Israel Menggunakan Taktik Memutar Audio Tangisan Bayi Lewat Drone

Dengarkan Artikel Ini

Gaza — 1miliarsantri.net : Drone Israel kini menggunakan taktik baru yang “aneh” untuk menyasar para warga Palestina. Israel, kini memutar rekaman audio tangisan bayi dan wanita untuk memikat warga Palestina ke lokasi di mana mereka dapat dijadikan sasaran.

Pada Ahad dan Senin, (7-8/4/2024) malam, penduduk kamp pengungsi Nuseirat di bagian utara Gaza terbangun karena suara tangisan bayi dan wanita yang berteriak minta tolong. Ketika mereka keluar untuk mencari sumber tangisan dan memberikan bantuan, drone Israel dilaporkan melepaskan tembakan langsung ke arah mereka.

Samira Abu al-Leil, seorang warga kamp pengungsi, mengatakan, dia mendengar drone Israel melepaskan tembakan selama dan segera setelah memutar rekaman suara tersebut. Serangan ini berlangsung selama beberapa menit dan terjadi berulang beberapa kali pada Senin malam.

“Saya mendengar seorang wanita menangis dan berteriak minta tolong sambil berkata, ‘Tolong saya, anak saya menjadi martir’. Suara-suara itu datang dari jalan dan sangat aneh,” kata pria berusia 49 tahun itu.

Menurut saksi mata, setidaknya tujuh hingga 10 orang terluka akibat kebakaran drone dalam semalam.

“Beberapa orang bergegas keluar untuk menyelamatkan, hanya untuk ditembak oleh drone berjenis quadcopter yang terus berkeliaran sepanjang malam,” sambungnya.

Warga tidak dapat membantu para korban, karena “drone Israel terus menembaki apapun yang bergerak”. Namun, ambulans berhasil mencapai daerah tersebut dan membawa mereka ke rumah sakit.

“Pada malam hari, jalanan biasanya kosong dan laki-laki berada di dalam rumah mereka. Ketika drone melepaskan tembakan, mereka hanya mengenai atap dan jalan, mereka tidak menemukan orang untuk ditembak. Jadi mereka memainkan suara-suara ini karena mereka mengetahui sifat masyarakat kita; mereka tahu bahwa laki-laki akan mencoba memberikan bantuan. Mereka ingin mereka keluar sehingga mereka bisa menembaknya,” ungkapnya.

Leil menambahkan, hampir setiap hari, peluru drone Israel menghantam atap, pintu, dan jalan di depan rumah mereka. Namun kemarin pagi, Israel menembakkan semacam bom peledak dengan pecahan peluru yang menyebar ke mana-mana di lingkungan para pengungsi, hingga menyebabkan banyak warga terluka.

Israel menggunakan quadcopters, drone yang dikendalikan dari jarak jauh yang telah digunakan secara luas terhadap pejuang Palestina dan warga sipil di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2024.

Teknologi ini secara bertahap menggantikan pasukan darat, membantu dalam identifikasi target, penargetan individu, dan mengamankan wilayah di mana tentara Israel ditempatkan. Selain itu, quadcopter dapat memantau posisi depan, menargetkan individu di dalam tempat tinggal, dan membubarkan kerumunan di ruang publik.


Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca