Sekelompok Polisi Masuk Kedalam Kampus, Bubarkan Demonstrasi Mahasiswa Pro Gaza

Paris — 1miliarsantri.net : Sekelompok Polisi memasuki universitas Sciences Po Paris untuk mengusir puluhan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi pro Gaza di aula depan, ketika protes yang dilakukan memicu perdebatan politik tentang konflik Israel-Palestina. “Sekitar 50 siswa masih berada di dalam rue Saint-Guillaume dan pengunjuk rasa lainnya telah dibawa keluar secara damai dalam kelompok yang terdiri dari 10 orang oleh petugas. Beberapa siswa diseret dan yang lainnya dicengkeram di kepala atau bahu,” ujar salah seorang mahasiswa yang mengikuti aksi tersebut yang dikutip Ahad (05/05/2024). Pekerja Administrasi universitas tersebut telah menutup gedung utama Sciences Po sebagai tanggapan atas aksi duduk tersebut dan sebagai gantinya menginisiasi kelas jarak jauh. Mereka mengatakan bahwa sekitar 70 hingga 80 orang menduduki serambi gedung pusat kota Paris. Perdana Menteri Perancis, Gabriel Attal mengatakan protes semacam itu akan ditangani dengan “ketegasan total”, dan menambahkan bahwa 23 lokasi universitas telah dievakuasi. Mahasiswa dari Komite Palestina di universitas tersebut sebelumnya mengatakan kepada wartawan bahwa mereka menghadapi tanggapan yang tidak adil dari kepolisian yang telah memblokir akses ke situs tersebut sebelum pindah ke sana. Mereka juga mengeluhkan kurangnya bantuan medis untuk tujuh pelajar yang melakukan mogok makan sebagai solidaritas dengan para korban Palestina. Sciences Po dikenal secara luas dianggap sebagai sekolah ilmu politik terbaik di Prancis salah satu alumninya adalah Presiden Emmanuel Macron, yang juga telah menyaksikan aksi siswa di berbagai lokasi di seluruh negeri sebagai protes terhadap perang di Gaza dan krisis kemanusiaan yang terjadi kemudian. Protes berjalan lambat menyebar ke universitas-universitas terkemuka lainnya, tidak seperti di Amerika Serikat yang di mana demonstrasi di sekitar 40 fasilitas universitas terkadang berubah menjadi bentrokan dengan polisi dan penangkapan massal. Namun demonstrasi sejauh ini berlangsung lebih damai di Perancis dan sekaligus rumah bagi populasi Yahudi terbesar di luar Israel dan Amerika Serikat dan merupakan komunitas Muslim terbesar di Eropa. (ris) Baca juga :

Read More

Kolombia Umumkan Putus Hubungan Diplomatik dengan Israel

Kolombia — 1miliarsantri.net : Presiden Kolombia Gustavo Petro telah mengumumkan negara nya telah memutus hubungan diplomatik dengan Israel sehubungan dengan perang yang terjadi di Jalur Gaza, dimana perang ini telah diperingatkan oleh sejumlah pihak dapat menyebabkan genosida. Keputusan tersebut disampaikan Petro saat dia menghadiri aksi memperingati Hari Buruh Internasional di Bogota pada Rabu (1/5/2024) lalu. Dalam aksi ini dia mengumumkan bahwa negara-negara, khususnya Kolombia tidak boleh pasif menghadapi krisi yang terjadi di Gaza. “Di sini, di hadapan Anda, pemerintahan perubahan, presiden republik, mengumumkan bahwa besok kami akan memutuskan hubungan diplomatik dengan negara Israel… karena negara itu memiliki pemerintahan, memiliki presiden yang melakukan genosida,” tegas Petro. Sebagai pemimpin sayap kiri (left-wing) yang berkuasa pada 2022, Petro dianggap sebagai bagian dari gelombang progresif yang dikenal sebagai “pink tide” di Amerika Latin. Dia telah menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap Israel sejak dimulainya perang Gaza. Di lain pihak, pada Oktober lalu, hanya beberapa hari setelah konflik dimulai, Israel mengatakan pihaknya “menghentikan ekspor senjata” ke Kolombia setelah Petro menuduh Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menggunakan bahasa yang mirip dengan apa yang “dikatakan Nazi terhadap orang Yahudi”. Gallant mengatakan negaranya sedang memerangi “manusia hewan (human animals)” di Gaza. Hal ini dikatakan ketika ia memerintahkan pengepungan total wilayah tersebut menyusul serangan mematikan di Israel selatan pada 7 Oktober. Sebulan kemudian, Petro menuduh Israel melakukan “genosida” di wilayah kantong Palestina yang sudah terkepung, sehingga memicu kemarahan lebih lanjut dari para pejabat Israel dan kelompok advokasi pro-Israel. Sementara itu, pada Februari, Kolombia menghentikan pembelian senjata Israel setelah pasukan Israel menembaki warga Palestina yang berusaha mendapatkan bantuan pangan di Gaza, sebuah peristiwa yang menurut Petro “mengingatkan kejadian Holocaust”. Ucapan Presiden Kolombia pada Rabu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kemungkinan serangan darat Israel ke kota Rafah, Palestina, yang menurut Sekjen PBB Antonio Guterres akan menandai adanya potensi eskalasi yang tak tertahankan. Sebagai informasi, lebih dari 34.500 warga Palestina telah terbunuh dalam serangan militer Israel di Jalur Gaza hingga saat ini, dan wilayah kantong tersebut terus menghadapi krisis kemanusiaan, dan para ahli memperingatkan akan terjadinya kelaparan. Sampai saati ini belum ada komentar langsung dari pemerintah Israel mengenai rencana Kolombia untuk memutuskan hubungan diplomatik. Sementara itu, pada April, pemerintah Kolombia meminta untuk ikut serta dalam kasus di Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ) yang menuduh Israel melakukan genosida. (sus) Baca juga :

Read More

Pertemuan Arab-Eropa Serukan Kemerdekaan Palestina di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pertemuan Arab-Eropa membahas dan menyerukan pembentukan pemerintahan tunggal Palestina di Tepi Barat dan Gaza. Pertemuan koordinasi negara-negara Arab dan Eropa tersebut membahas situasi di Jalur Gaza. Pertemuan berakhir di Riyadh pada awal pekan ini. Pertemuan ini menyerukan pembentukan pemerintahan tunggal Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Jalur Gaza. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada akhir pertemuan, para menteri luar negeri dan perwakilan negara-negara Arab dan Eropa berjanji memberikan dukungan penuh terhadap upaya untuk segera mencapai gencatan senjata, pembebasan sandera, dan mengakhiri perang di Gaza. Pertemuan tersebut juga menyerukan diakhirinya semua tindakan dan pelanggaran sepihak ilegal di wilayah pendudukan Palestina, termasuk Yerusalem Timur. Pertemuan juga membahas bagaimana mengatasi krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung. Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide memimpin pertemuan antara Komite Menteri, yang ditugaskan oleh KTT Luar Biasa Arab-Islam tentang Perkembangan di Jalur Gaza, dan para menteri luar negeri serta perwakilan Eropa, untuk membahas kebutuhan mendesak untuk mengakhiri perang di Gaza dan mengambil langkah-langkah untuk menerapkan solusi dua negara. Pertemuan tersebut menekankan perlunya mengintensifkan dukungan terhadap upaya pembangunan negara, mendukung pemerintahan baru Palestina, dan pentingnya memiliki pemerintahan tunggal Palestina di Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza. Pertemuan tersebut menggarisbawahi pentingnya memindahkan konflik ke jalur politik sehingga memungkinkan adanya solusi politik terhadap konflik Israel-Palestina. Langkah-langkah konkrit menuju terwujudnya Negara Palestina dalam konteks solusi dua negara dikemukakan dalam pertemuan tersebut. Meningkatnya urgensi untuk mengambil langkah-langkah tersebut dan pentingnya posisi koordinasi ditekankan. Pertemuan tersebut juga membahas soal pengakuan Negara Palestina oleh negara-negara yang belum melakukannya, serta waktu dan konteks pengakuan tersebut. Para menteri menekankan pentingnya perlunya mengadopsi pendekatan holistik menuju jalur yang kredibel dan tidak dapat diubah dalam implementasi solusi dua negara. Hal ini harus sesuai dengan hukum internasional dan parameter yang disepakati, termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB dan Inisiatif Perdamaian Arab, serta inisiatif lainnya. Tujuannya adalah untuk mencapai perdamaian yang adil dan abadi yang memenuhi hak-hak rakyat Palestina dan keamanan Israel dan kawasan. Sebagai imbalannya, hal ini akan membuka jalan bagi hubungan normal antar negara di suatu kawasan, di mana stabilitas, keamanan, perdamaian dan kerja sama dapat ditegakkan. (zul) Baca juga :

Read More

Banyak Bermunculan Foto Tentara Israel Memakai Abaya

Gaza — 1miliarsantri.net : Banyaknya foto-foto baru muncul di media sosial menampilkan para tentara Israel menggunakan pakaian wanita Palestina. Foto tersebut dibagikan di X oleh akun tentara pro-Israel “Torat IDF” pada Senin (29/4/2024). Gambar tersebut menunjukkan ada tujuh orang tentara Israel yang memakai abaya. Mereka terlihat menyeringai saat berpose memegang senjata. Akun Torat IDF menyebutkan tentara tersebut menandai Maimouna, sebuah perayaan yang diadakan di akhir Paskah oleh komunitas Yahudi asal Afrika Utara. Bulan lalu, gambar serupa muncul saat tiga tentara Israel mengenakan pakaian wanita Palestina, termasuk pakaian dalam. Seorang warga Palestina dari Kota Gaza, Samiha Al-Ashqar, mengatakan bahwa dia merasa jijik saat melihat gambar-gambar itu sengaja dibagikan oleh tentara Israel. “Tindakan tersebut bukan sekedar bercanda atau mengejek warga Palestina, tapi bertujuan untuk menghina harkat dan martabat perempuan Palestina dan mengungkap rahasia rumah tangga dengan mengenakan pakaian seperti itu. Seolah-olah mereka ingin memberi tahu kami bahwa mereka menduduki tanah dan kehormatan kami selamanya dan kami tidak akan pernah kembali ke rumah kami lagi,” terang Samiha Al-Ashqar, dikutip dari Arab News pada Kamis (2/5/2024). Seorang pengungsi Palestina lainnya, Rawaa Hassouna, mengatakan gambar-gambar tersebut adalah bukti Israel menargetkan warga sipil Palestina. “Jelas perang ini tidak hanya melawan Hamas tetapi juga seluruh keberadaan Palestina. Mereka melakukan aksi balas dendam terhadap masyarakat Palestina, khususnya perempuan Palestina yang membesarkan generasi (baru),” katanya kepada The New Arab. Perang Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan seluruh wilayah permukiman rata dengan tanah dan sebagian besar rumah di wilayah kantong tersebut hancur. Lebih dari 34 ribu warga Palestina telah terbunuh dan sebagian besar penduduk daerah kantong tersebut mengungsi ke Rafah di selatan, yang kini menghadapi invasi. Banyak gambar yang muncul menunjukkan tentara Israel mengejek para korban dan pengungsi dalam kampanye mereka melawan Gaza dengan mengambil barang-barang pribadi seperti pakaian dalam wanita lalu berpose untuk difoto. Februari lalu, Majalah 972 melaporkan penjarahan properti warga Palestina oleh tentara Israel telah menjadi rutinitas. Pada waktu yang hampir bersamaan, jurnalis Younis Tirawi mengunggah gambar tentara Israel bersenjata yang menyeringai sambil berpose di atas sepeda anak-anak yang melarikan diri atau terbunuh akibat perang Israel. Perilaku ini secara luas dikutuk sebagai bejat. Perang Israel yang kejam dan tanpa pandang bulu di Gaza ditandai dengan retorika yang tidak manusiawi terhadap warga Palestina, dimana Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan Israel memerangi hewan. (zul) Baca juga :

Read More

Israel Racuni Air Minum Warga Palestina

Gaza — 1miliarsantri.net : Kementerian Kesehatan Palestina pada Sabtu (27/4/2024) mengatakan setiap orang yang tinggal di Jalur Gaza meminum air yang tidak aman karena Israel melarang penggunaan klorin atau alternatif apa pun untuk mengolah air minum. “Karena penutupan laboratorium kesehatan masyarakat dan ketidakmampuan untuk menguji air minum, maka semua warga Jalur Gaza meminum air yang tidak aman dan membahayakan nyawa mereka,” terang kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan, yang dikutip Rabu (1/5/2024). Kementerian tersebut mengaitkan hal ini dengan penolakan Israel untuk mengizinkan penggunaan klorin atau alternatif apa pun untuk mengolah air minum. Selain itu, Kemenkes memperingatkan penumpukan sampah di jalan-jalan dan kamp-kamp juga dapat menyebabkan penyebaran penyakit. Pihak Kemenkes pada Rabu (24/4/2024) mendeteksi adanya kasus meningitis dan hepatitis. Israel telah melancarkan serangan brutal di Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh kelompok Palestina, Hamas, pada 7 Oktober 2023, yang menurut Tel Aviv menewaskan kurang dari 1.200 orang. Hampir 34.400 warga Palestina telah terbunuh dengan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak. Tak hanya itu, lebih dari 77.400 orang terluka akibat kehancuran massal dan kekurangan kebutuhan pokok. Israel dituduh melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Putusan sela pada Januari memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil tindakan untuk menjamin bahwa bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza. (zul) Baca juga :

Read More

Dibutuhkan Waktu Cukup Lama Untuk Membersihkan Puing-puing Bangunan di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat, (26/4/2024), mengatakan bahwa dibutuhkan 14 tahun untuk membersihkan reruntuhan dalam jumlah besar di Jalur Gaza yang ditinggalkan akibat perang Israel. Pehr Lodhammar, seorang pejabat pada Layanan Pekerjaan Ranjau PBB melalui keterangan di Jenewa mengatakan bahwa perang tersebut telah meninggalkan sekitar 37 juta ton puing di wilayah padat penduduk. Menurut kantor media di Gaza mengatakan, serangan Israel telah menghancurkan sebanyak 70 ribu rumah, dan merusak 290 ribu lainnya, membuatnya tidak bisa dihuni. Bangunan lain yang juga terdampak mencakup gedung pemerintah, rumah sakit, sekolah, masjid, gereja, dan situs bersejarah. Israel telah menggempur Jalur Gaza sejak serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang. Selain menewaskan lebih dari 34 ribu warga Palestina sejak saat itu, serangan militer Israel telah mengubah sebagian besar wilayah kantong berpenduduk 2,3 juta orang itu menjadi reruntuhan, menyebabkan sebagian besar warga sipil kehilangan tempat tinggal, kelaparan, dan berisiko terkena penyakit. (zul) Baca juga :

Read More

Al Azhar Al Sharif Kutuk Keras Kejahatan Teroris Israel Terhadap Warga Sipil Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Pusat Pembelajaran Islam Sunni tertua dan terkemuka di dunia, Al-Azhar Al-Sharif mengutuk keras kejahatan teroris yang dilakukan terhadap warga sipil di Jalur Gaza. Al-Azhar mengecam keras setelah terungkap adanya kuburan massal ratusan jenazah anak-anak, wanita, orang tua dan petugas medis di Kompleks Medis sekitar RS Nasser dan Al-Shifa. Selain itu, juga ditemukan puluhan mayat tersebar di tempat penampungan, pusat pengungsian, tenda-tenda, dan lingkungan permukiman di seluruh Jalur Gaza. Al-Azhar menegaskan kepada dunia kuburan massal ini adalah bukti nyata kekejaman Israel dan pemandangan mengerikan ini telah menjadi perilaku normal sehari-hari bagi Israel. Al-Azhar mendesak masyarakat dunia harus bersatu untuk melakukan protes untuk menghalangi rezim yang mendukung kejahatan ini. Al-Azhar menuntut adanya pengadilan internasional yang mendesak terhadap kekejaman yang dilakukan Israel. Mereka dipandang tidak lagi memahami apa arti kemanusiaan dan hak hidup sehingga melakukan genosida setiap hari. Al-Azhar mendorong komunitas internasional merasakan tanggung jawab bersama untuk menghentikannya. Kejahatan yang mengerikan ini, menurut Al-Azhar, harus direspons serius oleh dunia. “Menghentikan agresi besar-besaran terhadap rakyat Gaza dan penderitaan yang diakibatkannya serta bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan memastikan perlindungan warga sipil dan pengiriman bantuan kemanusiaan yang cukup dan berkelanjutan ke seluruh penjuru dari Jalur Gaza,” demikian pernyataan Al-Azhar dikutip dari Arab News, Senin (29/4/2024) Al-Azhar pun menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada rakyat Palestina dan keluarga para syuhada. Al-Azhar mendoakan mereka mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT. Mereka juga berharap agar keluarga yang ditinggalkan dapat tenteram hatinya serta bagi yang sakit cepat mendapatkan kesembuhan. (zul) Baca juga :

Read More

Maroko Kutuk Keras Serbuan Ekstremis Yahudi ke Masjid Al Aqsa

Gaza — 1miliarsantri.net : Maroko mengutuk penyerbuan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur oleh pemukim ilegal Israel yang merayakan Paskah Yahudi pada Kamis (25/4/2024) lalu. Apa yang dilakukan penjajah Israel provokatif dan melanggar kesucian Masjid Al Aqsa. “Maroko mengecam keras terhadap penyerangan ke halaman Masjid Al-Aqsa yang diberkahi oleh beberapa ekstremis dan pengikut mereka, dan keterlibatan mereka dalam praktik provokatif yang melanggar kesuciannya,” terang Kementerian Luar Negeri Maroko dalam sebuah pernyataan dikutip Ahad (28/4/2024). Pernyataan tersebut menegaskan kembali penolakan kerajaan Maroko terhadap tindakan apa pun yang mengubah status hukum dan sejarah Yerusalem dan tempat-tempat sucinya, termasuk Masjid Al-Aqsa. Kementerian tersebut mengatakan untuk mencapai perdamaian dan stabilitas yang adil dan menyeluruh di kawasan memerlukan pembentukan negara Palestina merdeka di sepanjang perbatasan sebelum tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Ini mengikuti solusi dua negara yang diakui secara internasional. Sebelumnya, pada Kamis, setidaknya 1.679 pemukim ilegal Israel secara berkelompok memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsa untuk merayakan hari raya Paskah Yahudi, kata Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem. Pihak berwenang menambahkan bahwa serangan pemukim terjadi di bawah tindakan ketat dan pembatasan masuknya jamaah Muslim oleh polisi pendudukan. Sejak Paskah selama seminggu dimulai pada Senin malam, ratusan pemukim ilegal menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa setiap hari di bawah penjagaan ketat polisi, menyebabkan ketegangan parah di berbagai bagian Kota Tua Yerusalem. Paskah, yang memperingati eksodus umat Israel dari Mesir pada masa Nabi Musa, dianggap sebagai salah satu hari raya terpenting dalam kalender agama Yahudi. Sejak 2003, Israel telah mengizinkan pemukim ilegal memasuki kompleks konflik hampir setiap hari kecuali pada hari Jumat dan Sabtu. Palestina juga menuduh Israel mengambil tindakan Yahudisasi Yerusalem, termasuk Masjid Al-Aqsa, dalam upaya untuk menghapus identitas Arab dan Islamnya. Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut kawasan itu sebagai Bukit Bait Suci (Temple Mount) karena merupakan situs dua kuil Yahudi di zaman kuno. Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama Perang Arab-Israel tahun 1967. Mereka mencaplok seluruh kota pada 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. (zul) Baca juga :

Read More

Ratusan Mahasiswa Pro Palestina Ditangkap Pihak Kepolisian Columbia

Columbia — 1miliarsantri.net : Mahasiswa Universitas Columbia mencela Ketua DPR AS, ketika ia mengunjungi tempat demonstrasi mahasiswa nasional mengenai perang Israel di Gaza. Tujuan Johnson berkunjung ke sana adalah untuk mendukung mahasiswa Yahudi yang diintimidasi oleh beberapa demonstran anti-Israel. Hinaan – hinaan vulgar yang diterima Johnson tidak membuatnya tenggelam, meskipun ia sulit didengar karena ia berbicara melalui mikrofon media, bukan melalui pengeras suara. “Ketika (Universitas) Columbia membiarkan kelompok radikal dan agitator yang melanggar hukum ini mengambil alih kekuasaan, virus antisemitisme telah menyebar ke kampus-kampus lain,” kata Kedua DPR AS, Mike Johnson, dikutip Sabtu (27/04/2024). Polisi menangkap lebih dari 100 mahasiswa dari Columbia pada atas tuduhan masuk tanpa izin dan lebih dari 100 staf pengajar di Columbia bergabung dengan mahasiswanya untuk menunjukan solidaritas di perkemahan tersebut. Mahasiswa pengunjuk rasa mengatakan protes mereka berlangsung damai. Selain itu, kampus lainnya juga yang mengadakan demo seperti di Universitas Texas dan dibubarkan oleh polisi patrol jalan raya negara bagian dengan perlengkapan anti huru – hara. Departemen Keamanan Publik Texas mencatat, terdapat 34 orang yang telah ditangkap pada kejadian tersebut. Bahkan, Universitas California Selatan menyatakan bahwa kampusnya ditutup dan meminta kepada Departemen Kepolisian Los Angeles untuk membubarkan demonstran. Para mahasiswa pun menyerahkan diri secara damai dan polisi menangkap mereka satu per satu beberapa jam setelah polisi kampus membongkar sebuah perkemahan kewalahan menghadapi para pengunjuk rasa. Mahasiswa juga melakukan demonstrasi di Universitas Brown, Rhode Island, Universitas Michigan di Ann Bor, Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge dan California State Polytechnic di Humboldt. Para pengunjuk rasa menuntut kampus – kampus untuk melepaskan aset – aset dari Israel dan berusaha untuk menekan pemerintah AS untuk mengendalikan serangan Israel kepada warga sipil di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 34 ribu orang, menurut Otoritas Kesehatan Palestina. (nas) Baca juga :

Read More

Pasukan Israel Semakin Membabi Buta Menyerang Warga Khan Younis

Gaza — 1miliarsantri.net : Warga setempat mengatakan pasukan Israel kembali di daerah timur Khan Younis dalam serangan kejut. Serangan ini memaksa pengungsi yang sempat pulang ke rumah mereka di reruntuhan selatan Jalur Gaza kembali mengungsi. Pihak berwenang Palestina mengatakan mereka menemukan ratusan jenazah di kuburan massal di halaman Rumah Sakit Nasser beberapa pekan setelah pasukan Israel menyerbu rumah sakit tersebut. Israel juga menggelar serangan udara ke Rafah yang menampung lebih dari setengah 2,3 juta populasi Gaza. Israel sempat menarik banyak pasukannya dari selatan Jalur Gaza bulan ini setelah pertempuran paling intens sepanjang perang yang berlangsung selama tujuh bulan. Usai pasukan Israel mulai mundur banyak warga yang pulang ke rumah mereka di lingkungan yang selama pertempuran tidak bisa dimasuki. Tidak hanya menemukan rumah mereka sudah menjadi puing-puing para pengungsi juga menemukan banyak jenazah di jalan-jalan. “Pagi ini banyak keluarga yang pergi dari sini dua pekan lalu untuk pulang ke rumah mereka di Abassan kembali, mereka terlalu ketakutan. Mereka mengatakan tank-tank bergerak ke area utara kota yang dihujani tembakan, dan mereka harus berlari menyelamatkan nyawa,” ungkap Ahmed Rezik lewat aplikasi pesan singkatnya, Jumat (26/4/2024). Kementerian kesehatan Gaza mengatakan Israel yang digelar usai serangan mendadak 7 Oktober 2023 lalu sudah menewaskan lebih dari 34 ribu orang Palestina. Ribuan orang diperkirakan masih terjebak di bawah puing-puing bangunan. Tim penyelamat mengenakan helm putih menggali kuburan massal di halaman Rumah Sakit Nasser dengan cangkul atau truk penggali. Tim penyelamat mengatakan, satu hari terakhir mereka menemukan 73 jenazah sehingga sudah 283 jenazah yang ditemukan di kuburan massal itu. Israel mengatakan mereka menggelar serangan ke dalam rumah sakit karena pejuang Hamas beroperasi di sana. Staf rumah sakit dan Hamas membantah tuduhan tersebut. “Kami memperkirakan akan menemukan 200 jenazah lain di kuburan massal yang sama dalam dua hari ke depan sebelum kami mulai mengerjakan dua kuburan lain,” kata direktur media Gaza Ismail Al-Thawabta. Ia mengatakan Israel melakukan eksekusi di dalam rumah sakit dan menutupi kejahatan itu dengan mengubur jenazah-jenazah korban pembunuhan tanpa peradilan itu dengan bulldozer. Namun, Israel membantah melakukan eksekusi. Banyak warga yang datang ke halaman rumah sakit untuk mencari anggota keluarga mereka yang hilang. Anggota keluarga Osama al-Shoubagy membawa jenazahnya yang ditemukan di halaman rumah sakit Nasser untuk dimakamkan dengan layak di samping saudara perempuannya. Al-Shoubagy pernah mendonorkan ginjalnya untuk saudaranya itu. “Anak perempuan saya yang masih kecil meminta saya untuk mengunjungi makam ayahnya. Saya mengatakan kepadanya segera setelah kami menguburkannya, kami akan mengunjunginya. Terima kasih Tuhan. Adegan itu sulit, tetapi kami mungkin akan merasa lega setelah menguburkannya,” kata istri al-Shoubagy, Soumaya. Soumaya memegang beberapa bunga kuning di tangannya dan tangan lainnya ia memegang tangan putri kecil mereka, Hind yang mengenakan baju olahraga Disney “Frozen” berwarna kuning pucat untuk mengucapkan selamat tinggal kepada ayahnya. “Ia mencintai saya, dan biasa membelikan barang-barang untuk saya, dan dia biasa mengajak saya keluar,” kata gadis kecil itu di sisi makam al-Shoubagy yang baru. Warga Gaza melaporkan Israel juga menggelar serangan udara di beberapa daerah lain, termasuk Rafah. Para dokter di kota itu melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan seorang bayi dari rahim ibunya yang tewas dalam serangan udara Israel sebelumnya. Di Nusseirat, Gaza tengah, para pejabat mengatakan serangan udara merusak panel surya yang menjadi sumber tenaga listrik di rumah sakit. (zul) Baca juga :

Read More