Tahun 2025 Menjadi Ibadah Haji Terakhir di Musim Panas

Mekah — 1miliarsantri.net : Juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NMC) Hussein Al-Qahtani mengatakan ibadah haji tahun 2025 akan menjadi ibadah haji terakhir di musim panas. “Musim haji akan memasuki fase baru perubahan iklim pada tahun 2026. Setelah tahun itu, kita tidak akan mengalami haji di musim panas selama 17 tahun,” ungkapnya. Al-Qahtani mengatakan pada 2026 akan menandai dimulainya musim semi selama delapan tahun berturut-turut. Ini diikuti oleh delapan tahun berikutnya dimana ibadah haji akan dilaksanakan pada musim dingin. “Kami akan mengucapkan selamat tinggal pada haji di musim panas untuk jangka waktu 16 tahun,” ucapnya. Ia mencatat suhu rata-rata pada ibadah haji ini berkisar antara 45 hingga 47 derajat Celcius. Anggota Dewan Syura Mansour Al Mazroui yang merupakan peneliti perubahan iklim membenarkan bahwa tahun depan juga akan menyaksikan musim haji bertepatan dengan musim panas. Kemudian, musim haji akan berpindah secara iklim ke musim semi selama delapan tahun. Setelah itu haji akan dilaksanakan pada musim dingin. Musim haji datang pada musim dingin, dimulai pada tahun 1454 Hijriyah dan berlanjut selama delapan tahun hingga berakhir pada tahun 1461 Hijriyah. Sedangkan pada musim gugur, musim haji berlangsung antara tahun 1462 hingga 1469 Hijriyah.

Read More

Tercatat 2.764 Kasus Kelelahan Jamaah Haji Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Mekah — 1miliarsantri.net : Arab Saudi memperingatkan lonjakan suhu di Mekkah saat para jamaah merampungkan ibadah haji dalam cuaca panas ekstrem. Sedikitnya 14 jamaah haji asal Yordania terkonfirmasi meninggal dunia akibat suhu panas di Tanah Suci. Musim haji tahun 2024 ini berlangsung saat musim panas di Arab Saudi. Kementerian Kesehatan Saudi mencatat lebih dari 2.700 kasus “kelelahan akibat panas” sepanjang Ahad (16/6/2024) waktu setempat. Pada Senin (17/6/2024), juru bicara badan meteorologi Saudi mengatakan suhu di Mekkah mencapai 51,8 derajat Celcius. Sementara suhu di Mina mencapai 46 derajat Celcius. “Tempat-tempat suci hari ini mencatat suhu tertinggi sejak awal haji yang mungkin mencapai 49 derajat Celcius, dan kami menyarankan para tamu Tuhan untuk tidak terkena sinar matahari,” terang Kementerian Kesehatan Saudi. Kementerian luar negeri Yordania mengatakan bahwa 14 jamaah Yordania meninggal dunia akibat gelombang panas ekstrem dan 17 lainnya “hilang” sepanjang Ahad. Iran juga melaporkan kematian lima jamaah haji namun tidak merinci penyebabnya, sementara Kementerian Luar Negeri Senegal mengatakan tiga orang lainnya meninggal dunia. Karwan Stoni, juru bicara resmi jamaah haji dari wilayah otonomi Kurdistan Irak, mengatakan kepada AFP pada Senin, bahwa 13 jamaah telah meninggal, termasuk 11 wanita.

Read More

Feiglin ingin mengubah wilayah Palestina sebagai Gaza Ibrani

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Politisi Israel dan mantan anggota parlemen Partai Likud Moshe Feiglin menyebut nama ‘Adolf Hitler’ dalam sebuah wawancara TV. Ia mendesak pengusiran warga Palestina dari Jalur Gaza, yang ia gambarkan sebagai “Islamo-Nazi”. Dalam diskusi panel di Channel 12, Feiglin menyerukan pemukiman kembali warga Israel di Gaza dan berpendapat Zionis harus mengubah wilayah Palestina menjadi “Gaza Ibrani”. “Kami bukan tamu di negara kami, ini negara kami, semuanya. Seperti yang dikatakan Hitler, ‘Saya tidak bisa hidup jika hanya ada satu orang Yahudi yang tersisa’. Kita tidak bisa hidup di sini jika ada satu ‘Islamo-Nazi’ yang tersisa di Gaza,” katanya dikutip Kamis (20/6/2024). Feiglin mewakili Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu antara tahun 2013 dan 2015 sebelum meninggalkan partai tersebut untuk mendirikan partai sayap kanannya sendiri, Zehut (“Identitas”). Awal tahun ini, ia mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri melawan Likud dalam pemilu berikutnya. Ia memutuskan maju karena menganggap Netanyahu gagal dalam menangani Jalur Gaza. Seperti diketahui, Netanyahu telah memimpin perang yang menghancurkan Jalur Gaza selama lebih dari delapan bulan. Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 37.000 warga Palestina dan menjadikan wilayah kantong yang terkepung itu seperti ‘neraka.’ Feiglin, saat berpidato di depan demonstrasi sayap kanan yang menyerukan deportasi warga Palestina dari Gaza pada bulan Januari, mengatakan, “Kita membutuhkan perdana menteri yang berbeda yang bersedia berusaha sekuat tenaga untuk menang.” “Bagi kami, perang di Gaza bukan sekedar perang defensif. Ini adalah perang pembebasan, pembebasan tanah dari penjajahnya,” tegas Feiglin kepada kerumunan pendukungnya. Feiglin sebelumnya juga mendorong penghancuran total Gaza, sebelum menginvasinya.

Read More

Ada Apa Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Perdana Menteri israel Benjamin Netanyahu telah membubarkan ‘kabinet perang Israel’ yang selama ini membayangi konflik di Gaza. Netanyahu menolak sekutu sayap kanannya yang sedang mencari kursi, dan tampaknya berupaya mempengaruhi pengambilan keputusan terkait pertempuran dengan Hamas di Gaza dan Hizbullah di seluruh wilayah perbatasan Lebanon. Netanyahu mengumumkan langkah tersebut kepada para menteri, Ahad (17/6/2024). Ia mengatakan, kabinet perang sejatinya dibentuk sebagai bagian dari kesepakatan dengan kubu moderat Benny Gantz dan partai persatuan nasionalnya bergabung dalam koalisi darurat tahun lalu. Pembubaran kabinet perang dikonfirmasi oleh pejabat Israel secara anonim. Sumber menggambarkan latar belakang meningkatnya ketidakpuasan atas pelaksanaan perang di Gaza dan seruan dari kelompok antipemerintah untuk melakukan protes setiap hari selama seminggu. Netanyahu dilaporkan mengatakan kepada para menteri bahwa ‘kabinet perang’ tidak lagi diperlukan setelah Gantz mengundurkan diri seminggu yang lalu. Gantz, salah satu anggota kabinet perang, keluar dari koalisi bersama dengan Gadi Eisenkot, salah satu dari tiga pengamat di badan tersebut. “Netanyahu menghalangi kita untuk meraih kemenangan nyata [di Gaza],” kata Gantz dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Ahad. Netanyahu kini diperkirakan akan mengadakan konsultasi mengenai perang Gaza dengan sekelompok kecil menteri, termasuk menteri pertahanan, Yoav Gallant, dan menteri urusan strategis, Ron Dermer, yang pernah berada di kabinet perang. Pembubaran kabinet perang sepertinya tidak akan mempunyai dampak berarti terhadap konflik – pengambilan keputusan akan kembali ke kabinet keamanan. Namun dampak politiknya mungkin lebih signifikan. Langkah ini tampaknya merupakan penghinaan yang disengaja terhadap sekutu sayap kanan Netanyahu dalam koalisi, termasuk menteri keamanan nasional, Itamar Ben-Gvir.

Read More

Qatar dan Mesir Rencanakan Diskusi Bahas Gencatan Senjata di Gaza

Washington — 1miliarsantri.net : Penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan, mengatakan bahwa mediator dari Qatar dan Mesir berencana untuk segera melibatkan militan Hamas. Mereka ingin melihat apakah ada cara untuk mendorong proposal gencatan senjata di Gaza yang ditawarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Sullivan berbicara kepada wartawan di sela-sela KTT perdamaian Ukraina. Dia ditanya tentang upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan agar Hamas membebaskan beberapa sandera yang ditahan sejak 7 Oktober. Sebagai gantinya, akan ada gencatan senjata yang berlangsung setidaknya enam minggu. Sullivan mengatakan dia telah berbicara singkat dengan salah satu penghubung utama, Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani. Mereka akan berbicara lagi tentang Gaza pada hari Minggu saat keduanya berada di Swiss untuk konferensi Ukraina. Hamas menyambut baik proposal gencatan senjata tersebut, tetapi bersikeras bahwa setiap perjanjian harus menjamin berakhirnya perang. Tuntutan ini masih ditolak oleh Israel. Israel menggambarkan tanggapan Hamas terhadap proposal perdamaian baru AS sebagai penolakan total. Sullivan mengatakan bahwa pejabat AS telah mempelajari dengan seksama tanggapan Hamas. “Kami pikir beberapa perubahan tidak terduga dan bisa dikelola. Beberapa di antaranya tidak sesuai dengan apa yang disampaikan Presiden Biden dan yang didukung Dewan Keamanan PBB. Dan kami harus menghadapi kenyataan itu,” katanya.

Read More

Serangan Udara Israel Tewaskan Dua Sandera di Rafah

Gaza — 1miliarsantri.net : Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan bahwa serangan udara Israel di Rafah telah menewaskan dua sandera Israel yang ditahan di Gaza. Kelompok tersebut, dalam video yang diunggah di saluran Telegram mereka, tidak mengungkapkan nama-nama orang yang dikatakan tewas atau memberikan bukti apapun. Pernyataan Brigade Ezzedine al-Qassam menyebutkan, “Pemerintah Israel tidak ingin para sandera kalian kembali, kecuali dalam peti mati.” Israel berhasil menyelamatkan empat sandera yang ditahan Hamas dalam operasi pembebasan sandera di al-Nuseirat, Gaza tengah, pada tanggal 8 Juni. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lebih dari 250 warga Palestina tewas dalam serangan tersebut. Perang di Gaza dimulai ketika militan Hamas menyerang Israel selatan pada tanggal 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang, menurut perhitungan Israel.

Read More

Seluruh Dunia Sudah Mengetahui Kejahatan Israel

Gaza — 1miliarsantri.net : Kejahatan perang dan genosida yang terus dilanjutkan Israel di Jalur Gaza membuat negara itu semakin terasing di antara negara-negara dunia. Dengan korban jiwa yang telah mencapai lebih dari 37 ribu jiwa, kebanyakan anak-anak dan perempuan, banyak negara kini terbuka matanya atas kejahatan negara Zionis tersebut. Warga Palestina dan negara-negara mayoritas Muslim sejak lama menyoroti kejahatan penjajahan Israel sejak 1948 silam. Namun, dengan kekejaman terkini yang mendapat sorotan penuh di berbagai media, negara-negara barat tak bisa lagi memalingkan muka. “Sudah terlalu lama komunitas internasional memalingkan muka. Mereka berpikir bahwa tanpa menyelesaikan konflik ini kita bisa hidup damai dan stabil. Apa yang terjadi selama delapan bulan ini telah membuka mata dunia,” kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada konferensi pers semalam. PBB menambahkan tentara Israel ke dalam “daftar hitam” negara-negara yang melakukan kekerasan terhadap anak-anak dalam konflik bersenjata pekan lalu. Chris Guinness, mantan juru bicara badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA), mengatakan ini adalah “daftar yang paling memalukan”. Menurutnya, masuk ke dalam “daftar hitam” PBB yang berisi negara-negara yang melakukan kekerasan terhadap anak-anak akan meningkatkan isolasi negara tersebut dan semakin menggerus reputasi internasionalnya. “Ini adalah daftar hitam terburuk yang dialami Israel karena pembunuhan anak-anak melanggar tabu. Beberapa kelompok dan negara yang masuk dalam daftar ini antara lain Boko Haram, ISIS, al-Qaeda, Rusia, Myanmar. Hal ini menempatkan Israel dalam daftar rezim dan kelompok yang paling mengerikan di dunia. Hamas dan Jihad Islam juga ada di sana, termasuk pemukim Israel atas apa yang mereka lakukan di Tepi Barat,” ungkap Gunness. Menurutnya, semakin terungkapnya kejahatan Israel akan memiliki konsekuensi. Ia mengingatkan bahwa komunitas internasional Mahkamah Internasional (ICJ), Mahkamah Pidana Internasional (ICC), dan laporan Dewan HAM PBB yang akan memukul Israel. “Saya pikir seiring dengan perkembangannya, isolasi dan status paria Israel akan terus berlanjut, dan terus ditegaskan kembali,” katanya. “Akan ada konsekuensi ketika masyarakat melihat secara keseluruhan apa yang terjadi,” tambahnya. Pada hari Senin, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui resolusi pertamanya yang mendukung rencana gencatan senjata, namun baik Israel maupun Hamas belum sepenuhnya menyetujuinya. Sementara, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mendesak dunia bertindak atas kejahatan Israel. Seruang ini muncul ketika pimpinan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan ini memperingatkan bahwa 8.000 anak-anak Palestina di bawah usia lima tahun telah didiagnosis menderita kekurangan gizi akut di Gaza. “Pemerintah kami (AS) terlibat dalam salah satu kekejaman paling biadab yang terjadi di hadapan dunia dalam beberapa tahun terakhir,” Wakil Direktur Eksekutif CAIR Edward Ahmed Mitchell mengatakan dalam sebuah pernyataan. Organisasi Kesehatan Dunia telah memverifikasi bahwa ribuan anak di Gaza kini menghadapi kelaparan karena dukungan pemerintahan Biden terhadap kampanye genosida dan pembersihan etnis pemerintah Israel.

Read More

Berulang Kali Pasukan IDF Dijebak dan Diledakkan di Gaza

Gaza — 1miliarsantri.net : Perlawanan para pejuang Palestina di Jalur Gaza masih terus berlangsung di tengah bombardir tanpa henti yang dilakukan pasukan penjajahan Israel (IDF). Dua grup pasukan penjajah disebut kembali jadi sasaran jebakan bom di Jalur Gaza. Brigade Izzuddin al-Qassam, sayap militer Hamas, mengumumkan Jumat (14/6/2024) malam bahwa para pejuangnya mampu meledakkan sebuah rumah dan terowongan dengan bahan peledak d, di al-Zaytun di Kota Gaza. Operasi itu diklaim menewaskan sejumlah pasukan dan membuat lainnya terluka. Al-Qassam mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka meledakkan sebuah rumah yang telah dipasangi jebakan, setelah sebuah pasukan membarikade diri di dalamnya, di sebelah timur lingkungan Al-Zaytoun. Mereka menambahkan bahwa pejuangnya melihat helikopter Black Hawk mendarat di sekitar rumah untuk mengevakuasi korban luka dan tewas. Al-Qassam juga mengumumkan bahwa para pejuangnya mampu meledakkan lubang terowongan yang telah dipasangi jebakan oleh pasukan Israel, membunuh dan melukai anggotanya, di sebelah timur al-Zaytun di Kota Gaza. Brigade Al-Qassam juga mengatakan bahwa mereka menargetkan kumpulan pasukan pendudukan yang menembus timur lingkungan Al-Zaytun dengan mortir 120 mm. Kamis (13/6/2024), Al-Qassam menyiarkan adegan yang dikatakannya menunjukkan pihaknya membom pasukan pendudukan yang memasuki wilayah timur lingkungan Al-Zaytun dengan mortir. Al-Qassam juga mengatakan bahwa pihaknya juga menargetkan pasukan musuh yang ditempatkan di selatan dan barat daya lingkungan Tal Al-Sultan di kota Rafah, selatan Jalur Gaza, dengan mortir. Diumumkan juga bahwa tank Merkava Israel menjadi sasaran misil Al-Yassin 105 di Tal Al-Sultan, sebelah barat kota Rafah. Sebelumnya, Brigade Al-Qassam mengumumkan dalam video pendek terbunuhnya dua tahanan Israel dalam pemboman Israel di kota Rafah beberapa hari lalu. Selama lebih dari delapan bulan, Israel melanjutkan perangnya di Gaza. Menurut Aljazirah Arabia, para ahli internasional menggambarkan perang pemusnahan, yang menyebabkan 37 ribu lebih orang menjadi syuhada dan puluhan ribu lainnya terluka. Serangan Israel juga menghancurkan sekitar 70 persen infrastruktur sipil, termasuk rumah, sekolah, dan rumah sakit. Israel terus melakukan serangan meskipun terdapat beberapa resolusi internasional dari Dewan Keamanan PBB dan Mahkamah Internasional untuk menghentikan operasi militer. Ini bukan kali pertama pasukan Israel dijebak di rumah dan diledakkan. Baru sepekan lalu, Brigade al-Qassam mengumumkan bahwa para pejuangnya mampu meledakkan sebuah rumah jebakan tempat pasukan Israel bersembunyi di kamp Shabura di kota Rafah, selatan Jalur Gaza. Serangan itu disebut membunuh dan melukai anggota IDF. Pasukan penjajahan Israel mengakui empat tentara Israel tewas akibat ledakan di sebuah bangunan jebakan di Rafah, Gaza selatan pada Senin (10/6/2024) itu. Salah satu yang tewas disebut adalah komandan kompi dari Brigade Givati. Lembaga pemikir pertahanan yang berbasis di AS, Institute for the Study of War (ISW) dan Critical Threats Project (CTP), mengatakan bahwa amandemen proposal gencatan senjata Hamas baru-baru ini menunjukkan bahwa kelompok bersenjata Palestina “yakin bahwa mereka menang di Jalur Gaza” . “Pejabat senior Hamas telah berulang kali menyatakan keyakinan bahwa Hamas akan selamat dari perang, meskipun ada tekanan militer Israel. Pasukan Hamas di seluruh Jalur Gaza tetap efektif dalam pertempuran dan berusaha untuk membentuk kembali kekuatan mereka. Hamas juga mulai mencoba menegaskan kembali otoritas politiknya di beberapa wilayah,” kata ISW/CTP dalam laporan mereka di Gaza.

Read More

Pejabat Israel Klaim Hamas Menolak Proposal Gencatan Senjata

Gaza — 1miliarsantri.net : Seorang pejabat Israel memberikan pernyataan Hamas menolak proposal gencatan senjata di Jalur Gaza dari Presiden AS Joe Biden. Respons penolakan Hamas diterima Israel melalui perantara. Hamas disebutkan mengubah semua parameter utama dalam proposal, sehingga proposalnya berbeda jauh dari yang diajukan Biden. Hamas secara formal merespons terkait proposal gencatan senjata Amerika Serikat untuk perang delapan bulan di Jalur Gaza. Israel mengatakan respons tersebut sama dengan penolakan, sementara seorang pejabat Hamas menyatakan bahwa kelompok Palestina itu hanya mengulangi tuntutan lama yang tidak terpenuhi oleh rencana saat ini. Mesir dan Qatar menyatakan telah menerima respons Hamas terhadap proposal yang diajukan oleh Presiden AS Joe Biden pada 31 Mei, namun tidak mengungkapkan isinya. Amerika Serikat menyatakan bahwa Israel juga menerima proposalnya, tetapi Israel belum mengatakannya secara terbuka. Israel, yang terus melakukan serangan di bagian tengah dan selatan Gaza, di antara yang paling berdarah dalam perang ini, berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak akan berkomitmen untuk mengakhiri kampanye mereka di Gaza sebelum Hamas dihancurkan.

Read More

Diambang Perang Terbuka Hizbullah – Israel

Tell Aviv — 1miliarsantri.net : Militer Israel menyatakan pada Selasa (4/6/2024) malam bahwa keputusan melakukan perang terbuka dengan kelompok Hizbullah di Lebanon memasuki pembahasan tahap akhir. Sementara pihak Hizbullah menyatakan siap meladeni ancaman perang terbuka tersebut. Ancaman perang ini terkait saling balas serangan antara kedua pihak yang kian intens di perbatasan Lebanon Israel. Sejak awal pekan ini, rudal-rudal Hizbullah telah menyebabkan kebakaran hebat di utara Israel. Hizbullah menyatakan serangan-serangan itu untuk menekan agar Israel mundur dari Gaza. Kabinet perang Israel bertemu pada Selasa malam untuk membahas perkembangan terbaru di sepanjang perbatasan dengan Lebanon di tengah kritik terhadap pemerintah karena gagal membawa keamanan ke wilayah tersebut setelah konflik selama berbulan-bulan. Kepala Staf IDF Letjen Herzi Halevi mengatakan pada Selasa bahwa Israel makin dekat dengan keputusan mengenai serangan harian Hizbullah di Israel utara. Pihaknya siap setelah proses pelatihan yang sangat baik hingga tingkat Staf Umum untuk melakukan serangan di utara. “Kami mendekati titik di mana keputusan harus dibuat, dan IDF siap dan sangat siap untuk mengambil keputusan ini. Kami telah menyerang selama delapan bulan, dan Hizbullah harus membayar harga yang sangat, sangat tinggi. Kekuatannya telah meningkat dalam beberapa hari terakhir dan kami bersiap setelah melalui proses pelatihan yang sangat baik untuk melakukan serangan di utara,,” terang Halevi di pangkalan militer di Kiryat Shmona. Sebelumnya, menteri sayap kanan Israel Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir juga mendesak tindakan militer yang lebih jauh ke Lebanon. “Tidak akan ada perdamaian di Lebanon jika tanah kami terkena dampaknya dan orang-orang di sini dievakuasi. Mereka membakar kita di sini, kita harus membakar seluruh benteng Hizbullah, menghancurkannya. Perang,” kata Ben-Gvir setelah tur di kota utara Kiryat Shmona dalam pernyataan video yang dibagikan di X. Ben-Gvir dan Smotrich adalah anggota kabinet keamanan Israel tetapi bukan anggota kabinet perang. Sebaliknya Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem menyatakan bahwa pihaknya siap melawan jika Israel menginginkan perang habis-habisan. “Keputusan kami bukan untuk memperluas perang, namun kami akan melawannya jika hal itu dipaksakan kepada kami. Setiap perluasan perang Israel di Lebanon akan mengakibatkan kehancuran, kehancuran, dan pengungsian di Israel,” kata Qassem. Qassem membantah laporan mengenai penarikan pasukan elit ‘Pasukan Radwan’ dari perbatasan dengan Israel, dan menekankan bahwa Hizbullah baru menggunakan “sebagian kecil dari kemampuannya, sebanding dengan sifat pertempuran.” Tim pemadam kebakaran Israel pada Selasa terus memadamkan api besar, yang dipicu oleh roket yang ditembakkan dari Lebanon selatan. Kebakaran melanda beberapa permukiman dan lokasi militer di Galilea Atas dan Dataran Tinggi Golan, sehingga memaksa evakuasi.

Read More