Aa Gym : Komika Penghina Rasulullah Hendaknya Bertaubat

Jakarta — 1miliarsantri.net : Belakangan viral seorang komika diduga menghina Nabi Muhammad SAW. Komika tersebut mengutip nama Nabi Muhammad SAW dalam bahan candaan yang banyak dikecam tokoh agama. Tak hanya itu, Aulia juga menyinggung banyak hal terkait agama Islam seperti masalah poligami. “Bilang aja loe pingin begituan dengan lima perempuan, pakai-pakai hadis Nabi,” kata Aulia menyinggung tentang hadis poligami dalam Islam disaat penyampaian stand up comedy nya beberapa waktu lalu. Pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung, KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), meminta kepada komika tersebut untuk segera bertaubat. “Taubat lah. Taubat. Bahagia itu tidak akan bisa datang dengan perbuatan buruk. Kita bicara yang baik-baik saja,” ujar Aa Gym saat ditemui 1miliarsantri di Jakarta Selatan, Kamis (14/12/2023). Aa Gym mengatakan, Indonesia sekarang ini lebih membutuhkan orang-orang yang mengajak kepada kebaikan. Maka itu, menurut dia, sudah seharusnya komika Indonesia juga berbicara dengan santun dan mengajak pada kebaikan. “Karena negeri ini lebih membutuhkan orang-orang yang mengajak kepada kebaikan, yang mempersatukan, yang membuat orang menjadi lebih produktif,” sambung Aa Gym. Dia juga berpesan kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kepada para komika untuk tidak mencari penyakit dengan menghina junjungan umat Islam, Nabi Muhammad SAW. “Ya janganlah kita cari penyakit dengan menghina para nabi, menghina agama. Karena itu tidak jadi kebaikan sama sekali bagi siapapun,” tutup Aa Gym. (wink) Baca juga :

Read More

Desain Batik Jamaah Haji Indonesia Memilih Motif Sekar Arum Sari Menjadi Juara

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ditjen Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama telah menetapkan pemenang sayembara desain batik jemaah haji Indonesia. Batik Motif Sekar Arum Sari ditetapkan sebagai pemenang. Ketetapan ini tertuang dalam Keputusan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji Dan Umrah Nomor 370 Tahun 2023 Tentang Penetapan Pemenang Dan Finalis Sayembara Desain Batik Jemaah Haji Indonesia. “Setelah melalui serangkaian proses penilaian, Dewan Juri menetapkan Batik Motif Sekar Arum Sari karya Sony Adi Nugroho sebagai pemenangnya. Penetapan dewan juri ini kemudian dituangkan dalam bentuk Keputusan Dirjen PHU,” terang Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU Saiful Mujab, di Jakarta, Senin (11/12/2023). Motif Sekar Arum Sari terinspirasi dari melati putih, motif kawung, motif truntum, motif songket dan tenun, serta burung garuda. Filosofi dari motif ini adalah puspa nasional Indonesia digambarkan dengan bunga melati putih yang melambangkan simbol kesucian, keagungan, kesederhanaan, ketulusan, keindahan, dan rendah hati. Selain pemenang, dewan juri juga telah menetapkan sembilan finalis, yaitu: 1) Ahmat Filasuf (Motif Ksatria Bhakti Imani), 2) Bagio Wijaya (Motif Sketsa Bunga, Gunung Wayang dan Burung Garuda), 3) Bayu Aria Widhi Kristanto (Motif Sayap Kebangsaan), 4) Deki Sandi Herdianto (Motif Attara Jagat Marjan), 5) Ernas Juliasta (Motif Batik Puspa Bangsa Puspa Pesona), 6) Saftiyaningsih Ken Atik (Motif MAHAJ), 7) Satya Wiragraha (Motif Indonesia Berkah), 8) Sania Sari (Motif Harmoni Semesta), dan 9) Tri Asayani (Motif Khidmat Nusantara). Pemenang dan para finalis ini merupakan hasil penetapan dewan juri sayembara desain batik Jemaah Haji Indonesia. Mereka wajib menyerahkan hasil karya sayembara desain batik jemaah haji Indonesia dalam bentuk busana, dilengkapi dengan mood board, story telling dan gambar fashion, kepada Kementerian Agama Republik Indonesia cq. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah. “Pemenang wajib memberikan seluruh hak cipta karya desain seragam batik Jemaah Haji Indonesia kepada Kementerian Agama Republik Indonesia cq. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah,” jelas Saiful Mujab Mujab menambahkan, pemenang mendapatkan sertifikat dan uang hadiah sebesar Rp78.000.000, sementara sembilan finalis masing-masing mendapatkan sertifikat dan uang sebagai pengganti karya sayembara sebesar Rp5.000.000. Pajak ditanggung oleh penyelenggara. Sayembara Desain Batik Jemaah Haji Indonesia berlangsung sejak 25 Agutus 2023. Panitia melibatkan lima dewan juri yang diketuai oleh Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Eny Retno Purwaningtyas. Empat dewan juri lainnya adalah Komaruddin Kudiya (Ketua Asosiasi Perajin dan Pengusaha Batik Indonesia atau APPBI), Irna Mutiara (Desainer atau Perancang Busana), Monika Jufry (Desainer atau Perancang Busana), dan Yufie Safitri Sobari (Desainer atau Perancang Busana dan Akademisi). (wink) Baca juga :

Read More

Gagasan Penting Demokrasi Yang Sudah Dipersembahkan Gus Dur Bagi Anak Bangsa

Jakarta — 1miliarsantri.net : Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) mengatakan, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memiliki komitmen luar biasa terhadap demokrasi dengan gagasannya yang sangat dalam, khususnya dalam membentuk kekuatan masyarakat sipil. “Komitmen kuat Gus Dur terhadap demokrasi ini luar biasa, tidak bisa diragukan. Salah satu gagasan penting demokrasi Gus Dur adalah tentang pentingnya membentuk kekuatan masyarakat kekuatan sipil yang kuat. Menurut saya itulah pelajaran dari Gus Dur mengenai demokrasi,” ungkap Gus Ulil, Senin (11/12/2023). Menurutnya, Gus Dur telah berhasil melakukan upaya untuk tidak masuk ke dalam lingkaran kekuasaan Soeharto. Gus Dur mencoba mengontrol penguasa dengan menyatukan kekuatan-kekuatan sosial. Ini bentuk tindakan Gus Dur dalam menolak politik rezimentasi ala Soeharto di masa Orba. “Ketika Orde Baru berusaha menyeragamkan kekuatan-kekuatan sosial di dalam masyarakat atau disebut politik rezimentasi, Gus Dur melakukan upaya untuk mengimbangi itu dengan cara menolak ajakan penguasa untuk masuk ke dalam kekuasaan. Gus Dur sadar bahwa pemerintahan Orde Baru tendensi kecenderungannya ingin membangun penyeragaman politik. Nah, Gus Dur mencoba menolak itu,” imbuh menantu Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus itu. Gus Ulil kemudian menyoroti penerimaan NU terhadap Pancasila pada masa Orde Baru. Meski pada awalnya terlihat sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah, tafsiran para tokoh NU terhadap Pancasila sebenarnya melibatkan interpretasi mendalam. NU mencoba mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan Pancasila, menciptakan keselarasan antara ajaran agama dan dasar negara. Penerimaan Pancasila oleh NU tidak semata-mata menandakan dukungan terhadap rezim Soeharto. “Ketika NU menerima Pancasila, itu memang kelihatannya seperti NU mengamini kebijakan pemerintah, tapi kalau kita telusuri lebih dalam NU menerima Pancasila ketika era Soeharto dengan tafsiran sendiri,” terang Pengasuh Ghazalia College itu. Gus Ulil menegaskan, NU tidak sepenuhnya menyerah pada kehendak penguasa. Sebab demokrasi mengandung prinsip perimbangan kekuasaan, di mana sistem demokrasi yang sehat memerlukan adanya keseimbangan kekuatan dalam masyarakat. “Jadi tidak seluruhnya menyerah kepada kehendak penguasa. Intinya demokrasi adalah perimbangan kekuasaan. Dalam sistem demokrasi sehat harus ada perimbangan kekuatan dalam masyarakat. Tidak boleh ada kekuatan yang terlalu dominan menyeragamkan masyarakat,” tuturnya. Gagasan Gus Dur tentang Demokrasi dibentuk oleh Pesantren dan Orde Baru ADVERTISEMENT Menurut Gus Ulil, terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi Gus Dur memiliki pandangan tentang demokrasi. Pertama, karena latar belakang sebagai individu yang tumbuh dalam tradisi pesantren dan NU, sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Kedua, karena pengalaman menghadapi kekuasaan otoriter selama masa pemerintahan Presiden Soeharto. “Etika dan pandangan Gus Dur soal demokrasi sangat dibentuk oleh dua hal. Pertama oleh latar belakang Gus Dur sebagai seseorang yang tumbuh dalam tradisi NU Pesantren. Kedua, dibentuk oleh pengalamam beliau ketika berhadapan dengan kekuasaan otoriter di masa Soeharto,” jelasnya. Sebagai informasi, Haul Ke-14 Gus Dur akan digelar di Ciganjur pada Sabtu (16/12/2023) pukul 19.30 WIB sampai selesai. Pada haul tahun ini, tema yang akan diangkat adalah Meneladani Budaya Etika Demokrasi Gus Dur. (rid) Baca juga :

Read More

Sejarah Perkembangan Kopi hingga Sempat Mengalami Pelarangan

Jakarta — 1miliarsantri.net : Di Timur Tengah, tempat yang diyakini sebagai tumpah darah kopi, nama tanaman yang bijinya mendunia ini sama sekali tak pernah disebut dalam teks-teks sejarah kuno. Tidak ada bukti arkeologis bahwa kopi itu digunakan dalam bentuk apapun. Orang-orang Yunani, Romawi, Mesir, Arab, dan Persia tak pernah membuat catatan tentangnya. Bahkan Ibnu Battuta yang pernah pergi ke Yaman pada tahun 1330 juga sama sekali tak menyinggungnya. Padahal, pengelana Muslim ini terkenal detail dalam menggambarkan setiap aspek tempat-tempat yang dikunjunginya. Dia hanya memuji kebun buahnya, perkebunan kelapa sawit, perkebunan pisang, keanggunan dan keindahan para wanitanya serta pengabdian dan kontribusi mereka kepada keluarga mereka. Ibnu Battuta malah menyoroti keangkuhan warga ibu kota Ta’izz dan sama sekali tak menyebutkan kopi, baik tanaman, biji kopi, maupun minumannya. Kopi pertama kali menjadi sorotan di Makkah pada tahun 1511 ketika Khair Bey, gubernur kota itu, meminta sekelompok ulama untuk memutuskan apakah minum kopi adalah halal. Kelompok tersebut memutuskan kopi bukanlah minuman yang haram sesuai kaidah agama. Hal ini menyiratkan bahwa kopi sudah banyak digunakan di sana saat itu. Namun, kian sepinya masjid dan ramainya kedai kopi membuat sidang kembali digelar. Dua dokter ternama Persia yang tinggal di kota itu dipanggil. Mereka datang dengan pertimbangannya sendiri- seorang telah menulis tentang kekhawatiran ancaman kopi bagi dunia medis, lainnya menilai kopi itu “dingin dan kering” dan sangat tidak sehat. Hanya seorang mufti yang berbicara dalam pertemuan tersebut dan membela kopi. Tapi dia jelas-jelas minoritas yang tidak populer. Dia dihargai dengan celaan dan penghinaan dari orang-orang yang fanatik. Maka sebuah presentasi dibuat, ditandatangani oleh mayoritas dari mereka yang hadir, dan dikirim dengan segera oleh gubernur ke sultan di Kairo. Pada saat bersamaan, gubernur menerbitkan sebuah dekrit yang melarang penjualan kopi di depan umum. Putusan ini menyebabkan semua rumah kopi di Makkah ditutup, dan memerintahkan semua kopi yang ditemukan di sana, atau di gudang para pedagang, untuk dibakar. Minum kopi dilakukan secara kucing-kucingan. Namun umur pelarangan ini tak lama. Sultan Mesir lantas memutuskan kopi bukan minuman ilegal dan memerintahkan gubernur Makkah untuk mencabut dekrit itu. Nasib dua dokter yang antikopi sangat mengenaskan. Setelah dekrit dicabut, ia terusir dari Makkah. Riwayat keduanya berakhir di tiang gantungan setelah ketahuan berada di posisi yang berlawanan dengan penguasa Mesir yang baru dari Bani Usmaniyah, Selim I. Selim I, setelah menaklukkan Mesir, membawa kopi ke Konstantinopel pada tahun 1517. Minuman tersebut melanjutkan perjalanannya melalui Suriah, diterima di Damaskus (sekitar tahun 1530), dan di Aleppo (sekitar 1532), tanpa hambatan. Beberapa rumah kopi di Damaskus bahkan menjadi sangat populer pada masa itu. Popularitas kopi yang meningkat dan, mungkin, kesadaran bahwa penyebaran minuman yang terus berlanjut dapat mengurangi permintaan akan jasanya, menyebabkan seorang dokter di Kairo mengajukan pertanyaan (sekitar tahun 1523) kepada rekan-rekannya: Apa pendapat Anda tentang minuman keras yang disebut kopi yang diminum bersama-sama dan tanpa takaran? Apakah sebaiknya diizinkan atau dilarang? Ia menyampaikan kesimpulannya sendiri bahwa kopi itu haram. Pendapatnya didukung seorang ulama yang secara terbuka mengutuk kopi di depan jemaah masjid agung Mesir. Jamaah yang tak setuju, seperti ditulis dalam buku The Evolution of Coffee, berhamburan memenuhi kedai-kedai kopi. Opini publik terbelah, antara setuju kopi haram dan sebaliknya. Hal ini menyebabkan pemimpin pengadilan agama (qadi) mengadakan sidang dan memutuskan: kopi boleh dikonsumsi, asal tidak melenakan. Tindakannya ini “mempersatukan kembali pihak-pihak yang bertikai, dan membawa kopi lebih berharga dari sebelumnya.” Tak hanya di kalangan Muslim, pada awalnya kopi diperkenalkan di Eropa, juga mendapat perlawanan yang kuat dari Gereja Katolik. Apalagi, asal kopi adalah dari wilayah Muslim. Bahkan, saat itu muncul petisi yang meminta Paus Clemente VIII untuk menyatakan minuman hitam itu sebagai “minuman setan”. Paus, seperti ditulis BBC dalam sebuah ulasan mengenai kopi, memilih bersikap bijak. Ia bahkan kemudian dikabarkan menyukainya, dan menyatakan, “Minuman iblis ini begitu lezat … kita harus menipu iblis dengan membaptisnya.” Kopi dengan cepat menjadi populer di seantero Eropa. Kedai-kedai kopi berdiri di berbagai wilayah, dan permintaan akan kopi terus meningkat. Sementara di wilayah Muslim disibukkan dengan pelarangan kedai kopi dan kontroversi halal-haram minuman ini, kopi di Eropa dengan cepat menjadi komoditas berharga. Tanaman kopi banyak dicari di Eropa, sebelum akhirnya mereka menyadari, hanya iklim tropis lah yang cocok untuk kopi. Kerajaan besar Eropa seperti Belanda dan Prancis mencoba menanam kopi di wilayah jajahan mereka. Sukses. Dominasi negara-negara Islam atas perdagangan kopi melemah. Pada saat yang sama, Eropa menguasai perdagangan ’emas’ hijau ini. Kini, Eropa masih menjadi konsumen kopi terbesar dunia, hampir sepertiganya dari konsumsi di seluruh dunia. Kopi menjadi komoditas yang paling banyak diperdagangkan di dunia, setelah minyak. Kopi ditanam di lebih dari 60 negara- meski hanya negara-negara di Sabuk Khatulistiwa yang menghasilkan kopi berkualitas- dan memungkinkan 25 juta keluarga di seluruh dunia untuk mencari nafkah darinya. Tidak menjadi bahan makanan pokok, namun kopi masih menjadi komoditas bisnis yang besar. SEJARAH PERSEBARAN KOPI DI DUNIA (yan) Baca juga :

Read More

Beberapa Aturan Islam Yang Membawa Keuntungan Bagi Kesehatan

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Islam adalah agama yang mengatur segala aspek kehidupan yang mencakup ilmu, ekonomi, keamanan, hukum, hingga kesehatan. Bahkan, aturan Islam ini terbukti secara ilmiah dapat bermanfaat bagi kesehatan. Berikut daftar 19 aturan dalam Islam yang dapat membawa keuntungan bagi kesehatan: Mengutip situs kesehatan WebMD, minuman alkohol dapat menyebabkan sirosis hati, mengurangi konsentrasi, kanker, penyakit kardiovaskular, anemia, alzheimer, hingga membuka peluang terjadinya kecelakaan, Virus dan bakteri ini dapat menyebabkan muntah, demam, diare, kram perut, dan dehidrasi, yang semuanya dapat berakibat fatal dalam kasus yang ekstrim. Secara ilmiah, makan terlalu banyak dapat menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas, serta semua masalah kesehatan yang diakibatkannya. Demikian pula, makan terlalu sedikit mengakibatkan tubuh tidak menerima nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan dan kelangsungan hidup. Dalam beberapa penelitian lainnya disebutkan siwak dapat mencegah kerusakan gigi, penyakit gusi, hingga risiko kanker mulut. “Siapa yang memiliki rambut, maka muliakanlah ia.” (HR. Abu Dawud). Di Eropa pada abad pertengahan sempat mengalami berbagai wabah penyakit. Kebersihan diri yang diajarkan Islam dapat mencegah hal tersebut terjadi. (yus) Baca juga :

Read More

Indonesia Memiliki 8 Masjid Terbesar Yang Wajib Disinggahi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah Muslim terbanyak di dunia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dari total 273 jutaan penduduk Indonesia, sekitar 86 persen beragama Islam. Tak heran, jika masjid atau rumah ibadah umat Muslim tersebar di Indonesia, baik kota hingga pelosok. Dengan keanekaragam budaya yang ada, gaya arsitekturnya juga sangat indah. Selain itu, ukuran masjid di Tanah Air bukan hanya standar, melainkan ada yang besar hingga bisa menampung hingga puluhan bahkan ratusan ribuan jamaah. Berikut adalah deretan masjid terbesar di Indonesia. Ide pembangunan Masjid Istiqlal dilontarkan Menteri Agama Pertama yang sekaligus ayahanda Presiden RI KH Abdurrahman Wahid yakni, KH Wahid Hasyim. Masjid Istiqlal ini merupakan simbol manifestasi ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, karena berhasil memperjuangkan kemerdekaan dan terbentuknya negara Republik Indonesia. Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Soekarno pada 24 Agustus 1961, tak lama setelah Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sedangkan untuk arsitek dari bangunan Masjid Istiqlal adalah seorang Nasrani, Frederich Silaban. Masjid Istiqlal memiliki luas bangunan 2,5 hektare di atas tanah 9,8 hektare dengan kapasitas jamaahnya sendiri mencapai sekitar 100.000 orang. Selain terkenal dengan kemegahannya, masjid ini memiliki ciri khas bergaya arsitektur Islam modern. Lantai, dinding hingga kubah didominasi dengan marmer dan besi anti karat. Lokasi Masjid Istiqlal sangat strategis karena berada di pusat kota. Letaknya berdampingan dengan Gereja Katedral di Kecamatan Sawah Besar untuk menunjukkan bentuk kerukunan beragama. Lokasinya berada di Jalan Masjid Al Akbar Timur Nomor 1, Pagesangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya. Bangunan masjid sangat mudah dikenali karena kubahnya yang besar dan megah berwarna kebiruan. Dikutip dari situs resmi MAS, berdirinya masjid ini tercetus karena keinginan warga Surabaya untuk memiliki masjid dengan skala nasional. Sebab, Surabaya yang merupakan kota terbesar nomor dua di Indonesia, memiliki populasi Muslim sekitar 90 persen dari total penduduk 4 juta jiwa. MAS dibangun pada 4 Agustus 1995 atas gagasan mantan Walikota Surabaya Soenarto Soemoprawiro. Sedangkan peletakan batu pertama dilakukan oleh mantan Wakil Presiden Try Sutrisno. MAS diresmikan oleh mantan Presiden Abdurrahman Wahid pada 10 November 2000. Daya tarik dari masjid ini terletak pada kubahnya yang berbentuk oval. Kubah besar dan megah ini berwarna kebiruan ditambah aksen diagonal yang saling menyilang berwarna hijau muda. Selain kubah, adapun menara setinggi 99 meter yang merepresentasikan 99 Asmaul Husna. Sementara, bangunan mihrab memiliki motif batik pada bagian sisinya. Selain sebagai tempat ibadah, MAS memiliki fasilitas yang lengkap. Di antaranya seperti taman, green house, urban farming, edu park, dan grand ballroom. Masjid Islamic Centre juga masuk ke dalam salah satu daftar masjid terbesar di Indonesia. Tak hanya itu, dengan luas sekitar 43.500 meter persegi menjadikan Masjid Islamic Centre mampu masuk dalam jajaran masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara. Masjid Islamic Center di Kecamatan Samarinda Ilir ini diresmikan pada Juni 2008. Dengan luasnya bangunan, masjid tersebut dapat menampung jemaah sekitar 40.000-45.000 orang. Arsitektur Masjid Islamic Center Samarinda sangat detail. Terdapat tujuh buah menara yang terdiri atas satu menara utama dan enam anak menara lainnya. Induk menara memiliki tinggi 99 meter yang menyimbolkan Asmaul Husna. Selain itu, ketika memasuki bangunan utama masjid, jamaah akan melewati 33 anak tangga yang sama seperti jumlah biji tasbih. Bahkan dari sisi dinding saja sudah memiliki sentuhan bernuansa Haghia Sophia. Jika dilihat sekilas, bentuk kubah dari Masjid Islamic Centre hampir menyerupai Haghia Sophia yang berada di Istanbul, Turki. Berkunjung ke Aceh yang memiliki julukan negeri Serambi Mekkah rasanya kurang afdol jika tidak berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang menjadi kebanggaan orang Aceh ini, arsitekturnya bercorak eklektik dan mampu menampung sekitar 30.000 jemaah. Masjid yang didirikan oleh Sultan Iskandar Muda pada tahun 1607-1636 itu menjadi saksi bisu pahit getirnya warga Aceh melawan Belanda, pergolakan pasca kemerdekaan, bencana gempa dan tsunami, hingga perjanjian damai GAM-RI. Masjid yang berdiri sekarang merupakan pengganti dari masjid raya yang telah Belanda bakar saat menaklukkan Aceh. Kapten de Bruijn, Komandan Zeni Angkatan Darat Tentara Kerajaan Belanda merupakan arsitek masjid ini. Ia berkonsultasi dengan Snouck Hurgronje, orientalis kepercayaan pemerintah Belanda dan penghulu masjid Bandung, Jawa Barat. Saat ini, dengan berlakunya syariat Islam, Masjid Baiturrahman dinyatakan sebagai kawasan terbatas. Hanya pengunjung yang menutup aurat, sesuai hukum syariat yang boleh masuk ke dalam masjid. Masjid Al-Jabbar, Bandung adalah masjid baru yang diresmikan pada Desember 2022. Dilansir situs resmi Kota Bandung, Masjid Al Jabbar terletak di Jl. Cimincrang No.14, Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat. Masjid yang dibangun di tanah seluas 25 hektare ini mampu menampung 30.000 jemaah, dengan rincian 10.000 orang di area dalam (indoor) dan 20.000 orang di area plaza. Proses perancangan dimulai pada 2015 oleh Ridwan Kamil yang semasa itu menjabat sebagai Walikota Bandung. Arsitektur Masjid Raya Al Jabbar dirancang dari perpaduan arsitektur modern kontemporer dengan aksentuasi masjid Turki yang dihiasi seni dekoratif khas Jawa Barat. Bangunan utama masjid tidak memisahkan dinding, atap, dan kubah, melainkan hasil peleburan ketiganya menjadi satu bentuk setengah bola raksasa. Ketiga sisi bangunan masjid dikelilingi sebuah danau besar yang ibarat cermin, merefleksikan masjid menjadi berbentuk bulat utuh. Keindahan danau memiliki fungsi penting lain, sebagai retensi banjir sekaligus penyimpan air. Bangunan utama dirancang dengan luas lantai 99 x 99 m2 sesuai angka Asmaul Husna. Kelak, semua yang sudah terbangun di Masjid Raya Al Jabbar seperti museum, danau, plaza, dan taman-taman akan membuat masjid ini tidak hanya memiliki fungsi ibadah, tetapi juga fungsi edukasi dan berpotensi sebagai pusat wisata religi Jawa Barat. Masjid Dian Al-Mahri mungkin lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas. Menariknya selain menjadi salah satu masjid terbesar di Indonesia, Masjid Kubah Emas Depok juga masuk ke dalam daftar masjid termegah di kawasan Asia Tenggara. Kubah masjid ini bukan sembarang kubah karena dilapisi oleh emas sungguhan. Lapisan emas pada bagian kubah tersebut kurang lebih 2 sampai 3 milimeter lengkap dengan mozaik kristal. Masjid seluas 8.000 meter persegi itu berdiri di atas tanah 5 hektare dengan daya tampung sekitar 20.000 jamaah. Proses pembangunan Masjid Kubah Emas Depok dimulai dari tahun 2001 hingga 2006. Setiap bagian masjid selalu memiliki filosofi. Mulai dari 5 kubah yang mendapatkan filosofi dari rukun Islam. Lalu untuk jumlah menara adalah 6 mengambil filosofi dari rukun iman. Keseluruhan jumlah pintu Masjid Kubah Emas Depok adalah…

Read More

Prof Quraish Shihab Puji Gus Baha Sebagai Orang Alim Besar yang Bersembunyi

Jakarta — 1miliarsantri.net : Cendekiawan Muslim Indonesia Prof Quraish Shihab melemparkan pujian kepada Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3iA KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha). Ia menyebut Gus Baha sebagai sosok alim yang rendah hati. “Ini (Gus Baha) orang alim besar, tapi sembunyi diri,” ungkap Prof Quraish, Rabu (06/12/2023). Momen Prof Quraish Shihab memuji Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu terekam saat sedang mengisahkan Syekh Muhammad Rasyid Ridha ketika menuliskan tafsir Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 15 dalam tafsir Al-Manar. “Saya teringat itu Syekh Muhammad Rasyid Ridha di dalam Tafsir Al-Manar, dia menulis tafsirnya untuk majalah Al Manar. Sering kali dia tidak dapat merujuk ketika menulis,” terangnya. Ketika hendak menyebutkan satu ayat yang berkaitan, Prof Quraish sempat lupa dan terhenti. “Maka ketika dia menulis tentang itu, sepanjang ingatan saya, e… ya’tina, e… subhanallah,” ucap dia. Mendapati itu, Gus Baha yang berada di sebelah Prof Quraish, spontan melanjutkan ayat yang hendak diucapkan Prof Quraish. “Walla ya’tina al-fahisyata min nisa’ikum,” kata Gus Baha, lirih. Mendengar jawaban itu, Prof Quraish spontan menimpali, “Ini orang alim besar tapi sembunyi diri,” ujar dia. “Dia (Syekh Muhammad Rasyid Ridha) katakan itu untuk sesuatu yang buruk. Ya’tina al-fahisyata sesuatu yang buruk. Rasyid Ridha kita hormat, tapi karena tidak hati-hati, dia salah,” sambungnya. Prof Quraish menyebut bahwa Gus Baha sebagai pewaris keilmuan Syekh Nawawi Al-Bantani. Hal ini disampaikannya ketika sedang menerangkan tentang superioritas dalam bidang agama yang tidak hanya milik orang Arab. Ia memberikan contoh kehebatan Syekh Nawawi Al-Bantani, seorang ulama Indonesia yang mendapat kedudukan tinggi dalam keilmuan agama. “Syekh Nawawi Al-Bantani ini orang sangat istimewa. Jangan pernah menduga bahwa yang superior dalam bidang agama itu orang Arab. Beliau gurunya orang Arab sampai dikenal Sayyidu Ulama’ al-hijaz, beliau diminta mengajar di Al-Azhar. Orang dari mana? Dari serang. Ini pewarisnya (menunjuk Gus Baha),” ungkap Prof. Quraish. Ia mencatat, keinginan belajar adalah kunci untuk melebihi bangsa-bangsa lain, dan menegaskan bahwa Indonesia mampu menjadi contoh toleransi. Bahkan, mendapat perhatian dari ulama-ulama dari luar negeri. Ia membanggakan keragaman di Indonesia, di mana orang luar mempelajari Pancasila dan menghargai toleransi sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. “Kita mampu, yang penting kita mau untuk itu. Orang mempelajari Pancasila, terkagum-kagum. Bukan negara agama, bukan juga negara sekuler, itu ulama-ulama kita. Kita mampu yang penting kita mau untuk itu,” pungkasnya. (yan) Baca juga :

Read More

MUI Keluarkan Taujihat 8 Seruan untuk Pemilu Jujur, Adil dan Damai

Jakarta — 1miliarsantri.net : Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan taujihat atau seruan agar pemilu 2024 berlangsung jujur, adil dan damai. Delapan seruan tersebut disahkan dan dikeluarkan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III di Jakatra. Seruan tersebut dilahirkan dalam Pleno XI yang dipimpin Prof Dr KH Noor Achmad MA dan Dr KH Ainur Rofiq, dituangkan dalam Surat Nomor Kep-92/DP-MUI/XII/2023, disahkan langsung oleh Ketua Umum MUI KH. M. Anwar Iskandar dan Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirdyah Tambunan tertanggal 3 Desember 2023. Ketua MUI Prof Dr Hj Amany Lubis membacakan seruan berisikan beberapa poin penting, di antaranya seruan untuk berperan aktif dan berpartisipasi, menjaga persatuan, kewajiban memilih pemimpin, prinsip Pemilu, netralitas aparat pemerintahan, keteladanan pemimpin, serta hoax dan ujaran kebencian. Berikut delapan butir Taujihat tentang Pemilu Jujur, Adil dan Damai: Baca juga :

Read More

Hanya Waktu 3 bulan, Bocah Berusia 8 Tahun Bisa Menghafal Qur’an

Yigyakarta — 1miliarsantri.net : Allah SWT telah menjamin bahwa Al-Qur’an itu mudah dihafal. Dalam Surat Al-Qomar ayat 17 Allah SWT berfirman: وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا الۡقُرۡاٰنَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِنۡ مُّدَّكِرٍ “Dan sungguh, telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?” Jaminan langsung dari yang Maha Kuasa tak mungkin melenceng. Hal ini dibuktikan oleh Abdullah Al Fahim, bocah berusia 8 tahun. Dia secara mengesankan telah menghafal Al-Qur’an dalam waktu 105 hari, Daily Bangladesh melaporkan.Berpartisipasi dalam ‘Kompetisi Hifzul Qur’an Internasional-2024’, dia memamerkan bakatnya di Masjid Niamat Noor Jame di Chattogram, Bangladesh. Fahim, seorang siswa di Hedayetun Noor Hifzul Quran Center, bercita-cita untuk menjadi seorang ulama. Ayahnya, Salim Ullah Jahangir, adalah imam sebuah masjid di Ukhiya, distrik Chattogram, Bangladesh. Gurunya, Hafiz Shoaibul Islam Sohail, mengatakan bahwa bocah berbakat ini menghafal seluruh isi Al-Quran hanya dalam waktu tiga setengah bulan. (yus) Baca juga :

Read More

Terdapat Beberapa Kampus Universitas Kristen Muhammadiyah (Krismuha) di Indonesia

Yogyakarta — 1miliarsantri.net : Sejak awal berdiri, tabiat toleran-inklusif Muhammadiyah ditunjukkan dengan pelayanan sosial yang tidak memandang latar belakang suku, agama, dan ras. Dokter Soetomo, bahkan memuji etika welas asih Muhammadiyah itu dalam pidatonya pada tahun 1924. Bukti paling mudah untuk melihat toleransi Muhammadiyah dapat disaksikan pada pelayanan sosial, kesehatan, dan pendidikan di beberapa wilayah Indonesia yang dihuni mayoritas umat non-muslim. Di bidang pendidikan, Universitas Muhammadiyah bahkan sampai dijuluki sebagai Kampus Krismuha (Kristen Muhammadiyah). Sebab, 70 sampai 80 persen mahasiswanya beragama Kristen dan Katolik. Lewat kanal Pandangan Jogja, Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Sayuti menyebut jika saat ini sudah ada delapan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yang masuk dalam kategori Kampus Krismuha. Beberapa PTM tersebut adalah:1) Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong,2) Universitas Muhammadiyah Sorong,3) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Manokwari,4) Universitas Muhammadiyah Papua di Jayapura,5) Universitas Muhammadiyah Kupang,6) STKIP Muhammadiyah Kalabahi di Alor,7) Universitas Muhammadiyah Maumere, dan8) Universitas Muhammadiyah Manado. Meski mayoritas mahasiswanya adalah beragama Kristen dan Katolik, mereka kata Sayuti hafal “lagu kebangsaan” Muhammadiyah, Sang Surya yang selalu dinyanyikan pada acara-acara formal tertentu. Namun, Mars Muhammadiyah tersebut cukup dimaknai sebatas sebagai sebuah lagu saja, sehingga tidak mencampuradukkan urusan keimanan. Beberapa kampus Krismuha tersebut bahkan tak jarang yang mendatangkan pendeta atau dosen khusus untuk memberikan kuliah agama Kristen bagi mereka. Terkait pertanyaan netizen apakah di PTM tersebut terdapat bangunan gereja, kata Sayuti belum ada karena di dekat kampus-kampus tersebut sudah ada gereja, sehingga tidak perlu dibangun gereja lagi. “Tidak ada gereja, karena tidak jauh dari kampus sudah ada gereja,” ungkapnya, Sabtu (02/12/2023) Selanjutnya, Sayuti menyampaikan terima kasih Persyarikatan kepada seluruh masyarakat di daerah tempat kampus-kampus Krismuha tersebut berada. Sebab, meski kampus Muhammadiyah berbasis Islam, namun mereka menerima kehadiran kampus-kampus Muhammadiyah dan mempercayakan anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan di kampus tersebut. “Jujur saja ini sangat mengharukan bagi kami, mereka sangat terbuka menerima kehadiran kampus-kampus Muhammadiyah. Tujuan kami semata-mata untuk meningkatkan kualitas pendidikan anak bangsa kita,” pungkas Muhammad Sayuti. (yus) Baca juga :

Read More