AS Kirim Bantuan Militer ke Israel Untuk Penyerangan Gaza

Washington — 1miliarsantri.net : Departemen Pertahanan AS, Pentagon, telah mengirim penasihat militer, termasuk seorang jenderal Korps Marinir yang ahli dalam peperangan perkotaan ke Israel. Mereka dikirim untuk membantu perencanaan perangnya dan mempercepat beberapa sistem pertahanan udara canggih ke Timur Tengah beberapa hari menjelang serangan darat yang diperkirakan akan terjadi di Gaza. Salah satu perwira yang memimpin bantuan tersebut adalah Letjen Korps Marinir James Glynn, yang sebelumnya membantu memimpin pasukan operasi khusus melawan ISIS dan bertugas di Fallujah, Irak, selama beberapa pertempuran perkotaan paling sengit di sana. Glynn juga akan memberi nasihat tentang cara mengurangi korban sipil dalam peperangan perkotaan. Israel sedang mempersiapkan operasi darat skala besar di lingkungan perkotaan padat di Gaza utara. “Glynn dan perwira militer lainnya yang menjadi penasihat Israel memiliki pengalaman yang sesuai dengan jenis operasi yang dilakukan Israel,” kata juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Kirby pada Rabu (25/10/2023). Tim militer adalah salah satu dari banyak pihak yang bergerak cepat di Pentagon untuk mencoba mencegah perang Israel dan Hamas menjadi lebih luas. Mereka juga berupaya melindungi personel AS, yang dalam beberapa hari terakhir berulang kali mengalami serangan yang kemungkinan besar didukung oleh Iran. “Dalam beberapa kasus, Iran secara aktif memfasilitasi serangan-serangan ini dan mendorong pihak lain yang mungkin ingin mengeksploitasi konflik demi kebaikan mereka sendiri, atau demi kebaikan Iran. Kita tahu bahwa tujuan Iran adalah untuk mempertahankan tingkat penyangkalan. Kami tidak akan membiarkan mereka melakukan itu,” ujar Kirby. Pada Senin kemarin, garnisun militer AS di an-Tanf, Suriah, kembali diserang. Kali ini oleh dua drone. Drone tersebut ditembak jatuh dan tidak ada korban luka yang dilaporkan. Ini adalah serangan terbaru dari puluhan kali serangan dalam seminggu terakhir yang menyasar militer AS di Timur Tengah. Pangkalan militer AS menjadi sasaran serangan roket atau drone sejak ledakan mematikan di sebuah rumah sakit di Gaza. Pada Kamis (19/10/2023) lalu kapal perusak USS Carney menembak jatuh empat rudal jelajah serangan darat yang diluncurkan dari Yaman. Menurut Pentagon, rudal ini berpotensi mengarah ke Israel. Sebagai tanggapan, pada akhir pekan Pentagon mengirim beberapa batalyon sistem pertahanan rudal Patriot dan sistem Pertahanan Area Ketinggian Tinggi ke Timur Tengah. Pentagon juga memposisikan kembali kelompok penyerang Eisenhower ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS. Kapal tersebut sebelumnya sedang dalam perjalanan menuju Mediterania Timur. Pergeseran ini berarti bahwa Angkatan Laut akan memiliki kelompok kapal induk di lepas pantai Israel, yaitu kelompok kapal induk Ford. Termasuk satu kapal lagi, Eisenhower, yang berpotensi bermanuver untuk membela pasukan AS dan Israel dari Laut Merah atau Teluk Oman. AS juga telah menyarankan para pejabat Israel untuk mempertimbangkan penundaan serangan darat. Hal itu akan memberikan lebih banyak waktu bagi AS untuk bekerja sama dengan mitra regionalnya dalam membebaskan lebih banyak sandera. Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim mencatat, AS berhasil memenangkan pembebasan dua tawanan, Judith dan Natalie Raanan atas bantuan mediasi Qatar dengan Hamas. (lif/AP) Baca juga :

Read More

Israel Siap Kerahkan Semua Kemampuan Militer nya Untuk Menyerang Hamas

Kepala Staf Israel Herzi Halevi, Sabtu (21/10/2023) lalu dalam pernyataan militer mengatakan bahwa pasukannya akan memasuki Gaza untuk melaksanakan “misi operasional dengan tujuan melenyapkan anggota Hamas”. Halevi menyatakan hal itu saat berpidato di depan para pemimpin Brigade Golan, salah satu pasukan elite Israel. “Kita akan memasuki Jalur Gaza. Kita akan terlibat dalam misi operasional untuk melenyapkan orang-orang yang berafiliasi dengan Hamas. Kita juga akan mengingat gambar dan kejadian saat orang-orang kehilangan nyawa mereka pada Sabtu dua pekan lalu,” tegas Halevi. Halevi mengungkapkan, Gaza adalah wilayah yang kompleks dan padat penduduknya, dan musuh (Hamas) sedang mempersiapkan banyak hal di dalamnya. “Meski begitu, kita juga sedang melakukan persiapan. Selama manuver darat, semua kemampuan militer Israel akan dikerahkan,” pungkasnya. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Sedikitnya 26 Masjid Hancur Akibat Serangan Zionis Israel

Yerusalem — 1miliarsantri.net : Sedikitnya 26 masjid di Jalur Gaza hancur akibat diserang Israel sejak 7 Oktober, ungkap Kementerian Urusan Agama dan Wakaf Palestina yang berbasis di Gaza kepada media pada Sabtu (21/101/2023) waktu setempat. Kementerian itu mengungkapkan puluhan mesjid rusak parah akibat serangan udara Israel di sebagian besar wilayah kantong Palestina tersebut. Pesawat tempur Israel juga meluluhlantakkan kantor pusat kementerian ini, stasiun radio Quran milik kementerian itu dan sebuah gereja. Kementerian itu mendesak “organisasi-organisasi Islam dan internasional agar segera campur tangan menghentikan agresi di Gaza dan meminta pertanggungjawaban Israel atas kejahatan mereka terhadap warga sipil, mesjid dan gereja.” Konflik Jalur Gaza yang dibombardir dan diblokade Israel sejak 7 Oktober, bermula ketika kelompok perlawanan Palestina Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa. Operasi militer ini merupakan serangan mendadak dengan menggunakan roket dan penyusupan anggota Hamas ke dalam wilayah Israel lewat jalur darat, laut dan udara. Hamas berdalih serangan ini sebagai balasan atas serbuan Israel terhadap Masjid Al Aqsa di wilayah pendudukan Yerusalem Timur dan kekerasan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina yang terus membesar. Militer Israel kemudian melancarkan “Operasi Pedang Besi” untuk menyerang Hamas di Jalur Gaza. Sedikitnya 4.385 warga Palestina, termasuk 1.756 anak, tewas akibat serangan Israel ke Gaza. Sebaliknya, lebih dari 1.400 warga Israel terbunuh sejak awal konflik ini. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Israel Gunakan Bom Termobarik yang Kontroversial

Gaza — 1miliarsantri.net : Dalam peristiwa baru-baru ini yang terjadi di wilayah Gaza, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah menggunakan bom termobarik atau thermobaric bombs. Senjata ini sangat kontroversial dan sebelumnya tidak digunakan terhadap warga sipil. Dikutip dari financial express, bom termobarik juga dikenal sebagai bom vakum atau aerosol atau bahan peledak bahan bakar-udara. Senjata-senjata ini mengakibatkan luka bakar tingkat 4 dan menyebabkan kerugian besar bagi yang berada dalam radius ledakan. Senjata ini terdiri dari wadah bahan bakar yang menampung dua bahan peledak terpisah. Wadahnya dapat digunakan sebagai roket atau dijatuhkan dari pesawat sebagai bom. Ketika senjata itu mengenai sasarannya, bahan peledak pertama menyebarkan campuran bahan bakar secara luas sebagai awan. Bahan tersebut mampu menyusup ke setiap bukaan bangunan atau pertahanan yang tidak tertutup rapat. Kemudian muatan kedua menyulut awan, menghasilkan bola api besar, gelombang ledakan dahsyat, dan terciptanya ruang hampa yang menyerap semua oksigen di sekitarnya. Senjata ini mempunyai kemampuan untuk menghancurkan bangunan yang diperkuat, menghancurkan peralatan, dan menimbulkan kerugian atau korban jiwa bagi orang-orang yang berada dalam jangkauannya. Bom termobarik tersedia dalam berbagai ukuran, termasuk yang dirancang untuk masing-masing prajurit, seperti granat dan peluncur roket genggam. Versi besar yang diluncurkan dari udara telah dikembangkan secara khusus untuk menargetkan lokasi tersembunyi. Tidak ada undang-undang internasional yang secara tegas melarang penggunaan bom termobarik. Namun penerapan senjata ini untuk menargetkan penduduk sipil di daerah padat penduduk, lembaga pendidikan, atau fasilitas medis dapat mengakibatkan tuduhan kejahatan perang berdasarkan Konvensi Den Haag tahun 1899 dan 1907. Hukum kemanusiaan internasional dan Konvensi Jenewa 1949 mensyaratkan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip kebutuhan dan proporsionalitas selama konflik. Sejarah amunisi termobarik ini dimulai pada Perang Dunia II yang pertama kali digunakan oleh tentara Jerman. Perkembangan luas baru terjadi pada 1960-an ketika Amerika Serikat (AS) terjun dalam Perang Vietnam. AS juga menggunakan bom termobarik di Afghanistan, pertama pada 2001 dalam upaya untuk melenyapkan pasukan Al Qaidah yang bersembunyi di pegunungan Tora Bora. Kemudian Washington kembali menggunakan pada 2017 melawan pasukan ISIS. Selain itu, AS pernah menguji bom seberat 9.800 kilogram yang dijuluki “Induk Segala Bom” pada 2003. Empat tahun kemudian, Rusia memperkenalkan alat serupa yang dikenal sebagai “Bapak Segala Bom” yang dapat menghasilkan ledakan yang setara dengan bom konvensional seberat 44 ton dan menjadikannya sebagai alat peledak non-nuklir terbesar di dunia. Pada 1999, Rusia menggunakan senjata tersebut selama perang di Chechnya, sehingga mengundang kecaman dari Human Rights Watch. Selain itu, senjata Termobarik buatan Rusia dilaporkan digunakan dalam perang saudara Suriah oleh rezim Bashar al-Assad. Kontroversi seputar senjata-senjata ini terus berlanjut, ketika duta besar Ukraina untuk AS Oksana Markarova menuduh Rusia menggunakan senjata Thermobaric dalam invasi ke Ukraina. Informasi yang tersedia untuk umum menguatkan klaim ini, karena Kementerian Pertahanan Inggris (MOD) mengungkapkan bahwa Rusia menggunakan senjata termobarik di Ukraina. Kementerian Pertahanan melaporkan, Rusia mengakui penggunaan sistem senjata TOS-1A, yang menggunakan roket termobarik, sehingga menimbulkan efek pembakar dan ledakan. Militer Rusia menyebut unit-unit ini sebagai penyembur api berat yang mampu meluncurkan roket hingga jarak 9 kilometer. Sedangkan dalam perang di Gaza, tim Euro-Med Monitor di Gaza melaporkan penggunaan persenjataan Termobarik oleh Israel, khususnya bom vakum dalam serangannya. Senjata ini mengakibatkan kehancuran yang luas dan kemampuan untuk meratakan bangunan bertingkat. (zul-AP) Baca juga :

Read More

Israel Bombardir Wilayah Selatan Gaza

Khan Younis — 1miliarsantri.net : Israel mulai membombardir daerah-daerah di selatan di mana warga Palestina mencari keselamatan. Sementara Israel mulai mengevakuasi warganya di kota besar di utara dekat perbatasan Lebanon. Evakuasi ini merupakan tanda terbaru dari invasi darat Israel ke Gaza yang dapat memicu gejolak regional. Warga Palestina di Gaza melaporkan adanya serangan udara besar-besaran di Khan Younis di selatan. Mereka mengatakan ambulans membawa pria, wanita dan anak-anak ke Rumah Sakit Nasser di kota tersebut, rumah sakit terbesar kedua di Gaza yang sudah penuh dengan pasien dan orang yang mencari perlindungan. Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant memerintahkan pasukan darat untuk bersiap melihat Gaza “dari dalam.” Pernyataan ini mengisyaratkan serangan darat yang bertujuan untuk menghancurkan Hamas di Gaza dua pekan setelah serangan mendadak mereka ke Israel. Pejabat Israel belum memberikan jadwal untuk operasi semacam itu. Lebih dari satu juta orang mengungsi di Gaza, dan banyak di antara mereka yang mengindahkan perintah Israel untuk melakukan evakuasi ke wilayah utara wilayah pesisir yang tertutup. Rumah sakit-rumah sakit di Gaza yang kewalahan menjatah pasokan medis dan bahan bakar untuk generator yang semakin menipis. Sementara pihak berwenang menyiapkan logistik untuk pengiriman bantuan yang sangat dibutuhkan dari Mesir yang belum masuk. Para dokter di bangsal yang gelap di seluruh Gaza melakukan operasi dengan menggunakan cahaya ponsel dan menggunakan cuka untuk mengobati luka yang terinfeksi. Kesepakatan untuk mengirimkan bantuan ke Gaza melalui Rafah, satu-satunya jalur penyeberangan di wilayah tersebut yang tidak dikendalikan oleh Israel , masih rapuh. Israel mengatakan pasokan tersebut hanya dapat disalurkan kepada warga sipil dan akan “menggagalkan” pengalihan apa pun yang dilakukan Hamas. Lebih dari 200 truk dan sekitar 3.000 ton bantuan ditempatkan di atau dekat Rafah. Namun pekerjaan perbaikan jalan di sisi Gaza yang rusak akibat serangan udara belum dimulai. Israel mengevakuasi warganya yang tinggal di dekat Gaza dan Lebanon dan menempatkannya di hotel-hotel lain di negara itu dalam program yang didanai negara. Pada Jumat (20/10/2023) Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan rencana evakuasi di Kiryat Shmona, sebuah kota berpenduduk lebih dari 20.000 penduduk di dekat perbatasan Lebanon. Kelompok Hizbullah di Lebanon yang memiliki persenjataan besar berupa roket jarak jauh, hampir setiap hari saling baku tembak dengan Israel di sepanjang perbatasan. Kelompok yang didukung Iran ini mengisyaratkan akan ikut berperang jika Israel berusaha memusnahkan Hamas. Iran yang mendukung Hizbullah dan Hamas mendukung rencana tersebut. Sementara Presiden AS Joe Biden menjanjikan dukungan yang tak tergoyahkan bagi keamanan Israel, “hari ini dan selamanya.” Ia menambahkan dunia “tidak bisa mengabaikan kemanusiaan warga Palestina yang tidak bersalah” di Jalur Gaza yang terkepung. Dalam pidatonya di Ruang Oval, beberapa jam setelah kembali ke Washington dari kunjungan darurat ke Israel, Biden membedakan antara warga Palestina pada umumnya dan Hamas. Ia menghubungkan perang yang terjadi saat ini di Gaza dengan invasi Rusia ke Ukraina. Biden mengatakan Hamas dan Presiden Rusia Vladimir Putin “ingin sepenuhnya memusnahkan demokrasi di negara tetangga.” Biden mengatakan ia mengirimkan “permintaan anggaran mendesak” ke Kongres pada untuk mencakup bantuan militer darurat ke Israel dan Ukraina. (Satria/AP) Baca juga :

Read More

Banyaknya Kritikan Pedas Atas Serangan yang dilakukan Israel

Yerusalem — 1miliarsantri.net : Sejak Taufan Al-Aqsa pada 7 Oktober lalu, perhatian dunia terfokus pada rentetan rudal yang ditembakkan militer Israel ke Jalur Gaza. Demikian pula perlawanan yang dilakukan pejuang Gaza. Sedikit saja yang memperhatikan langkah politik zionis Israel yang menangkap siapa saja yang mengkritik serangan udara Israel ke Jalur Gaza. Penjajah juga menangkap para pendukung Hamas. Majalah Israel “972” melaporkan, semua warga Palestina dan sebagian orang Yahudi menentang tindakan militer Israel memblokade total dan menyerang Jalur Gaza melalui udara. Majalah tersebut menerbitkan sebuah artikel investigasi yang dilakukan jurnalis Ghosn Bsharat, Oren Ziv, dan Baker Zoabi. Mereka mengungkapkan, di tengah kesibukan dunia menyaksikan penghancuran Gaza, zionis Israel justru melancarkan penangkapan terhadap siapa saja yang mengkritik serangan tersebut. Zionis Israel bahkan mengintervensi para pengusaha untuk memecat karyawan yang mengkritik dan mendukung Hamas. Perkara postingan di laman facebook saja bisa berbuah penangkapan. Majalah itu mencontohkan sebuah surat kepada mahasiswa dari Fakultas Yahudi Israel di Central Israel College. Mahasiswa tersebut ditegur melalui surat resmi hanya karena mengubah foto profil dengan kometar “the Ghetto Gaza akan dibebaskan.” Surat tersebut berisi, “mengingat bahayanya, postingan Anda mengakibatkan Anda diskors sambil menunggu penyelidikan disipliner yang akan dilakukan terhadap Anda dalam beberapa hari mendatang.” Majalah tersebut menunjukkan, Kantor Kejaksaan Agung meminta para petinggi sebuah universitas karena mahasiswa menerbitkan sebuah tulisan yang mengecam tindakan Israel di Jalur Gaza dan memuji Hamas. Data nama-nama mahasiswa yang terlibat daam tulisan diminta pihak kepolisian untuk diselidiki pada tingkat pidana di luar hukuman disiplin dari universitas. Namun, meningkatnya penganiayaan dalam beberapa hari terakhir tidak hanya terbatas pada institusi akademis. Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadaan Darurat di Komunitas Arab melaporkan, setidaknya 30 warga Palestina di Israel telah dipecat dari pekerjaan, karena postingan media sosial yang dianggap mendukung Hamas. Polisi Israel mengungkapkan, sekitar 170 warga Palestina telah ditangkap atau diserahkan untuk diinterogasi. Kantor Kejaksaan Agung mengatakan bahwa mereka “tidak memberikan toleransi” terhadap mereka yang menyatakan “dukungan terhadap musuh,” dan bagi mereka yang ingin menyakiti tentara Israel “saat mereka melawan musuh yang mematikan.” . Direktur Pusat Kehakiman, Hassan Jabareen, mengatakan, kantor pusat “menerima laporan tentang penangkapan ilegal yang sering dilakukan secara brutal dan larut malam tanpa alasan, semuanya berdasarkan postingan di media sosial,” yang mencerminkan “tren penganiayaan dan pelarangan yang disengaja dan disengaja.” Pusat itu telah menerima laporan tentang orang-orang yang dipanggil untuk penyelidikan polisi atau diinterogasi hanya karena “menyukai” postingan di media sosial. Mengutip Al Jazeera, dalam kasus aneh lainnya yang terlihat minggu lalu, Amer Al-Huzayel, calon walikota kota Rahat Badui, ditangkap karena dicurigai “membantu musuh di masa perang” berdasarkan analisis politik singkat yang dia lakukan. Dia menulis di Facebook memaparkan pendapat tentang kemungkinan Israel menduduki kembali Jalur Gaza. Perwakilan polisi berkata, dia “mempublikasikan beberapa postingan, termasuk satu yang kami yakini membantu musuh.” Dalam konteks yang sama, penyanyi terkenal Palestina Dalal Abu Amna – yang memiliki lebih dari satu juta pengikut – ditangkap karena postingan. Dia menulis, “Tidak ada pemenang selain Tuhan.” Kantor Polisi juga mengintimidasi aktivis sayap kanan yang dan mengirimi mereka beberapa pesan ancaman. Pesan itu sempat tidak dibalas. Tiba-tiba polisi datang ke rumahnya dan langsung melakukan penangkapan. Kampanye melawan kebebasan berekspresi ini melampaui tingkat lembaga negara dan akademis hingga ke masyarakat luas, seperti yang dikatakan majalah tersebut. Israel Frey, jurnalis Yahudi sayap kiri dan kritikus vokal terhadap kebijakan Israel, menjadi sasaran kampanye intimidasi. Dia menyatakan, Petugas polisi yang membawanya untuk diinterogasi. Dia diludahi, diserang secara fisik, dan menuduhnya “mendukung Hamas.” (rid/AP) Baca juga :

Read More

Pemerintah Kerajaan Saudi Luncurkan Bus Menghubungkan 200 Kota

Riyadh — 1miliarsantri.net : Pemerintahan Arab Saudi menandai tonggak penting dalam sektor transportasi dan logistik dengan diresmikannya layanan bus antarkota. Bus antarkota ini nantinya akan menghubungkan 200 kota dan provinsi di seluruh wilayah kerajaan Saudi. Inisiatif ini, yang merupakan kolaborasi antara Arab Saudi dan mitra internasional, berupaya menawarkan layanan bus penumpang yang komprehensif. Tiga mitra global utama akan mempelopori operasi ini di wilayah konsesi yang ditentukan melalui 76 rute. Mereka siap melayani lebih dari enam juta penumpang setiap tahunnya dengan armada modern. Bus-bus dilengkapi dengan teknologi ramah lingkungan. Proyek ini terutama bertujuan memberikan pilihan transportasi yang beragam kepada para komuter, memfasilitasi transit antarkerajaan yang lebih lancar, mengurangi emisi karbon, meningkatkan langkah-langkah keselamatan, dan mengurangi lalu lintas jalan raya. Menteri Transportasi dan Logistik dan Ketua Dewan Direksi Otoritas Umum Transportasi (TGA) Saleh Al Jasser mengatakan potensi proyek ini menghasilkan lebih dari 35 ribu lapangan kerja langsung dan tidak langsung serta meningkatkan PDB sebesar 3,2 miliar riyal Saudi. “Sejak dimulainya Strategi Nasional Layanan Transportasi dan Logistik oleh Putra Mahkota Arab Saudi telah menyaksikan perkembangan besar di semua sektor transportasi dan logistik,” terang Al Jasser. Dia juga menekankan adanya lonjakan aktivitas transportasi yang signifikan sebesar 46 persen selama tahun 2022 dibandingkan tahun sebelumnya. Aspek penting dari inisiatif ini adalah keberhasilannya sebagai proyek investasi asing pertama di bidang transportasi bus di Kerajaan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan standar layanan dan memperkuat kolaborasi sektor swasta. Al Jasser menegaskan upaya berkelanjutan untuk menyempurnakan layanan, meningkatkan daya saing, mengintegrasikan berbagai moda transportasi, dan memperkenalkan solusi transportasi canggih dan berkelanjutan. Pemahaman penting tentang aliansi dan wilayah operasional mereka, yang selaras dengan Strategi Transportasi dan Logistik Nasional, dibagikan pada acara tersebut. “Salah satu tujuan penting strategi ini adalah meningkatkan penggunaan transportasi umum dari 1 persen menjadi 15 persen pada tahun 2030, dan yang terpenting, mengurangi emisi karbon dari transportasi sebesar 25 persen pada tahun yang sama,” pungkasnya. (dul) Baca juga :

Read More

Kementerian Pariwisata Malaysia Lucurkan Paket Wisata Ramah Muslim

Kuala Lumpur — 1miliarsantri.net : Menteri Pariwisata Malaysia, Datuk Seri Tiong King Sing, menyebut pihaknya tengah mempersiapkan rencana baru terkait industri pariwisata. Kementerian Federal Pariwisata, Seni dan Budaya (Motac) saat ini sedang dalam proses menghadirkan paket mewah, dalam upaya menarik lebih banyak wisatawan Muslim dari Timur Tengah dan Cina. Menurut dia, Motac rencananya akan meluncurkan sebuah paket wisata ramah Muslim tersebut, pada awal bulan November nanti. “Mengingat besarnya populasi Muslim di Timur Tengah dan Tiongkok, Motac siap menjalin kerja sama dengan pemain lokal untuk mengembangkan paket wisata mewah yang kreatif dan menarik, khususnya di sektor golf, medis dan lainnya,” kata dia dikutip di Malay Mail, Selasa (17/10/2023). Sehubungan dengan rencana itu, Motac dan Islamic Tourism Center of Malaysia disebut akan menjalin kerja sama dengan Tourism Malaysia. Kedua pihak akan melakukan kegiatan promosi di Asia, Timur Tengah dan Eropa. Dalam unggahannya di akun Facebook miliknya, Tiong mengimbau kepada seluruh pihak terkait untuk segera melakukan kursus sertifikasi dan pelatihan. Hal ini memiliki manfaat dalam memberikan paparan kepada pelaku industri lokal, di pasar pariwisata Muslim. Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan bahwa kursus dan pelatihan tersebut juga akan membantu pemain lokal merencanakan dan menghasilkan paket yang sesuai dan kompetitif. Masih dalam tulisannya tersebut, Tiong mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan perwakilan dari asosiasi pariwisata di Malaysia. Mereka berdiskusi tentang cara mengintensifkan upaya promosi di tingkat internasional. Selanjutnya, mereka juga membahas bagaimana cara mengembangkan pasar ramah Muslim, sekaligus menciptakan konsensus industri, termasuk memberikan subsidi dan bantuan kepada operator pariwisata. Adapun Motac disampaikan akan mendengarkan kebutuhan seluruh pelaku pariwisata di Tanah Jiran dan memastikan bantuan disalurkan secara merata ke semua pihak. “Kementerian berkomitmen membantu dan mendukung sektor pariwisata dalam upaya memajukan perekonomian negara,” pungkas Menteri Pariwisata Malaysia ini. (ric) Baca juga :

Read More

Israel Masih Menghambat Upaya Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Jalur Gaza

Kairo — 1miliarsantri.net : Pemerintah Mesir mengungkapkan, jalur penyeberangan Rafah, yang menjadi pintu lalu lintas masuk utama ke Jalur Gaza, tidak ditutup secara resmi. Tapi truk-truk pengangkut bantuan kemanusiaan tak dapat melintas akibat terus berlanjutnya serangan udara Israel di sisi Gaza. Disisi lain Israel berupaya menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza “Ada kebutuhan mendesak untuk meringankan penderitaan warga sipil Palestina di Gaza. Sampai saat ini Pemerintah Israel belum mengizinkan untuk membuka penyeberangan Rafah dari sisi Gaza untuk memungkinkan masuknya bantuan dan keluarnya warga negara ketiga,” ungkap Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry kepada wartawan, Senin (16/10/2023), seraya menambahkan bahwa pembicaraan dengan Israel tidak membuahkan hasil. Shoukry menambahkan, Mesir menginginkan agar jalur penyeberangan Rafah dapat berfungsi seperti biasanya. Termasuk bagi warga Palestina yang mencari perawatan medis atau perjalanan normal. Sebelumnya dua sumber keamanan Mesir mengatakan kepada Reuters bahwa gencatan senjata di Gaza selatan yang berlangsung beberapa jam telah disepakati pada Senin pagi. Hal itu guna memfasilitasi proses pengiriman bantuan dan evakuasi di Rafah. Namun Israel kemudian membantah adanya kesepakatan semacam itu. “Saat ini tidak ada gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan di Gaza sebagai imbalan atas keluarnya orang asing,” kata sebuah pernyataan dari kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pejabat Hamas Izzat El-Reshiq menyampaikan hal yang sama kepada Reuters. Menurut laporan Al Arabiya, perbatasan Rafah ke Gaza dibuka pada Senin pagi waktu setempat. Namun, menurut laporan Lembaga nonpemerintah Mesir, Sinai Foundation for Human RightsKesepakatan pembukaan penyeberangan Rafah, yang dijadwalkan pada Senin pagi, terhenti. Terhentinya kesepakatan pembukaan penyeberangan Rafah ini dikarenakan adanya desakan dari pihak Israel untuk memeriksa seluruh truk bantuan kemanusiaan sebelum memasuki Jalur Gaza. Terdapat lebih dari 100 truk yang mengangkut bantuan kemanusiaan mengantre untuk memasuki Jalur Gaza. Menurut dua sumber dan seorang saksi di lokasi yang dikutip Reuters, truk-truk pengangkut ratusan ton bantuan dari LSM serta beberapa negara sedang menunggu di kota Al-Arish di Mesir untuk mendapatkan kondisi yang memungkinkan masuk ke Gaza. Secara terpisah, video Reuters menunjukkan truk bahan bakar berbendera PBB tampak meninggalkan Gaza menuju Mesir melalui penyeberangan Kerem Shalom yang dikuasai Israel. Pertempuran antara Hamas dan Israel telah berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak 7 Oktober 2023. Korban luka dan jiwa, baik di Israel maupun di Jalur Gaza, terus bertambah. Di Gaza, jumlah korban meninggal telah mencapai 2.750 jiwa. Angka itu telah melampaui korban jiwa dalam agresi paling brutal Israel ke Gaza yang berlangsung selama sekitar enam pekan pada 2014. Kala itu, menurut data PBB, jumlah warga Palestina yang terbunuh mencapai 2.251 jiwa. “Dalam pembaruan terbarunya, Kementerian Kesehatan mengatakan 2.750 warga Palestina terbunuh dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza yang terkepung, dan lebih dari 9.700 orang terluka sejak dimulainya agresi Israel pada 7 Oktober,” terang kantor berita Palestina, WAFA, dalam laporannya, Senin (16/10/2023). Dari jumlah korban meninggal di Jalur Gaza saat ini, lebih dari 700 di antaranya merupakan anak-anak. Sementara korban jiwa di kalangan perempuan hampir mencapai 400 orang. Menurut PBB, serangan udara Israel yang dimulai sejak 7 Oktober 2023 lalu, juga telah menyebabkan setidaknya 1 juta warga Gaza terlantar dan mengungsi. Kelompok The Euro-Med Human Rights Monitor (EMHRM), dalam keterangannya pada Sabtu (14/10/2023) mengungkapkan, agresi Israel menghancurkan 2.650 bangunan tempat tinggal di Gaza. Kini kondisi kehidupan warga Palestina di Jalur Gaza juga sangat mengkhawatirkan. Hal itu karena Israel memberlakukan blokade total terhadap wilayah tersebut. Pasokan barang-barang esensial, seperti makanan, obat-obatan, termasuk listrik dan air, diberhentikan. (ram/reu) Baca juga :

Read More

Hamaz Himbau Penduduk Gaza Tetap Tinggal Dirumah

Gaza — 1miliarsantri.net : Pejabat Hamas mengatakan kepada penduduk Jalur Gaza untuk tetap tinggal di rumah pada Jumat (13/10/2023). Saran tersebut bertentangan dengan seruan militer Israel agar lebih dari satu juta warga sipil pindah ke selatan dalam waktu 24 jam. Permintaan itu disampikan melalui pengumuman di masjid. Masjid-masjid yang berada di Gaza menyiarkan pesan: “Pertahankan rumahmu. Pertahankan tanahmu.” Sebelum permintaan tersebut, Militer Israel memerintah warga sipil Kota Gaza untuk mengungsi ke selatan. “Teroris Hamas bersembunyi di Kota Gaza di dalam terowongan di bawah rumah dan di dalam bangunan yang dihuni warga sipil Gaza yang tidak bersalah,” ujarnya. Tapi, Hamas mendesak warga Palestina untuk mengabaikan seruan tersebut. Kelompok yang memimpin wilayah Gaza itu menggambarkannya sebagai disinformasi yang dirancang untuk menyebarkan kepanikan dan memfasilitasi rencana Israel untuk menyerang dan menghancurkan kelompok militan tersebut. Israel telah melancarkan serangan udara terberat di Gaza. Militer pun telah mengerahkan 300 ribu tentara cadangan dan mengumpulkan tank di dekat perbatasan sebagai respons terhadap serangan Hamas. Ancaman invasi darat telah memunculkan gambaran Nakba yang mengacu pada perang pada 1948 yang menyebabkan perampasan massal wilayah Palestina. Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di Amman, bahwa dia juga menolak pemindahan paksa warga Palestina di Gaza. Dia mengatakan kejadian seperti itu akan menjadi Nakba kedua. Analis Gaza Talal Okal juga menggambarkan perintah relokasi Israel sebagai upaya untuk mendorong rakyat Palestina di Gaza ke dalam Nakba. “Seperti yang mereka lakukan pada 1948 ketika mereka mengusir orang-orang dari Palestina yang bersejarah dengan menjatuhkan barel bahan peledak ke kepala mereka, hari ini Israel mengulangi hal yang sama di depan mata dunia dan kamera langsung,” kata Okal. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Hamas Eyad Al-Bozom mendesak masyarakat Arab di mana pun dan terutama di negara-negara yang berbatasan dengan Israel untuk mendukung rakyat Gaza. “Kami memberi tahu masyarakat di Gaza utara dan Kota Gaza, tetap tinggal di rumah dan tempat Anda. Dengan melakukan pembantaian terhadap warga sipil, penjajah ingin sekali lagi mengusir kami dari tanah kami,” katanya. “Pemindahan 1948 tidak akan terjadi. Kami akan mati dan kami tidak akan pergi,” kata Bozom pada konferensi pers yang diadakan di rumah sakit Shifa di Kota Gaza. Badan Pengungsi Palestina PBB menggambarkan seruan militer tersebut sebagai hal yang mengerikan. UNRWA mengatakan, bahwa daerah kantong tersebut dengan cepat menjadi lubang neraka. “Ini hanya akan menyebabkan tingkat kesengsaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan semakin mendorong orang-orang untuk melakukan evakuasi. Gaza ke dalam jurang,” ujar Komisaris Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini. Lazzarini mengatakan, lebih dari 423 ribu orang telah mengungsi sejak 7 Oktober 2023 dengan 270 ribu orang mengungsi di tempat penampungan UNRWA. “Skala dan kecepatan krisis kemanusiaan yang terjadi sangat mengerikan. Gaza dengan cepat menjadi lubang neraka dan berada di ambang kehancuran,” katanya. Menurut Lazzarini, UNRWA sedang berjuang untuk memenuhi mandatnya ketika lebih dari dua juta orang di Gaza terjebak dalam konflik. “Tidak ada pengecualian, semua pihak harus menjunjung hukum perang, bantuan kemanusiaan harus diberikan di sepanjang waktu untuk warga sipil,” ujarnya. Lazzarini juga menyerukan kepada semua pihak yang mempunyai pengaruh untuk mengakhiri tragedi ini segera memberikan akses kemanusiaan. Dia meminta agar memberikan perlindungan tanpa syarat kepada warga sipil, yang banyak diantaranya adalah perempuan dan anak-anak. “Saatnya bagi umat manusia untuk menang adalah sekarang,” kata pejabat itu. Lebih dari 1.300 warga Israel meninggal dalam serangan pada 7 Oktober. Serangan udara Israel telah membunuh lebih dari 1.400 orang di Gaza sejauh ini. Korban jiwa di Gaza dimungkinkan akan meningkat dengan serangan yang terus-menerus dilakukan dan kemungkinan invasi darat Israel. Terlebih lagi Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin mengatakan, Pentagon siap untuk mengerahkan lebih banyak bantuan militer ke Israel. Austin mengatakan, amunisi, kemampuan pertahanan udara, dan peralatan serta sumber daya lainnya mengalir dengan cepat ke sekutu terdekat Washington di Timur Tengah. “Kelompok penyerang USS Gerald R. Ford kini berada di wilayah yang dipimpin oleh kapal induk terbesar di dunia. Kami telah menambah skuadron pesawat tempur AS di Timur Tengah dan … siap sepenuhnya untuk mengerahkan aset tambahan jika diperlukan,” ujarnya di Tel Aviv. (rio/AP) Baca juga :

Read More