikasi. Tidak semua konten dakwah yang kamu temukan di media sosial bersumber dari ulama atau dai yang kredibel. Jika tidak selektif, bisa saja pemahaman agama menjadi keliru. Tantangan berikutnya adalah risiko hijrah yang hanya menjadi tren sesaat. Ada kalanya seseorang mengikuti arus hijrah digital hanya karena popularitas, bukan karena niat yang benar-benar ikhlas. Selain itu, distraksi digital juga menjadi masalah besar. Kamu mungkin berniat membuka aplikasi untuk menonton konten islami, namun akhirnya justru terjebak dalam hiburan yang melalaikan. Strategi Agar Hijrah Digital Lebih Bermakna Agar perjalanan Hijrah Digital tidak sekadar tren, kamu perlu menerapkan beberapa strategi sederhana agar hijrah lebih berakna. Dan beberapa strategi yang bisa kamu ikuti ialah seperti: 1.  Pilih sumber ilmu yang terpercaya Pilihlah sumber ilmu dari ustaz, dai, atau lembaga dakwah yang terpercaya. 2.  Atur waktu penggunaan media sosial Gunakan media sosial secukupnya untuk menambah ilmu, bukan sekadar mengisi waktu kosong. 3.  Amalkan ilmu yang didapat Jangan hanya berhenti pada konsumsi konten, tetapi terapkan ilmu dalam kehidupan nyata. Inilah esensi hijrah yang sesungguhnya: perubahan perilaku yang lebih baik. 4.  Bangun lingkungan positif Ikutlah dalam komunitas online yang mendukung ibadah dan semangat kebaikan. Dengan begitu, semangat hijrah akan terus terjaga. Fenomena Hijrah Digital menjadi bukti bahwa dakwah Islam tetap relevan di tengah perkembangan teknologi. Anak muda, khususnya Generasi Z, berhasil memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai jalan untuk menemukan makna hidup sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Namun, hijrah bukanlah sekadar tren yang diikuti untuk sesaat. Hijrah adalah perjalanan spiritual panjang yang membutuhkan niat, ketekunan, dan pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, kamu bisa menjadikan Hijrah Digital bukan hanya sebagai konsumsi konten semata, melainkan sebagai langkah nyata menuju perubahan diri yang lebih baik. Pada akhirnya, hijrah ini adalah tentang bagaimana kamu menjaga shalat, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan hubungan dengan Allah SWT, meski berada di era digital yang serba cepat. Penulis: Vicky Vadila Muhti Editor : Ainun Maghfiroh dan Thamrin Humris Foto ilustrasi

Read More