Mendagri Singapura Sebut Status Kedubes Israel Tidak Pantas

Singapura — 1miliarsantri.net : Pemerintah Singapura telah meminta kedutaan besar Israel di negara tersebut untuk menurunkan unggahan di Facebook tentang Palestina. Unggahan itu jelas-jelas tidak dapat diterima. Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri Singapura K Shanmugam seperti dilansir dari laman Channel News Asia, Selasa (26/3/2024). Sebelumnya pada Ahad (24/3/2024), akun Facebook kedutaan besar Israel mengunggah status yang membandingkan antara penyebutan Israel dan Palestina di Alquran. Dalam unggahan itu dikatakan, “Israel disebutkan 43 kali di Alquran. Sebaliknya Palestina tak disebutkan sama sekali.” Setiap bukti arkeologi – peta, dokumen, koin, menghubungkan tanah Israel dengan orang-orang Yahudi sebagai penduduk asli tanah tersebut.” Status ini belakangan telah dihapus pada hari yang sama. Menteri Shanmugam mengatakan kepada wartawan bahwa ia sangat kesal mengetahui postingan tersebut. “Kementerian Dalam Negeri telah menginformasi Kementeri Luar Negeri agar memberitahukan ke kedutaan Israel bahwa status tersebut harus diturunkan sesegera mungkin,” katanya. Shanmugam menilai tulisan dengan unggahan itu jelas-jelas salah. Pertama, kata ia, status tersebut tidak sensitif dan tidak pantas. Hal ini berisiko merusak keselamatan, keamanan, dan keharmonisan di Singapura. “Kami ingin keselamatan semua mereka yang tinggal di Singapura, mayoritas ataukah minoritas, termasuk Yahudi dan Muslim,” ujarnya. Ia menekankan bahwa unggahan seperti ini dapat “menyulut ketegangan dan dapat membahayakan komunitas Yahudi di sini. “Kemarahan dari postingan tersebut berpotensi meluas ke ranah fisik.” Sementara, Kedutaan Besar Israel menyebut bahwa unggahan itu dibuat tanpa persetujuan resmi. “Kami telah mengambil langkah terhadap pihak yang membuat status tersebut.” (don) Baca juga :

Read More

Sebanyak 24 Anak-Anak Gaza Ditahan Zionis Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Komisi Urusan Tahanan dan Masyarakat Tahanan Palestina dalam pernyataan bersama pada Ahad (24/3/2024) mengungkap sekitar 24 anak-anak Palestina dari Jalur Gaza ditahan oleh Israel di Penjara Megiddo. Menurut pernyataan tersebut, pihak berwenang Israel menahan sekitar 200 anak Palestina, termasuk lebih dari 40 anak yang ditahan tanpa kasus hukum atau tanpa diadili berdasarkan kebijakan penahanan administratif Israel yang terkenal kejam. “Sekitar 94 anak ditahan di penjara di Israel utara, termasuk 24 dari Gaza. Otoritas penjara (Israel) terus menerapkan tindakan hukuman terhadap tahanan anak-anak dengan perlakuan serupa dengan yang dilakukan terhadap tahanan dewasa sejak 7 Oktober,” ungkap pernyataan itu. Pernyataan dari pihak komisi Palestina itu juga menyebutkan bahwa anak-anak yang ditahan di penjara-penjara Israel dilarang mendapatkan kunjungan keluarga. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan konsensus mendesak Israel untuk menggelar gencatan senjata di Gaza dan tidak menyerang Rafah semakin menguat. Hal ini ia sampaikan dalam konferensi pers saat berkunjung ke Yordania. “Kami melihat semakin kuatnya konsensus di masyarakat internasional untuk memberitahu Israel gencatan senjata diperlukan. Dan saya juga melihat semakin tumbuh konsensus, saya mendengar di AS (Amerika Serikat), saya mendengar dari Uni Eropa, belum lagi tentu saja dunia Muslim, untuk memberi tahu dengan jelas kepada Israel invasi darat apapun ke Rafah dapat menimbulkan bencana kemanusiaan,” kata Guterres dikutip Senin (25/3/2024). Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Tel Aviv akan melancarkan serangan darat ke kota paling selatan Gaza, Rafah. Di mana lebih dari 1,1 juta pengungsi dari daerah lain di Jalur Gaza kini tinggal. Sebelumnya Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer mengatakan pasukan Israel akan menginvasi Rafah dan mengalahkan Hamas bahkan bila seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, menentang Israel. Israel telah melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sejak kelompok perlawanan Palestina, Hamas, melakukan serangan lintas batas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel. Lebih dari 32.200 warga Palestina telah terbunuh dan lebih dari 74.500 orang terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok. Serangan Israel telah menyebabkan 85 persen penduduk Gaza terpaksa mengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur, menurut PBB. Israel digugat di Mahkamah Internasional (ICJ) atas tindakan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Putusan sementara ICJ pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. (zul)

Read More

Israel Kembali Melarang Bantuan Masuk ke Jalur Gaza Utara

Istanbul — 1miliarsantri.net : Tentara zionis Israel melarang masuk bantuan ke Jalur Gaza utara untuk kedua kalinya pekan ini. Hal itu dikonfirmasi oleh Komisaris Jenderal Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini. “Hari ini Otoritas Israel kembali melarang masuk konvoi UNRWA yang membawa pasokan makanan yang sangat dibutuhkan ke wilayah utara, di mana warganya berada di ambang kelaparan,” ungkap Lazzarini di platform X dikutip Ahad (24/3/2024). Dia menambahkan, terakhir kali UNRWA mengirim bantuan makanan ke wilayah utara hampir dua bulan lalu. “Saya sudah berkali-kali katakan: ini adalah kelaparan akibat ulah manusia dan bencana kelaparan yang masih bisa dihindari,” imbuhnya. Lazzarini menekankan bahwa “otoritas Israel harus mengizinkan pengiriman skala besar bantuan makanan ke wilayah utara, termasuk melalui UNRWA, organisasi kemanusiaan terbesar di Gaza.” “Sementara itu, anak-anak bakal terus meninggal akibat gizi buruk dan dehidrasi di bawah pengawasan kami,” ungkap Lazzarini seraya menegaskan bahwa hal yang amat berat ini tidak bisa dimaklumi. Israel meluncurkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas kelompok perlawanan Palestina, Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan sekitar 1.200 orang Israel. Lebih dari 32.100 warga Palestina, kebanyakan perempuan dan anak-anak, syahid di Gaza dan lebih dari 74 ribu orang lainnya terluka. Serangan tersebut juga menyebabkan kehancuran massal, pengungsian, dan krisis kebutuhan pokok. Israel dituduh melakukan genosida dalam gugatan yang diajukan ke Mahkamah Internasional (ICJ). Putusan sementara ICJ pada Januari memerintahkan Tel Aviv agar menghentikan aksi genosida. Israel juga diminta mengambil tindakan untuk memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada warga sipil di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Rusia dan Tiongkok Memveto Sesolusi AS Mengenai Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Rusia dan Tiongkok memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB tentang Gaza yang diusulkan Amerika Serikat. Rancangan AS tersebut merupakan “lampu hijau yang efektif bagi Israel untuk melancarkan operasi militer di Rafah. Di Tel Aviv, Menteri Luar Negeri AS Blinken mengatakan para pemimpin Israel berisiko kehilangan dukungan di seluruh dunia, Hal ini jika mereka memerintahkan serangan darat ke Rafah. Setidaknya 32.070 warga Palestina telah terbunuh dan 74.298 terluka dalam serangan Israel di Gaza sejak 7 Oktober. Jumlah korban tewas di Israel akibat serangan Hamas pada 7 Oktober mencapai 1.139 orang, dengan puluhan orang ditawan. Sementara itu, keluarga tawanan Israel meminta Biden untuk menekan Netanyahu agar mencapai kesepakatan Sebuah surat yang ditandatangani oleh 587 anggota keluarga dari 81 tawanan yang masih ditahan di Gaza menyerukan kepada Presiden AS Joe Biden untuk mendorong perjanjian pertukaran tawanan. “Kami mendorong Anda untuk menggunakan cara yang tersedia untuk menekan dan meyakinkan semua pihak, termasuk perdana menteri Israel, untuk menyetujui kesepakatan yang Anda nilai masuk akal,” tulis mereka. Sebagai sekutu terdekat Israel, kami meminta bantuan Anda untuk mengarahkan perdana menteri Israel ke arah tindakan yang tepat.” Kerabat Israel mengatakan mereka menghubungi Biden secara langsung karena mereka frustrasi dengan “kurangnya komunikasi dan komitmen” dari Benjamin Netanyahu dan kabinet perangnya. “Kami percaya pada kemampuan Anda untuk menegosiasikan kesepakatan yang memprioritaskan keamanan dan kesejahteraan semua orang yang terkena dampak dan ingin membantu Anda dalam memobilisasi dukungan untuk kesepakatan tersebut.” Sementara itu kemarin dilaporkan, drone Israel berputar-putar di sekitar Rafah. Adanya pemandangan itu warga pun merasa ketakutan Drone tersebut tidak berhenti melayang di dekat sekitar Rumah Sakit Kuwait dalam beberapa jam terakhir, serta daerah pusat Rafah lainnya. Mereka berputar-putar untuk mengumpulkan lebih banyak informasi intelijen tentang kemungkinan sasaran yang diperkirakan akan diserang dalam beberapa jam mendatang. Jurnalis Al Jazeera juga memperhatikan besarnya ukuran drone militer ini. Mereka terlihat jelas karena terbang pada ketinggian yang sangat rendah. Warga Rafah pun benar-benar ketakutan dan terintimidasi karena mereka yakin akan terjadi serangan tanpa mengetahui kapan dan di mana serangan tersebut akan terjadi. (zul/AP) Baca juga :

Read More

Koresponden Aljazirah Dibebaskan Setelah Disiksa Pasukan Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Koresponden Aljazirah, berbahasa Arab Ismail al-Ghoul telah dibebaskan setelah ditangkap selama 12 jam dan dipukuli habis-habisan oleh pasukan Israel di Rumah Sakit al-Shifa Kota Gaza. Al-Ghoul berada di sana pada Senin (18/3/2024), pagi bersama krunya dan wartawan lainnya untuk meliput serangan keempat tentara Israel ke rumah sakit tersebut, di mana ribuan warga sipil terjebak, termasuk staf medis, pasien, dan keluarga pengungsi. Saksi mata mengatakan, reporter Aljazirah tersebut diseret oleh pasukan Israel, yang juga menghancurkan kendaraan penyiaran kru berita di fasilitas medis tersebut. Dia kemudian dibebaskan setelah 12 jam ditahan Israel. Al-Ghoul mengatakan kepada Aljazirah, setelah pembebasannya bahwa pasukan Israel telah menghancurkan peralatan media dan menangkap jurnalis yang berkumpul di sebuah ruangan yang digunakan oleh tim media. Dia mengatakan, para jurnalis itu ditelanjangi dan dipaksa tengkurap dengan mata ditutup dan tangan mereka diikat. “Tentara Israel akan melepaskan tembakan untuk menakuti mereka jika ada gerakan,” ungkap al-Ghoul. Ia menambahkan, ia telah mendengar beberapa rekannya juga dibebaskan, namun ia tidak memiliki cukup informasi mengenai keberadaan mereka. Rumah Sakit Al-Shifa, yang terbesar di Jalur Gaza, telah menjadi basis bagi jurnalis untuk melaporkan perang Israel selama lebih dari lima bulan di wilayah kantong Palestina. Hani Mahmoud dari Aljazirah, melaporkan dari Rafah, mengatakan al-Ghoul “disiksa, dipukuli dan ditahan oleh militer Israel bersama dengan anggota krunya di darat”. Mahmoud, mengutip para saksi, mengatakan banyak warga Palestina yang dipukuli dan dicaci-maki, beberapa di antaranya ditutup matanya dan tangan mereka diikat ke belakang. “Mereka kemudian dimasukkan ke dalam truk militer Israel dan dibawa ke lokasi yang tidak diketahui,” bebernya. Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, pasukan Israel meluncurkan rudal dan melepaskan tembakan ke salah satu gedung rumah sakit, membunuh dan melukai warga Palestina, dan sebagian halaman rumah sakit dibuldoser. Menurut Mahmoud, pasukan Israel juga telah menangkap lebih dari 80 warga Palestina lainnya, termasuk “staf medis perempuan dan jurnalis lainnya”. “Tentara Israel membuat daftar tuduhan bahwa mereka mencari orang-orang yang dicari di dalam kompleks tersebut tetapi sejauh ini belum memberikan bukti substansial, untuk membenarkan apa yang terjadi di dalam al-Shifa,” imbuhnya. Israel telah berulang kali mengatakan Hamas, kelompok bersenjata Palestina yang memerintah Jalur Gaza yang terkepung, telah “berkumpul kembali” di dalam al-Shifa dan “menggunakannya untuk memerintahkan serangan terhadap Israel”. Mansour Shouman, seorang jurnalis warga yang pernah melaporkan dari Rumah Sakit al-Shifa dan Nasser di Gaza selatan, menggambarkan rumah sakit di wilayah tersebut sebagai “kota kecil” tempat para jurnalis berusaha “menyampaikan berita ke dunia”. Rumah sakit adalah salah satu dari sedikit daerah yang memiliki generator, yang penting untuk menyediakan layanan internet, kata Shouman kepada Aljazirah. (zul) Baca juga :

Read More

Situasi Mengerikan di Palestina Harus Benar-benar Dapat Dihindari

New York — 1miliarsantri.net : Kepala kantor koordinasi bantuan kemanusiaan PBB (OCHA) Martin Griffiths mengecam kegagalan masyarakat internasional mencegah kelaparan “yang akan segera” terjadi di Gaza. Lembaga amal asal Inggris, Oxfam mengatakan kelaparan itu sengaja diciptakan Israel. “Lebih dari satu juta orang beresiko karena mereka terputus dari bantuan yang dapat menyelamatkan nyawa, pasar-pasar ambruk dan ladang hancur. Masyarakat internasional harus menanggung malu karena gagal menghentikan ini,” ungkap Griffiths di media sosial X seperti dikutip dari Aljazirah, Senin (18/3/2024) lalu. Griffiths mengatakan dunia harus “membanjiri” Gaza dengan makanan dan bantuan. Tidak ada waktu untuk disia-siakan. Direktur kemanusiaan global The Integrated Food Security Phase Classification (IPC) Unni Krishnan mengatakan, berdasarkan analisa IPC bulan Desember lalu kelaparan dapat dicegah bila pertempuran dalam konflik Gaza dihentikan sementara dan bantuan kemanusiaan yang masuk ke kantong pemukiman itu ditingkatkan. Namun dua hal itu tidak terjadi. “Situasi mengerikan ini benar-benar dapat dihindari, dan belum terlalu terlambat untuk mengambil tindakan untuk mencegah lebih banyak anak-anak yang sekarat. Kami sepenuhnya setuju dengan peringatan IPC: Menunggu konfirmasi apakah kelaparan sudah terjadi atau benar-benar terjadi untuk mengambil tindakan radikal sama sekali tidak bisa dipertahankan,” terang Krishnan. Ia menambahkan ‘lebih mendesak dari sebelumnya, organisasinya menyerukan gencatan senjata secepatnya, tanpa syarat dan permanen serta peningkatan besar-besaran bantuan kemanusiaan. “Pembatasan bantuan, taktik pengepungan, dan serangan militer Israel terhadap warga sipil, bantuan kemanusiaan, pekerja kesehatan dan bantuan harus segera dihentikan. Kelaparan terhadap penduduk sipil adalah tindakan ilegal di bawah hukum kemanusiaan internasional,” ujar Krishnan. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan laporan IPC yang menyatakan kelaparan akan segera terjadi di Gaza utara merupakan “dakwaan yang mengerikan” atas kondisi di lapangan. “Ini adalah bencana yang sepenuhnya ulah manusia, dan laporan tersebut menjelaskan bencana ini dapat dihentikan,” katanya kepada para wartawan di kantor pusat PBB di New York. Sekretaris Jenderal PBB juga meminta Israel untuk memastikan akses ke bantuan kemanusiaan dapat masuk ke seluruh Gaza. (riz) Baca juga :

Read More

Israel Tembak Mati Polisi Pengaman Konvoi Bantuan Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Salah satu Jenderal Polisi di Palestina ditembak mati oleh pasukan zionis Israel saat bertugas mengamankan masuknya truk bantuan kemanusiaan ke Gaza utara. Peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin (18/3/2024) pagi. Faiq Mabhouh, direktur jenderal operasi polisi Gaza, dikreditkan untuk koordinasi baru-baru ini antara para pemimpin lokal dan badan pengungsi Palestina PBB, UNRWA, untuk mengamankan dan mendistribusikan bantuan yang datang dari selatan. Dilansir dari Middle East Eye pada Rabu (20/3/2024), lebih dari dua lusin truk bantuan memasuki Kota Gaza selama akhir pekan dan mencapai daerah terpencil di utara untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan. Usahanya menghasilkan masuknya truk bantuan dengan aman selama dua malam berturut-turut. Namun, setelah beberapa pekan, Israel menargetkan konvoi dan pencari bantuan. Menurut militer Israel, Mabhouh tewas dalam baku tembak dengan pasukan selama serangan yang sedang berlangsung di Rumah Sakit al-Shifa dan Kota Gaza barat. Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa sekitar satu dari tiga anak sekarang kekurangan gizi akut dan dua dari 10 ribu meninggal karena kelaparan. Lebih dari setengah populasi yang berada di ambang kelaparan berada di kegubernuran utara, di mana akses kemanusiaan sangat terbatas. Organisasi Pangan dan Pertanian PBB mengatakan, pada Senin, bahwa kelaparan diperkirakan terjadi di Gaza utara kapan saja antara sekarang dan Mei. Israel telah membantah membatasi masuknya bantuan ke Gaza, mengklaim bahwa PBB bertanggung jawab untuk memblokir pengiriman bantuan. Pada 21 Oktober, bantuan kemanusiaan terbatas telah diizinkan untuk mengalir melalui persimpangan, dengan beberapa bantuan diizinkan melalui persimpangan Karem Abu Salem (Kerem Shalom) di Gaza selatan pada akhir Desember. Penyeberangan kemudian ditutup lagi pada bulan Januari di tengah protes Israel yang memblokir bantuan ke jalur tersebut. Penyeberangan Rafah antara Gaza dan Mesir, satu-satunya pintu masuk dan keluar dari jalur yang tidak dikendalikan oleh Israel, telah tunduk pada pembatasan ketat dan beberapa serangan udara Israel sejak 7 Oktober, menciptakan hambatan truk bantuan di perbatasan. (zul) Baca juga :

Read More

Mossad dan Hamas Akan Bernegoisasi Dengan Mediator dari Qatar dan AS

Gaza — 1miliarsantri.net : Sebuah sumber mengatakan, Kepala intelijen Israel David Barnea diperkirakan akan memimpin perundingan gencatan senjata dengan mediator saat negosiasi dilanjutkan di Qatar untuk merespons proposal gencatan senjata baru Hamas. Sumber tersebut merupakan orang yang mengetahui perundingan tersebut. Perundingan antara Kepala Mossad David Barnea, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani, dan pejabat pemerintah Mesir akan fokus pada sisa perbedaan antara Israel dan Hamas. Termasuk, mengenai pembebasan sandera dan bantuan kemanusiaan. Pada Jumat (15/3/2024) lalu Israel mengatakan akan mengirim delegasi ke Doha, Qatar, tetapi tidak mengungkapkan kapan atau siapa yang akan terlibat dalam perundingan. Reuters melaporkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengadakan rapat kabinet keamanan sebelum perundingan. Pejabat pemerintah Israel belum dapat dimintai komentar karena Sabtu (16/3/2024) merupakan hari Sabat Yahudi. Barnea terlibat dalam perundingan dalam kesepakatan sebelumnya. Gencatan senjata pada November lalu, disepakati dan berlaku setelah ia berpartisipasi dalam perundingan di Doha. Pertemuan terakhirnya dengan perdana menteri Qatar terjadi pada Januari lalu yang mengarah pada proposal yang ditolak Hamas. Israel mengeklaim dalam serangan mendadak 7 Oktober 2023, Hamas membunuh 1.200 orang dan menculik 253 sandera. Operasi militer Israel di Gaza sudah menewaskan lebih dari 31.500 orang Palestina, kementerian kesehatan Gaza mengatakan 70 persen diantaranya adalah perempuan dan anak-anak. Pekan ini, Hamas mengajukan proposal gencatan senjata baru pada mediator perundingan dan Amerika Serikat (AS). Proposal itu mencakup pembebasan sandera Israel yang ditukar dengan kebebasan tahanan Palestina dipenjara Israel. Sudah beberapa kali upaya mencapai kesepakatan gencatan senjata di Gaza mengalami kegagalan tahun ini. Meski tekanan masyarakat internasional semakin menguat karena tingginya jumlah korban jiwa akibat serangan darat dan udara dan Israel di kantong pemukiman Palestina itu. (zul) Baca juga :

Read More

Krisis Kemanusiaan di Gaza Semakin Memburuk dan Melampaui Bencana

Gaza — 1miliarsantri.net : Kepala Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) Jagan Chapagain mengatakan, saat ini warga sipil Gaza menghadapi tingkat penghinaan, kesengsaraan dan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dia menambahkan situasi kemanusiaan di Gaza melampaui tingkat bencana. “Situasi kesehatan di ambang kehancuran dengan rumah sakit dalam kondisi yang menyedihkan,” ujarnya di media sosial X,, Sabtu (16/3/2024). Chapagin juga mengatakan krisis pangan memperburuk situasi yang sudah sangat mengerikan. Begitu banyak warga Gaza yang tidak memiliki apa-apa untuk berbuka puasa. “Nasib para sandera tetap menjadi keprihatinan kemanusiaan yang serius, membuat keluarga mereka terjebak di antara keputusasaan dan harapan ketika mereka menunggu kabar tentang orang yang mereka cintai,” tambah kepala IFRC. Sebelumnya Perdana Menteri Belgia Alexander De Croo mengatakan taktik Israel menciptakan kelaparan di Gaza tidak dapat diterima. Hal ini ia sampaikan saat bertemu kepala lembaga bantuan pengungsi PBB untuk Palestina (UNRWA) Philippe Lazzarin. “Israel harus memberikan lebih banyak akses bantuan kemanusiaan ke Gaza,” kata De Croo di media sosial X. Dia mengatakan Belgia terus membantu UNRWA yang “menjadi tulang punggung bantuan untuk rakyat di Gaza” dan menyampaikan duka cita pada 160 staf UNRWA yang terbunuh di Gaza. Seorang aktivis Palestina mengunggah video di media sosial Instagram yang menunjukkan seorang anak Palestina meminta makanan pada pasukan Mesir dari tiang listrik di pagar perbatasan selatan Gaza. “Saya ingin mati sekarang. Kami ingin makan, kami ingin hidup, mengatakan tidak ada makanan untuk dimakan saudara-saudara saya, kami ingin makan,” kata anak itu dalam video yang diverifikasi Aljazirah. UNRWA memperingatkan satu dari tiga anak di Gaza mengalami malnutrisi dan “kelaparan akan segera terjadi.” Israel melancarkan serangan balasan ke Gaza sejak serangan lintas batas yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober. Serangan tersebut telah menewaskan hampir 31.200 warga Palestina dan melukai lebih dari 72.900 lainnya di tengah kehancuran massal dan kelangkaan kebutuhan pokok. Israel juga memberlakukan blokade yang melumpuhkan di daerah kantong Palestina tersebut, menyebabkan penduduknya, terutama warga Gaza utara, berada di ambang kelaparan. Perang Israel telah memaksa 85 persen penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah blokade terhadap sebagian besar makanan, air bersih dan obat-obatan, sementara 60 persen infrastruktur daerah kantong itu telah rusak atau hancur, menurut PBB. Israel dituding melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Putusan sementaranya pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan aksi genosida dan mengambil langkah untuk memastikan bahwa bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga sipil di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Pemerintah Saudi Siapkan Drone untuk Mempercepat Transfer Darah pada Penyelenggaran Haji 2024

Jeddah — 1miliarsantri.net : Otoritas Kesehatan Pemerintah Kerajaan Saudi akan menggunakan drone untuk mentransfer darah selama penyelenggaran ibadah haji tahun 2024 ini. Drone tersebut secara resmi akan digunakan untuk membawa unit darah dan sampel laboratorium antara rumah sakit di tempat-tempat suci di Mina dan Arafah, tempat puncak ibadah haji. Akhir tahun lalu, Kementerian Kesehatan Saudi dan Saudi Post (SPL) melakukan uji coba transfer darah menggunakan drone di tempat-tempat suci dekat Mekkah. Latihan ini dilakukan untuk memastikan kecepatan dan keamanan layanan rawat jalan yang disiapkan untuk para jamaah haji. Keberhasilan simulasi tersebut membawa lampu hijau dalam upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi jamaah haji sekaligus membantu penanganan keadaan darurat selama ibadah tahunan tersebut. Teknik ini dapat memotong layanan transportasi darah menjadi dua menit lebih cepat dibanding diangkut dengan cara tradisional yang memakan waktu hingga 2,5 jam. Hampir 2 juta jamaah haji dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji tahun lalu. Angka tersebut menandai kembalinya jumlah jamaah haji ke masa sebelum pandemi. Belum lama ini Arab Saudi juga mengumumkan aturan baru untuk musim haji 2024 yang dijadwalkan pada Juni nanti. Menurut Menteri Haji Saudi Tawfiq Al Rabiah, aturan baru tersebut menyebutkan tidak ada lagi tempat khusus yang untuk negara-negara tertentu di Masyair. Dia menjelaskan bahwa lokasi ditentukan oleh negara yang lebih cepat menyelesaikan semua kontrak dan siap untuk musim haji 1445 H. Mekanisme baru ini bertujuan untuk memfasilitasi persiapan penyelenggaran haji. (dul) Baca juga :

Read More