Apakah Gotong Royong Termasuk dalam Kategori Sedekah?

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah gotong royong, sebuah budaya luhur yang sudah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia. Namun, pernahkah kita berpikir lebih jauh, apakah gotong royong juga termasuk sedekah? Pertanyaan ini sangat menarik untuk dikaji, karena keduanya sama-sama menekankan nilai kebaikan, kepedulian, dan keikhlasan dalam membantu sesama tanpa pamrih. Gotong royong bukan sekadar kerja bersama, tetapi juga bentuk dari rasa empati dan kebersamaan yang memiliki makna spiritual mendalam, mirip dengan konsep sedekah dalam ajaran agama. Gotong Royong sebagai Wujud Sedekah Non-Materi Dalam konteks pertanyaan apakah gotong royong sedekah?, jawabannya bisa dikatakan iya, karena gotong royong adalah bentuk sedekah non-materi. Sedekah tidak selalu harus berupa uang atau barang. Memberikan bantuan, tenaga, bahkan sekadar senyum tulus pun bisa dihitung sebagai sedekah, sebagaimana disebutkan dalam ajaran agama. Ketika seseorang ikut membersihkan masjid, membantu korban bencana, atau menolong tetangga yang sedang kesulitan tanpa mengharap imbalan, tindakan tersebut adalah sedekah dalam bentuk amal sosial. Gotong royong menyatukan banyak individu dengan semangat saling membantu demi kebaikan bersama. Inilah nilai sedekah yang sesungguhnya, memberi tanpa pamrih dan menumbuhkan manfaat bagi banyak orang. Lebih jauh lagi, gotong royong mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan dalam kebaikan. Saat seseorang ikut berpartisipasi dalam kerja bakti, ia sebenarnya sedang menanam kebaikan yang hasilnya bisa dirasakan oleh semua pihak. Dengan demikian, gotong royong bukan hanya budaya sosial, tetapi juga bentuk ibadah yang penuh nilai pahala, sebagaimana konsep sedekah yang diajarkan dalam agama. Baca juga : cara sedekah dengan perbuatan Keterkaitan Spiritual antara Gotong Royong dan Sedekah Bila kita renungkan lebih dalam, gotong royong bukan hanya tentang perbuatan sosial, tapi juga perbuatan spiritual yang bernilai ibadah. Dalam setiap tindakan gotong royong, terkandung niat untuk menolong dan meringankan beban orang lain. Niat inilah yang membuat sebuah tindakan menjadi bernilai ibadah.

Read More

Memanfaatkan Teknologi untuk Mengurangi Kecurangan dalam Pengelolaan Zakat

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Saat ini, berbagai sektor kehidupan tidak bisa lepas dari memanfaatkan teknologi, termasuk dalam urusan keagamaan dan sosial. Transparansi melalui sistem digital untuk mencatat transaksi secara real time menjadi sebuah keharusan. Salah satunya seperti pengelolaan zakat, yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan membantu mereka yang membutuhkan. Namun, kita semua tahu bahwa persoalan pengelolaan zakat terkadang masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait transparansi dan kepercayaan masyarakat. Publikasi laporan keuangan otomatis dan dapat diaudit publik agar muzakki (pemberi zakat) bisa memantau penyaluran dana, menjadi sebuah keniscayaan yang harus dipenuhi Lembaga Amil Zakat. Di sinilah peran teknologi untuk mengurangi kecurangan pengelolaan zakat menjadi sangat penting, karena dapat memberikan solusi agar dana zakat benar-benar tersalurkan dengan amanah dan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan. Baca juga : Pengelolaan zakat di berbakai negara Peran Teknologi dalam Transparansi Pengelolaan Zakat Kita tentu sepakat bahwa kepercayaan masyarakat sebagai pondasi utama dalam pengelolaan zakat. Sayangnya, isu kecurangan atau penyalahgunaan dana sering membuat sebagian orang ragu untuk menyalurkan zakat melalui lembaga tertentu. Kehadiran teknologi untuk mengurangi kecurangan pengelolaan zakat memberikan angin segar bagi para muzaki (pemberi zakat). Dengan adanya aplikasi dan sistem digital, setiap transaksi zakat kini dapat dipantau secara terbuka. Seperti blockchain, aplikasi ini membantu dana zakat tercatat dengan transparan sehingga tidak ada celah untuk manipulasi data. Selain itu, penggunaan aplikasi berbasis daring juga memudahkan kita untuk melihat laporan keuangan lembaga zakat secara langsung, lengkap dengan siapa saja penerimanya. Lembaga zakat bisa menggunakan software khusus untuk merekam data muzaki dan mustahik secara rapi, lengkap dengan verifikasi identitas. Dengan begitu, setiap rupiah zakat bisa dilacak ke mana disalurkan, kepada siapa, dan untuk kebutuhan apa. Teknologi blockchain dapat mencatat transaksi zakat secara permanen. Sistem digital juga memungkinkan audit independen dilakukan dengan lebih mudah karena semua data tersimpan secara terpusat dan sulit dimanipulasi. Setiap transaksi memiliki jejak digital (digital trail), yang dapat diverifikasi oleh semua pihak. Baca juga : hukum zakat online Tidak bisa dipungkiri, kesibukan kita sering kali menjadi alasan menunda menunaikan zakat. Namun dengan adanya aplikasi mobile, masyarakat kini bisa membayar zakat kapan saja dan di mana saja. Lebih dari sekadar kemudahan, aplikasi ini juga menjadi bagian dari teknologi untuk mengurangi kecurangan pengelolaan zakat.

Read More

Wakaf Digital & Wakaf Konvensional, Apa Perbedaan dan Potensinya untuk Ummat?

Bekasi – 1miliarsantri.net : Sejak zaman Rasulullah SAW hingga kini, wakaf terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Jika dulu wakaf identik dengan pemberian aset fisik seperti tanah atau bangunan, yang dikenal juga dengan wakaf konvensional. Maka, kini seiring perkembangan teknologi yang semakin maju telah membawa wakaf ke level yang lebih modern dan mudah diakses, yaitu wakaf digital. Wakaf konvensional dan wakaf digital memiliki tujuan yang sama yaitu mengabadikan manfaat harta benda untuk kepentingan umum dan mendapatkan pahala yang terus mengalir (amal jariyah). Namun, perbedaan mendasar dalam cara pelaksanaannya menciptakan karakteristik, kelebihan, dan tantangan yang unik bagi keduanya. Apa Itu Wakaf Konvensional? Wakaf konvensional adalah praktik wakaf yang dilakukan secara tradisional, di mana pewakaf (wakif) menyerahkan asetnya secara langsung kepada pengelola wakaf (nazhir) atau lembaga wakaf. Aset yang diwakafkan umumnya berupa benda tidak bergerak, seperti tanah, bangunan, masjid, madrasah, atau makam. Wakaf ini biasanya melibatkan proses tatap muka, penandatanganan akta ikrar wakaf, dan pencatatan manual. Karakteristik Wakaf Konvensional: Kelebihan dan Kekurangan: Wakaf konvensional memiliki kelebihan berupa rasa otentisitas dan “keabadian” yang kuat. Pewakaf bisa melihat langsung wujud fisik dari wakafnya, yang seringkali memberikan kepuasan spiritual. Namun, kekurangannya adalah prosesnya yang memakan waktu dan cenderung tidak fleksibel. Selain itu, aset wakaf yang tidak produktif (misalnya tanah kosong yang tidak dikelola) bisa menjadi beban bagi nazhir dan kurang memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Baca juga: Kementerian wakaf dan urusan agama palestina Apa Itu Wakaf Digital?

Read More

Crowdfunding : Sarana Aksi Kepedulian untuk Kesejahteraan Umat

Gresik – 1miliarsantri.net : Crowdfunding adalah suatu tempat untuk menghimpun dana melalui platform yang dilakukan secara online, untuk pendanaan suatu proyek atau unit usaha dan melibatkan masyarakat sebagai donatur (Khamsidah dan PU, 2022). Adanya platform ini memudahkan donatur untuk berbagi sebagian hartanya secara online, melalui website atau aplikasi penyedia layanan tersebut. Crowdfunding dapat juga diartikan sebagai penggalangan dana, dimana dana yang telah terkumpul dari para donatur dapat diberikan secara langsung kepada penerima, yang telah disebutkan tujuan dalam mengadakan crowdfunding, setelah masa kampanye selesai. Para penyelenggara crowdfunding memiliki rasa peduli kepada kesejahteraan masyarakat yang membutuhkan. Tujuan aksi kepedulian ini sangat luas, dapat berupa kepedulian bidang kesehatan, pendidikan, fasilitas umum, kebutuhan pokok, pertanian, dll. Tentunya aksi tersebut dapat terwujud dengan biaya dan tenaga penyelenggara. Pembiayaan tersebut dapat dikumpulkan dari kampanye crowdfunding yang diadakan. Sehingga menarik para donatur yang memiliki tujuan sama dengan kampanye yang ditayangkan. Dan proyek mensejahterakan masyarakat dapat segera terealisasikan sesuai dengan jenis crowdfunding yang dipilih. Baca juga: Bareskrim Polri Serahkan Panji Gumilang kepada Kejaksaan Jenis-jenis Crowdfunding Crowdfunding yang telah berjalan di Indonesia memiliki jenis yang berbeda sesuai dengan hubungan timbal balik yang diterima oleh seorang donatur. Menurut Khamsidah dan PU (2022) crowdfunding dibagi menjadi 4 jenis, yaitu: 1. Donation Based Seorang donatur yang memberikan sebagian hartanya berniat khusus untuk sedekah tanpa mengharap imbalan dari penerima donatur. Proyek ini bersifat non-profit, sehingga donatur tidak mendapat imbalan apapun. Sebagai contoh pembangunan masjid, panti asuhan, sekolah, klinik kesehatan, dll. 2. Reward Based Penyelenggara crowdfunding menyediakan barang atau jasa bagi para donatur, sebagai penghargaan atas usahanya dalam memberikan hartanya. Seperti gelang pendekar anak yang dikeluarkan oleh UNICEF dan diberikan kepada donatur dengan ketentuan minimal donasi Rp 150.000/bulan. Tujuan donasi tersebut digunakan khusus untuk kebutuhan anak-anak baik dari masalah gizi ataupun sekolah. 3. Debt Based Crowdfunding jenis ini, seperti sistem pinjaman. Dimana para pemberi dana (investor) akan mendapatkan kembali uang yang telah diberikan kepada peminjam dengan imbalan bunga pinjaman yang telah disepakati. Biasanya dilakukan oleh pelaku usaha yang membutuhkan modal untuk mengembangkan usahanya. 4. Equity Based Layaknya saham, crowdfunding ini memberikan dividen sebagai imbal hasil dari dana yang di investasikan kepada perusahaan yang mengajukan proposal. Investor bebas memilih saham atau ekuitas mana yang akan dibeli untuk mendapatkan dividen nantinya. Melihat jenis-jenis crowdfunding yang cocok untuk aksi kepedulian yang banyak dilakukan saat ini adalah donation based. Seperti yang dapat kita lihat di website kitabisa.com sebagai salah satu contoh platform penyedia crowdfunding. Disana terdapat berbagai macam kampanye yang ditayangan, salah satunya tentang petani difabel. Dari penggalangan dana tersebut dapat membiayai kelompok difabel untuk tetap produktif bekerja sebagai petani. Sehingga mereka tidak kehilangan lapangan pekerjaan, karena keterbatasan yang dimilikinya. Hal ini, menjadi salah satu contoh aksi kepedulian yang dapat mensejahterakan masyarakat, melalui program khusus yang dituju. Masih banyak aksi kepedulian lainnya yang berdampak kepada masyarakat, dan crowdfunding dapat menjadi salah satu cara untuk mengumpulkan dana dalam pelaksanaan aksi tersebut.

Read More

Dugaan Penyelewengan Dana Infaq Oknum Baznas Palopo, Bagaimana Kronologinya?

Bekasi – 1miliarsantri.net : Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki peran vital sebagai lembaga yang mengelola zakat, infaq, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya. Kepercayaan masyarakat adalah modal utama yang harus dijaga dengan integritas tinggi. Namun, ketika muncul dugaan penyelewengan, kredibilitas lembaga ini dipertaruhkan. Belakangan ini, perhatian publik tertuju pada kasus dugaan penyelewengan dana infaq di Baznas Kota Palopo, Sulawesi Selatan, yang melibatkan seorang oknum komisioner berinisial IB. Kasus ini, meski dengan nilai yang tidak terlalu besar, telah menimbulkan gelombang pertanyaan dan desakan agar transparansi ditegakkan. Baca juga: Begini Konsep Harta dalam Islam, Agar Bisa Dijadikan Fasilitas untuk Beramal Saleh Bagaimana Kronologi Dugaan Penyelewengan Dana Infaq? Dugaan penyelewengan ini berawal dari mencuatnya informasi bahwa oknum komisioner Baznas Palopo menyelewengkan dana infaq dari Masjid Nur Afiat Lagaligo, Palopo. Nilai dana yang diduga disalahgunakan berkisar sekitar Rp3 juta. Masjid Nur Afiat sendiri diketahui sebagai salah satu Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di bawah koordinasi Baznas Palopo. Namun, hingga saat ini, data dari Baznas Kota Palopo menunjukkan bahwa UPZ masjid tersebut belum menyetorkan dana infaqnya. Isu ini tidak hanya beredar di kalangan terbatas, tetapi juga telah menjadi pemberitaan di berbagai media online dan menjadi perbincangan publik. Respons dari berbagai pihak pun bermunculan. Baznas RI, sebagai induk dari Baznas di daerah, bahkan langsung menanyakan kebenaran isu tersebut kepada pihak Baznas Palopo. Pihak pemerintah kota, melalui Kabag Kesra, juga telah menerima laporan dan meminta Baznas Palopo untuk membuat klarifikasi dan telaah terkait masalah ini. Desakan juga datang dari Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil, yang meminta Pemkot Palopo untuk segera bertindak dan tidak membiarkan isu ini berlarut-larut, yang berpotensi mencoreng nama baik lembaga. Respons dan Langkah yang Diambil Menanggapi isu yang berkembang, pihak Baznas Palopo telah mengambil beberapa langkah. Ketua Baznas Palopo, Asyad Syam, mengakui bahwa laporan terkait masalah ini telah sampai ke Baznas RI dan Pemkot Palopo. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya diminta untuk segera membuat laporan resmi dan klarifikasi. Secara internal, Baznas Palopo berharap dugaan ini tidak benar, karena jika terbukti, hal tersebut akan sangat merusak kepercayaan masyarakat terhadap Baznas sebagai lembaga yang mengemban amanah suci. Pihak yang diduga terlibat, oknum komisioner IB, juga telah memberikan respons dsn mengakui adanya masalah terkait dana infaq tersebut, namun mengklaim bahwa hal itu hanya disebabkan oleh miskomunikasi. Permintaan maaf pun telah disampaikan. Namun, penjelasan ini tidak serta-merta menghentikan polemik. Masyarakat dan berbagai pihak tetap menuntut adanya pertanggungjawaban yang jelas dan transparan.

Read More

Literasi Sehat Berinternet dipilih sebagai Tema Pelatihan Cyberheroes 2025 PT Telkom dan BMM

Surabaya – 1miliarsantri.net : Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ancaman kejahatan siber dan penyalahgunaan internet menjadi perhatian serius bagi generasi muda. Literasi sehat berinternet kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari penggunanya. Namun, di balik kemudahan akses informasi dan komunikasi yang ditawarkannya, dunia maya juga menyimpan berbagai risiko seperti hoaks, ujaran kebencian, penipuan digital, hingga penyalahgunaan data pribadi. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet di Indonesia pada tahun 2024 telah mencapai lebih dari 78% dari total populasi, dengan mayoritas pengguna berasal dari kelompok usia produktif dan remaja. Kampanye literasi sehat internet bagi penggunanya, mesti menjadi perhatian khusus agar dampak positif bisa dirasakan dari kemajuan teknologi ini. Fakta ini menunjukkan bahwa internet telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari siswa mulai dari sarana belajar, akses informasi, hingga media komunikasi. Namun, di balik berbagai manfaatnya, dunia maya juga menyimpan potensi bahaya jika tidak diiringi dengan literasi sehat berinternet di era digital yang memadai. Kurangnya pemahaman tentang etika dan keamanan berinternet telah menimbulkan berbagai persoalan serius di kalangan pelajar, seperti penipuan daring (online scam), perundungan siber (cyberbullying), penyebaran hoaks, serta paparan konten yang tidak pantas. Kondisi ini mendorong perlunya pembekalan yang komprehensif bagi siswa agar mampu menggunakan internet secara sehat, bijak, dan bertanggung jawab. Baca juga : keamanan siber perbankan Menjawab tantangan tersebut, PT Telkom Indonesia berkolaborasi dengan Baitulmaal Muamalat (BMM) menggelar kegiatan “Pelatihan Cyberheroes: Literasi Sehat Berinternet.” Cara Kerja Kejahatan Siber dalam Dunia Digital Program ini diikuti oleh 1.800 siswa di 30 sekolah yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, sebagai upaya membangun generasi muda yang tangguh menghadapi ancaman dunia digital. Pelatihan ini dibagi menjadi tiga batch, yaitu pada 27 September, 04 Oktober dan 09 Oktober 2025. Adapun pelaksanaan kegiatan ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga praktik langsung dan pembentukan Duta Cyberheroes di setiap sekolah yang menjadi peserta pelatihan.

Read More

Kisah Sukses Donatur yang Mengubah Hidup dengan Sedekah dan Wakaf

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita melihat bagaimana sedekah atau wakaf bisa menjadi jalan perubahan bagi pelakunya. Banyak orang atau donatur yang awalnya hanya memberi sedikit, tapi kemudian merasakan keberkahan hidup yang luar biasa dari sedekah atau wakaf. Inilah bukti bahwa berbagi sedekah atau wakaf bukan sekadar memberi bagi donatur, tetapi juga akan membuka pintu rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan kebahagiaan hidup yang lebih luas. Setiap orang tentu pernah mendengar tentang kisah-kisah sukses para donatur yang mampu menginspirasi banyak kalangan untuk mengikuti jejak kebaikan yang ditorehkan. Bukan hanya karena jumlah hartanya yang besar, melainkan karena keikhlasan dalam berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan dan membawa dampak luar biasa, baik bagi penerima manfaat maupun bagi dirinya sendiri. Kekuatan Sedekah dan Wakaf dalam Kisah Sukses Donatur Kita perlu memahami dari kisah sukses donatur bahwasanya sedekah bukanlah soal seberapa banyak yang diberikan, melainkan seberapa ikhlas niat yang menyertainya. Banyak orang yang kisahnya berawal dari kesederhanaan, tetapi mereka tetap istiqomah untuk menyisihkan sebagian hartanya. Dari situlah perjalanan hidup berubah menjadi lebih baik derajatnya dan sukses secara sosial dan ekonomi di masyarakat. Kisah inspiratif dalam sejarah para sahabat Rasulullah SAW datang dari Abdurrahmah bin Auf r.a. yang dikenal sangat dermawan dan bersahaja, menyumbangkan hartanya dalam jumlah besar untuk perjuangan Islam. Beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Dengan sedekahnya itu, Abdurrahman bin Auf r.a. menjadi saudagar sukses dan tetap tidak meninggalkan kebiasaan berbagi hingga ajal berakhir. Justru menjadikan harta yang dimiliki, sebagai jalan meraih ridho Allah SWT. Dari kisah sukses donatur seperti ini, kita bisa belajar bahwa keberkahan sering kali datang dari pintu yang tidak disangka, dan salah satu kuncinya adalah berbagi dengan ikhlas. Baca juga : Perbedaan wakaf sosial dan wakaf produktif Selain sedekah, wakaf juga menjadi salah satu jalan yang menorehkan kisah sukses donatur. Wakaf tidak hanya memberi manfaat sesaat, melainkan berkelanjutan dan abadi bisa dirasakan oleh generasi selanjutnya. Seperti kisah Zubair bin Awwam yang mewakafkan tanahnya untuk umat, manfaatnya akan terus mengalir sepanjang waktu. Bahkan setelah donatur tersebut meninggal dunia, pahala amal jariah dan keberkahan tetap berdampak bagi dirinya.

Read More

Bersedekah di Saat Lapang dan Sempit: Mana yang Lebih Dianjurkan buat Ahli Sedekah?

Bondowoso – 1miliarsantri.net : Bersedekah tidak hanya soal memberi harta, tetapi juga tentang hati yang ikhlas, kepekaan terhadap sesama, serta bentuk nyata dari kepedulian sosial. Bersedekah merupakan amal yang tidak dibatasi waktu atau kondisi. Baik dalam keadaan lapang maupun sempit, anjuran bersedekah tetap berlaku dan memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah. Namun, muncul pertanyaan yang sering kita dengar, manakah yang lebih utama, bersedekah di saat lapang atau bersedekah di saat sempit? Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk kita simak bersama-sama. Manakah yang Lebih di Anjurkan, Bersedekah di Saat Lapang atau Sempit? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, kita bahas lebih dulu antara bersedekah di saat lapang dan sempit. Ketika kita berada dalam kondisi lapang, baik dari segi ekonomi maupun keadaan hidup, anjuran bersedekah seakan menjadi lebih mudah dilakukan. Sebab, seseorang tidak terbebani oleh kebutuhan mendesak. Dalam keadaan ini, bersedekah dapat menjadi wujud rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah. Dengan limpahan rezeki yang cukup, kita bisa berbagi kepada sesama yang membutuhkan tanpa merasa kekurangan. Namun, meskipun tampak lebih ringan, bersedekah di saat lapang tetap membutuhkan kesadaran yang tulus. Banyak orang yang dalam kelapangan justru lalai untuk berbagi, karena merasa semua nikmat yang diperoleh merupakan hasil usahanya sendiri. Baca juga : keutamaan pemberi sedekah Inilah mengapa anjuran bersedekah di saat lapang tidak hanya sekadar memberi, melainkan juga melatih hati agar tidak sombong dan selalu mengingat bahwa hakikat rezeki datangnya dari Allah. Jadi, ketika kita diberi kelapangan rezeki, jangan ragu untuk menyisihkannya bagi yang membutuhkan, sebab di situlah letak keberkahan. Tidak kalah penting, anjuran bersedekah juga berlaku di saat kita berada dalam kondisi kesempitan rezeki. Justru pada momen inilah nilai amaliah sedekah menjadi semakin tinggi. Mengapa demikian? Karena seseorang yang sedang dalam kesulitan ekonomi tetap ingin berbagi, menunjukkan ketulusan dan keikhlasan yang luar biasa. Allah sangat memuliakan hamba-Nya yang tetap peduli terhadap orang lain, meskipun dirinya sendiri tengah dalam keterbatasan. Bersedekah di saat sempit adalah bukti bahwa hati lebih besar daripada harta. Dengan memberi di tengah keterbatasan, seseorang sedang menunjukkan keyakinan bahwa Allah akan mengganti dan melipatgandakan apa yang ia keluarkan Inilah yang membuat anjuran bersedekah dalam keadaan sulit begitu mulia. Bahkan sering kali, sedekah yang kecil dari orang dalam kesempitan memiliki nilai lebih besar dibandingkan sedekah besar dari orang yang berkecukupan.

Read More

Yuk Kita Intip Pengelolaan Zakat di Berbagai Negara Islam di Dunia

Bekasi – 1miliarsantri.net : Zakat sejatinya tidak hanya dilihat sebagai kewajiban beragama namun di berbagai belahan dunia, pengelolaan zakat menjadi alat untuk meningkatkan kesadaran sosial dan kepedulian kepada golongan yang membutuhkan. Bahkan, ada banyak komunitas muslim yang mengadakan berbagai kegiatan seperti kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan zakat serta mendorong partisipasi dalam program zakat. Pengelolaan zakat modern tidak lagi hanya sebatas pengumpulan dan pembagian dana, tetapi telah berkembang menjadi alat pemberdayaan masyarakat yang strategis, membantu mengentaskan kemiskinan dan membangun kemandirian ekonomi umat. Inovasi terkini, seperti penggunaan teknologi digital untuk pembayaran dan pelaporan, semakin meningkatkan efisiensi dan transparansi, memastikan dana zakat sampai kepada mereka yang paling membutuhkan dengan cara yang paling efektif. Pengelolaan zakat di berbagai belahan dunia pada dasarnya memiliki tujuan yang sama meskipun berbeda dalam praktiknya. Maka, dengan memahami berbagai praktik zakat di seluruh dunia, secara tidak langsung dapat meningkatkan kesadaran tentang keragaman dan kekuatan solidatitas dalam tingkat global. Baca juga: Sejarah Zakat di Indonesia Berikut beberapa praktik pengelolaan zakat di beberapa Negara: Indonesia: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Indonesia memiliki sistem pengelolaan zakat yang dinamis, memadukan peran lembaga pemerintah dan non-pemerintah. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) adalah lembaga resmi pemerintah yang bertugas mengoordinasikan pengumpulan dan pendistribusian zakat secara nasional. BAZNAS bekerja sama dengan BAZNAS provinsi, kabupaten/kota, dan unit pengumpul zakat di tingkat komunitas. Di sisi lain, ribuan Lembaga Amil Zakat (LAZ) swasta seperti Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan Lazis Muhammadiyah juga berperan besar. Model ini memungkinkan adanya kompetisi sehat dan inovasi dalam program zakat. Masyarakat dapat memilih menyalurkan zakat melalui BAZNAS atau LAZ swasta, yang sering kali memiliki program spesifik sesuai misi mereka, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Fleksibilitas ini membuat pengelolaan zakat di Indonesia lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Malaysia: Sistem Terpusat yang Efisien Malaysia dikenal dengan sistem pengelolaan zakat yang sangat terpusat dan efisien. Di setiap negara bagian, terdapat otoritas zakat resmi yang berwenang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Otoritas ini beroperasi di bawah payung pemerintah negara bagian, menjadikannya bagian integral dari administrasi publik.

Read More

Bagaimana Wakaf Produktif Membantu Mengembangkan Ekonomi Lokal

Gresik – 1miliarsantri.net : Wakaf dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dengan pengelolaan yang baik. Menurut Badan Wakaf Indonesia (2020) Wakaf produktif adalah harta benda yang diniatkan untuk wakaf dan diberikan kepada pihak pengelola wakaf untuk digunakan dalam kegiatan produksi, lalu hasilnya dibagikan sesuai tujuan wakaf. Melalui dana wakaf yang terkumpul, dapat menjadi modal untuk menciptakan lapangan kerja baru dan memanfaatkan keuntungannya untuk digunakan kebaikan lainnya. Wakaf produktif berbeda dengan wakaf pada umumnya. Jika wakaf, harta atau benda yang diberikan seseorang dapat dimanfaatkan langsung oleh penerima wakaf. Sedangkan wakaf produktif harta atau benda yang diberikan, harus dikelola terlebih dahulu oleh pihak pengelola wakaf untuk tujuan produktif. Dapat diartikan bahwa harta wakaf diberdayakan dalam sektor produksi, seperti pertanian, peternakan, industri, ritel, dan sebagainya, yang dapat memberikan keuntungan. Dari keuntungan ini, dapat diberikan kepada tujuan wakaf yang telah disepakati, seperti pendidikan, kesehatan, keagamaan, fasilitas umum, dll. Baca juga: Gerakan Sadar Wakaf Ramaikan Festival Ekonomi Syariah 2023 Pengelolaan Wakaf Produktif Setelah seorang pemberi wakaf menyerahkan hartanya, disinilah peran pengelola wakaf memutar harta yang diterimanya. Sumber harta ini akan dikelola pada sektor produktif yang halal, seperti digunakan untuk produksi lahan pertanian, mengembangkan peternakan, penyewaan ruko, dll. Keuntungan dari hasil produksi yang terjual akan disalurkan kepada penerima wakaf. Sehingga harta wakaf yang diberikan tetap utuh dan menjadi investasi di akhirat kelak. Seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam BWI (2020) menyatakan bahwa “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shalih” Dengan memberikan harta untuk wakaf produktif dapat menjadi sedekah jariyah kita nantinya saat telah tiada. Karena harta tersebut terus dikelola dan diambil manfaatnya untuk berbagi dalam kebaikan. Kesempatan yang hanya ada di kehidupan dunia ini, sebaiknya kita manfaatkan untuk beramal baik, salah satunya melalui wakaf produktif. Sebagai contoh pemanfaatan lahan wakaf di area Pondok Pesantren Gontor yang digunakan untuk lahan peternakan, pertanian, dan perkebunan dalam penelitian Prof. Dr. Ririn Tri Ratnasari, S.E., M.Si. (2024). Wakaf tanah di area pondok tidak hanya digunakaan untuk pembagunan gedung sebagai fasilitas ruang belajar. Namun dapat digunakan lahan yang produktif seperti peternakan, pertanian, dan perkebunan yang nantinya hasil dari produksi tersebut dapat dijual. Lalu hasil dari penjualan dapat digunakan untuk menunjang kebutuhan pendidikan di pondok. Baca juga: 8 Tokoh Ekonomi Islam Paling Berpengaruh

Read More