Rashdul Qiblah Terjadi pada 27 dan 28 Mei 2024

Dengarkan Artikel Ini

“Ini adalah waktu yang tepat bagi kita, umat Islam Indonesia untuk kembali mengecek arah kiblat,” ujarnya.

Berikut cara menentukan arah kiblat menggunakan Istiwa Azam atau Rashdul Qiblah:

  1. Tentukan tempat yang akan diketahui arah kiblat, cari lokasi yang rata dan terkena cahaya Matahari.
  2. Sediakan tongkat lurus atau benda tegak tidak berongga lainnya seperti spidol, papan tulis, botol plastik, dan sebagainya. Jika tersedia, Anda dapat menggunakan benang berbandul.
  3. Siapkan jam yang sudah dikalibrasikan dengan BMKG, RRI, atau Telkom.
  4. Tancapkan tongkat di atas permukaan tanah dan pastikan tongkat benar-benar tegak lurus (90 derajat dari permukaan tanah). Atau gantungkan benang berbandul tadi.
  5. Tunggu hingga waktu Istiwa Azam atau Rashdul Qiblah tiba. Kemudian amati bayangan tongkat atau benang pada waktu tersebut. Tandai ujung bayangan, kemudian tariklah garis lurus dengan pusat bayangan (tongkat atau bandul). Garis lurus yang menghadap dari ujung ke pusat bayangan merupakan arah kiblat tempat tersebut. (wink)

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Berikan Komentar Anda

Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca