Peringatan Hari Dokter Nasional 2025: Melihat Perjuangan Para Dokter di Desa Terpencil
Baca juga: Stop Stigma! Hari Santri 2025 Jadi Momentum Bangkitnya Citra Positif Pesantren
Kisah Dokter yang Menjual Rumah Demi “Rumah Sakit Apung” Gratis

Kisah ini adalah tentang dr. Lie Dharmawan, Sp.B, Sp.BTKV, seorang dokter bedah yang dikenal atas dedikasinya dalam menyediakan layanan kesehatan gratis untuk masyarakat di pulau-pulau terpencil dan terluar di Indonesia melalui konsep Rumah Sakit Apung (RSA).
Berdirinya Rumah Sakit Apung (RSA) bermula ketika beliau mengoperasi seorang anak dari sebuah pulau terpencil yang datang dengan kondisi usus terjepit. Perjalanan untuk mencapai rumah sakit memakan waktu berhari-hari, membuat anak itu tiba dalam kondisi sangat terlambat. Kejadian ini membuatnya sadar bahwa sistem layanan kesehatan darat tidak mampu menjangkau secara efektif masyarakat di negara kepulauan seperti Indonesia.
Akibat kejadian tersebut, Dr. Lie kemudian memiliki ide untuk membuat rumah sakit di atas kapal. Ketika beliau menceritakan gagasan ini, banyak orang meragukan dan bahkan menyebutnya “dokter gila” karena ide tersebut dianggap tidak mungkin terwujud. Namun, tekadnya bulat. Untuk mewujudkan mimpinya, dr. Lie mengambil keputusan besar untuk menjual rumah pribadinya dan menggunakan penghasilannya sebagai dokter bedah untuk memodifikasi sebuah kapal kecil menjadi rumah sakit apung yang lengkap.
Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


