Safari Ramadhan MUI Kota Kupang Pekan IV: Perkuat Ukhuwah dan Galang Infaq untuk Masjid dan Anak Yatim

Kupang — 1miliarsantri.net: Kegiatan Safari dan Silaturahmi Ramadhan Pekan ke-IV yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kupang bersama berbagai ormas, lembaga, dan paguyuban Islam se-Kota Kupang berlangsung khidmat pada Ahad sore (15/3/2026) di Masjid Al Haramain, MTs Negeri Kota Kupang, Namosain. Acara yang menjadi agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan ini dihadiri oleh para tokoh ulama, pengurus organisasi Islam, serta jamaah dari berbagai wilayah di Kota Kupang. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial umat. Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadhan ini, panitia juga menggalang dana infaq yang diperuntukkan bagi pembangunan masjid, musholla, lembaga pendidikan Islam, serta panti asuhan yatim piatu di Kota Kupang dan sekitarnya. Program Safari Ramadhan yang digagas oleh MUI Kota Kupang bersama ormas Islam ini telah berlangsung selama sekitar 10 tahun, menjadi tradisi dakwah sekaligus gerakan sosial umat Islam di wilayah tersebut. Para tokoh yang hadir berharap kegiatan ini terus berlanjut dan semakin memperkuat semangat berbagi, kepedulian, serta persatuan umat Islam, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. Safari Ramadhan ini juga menjadi pengingat bahwa ibadah di bulan Ramadhan tidak hanya sebatas ritual, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap pembangunan sarana ibadah dan kesejahteraan anak-anak yatim. Editor: Redaksi / Thamrin Humris Sumber: APG / Laporan kegiatan MUI Kota Kupang.

Read More

Pesantren Ramadhan RTO/RTQ Opung Pererat Silaturahmi Lewat Buka Puasa Bersama

Bekasi — 1miliarsantri.net: Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh Rumah Tahfidz Opung dengan tema “Full Charge: Beriman kepada Allah SWT” dengan kegiatan dengan : Berlangsung sejak tanggal 23 Februari 2026 / 5 Ramadhan 1447H hingga 10 Maret 2026 / 20 Ramadhan 1447H. Jum’at 27 Februari Pengurus Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani dan Para Ustadz/Ustadzah Rumah Tahfidz Opung beserta relawan RTO/RTQ Opung yang dimotori oleh Ustadz Fauzi Rahman Harun terus menyelenggarakan kegiatan yang sudah terjadwal didukung oleh Pendiri dan Pembina RTO/RTQ: Hajah Ida Zuraedah, Hajah Zuraeni dan Zurdin Gani serta para donatur. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan dukungan dari Wali Santri yang secara sukarela dan berkelompok menyediakan takjil untuk berbuka puasa sesuai dengan rombongan belajarnya masing-masing. Bagi masyarakat umum yang ingin berpartisipasi mendukung kegiatan Pesantren Ramadhan dapat menyalurkan bantuannya melalui : Bank BSI, No. Rekening : 1235101234, atas nama Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Atau dalam bentuk Paket Berbuka Puasa ke Sekretariat dan Pusat Pendidikan: RTO / RTQ Opung, Jalan Rambutan Raya No. 5, Perumahan Jatimulya,  Kontak person: Foto Istimewa Editor : Thamrin Humris

Read More

Masjid Pantai Bali, Ikon Smart Masjid di Pesisir Jembrana: Wisata Religi, Manasik Haji, dan Motor Ekonomi Umat

Masjid Pantai Bali di Desa Cupel, Jembrana, hadir sebagai Smart Masjid dengan fasilitas manasik haji terlengkap di Bali. Ikon wisata religi dan pusat transformasi sosial ekonomi pesisir. Jembrana, Bali — 1miliarsantri.net: Masjid Pantai Bali merupakan simbol peradaban dan transformasi pesisir yang mengusung visi sebagai “Smart Masjid” hadir bukan sekadar sebagai tempat ibadah. Masjid ini tumbuh menjadi ikon peradaban, pusat edukasi keislaman, destinasi wisata religi, sekaligus motor penggerak ekonomi masyarakat pesisir Bali. Berlokasi di kawasan pantai Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, masjid ini menjadi simbol harmoni antara spiritualitas, budaya, arsitektur, dan pembangunan berkelanjutan. Keberadaannya memperlihatkan integrasi nilai-nilai keagamaan dengan penguatan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Dukungan Tokoh Nasional dan Internasional Masjid Pantai Bali mendapatkan dukungan luas dari berbagai tokoh nasional dan internasional. Di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, almarhum Kyai Muhammad Jazir, Imam Besar Islamic Cultural Center New York Shamsi Ali, dai kondang Mamah Dedeh, mantan Menpora Adhyaksa Dault, pakar ekonomi syariah Adiwarman Karim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, da’i nasional Bachtiar Natsir, novelis Habiburrahman El Shirazy, Omar Mitha, serta musisi sekaligus pendakwah Derry Sulaiman. Dukungan ini menunjukkan bahwa Masjid Pantai Bali tidak hanya bernilai lokal, tetapi memiliki makna strategis secara nasional bahkan global. Pelopor Manasik Haji Pertama di Bali Masjid Pantai Bali menjadi pelopor fasilitas manasik haji terlengkap di Pulau Bali. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan replika Ka’bah, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim, replika bangunan Masjidil Haram, Jamarat, serta area Sa’i antara Shafa dan Marwah. Keberadaan sarana ini menjadikan Masjid Pantai Bali sebagai pusat edukasi ibadah haji dan umrah terpadu yang representatif, edukatif, dan bernilai spiritual tinggi bagi umat Islam di Bali dan sekitarnya. Kolaborasi Penthahelix: Model Pembangunan Lintas Sektor Masjid Pantai Bali merupakan hasil kolaborasi model Penthahelix yang melibatkan berbagai unsur strategis. AkademisiAlumni ITB, UI, UGM, IPB, ITERA, Trisakti, STIAMI, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya. PemerintahKementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kabupaten Jembrana, serta Balai Pantai PUPR Provinsi Bali. Dunia UsahaBank Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Bank Tabungan Negara, Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta Paragon Technology and Innovation (Wardah). Lembaga dan KomunitasDewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat, DMI dan MUI Provinsi Bali, Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN), Wakaf Salman ITB, DT Peduli, Kitabisa, Badan Wakaf Indonesia (BWI) serta DKM Masjid Pantai. Media MassaRadio Rasil, Minanews, Republika, Diskominfo Jembrana, Mudanews, 1miliarsantri.net, dan berbagai media lainnya. Kolaborasi ini menjadikan Masjid Pantai Bali sebagai model pembangunan berbasis kerja sama lintas sektor yang terintegrasi dan berkelanjutan. Arsitektur Ikonik dan Simbolisme Spiritual Masjid Pantai Bali memiliki kubah berwarna hijau yang terinspirasi dari kubah Masjid Nabawi di Madinah. Warna hijau tersebut menjadi simbol kesucian, keberkahan, kedamaian, serta harmonisasi. Sentuhan arsitektur ini memperkuat identitas masjid sebagai ruang ibadah yang tidak hanya fungsional, tetapi juga sarat makna spiritual. Dua Masjid, Dua Zaman, Dua Kisah Peradaban Kawasan Masjid Pantai Bali memiliki dua masjid yang merepresentasikan perjalanan sejarah umat Islam pesisir Bali. Pertama, masjid lama yang dibangun pada 1961. Masjid ini menjadi simbol sejarah dakwah dan peradaban Islam di wilayah pesisir Bali. Kedua, masjid baru yang menjadi simbol transformasi dan modernisasi peradaban Islam kontemporer dengan konsep Smart Masjid. Konsep ini mengusung misi 5E: Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain. Keduanya menghadirkan story telling peradaban yang kuat, merepresentasikan perjalanan sejarah, sosial, dan spiritual masyarakat Muslim pesisir Bali. Pusat Pertumbuhan Ekonomi Wisata Religi Masjid Pantai Bali juga berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis wisata religi. Berbagai kegiatan digelar secara inovatif dengan memadukan aktivitas daratan, lautan, hingga udara. Di daratan, kegiatan meliputi pengajian, pemberdayaan UMKM, pawai nelayan, serta pentas seni budaya. Di lautan, digelar lomba balap perahu layar (jukung), balap dayung sampan (omplok), hingga lomba memancing. Bahkan pemanfaatan teknologi drone turut memperkuat daya tarik visual kawasan ini. Dampaknya mulai terlihat dengan tumbuhnya UMKM lokal, berdirinya kafe, serta pengembangan hotel dan penginapan di sekitar kawasan masjid. Masjid Pantai Bali diharapkan menjadi pusat gravitasi spiritual sekaligus ekonomi yang mengintegrasikan ibadah, edukasi, pariwisata, dan seni budaya. Keberadaannya diharapkan memberi manfaat luas bagi masyarakat serta menjadi model pengembangan masjid berbasis peradaban di Indonesia.** Sumber : Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) Editor : Thamrin Humris

Read More

Pesantren Ramadhan Rumah Tahfidz Opung, Full Charge: Beriman Kepada Allah Subhanahu Wata’ala

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum mengisi ulang iman — full charge menuju ridha Allah Subhanahu Wata’ala. Bekasi — 1miliarsantri.net: Ramadhan selalu menjadi momentum istimewa untuk memperkuat iman, memperbanyak ibadah, dan memperdalam interaksi dengan Al-Qur’an. Semangat itulah yang kini terasa kuat di lingkungan Rumah Tahfidz Opung (RTO), sebuah lembaga pendidikan non-formal yang fokus pada pembinaan hafiz dan hafizah Al-Qur’an di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Memasuki Ramadhan 1447 Hijriyah, Rumah Tahfidz Opung menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pesantren Ramadhan Santriwan-Santriwati RTO”, yang berlangsung setiap hari Senin hingga Jumat, mulai 23 Februari hingga 10 Maret 2026, pukul 16.00 WIB. Program ini dirancang sebagai upaya “full charge” spiritual, yaitu mengisi kembali energi keimanan para santri agar semakin kokoh dalam beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala. “Full Charge: Beriman kepada Allah SWT” dengan : Full Charge Iman: Mengisi Ulang Energi Ruhani Tema “Full Charge: Beriman Kepada Allah Subhanahu Wata’ala” mengandung makna mendalam. Seperti halnya perangkat yang membutuhkan pengisian daya, hati manusia juga membutuhkan pengisian iman secara berkala. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk itu.Melalui interaksi intensif dengan Al-Qur’an, ibadah puasa, dan kebersamaan dalam lingkungan yang saleh, iman para santri diharapkan semakin kuat. Sebab, iman bukan sesuatu yang statis, melainkan harus terus dipupuk melalui ilmu, ibadah, dan amal saleh. Rumah Tahfidz Opung berkomitmen menjadikan Pesantren Ramadhan sebagai sarana pembinaan generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, tetapi juga kokoh dalam akidah dan mulia dalam akhlak. Partisipasi dan Dukungan Rumah Tahfidz Opung berdiri sejak tahun 2017 yang diinisasi oleh Hajah Zuraedah (Hajah Ida) bersama keluarga besar almarhumah Opung Hj. Maryani Gani bt Haji M. Ali Ociem, didukung oleh Pimpinan RTO Ustadz Fauzi Rahman, Hajah Enny dan Zurdin Gani (Pendiri dan Pembina Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani), telah melaksanakan berbagai macam kegiatan rutin dalam membina para penghafal Qur’an dari usia balita, anak hingga remaja. Kegiatan Pesantren Ramadhan yang telah dibuka dan dimulai secara resmi pada Senin 23 Februari 2026 atau bertepatan dengan 5 Ramadhan 1447H memerlukan dukungan dari semua pihak, untuk itu eksponen Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani mengajak segenap Umat Islam, para donatur perorangan maupun kelembagaan untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Bantuan dapat dikirimkan melalui rekening: Bank BSI, No. Rekening : 1235101234, atas nama Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani Pesantren Ramadhan ini menjadi bukti bahwa pendidikan Al-Qur’an tetap menjadi prioritas utama dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Dengan semangat Ramadhan, Rumah Tahfidz Opung mengajak seluruh santri untuk memanfaatkan bulan suci ini sebagai momentum perubahan, memperkuat hubungan dengan Allah, dan menjadi pribadi yang lebih baik.** Penulis dan Editor : Thamrin Humris Foto Istimewa

Read More

Irsyad Muchtar Wafat: Tokoh Koperasi Nasional dan Jurnalis Senior Tutup Usia, Wariskan Dedikasi untuk Ekonomi Kerakyatan

Irsyad Muchtar Wafat: Tokoh Koperasi Nasional dan Jurnalis Senior Tutup Usia, Wariskan Dedikasi untuk Ekonomi Kerakyatan Jakarta — 1miliarsantri.net: Hari ini dunia koperasi dan jurnalistik tanah air kehilangan seorang Tokoh Pegiat Koperasi Indonesia dan pejuang di bidang jurnalistik sekaligus Pemimpin Umum Majalah Peluang berpulang ke Rahmatullah. Irsyad Muchtar yang lahir di Padang, Sumatera Barat pada 1 September 1958 wafat hari ini. Beliau mengembuskan napas terakhir setelah dirawat di RSK Darmais Jakarta pada Sabtu, 21 Februari 2026 atau bertepatan dengan 3 Ramadhan 1447 H. Kepergian Irsyad Muchtar meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan sahabat, tetapi juga bagi gerakan koperasi nasional dan komunitas pers Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai figur yang konsisten memperjuangkan ekonomi kerakyatan melalui koperasi serta menghadirkan jurnalisme yang berpihak pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah. Kiprah di Dunia Koperasi Sepanjang hidupnya, Irsyad Muchtar dikenal sebagai salah satu motor penggerak koperasi di Indonesia. Ia aktif mengedukasi masyarakat tentang pentingnya koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 33 UUD 1945. Dalam berbagai forum nasional, ia kerap menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gerakan ekonomi berbasis kebersamaan dan keadilan sosial. Komitmennya terhadap penguatan koperasi diwujudkan melalui berbagai kegiatan advokasi, pelatihan, serta literasi publik mengenai tata kelola koperasi yang profesional dan modern. Ia mendorong transformasi koperasi agar mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar gotong royong. Dedikasi di Dunia Jurnalistik Di bidang jurnalistik, Irsyad Muchtar dikenal luas sebagai Pemimpin Umum dan figur sentral di balik Majalah Peluang, media yang secara konsisten mengangkat isu-isu koperasi, UMKM, dan ekonomi kerakyatan. Melalui platform tersebut, ia menghadirkan ruang informasi, edukasi, sekaligus inspirasi bagi pelaku koperasi di seluruh Indonesia. Sebagai jurnalis senior, Irsyad menempatkan media bukan hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga sebagai alat perjuangan. Ia memadukan idealisme pers dengan misi pemberdayaan ekonomi rakyat. Di bawah kepemimpinannya, media yang ia kelola berkembang menjadi rujukan penting dalam pemberitaan seputar koperasi dan kewirausahaan nasional. Warisan Pemikiran dan Keteladanan Irsyad Muchtar dikenal sebagai pribadi yang sederhana, tegas dalam prinsip, dan konsisten dalam perjuangan. Ia percaya bahwa koperasi adalah jalan strategis untuk memperkuat kemandirian bangsa. Gagasan-gagasannya tentang modernisasi koperasi, tata kelola transparan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi warisan berharga bagi generasi penerus. Tidak sedikit tokoh koperasi dan insan pers yang menyampaikan penghormatan atas dedikasi dan integritasnya. Bagi banyak kalangan, Irsyad bukan hanya pemimpin media atau aktivis koperasi, tetapi juga mentor dan inspirator. Doa dan Harapan Kepergian Irsyad Muchtar di bulan suci Ramadhan menambah haru bagi para kolega dan sahabatnya. Semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Dunia koperasi dan jurnalistik Indonesia telah kehilangan salah satu putra terbaiknya. Namun semangat, gagasan, dan jejak perjuangan Irsyad Muchtar akan terus hidup, menginspirasi upaya membangun ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan bermartabat di negeri ini.** Segenap Jajaran Redaksi 1miliarsantri.net mengucapkan Turut Berbela Sungkawa Yang Sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak H. Irsyad Muchtar. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala menerima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosanya. Diterangi, diluaskan dan dilapangan kuburnya, serta diringankan hisabnya hingga yaumil akhir. Dan menempatkannya di tempat terbaik Jannah-Nya. Aamiin Thamrin Humris (Pemimpin Redaksi) dan Toto Budiman (Pimpinan Umum)

Read More

Muhammadiyah Mulai Melaksanakan Puasa Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026: Penetapan, Metode dan Imbauan Sikap Bijak

Muhammadiyah resmi menentukan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Artikel ini membahas dasar penetapan, perbedaan dengan pemerintah, serta ajakan sikap bijak umat. Jakarta — 1miliarsantri.net: Organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah, telah menetapkan awal ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026 Masehi. Keputusan itu tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H. Penetapan tersebut juga telah diikuti pelaksanaan Salat Tarawih di sejumlah masjid di berbagai daerah pada Selasa malam (17/2/2026) sebagai malam pertama Ramadhan bagi warga Muhammadiyah. Dasar Penetapan: Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah menggunakan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) sebagai dasar perhitungannya, menggantikan metode wujudul hilal yang sebelumnya digunakan. Metode ini memadukan tiga unsur utama yaitu prinsip, syarat, dan parameter (PSP) untuk menentukan awal bulan Hijriah secara global. Menurut KHGT, parameter tinggi hilal minimal 5 derajat dan elongasi minimal 8 derajat setelah ijtimak (konjungsi) harus terpenuhi di mana saja di permukaan bumi. Untuk awal Ramadhan 1447 H, ketentuan ini telah terpenuhi di wilayah Alaska, Amerika Serikat, sehingga Muhammadiyah memutuskan 18 Februari 2026 sebagai 1 Ramadhan. Pakar falak Muhammadiyah juga mencatat bahwa konjungsi jelang Ramadhan terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 12.01 UTC. Perbedaan dengan Pemerintah dan Saran Sikap Umat Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui sidang isbat yang melibatkan hisab dan rukyatul hilal menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Hal ini didasarkan pada ketentuan rukyat di wilayah Indonesia yang belum terpenuhinya posisi hilal secara visual. Perbedaan penetapan ini mendapat perhatian publik. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengajak umat Islam bersikap bijaksana menanggapi perbedaan tersebut. Ia menekankan pentingnya saling menghormati pilihan ijtihad dan tidak saling menyalahkan, sebab tujuan puasa adalah untuk meningkatkan takwa. Makna Puasa dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sunnah Islam mewajibkan puasa Ramadhan sebagaimana ditegaskan Allah SWT: Al-Qur’an menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah ibadah yang melatih ketakwaan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan dimensi spiritual puasa sebagai sarana pembinaan akhlak dan pengampunan dari Allah SWT. Respons Masyarakat dan Kegiatan Ramadhan Di berbagai daerah, warga Muhammadiyah telah menjalankan tarawih malam sebelumnya sebagai bagian dari menyambut puasa Ramadhan 1447 H. Di Jawa Barat, misalnya, lebih dari 400 masjid menggelar tarawih dengan 11 rakaat pada Selasa malam (17/2/2026). Sementara di Jawa Timur, diperkirakan jutaan warga Muhammadiyah akan melaksanakan tarawih dan puasa sejak 18 Februari 2026 sesuai ketetapan PP Muhammadiyah. Saling Menghormati Ijtihad Penetapan awal Ramadhan 1447 H oleh Muhammadiyah pada 18 Februari 2026 diwarnai perbedaan dengan pemerintah yang menetapkan 19 Februari 2026. Perbedaan ini terjadi akibat metode perhitungan yang berbeda dalam menentukan awal bulan Hijriah. Meskipun demikian, pimpinan Muhammadiyah mengimbau umat Islam untuk saling menghormati ijtihad tiap pihak. Dengan pemahaman yang matang dan sikap arif, umat Islam diharapkan menyambut puasa Ramadhan sebagai momentum meningkatkan ketakwaan dan kebersamaan.*** Editor : Thamrin Humris dan Toto Budiman Foto : Istimewa Sumber : Berbagai sumber

Read More

Ramadhan 1447 H: Semarak Pawai Tarhib Ramadhan, Santri RTO/RTQ Opung Sambut Bulan Suci dengan Penuh Sukacita

RTO/RTQ Opung menggelar Pawai Tarhib Ramadhan 1447 H di Perumahan Jatimulya, diikuti ratusan santri dan orang tua. Kegiatan edukatif ini menjadi syiar menyambut Ramadhan tahun 2026. Bekasi — 1miliarsantri.net: Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah, RTO/RTQ Opung menggelar Pawai Tarhib Ramadhan pada Selasa (17/2/2026) bertepatan dengan 29 Sya’ban 1447 H. Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh semangat keislaman di lingkungan Perumahan Jatimulya. Sekitar 90 peserta didik dari Lembaga Pendidikan Opung, yang terdiri atas santri RTQ Opung dan siswa Bimba Opung ASA Kidz Station, turut ambil bagian. Selain itu, sekitar 40 orang pengurus, pengajar, serta orang tua santri dan siswa juga hadir memeriahkan kegiatan tersebut. Pawai Tarhib Ramadhan 1447 H dimulai pukul 08.00 WIB dari Gedung RTO di Jalan Rambutan Raya No. 5 dan menyusuri jalan-jalan sekitar Perumahan Jatimulya Kabupaten Bekasi sebelum kembali ke titik awal pada pukul 09.00 WIB. Para santri tampak membawa poster-poster kreatif bertema penyambutan Ramadhan. Bahkan, dua santri tampil mencuri perhatian dengan sepeda hias bernuansa Islami. Poster dan sepeda hias tersebut akan dilombakan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas santri. Syiar Ramadhan dan Penguatan Iman Kegiatan ditutup pada pukul 09.30 WIB dengan tausiyah pembina RTO, Hj. Zuraedah yang akrab disapa Bunda Hj. Ida. Dalam arahannya, beliau mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan memperkuat keimanan kepada Allah SWT. Beliau mencuplik kandungan Surat Al-Ikhlas sebagai penguatan tauhid: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah, Yang Maha Esa.” (QS. Al-Ikhlas: 1) Menurutnya, Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperteguh keyakinan bahwa hanya Allah SWT satu-satunya yang berhak disembah. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an: “Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi bertakwa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim) Hadis ini menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk menyambut Ramadhan dengan penuh keimanan dan harapan akan ampunan Allah SWT. Doa menyambut Ramadhan juga dipimpin oleh pengajar RTO, memohon agar Allah SWT menyampaikan usia hingga Ramadhan serta diberi kekuatan dalam menjalankan ibadah puasa. Relaksasi Edukatif dan Persiapan Pesantren Ramadhan Mudir RTO, Ustadz Rahman Harun, menyampaikan bahwa Pawai Tarhib Ramadhan merupakan bagian dari program kegiatan santri. Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi sarana relaksasi dari rutinitas belajar. “Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengekspresikan kecintaan mereka kepada bulan suci Ramadhan dengan cara yang positif dan kreatif,” ujarnya. Ia menambahkan, setelah pawai ini, santri akan mengikuti rangkaian kegiatan Pesantren Ramadhan yang telah dipersiapkan. Lembaga Pendidikan Opung yang menaungi RTQ dan Bimba berada di bawah Yayasan Asa Bestari Mulia Rabbani. Para pengurus, di antaranya Bapak Ahmad Zurdin dan jajaran lainnya, turut mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini. Menanamkan Cinta Ramadhan Sejak Dini Pawai Tarhib Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter Islami bagi anak-anak. Dengan menanamkan kecintaan terhadap Ramadhan sejak dini, diharapkan tumbuh generasi yang memahami makna ibadah secara mendalam. Rasulullah SAW sendiri memberi kabar gembira tentang datangnya Ramadhan. Dalam hadis disebutkan: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah…” (HR. Ahmad) Semangat keberkahan itulah yang tampak dalam wajah-wajah ceria para santri RTO/RTQ Opung pagi itu. Dengan langkah kecil namun penuh makna, mereka mengumandangkan syiar, meneguhkan iman, dan menyambut Ramadhan 1447 H dengan suka cita.** Sumber : RTO/RTQ Opung Foto : Istimewa Editor : Thamrin Humris

Read More

Banjir Genangi Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta

Banjir akibat hujan deras kembali menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta pada Senin (12/1/2026). BPBD DKI Jakarta mencatat puluhan ruas jalan dan wilayah RT terendam, berdampak pada arus lalu lintas dan aktivitas warga. Simak update terkini kondisi banjir dan respons instansi terkait. Jakarta — 1miliarsantri.net: Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak pagi hari pada Senin (12 Januari 2026), menyebabkan genangan air di banyak ruas jalan dan area pemukiman. Curah hujan yang turun sejak dini hari menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung volume air yang besar, sehingga permukaan jalan terlihat terendam di sejumlah titik ibu kota. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta, hingga siang hari Senin tercatat 32 ruas jalan di Jakarta Utara masih terendam air akibat hujan deras sejak pagi. Selain itu, terdapat juga genangan air di wilayah rukun tetangga (RT) yang tersebar. Beberapa ruas jalan yang terdampak banjir meliputi: Jalan Taman Stasiun (Tanjung Priok) Jalan Sunter Indah Raya, Jalan Swasembada Raya RW 14, Jalan Kebon Bawang VI, Jalan Yos Sudarso depan Altira, Jalan RE Martadinata depan Stasiun Ancol dan beberapa jalan lainnya di wilayah Penjaringan serta Pademangan. Dampak Flooding terhadap Aktivitas Pemerintah dan Lalu Lintas Genangan air di ruas jalan utama tak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada pelayanan transportasi publik maupun aspek lain kehidupan kota. Hujan deras membuat sebagian ruas jalan tergenang sehingga kendaraan harus melaju pelan atau menghindari jalan tertentu. Akibatnya, terjadi gangguan pada arus lalu lintas di beberapa wilayah terdampak. Data Terbaru dari BPBD DKI Jakarta Gubernur DKI Jakarta, menyatakan bahwa penanganan banjir di Jakarta memerlukan koordinasi yang kuat antara instansi terkait dan kesiapan alat kerja seperti pompa air. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan puluhan pompa baik portable maupun mobile pump untuk mempercepat pengosongan genangan air. Prinsipnya, kondisi hujan ekstrem ini membutuhkan kesiapsiagaan ekstra demi menekan dampak negatif yang dirasakan masyarakat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa penanggulangan banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara sporadis dan harus dipersiapkan secara menyeluruh sejak awal. “Memang, penanganan banjir di Jakarta tidak bisa sporadis,” kata Pramono di Rusunawa Pulogebang, Jakarta Timur, 12 Januari 2025. Pramono mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini siaga dengan total 1.200 pompa stasioner dan pompa bergerak untuk mengantisipasi genangan air dan banjir akibat curah hujan tinggi. “Yang terpenting sekarang adalah kami telah menyiapkan sekitar 600 pompa portabel, 600 pompa bergerak, dan jika melihat curah hujan saat ini seperti ini, pasti sudah banjir di mana-mana,” kata Pramono. Faktor Penyebab Banjir di Jakarta Banjir yang terjadi merupakan dampak dari kombinasi beberapa faktor, antara lain: Banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan di Jakarta pada hari ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan warga dan kebijakan penataan kota yang efektif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi teknis terus memantau kondisi dan berupaya mempercepat surutnya genangan agar dampak pada aktivitas warga dapat diminimalkan.*** Editor : Thamrin Humris & Toto Budiman Foto istimewa Sumber : berbagai sumber

Read More

Bersih Masjidku-Bersih Negeriku: Mengenang dan Meneruskan Jejak Almarhum KH Muhammad Jazir ASP

Gerakan Bersih-Bersih Masjid Jawa–Bali yang digagas oleh tokoh Jogokariyan, KH. Muhammad Jazir ASP bersama beberapa Masjid dan didukung oleh Marbot Aplikasi adalah sebuah ikhtiar kolektif untuk memuliakan rumah Allah dan negeri ini. Bali – 1miliarsantri: Kegiatan Safari Bersih-Bersih Masjid adalah simbolisasi dan implementasi sebuah gerakan membangun Indonesia agar bisa berubah lebih baik lagi, membersihkan hati, meminimalisir korupsi, merawat kebersamaan dan menjaga alam yang menjadi amanah kita sebagai Khalifah fil ard, pemimpin di muka bumi. Masjid bukan hanya tempat sujud, tetapi pusat kehidupan: tempat membangun kejujuran, kebersihan, keberanian, kemandirian, dan perlawanan terhadap segala bentuk ketidakadilan, termasuk korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan amanah. Bersih sebagai prinsip hidup Rasulullah SAW yang memancarkan kejujuran. Kebersihan masjid adalah cermin kebersihan pengelolanya. Masjid yang bersih diharapkan akan melahirkan jama’ah yang jujur. Pengelolaan yang bersih melahirkan kepercayaan. Dan, dari kepercayaan itulah peradaban dibangun. Gerakan yang dilakukan oleh ratusan orang ini tidak berhenti pada sapu dan kain pel, tetapi menjelma menjadi gerakan moral: membersihkan niat dari pamrih, membersihkan amanah dari pengkhianatan, membersihkan dakwah dari kepentingan sempit. Dari Masjid Jogokariyan, Masjid Al-Falah Sragen, menuju Masjid Pantai Bali Sebagaimana jejak dakwah Pak Kyai Jazir yang tak pernah mengenal batas geografis, gerakan ini bermula dari Masjid Jogokariyan Yogyakarta dan Masjid Al-Falah Sragen, lalu dipusatkan selama 3 hari di Masjid Pantai Bali, desa Cupel, kec. Negara, kab. Jembrana, provinsi Bali. Masjid Pantai Bali menjadi simbol bahwa nilai-nilai kemasjidan: amanah, kebersamaan, transparansi, pelayanan jamaah, dan keberpihakan pada umat (Muslim dan Non Muslim) dapat tumbuh dan bersemi secara harmonis di mana pun, bahkan di wilayah dengan tantangan sosial dan demografis yang besar. Melanjutkan, Bukan Sekadar Mengenang Pak Kyai Jazir Gerakan Bersih-Bersih Masjid ini bukan hanya dengan mengenang, do’a dan air mata, tetapi dengan melanjutkan kerja-kerja sunyi beliau: memakmurkan masjid,menguatkan jamaah,menjaga amanah tanpa kompromi, dan menjadikan masjid benteng moral bangsa. Melanjutkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid ini adalah bentuk nyata bahwa api perjuangan itu tidak akan padam, dan estafet dakwah terus berjalan dari generasi ke generasi. Dari Masjid untuk Negeri Ketika masjid bersih, jamaah akan jujur.Ketika jamaah jujur, kepemimpinan akan lahir dengan integritas.Dan ketika integritas menjadi budaya, negeri akan bersih dari korupsi dan kebusukan moral. Inilah pesan yang diwariskan oleh Pak Kyai Jazir kepada kita semua:Jika ingin mengubah negeri, mulailah dari masjid. Semoga Allah SWT menerima amal jariyah almarhum Pak Kyai Jazir,melapangkan kuburnya, menerangkan jalannya,dan menjadikan kami penerus perjuangan beliaudalam memuliakan masjid dan membangun peradaban yang Rahmatan lil ‘Alamiin.Aamiin.*** Sumber : Firmansyah Dimmy-Masjid Pantai Foto istimewa Editor : Thamrin Humris

Read More

Bupati Bekasi Terjaring OTT KPK Bersama 9 Orang Lainnya, Ruang Kerja Ade Kuswara Disegel

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama 9 orang lainnya. Penyidik menyegel ruang kerja bupati di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi dan membawa sejumlah berkas penting, sementara proses penyelidikan masih berlangsung. Cikarang, Kabupaten Bekasi – 1miliarsantri.net: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dalam lingkup pemberantasan korupsi, kali ini di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Operasi yang dipimpin tim penyidik lembaga antirasuah tersebut menjaring sejumlah pejabat dan pihak yang diduga terlibat dalam dugaan pelanggaran hukum. Kepastian adanya OTT di wilayah Bekasi ini disampaikan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat dini hari. “Benar, salah satunya adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang,” ujar Budi, tanpa merinci secara penuh peran dan konteks perkara yang tengah ditangani. 10 Orang Diamankan oleh KPK Menurut pernyataan resmi yang dirilis KPK, tim penindakan telah mengamankan 10 orang yang diduga terkait dalam operasi tersebut. Hingga kini, penyidik masih menjalankan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dengan batas waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum mereka. Penyegelan Ruang Kerja Bupati Langkah KPK di lapangan mencuri perhatian publik: ruang kerja Bupati Bekasi di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, disegel oleh tim penyidik. Dokumentasi dan laporan media menunjukkan bahwa tiga orang penyidik dengan identitas KPK memasang segel resmi pada pintu akses ruang kerja orang nomor satu di Kabupaten Bekasi tersebut pada Kamis malam sekitar pukul 19.00 WIB. Seorang petugas keamanan di lokasi menyatakan bahwa penyegel diberlakukan sebagai bagian dari proses pengamanan dan pengambilan barang bukti. Beberapa berkas penting ikut dibawa keluar oleh tim penyidik, namun belum ada rincian jelas mengenai jenis dokumen tersebut maupun relevansinya terhadap dugaan tindak pidana. Reaksi dan Dugaan Awal Kasus Hingga kini, pihak KPK belum merilis detail konstruksi perkara secara resmi kepada media massa. Spekulasi awal di publik menetapkan dugaan terkait gratifikasi, suap atau penyalahgunaan wewenang, namun semua itu masih dalam tahap penelusuran dan belum dikonfirmasi lembaga antirasuah. Kegiatan ini menjadi OTT ke-10 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2025, menunjukkan intensitas penindakan KPK di berbagai daerah dan sektor pemerintahan. Dampak Politik dan Administrasi Kasus yang melibatkan kepala daerah tentu berdampak pada dinamika politik lokal Bekasi. Belum ada konfirmasi dari Pemkab Bekasi ataupun partai politik tempat bupati bernaung mengenai langkah administratif atau pernyataan resmi terkait penahanan dan dugaan operasi. Namun, sumber internal pemerintahan setempat menyebut suasana kantor pemerintahan sempat tegang saat penyegelan berlangsung. Sementara itu, publik dan pengamat hukum menunggu perkembangan status hukum Ade Kuswara Kunang dan pihak lain yang diamankan, yang diperkirakan akan diumumkan KPK dalam waktu dekat sesuai ketentuan KUHAP.*** Disclaimer : Artikel ini disusun berdasarkan rilis resmi KPK dan liputan media mainstream serta media lokal Bekasi untuk memastikan objektivitas, keakuratan fakta, sesuai standar jurnalistik nasional. Khalayak pembaca diimbau mengikuti perkembangan berita secara berkala untuk informasi terbaru. Foto : Tangkapan layar youtube Humas Pemkab Bekasi. Rapat koordinasi bersama Tim Koordinasi dan Supervisi Wilayah II KPK Republik Indonesia dalam upaya pencegahan korupsi dan penguatan tata kelola pemerintahan melalui Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP). Rapat berlangsung di Ruang KH. Raden Ma’mun Nawawi, Kompleks Pemkab Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, pada Kamis, 27 November 2025. Penulis : Thamrin Humris Editor : Toto Budiman

Read More