Hadapi Lesunya Konsumsi, Pemerintah Siapkan Stimulus Natal Rp 30 Triliun

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto
Dengarkan Artikel Ini

Stimulus tambahan kali ini ditargetkan menjangkau lebih dari 30 juta keluarga penerima manfaat (KPM), termasuk kelompok menengah ke bawah dan pekerja informal.

5. Penebalan paket sosial & bantuan pangan

    Pemerintah juga mempertimbangkan penambahan bantuan pangan (beras, minyak goreng) dan perluasan Kartu Sembako. 

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut bahwa pemerintah “mengguyur dana hingga Rp 30 triliun” untuk stimulus pada kuartal IV 2025 yang mencakup libur Nataru. Airlangga juga mengungkap bahwa program stimulus itu mencakup diskon tiket pesawat, kapal, kereta api, tol, serta tanggungan PPN untuk mendorong konsumsi masyarakat. 

    Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam Rakortas menyatakan bahwa pemerintah akan memastikan fluida dan tepat sasaran penggunaan program stimulus, agar manfaatnya dapat langsung dirasakan publik.

    Baca Juga: Bisnis Islami Bukan Sekadar Halal, Tapi Juga Kreatif dan Berdaya Saing Global

    Tantangan dan Implikasi

    Efektivitas dan kecepatan penyaluran menjadi kunci utama. Jika stimulus terlambat sampai ke masyarakat atau tidak tepat sasaran, dampak meredam konsumsi dapat minim. Program seperti diskon transportasi harus diimplementasikan saat masa puncak mobilitas agar efek menggairahkan terasa nyata.

    Risiko fiskal juga perlu dikelola agar defisit APBN tidak membengkak secara tak terkendali. Pemerintah sebelumnya juga mempertegas bahwa paket-paket stimulus harus tepat sasaran dan berbasis evaluasi program yang sudah berjalan. 

    Efek multiplikasi (multiplier effect) dari stimuli konsumsi seperti transportasi dan ritel memang relatif cepat, namun dampak jangka menengah lebih aman bila disertai stimulus produktif (misalnya padat karya, perbaikan infrastruktur). Para ekonom sebelumnya juga mengingatkan agar intervensi konsumtif seperti ini tak menjadi “plester sementara” atas masalah struktural.

    Rencana stimulus Natal sebesar Rp 30 triliun menunjukkan bahwa pemerintah cukup responsif terhadap sinyal pelemahan konsumsi domestik menjelang akhir tahun. Dengan fokus pada transportasi, ritel, dan perluasan jangkauan sosial, paket ini memiliki potensi untuk menjaga momentum konsumsi dan mendorong aktivitas ekonomi liburan. Namun, keberhasilan sangat bergantung pada kecepatan, ketepatan, dan kendali fiskal selama pelaksanaannya.

    Penulis: Faruq Ansori

    Editor: Satria S Pamungkas, Glancy Verona

    Sumber Berita: Berbagai Sumber

    Sumber Foto: Kemenko Perekonomian


    Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

    Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

    Berikan Komentar Anda

    Eksplorasi konten lain dari 1miliarsantri.net

    Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

    Lanjutkan membaca